Anda di halaman 1dari 19

Pasar Modal

ANALISIS TEKNIKAL

Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa memahami pengertian, peranan spekulan dan jenis grafik dalam analisis teknikal. 2. Mahasiswa memahami prinsip-prinso dasar dalam analisis teknikal 3. Mahasiswa memahami jenis-jenis analisis teknikal Support level dan resistance level Trend Moving Average Relative Strength Index Stochastic oscillator Moving average convergence / divergence (macd) 4. Mahasiswa mampu menggunakan berbagai model dan pola-pola baku dalam analisis teknikal: Gerakan balik (reversals) Kongesti dan kesinambungan (congestion and continuation patterns) Kesenjangan (Gaps)
Dalam pandangan analisis teknikal, semua faktor fundamental sudah masuk ke dalam dan dipresentasikan oleh harga yang terbentuk, sehingga tidak lagi perlu mempertimbangkan segi fundamental suatu saham. Setelah terjadi pembentukan harga, maka adalah mubazir untuk memperhatikan segi fundamental yang menyebabkannya. Yang diperlukan adalah justru kemampuan membaca dengan benar arah yang akan diambil oleh harga. Pekerjaan dalam analisis teknikal baru dimulai setelah harga terbentuk di bursa.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

89

Pasar Modal

Calon investor yang berniat terjun di bursa saham sebaiknya menjauhi sikap menggampangkan persoalan dengan pendekatan untung-untungan. Ia akan menempatkan diri pada posisi yang rentan dengan mengambil risiko yang sangat besar. Termasuk untung-untungan murni adalah judi yang tidak lain adalah mempertaruhkan uang atau harta untuk dilipatgandakan tanpa kehadiran makna ekonomis bagi para pesertanya secara kolektif. Vakumnya makna ekonomis terletak dalam tidak adanya pertambahan nilai bagi semua peserta karena jumlah harta mereka tetap sama sebelum mau pun sesudah suatu permainan selesai. Bandar dan pemenang memang mendapatkan harta tambahan, namun itu sesungguhnya berasal dari kerugian peserta lainnya. Sebaliknya di bursa saham terdapat makna ekonomis berupa investasi yang kian bertambah nilainya berupa kenaikan harga saham disebabkan likuiditas semakin tinggi, yang didorong oleh peningkatan produksi dan atau kinerja perusahaan terbuka yang terdaftar di sana. Suatu perusahaan disebut terbuka (disingkat tbk) atau publik karena saham-sahamnya diperdagangkan secara transparan di hadapan masyarakat umum yang bisa mengikuti perkembangan jual-belinya di jaringan komputer bursa saham. Peranan Spekulan Memang bursa saham juga menarik para spekulan yang tidak berminat untuk berinvestasi dengan menahan saham untuk jangka panjang, atau membeli produk secara fisik dengan menjualnya sebelum tiba tanggal penyerahannya, sehingga likuiditasnya semakin meningkat lagi. Para spekulan ingin menarik keuntungan dari kenaikan harga yang ditimbulkan pada proses peningkatan nilai ekonomis yang sedang terjadi, sekaligus menghasilkan peningkatan likuiditas yang menjadikan bursa sebagai pusat ekonomi yang lebih memikat. Likuiditas adalah tidak lain daripada jumlah peserta bursa yang terdiri dari para investor saham dan pedagang komoditi dan memang akan meningkat karena kehadiran para spekulan juga. Meskipun demikian istilah spekulan tidak harus mengandung arti spekulasi yang memaksudkan sikap untunguntungan, karena hanya menunjuk kepada golongan peserta bukan investor saham dan bukan pedagang komoditi juga. Fenomena likuiditas ini sesungguhnya adalah manifestasi interaksi antara permintaan dan penawaran yang muncul di bursa dalam bentuk nyata berupa harga dan volume transaksi yang tercipta dari waktu ke waktu. Satuan waktu ini bisa ditetapkan dalam menit, jam, hari, pekan, bahkan bulan atau tahun. Harga dan volume yang terbentuk dalam arus waktu akan menghasilkan grafik yang bila dibaca dengan tepat akan bisa memberikan petunjuk
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

90

Pasar Modal

mengenai arah pergerakan selanjutnya sehingga para pelaku bursa bisa terbantu untuk mengambil keputusan yang benar mengenai tindakan jualbeli yang harus dan akan diambilnya kemudian. Adalah pada pembacaan grafik ini manakala pelaku bursa sudah mulai melaksanakan suatu analisis, yang tidak mungkin bisa terjadi bila pendekatan yang ditempuh adalah judi atau untung-untungan secara murni belaka. Bila ingin diadakan analisis yang lebih terinci dan luas, maka dapat dibuat penghitungan lebih rumit tentang kinerja perusahaan publik yang merupakan emiten sahamnya, atau dilaksanakan pengamatan peristiwa yang menyangkut cuaca dan perkembangan ekonomi serta sosial-politik untuk komoditi yang sedang digelutinya. Analisis dengan menggunakan grafik harga dan volume dinamakan analisis teknikal karena berdasarkan pengamatan perkembangannya di lapangan, yaitu didasari pada realitas berupa kejadian atau kenyataan secara teknis. Analisis dengan memanfaatkan kinerja perusahaan publik dari laporan keuangannya dan lain-lain berita penting darinya, termasuk apa yang diseminasikan oleh media massa, disebut sebagai analisis fundamental karena memang bertopang pada dasar atau fundamen teoretis. Apa yang diharapkan atau diduga secara teori biasanya tidak akan menjadi kenyataan persis sesuai dengan apa yang telah digariskan di atas kertas; sebaliknya apa yang telah terjadi dalam pengalaman di lapangan lebih mungkin bisa memberikan arah yang praktis akan tindakan yang harus diambil untuk masa yang akan datang. Masa demikian bisa bersifat jangka pendek (sampai dua bulan), menengah (dua bulan sampai satu tahun) atau panjang (di atas satu tahun). Dengan demikian spekulan tulen sebagai istilah kebursaan, termasuk dalam kelompok pakar analisis juga, ada yang fanatik berhaluan teknikal dan ada juga yang berpegang pada faktor-faktor fundamental, namun sebaiknya kedua cara ini digunakan bersamaan. Adakalanya spekulator sebagai istilah umum dipertukarkan dengan kata spekulan sebagai istilah kebursaan, maka perlu disadari bahwa ada perbedaan mendasar antara keduanya. Pengertian Analisis Teknikal Analisa Teknikal adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, kontrak berjangka (future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya. Para analis teknikal ini melakukan penelitian yang mendasar terhadap pola pergerakan harga komoditi yang berulang dan dapat di prediksi. Bahkan analisis teknikal bisa juga diartikan suatu studi
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

91

Pasar Modal

utama mengenai harga, termasuk besarnya (volume) dan posisi terbuka (open interest). Jadi pada intinya analisis teknikal merupakan analisis pola pergerakan harga di masa lampau dengan tujuan meramalkan pergerakan harga di masa yang akan datang. terhadap untuk

Analisis teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan. Dalam analisis teknikal, memprediksikan pergerakan harga saham sama seperti memprediksi pergerakan harga komoditi karena para analis hanya melihat faktor grafik dan volume transaksi saja. PRINSIP DASAR ANALISIS TEKNIKAL Ada 3 (tiga) prinsip yang digunakan melakukan analisis teknikal, yaitu : 1.

sebagai

dasar

dalam

Market Price Discounts Everything Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa saham secara keseluruhan atau harga saham suatu perusahaan seperti faktor ekonomi, politik fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksikan sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain sebagainya akan tercermin pada harga pasar. Price Moves in Trend Yaitu harga suatu saham akan tetap bergerak dalam suatu trend. Harga mulai bergerak ke satu arah, turun atau naik. Trend ini akan berkelanjutan sampai pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan bergerak kearah yang berlawanan. History Repeats It Self Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari waktu ke waktu digrafik. Pola-pola ini mempunyai makna yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksikan pergerakan harga.

2.

3.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

92

Pasar Modal

JENIS-JENIS ANALISIS TEKNIKAL SUPPORT LEVEL DAN RESISTANCE LEVEL Satu teknik yang paling sering terdengar dari analisis teknikal adalah dugaan dari support dan resistance level. Harga yang terjadi merupakan hasil kesepakatan antara pembeli dengan penjual, terminology dari support dan resistance hampir sama dengan permintaan dan penawaran. Support adalah tingkat harga dimana terdapat permintaan yang memadai untuk menghentikan penurunan harga saham. Support terjadi bila terdapat kesepakatan bahwa harga tidak akan lebih rendah lagi. Pada tingkat harga support ini jumlah pembeli melebihi jumlah penjual. Sedangkan resistance adalah tingkat harga dimana terdapat penawaran yang memadai untuk menghentikan naiknya harga sehingga pada umumnya sesudah itu harga bergerak turun. Resistance terjadi bila terjadi kesepakatan bahwa harga tidak akan lebih tinggi lagi. Pada tingkat harga resistance ini jumlah penjual melebihi jumlah pembeli.

TREND Trend merupakan salah satu prinsip analisis teknikal yang paling sering digunakan. Analis berpendapat bahwa harga bergerak dalam suatu trend. Trend harga ini dapat naik, turun atau mendatar. Investor mencoba untuk memahami apakah harga suatu komoditi berada dalam trend naik atau turun untuk memperoleh keuntungan dengan mengikuti trend tersebut sampai trend tersebut berbalik arah. Trend dapat dibagi berdasarkan periode waktu, yaitu jangka pendek (1 s/d 3 bulan), menengah (3 s/d 6 bulan) dan panjang (6 bulan s/d 1 tahun). Trend naik digambarkan dengan menghubungkan 2 atau lebih harga low untuk menentukan harga permintaan, sedangkan trend turun digambarkan dengan menghubungkan 2 atau lebih harga high untuk menentukan harga penawaran. MOVING AVERAGE Moving Average adalah rata-rata harga pada periode tertentu. Untuk menghitung moving average ini Anda
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

waktu harus
93

Pasar Modal

terlebih dahulu menentukan periode waktu, misalnya N hari dan Anda harus memiliki data sebanyak minimal N hari tersebut. Moving average yang sederhana dihitung dengan menambahkan harga-harga untuk N periode waktu kemudian dibagi dengan N. Pada penerapannya, moving average sering digunakan dengan periode waktu yang berbeda untuk menentukan trend. Jika 2 moving average digunakan, sinyal beli terjadi bila moving average dengan periode waktu yang lebih pendek bersilangan ke atas moving average dengan periode waktu yang lebih panjang. Sedangkan sinyal jual terjadi bila moving average dengan periode yang lebih panjang bersilangan ke atas moving average dengan periode waktu yang lebih pendek. RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI) RSI sering disebut sebagai price momentum atau price persistence merupakan indikator momentum yang dikembangkan oleh Welles Wilder pada tahun 1978. Pada saat pertama kali diperkenalkan, Wilder merekomendasikan RSI 14 hari, namun sekarang RSI 9 hari dan 25 hari lebih popular. Wilder juga merekomendasikan untuk menggunakan level 70 dan 30. Jika RSI naik ke atas 70, posisi harga tertinggi mungkin telah terjadi dan sinyal jual akan terlihat, sedangkan jika RSI turun ke bawah 30, kemungkinan besar posisi harga terendah telah terjadi dan sinyal beli akan terlihat. Divergensi antara trend harga akan mendatar dan RSI Sebaliknya, jika meningkat, dapat bergerak naik. grafik harga dan RSI mengindikasikan bahwa berubah arah. Jika harga beranjak naik atau menurun, maka akan terjadi penurunan harga. harga menurun atau mendatar dan RSI diharapkan harga akan berbalik arah dan

STOCHASTIC OSCILATOR Stochastic Oscilator dikembangkan oleh George C. Lane dan sangat popular di kalangan para investor, khususnya yang berorientasi jangka pendek, walaupun tetap efektif jika digunakan pada jangka waktu yang lebih panjang. Mereka banyak menggunakannya. Stochastic membandingkan harga penutupan (close) relatif terhadap range harga pada periode tertentu (misalnya 5 hari). Jika harga bergerak naik, maka harga penutupan cenderung untuk
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

94

Pasar Modal

dekat dengan harga tertinggi pada periode tersebut, sedangkan jika harga menurun, harga penutupan cenderung untuk dekat dengan harga terendah pada periode tersebut. Stochastic diperlihatkan dengan 2 garis. Garis pertama dinamakan %K dan garis kedua disebut %D yang merupakan moving average dari %K. Garis %K disajikan dalam bentuk garis solid dan garis %D disajikan dengan garis putus-putus. Sinyal beli dihasilkan bila %K atau %D turun ke bawah level tertentu (misalnya 20) dan kemudian naik melewati level tersebut, sedangkan sinyal jual terjadi bila %K atau %D naik melewati level tertentu (misalnya 80) dan kemudian turun ke bawah level tersebut. Selain itu sinyal beli juga muncul bila garis %K naik ke atas garis %D dan sinyal jual muncul jika garis %K turun ke bawah garis %D. MOVING AVERAGE CONVERGENCE / DIVERGENCE (MACD) MACD (Moving Average Convergence / Divergence) merupakan trend yang mengikuti indikator momentum yang memperlihatkan relasi antara 2 moving average harga. MACD dikembangkan oleh Gerald Appel. MACD menunjukkan perbedaan antara moving average eksponensial 26 dan 12 hari, kemudian moving average eksponensial 9 hari, yang disebut garis sinyal, disusun dari perbedaan sinyal beli dan jual. Panduan dasar untuk menggunakan MACD adalah sinyal jual yang terjadi pada saat garis MACD bersilangan ke bawah garis sinyal. Sebaliknya, sinyal beli terjadi ketika garis MACD bersilangan ke atas garis sinyal. Selain itu, MACD di atas 0 merupakan saat untuk melakukan pembelian dan menjual ketika MACD di bawah 0. Jika terjadi divergensi antara harga dan MACD menunjukkan bahwa arah trend saat ini mendekati akhir, untuk kemudian terjadi perubahan arah trend.

DASAR-DASAR ANALISIS TEKNIKAL Dalam analisis teknikal atau analisis grafik harga perlu dimengerti terlebih dahulu komponen-komponen yang berpengaruh pada pembentukan garis tegak lurus (bar chart) yang menggambarkan satuan waktu. Untuk saham, satuan tersebut adalah satu hari perdagangan, yang mencakup harga terrendah dan harga tertinggi sebagai titik-titik terrendah dan tertinggi pada
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

95

Pasar Modal

garis tegak lurus demikian yang menggambarkan satuan waktu selama hari tersebut. Kemudian harga pembukaan diletakkan sebagai titik yang menempel di sebelah depan, dan harga penutupan sebagai titik di sebelah belakang garis tegak lurus tersebut. Untuk valuta atau mata uang, satuan waktu yang ditetapkan bisa 5 menit karena perdagangannya berjalan jauh lebih cepat. Harga penutupan pada umumnya lebih berperan sehingga seringkali disambung satu sama lain untuk membentuk grafik garis (line chart) yang mirip gigi gergaji dan disebut grafik harga penutupan. Contoh kedua macam grafik demikian terdapat pada halaman ini yang dibuat dengan program komputer analisis teknikal yang dikenal sebagai MetaStock sebagai hasil ciptaan Equis International, Inc. yang berdomisili di Amerika Serikat.

Bar Chart (Grafik Batang) Posisi harga penutupan pada grafik batang bisa memberikan indikasi tentang perkembangan harga di kemudian hari, terutama pada pola-pola yang telah dibakukan di kalangan analisis teknikal sebagaimana digambarkan pada gambar di atas. Yang termasuk pola baku adalah:

GERAKAN BALIK (REVERSALS) Gerakan balik (reversals) yang terdiri dari puncak & lembah biasa dan lancip (common and V tops & bottoms), puncak & lembah bulat (saucer or round tops/bottoms), puncak & lembah dobel/tripel, pola berlian, kepala dan bahu (head & shoulders). Pola gerak balik selalu berada di ujung atas atau bawah suatu gerak harga berkesinambungan.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

96

Pasar Modal

Konsolidasi/kongesti yang terdiri dari pola-pola segitiga, segipanjang dan bendera naik/turun (ascending/descending triangles, rectangles and flags), mau pun kelangsungan kepala dan bahu (head and shoulders continuation pattern), berada pada gerak harga berkesinambungan sehingga terdapat di antara pola gerak balik puncak dan lembah. Kesenjangan (Gaps) yang terdiri dari tipe biasa (common), tembus (break away), lari (run away), naik (up), dan turun (down) terdapat pada gerak harga berkesinambungan. Namun bila menjadi bagian dari pulau gerak balik (island reversal), kesenjangan demikian termasuk dalam pola gerak balik dan sudah tentu bisa terjadi kombinasinya.

Grafik Garis (Line Chart) Semua pola baku tersebut di atas dapat dikenali menurut gambar-gambar berikut ini, untuk dijadikan pedoman tindakan jual-beli pada periode atau masa berikutnya.

Golongan Gerak Balik (Reversals)

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

97

Pasar Modal

Untuk gerak balik lembah, yang terjadi adalah sebaliknya dan tidak begitu sulit untuk membayangkannya. Harga penutupan yang cenderung berada berdekatan dengan harga terrendah selama beberapa periode sebelumnya, pada saat gerak balik terjadi, akan melibatkan kenaikan yang tajam disertai volume yang tinggi.

Pada pola puncak atau lembah bulat (saucer/round top or bottom) perubahan dalam permintaan dan penawaran berjalan dengan lambat, dengan demikian juga volume yang terjadi adalah minim sehingga

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

98

Pasar Modal

semuanya menunjuk kepada pasar yang sedang tidak begitu berminat. Adalah sulit untuk menetapkan suatu sasaran harga (price objective) sehingga satu-satunya jalan adalah untuk mengamati kapan terjadi perubahan yang berarti untuk memberikan aba-aba tentang minat pasar yang telah menjadi lebih besar dan memberikan harapan lebih baik.

Pola berlian (diamonds) yang tergambar di atas ini, biasanya termasuk gerakan balik, namun bisa juga merupakan bagian dari suatu gerak harga berkesinambungan dan sesungguhnya terdiri dari dua buah segitiga simetris, mirip kepala dan bahu namun adalah lebih kompleks dengan garis leher berbentuk V. Yang perlu diperhatikan adalah sasaran harga yang dimulai dari titik penembusan dan berjalan minimal sejauh jarak antara puncak dan lembah pola ini. Berikut ini adalah pola gerak balik berupa kepala dan bahu yang bisa berada di puncak (top) atau lembah (bottom), namun bisa juga terdapat dalam gerak harga berkesinambungan.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

99

Pasar Modal

Pada gerak balik kepala dan bahu, yang perlu diperhatikan adalah garis lehernya yang tidak selalu harus berupa garis datar, kemudian adanya titik penembusan dan titik gerak balik pada garis leher. Selanjutnya yang penting adalah sasaran harga (price objective) yang berada pada jarak yang sama antaranya terhadap garis leher dan jarak demikian mulai dari puncak pola ini.

Berbeda dari puncak atau lembah bulat yang juga disebut top or bottom saucer dan melibatkan pasar yang serba lambat, maka gerak palik puncak atau lembah ganda (double top or bottom) menggambarkan pasar yang lebih aktif. Manfaat dari pola ini adalah adanya aba-aba titik tembus
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

100

Pasar Modal

(breakout) sehingga gerak balik menjadi lengkap dan dapat dimanfaatkan untuk mengambil tindakan jual atau beli. Golongan kongesti dan kesinambungan (congestion and continuation patterns) Dalam gerak harga yang hampir vertikal naik atau turun, bisa terjadi pola kongesti atau kesinambungan ke samping berupa segipanjang atau bendera., segitiga, pola berlian (diamonds), baji/panji/segitiga simetris naik/turun (bullish/bearish wedges/pennants/symmetrical triangles), dan pola kesinambungan kepala & bahu naik/turun (bullish/bearish head and shoulders continuation pattern) sebagaimana digambarkan di bawah ini.

Dalam pola segitiga naik atau turun, harus ada kaki horisontal sebagai garis penghambat (resistance line) atau pendukung (support) dan garis pendukung dan penghambat bersudut negatif dan positif, yang disentuh paling sedikit tiga kali oleh gelombang harga di antaranya, sebelum tertembus ke atas atau ke bawah. Namun perlu dipastikan dahulu apakah titik tembus menjadi kenyataan untuk membuat pola ini terbentuk dengan sempurna, barulah boleh diambil tindakan beli atau jual.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

101

Pasar Modal

Pola segipanjang menguat (bullish rectangle) terbentuk bila garis penghambat dan pendukung adalah sejajar secara horisontal dan pola kesinambungan ini bersifat menguat (bullish) meskipun untuk sementara bergerak ke samping. Gelombang harga harus menyentuh kedua garis arah gejala ini sebanyak paling sedikit tiga kali untuk dapat disebut sebagai pola yang memenuhi syarat.

Pada bendera turun (descending flag), pola kesinambungan ini didahului arah gejala naik, bergerak agak menurun untuk melalui suatu titik tembus, meneruskan arah gejala naik tersebut. Untuk membentuk pola ini harus ada
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

102

Pasar Modal

paling sedikit tiga buah gelombang harga yang menyentuh garis penghambat dan pendukung yang berjalan agak sejajar; adalah baik untuk mengkonfirmasi dahulu selama dua atau tiga periode bahwa titik tembus adalah memang sah.

Pada baji naik (ascending wedge}, pola kesinambungan ini didahului arah gejala turun, bergerak agak naik untuk melalui suatu titik tembus, meneruskan arah gejala turun tersebut. Untuk membentuk pola ini harus ada paling sedikit tiga buah gelombang harga yang menyentuh garis penghambat dan pendukung yang berbentuk seperti baji; adalah baik untuk mengkonfirmasi dahulu selama dua atau tiga periode bahwa titik tembus adalah memang sah.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

103

Pasar Modal

Berbeda dari segitiga naik atau turun, maka segitiga simetris tidak mencakup garis arah gejala yang horisontal sebagai salah satu kaki pembatasnya, namun makna yang sama berlaku meskipun tenaga pendorong untuk menghasilkan titik tembus tidaklah sekuat seperti pada segitiga naik atau turun yang biasa.

Pada pola kepala dan bahu naik yang berada di pasar yang sedang menguat, maka kepalanya berada lebih rendah daripada kedua bahunya. Interpretasi gerak harga adalah juga seperti untuk pola versi gerak baliknya dan bisa dijadikan sebagai pedoman tindakan jual-beli.
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

104

Pasar Modal

Golongan Kesenjangan (Gaps) Apa yang disebut sebagai kesenjangan atau gap adalah lompatan antara harga tertinggi suatu periode ke harga terrendah pada periode berikutnya (gap up) atau sebaliknya (gap down). Bila terjadi pada pasar yang tidak begitu aktif atau dalam pola kongesti dengan volume rendah, maka tidak mengandung makna yang berarti sehingga disebut sebagai kesenjangan biasa atau common gap. Bila disertai volume tinggi, maka kita berbicara mengenai kesenjangan tembus (breakaway gap) dan diharapkan akan terjadi pergerakan harga yang lebih cepat ke arah penembusan tersebut. Bisa juga terjadi peningkatan volume pada suatu arah gerak harga, maka yang ditemukan dengan demikian adalah suatu kesenjangan lari (runaway gap). Kesenjangan demiikian bisa menghasilkan suatu sasaran harga (price objective) yang jaraknya diukur mulai dari titik kesenjangan dan panjangnya adalah sama dengan lembah atau puncak sebelumnya ke titik tersebut. Ada juga yang disebut sebagai kesenjangan pulau gerak balik (island reversal gap) yang dibatasi oleh suatu kesenjangan usai (exhaustion gap) dan kesenjangan tembus (breakaway gap) seperti menurut gambar di atas.

Garis arah gejala (trend line)

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

105

Pasar Modal

Bila sebagai pedoman perkembangan gerak harga, bisa dimanfaatkan posisi komponen penutupannya di garis periode untuk grafik batang, maka pengambilan keputusan jual-beli bisa juga dibantu dengan mengenali pola dasar yang sedang terbentuk. Kemudian petunjuk lain adalah arah gejala yang dinyatakan melalui garis lurus (trend line) yang ditarik dari kanan ke kiri mulai dari suatu puncak atau lembah yang menghubungi suatu puncak atau lembah lain lagi. Pada pasar yang melemah (bearish market) penghubungan puncak dengan puncak akan membentuk garis arah gejala menurun (down trendline) yang disebut juga garis penghambat (resistance line) karena penawaran nampak membatasi permintaan agar harga tidak naik sampai dorongan permintaan mengalahkan penawaran. Sebaliknya pada pasar yang menguat (bullish market) penghubungan lembah dengan lembah harus dilaksanakan sehingga kita berbicara mengenai garis arah gejala naik (up trendline) atau garis pendukung (support line). Semakin kecil sudut garis, dan semakin banyak puncak atau lembah saling berhubungan, maka semakin mudah pula bisa terjadi perubahan dari garis penghambat menjadi garis pendukung atau sebaliknya.

Garis arah gejala turun (down trendline) yang ditarik dari puncak A ke B terus sampai memotong grafik harga pada tanggal 23 September 98 kita mendapatkan pentunjuk membeli pada harga penutupan Rp375, maka tindakan beli tentu diambil pada hari berikutnya, namun dengan adanya perkembangan teknologi dalam bentuk komputer yang bisa menghitung dengan cepat, ada cara yang lebih canggih untuk mendapatkan sinyal jualbeli. Pengembangan selanjutnya terhadap garis arah gejala yang berbentuk lurus, adalah rata-rata arah gejala yang berbentuk lengkung atau

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

106

Pasar Modal

gelombang karena titik-titik harga rata-rata disambung satu sama lain. Harga rata-rata selama misalnya 10 hari dapat ditetapkan berupa suatu titik pada hari ke-11 dan seterusnya, jadi bila titik-titik demikian disambung satu sama lain, akan terbentuk garis lengkung yang disebut rata-rata bergerak (moving average) yang dalam hal ini dinamakan rata-rata begerak 10 hari (10 days moving average, dengan lambang MA-10). Rata-rata bisa dihitung secara aritmetik sebagai perhitungan paling sederhana (simple moving average) atau secara berbobot (weighted moving average) atau eksponensial (exponential moving average) yang lebih rumit dan pemakaiannya bergantung selera pemakainya. Bila pedoman garis gejala turun (down trendline) yang juga bisa disebut garis penghambat dalam gambar di atas, memberikan indikasi membeli pada tanggal 23 Sep 98 pada harga penutupan Rp375, maka petunjuk ratarata gejala sederhana (simple moving average) 10 hari, adalah untuk tanggal 18 Sep 98 pada Rp275 sehingga jelaslah bahwa analisis dengan rata-rata gejala adalah lebih akurat daripada hanya dengan garis gejala.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

107