Anda di halaman 1dari 91

DILEMA

TARBIYATUN
NISA
&
SOLUSINYA

Penulis

Abu Turob Saif Bin Hadhor Al Jawi


DARUL HADITS

DAMMAJ


DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA


2

MUQODDIMAH

:

Melihat perkara belajar dan mengajar para wanita
salafiyah yang penuh problema, maka pada kesempatan ini
ana ingin memaparkan sekilas tentang bagaimana para wanita
salafus sholih mencari ilmu, agar menjadi patokan kita dalam
meniti manhaj yang mulia ini dari segala sisi.
Menetap Di Rumah Tho'at Karena Alloh Ta'ala
Alloh ta'aala berfirman:
+

_ : [ 33 ]
"Dan hendaklah kalian(wahai para wanita) tetap di rumah
kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti
orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan tegakkanlah shalat,
tunaikanlah zakat dan taatilah Alloh dan Rasul-Nya[QS Al Ahzab
33].
Pada asalnya wanita telah Alloh tetapkan akan
kedudukan mereka dikalangan masyarakat yaitu menetap
dirumah,1 karena dengan tinggalnya para wanita di rumah

1-Berkata Imam Bin Baaz rohimahulloh- :
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
3


,
,
[. ( 4 / 903 ) ]
Maka Alloh memerintahkan para wanita dalam ayat pertama untuk
menetap di rumahnya, karena keluarnya perempuan dari rumahnya
seringnya sebagai penyebab fitnah, dan sungguh dalil-dalil syar'i telah
menunjukkan bolehnya perempuan keluar rumah untuk memenuhi
keperluannya dengan tetap mengenakan hijab, dan menjauhi sebab
terjadinya perkara yang meragukan, akan tetapi tetapnya mereka dirumah
adalah kedudukan asal mereka, dan itu lebih baik bagi mereka dan lebih
jauh dari fitnah.[Majmu' Fatawa Ibnu Baaz 4/309]
,
,
.
] - ( 1 / 422 ])
Beliau juga berkata: Dan Alloh memerintahkan perempuan
untuk tinggal di rumah dan tidak keluar darinya , kecuali sebatas
kebutuhan mendesak yang mubah dengan tetap menjaga adab
syar'i , dan Alloh menamakan tinggalnya mereka dirumah dengan
"Qoror" ini adalah penamaan yang sangat sesuai dan tepat sekali,
serta mengandung makna yang dalam, yaitu ketenangan
kepribadian wanita tersebut, dan kenyamanan jiwanya, serta
kelapangan dadanya, adapun dengan keluarnya perempuan dari
tempat nyamannya mengakibatkan kegoncangan jiwanya,
kegundahan hatinya dan sempit dadanya, dan memaparkan dirinya
kepada perkara yang tidak baik atau tak terpuji akibatnya.
[Majmu'Fatawa 1/422]


DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
4

masing-masing, baik bersama suami atau orang tua dan
walinya akan mendatangkan kebaikan duniawi dan ukhrowi,
dari sisi duniawi sudah kita maklumi bersama betapa
pekerjaan rumah yang begitu banyak terkadang tidak ada
yang bisa menyelesaikannya dengan rapi dan sempurna
kecuali oleh wanita dan kehidupan keluarga lebih tertata dan
mapan, dan faedah lainnya, adapun dari sisi ukhrowi maka
seperti apa yang di sebutkan didalam ayat diatas, dari
terjaganya dari gangguan dan perkara yang merusak dia, dan
menegakkan sholat, menunaikan zakat, mento'ati Alloh dan
rosulNya, dan faedah kedua inilah yang lebih diutamakan,
dan tidaklah bisa mendapatkan karunia bersabar tinggal
dirumah dengan penuh keto'atan kepada Alloh dan rosulNya,
kecuali mereka yang diberi taufiqNya subhaanah.
Oleh karena itu kita dapatkan betapa banyak para
salafiyat yang telah memahami dan barangkali telah
mengajarkan tafsir ayat diatas, akan tetapi ketika tiba saatnya
untuk mempraktekkannya, menemui kegagalan atau banyak
mendapatkan hambatan dan rintangan, baik dari luar (orang
lain) atau dari diri sendiri yang barangkali telah begitu banyak
menelan syubhat sebelum dia diberi hidayah.
Sehingga ketika terbentur dengan suatu problematika
yang tidak dia bayangkan sebelumnya, syubhat yang mulai
meluntur dari benaknya kembali mencuat dan mencokol lagi
kepermukaan.



DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
5

Oleh karena itu tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali
dengan banyak memohon kekuatan kesabaran kepada Alloh,
agar tidak tergoyahkan oleh badai yang begitu besar,
dikarenakan kondisi dunia di akhir zaman yang tidak
mendukung keto'atan.
Dari situ bisa kita lihat prosentase antara yang tegar
dan yang meluntur, dan tentunya minoritas yang tegar
merupakan sosok yang sangat asing disisi kebanyakan, yang
menunjukkan atas kebenaran apa yang diucapkan oleh
rosululloh >;

" " [ ( 146 )
]
"Sesungguhnya Islam itu bermula dalam keadaan asing dan
akan kembali asing seperti semula." [HSR Muslim 146 ]dalam suatu
lafadh ada ambahan : Maka beruntunglah orang-orang yang asing.
Untuk kaum Adam saja sudah asing, apalagi untuk
kaum Hawa, tentu lebih asing, karena merekalah yang sedang
menjadi incaran utama musuh Islam dalam rangka
menghancurkan Islam dari dalam, dimana kalau sudah rusak
dan hancur tulang punggung pendidik putra-putri mereka,
maka hancurlah umat secara menyeluruh.
Maka perintah Alloh, agar wanita tetap tinggal
dirumah, merupakan hikmah (kebijakan) yang tidak boleh
diremehkan sama sekali, karena dengan mengamalkan aturan
Alloh ini secara otomatis telah menjaga keutuhan keluarga,
dan masyarakat dari berbagai ketimpangan yang ditimbulkan
oleh keluarnya wanita dari rumahnya, juga sebagai benteng
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
6

untuk tidak masuknya serangan musuh Islam kedalam
barisan mereka.
Dari pembukaan diatas maka kami ingin menyajikan
kepada pembaca sebuah makalah, bahwa dengan tinggalnya
para wanita dirumahnya tidaklah sebagai pengekangan
mereka, dan penghalang atas mereka untuk mendapatkan
ilmu dien ini, (sebagai bantahan terhadap syubhat orang yang
memustahilkan perkara ini dan sebagai solusi pengganti TN
dan yang semisalnya ) .
Bahkan dengan keto'atan mereka untuk tetap tinggal
dirumahnya lillah ,akan menghasilkan ilmu yang berbarokah,
bagaimana tidak berbarokah, bukankah ini merupakan :
1- Ketoatan kepada Alloh dan rosulNya, dan sudah
sama-sama kita yaqini akan keberuntungan to'at kepada Alloh
dan rosulNya.
2- Mencontoh generasi terbaik pada umat ini, yang
merupakan tolak ukur ketiga akan keabsahan suatu perkara,
dan bukankah mencontoh generasi terbaik merupakan
kebaikan yang sangat terpuji.
Berkata Alloh subhaanahu wa ta`aala:

/[ 66 - 70 ]
Kalau seandainya mereka mengerjakan apa yang menjadi
perintah tentu berakibat baik bagi mereka, dan sangat membuat
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
7

ketetapan yang mantap,dan niscaya akan Kami beri mereka dari
sisi Kami pahala yang besar, dan akan kami tunjuki mereka jalan
yang lurus.
Dan barang siapa yang thoat kepada Alloh dan rosul maka
mereka bersama orang-orang yang diberi nikmat dari para nabi
dan shiddiqien, syuhada dan orang-orang sholih, dan sungguh
mereka adalah sebaik-baik teman , itu adalah keutamaan dari
Alloh, dan cukuplah Alloh Yang Aliim,(Yang Maha Mengetahui)
[QS An-Nisa 66-70)]

Berikut Ini kami sebutkan beberapa metode dan
tatacara salafiyah dalam menimba ilmu.
Metode Pertama :
Menimba Ilmu Dien Dari Dalam Rumah Penuh
Barokah.
Maka perkataan Alloh + _ (dan tinggallah
kalian wahai wanita dirumah-rumah kalian) menunjukkan
akan kebaikan perbuatan ini, karena itu adalah perintah Alloh,
dan tentunya Alloh telah menjamin bahwa apabila wanita
mempraktekkan ayat diatas, Dia akan memenuhi segala
kebutuhan wanita tersebut, baik kebutuhan duniawi atau
ukrowi, kebutuhan jasmani ataupun rohani, kebutuhan yang
nampak ataupun yang tersembunyi, begitu pula dalam
masalah kebutuhan ilmu, maka Alloh akan mencukupinya
dan membuka jalan baginya walaupun dia tetap menetap
dirumahnya,.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
8

Lebih-lebih karena Alloh telah memerintahkan mereka
dalam mencari ilmu untuk tetap dirumahnya dengan
firmanNya.:
+

_ /[ 34 ]
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah kalian dari ayat-
ayat Alloh dan Hikmah (sunnah nabi ShallAllohu 'alaihi wa sallam).
Sesungguhnya Alloh adalah"Lathif"(Maha Lembut) lagi "Khobir"
(Maha Mengetahu)". (Al-Ahzaab: 34).
Berkata As-Sa'di rohimahulloh- :

. [ ( 1 / 663 ) ]
Alloh memerintahkan mereka untuk mengingatNya, ini
mencakup dzikir dengan melafadhkannya yakni membacanya
juga mencakup mengingat maknanya yaitu dengan
mentadabburi dan memikirkan maknanya dan mengeluarkan
istimbath (kesimpulan) hukum dan hikmahnya, juga
mencakup ingat dengan mengamalkannya dan
mempraktekkannya.[ Taisir Karimir Rohman]
Berkata Syaikhul Islam rohimahulloh -:


[ ( 1 / 172 ])
Bacaan dan pensucian dalam ayat tersebut umum
sifatnya untuk seluruh kaum mu'minin, maka membaca ayat-
ayat pada (ayat diatas) menghasilkan dan membuahkan ilmu,
karena ayat artinya tanda dan petunjuk, maka apabila mereka
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
01

mendengar ayat-ayat tersebut maka ayat-ayat tersebut telah
mengarahkannya kepada perkara yang di harapkan (yaitu
ilmu) dari sisi membenarkan rosul > pada apa yang beliau
kabarkan, dan mengikrarkan kewajiban mento'atinya,[ An
Nubuwwat ]
Ketahuilah bahwa apa yang di baca di rumah para istri
nabi > adalah Alqur'an dan sunnah saja tidak ada yang
lainnya, yang menunjukkan bahwa nereka mengambil ilmu
dari Rosululloh > berupa Al-Qur'an dan As-Sunnah di rumah-
rumah mereka tanpa keluar rumah, dan perbuatan mereka
adalah sebagai suri tauladan bagi semua mukminat, karena
ayat setelahnya menunjukkan akan keumuman perkara ini.
Demikian pula ucapan nabi > : " " :" Dan
rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka". menunjukkan atas
hal diatas, walaupun pada asalnya ucapan ini diperuntukkan
mereka yang ingin menunaikan sholat di masjid, akan tetapi
bisa dibawa ke perkara yang lebih umum dari itu, karena kata-
kata "" dalam bahasa Arob pada posisi ini adalah isim
tafdhil, yaitu yang lebih dari sekedar baik, dari situ kita bisa
garis atasi bahwa kebaikan yang ada bagi perempuan yang
menetap dirumahnya, mencakup kebaikan duniawi dan
ukhrowi, kebaikan lahiriyah dan batiniah, kebaikan dalam sisi
maknawi dan hissi, dan diantaranya adalah kebaikan
menimba ilmu didalam rumah juga kebaikan dalam
mengajarkan ilmu tersebut bagi mereka.

Itu semua menunjukkan bahwa dengan tinggalnya para
mukminat dirumah tidak menjadi penghalang untuk
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
00

mendapatkan ilmu dien dan mengajarkannya, bahkan akan
mendapatkan ilmu yang berbarokah apabila memohon
kepada Alloh untuk dibukakan pintu ilmuNya, lihat hasil
didikan rosululloh > di dalam rumah beliau, semua istri-istri
beliau adalah sumber ilmu Islam dalam segala bidang,
terutama 'Aisyah rodhiallohu 'anha, yang telah menularkan
ilmu yang sangat banyak terhadap umat ini, yang banyak dari
laki-laki tidak mampu menunaikannya.
| Demikian pula para shohabat nabi > dalam mendidik
keluarga mereka, terutama para wanita dari dalam rumah
masing-masing.
:
:
:
:
. [ ( 6 26 : ) 473 ]
Dari 'Auf bin Malik ketika suatu hari kami duduk-duduk
bersama rosululloh > tiba-tiba beliau mendongakkan kepalanya ke
langit sembari mengatakan : "Tibalah satnya terangkatnya ilmu",
Maka salah seorang dari kaum Anshor bernama Ziad bin Lubaid
menyela: Apakah ilmu ini akan terangkat wahai rosululloh,
bukankah ada kitab Alloh disisi kita yang telah kita ajarkan
kepada putra-putri kita?? Rosululloh > pun mejawab : Aku kira
engkau orang yang paling pintar dikalangan Anshor wahai Lubaid,
kemudia Rosululloh > menyebutkan kesesatan Ahlul Kitabain
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
01

(Yahudi dan Nasroni), bukankah mereka memiliki kitabulloh 'Azza
wa Jalla,. [HSR Ahmad ,terdapat di Shohih Musnad]
| Demikian pula para tabi'in, mereka mendidik putri-
putrinya di rumah mereka, lihatlah Putri Sayyid Tabi'in Sa'id
bin Musayyab :
: :
: : :
. : : : :
- : -
.

. : :
:
:
.
.
:
: .

.
.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
02

: :
. : .
. [ ( 4 / 234 ) ]
Dar Ibnu Abi Wada'ah(namanya Katsir) berkata : Aku
selalu bermajlis dengan Sa'id bin Al-Musayyab, maka pada
beberapa hari beliau kehilangan diriku, setelah aku kembali ke
majlisnya beliau bertanya: Kemana saja engkau selama ini??
aku jawab : Istriku meninggal dunia, sehingga aku
tersibukkan dengan sebab itu! beliau menyela: Kenapa engkau
tidak memberitahu kami agar turut menyaksikan jenazahnya?
kemudia beliau mengatakan : Apakah engkau telah
mendapatkan perempuan lain sebagai gantinya? kukatakan :
Semoga Alloh merahmatimu, siapa yang mau menikahkan
anak perempuannya kepadaku? aku tidak memiliki uang
kecuali dua dirham atau tiga dirham! langsung saja Sa'id
mengatakan :" Aku !" , Maka aku terbengong sambil
mengatakan : Mungkinkah itu akan engkau lakukan?? beliau
menjawab: "Iya."
Lantas beliau bertahmid dan membaca sholawat atas
nabi > dan menikahkanku dengan mahar dua dirham, atau
tiga dirham, maka aku berdiri nggak tahu apa yang akan aku
perbuat karena sangat bahagianya, kemudian akupun pulang
kerumahku sambil berfikir kepada siapa aku akan meminjam
uang.
Maka aku tunaikan sholat Maghrib, setelah itu aku
pulang waktu itu aku sedang puasa, aku keluarkan makanan
buka puasaku yaitu sepotong roti dengan minyak, tiba-tiba
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
03

pintu rumahku diketok dari luar, kukatakan:" Siapa diluar"?
Dia menjawab: "Sa'id", maka aku mengingat-ingat semua yang
bernama Sa'id, tidak ada yang lain kecuali Sa'id bin Al-
Musayyab, karena beliau tidak pernah kelihatan selama empat
puluh tahun kecuali diantara rumah beliau dan masjid,
akupun segera keluar, ternyata benar kudapatkan Sa'id, aku
mengira ada sesuatu yang menimpa beliau , maka aku
katakan :Wahai Abu Muhammad, kenapa engau tidak
mengutus orang lain untuk memanggilku? beliau jawab:
Tidak, Engkau lebih berhak untuk didatangi, karena engkau
seorang bujangan dan aku telah nikahkanmu dengan putriku,
maka aku tidak ingin kalau engkau bermalam sendirian
malam ini, dan inilah istrimu."
Ternyata dia berdiri dibelakang Sa'id, tak kelihatan
karena terhalangi badan Sa'id yang tinggi, lantas beliau
mengambil tangannya dan didorongnya kepintu dan
langsung menutupnya, maka serta merta perempuan tadi
terjatuh karena malu, lantas dia berpegangan daun pintu,
kemudian aku letakkan piring makanan buka puasaku di
bayangan kegelapan lampu agar dia tidak
melihatnya(makananku), lantas aku naik keloteng sembari
memanggil tetangga-tetanggaku, maka merekapun
berdatangan serenta sambil bertanya-tanya keheranan : Ada
apa gerangan? maka aku kabarkan kepada mereka, maka
merekapun turun menemuinya, dan sampailah berita itu
kepada ibuku, langsung beliau datang sambil berkata:
Wajahku ini dari wajahmu harom kalau kamu sampai
menyentuhnya, sebelum aku rias dia sampai tiga hari! Maka
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
04

akupun menunggu tiga hari, kemudian setelah lewat tiga hari,
akupun menemuinya dan ternyata dia itu kudapatkan
wanita tercantik dan yang paling hafal kitabulloh, dan yang
paling pandai dengan sunnah nabi > dan orang yang paling
mengetahui akan hak suami.
Maka tinggallah aku bersamanya sebulan penuh
tidak menghadiri majlis Sa'id bin Al-Musayyab, kemudian aku
menghadirinya dan beliau sedang berada di halaqohnya, aku
ucapkan salam kepada beliau dan beliau menjawabnya, tanpa
mengajakku bicara sampai usai majlis, sehingga ketika tak ada
seorangpun dari hadirin kecuali diriku, beliau berkata:
Bagaimana keadaan orang itu (maksudnya adalah putrinya)?
aku jawab : sangat baik wahai Abu Muhammad, sebagaimana
baiknya seorang kekasih kepada kekasihnya, dan membuat
bencinya musuh. Beliau berkata : Apabila ada yang membuat
kegundahanmu maka pakailah tongkat (alat pemukul).
Setelah itu akupun pulang kerumah, ternyata beliau
telah mengirimiku duapuluh ribu dirham.[lihat : Siar 'Alam
An-Nubala 4/234 dan sanadnya shohih]
| Contoh lainnya, tabi'iyah Hafshoh binti Sirin
rohimahalloh- berkata Imam Adzahabi rohimahulloh- : Dia
itu Faqihah Al Anshoriyah:
: . :
:
[. - ( 4 / 507 ])
Dari Iyas bin Mu'awiyah rohimahuloh- berkata: Aku
tidak mendapati orang yang lebih aku utamakan dari Hafshoh
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
05

binti Sirin, beliau telah menghafal Al-Qur'an ketika umurnya
dua belas tahun, dan hidup tujuh puluh tahun.
Berkata Mahdi bin Maimun : Hafshoh binti Sirin
menetap ditempat sholatnya selama tigapuluh tahun, dan
tidak keluar sama sekali kecuali untuk istirahat (qoilulah) atau
membuang hajat. [lihat : Siar 'Alam An-Nubala 4/507]
| Dan diantara yang mungkin bisa kita jadikan contoh
atas keberhasilan pendidikan didalam rumah adalah apa yang
dilakukan oleh dua Imam zaman sekarang, Imam Al-Albani
dan Imam Al-Wadi'i rohimahumalloh- dimana keduanya
telah berhasil menjadikan pendidikan didalam rumah dalam
menanamkan ilmu kepada putrid-putri keduanya, mereka
berdua tidak memasukkan putri-putri mereka ke madrosah
atau pondok khusus putri dan yang semisalnya, akan tetapi
mereka mencurahkan perhatian penuh untuk kebaikan putri-
putri mereka yang merupakan tanaman subur yang
menghasilkan buah ranum yang akan mereka petik diakherat.
Begitu pula para putri salafiyat yang lainnya mereka
terdidik dari rumah orang tua masing-masing yang
membuahkan barokah ilmu dan amal.
Dan orang tua (baik bapak ataupun ibu) yang
mencurahkan waktu mereka untuk mendidik langsung putra-
putri mereka adalah orang paling berhak memetik buah hasil
sahamnya dalam hadits:
: : "
" ( [
1631 ])
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
06

Dari Abi Huroiroh rodhiallohu 'anhu- bahwa rosululloh >
bersabda:" Apabila seorang manusia meninggal terputuslah darinya
seluruh amalannya, kecuali tiga perkara: Shodaqoh Jariyah, atau
Ilmu yang diambil manfaat dengannya, atau Anak Sholih yang
selalu mendoakannya." [ HSR Muslim 1631]
Dengan penjabaran diatas secara tidak langsung
pendirian Tarbiyatun Nisa model Indonesiyin merupakan
penyeru untuk berseberangan dengan asal muasal seorang
wanita muslimah menetap dirumahnya (dengan bahasa yang
lebih pedas : menentang dalil), karena dengan berdirinya TN
tersebut seolah-olah terlontar perkataan para pengelola TN
walaupun secara lisanul hal:
Pergilah engkau wahai salafiyat ke TN karena TN
lebih baik dari rumahmu.
Tinggalkanlah rumahmu wahai salafiyat, karena
kalau engkau tetap menetap dirumahmu tak akan
mendapatkan ilmu, tak akan bisa menghafal Al
Qur'an, tak dapat jodoh orang sholih (salafi), tak akan
terjaga manhajmu dst.
Masuklah kalian ke TN kami, karena TN milik kami
bisa mengatur para muslimat untuk menjadi salafiyat
Daftarkanlah diri kalian ke TN karena TN bisa
menyelesaikan problematika rumah kalian.
Ingatlah wahai saudaraku!!
Perkaranya bukanlah sekedar baik dan cocok secara
naluri dan keumuman manusia, serta besar dan kecilnya
faedah dan manfaatnya, akan tetapi masalahnya adalah
pertanggungan jawaban kita dihadapan Alloh atas amalan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
07

kita, karena Alloh tidak melihat banyak dan sedikitnya amal
kita akan tetapi :

/[ 7 ]
Sesungguhnya Kami jadikan apa-apa yang diatas bumi
sebagai hiasan untuknya untuk Kami uji siapa diantara mereka
yang baik amalannya.
+

_ : [ 14 ]
" Kemudian kami jadikan diantara kalian saling berganti
generasi untuk kami lihat bagaimana kalian berbuat" [QS Yunus :
14]
Kata-kata Alloh : " " "Bagaimana" menunjukkan atas
keabsahan dan kebenaran serta keikhlasan perbuatan kita,
bukan sekedar besar dan kecilnya, sebagaimana keterangan
nabi >:
: : "
" ( [ 2564 ])
Dari Abi Huroiroh berkata: bersabda Rosululloh > :
Sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada postur tubuh
kalian, tidak pula kepada harta kalian, akan tetapi Dia
melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan kalian." [HSR
Muslim :2564]
Dari situ, hendaknya bagi semua salafiyat untuk
melihat kembali sejauh mana keterikatan dia terhadap syariat
yang agung ini terutama dalam masalah menetap dirumah
baik dalam mencari ilmu atau mengajarkannya.
Terlebih bagi mereka yang telah mampu
menyampaikan ilmu kepada saudarinya, lebih ditekankan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
08

untuk tinggal dirumahnya karena merekalah yang menjadi
contoh suritauladan dan seharusnya menjadi orang pertama
dalam mengamalkan syari'at yang agung ini, bukan malah
menjadi penyeru untuk keluarnya muslimat dari rumah
mereka untuk pergi ke TNnya.
Dan bagi yang ingin mempraktekkan syariat yang
mulia ini hendaknya banyak memohon kekuatan kepada
Alloh , dan selalu mengingat bahwa perbuatan yang kalian
lakukan ini adalah ibadah besar, yang harus selalu dilandasi
keikhlasan dan ittiba', dan yang menilai perbuatan kalian
adalah Alloh, serta hanya mengharapkan wajahNya semata,
tak ada sedikitpun urusan dunia mencampuri perkara ini.
Wahai Saudariku yang berada dirumah karena
keto'atan kalian kepadaNya :
* Biarkan mereka yang diluar rumah mendapatkan
segudang pangkat dan jabatan, kalian tidak usah merasa sedih
dan rendah diri karena yang akan kalian dapatkan adalah
keridhoanNya.
| Biarkan mereka mendapatkan beribu pujian dan
sanjungan dan acungan jempol makhluq yang bakal mati,
adapun pujian kalian adalah dari Dzat Yang Tetap Hidup dan
tak akan mati.
* Biarkan mereka yang diluar rumah memperoleh
dunia fana, bukankah yang ingin kalian raih adalah
sorgaNya??.
* Biarkan mereka yang melanglang buana melihat
keindahan alam dunia, bukankah yang kalian harapkan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
11

adalah melihat wajahNya dan meni`mati keindahan
sorgaNya??.
* Biarkan mereka yang diluar rumah memiliki seribu
teman dan kenalan, bukankah penghuni sorga yang hendak
berkenalan dengan kalian telah menunggu dan menanti
menyambut kedatangan kalian ??
| Biarkan mereka yang diluar rumah menghitung
keuntungan dan kerugian dunia, adapun kalian dirumah
sibuk menghitung tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dzikir dan
ayat-ayat Al-Qur'an yang sedang dan telah kalian hafal, serta
kalian sibuk menghitung kesalahan dan dosa untuk segera
diistighfari, semua itu kalian kerjakan untuk mencapai
keberuntungan hakiki.
* Tidak usah sedih dan merana dengan kekurangan
sarana dan prasarana kalian dirumah, karena itu semua akan
kalian tinggalkan tak bemakna, tak akan dibawa menemani
kalian di sana, yang menjadi pendamping kalian adalah
keto'atan kalian kepada Rob kalian.
| Tidak perlu kalian merasa hina dan rendah diri ketika
menghadapi bualan ahli dunia dan janji gombal mereka,
karena janji dan ketetapan Rob kalian lebih pasti dan tak
terkhianati, dan ingat bahwa kalian berada jauh diatas mereka
, kenapa tidak , bukankah:
1- Kalian mengenal Alloh dengan benar, sementara
mereka tidak mengenalNya dengan benar.
2- Kalian meyakini janji Alloh sementara mereka tidak
begitu yakin.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
10

3-Kalian memohon Alloh sorgaNya, sementara mereka
memohon dunia.
4- Kalian diatas tuntunan Rosululloh > , sementara
mereka diatas tuntunan manusia biasa bahkan mungkin diatas
tuntunan syaithon.
5- Kalian mensuritauladani para wanita sholihat dan
penghuni sorga sementara mereka mencontoh wanita-wanita
karier dunia yang banyak dosanya.
Problematika dan Solusinya.
Kalau ada yang bertanya : Lantas kepada siapa wanita
salafiyah belajarnya kalau tetap menetap dirumah, bukankah
kita disuruh mengambil ilmu dari ahlinya, sementara
kebanyakan keluarga mereka bukan ahli ilmu, bahkan tidak
jarang diantara mereka penentang ilmu dan syari'at yang
benar, bahkan mungkin diantara mereka ada yang sampai
melakukan tindak kekerasan terhadap akhwat yang istiqomah
kalau tetap di rumah??
Tanggapan: Dalam masalah diatas ada beberapa point.
Point pertama : Belajar kepada siapa??
Adapun kepada siapa mereka harus belajar kalau tetap
dirumah, maka jawabannya dari beberapa sisi:
Sisi pertama:
Hendaknya para akhwat menguatkan dan
memantapkan pendekatan diri mereka kepada " " Al-
'Aliim" Dzat Yang Maha Mengetahui", karena Dialah yang
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
11

memiliki semua imu, dan Dia juga yang akan membagi
kepada yang berhak mendapat bagian, dan Alloh telah
menyuruh kita untuk mengharap ilmu dan tambahan ilmu
kepadaNya, Alloh berfirman menyuruh Rosululloh > :
+

_ : [ 114 ]
Dan katakanlah : "Ya Rob, tambahilah aku ilmu." [QS :
Thoha 114]
Dan juga Rosululloh > mengajari kita untuk memohon
ilmu kepada Alloh ilmu yang bermanfaat dengan sabdanya:

. [ ( 8 / 343 : ) (
1511 ) ]
Dari Jabir berkata : bersabda Rosululloh > : Mintalah
kepada Alloh ilmu yang bermanfaat, dan berlindunglah kepada Alloh
dari ilmu yang tidak bermanfaat.[ HSR Ibnu Majah lihat As-
Shohihah :1511]
Dan Rosululloh > sendiri memraktekannya dalam doa beliau:

. [ - ( 1 / 67 ) ]
Dari Umi Salamah bahwa Nabi > apabila selesai sholat
Shubuh sehabis salam mengatakan : Ya Alloh , sesungguhnya aku
memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat dan rejeki yang baik,
serta amalan yang diterima. [HSR Ibnu Majah dishohihkan oleh
Syaikh Al-Albani]
Dengan kesungguhan kita memohon ilmu kepada
Alloh merupakan bentuk tawakkal kita kepadaNya, dan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
12

merupakan pengamalan keyakinan kita akan kebenaran nama
Alloh " ""Al-'Alim"
Dan pasti Alloh akan mengabulkan doa kita apabila
Alloh melihat kesungguhan kita dalam berdoa dan memohon
kepadaNya, karena Alloh telah menjanjikannya dengan
firmanNya:
+

_ : [ 60 ]
"Dan berkata Rob kalian : Berdoalah kalian kepadaKu niscaya
Aku mengkabulkannya untuk kalian."[QS Ghofir 60]
Lebih-lebih yang kita minta adalah sesuatu yang sangat
mulia dan yang sangat Alloh cintai, tentu harapan terkabulnya
doa kita sangatlah besar.
Insya Alloh dengan modal satu ini akan terbuka banyak
jalan untuk tercapainya harapan kita, dan Alloh lebih
mengetahui dari sisi mana akan Ia datangkan ilmu itu kepada
kita.
Maka jangan sampai lupa akan doa-doa memohon ilmu
seperti doa diatas, diwaktu waktu-waktu mustajab, seperti
habis sholat, dipertiga malam terakhir, menjelang Maghrib
pada hari Jum'at, dll.
Sisi kedua:
Meminta diajari oleh wali-walinya apabila mereka
memiliki dan mampu mengajarinya (keluarga ustadz) seperti
ayah dan ibunya, suaminya, kakak atau adiknya baik laki-laki
atau perempuan, dan tidak perlu merasa malu belajar kepada
yang lebih kecil atau muda selama mereka memiliki yang
tidak kita miliki.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
13

Kalau itu bisa terpraktekkan maka sungguh kehidupan
ilmiyah dalam keluarga yang penuh barokah dan kesejukkan
jiwa yang tiada tara sebagaimana kehidupan para salaf.
Diantara contoh salaf dalam mendidik anak-anak
mereka dari rumah adalah sebagai berikut :
065
Dari Ibnu Abi 'Atiq berkata : aku sedang bercakap-
cakap dengan Qosim (bin Muhammad) di sisi 'Aisyah-
rodhiallohu'anha- , dan ternyata Qosim banyak melakukan
kesalahan dalam sisi bahasa karena ibunya adalah seorang
budak, maka 'Aisyah rodhiallohu'anha- menghardiknya
sembari mengatakan: mengapa engkau tidak berbicara dengan
baik dan benar seperti anak saudaraku ini?? Aku tahu
sebabnya, dia itu dididik dan diajari oleh ibunya (yang pandai
dan bukan budak. pent) dan kamu juga dididik dan diajari
oleh ibumu (yang kurang perhatian dengan ilmu karena
seorang budak. pent).
Maka Qosimpun tersinggung dan marah, dan ketika
hidangan milik 'Aisyah di sajikan maka Qosim ingin beranjak
pergi, maka 'Aisyah menegurnya: Mau kemana kamu!! dia
menjawab: Aku mau sholat. 'Aisyah menyela: Duduk dulu!!
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
14

Dia menjawab: Tidak!! aku mau sholat! 'Aisyah
menghardiknya: Duduk wahai ghudar (sebutan untuk anak
nakal), karena aku mendengar Rosululloh > berkata: Tidak
ada sholat (tidak sempurna) dengan menunda memakan
hidangan yang telah di santap atau menahan dua kotoran
(kentut, berak dan kencing) . [HR Muslim]

Sisi ketiga:
Adapun kalau mereka bukan dari keluarga yang
mampu untuk menyampaikan ilmu, karena semua masih
pemula atau sebab yang lain, maka hendaknya mereka
menyediakan perlengkapan-perlengkapan belajar sebisanya
seperti : Kitab-kitab yang bermanfaat dan bersih dari
kesesatan, kaset-kaset dan CD ilmiyah dari para ulama
ahlisunnah dan perlengkapan lainnya, dimana Alloh
subhaanah pada zaman kita ini telah membuka kemudahan
yang sangat banyak untuk memperoleh ilmu.
Itu semua kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk
mencari ilmu.
Sisi keempat: dengan bertanya kepada ahli ilmu atau
kepada yang dilihat bisa ditanya dari ahlisunnah, lewat surat,
sms , email , atau lewat telpon, dalam perkara-perkara rumit
yang tidak bisa dipecahkan sendiri atau untuk meyakinkan
kebenaran yang kita telah berusaha untuk mencarinya.
Dan kalau memang belum dibuka ini dan itu maka
hendaknya menseriuskan diri dengan hafalan Al-Qur'an
sampai benar-benar hafal, yang Insya Alloh dengan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
15

menghafalkan Al-Qur'an akan terbuka jalan lebar lainnya,
karena Al-Qur'an adalah kitab yang penuh barokah.
+

_ : [ 155 ]
"Dan ini adalah kitab yang Kami turunkan yang penuh
barokah , maka ikutilah kitab tersebut dan bertaqwalah kalian agar
kalian mendapatkan rohmahNya.[ QS Al-An'am 155]
Point kedua:
Kalau Penghalangnya Dari Keluarga Sendiri.

Kalau yang menjadi penghambat untuk belajar
dirumah adalah dari keluarga sendiri karena keluarga dunia
dan awam, atau dengan sebab tidak adanya pendukung
lahiriyah maka bisa beranjak kepada metode-metode yang
akan kami sebutkan setelah ini, dengan tetap bersabar dan
banyak berdoa.
Adapun untuk menghadapi kekerasan keluarga atau
tindak kekolotan mereka maka sebagaimana yang telah kami
tulis di makalah " Sekolah dan Kuliah antara Realita dan
Sunnah" tapi tidak mengapa kami nukilkan kembali dengan
sedikit tambahan.
Bahkan dengan kesabaran para akhwat yang tinggal
dirumahnya, bisa menyebabkan kesejukan dan kenyamanan
rumah mereka, karena sang akhwat yang sabar tersebut
menampakkan akhlaq yang islamiy, dan penuh kearifan dan
suka memaafkan kekasaran mereka, bahkan sebisa mungkin
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
16

kekerasan dan kekasaran mereka dibalas dengan kelembutan
dan kebaikan, banyak mendoakan mereka(keluarga) disela-
sela pembicaraan seperti ucapan :
, ,
Dan yang semisalnya, sehingga tidak keluar dari lidah
ini kecuali kebaikan, dzikir, doa dan pujian syukur kepada
Alloh atas segala karuniaNya.

Yang berakibat terketuknya hati mereka, bahwa
sungguh kedudukan dia dan keanehan yang mereka anggap
keluar jalur ternyata di balik itu semua terdapat akhlaq yang
begitu mulia, dimana mereka bisa memilah dan membedakan
antara adab sang akhwat dengan anak perempuan yang lain
yang belum mendapat hidayah, begitu pula akhwat tersebut
selalu mengumandangkan lantunan Al-Qura'an dengan
khusyu' dan tadabbur yang membuat rumah mereka hidup
dengan kehidupan akhirat, terlingkupi rahmat dan kesejukan
karena malaikat merendahkan sayapnya disana.
Faedah yang lainnya yang sangat besar dengan
menetapnya dia di rumah orang tuanya adalah: Kesempatan
emas bagi akhwat tersebut untuk meraih keridhoan Alloh
yaitu: Berbakti kepada orang tuanya semaksimal mungkin,
banyak diantara kita yang tidak memiliki kesempatan baik ini,
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
17

oleh karena itu manfaatkanlah kesempatan tersebut dengan
baik, karena setelah dia menikah dan pindah ke rumah
suaminya tidak lagi memiliki banyak kesempatan untuk
berbakti kepada keduanya, beresin semua pekerjaan ibu yang
mampu dikerjakan, seperti mencuci, memasak dst, dengan
tanpa diperintah atau disuruh, begitu pula kebutuhan bapak
yang bukan maksiat yang mampu di penuhi di dalam rumah,
semua perbuatan tersebut dilakukan dengan penuh
keikhlashan, karena mengharap pahala Alloh dan terbukanya
hidayah bagi mereka.
Demikian pula sifat 'iffah (menjaga diri) dari harta dan
dunia mereka, hendaknya ditanamkan dan dipraktekkan,
jangan sekali-kali menolah-noleh harta dan dunia mereka
selama Alloh masih mencukupinya walaupun seadanya, dan
jangan banyak memelas dan meminta kepada mereka selama
masih bisa bertahan, bahkan hendakya banyak memohon
karunia Alloh terlimpah kepadanya, dan kalau ada kelebihan
ni'mat yang Alloh curahkan, maka jangan segan-segan untuk
bershodaqoh kepada mereka dengan tanpa pamrih, hal itu
dilakukan bukan karena siasat duniawi belaka, bahkan karena
Alloh yang mensyari'atkannya, dengan perbuatan seperti ini
insya Alloh mereka tidak memiliki jalan untuk menganiaya
akhwat tesebut, karena benar - benar keterikatan,
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
18

ketergantungan, dan ketawakkalannya hanya kepada Alloh
semata.
Dan jangan lupa bahwa semua yang ada dan yang
terjadi dan yang akan terjadi sudah tertulis, dan pasti terjadi,
maka kembalikan semua perkara kepadaNya, hidayah
ditanganNya, rezqi dariNya, hidup dan mati ketetapanNya,
maka banyak memohon kepadaNya agar memberi hidayah
kepada keluarga dan semua manusia yang berhak
mendapatkannya, dan dengan penuh harap kepadaNya agar
menguatkan hati dan mengistiqomahkan diri sampai bertemu
denganNya.
Begitu pula ilmu adalah anugrah Alloh yang Alloh
berikan kepada yang Ia kehendaki, dan Alloh mengetahui
mana saja hamba yang menginginkan ilmu dan siapa yang
tepat untuk di tempati ilmu-Nya, dari situ banyak berharap
kepada-Nya dalam sisi ini, walaupun seseorang tetap tinggal
dirumahnya karena memang syari'at yang mengharuskannya
sementara dia sangat kuat kemauannya terhadap ilmu,
niscaya Alloh akan datangkan kepadanya - dengan cara yang
Alloh lebih mengetahuinya - walaupun banyak
penghalangnya dan walaupun tidak mondok di TN.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
21

/[ 81 - 05 ]
Barang siapa mengaharap dunia maka kami
akan segerakan baginya didunia bagi yang Kami hendaki,
kemudian Kami jadikan Jahannam sebagai tempat masuknya
dengan terhina dan teraniaya, dan barang siapa yang
menghendaki Akherat dan berusaha untuk mencapainya dan
dia beriman maka mereka adalah orang yang usahanya patut
untuk disyukuri, masing-masing kami beri pertolongan baik
mereka (kelompok pertama) atau mereka (kelompok kedua)
dari pemberian Robmu , dan tidaklah pemberian Robmu kan
terjegah.[QS Al-Isro 18-20]
Dan perlu diingat lebih cermat, bahwa kebutuhan
seorang wanita terhadap ilmu dan kewajiban
menyebarkannya setelah mendapatkannya tidaklah sebesar
dan sewajib apa yang dibebankan kepada laki-laki, bagi kaum
Adam ada tanggung jawab akan keselamatan anggota
keluarganya dan umat, adapun kaum Hawa selama dia
menunaikan hal-hal yang menjadi kewajibannya terhadap
Alloh dan terhadap makhluq yang Alloh wajibkan kepadanya
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
20

seperti suami atau orang tua maka cukup sebagai bekal yang
sangat berharga untuk meraih kebahagian akhirat.
Dan kami nasehatkan kepada para wali, baik itu orang
tua, suami atau saudara, untuk membantu mereka dalam
mempraktekkan syari'at yang agung ini, dan jangan
menghalang-halangi niat sholeh mereka, dan jangan merasa
terugikan dengan praktek sunnah ini, dan hendaknya
membela dan melindungi mereka dari gangguan yang
mungkin muncul dari orang yang tidak memahaminya, serta
menepis segala syubhat yang mencuat, dan ketahuilah bahwa
bantuan kalian terhadap putri, istri, saudari kalian merupakan
kebajikan yang tiada tara, lihatlah:

8181
Dari Aisyah rodhiallohuanha- berkata : ada seorang
perempuan bersama dua anak putrinya masuk kerumah
'Aisyah meminta sesuatu, maka beliau tidak mendapatkan
susutu yang bisa dikasihkan kepadanya kecuali sebutir
kurma, maka diberikanlah kuma tersebut kepadanya, stelah
diterimanya maka dibelahlah kurma tadi menjadi dua bagian
dan dikasihkan kepada kedua anaknaya dan dia sendiri tidak
mamakannya, lantas pergilah mereka, tidak lama kemudian
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
21

Rosululloh > datang, maka kami ceritakan kepada beliau
kisah perempuan tadi, maka Rosululloh > berkata: Barang
siapa yang teruji dengan anak-anak perempuan semacam itu ,
maka mereka kelak akan menjadi penghalang dari apai
neraka.[HSR Bukhori]

Dimana kalian dengan sebab itu akan memetik buah
pahala disisi Alloh, karena dengan idzin Alloh dengan sebab
kalian mereka mengamalkan syari'at yang mulia ini, dan
dengan sebab bantuan kalian, banyak terjauhkan malapetaka
ummat akibat bebasnya para wanita keluar rumah, yang Insya
Alloh kita semua sepakat akan ketidak relaan kita kalau ada
salah seorang anggota keluarga kita yang menjadi korban
kebejatan zaman, dan kekotoran pergaulan.
Dan ketahuilah bahwa diantara bukti tanggung jawab
kalian atas amanat anak dan istri adalah dengan menjadikan
mereka merasa aman dari gangguan tangan-tangan kotor
orang-orang fasiq, mendidik mereka semaksimal mungkin,
memenuhi nafaqoh mereka semampunya, menghindarkan
mereka dari kemaksiatan-kemaksiatan baik lahiriyah ataupun
maknawiyah, dan tidak ada jalan yang paling baik untuk
melaksanakan segala ketentuan diatas dari menetapnya
mereka didalam rumah dan tidak membiarkan mereka
terlantar dijalan-jalan atau diluar rumah.
- - - -

DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
22


[ - ( 2409 ])
Dari Ibnu Umar rodhialohu'anhuma bahwa beliau
mendengar Rosulolloh > bersabda; "Setiap kalian adalah
pengasuh dan bertanggung jawab atas asuhannya, Seorang
Imam (presiden) pengasuh dan bertanggung jawab atas
bawahannya, seorang laki-laki (kepala keluarga) adalah
pengasuh dan bertanggung jawab atas anggota keluarganya,
seorang perempuan (istri) dirumah suaminya adalah pengasuh
dan bertanggung jawab atas urusan rumahnya, dan seorang
pembantu adalah pengasuh atas harta tuannya, dan
bertanggung jawab atas urusannya." [HSR Bukhori 2409]
Dan perlu diketahui bahwa apabila terjadi kemaksiatan
dalam keluarga akibat keteledoran kalian ( para wali) maka
dosa yang berat akan menimpa kalian juga.
> : " :
:
" [ ( 1 / 357 ( ) 2 / 134 ) "
" ( 235 ( ) 56 ) ( 2 / 173 : 674 ) ]
Dari Ibnu 'Umar rodhiallohu'anhuma- berkata : bersabda
Rosululloh > : Tiga kelompok yang Alloh tidak akan melihat
kepada mereka pada hari qiamat: Orang yang durhaka kepada
kedua orang tuanya, seorang perempuan yang meniru-niru laki-
laki, dan Dayyuts( seorang kepala keluarga yang membiarkan
kemaksiatan di rumahnya atau pada anggota keluarganya) , dan
tiga kelompok tidak akan masuk sorga: Orang yang berdurhaka
kepada kedua orang tuanya, pecandu khomer(pemabok) dan yang
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
23

mengungkit-ungkit pemberian.[HSR An-Nasa'i, Ahmad, Ibnu
Khuzamah dan Ibnu Hibban dan disebutkan Syaikh Al-Albani di
Shohihah (674)]
Oleh karena itu bantulah, belalah, dan lindungilah
mereka, dan ajaklah kejalan lurus ini mereka-mereka yang
belum mendapatkan hidayah dalam masalah ini.
Hal ini kami sampaikan dengan panjang lebar, karena
banyak sekali syubhat yang muncul dan terlontar berkait
dengan masalah ini, terlebih pada zaman akhir ini, dimana
seruan emansipasi sangat digalakkan, padahal pada
hakekatnya seruan itu hanyalah mengajak perempuan kepada
kenistaan dan penderitaan yang berkepanjangan, semoga
Alloh memberi kita taufiq-Nya.
Metode Kedua:
Menimba Ilmu Dari Pelajaran Dalam
Masjid Yang disampaikan Laki-laki.
Cara kedua metode salafiyah dalam mencari ilmu
adalah dengan mendengarkan dan mengikuti kajian di dalam
masjid yang dilakukan oleh pengajar laki-laki, baik mereka
mendengarkannya dari dalam rumah masing-masing karena
dekatnya dari masjid atau karena terdengar suara pengajar
tersebut karena kuatnya suara sehingga tidak perlu keluar
rumah menuju masjid, 2 atau kalau mungkin suara pengajar

2 - Dan Alloh telah memudahkan pada zaman kita dengan
adanya speaker atau pengeras suara yang bisa kita manfaatkan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
24

tidak sampai ke rumahnya maka boleh bagi perempuan untuk
mengikuti kajian dari dalam masjid asalkan aman dari fitnah,
dan setelah usai pelajaran mereka langsung pulang kerumah
masing-masing.
Dalil-dalil diatas adalah sebagai berikut:
- - :
: :
. : . .
:
- - :
- -
- : - :
- : - -
. : .
- -
[ ( 1053 ])
Dari Asma' binti Abi Bakr rodhiallohu 'anhuma-
berkata: Aku mendatangi 'Aisyah (dirumahnya) ketika terjadi
gerhana matahari, sementara manusia pada berdiri
menunaikan sholat, dan aku dapati 'Aisyah juga sedang

didalam rumah, agar para wanita tidak perlu keluar rumah untuk
mengambil faedah di masjid.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
25

berdiri menunaikan sholat, maka aku menyeru: Ada apa
dengan manusia?? maka dia hanya mengisyaratkan dengan
tangannya ke langit, sembari berkata: Subhanalloh, maka
akupun menyela: Ada ayat (tanda kebesaran Alloh yang
tengah terjadi)? Dia menjawab dengan mengisyaratkan
kepala: "ya"
Dia berkata: maka akupun langsung ikut berdiri
(disampingnya) sampai hampir pinsan, maka aku siram
kepalaku dengan air, dan setelah selesai beliau melakukan
sholat beliau berpidato sembari memuji Alloh lalu beliau
berkata: "Tidaklah sesuatu yang belum pernah aku lihat
sebelumnya kecuali aku telah melihatnya ditempatku ini,
sampaipun masalah sorga dan neraka, dan diwahyukan
kepadaku bahwa kalian akan terfitnah (diberi pertanyaan) di
dalam kubur, seperti atau dekat dengan fitnah Dajjal, aku -
tidak tahu mana dari dua perkara yang sampaikan Asma',-
seseorang di datangkan kemudian dia ditanya: Apa yang
engkau ketahui dengan orang ini, adapun orang mukmin maka
dia akan menjawab: Dia itu Muhammad >, beliau datang
membawa keterangan dan petunjuk, maka kami terima
panggilannya dan kami beriman kepadanya dan kami ikuti
dia", maka dikatakan kepadanya: "Tidurlah dengan nyaman,
sungguh kami telah tahu bahwa kamu orang yang yakin.
Adapun oang munafiq ataupun orang yang ragu maka
dia akan menjawab: "Aku tidak tahu, aku mendengar orang
berbicara dengan sesuatu maka akupun ikut mengatakannya."
[HSR Bukhori :1053]
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
26

Lihatlah bahwa Asma' dan 'Aisyah rodhiallohu
'anhum- mendengar pelajaran nabi > dari rumah 'Aisyah
karena suara nabi > terdengar dari dalam rumah mereka.
Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian wanita
salaf dengan ilmu dan menghafalnya, dan tidak menyia-
nyiakan kesempatan untuk mengambil faidah.
Maka bagi para wanita yang tinggal didekat masjid -
pada zaman kita ini - yang ada ta'limnya lewat pengeras suara
hendaknya berbuat seperti apa yang diperbuat oleh para
shohabiyah, dan tidak perlu keluar rumah, untuk
mendapatkan dua fadhilah, dan hendaknya mereka
memperhatikan dengan seksama pelajaran yang
disampaikan, karena yang terjadi banyak diantara mereka
terutama yang telah memiliki anak terpecah perhatian mereka
dari pelajaran.
Adapun perkara kedua yaitu mendengar pelajaran
yang disampaikan oleh laki-laki dari dalam masjid yang
dilakukan oleh salafiyah sangatlah banyak dalil dan
contohnya .
Diantaranya adalah hadits panjang Fathimah binti Qois
rodhiallohu 'anha- di Shohih Muslim no: ( 2942 ) yang
berkaitan dengan Al Jassasah dan Dajjal, beliau
mendengarnya dari Rosululloh > dari dalam masjid.
Juga hadits Zainab As Tsaqfiyah rodhiallohu 'anha-
istri Abdulloh bin Mas'ud- rodiallohu 'anhu- :
- - -
- .
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
27

- -
- - .
- - .
- -
. .
. . [ - ( 1466 ])
Dari Zainab istri Abdulloh bin Mas'ud rodhiallohu
'anhuma- berkata:Suatusaatakuberadadimasjid , maka aku
melihat Rosululloh > beliau berkata:" Wahai para wanita
bersedekahlah kalian, walaupun dari perhiasan kalian"
Dan Zainab dahulunya menginfaqi Ibnu Mas'ud dan
anak-anak yatim dipangkuannya, maka Zainab berkata
kepada Ibnu Mas'ud : Pergilah engkau kepada rosululloh >
dan tanyakan kepada beliau : Apakah berpahala jika aku
menafaqohimu dan anak-anak yatim yang ada
dipangkuanku?? maka Ibnu Mas'ud menyela: silahkan engkau
sendiri yang bertanya kepada Rosululloh >,"
Maka bergegaslah aku kerumah rosululloh >
sesampainya disana kudapatkan ada seorang Anshoriyah di
depan pintu beliau kebutuhannya seperti kebutuhanku, maka
lewatlah dihadapan kami Bilal bin Robah- rodhiallohu
'anhu- maka kami katakan kepadanya untuk menanyakan
Rosululloh > apakah berpahala jika aku menafaqohi suamiku
dan anak-anak yatim yang ada dipangkuanku?? dan kami
minta dia untuk tidak menghabarkan kepada Rosululloh >
siapa kami.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
28

Maka masuklah Bilal dan dia menanyakan kepada
Rosululloh >, maka rosululloh > bertanya kepadanya: "Siapa
keduanya ?" dia menjawab : "Zainab" beliau bertanya lagi
"Zainab yang mana?" dia menjawab : Zainab istribnya
Abdulloh bin Mas'ud,lantas beliau menyela:" Iya bahkan dia
mendapatkan dua pahala, pahala kerabat dan bpahala
shodakoh"[ Bukhori :1466]
Metode Ketiga :
Menimba Ilmu Dari Mendengarkan
Khotbah, Baik Khotbah Jum'at Atau
Khotbah 'Ied Atau Khotbah-Khotbah
Lainnya.
Adapun mendengarnya dari khotbah Juma't adalah
seperti yang dilakukan oleh shohabiyah putri Haritsah bin
Nu'man rodhiallohu 'anha beliau berkata :
) (
. [ ( 873 ) ]
Aku tidaklah hafal surat "Qoof", kecuali dari mulut
Rosululloh > ketika beliau berkhotbah membaca surat ini
setiap Jum'at, dan waktu itu tannur ( tungku untuk
memanggang roti) kami dan tannur rosululloh > satu.
Adapun mengambil ilmu dari Rosululloh > ketika
khotbah 'Ied , sesuai dengan hadits Jabir bin 'Abdillah
berkata :
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
31




:
. [ ( 885 ) ]
Aku pernah menyaksikan sholat 'ied bersama rosululloh >
maka beliau memulai dengan sholat sebelum khotbah, tidak ada
adzan dan tidak pula iqomah, kemudian beliau berdiri bersandaran
kepada bilal, maka beliau memerintahkan untuk bertaqwa kepada
Alloh dan menganjurkan untuk mento'atiNya dan memperingatkan
manusia dan memberi wejangan kepada mereka, kemudian beliau
beranjak kebarisan wanita memberi wejangan dan mengingatkan
mereka dan beliau berkata: "Bersedekahlah kalian wahai wanita,
karena kebanyakan kalian adalah sebagai bahan bakar api neraka"
tiba-tiba berdirilah salah seorang perempuan pilihan mereka yang
belang kedua pipinya sembari berkata: Wahai rosululloh kenapa
demikian?? beliau berkata :" Karena kalian banyak mengeluh dan
kufur terhadap ni'mat suami" .
Jabir berkata: Maka bersegeralah mereka bersedekah dari
hiasan yang mereka pakai , mereka melemparkannya ke pakaian Bilal
seperti, gelang , kalung,dan cincin.[HSR Muslim:885]
Adapun menimba ilmu dari mendengar khotbah seusai
sholat gerhana adalah seperti yang telah lewat dalam hadits
Asma binti Abi Bakr rodhiallohu'anhuma.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
30

Metode keempat:
Mereka Berkumpul Di Rumah Salah
Seorang Shohabiyyah Dihari Tertentu Dan
Rosululloh shollalloohu'alaihiwasallam
Datang Mengajari Mereka.
Dari Abi Sa'id rodhiallohu 'anhu berkata:
- -
.
. - -
.
[ -
( 7310 ) ] .
Ada seorang perempuan mendatangi rosululloh > sembari
berkata: Wahai rosululloh para lelaki mereka menimba ilmu darimu
maka luangkanlah barang sehari dari waktumu untuk mengajari
kami dengan apa yang telah Alloh ajarkan kepadamu.
Maka beliaupun menyambutnya dengan baik seraya berkata:"
Kumpullah kalian pada hari ini dan itu ditempat ini dan itu."
Maka berkumpullah mereka dan rosululloh > pun
mendatangi mereka dan mengajari mereka dengan apa yang Alloh
ajarkan kepadanya, diantara apa yang diajarkan beliau adalah :
"Tidaklah diantara kalian yang didahului oleh tiga anaknya kecuali
mereka akan menjadi penghalang dari neraka."
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
31

Maka ada salah seorang diantara mereka yang menyela:
Bagaimana kalau dua anak wahai Rosululloh, dia ulang
ipertanyaannya dua kali, maka beliau menjawab : "Iya, walaupun
dua, walaupun dua, walaupun dua." [Muttafaq 'Alaih]
Ada sebagian orang menjadikan hadits ini sebagai dalil
bolehnya TN model Indonesiyun, pengambilan dalil diatas
tidak tepat dengan berbagai alasan:
Alasan pertama: Mereka hanya menghadirinya
beberapa saat dalam sejum'at, adapun TN model mereka,
nggak cuma dua atau tiga hari dalam sejum'at akan tetapi ada
yang sampai bertahun-tahun tidak pulang dan yang paling
minim setengah tahun sekali mereka mudik.
Alasan kedua : Mereka berkumpul di rumah salah
seorang shohabiyah dan tentunya tidak ada istilah nginap,
dan hanya beberapa saat, apabila telah usai mereka pulang
kerumah masing-masing, adapun TNnya mereka, tinggal di
asrama sekenyangnya.
Alasan ketiga: Setelah mereka berkumpul barulah
datang rosululloh > mengajari mereka setelah itu bubar,
adapun TNnya mereka kondisinya tidak sama dengan
kondisi zaman rosululloh >, bahkan ada yang mengkoordinasi
siapa yang bakal ngajari mereka .
Alasan keempat : Mereka berkumpul tidak ada
pendaftarannya, adapun TNnya mereka penuh syarat dan
aturan yang tidak syar'i.
Alasan kelima: Mereka berkumpul atas kesadaran
pribadi masing-masing karena butuhnya terhadap ilmu,
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
32

adapun di TNnya mereka ada yang datangnya karena aturan
asrama, atau karena kabur dari rumah orang tuanya atau
karena menghindari problema keluarga, bahkan ada yang
sekedar menunggu calon suami, dan yang lebih parahnya
karena ingin menjadi mudiroh .
Alasan keenam : Tidak ada dikalangan shohabiyah yang
berkumpul disalah satu rumah mereka untuk ta'lim dengan
memakai istilah mudiroh, bendahara, sekretaris dan seksi-
seksi lainnya, adapun di TNnya mereka itu semua merupakan
kebutuhan yang harus terpenuhi, karena adanya
perkumpulan orang banyak kalau tidak ada pengkordinir
akan amburadul, kata mereka.
Alasan ketujuh: Model yang dilakukan Rosululloh >
dan para shohabiyat tidak ada takalluf sama sekali, tidak perlu
bangunan khusus, tidak perlu asrama, tidak perlu
menyediakan ini dan itu, dimanapun mereka mendapatkan
tempat yang layak untuk belajar bagi wanita mereka
berkumpul disana, adapun TNnya mereka terlalu membebani
diri, baik beban bagi para pengurus, atau beban bagi orang tua
santriwati.
Alasan kedelapan : Yang diajarkan Rosululloh > dan
yang diminta oleh para shohabiyah adalah ilmu akherat, ilmu
yang Alloh ajarkan kepada nabiNya > , adapun mata pelajaran
TN mereka disisipi dengan banyak ilmu dunia, ilmu masak,
ilmu menjahit, dll, bahkan ada diantara TN yang mengajarkan
ilmu neraka seperti senam aerobik model barat (karena
tasyabbuh dengan orang kafir). Adapun ilmu dien kadang
anjurannya agar untuk mencapai rangking.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
33

Alasan kesembilan : yang belajar bersama rosululloh >
tidak tertentu umurnya, bahkan rata-rata para ummahat
karena kalau masih gadis mereka dipingit, adapun TN mereka
sebaliknya, mayoritas para gadis, sedangkan kalau sudah
menjadi ummahat maka sudah pensiun dari belajar untuk
ngurusi anak-anak, kecuali kalau menjadi mudiroh atau
ustadzah, kecuali yang Alloh rohmati.
Dari perbedaan-perbedaan diatas jelaslah bahwa
argumentasi mereka dengan dalil hadits diatas untuk
bolehnya mendirikan TN adalah sangat jauh dari kebenaran.
Bahkan lebih tepatnya hadits tersebut sebagai bantahan
atas bolehnya menirikan TN.
Metode kelima:
Pergi Kerumah Salah Seorang Perempuan Yang
Memiliki Ilmu Dan Belajar Dirumahnya Apabila
Aman Fitnah.
Dari Mu'adzah Al-'Adawiyah rohimahalloh berkata:
:

[. ( 335 ) ]
Aku bertanya kepada 'Aisyah rodhiallohu'anha ; Mengapa
seerang perempuan yang haidh harus mengqodo Shoum dan tidak
mengqodo sholat? Maka 'Aisyah menjawab: Apakah engkau dari
kelompok Haruriyah (gerombolan khowarij pemberontak-) ?? Aku
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
34

katakan : Aku bukan dari kelompok Haruriyah, akan tetapi aku
hanya bertanya. beliau menegaskan : Haidh itu telah menimpa kita,
maka kita diperintahkan untuk mengqodo shaum, dan tidak di
perintahkan untuk mengqodo sholat.[Muttafaq Alaih dan lafadh
Muslim]
- -
. - -
-
- . [ : 580 ]
Dari 'Aisyah -rodhiallohu 'anha- ada seorang perempuan
Anshoriyah datang bertanya kepada Rosululloh > : Bagaimana cara
mandi seusai haidh??,beliau menjawab: Ambillah secarik kain yang
dibasahi dengan Misik(jenis minyak wangi) dan bersihkanlah
dengannya tiga kali.
Kemudian Nabi > merasa malu lantas beliau mengalihkan
wajahnya, maka aku tarik tangannya dan aku ajari dia dengan apa
yang rosululloh > inginkan.[Muttafaq Alaih dan ini lafadh Bukhori]
Dan dalam hadits ini kita ambil faedah juga bahwa
seorang istri membantu suaminya dalam menyampaikan ilmu
dan memahamkannya kepada para perempuan sesuai dengan
tuntunan yang benar (ilmu sunnah).
Dan kalau masing-masing perempuan yang telah
memiliki ilmu mengajarkan ilmunya dirumah masing-masing
kepada yang datang, dan tidak mencari pekerjaan tambahan
di luar rumah, baik itu disekolah, atau di TN, maka sungguh
akan tumbuh masyarakat Islami, yang aman dari berbagai
macam fitnah, yang timbul dari akibat keluarnya wanita, juga
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
35

menjadikan rumah masing-masing mereka penuh barokah
dan ni'mah, dan hidup dengan kehidupan hakiki, karena yang
mereka bicarakan dan di bahas adalah kalamulloh dan kalam
Rosululloh > serta ilmu-ilmu alat yang mengantar kesana.
Akan tetapi kalau masing-masing perempuan keluar
rumah, ke madrosah atau ke TN, baik itu guru atau murid
maka hilanglah semua barokah diatas, bahkan hasilnya
hanyalah kemunduran dan penurunan adab dan akhlaq yang
berakibat rusaknya umat.
Metode Ketujuh :
Mengikuti Safar Suami Dalam Tholabul Ilmu.

- -
.

.
- - -
- - -
.
( : [. 015 ])
Dari Hafshoh binti Sirin berkata : Dahulu kami
melarang gadis-gadis keluar pada hari raya, maka datanglah
seorang perempuan singgah di Istana Bani Kholaf, maka
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
36

mendatanginya, dan bercerita bahwa suami adik
perempuannya dahulu pernah ikut perang bersama
Rosululloh > sebanyak duabelas peperangan, dan saudarinya
ikut suaminya sebanyak enam peperangan, dan dia
mengatakan : Pekerjaan kami adalah mengurusi orang-orang
sakit dan mengobati para tentara yang terluka, dan (disela-sela
kesibukan ini) dia bertanya kepada Rosululloh : Wahai
Rosululloh, bolehkah bagi salah seorang dari kami untuk tidak
menghadiri 'ied apabila tidak memiliki jilbab?? maka beliau
menjawab :"Hendaknya saudarinya meminjaminya jilbab
untuk menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum mukminin"
Berkata Hafsoh : Maka ketika Ummu 'Athiyah datang
akupun mendatanginya dan aku tanyakan perkara tadi
kepadanya: Apakah engkau mendengar dalam masalah ini
dari Rosululloh > , beliau menjawab: Benar aku telah
mendengarnya- dan dia setiap kali menyebutkan nama nabi >
selalu diiringi dengan kata-kata: bi abi (demi bapakku-kalimat
penegasan yang bukan sumpah) , Rosululloh > bersabda:
"Hendaknya disuruh keluar para budak , anak-anak
perempuan pingitan dan paraperempuan yang sedang haidh,
untuk menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum mukminin,
dapun yang sedang haidh maka menjauhkan diri dari
musholla ."
Hafshoh berkata : Apakah perempuan haidh juga
disuruh keluar??Ummu 'Athiyah menjawab:Iya, bukankah
mereka juga diperbolehkan menyaksikan hari wukuf di
Arofah dan menyaksikan ini dan itu.[HSR Bukhori]
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
37

Dan hadits safarnya Rosululloh > beserta para istrinya
atau sebagian istrinya dan kemudian mereka menceritakan
kisah selama dalam perjalanan mereka dan apa yang mereka
dengar dari nabi > bisa di jadikan dalil dalam masalah ini,
demikian pula Ilmu tentang manasik haji Rosululloh >,
tentang khotbah beliau di 'Arofah atau di Mina yang
diriwayatkan oleh para shohabiyah seperti 'Aisyah, Hafshoh,
Ummu Salamah, Ummu Habibah, Maimunah dan yang
lainnya merupakan dalil akan masalah kita ini.
Begitu pula para shohabiyah yang diajak hijroh
suaminya, seperti ke Habasyah atau ke Madinah juga masuk
dalam bab pembahasan kita ini.
Dari situ bisa kita ambil kesimpulan bahwa apabila
seorang suami membawa istrinya, atau bapak membawa anak
perempuannya dan selainnya yang bisa dijadikan mahrom
untuk menimba ilmu bersama (dan tidak hanya diantar ke
tempat yang jauh (jarak safar) kemudian ditinggal sendirian
disana-diasrama-) maka hal itu tidak ada keraguan sedikitpun
akan bolehnya, tapi dengan catatan kalau kodisinya tidak
penuh fitnah, adapun kalau dikhawatirkan timbul fitnah
seperti kalau seandainya mahromnya adalah adik atau kakak
laki-laki sendirian dengan ukhti tersebut, maka perkara ini
perlu dipertimbangkan lebih dalam agar tidak menimbulkan
perkara yang tidak diinginkan bersama.
Fenomena Muhajiroh dan Pedirian Asrama Putri.

DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
38

Adapun para muhajiroh yang tidak memiliki mahrom
maka mereka ditampung oleh keluarga yang mampu atau
dicarikan orang yang menikahinya sebagaimana yang
terdapat dalam surat Al-Mumtahanah, dan tidak kami
dapatkan satu riwayatpun yang menunjukkan bahwa mereka
dibikinkan tempat penampungan khusus untuk para
pengungsi (muhajiroot), atau asrama putri, atau kos-kosan
muhajirot dan yang semisalnya.
Itu semua menunjukkan bahwa pendirian TN yang
berasrama khusus untuk putri tidak ada salafnya bahkan
adanya salahnya saja, karena kalau seandainya itu benar dan
baik dan ada, tentunya mereka para muhajirot orang yang
paling berhak untuk dibangunkan asrama sebagai tempat
sementara yang aman sampai datang mahromnya atau orang
meminangnya.
Akan tetapi itu semua tidak terjadi dan tidak ada,
padahal tuntutan dan kondisi butuhnya salaf serta
kemungkinan berdirinya TN dimasa itu sangat kuat karena
banyaknya pendukung yang mengantar kesana seperti:
1- Adanya perempuan yang paling alimah sedunia
yakni Ummul Mu`minin 'Aisyah rodhiallohu 'anha dan
selainnya, tentunya modal satu ini sudah cukup untuk
mendirikan TN dizaman itu karena semua butuh kepada
ilmunya, bukan cuma laki-laki saja bahkan perempuan lebih
berhak untuk diberi jam khusus buat mereka.
2- Banyaknya wanita yang perlu mendapat santunan
dan perhatian , baik dari sisi ilmu atau lainnya seperti para
muhajiroh, para janda syuhada, anak-anak yatim mereka, atau
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
41

selain mereka dari para wanita shohabat yang sangat butuh
ilmu baik dari kalangan Muhajirin atau Anshor.
3- Dari sisi dana, sarana dan prasarana, di zaman
mereka sangat memungkinkan untuk mendirikannya diantara
sumber dana tersebut adalah: ghonimah(rampasan perang),
fai`, zakat, shodaqoh dari para muhsinin yang tidak perlu di
minta, hadiah untuk nabi > dan seterusnya.
4- Bersihnya jiwa mereka dari kekotoran-kekotoran
akhlaq yang membuat keamanan TN mereka terjaga, lebih-
lebih kalau yang membimbing mereka adalah langsung
pembawa syari'at >.
5 Kondisi alam baik secara politik atau sosial semua
mendukung berdirinya TN di zaman itu.
Akan tetapi semua faktor pendukung diatas tidak
sedikitpun membawa mereka untuk bertindak lebih jauh dari
tuntunan dan perintah nabi shollallohu 'alaihi wasallam-
yang notebenenya dari Alloh taala, maka jelas pengadaannya
merupakan penyelisihan terhadap dalil dan apa yang terjadi
pada salafusshoolih.
| Adapun penyelisihan dari sisi dalil maka dari
beberapa segi:
Segi pertama: Tidak akan terealisasi firman Alloh :
+ _
"Dan menetaplah kalia wahai wanita di rumah-rumah kalian"
Karena dengan berdirinya asrama khusus wanita
mereka akan berduyun-duyun meninggalkan rumah menuju
asrama TN.
Segi kedua : Begitu pula perkataan nabi >
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
40

" "
"Dan rumah-rumah mereka lebih baik untuk mereka"
Diremehkan oleh pengelola TN, karena mereka
menganggap bahwa dengan tetap tinggal dirumah tidak bisa
mendapatkan kebaikan, mereka menyangka bahwa pekerjaan
dirumah tidak bernilai karena tidak memberi faedah orang
banyak, adapun di asrama kebaikannya berkembang dan
menular kemana-mana, oleh karena itu mereka menganggap
tinggalnya mereka di asrama lebih baik bagi mereka daripada
rumah mereka.
Segi ketiga: Sabda nabi > kepada para wanita pingitan
pada hari raya:
" "
"Keluarkan para budak perempuan dan gadis-gadis
dalam pingitannya".
Hadits ini tidak bisa dipraktekkan dengan adanya
asrama putri, karena tidak seorangpun dari para penghuni
asrama yang ada dalam pingitan, karena harus mengikuti
acara dan agenda asrama.
Segi keempat : hadits :

[ .
( 1 / 416 ])
Dari Ibnu Mas'ud rodhiallohu 'anhu dari Nabi >
bersabda:" Sholatnya seorang perempuan di rumahnya lebih utama
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
41

daripada sholatnya di kamarnya, dan sholatnya ditempat
persembunyiannya lebih utama dari pada sholatnya di
rumahnya.[HSR Abdur Rozza dishohohkan Syaikh Muqbil]
Hadits inipun kurang sempurna kalau dipraktekkan
oleh para penghuni asrama wanita, pertama karena asrama itu
bukan rumahnya, kedua tidak memungkinkan untuk
memeliki tempat yang tersembunyi karena ruangan itu milik
bersama, ketiga adanya aturan asrama yang seringnya
bertentangan dengan sunnah.
|Adapun penyelisihannya terhadap praktek
salafussholeh adalah nyata sekali, karena kita tidak
mendapatkan sejak zaman nabi > sampai kurun
mufadhdholah adanya TN dikalangan mereka, tidak kita
dengar Rosululloh mendirikan TN atau menampung wanita
untuk didik dalam waktu yang lama dan didalam sebuah
asrama, sebagaimana kita tidak mendapatkan TN di kalangan
para shohabat ,tabi'in, atba'ut tabi'in, dan selanjutnya, tidak
kita dengar : ini TN Abu Bakar, TN Umar, TN Ibrohim An-
Nakho'i, TN Ibnu Mubarok, TN Imam Ahmad, TN Imam
Bukhori dst, bahkan pada masa kita ini tidak seorang ulama
yang telah disepakati keilmuan dan manhajnya yang memiliki
TN atau asrama khusus putri.
| Adapun kalau ditinjau lebih dalam asal-usul praktek
pendirian TN model asrama maka sampai saat ini belum kami
dapatkan siapa dari kaum muslimin yang pertama punya
pemikiran semacam ini yakni mengumpulkan para wanita
muda didalam asrama untuk menuntut ilmu dengan berbagai
kegiatannya.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
42

Yang kami ketahui dari praktek yang ada di Indonesia
yang mengadakan adalah para kiyai pondok klasik (Pondok
pesantren salafiyah model NU) - dan berita tentang tindak
pelecehan dari banyak kiyai terhadap santriwatinya bukan hal
yang tersembunyi lagi -, adapun kalau secara menyeluruh
untuk kalangan muslimin dari zaman Rosululloh > sampai
sekarang, maka belum kami dapatkan kepastiannya, adapun
kalau ada yang mengatakan bahwa model TN dan asrama
adalah meniru model gereja dengan biarawatinya pada
beberapa sisi, maka tidak bisa disalahkan begitu saja, kalau
memang itu benar berarti berdirinya Tarbiyatunnisa' model
mereka menyerupai(Tasyabbuh) dengan para pendeta dan
biarawatinya, dan kita telah tahu hukum tasyabbuh.
Pokoknya baik TN itu munculnya dari kaum muslimin
atau orang kafir, semuanya tidak bisa dijamin kebenarannya
karena menyelisihi dalil dan perbuatan salafusshoolih.
Ini pada asal pendirian asrama, bagaimana kalau di
tengok lebih lanjut dari sisi kemadhorotannya (bahaya) yang
sangat banyak (dan para pengurus TN lebih tahu akan hal ini)
yang menunjukkan atas kesalahan dan terlarangnya
mendirikan asrama khusus untuk mereka, seperti :
1- Adanya pengintipan baik dari orang awam atau
santri putra sendiri dan tidak mustahil pula kalau syaithon
membisiki para pengurus untuk berbuat demikian, simaklah
apa yang dikatakan oleh Sayidut tabi'in Sa'id bin Musayyab
rohimahuloh-:
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
43


[ . ( 14 / 444 ])
Kalau seandainya aku diberi kepercayaan untuk
mengurusi Baitul mal niscaya aku mampu untuk menunaikan
amanat tersebut, dan jikalau aku diberi amanat untuk
menjaga seorang wanita hitam aku sungguh khawatir tidak
bisa menunaikan amanat tersebut.[Lihat Majmu' Fatawa
14/444]
Atau barang kali para pengurus Tarbiyatunnisa' telah
memiliki iman rangkap dan taqwa ganda serta nafsu yang
telah di kebiri??.
2- Tidak aman dari gangguan, baik dari manusia
ataupun jin, sebagaimana yang telah banyak terjadi di
mayoritas TN yang ada.
3- Menimbulkan banyak penyakit hati, baik dari sisi
wanita itu sendiri atau lainnya, sampaipun pengurus tidak
aman darinya, seperti adanya pacaran antar santri dan
santriwati, apalagi sekarang ada HP bebas bahkan mungkin
berkamera, adanya ngrumpi diluar ilmu, adanya saling pamer
pamor dst.
4- Terjadinya banyak musykilah (problem) baik yang
berkaitan dengan apa yang terjadi di dalam asrama berupa
kemaksiatan lesbian, pencurian, bahkan mungkin perkelahian
antar akhwat (dan ini tidak mustahil terjadinya) dan itu semua
tidak bisa diatasi kecuali oleh laki-laki, dan tentunya akan
membuahkan fitnah baru.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
44

Begitu pula musykilah yang berkaitan diluar asrama,
seperti kalau ada yang sakit yang mengharuskan dibawa ke
rumah sakit untuk opname atau adanya pengusiran, atau ada
yang kabur dll yang itu semua harus ditangani oleh laki-laki
yang berakibat terjadinya penyelisihan terhadap syaria't dari
sisi yang tidak mereka sadari.
5 Takalluf, (membebani dan memaksakan diri untuk
melakukan perkara diluar kemampuan) dalam membangun
bangunan (asrama) yang tentunya fasilitas untuk akhwat tida
bisa seperti fasilitas ikhwan , kalau milik ikhwan bisa
seadaanya, bahkan kalau toh tidak ada asramanya sama sekali
hanya ada sebuah masjid saja sudah cukup untuk berjalannya
aktifitas mereka, adapun bagi akhwat maka harus benar-benar
rapi dan rapat dan tentunya akan membutuhkan dana yang
cukup besar untuk terealisasinya, dan dana besar tersebut
tidak mudah untuk didapatkan kecuali dengan ngoyo
banget.
6- Tak jarang terjadi persaingan materi dan perang
gengsi antar mereka, sehingga terkadang ada tarip khusus
bagi mereka dalam mencari jodoh.
7- Bahkan mungkin ada yang menunda pernikahan
atau menolak lamaran orang sholih dengan alasan
menyelesaikan studinya atau hafalannya, atau karena yang
melamar bukan ustadz atau bukan lulusan luar negri.
8 Terdapatnya mudiroh dan sebagainya yang
tentunya bertentangan dengan petunjuk nabi > dimana beliau
mengatakan : " "
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
45

9 - Banyak yang bercita-cita ingin jadi: mudiroh, atau
ustadzah, atau pengurus, dan meremehkan tugas wajib
dirumah dengan alasan menjaga ilmu, hafalan dan karir.
85 Membuat minder dan kecil hati akhwat yang tidak
mondok, karena banyak diantara mereka yang telah mondok,
merasa lebih memiliki sesuatu dari pada yang tidak mondok,
padahal belum tentu barokah yang didapatkan oleh yang
tidak mondok lebih sedikit dari yang mondok, bahkan secara
pandangan syariat yang benar mereka yang dirumahlah yang
lebih berbarokah daripada yang diluar rumah.
Dari sekelumit madhorot yang kami paparkan diatas
sudah merupakan penghalang akan keabsahan
Tarbiyatunnisa' secara syarI, ataupun pandangan akal sehat.
Oleh karena itu kami nasehatkan kepada semua pihak
yang berkepentingan dalam masalah ini, bersegeralah
berbenah diri dan bertaubat kepada Alloh dari kesalahan yang
telah terjadi, agar kita tetap mendapatkan bimbinganNya dan
rohmah serta barokahNya dari segala sisi, dan ingatlah bahwa
apa yang kita tinggalkan karena mengharap wajah Alloh pasti
akan Alloh ganti dengan yang lebih baik dan bermanfaat bagi
kita baik di dunia ataupun diakherat:

: .
. :
: .
. [ 5 / 78 ] .
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
46

Dari Abi Qotadah dan Abi Dahma keduanya adalah
orang yang sering bekunjung ke Baitul Haram, keduanya
berkata: Kami mendatangi salah seorang dari penduduk
badui, maka mengatakan pernah Rosululloh
shollallohualaihi wasallam- menggandeng tanganku sembari
mengajariku dengan ilmu yang telah Alloh ajarkan, maka
beliau mengatakan: Sungguh engkau tidaklah meninggalkan
sesuatu karena Alloh niscaya Alloh akan memberinya
(menggantinya) dengan sesuatu yang lebih baik darinya.[HSR
Ahmad]
Dan sebaliknya kekeliruan dan kesalahan apabila kita
berusaha untuk melanggengkannya atau bahkan
mempropagandakannya dan mendakwahkannya maka
kejelekan hasil dan kerugian usaha yang kita petik.


:
: " " .
] [ 1718 ]
Dari Saad bin Ibrohim berkata : Aku bertanya kepada
Al-Qosim bin Muhammad tentang seorang laki-laki yang
memiliki tiga buah rumah, dan dia berwasiat dengan
sepertiga dari masing-masing rumah tersebut, maka beliau
berkata : hendaknya semuanya dikumpulkan dalam satu
rumah, kemudian dia berkata: telah menghabarkan kepadaku
Aisyah bahwa rosululloh berkata: Barang
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
47

siapa berbuat ssuatu yang tidak ada perintah dari kami maka
tertolak
:


: "
" . [ [ 1978
]
Dari Abi Thufail 'Amir bin Watsilah berkata : aku
sedang berada disisi 'Ali bin Abi Tholib tiba-tiba datanlah
seseorang sembari berkata: Sesuatu apakah yang rosululloh
rahasiakan buatmu?? Maka 'Ali pun marah sambail
mengatakan : Tidak ada sesuatu yang rosululloh
shollallohu'alaihu wasallam- rahasiakan kepada
seseorangpun, hanya saja beliau pernah berkata kepadaku
dengan empat buah kalimat!! maka orang tadi menyela: Apa
kalimat empat itu? wahai Amirul mukminin? beliau
mengatakan : Alloh mela'nat siapa yang mela'nat orang
tuanya, dan Alloh mela'nat orang yang menyembelih untuk
selain Alloh, dan Alloh mela'nat melindungi pelaku kerusakan
(pembuat bid'ah), dan Alloh mela'nat orang yang merubah
patok-patok bumi.(petunjuk jalan atau abtasan-batasan
area).[HS Muslim]
Waliyadu billah.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
48

Kreatifitas Wanita Muslimah Di Rumah
Kalau ada yang bertanya: Lantas apa yang dilakukan
para wanita muslimah dirumah untuk memenuhi kebutuhan
mereka dari sisi ilmu dan pendidikan??
Jawabannya adalah sangat sederhana, seperti apa yang
telah Alloh sebutkan diatas, yaitu mempelajari AlQur'an dan
assunnah.
Mempelajari AlQur'an mencakup materi bagaimana
membacanya dan juga menghafalnya, serta memahami inti
dan isinya dan selanjutnya mengamalkan yang harus
diamalkan.
Kalau memang belum memiliki modal untuk bisa
membacanya, maka belajar dari awal dengan menyediakan
buku-buku pengantar kesana seperti : Iqro, Qiroati dan yang
sejenisnya, dengan bertahap tekun dan penuh kesabaran serta
selalu mengharap dan berdoa kepada Alloh untuk membuka
pikirannya agar bisa dengan mudah memahaminya.
Adapun yang telah memiliki modal membaca maka
bersyukurlah kepada Alloh, dan mohon kepadaNya untuk
menambahnya, dengan cara mulai menghafal surat-surat
pendek dengan serius dan selalu berharap pahala, kemudian
setelah hafal disetorkan kepada keluarganya, baik itu
saudaranya sesama perempuan atau saudara lelaki, atau
kepada orang tuanya kalau memang belum menikah, kalau
sudah tentunya kepada suaminya, bahkan tidak perlu malu
untuk setoran hafalan kepada anak-anaknya, sehingga
keluarganya dipenuhi rohmah dengan barokah AlQur'an yang
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
51

dilantunkan oleh semua anggota keluarga yang selalu
menghiasi rumah mereka.
Dan apabila surat-surat pendek tersebut telah di
hafalnya maka hendaknya dijaga jangan sampai terlepas
darinya dengan cara mengulanginya terus menerus, terutama
apabila digunakan untuk ibadah yang lainnya seperti dibaca
ketika sholat wajib, atau sholat dhuha, atau sholat malam dan
sholat sunnah lainnya.
Dan apabila sudah memiliki hafalan lumayan maka
dilanjutkan dengan mempelajari perkara lainnya yang mampu
untuk dipelajari seperti pelajaran Nahwu, Shorof, Bahasa
Arob, dllnya guna membantu memahami Al-Qur'an dan
sunnah.
Demikian pula dia mendahulukan mempelajari perkara
Aqidah Shohihah, dan mempelajari dari sunnah untuk
ibadahnya .
Untuk tahapan pemula diatas cara belajarnya dengan
cara menyediakan buku paket yang yang bisa dipercaya
seperti kalau dalam bidang Aqidah dan Tauhid sesuai dengan
silsilah:
Utsulutsalatsah, Qoawidul Arbaah, Utsulus
Sittah, Wajibat Al-Mutahattimah, Kitabuttauhid,
Fadhlul Islam, Masail Jahiliyah, Kasyfu Syubuhat,
QurotuUyun, Fathul Majid.
Ini dalam tauhid Uluhiyah, adapun dalam tauhid Asma
wa Sifat dan Aqidah secara umum sebagai berikut:
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
50

Lamiyah Syaikhul Islam, Aqidah Wasitiah, Lumatul
Itiqod, Qowaidul Mutsla, Al- Hamawiyah, Aqidah
Thohawiyah.
Ilmu Al- Qur`an .
Iqro` Qirooati dan yang sejenisnya, Pelajaran Tajwid
(Fann At Tajwid, Tuhfatul Athfal, Al-Jazariyyah,
Fathul Majid Fi Ahkaamit Tajwid,Tafsir As-Sa`di, Al
Itqoon, Muqoddimah Tafsir karya Syaikhul Islam, Al
Qowaid fit Tafsir karya As Sa`di, Tafsir Ibnu Katsir
dll.
Pelajaran Bahasa.
Durusul Lughoh Al Madinah 8-4, Al-Mabadiul
Mufidah fi ta`allumil lughoh Al - `Arobiyah, Al Imla`,
At- Tuhfatus Saniyyah , Al- Mutamimah, AtTuhfatul
Wasshobiyah, Mulhatul I`rob, Qothrun Nada,
Muwashshilut Thullab, Alfiyah Ibnu Malik dengan
syarahnya, Laamiyaul Af`aal, Fathul Waduud Fish-
Shorf, Al-Balaaghoh, Al `Arudh, Al- Ma`ani.
Pelajaran Mustholah.
Al Baiquniyah, Al Mauqidhoh, Al Ba`itsul
Hatsits, Nuzhatun Nadhor, Muqoddimah Ibnus-
Sholah ma`a At Taqyiid wal Iidhoh, Tadribur-Rowi,
Dhowabithul- Jarh Wat Ta`diil, Syarh Ilal At Tirmidzi
libni rojab, Al Bahts, Tahkrij wa Tahqieq.
Pelajaran Fiqh
Al- Mabadi Al mufidah, Sifat Wudhuu-i An Nabi ,
Sifat Sholaatu An- nabi , Umdatul Ahkam, Bulugul
Maroom, Ad-Darooriyul Mudhiyyah, Ahkamul
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
51

Janaaiz, Nailul Author, Al Manasiik, Subulus
Salaam, Ahkamul Haidh Wan Nifaas, Al-Farooidh,
Ar-Rohabiyah, Ar-Roid, Alf-Faidh dsb.
Pelajaran Ushul fiqh.
Al-Ushul fi Ilmil-Ushul, Al-Waroqoot, Al-
Mudzakkiroh, Roudhotun - Nadhir, Ar - Risalah,
I`laamul- Muwa`qqi`in, Qowaaidul fiqh dll.
Pelajaran Tarikh (sejarah).
Zaadul Ma`ad, Al-Bidayah Wan- Nihayah, Siyar
`Alamin Nubala, dan lain-lainnya, hanya saja kitab-
kitab besar hanya sebagai rujukan dan faedah
tambahan.
Setelah itu semua hendaknya memperbanyak
mentelaah kitab-kitab sunnah seperti kutubussittah, Musnad
Imam Ahmad dan lain-lainnya dari kitab-kitab rujukan,
sebagaimana selalu melihat dan merujuk kepada kitab-kitab
Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim dan yang semisal mereka
dari Ahlus sunnah.
Semua pelajaran diatas kalau ditekuni dengan penuh
kesabaran dan banyak berdoa kepada Alloh untuk membuka
akalnya agar mudah memahaminya dan menghafal yang
perlu di hafal maka insya Alloh telah meraih kebaikan yang
sangat banyak.
Dan hendaknya semakin di beri tambahan ilmu dan
pemahaman semakin besar pendekatannya kepada yang
member ilmu dan semakin tawadhu , karena ilmu yang kita
miliki hanyalah anugrah dan titipan Alloh semata, yang
apabila Yang menitipkan ilmu tersebut mencabutnya dan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
52

mengangkatnya dari hati dan benak yang di titipi, maka tidak
akan bisa menolak dan menghalanginya.
Kembali kepada permasalahan diatas, jangan lupa
mengahafal doa-doa dan dzikir yang shohih, seperti doa dan
dzikir pagi dan sore, doa sebelum dan sesudah tidur, sebelum
dan sesudah makan , dan jangan sampai terlewatkan dan
terluputkan satu perkarapun dari doa dan dzikir,
sebagaimana lisan kita selalu dibasahi dengan
tasbih,tahmid,tahlil,takbir dan banyak bersholawat kepada
nabi sholallohualaihi wasallam- terutama ketika melewati
penyebutan nama beliau.
Diantara faedah doa dan dzikir tersebut adalah sebagai
perisai dan benteng kita dari segala godaan, baik dari syaithon
manusia ataupun syaithon jin, karena para syaithon tersebut
tidak akan rela terhadap hamba Alloh yang thoat kepadaNya,
terlebih kalau yang thoat adalah dari hamba yang lemah
seperti para wanita, maka godaannya akan diperketat dan
diperkuat, makanya banyak diantara mereka yang kesurupan
atau kemasukan jin, atau kelabilan jiwa akibat banyaknya
godaan dan syubhat, dan tidak ada jalan lain untuk
menyelamatkan diri dari itu semua kecuali dengan kembali
dan meminta perlindungan kepada Penguasa alam semesta,
dengan cara banyak menyebutNya dan mengingatNya
dengan doa dan dzikir.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
53

Renungan
Berfirman Alloh ta'ala:
+

_ : [ 59 ]
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh, dan
taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kalian. Kemudian
jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka
kembalikanlah perkara itu kepada Allah (Al Quran), dan
Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada
Allah, dan hari kemudian. Yang demikian itu, adalah lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." [An- Nisa; 59]

+

_ : [ 10 ]
"Dan apapun yang kalian berselisih didalamnya,
maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai
sifat-sifat demikian) Itulah Allah Robbku. Kepada-Nyalah
aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali. [As
Syuuro 10]

+

_ : [ 65 ]
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
54

"Maka demi Robbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak
beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap
perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak
merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap
putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan
sepenuhnya. [An Nisa 65]
+

_ : [ 118 119 ]
"Jikalau Robbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan
manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih
pendapat, Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh
Robbmu."
+

_ : [ 137 ]
"Maka jika mereka beriman dengan apa yang kalian
telah beriman dengannya, sungguh mereka telah mendapat
petunjuk; dan jika mereka berpaling, Sesungguhnya mereka
berada dalam permusuhan (terhadap kalian). Maka Allah
akan memelihara kalian dari mereka, dan Dia-lah " Assami'"
(Maha mendengar) lagi" Al-'Aliim"( Maha mengetahui).
<


DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
55

Dari 'Aisyah rodhiallohu'anha berkata, bersabda
rosulullooh shollalloohu 'alaihi wasallam: "Mengapa
beberapa kaum membikin syarat-syarat yang tidak terdapat
di kitabillah?? Barang siapa, membuat syarat yang tidak
terdapat dalam kitabulloh, maka tidak bisa di penuhi
walaupun seratus syarat. [ Muttafaq 'alaih]
:
: "
" [ .
( 802 ])
Dari 'Abdulloh bin 'Amr rodhialloohu'anhu berkata,
bersabda rosulullooh shollalloohu'alaihi wasallam: "Setiap
perbuatan ada masa jemunya (bosannya), dan setiap masa
jemunya ada masa senggangnya, maka barang siapa ketidak
melewati masa senggangnya menuju ke sunnahku, maka
sungguh dia telah beruntung, dan barang siapa yang
melewatinya menuju selainnya maka sungguh telah binasa.
[HSR terdapat di Sohih Musnad]
:
: "
+

_ :[ 3 ]
" [ " " ( 1 / 33 ) ]
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
56

Dan alangkah indahnya apa yang di tuturkan oleh
Ibnu Habib beliau mengatakan rohimahullooh: Telah
bercerita kepadaku Ibnu Majisyun bahwa beliau mendengar
Imam Malik rohimahullooh mengatakan: Barang siapa
membuat perkara baru dalam ummat ini dengan suatu
perkara yang tidak ada salafnya maka sungguh dia telah
menyangka (menganggap) bahwa rosulullooh shollalloohu
'alaihi wasallam telah berkhianat dalam dien ini(agama ini),
karena Alloh telah mengatakan: "Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-
cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai
Islam itu menjadi agama bagi kalian"
Maka sesuatu apapun, kalau pada hari itu (zaman
salaf) bukan agama, maka bukan agama pula pada hari ini
(zaman ini). [Lihat Al- 'Itishom 1/33]
( :
)

" "
( 31 .)
Berkata Imam Ibnu Rojab rohimahullooh: Adapun apa
yang telah disepakati oleh para salaf untuk ditinggalkannya,
maka tidak diperbolehkan mengamalkan, karena mereka
tidaklah meninggalkan sesuatu kecuali berpijak pada ilmu
bahwa perkara itu tidak layak intuk diamalkan. [Lihat
Fadhlu Ilmu salaf hal: 31]
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
57

:
( " "
1 / 138 1 7
6 3 373 11134 ) ]
Dan sungguh bagus perkataan Al-Auza'i
rohimahullooh: Hendaklah kalian pegang teguh atsar-atsar
salaf (metode-metode mereka), sekalipun mereka
meninggalkanmu, dan hindarilah rasio-rasio (ro'yu ro'yu)
manusia sekalipun mereka hiasi sepenuhnya dengan
ungkapan mereka. [Lihat Syarof Ashabul Hadits]
)

( : "
" : ( : .
( ) 11 / 296 .) ]
Berkata Imam Ahmad rohimahullooh: kalau engkau
mampu untuk tidak menggaruk kepalamu kecuali dengan
atsar (contoh salaf) maka lakukanlah. [Lihat Siar
'alamunnubala']
( :

.)
Adapun Imam Malik maka beliau berkata:
Sesunggauhnya aku hanyalah seorang manusia biasa yang
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
58

terkadang salah dan terkadang benar, maka lihatlah (cek
kembali) ro'yuku, maka setiap ro'yu yang mencocoki kitab
dan sunnah maka ambillah, dan yang tidak mencocokinya
maka tinggalkanlah. [Idem]
:
)
Dan beliau juga berkata: tidak seorangpun setelah nabi
shollallohu 'alaihi wasallam kecuali diambil dan di
tinggalkan ucapannya, kecuali nabi shollallohu 'alaihi
wasallam (maka di ambil semua dan tidak di tinggalkan).
:
.
Dan Syaikhuna Muqbil bin Hadi rohimahullooh
berkata: tidaklah seorang mentaqlidiku kecuali dia adalah
orang yang jatuh.
:

.
Berkata al'alamah Al Albani rohimahullooh: dan
telah diriwayatkan dari para muridnya (Abu Hanifah) bahwa
dia berkata dengan ungkapan yang beraneka warna semuanya
berkisar pada satu titik temu yaitu: Wajibnya mengambil
hadits (dalil) dan meninggalkan taqlid rasio para Imam yang
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
61

menyelisihi dalil (hadits). [Lihat sifat sholat nabi
shollalloohu 'alaihi wasallam]
Beberapa Fatwa Para Ulama Akan
Keutamaan Belajar Dan Mengajar Di
Rumah.
Perkara ini kami tulis dalam rangka menguatkan apa
yang telah tertulis diatas, dan sebenarnya bagi mereka yang
inshof dan peduli dengan dalil dan kokoh dalam memegang
manhaj salaf maka apa yang kami paparkan insya Alloh telah
mencukupi akan keabsahan dan dekatnya kepada kebenaran
dan cocoknya dengan praktek salaf dalam masalah yang
sedang menghangat ini, akan tetapi karena banyak jiwa yang
masih labil dan belum mampu mencerna sendiri dan belum
memiliki kemantapan diri dalam menghadapi dalil-dalil dan
argument naqli, maka tidak ada salahnya jika kami sedikit
menukil fatwa para ulama sunnah yang berkaitan dengan
masalah ini.
Fatwa Al 'Allamah Muhammad Nasirudddin Al-
Albaniy
Berkata As-Syaikh Nasiruddin Al Albani
rohimahullooh di kitab beliau "Assilsilah Shohihah" (6/179):
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
60


) (



.


: " "



. .
. .
Adapun perkara yang telah menyebar di sini di
Damaskus pada dasawarsa ini yaitu apa yang dilakukan oleh
sebagian mereka( para wanita), mereka berduyun-duyun ke
beberapa masjid untuk mendengarkan pelajaran dari salah
seorang dari mereka, yang menamakan diri mereka sebagai
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
61

"Da'iyaat" [da'i da'i wanita menurut anggapan mereka],
maka sungguh perkara ini adalah perkara muhdats(baru/yang
diada-adakan) dan tidak terjadi pada zaman nabi shollallohu
'alaihi wasallam dan tidak pula ada pada zaman salafus sholih. ( 1 ) 4
Yang menjadi ketentuan dalam masalah ini adalah
hendaknya yang memotori pendidikan mereka adalah para
ulama yang sholih ditempat khusus seperti yang ada dalam
hadits ini 5(yaitu hadist Abi Sa'id rodhiallohu'anhu yang telah


4 - Bagaimana kalau Syaikh Al Albaniy -rohimahullooh
mengetahui apa dan bagaimana TN Indonesia serta kerusakan-
kerusakan dan madhorrot-madhorrot yang terjadi didalamnya? Apa
komentar beliau? Padahal para da'iah di atas hanyalah sebatas
mengajar sebentar di masjid yang note bennya tidak banyak
bahayanya, dan dan langsung kembali ke rumah mereka, tidak
menginap di sana berhari-hari atau berbulan-bulan bahkan
bertahun-tahun seperti yang terjadi di TN INA. .
5 - Bukan tempat khusus semacam asrama atau TN kalian,
karena hal itu tidak terdapat (sepengetahuan kami) di Damaskus
atau di Saudi Arabia dan di Yaman bahkan di seluruh negri muslim
yang di bimbing oleh para ulama sunnah semacam model TN
Indonesia bimbingan para Ustadz, dengan bukti bahwa tidak
seorangpun dari mereka (Para Ulama Sunnah) yang memiliki
praktek jenis ini.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
62

lewat, ketika para shohabiyaat minta waktu khusus kepada
nabi shollallohu 'alaihi wasallam), atau mengikuti pelajaran
laki-laki yang tertutup dari mereka di masjid bila
memungkinkan, kalau tidak maka cukuplah laki-laki
mengungguli mereka dan tidak memungkinkan untuk belajar
dan bertanya tentangnya.
Adapun apabila didapatkan ada seorang perempuan
pada hari ini yang diberi ilmu dan fiqh yang lurus yang di
hirup (teguk) dari kitab dan sunnah , maka tidak mengapa bila
mengadakan sebuah majlis khusus di rumahnya atau dirumah
salah satu dari mereka 6, maka itu lebih baik bagi mereka.
Bagaimana tidak, bukankah nabi shollallohu'alaihi
wasallam berkata dalam kaitannya dengan masalah sholat
berjama'ah di masjid:" Dan rumah-rumah mereka lebih baik
bagi mereka (para wanita)", kalau seandainya perkara
demikian adanya dalam masalah sholat, yang memaksakan
wanita muslimah bila hendak ke masjid melakukan adab-adab
dan penjagaan diri prima dan ketat, yang tidak perlu banyak
keluar, maka bagaimana tidak lebih utama menimba ilmu di
rumahnya??

6 - Dan tidak boleh di pahami dari kata-kata beliau ini ,
bahwa beliau mengijinkan mendirikan tempat khusus (asrama) atau
TN ala Indonesia, karena materi yang dibahas adalah keutamaan
seorang wanita menetap dirumah dalam belajar dan mengajar,
bukan mondok.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
63

Terlebih lagi sebagian mereka ada yang mengangkat
suaranya atau ada yang memiliki suara tinggi yang dilakukan
bersama, sehingga menimbulkan suara rebut dan gaduh di
masjid, maka sungguh ini adalah pemandangan yang sangat
buruk dan tercela.7
Dan ini semua telah kami dengar, dan kami saksikan
dan hal itu sangat disayangkan sekali.
Kita mohon kepada Alloh, keselamatan dari seluruh
bid'ah dan muhdatsah. Selesai.
Fatwa diatas diabadikan oleh putri beliau Sukainah dan
beri tambahan penguat dari fatwa ulama lainnya seperti
Asyaikh Alfauzan, As Syaikh Yahya, dll dengan seruan bersih,
dengan nada iba dan penuh hikmah: "Wahai Saudariku
Kembalilah Kalian Kerumahmu"!!
Fatwa Lajnah Daaimah.
Disebutkan dalam kitab Fatawa Lajnah Daimah(12/145):

7 - Dan kebiasaan angkat-angkat suara di asrama TN bukan
hal yang aneh, bahkan mungkin ada yang menjadikan suatu agenda
pondok, terutama ketika mereka mentalqin Alqur'an atau pelajaran
percakapan bahasa Arob, atau ketika menghafal dan memuroja'ahi
pelajaran, bahkan yang lebih parah lagi kalau terdengar suara
hiruk pikuk ngrumpi mereka yang diselingi ketawa dan canda, dan
itu bukan omong kosong belaka, sungguh ini perkara yang sangat
tercela .
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
64

( 12 / 145 : )
:
:

.
:
:
.
.



Ada seorang muslimah diminta keluar rumah untuk
mengisi ta'lim materi Fiqh, Tajwid, dan Ilmu AlQur'an di
masjid, maka dia mengatakan : sesungguhnya berdakwah di
rumah walaupun dengan jumlah sedikit lebih utama dan lebih
baik daripada keluar kemasjid dan dakwah dengan jumlah
yang besar, alasannya adalah karena perkara ini tidak pernah
dilakukan oleh para muslimat terdahulu (salafiyat as
sholihaat), 8 dan juga karena Nabi > tidak menyuruh mereka

8 - Demikian pula pendirian TN model INA tidak ada sama
sekali contoh dari salaf, bagi yang bisa mendatangkan bukti akan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
65

untuk melakukannya, padahal kaum muslimat memiliki
kebutuhan ilmu juga, dan rosululloh > memasrahkan perkara
ini kepada laki-laki, karena mereka lebih mampu untuk
menunaikannya, demikian juga karena keluarnya para laki-
laki tidak menimbulkan fitnah, apakah perkataan ini benar??
Mana yang lebih utama dakwah dan mengajar dirumah (bagi
perempuan) dengan jumlah sedikit ataukah keluar ke masjid??
Jawab: Engkau menjadikan ta'limmu dirumah
lebih afdhol(utama), karena lebih selamat dan
lebih jauh dari fitnah, dan lebih mencocoki apa
yang ada di zaman salaf.
.




Fatwa Syaikh Sholih Bin Fauzan Al
Fauzanhafidhohulloh.
Ada yang bertanya kepada Syaikh Al Fauzan
hafidhohulloh: Bolehkah seeorang perempuan membuka

adanya TN sejak zaman salaf mohon kami di kasih tahu agar kami
tidak usil lagi dengan TN kalian.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
66

pelajaran yang tersusun rapi di masjid untuk mengajari
wanita?
maka belau menjawab: Perkara ini tidak dikenal pada
manhaj Salaf As Sholih, yang di ketahui adalah para kaum
laki-lakilah yang mengajar di masjid-masjid, dan para wanita
menghadirinya di tempat tertentu yang khusus bagi mereka,
mendengarkan dzikir dan pelajaran-pelajaran, inilah yang di
ketahui dalamsejarah Islam, tidak terdapat adanya adanya
perempuan membuka majlis pelajaran di masjid, mereka
hanyalah datang mendengarkan pelajaran yang di sampaikan
oleh para ulama, mengambil faedah dari mereka di belakang
tabir dengan tanpa ikhtilath dan tanpa fitnah. Selesai dari
kitab Alliqoul Maftuh yang di nukil oleh putri Syaikh Al Al
Baniy rohimahullooh .
Dan beliau juga memiliki sebuah nasihat yang sangat
bagus untuk para wanita dalam bab ini ketika ada pertanyaan
semacam ini:
Apa hukum membaca bersama bagi perempuan di masjid
dalam belajar dan muroja'ah(mengulangi pelajaran), kalau hal
itu tidak di perbolehkan apakah para remaja putri
meninggalkan masjid karena perkara ini?
Beliau menjawab: Demi Alloh , tidak di ragukan lagi
bahwa keberadaan perempuan itu di rumah, baik ketika
sholat, atau belajar Al Qur'an, dan tidak di ragukan bahwa
inilah asalnya, adapun jika mereka dibiasakan untuk keluar
rumah guna belajar Al Qur'an maka aku tidak tahu bagaimana
ini, maka perkara ini menjadikan mereka nanti tidak peduli
dengan tinggaldi rumah, (tidak kerasan di rumah), maka
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
67

berpendapat bahwa pendidikan (belajar) wanita di rumah ,
sholat mereka di rumah, dan inilah asalnya, dan hal itu lebih
terjaga bagi mereka, sekarang banyak di antara mereka (para
wali) mengajak keluar perempuan dan meninggalkan rumah
mereka dengan kendaraan mereka kesana dan kesini untuk
melihat-lihat sesuatu dan untuk santai, dan wanita sangat
suka di ajak tamasya dan memperhatikan sesuatu, hilir mudik,
maka kalian wahai laki-laki(para wali) telah membuka untuk
perempuan kesempatan seperti ini, akhirnya para wanita
tidak betah dan kerasan untuk menetapdi rumahnya dan tidak
suka dengan tinggaldi rumah dengan alas an bahwa mereka
belajar, dan aku tidak tahu bagaimana ini.
Maka aku melihat(berpendapat) perkara seperti (belajar
di masjid) lebih utama untuk di tinggalkan dan hendaknya
para wanita kembali kerumahnya menetap di sana dan belajar
di san cukup tidak butuh untuk keluar dan mendalam-dalam
dalam belajar ....[rujukan yang sama]
Fatwa Syaikh Yahya Bin Ali Al-Hajuri
Hafidhohulloh
Kami telah menanyakan hal ini kepada Syaikh Yahya
Al-Hajuri hafidzohulloh, tepatnya pada awal-awal Dzulhijjah
1429. Pertanyaannya adalah sebagai berikut: Penanya berkata:

:
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
68

Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang
menurut kami cukuplah penting, kami persembahkan ke
hadirat Syekh Yahya bin Ali Al Hajury dan kami berharap
agar beliau menjawabnya, adapun pertanyaannya sebagai
berikut:
Di negara kami Indonesia terdapat Ma'had yang
didirikan khusus bagi para wanita yang dinamakan dengan
(TN) "Tarbiyatun Nisa. Padanya diajarkan Al Qur'an dan
Sunnah. Kami telah mengingkari ma'had ini dengan hati.
Namun tidaklah kami melihat padanya kecuali kebaikan,
karena apa yang ada padanya dari problematika dan
penyelisihan syari'at. Adapun bentuk ma'had tersebut adalah
sebagai berikut: [Perhatian: Sebagian perkara ini terkadang
hanya ada pada sebagian ma`had dan tidak ada pada sebagian
lainnya];

Pertanyaan pertama: Para santriwati datang bersama
wali mereka ke Ma'had tersebut dan terkadang dari tempat
sejauh perjalanan safar. Jika telah sampai di ma'had tersebut,
walinya meninggalkannya sendirian di ma'had tersebut untuk
menuntut ilmu bersama teman-temannya yang lain selama
dua, tiga atau empat tahun. Telah diketahui bersama
bahwasanya seorang santriwati jika membutuhkan suatu
kebutuhan, dia keluar ke pasar yang kadang terletak jauh dari
ma'had, yang keluarnya itu tanpa mahrom. Yang lebih
memprihatinkan lagi dari hal ini, jika santriwati itu sakit dan
terpaksa untuk pergi ke rumah sakit, dia pergi ke sana tanpa
mahrom. Bagaimana pendapat Syekh tentang hal ini?
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
71

Jawaban: Ini adalah metode yang muhdats (dibuat-buat
tanpa ada landasan syar'i, pent), tidak pernah dijumpai pada
zaman-zaman terbaik (Salafus Sholeh; zaman Nabi, shohabat,
tabi`in dan tabi`ut tabi`in) dan padanya terdapat hal-hal yang
menyelisihi syari'at sebagaimana yang disebutkan dalam
pertanyaan, bahwasanya seorang wanita bersamaan dengan
lemahnya dia, jika dia sakit dia membutuhkan orang yang
membantunya. Jika dia keluar sendirian dalam keadaan sakit,
mau tidak mau dia butuh bermu'amalah (berhubungan) yang
bisa menyebabkannya terjerumus pada campur baur dengan
laki-laki (yang bukan mahrom) dalam minta pertolongan
kepada mereka dalam proses pengobatannya. Demikian pula
jika butuh untuk membeli keperluannya yang mengharuskan
dia untuk keluar dan bercampur baur (berhubungan) dengan
laki-laki. Dalam keadaan ini keadaannya tidak terjaga.
Sedangkan Allah berfirman dalam kitab Nya:
_ _>.`,, _>. _. ,l.>l _|

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah
kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah
terdahulu".

Dan Allah berfirman:
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
70

!!., _ `.., >.. >,l> !. !>: '_!.l
:!>>' !,l. >.l. 1s :.: .-, < !. >.
l-, !. '.`, _
"Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka." Dan Nabi bersabda:

Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan ditanya
pertanggung jawabannya". (HR. Bukhori (2558) dan Muslim;
Kitab Al Imroh bab 5 No 20 dari Abdillah Bin Umar)
Dan hadits:


"Seorang lelaki adalah pemimpin dan akan ditanya dari apa
yang dia pimpin (pertanggung jawabannya), dan seorang wanita
adalah pemimpin dan akan ditanya pertanggung jawabannya".
(Muttafaqun 'alaih dari Ibnu Umar )
Maka dalam hal ini timbullah kebebasan seorang
wanita dari kepemimpinan (penjagaan) rumahnya jika dia
telah berkeluarga (menikah). Jika belum menikah, maka dia
telah lepas dari penjagaan (tanggungan) walinya ketika itu.
Padahal Nabi telah bersabda:
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
71


"Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya,
yang mampu mempengaruhi orang yang berakal dan teguh
pendiriannya dari salah seorang dari kalian (para wanita)". (HR.
Bukhori (304) dari Abu Sa'id Al Khudry dan Muslim Kitab Al
Iman, bab 34, no. 135 dari Ab Huroiroh dan Ibnu Umar)

Dan bersabda shollalloohu'alaihiwasallam :


"Sholatnya seorang wanita di dalam kamarnya itu lebih
utama dari sholatnya di dalam rumahnya". (HR. Abu Daud (570)).
Yaitu: semakin tertutupnya (tersembunyinya) tempat seorang
wanita, maka semakin baik baginya. Oleh karena itu,
penjagaan adalah perkara yang dituntut dan harus dilakukan.
Adapun penjagaan -dalam keadaan yang seperti ini- adalah
penjagaan yang lemah, yang tidak diridhoi oleh Alloh.
Berdasarkan hal ini, maka apa yang difatwakan oleh Syekh Al
Albany yang telah kami nukilkan dan apa yang disebarkan
pada risalah yang ditulis oleh Putri Syekh Al Albany dan
menambahkan di dalamnya fatwa 'Allamah Al Fauzan dan
menyebutkan fatwa kami juga, perkataan ayahnya dan
perkataan penulis yang bernama Al Hajjy.
Hal ini menunjukkan bahwa perkara ini telah
diremehkan oleh kebanyakan orang. Pada asalnya menurut
Salafus Sholeh, seorang wanita itu dijaga, diajari dan
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
72

dilindungi oleh walinya. Dalam "Ash-Shohihain" bahwasanya
Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam berkata kepada seorang
Shohabat :

"Pergilah, aku telah menikahkanmu dengannya dengan Al


Qur'an yang ada padamu." (HR. Bukhori (5029) dari Sahl Bin
Sa'ad dan Muslim Kitab An Nikah, bab 13, no. 77)

Kemudian juga pada asalnya laki-laki yang mengurus
serta menjaga perempuan dan mengajari mereka dari balik
tirai, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shollallohu
'alaihi wa sallam tatkala mereka (para shohabiyyah)
mengatakan kepada beliau:

"Wahai Rosulullah, kaum lelaki telah pergi kepadamu


(engkau mengajari mereka), maka luangkanlah untuk kami suatu
hari untuk engkau mengajari kami" (HR. Bukhori (101) dan
Muslim Kitab Al Adab bab 48 No. 152, dari Abi Sa'id Al
Khudry)
Demikian juga yang terjadi pada orang-orang terdahulu
(Salafus Sholeh). Adapun metode yang telah disebutkan ini,
tidak didukung atasnya.

DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
73

Pertanyaan kedua: Mereka tinggal di tempat yang
disebut asrama wanita. Hal ini merupakan sebab timbulnya
fitnah, seperti:
-laki masuk ke
asrama tersebut dan kami tidak mengetahui apa yang dia
inginkan. Apakah akan mencuri atau untuk lainnya dan tak
seorang laki-laki pun dari (wali mereka) yang berada di
asrama tersebut, yang ada hanyalah para wanita saja.
dikarenakan jauhnya mereka dari keluarga mereka, yang
merupakan sebab kami terkadang mendengar berita yang
mengagetkan dari mereka dari waktu ke waktu (seperti safar
pulang-pergi tanpa mahrom, meskipun ustadz mereka telah
melarang hal ini, bahkan telah terjadi lesbian, wallahul
musta`an-pent)

Pertanyaan ketiga: Menyebabkan mereka terfitnah
dengan pengajar mereka, terutama jika Ustadz (pengajar)
masih membujang atau sebaliknya, karena proses keluar
masuk yang sering dilakukan oleh sang ustadz. Hal ini
nampak jelas ketika jam pelajaran berlangsung, seperti
beberapa perkara yang terjadi di sela-sela proses belajar
mengajar:

Syekh mengomentari: "Yaitu: di mana Fulanah? Ke
mana perginya Fulanah?"
bahasa 'arab (tanya jawab) dengan mengangkat suara.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
74

(tasmi').
Jawaban: Ini adalah fitnah. Allah berfirman:
:| _>..l!. !-... _>l:`. _. , ,!>
"Apabila kamu meminta sesuatu (hajat) kepada mereka (istri-
istri Nabi), maka mintalah dari balik tabir."
Dan Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

Waspadalah! kalian untuk masuk kepada wanita" lalu
bertanya salah seorang dari Anshor: "Wahai Rosulullah, bagaimana
dengan Ipar?" Beliau menjawab: " Ipar adalah maut". (HR.
Bukhori (5232) dan Muslim Kitab As Salam bab 8 No 20)
Ini adalah penyelisihan yang tidak sedikit yang
merupakan pengantar kepada fitnah. Hendaknya dia tinggal
di rumahnya, mempelajari apa yang dimudahkan oleh Allah
untuk dia pelajari, lebih baik baginya daripada keadaan yang
seperti ini. Dan wajib baginya menjauhi hal tersebut. Karena
sebuah hadits:


Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal
daging, apabila segumpal daging itu baik maka baiklah seluruh jasad,
dan apabila segumpal daging itu rusak maka rusaklah seluruh jasad,
dan ketahuilah bahwa gumpalan daging itu adalah hati". (HR.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
75

Bukhori (0508) dan Muslim Kitab Al Musaqoh bab (No.851)
dari Nu'man Bin Basyir)
Pertanyaan keempat: Juga telah terjadi, bahwasanya
sebagian mereka kerasukan jin dan yang meruqyahnya adalah
seorang ustadz. Namun jika sang ustadz tidak menghafal Al
Qur'an, maka dipanggil selainnya dari santri yang hafal Al
Qur'an dan hal ini sering terjadi.
Jawaban: Hasbunallah wa ni'mal wakil, telah lewat
penyebutan dalil-dalil mengenai bahayanya perbuatan itu.
Maka seorang pengajar dalam hal ini menjerumuskan dirinya
ke dalam fitnah, demikian juga santriwati tersebut
menghadapkan diri ke dalam fitnah dan lain sebagainya yang
terkandung di dalam kerusakan ini.
Pertanyaan kelima: Juga yang merupakan sebab fitnah,
bahwasanya siapa yang hendak melamar salah seorang
santriwati, maka cukup baginya untuk mendatangi secara
langsung dan melihatnya (nadzor) tanpa mahrom dengan
alasan, jika walinya datang dari tempat yang jauh sedangkan
salah seorang di antara keduanya menolak setelah nadzor
(tidak ada kesesuaian), hal ini memberatkan wali santriwati
tersebut untuk kembali ke kampungnya yang jauh dan dia
merasa bahwa kedatangannya sia-sia tak berguna. Oleh
karena itu, walinya tidak datang kecuali setelah selesai nadzor
dan adanya kesepakatan dari kedua belah pihak.
Pertanyaan keenam: Terkadang terjadi ikhtilat (campur
baur) antara santri dan santriwati, karena jalan keluar dan masuk
hanya satu.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
76

Pertanyaan ketujuh: Yang lebih jelek lagi dari hal ini,
bahwasanya santriwati mencuci pakaian ustadz, serta memasakkan
makanan untuknya sekalipun ustadz itu telah berkeluarga.
Jawaban: Apabila Ustadz ini salafy, maka dengan perbuatannya ini
menunjukkan dia adalah orang yang jahil (bodoh). Ini bukanlah
prilaku orang yang memahami da'wah salafiyyah dan menyeru
kepadanya dengan da'wah yang benar. Wallahul musta'an.
Pertanyaan kedelapan: Sebagai tambahan dari apa yang
telah lewat, bahwasanya siapa yang hendak menuntut ilmu di ma'had
ini diharuskan membayar sejumlah uang.
Wahai Syekh! apakah engkau menasehatkan untuk tetap
tinggal di tempat (ma'had) ini bersamaan dengan fitnah yang ada di
dalamnya? Bagaimana cara mengajari para wanita di zaman dulu
(Salafus Soleh)? -Barokallahu Fikum-.
Jawaban: Telah kami isyaratkan, bagaimana cara mengajari
mereka di zaman Salafus Sholeh dan kami tidak menasehatkan
kepada para wanita untuk tinggal di ma'had-ma'had ini, karena
terdapat banyak fitnah beserta sebab-sebabnya. -Walhamdulliah-

Fatwa Syaikh Jamil As-Sulwi hafidhohulloh.
Beliau ditanya: "Wahai Syaikh, di negara kami ada
sebuah ma'had yang di sana para wanitanya berada dalam
asrama khusus yang bercampur dengan wanita yang lain,
sedangkan mahromnya di asrama yang lain bersama laki-laki
yang lain?"
Jawaban: "Masalah seperti ini tidak sepatutnya bagi
seorang salafi mempunyai ma'had tersebut, karena hal ini
tidak ada contohnya dari salafus sholih." Kemudian beliau
membaca ayat:
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
77

_ _>.`,, _>. _. ,l.>l _| __
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang
dahulu." (QS. Al-Ahzab: 33) "
Khotimah
Kami kira cukup sampai disini dulu apa yang bisa
kami torehkan dalam permasalahan ini, adapun untuk
menjawab syubhat dan kerancuan seputar perkara ini Insya
Alloh pada kesempatan lain.
Mudah-mudahan sedikit penjelasan ini, bisa membuka
cakrawala kelam yang selama ini terselimuti dengan awan
emansipasi, dan bisa membuka lembaran baru kehidupan
salafi hakiki kita, terutama bagi wanita, sebagai bentuk
pengabdian kita kepada Alloh guna menggapai sorga dan
wajahNya yang Mulia.

/ [ 8 9 ]
Wahai Robb kami, janganlah engkau palingkan hati-hati
kami setelah Engkau beri hidayah kami, dan berilah kami rohmat
dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Al-Wahhab (Yang Maha
Memberi),
Ya Robb kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan
seluruh manusia dihari yang tidak ada keraguan didalamnya,
sesungguhnya Alloh tidak akan menyelisihi janji.
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
78

/ [

193 194 ]
Wahai Robb kami, sungguh kami telah mendengar seorang
penyeru menyeru kami kepada keimanan Berimanlah kalian
kepada Robb kalian, (maka kamipun penuhi panggilan tersebut)
dan kamipun beriman.
Wahai Robb, ampunilah segala dosa kami dan hapuslah
segala kesalahan dan kejahatan kami, dan wafatkanlah kami
bersama dengan orang-orang yang baik-baik.
Wahai Robb, datangkanlah kepada kami apa yang telah
Engkau janjikan terhadap (lewat) para rosul-rosulMu, dan jangan
Engkau hinakan kami dihari Kiamat , sungguh Engkau tidak akan
mengingkari janji.

Di tulis oleh:
Abu Turob Saif bin Hadhor Al Jawi.
DARUL HADITS DAMMAJ 23 MUHARROM 1430 H
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
81

DAFTAR ISI
MUQODDIMAH .............................................................. 3
Menetap Di Rumah Tho'at Karena Alloh Ta'ala ........... 3
Metode Pertama : ............................................................. 8
Menimba Ilmu Dien Dari Dalam Rumah Penuh
Barokah. ........................................................................... 8
Problematika dan Solusinya. ......................................... 21
Point pertama : Belajar kepada siapa?? ......................... 21
Point kedua: ................................................................... 26
Kalau Penghalangnya Dari Keluarga Sendiri. .............. 26
Metode Kedua: ............................................................... 34
Menimba Ilmu Dari Pelajaran Dalam Masjid Yang
disampaikan Laki-laki. ................................................... 34
Metode Ketiga : .............................................................. 39
Menimba Ilmu Dari Mendengarkan Khotbah, Baik
Khotbah Jum'at Atau Khotbah 'Ied Atau Khotbah-
Khotbah Lainnya. ........................................................... 39
Metode keempat: ............................................................ 41
Mereka Berkumpul Di Rumah Salah Seorang
Shohabiyyah Dihari Tertentu Dan Rosululloh
shollalloohu'alaihiwasallam Datang Mengajari Mereka.
........................................................................................ 41
Metode kelima: ............................................................... 44
DILEMA TARBIYATUNNISA DAN SOLUSINYA
80

Pergi Kerumah Salah Seorang Perempuan Yang
Memiliki Ilmu Dan Belajar Dirumahnya Apabila Aman
Fitnah. ............................................................................ 44
Metode Ketujuh : ........................................................... 46
Mengikuti Safar Suami Dalam Tholabul Ilmu. ............ 46
Fenomena Muhajiroh dan Pedirian Asrama Putri. .......... 48
Kreatifitas Wanita Muslimah Di Rumah ......................... 59
Renungan .......................................................................... 64
Beberapa Fatwa Para Ulama Akan Keutamaan Belajar Dan
Mengajar Di Rumah. ........................................................ 70
Fatwa Al 'Allamah Muhammad Nasirudddin Al-
Albaniy ................................................................ 70
Fatwa Lajnah Daaimah. ................................................. 74
Fatwa Syaikh Sholih Bin Fauzan Al
Fauzanhafidhohulloh. .................................................... 76
Fatwa Syaikh Yahya Bin Ali Al-Hajuri Hafidhohulloh 78
Fatwa Syaikh Jamil As-Sulwi hafidhohulloh. ................ 87
Khotimah ........................................................................... 88