P. 1
Askep Persalinan Normal

Askep Persalinan Normal

|Views: 1,181|Likes:
Dipublikasikan oleh Hendri Ty
asuhan keperawatan persalinan normal
asuhan keperawatan persalinan normal

More info:

Published by: Hendri Ty on Aug 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

perawatmasadepanku@blogspot.

com
Join With Us : Email : hendritriyulianto@gmail.com Facebook : Hendri Ty

Kunjungi dan D a p a t k a n !!! Kumpulan Askep Lengkap Hanya

Di

:

perawatmasadepanku@blogspot.com
F r e e D o w n l o a d & F r e e C o p y

Pembaca yang budiman, dimohon memberikan komentar, saran dankritik yang membangun…Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua…Aminn

Dapat kan kemudahan dalam mencari askep, dengan bergabungmenjadi member kami… Join With Us

Terima kasih …! Selamat membaca…!

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PERIODE INTRANATAL

DATA UMUM Nama Umur Alamat Pekerjaan Agama Suku Bangsa Status perkawinan Pendidikan terakhir : Ny. TW : 30 Tahun : Jakarta : Swasta : Islam : Betawi : Kawin : D3 Nama Suami : Tn D Umur : 32 Tahun Pekerjaan : Swasta Pendidikan Terakhir : S1 Tanggal Masuk RS : 31 Maret 2008 NO. RM : 17-91-37

DATA UMUM KESEHATAN 1. Tinggi/Berat badan : 165 cm/ 60 kg 2. Berat badan sebelum Hamil : 3. Masalah kesehatan khusus : ( - ) 4. Obat-obatan : ( - ) 5. Alergi ( Makanan/obat-obatan/bahan tertentu : ( - ) 6. Diet Khusus : ( - ) 7. Menggunakan alat bantu : gigi tiruan / kaca mata/kontak lensa /alat dengar,lain-lain : (- ) 8. Frekuensi BAB 1 x / hari, Masalah : ( - ) 9. Frekuensi BAK > 3x / hari, Masalah : ( - ) 10. Kebiasaan waktu tidur : Tidur Malam 7 jam, Tidur siang 2-3 jam, masalah gangguan tidur :(-) DATA UMUM MATERNITAS 1. 2. 3. 4. No. Kehamilan ini direncanakan : Ya Status Obstetricus : G2 P1 A0 , Usia Kehamilan : 38-39 minggu HPHT : 09 Juli 2007, Tafsiran Partrus : 16 April 2008 Jumlah anak di rumah : Jenis Cara Tempat BB Komplikasi Keadaan Umur kelamin Lahir Persalinan lahir Selama saat ini Dan proses penolong persalinan Laki-laki Spontan Di RS 2700gr (-) Sehat 4 thn

1.

2. Hamil ini. 5. Mengikuti kelas prenatal : Tidak dikaji 6. Jumlah kunjungan selama kehamilan ini : 7 kali 7. Masalah kehamilan yang lain : a. Trimester I : mual ( +),muntah ( +), tekanan darah tinggi ( - ), oedema tungkai (-) b. Trimester II : Mual ( + ) agak berkurang, masalah lain ( -) c. Trimester III : -

8. Masalah Kehamilan Sekarang ; Keluhan : merasa mules mulai jam 00.00, disertai flek kontraksi belum teratur, lendir darah sudah keluar, air ketuban ( -). 9. Kontrasepsi yang pernah dipakai dan masalah yang pernah dialami selama penggunaan alat kontrasepsi : tak terkaji 10. Makanan bayi sebelumnya ASI/PASI: Anak sebelumnya diberikan ASI sampai usia 2 tahun dan disertai PASI . 11. Pendidikan Kesehatan yang ingin Ibu dapatkan selama perawatan : 12. Setelah bayi lahir siapa yang diharapkan membantu : Suami dan orang tua serta keluarga lainnya. 13. Masalah persalinan yang lalu : ( - ) RIWAYAT PERSALINAN SEKARANG 1. Mulai persalinan ( kontraksi pervaginam ) Merasa mules-mules mulai jam 00.00 tanggal 31 Maret 2008, kontraksi belum teratur,lendir darah sudah keluar, air ketuban ( -). Selanjutnya pagi harinya tanggal 31 Maret 2008 dari IGD masuk di ruang VK jam 06.00 dengan keluhan kenceng-kenceng, lendir darah ( + ) , air ketuban ( - ), lokasi ketidaknyamanan pinggang menjalar ke perut dan terus meningkat, KU baik, TD 112/64 mmHg, N 112 X/mnt, RR 20 X/mnt, S 36,2 °C, pasien mengeluh nyeri, merintih dan nampak kesakitan, tidak ada oedema, dilakukan palpasi : Janin tunggal, letak memanjang,presentasi kepala, kepala masuk panggul , Tinggi fundus uteri : 3J6px, DJJ ( + ), letak Pu-Ka. 2. Keadaan kontraksi ( frekuensi dalam 10 menit, lamanya , kekuatan) : His 3 kali dalam 10 menit lamanya 40 – 70 mmHg,kontraksi teratur (jam 06.30 Wib). 3. Frekuensi dan kekuatan denyut jantung janin : 140 x/m, kekuatan : cukup kuat. 4. Pemeriksaan fisik:  Tanda vital : TD = 112/64 mmHg, Nadi = 112 x/m, Suhu = 36,2 ‘ C , P = 20 x/m  Kepala/ Leher : Oedema (-),conjungtiva anemis (-),sclera (-),penglihatan :dbn,kelenjar tiroid (-)vena jugularis(-),bekas operasi (-)  Dada ( Jantung ,paru-paru ) : Jantung : Tidak ada bising jantung , S1 dan S2 reguler.  Paru-paru :Simetris ki/ka,wheezing (-),ronchi(-)  Payudara :Lunak,Putting susu teraba kencang,ASI belum keluar.  Abdomen : Terdapat striae gravidarum, Tinggi fundus uteri 3j6px.  Kontraksi : His kuat, teratur, DJJ : ( + )  Ekstremitas : Tanda Homan ( - ), varises (-),oedema (-)  Refleks : + /+. 5. Pemeriksaan Dalam Jam Dilakukan Oleh Pemeriksaan 06.30 Bidan R Hasil KU : Tenang, Pembukaan 2 – 3 cm,portio lunak, selaput ketuban ( + ), presentasi kepala , kepala masuk panggul, H1 – H2,lendir darah ( + ), Air ketuban ( - ) Kesimpulan : Second gravid, aterm dlm persalinan kala I fase laten His kuat, DJJ ( + ) , portio tipis , pembukaan

10.30

Dokter

8cm, ketuban ( + ), presentasi kepala, H 2, lender darah ( + ), air ketuban ( -) Kesimpulan : Second gravid, hamil aterm,dlm persalinan kala I fase aktif. 6. Ketuban Utuh, pecah ( - ) 7. Laboratorium : Tanggal dan jenis Hasil pemeriksaan Interpretasi pemeriksaan normal (- ) (-) Tidak dilakukan pemeriksaan 8. Therapi yang diberikan : Tanggal 31 Maret 2008 Jenis therapi Pospargin PP Rute therapi IM IM dosis 1 amp 1 juta Ui Indikasi therapi kontraksi His Mencegah infeksi

DATA PSIKOSOSIAL 1. Penghasilan keluarga tiap bulan : tidak dikaji. 2. Bagaimana perasaan anda terhadap kehamilan sekarang : Ibu mengatakan bahwa kehamilan ini memang direncanakan, dan merasa bahagia akan kelahiran putra/i ini. 3. Bagaimana perasaan pasangan terhadap kehamilan sekarang : Tidak dikaji 4. Jelaskan respon sibling terhadap kehamilan sekarang : tidak dikaji.

LAPORAN PERSALINAN 1. Kala I : Tanggal 31Maret 2008

Jam Jam.07.30

Jam 09.00

Jam 10.30

Hasil Observasi His ( + ), frekuensinya 3 menit, lamanya 40 detik, kekuatan sedang, air ketuban ( - ),DJJ 147 X/mnt, lokasi ketidaknyamanan pinggang menjalar ke perut dan terus meningkat, pasien mengeluh nyeri , merintih dan tampak kesakitan, kepala turun di H1 – H2, Vital Sign : TD : 110/80 mmHg, N : 100 x/m, R : 24 x/m, SB : 36,5 °C KU : Tenang, His ( + ), 4 menit, lamanya 35 - 40 detik, kekuatan his : semakin Kuat, air ketuban ( - ), Vital sign : TD : 110/80 mmHg, N : 88 x/m, R : 24x/m, SB : 36,4’C, DJJ : ( + ), 148 X/mnt, teratur. His ( +) frekuensi 3- 4 menit, lamanya 30 – 100

Jam 11.45

mmHg, kekuatan His : cukup kuat, pembukaan 8 cm, selaput ketuban ( +), DJJ ( + ), portio tipis , pembukaan 8cm, ketuban ( + ), presentasi kepala, H 2, lender darah ( + ), air ketuban ( -) His ( +) frekuensi 3 - 4 menit, lamanya 40 -45 detik,kekuatan His : kuat, ibu tampak ingin mengejan , pembukaan lengkap, selaput ketuban ( +), pecah sendiri, DJJ ( + ), pimpin persalinan

Analisa data : 1. DO : pasien tampak meringis dan merintih saat kontraksi. DS : pasien mengatakan nyeri pada saat kencang-kencang, rasa tak nyaman pada pinggang, menjalar keperut dan terus meningkat. DX Keperawatan : Nyeri akut b.d tekanan/regangan pada bagian presentasi 2. DO : pasien dilakukan pemeriksaan dalam (VT) stiap 4 jam. DS : DX Keperawatan : resiko infeksi b.d pemeriksaan vagina berulang.

2. Kala II Tanggal 31Maret 2008

Jam Jam.11.45

Jam 11.50

Hasil Observasi Ibu tampak ingin mengejan , anus membuka, perineum menonjol, His ( + ), frekuensinya 2 – 3 menit, lamanya 45 -50 detik, kekuatan His ; Kuat, VT : Pembukaan lengkap, kepala turun di H 3- H4 , presentasi kepala, urine ( - ) Ibu dipimpin untuk mengejan. Lahir bayi laki-laki, spontan, BBL : 2855 gr,PBL : 50 cm, LK/LD : 30/ 30 cm, A/S : 8 – 9 , Bayi Normal , tidak ada cacat bawaan.

Keadaan Umum Bayi baru Lahir : Berat badan : 2855 gram Panjang badan : 50 cm Lingkar kepala : 30 cm Lingkar dada : 30 cm Lingkar perut : 28 cm APGAR SCORE ;

NO. 1.

Tgl/Jam Tgl 31 Maret 2008,jam 11.50

Karakteristik yg dinilai Denyut jantung Pernafasan Refleks Tonus otot Warna kulit

1 menit 2 2 1 2 1

5 menit 2 2 1 2 2

Total 1 menit : 8 menit, 5 menit : 9 Kesimpulan : AS Baik. Analisa Data : 1. DO : Pasien tampak merintih dan menangis saat mengejan. DS : DX Keperawatan : Nyeri b.d. Fisiologis: Proses persalinan

3. Kala III Tanggal 31 2008 Jam Maret Jam.10.30 Hasil Observasi Kontraksi uterus ( + ), baik, plasenta dilahirkan secara spontan lengkap, bentuk oval, insersi sentral, perdarahan 100 cc,selaput ketuban utuh, Vital sign : TD : 120/80 mmHg,N : 94 x/m.

Analisa Data : 1. DO : Pasien tamapak meringis DS : Pasien mengatakan nyeri pada bagian pinggang dan perut dan vagina DX Keperawatan : Nyeri b.d. Fisiologis: Involusi uterus, luka episiotomi. 2. DO : terdapat luka epis DS : DX Keperawatan : Risiko infeksi b.d. Trauma jalan lahir (luka episiotomi).

4. Kala IV : Tanggal 16 mei 2003 Jam Jam 13.35 Hasil Observasi Kontraksi uterus baik, TFU 2jari bawah pusat, perdarahan pervaginam ±50 CC, luka epis baik. Vital sign : TD : 120/80 mmHg,N : 84 x/m, R 24 x/m, SB : 36,4 ‘C.

Analisa Data : 1. DO : Pasien tampak lemes DS : pasien mengatakan badan terasa lemes DX Keperawatan : Fatigue b.d. Proses persalinan.

KALA I
No Jam 1 31-042008 07.00 Dx. Kep Nyeri b.d. Fisiologis: his dan penurunan kepala ke panggul. Tujuan Setelah 6 jam tindakan keperawatan ibu mampu beradaptasi dengan nyerinya Kriteria: Ibu mampu melakukan pursed lip breathing. Tidak mengejan sebelum waktunya. Intervensi 1. Managemen nyeri  Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif yang meliputi lokasi, karakteristik, awitan, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau berat dan faktor presipitasi  Ekspresikan penerimaan tentang nyeri  Kurangi rasa takut dengan meluruskan setiap misinformasi 2. Manajemen lingkungan  Implementasikan tindakan untuk kenyamanan fisik seperti menciptakan suasana yang nyaman, meminimalkan stimulasi lingkungan  Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: gunakan kipas angina/AC, Kipas biasa dan menganjurkan ibu mandi sebelumnya 3. Edukasi : prosedur/perawatan  Demonstrasikan pereda nyeri non invasif/ non farmakologis : massage, distraksi/imajinasi, relaksasi, pengaturan posisi yang nyaman  Jika ibu tsb tampak kesakitan dukungan/asuhan yang dapat diberikan; lakukan perubahan posisi, sarankan ia untuk berjalan, dll.  Anjurkan ibu untuk tidak mengejan Implementasi 07.30  Mengkaji nyeri klien: PQRST.  Mengatur lingkungan yang nyaman: Menyarankan penunggu satu orang bergantian, membersihkan tempat tidur ibu, menjaga ibu tetap kering. 10.00  Mengajarkan ibu untuk melakukan nafas dalam ketika his timbul.  Menganjurkan ibu untuk merubah posisi tidur miringmiring.  Menganjurkan ibu untuk tidak mengejan sebelum dianjurkan. Evaluasi Jam 11.30 Subyektif :  Ibu mengatakan nyeri semakin hebat dibandingkan beberapa jam sebelumnya.  Ibu mengatakan meskipun nyerinya terasa tapi akan berusaha untuk bertahan. Obyektif  Ekspresi meringis menahan sakit.  Tampak gelisah.  Mampu melakukan nafas dalam ketika timbul his.  Tidak mengejan sebelum pembukaan lengkap.  Sering mengubah posisi tidur.  Tanda vital: TD: 110/80 mmHg, N: 98 x/mnt, R: 24 x/mnt, S: 36,2 oC. Assesment Rasa nyeri semakin kuat dan sering, ibu mampu beradaptasi dengan kondisinya. Planing  Berikan support ibu untuk tidak mengejan sebelum waktunya.  Dampingi ibu sampai pembukaan lengkap.  Evaluasi nyeri his.

2

07.30

Resiko infeksi b.d. pemeriksaan dalam berulang.

Setelah tindakan 3 jam ibu menunjukkan menunjukkan kontrol terhadap infeksi. Kriteria: Ibu bebas dari tanda dan gejala infeksi. Ibu mampu menjelaskan tanda dan gejala infeksi.

sebelum pembukaan lengkap Anjurkan ke keluarga intuk mendampingi dan melakukan massage pada punggung atau paha ibu 1. Kontrol infeksi  Terapkan pencegahan universal  Berikan hygiene yang baik. 2. Proteksi infeksi  Monitor tanda dan gejala infeksi lokal/sistemik  Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.  Gunakan sarung tangan steril dalam tindakan pemeriksaan dalam.  Pertahankan kesterilan selama melakukan tindakan 3. Monitor tanda vital  Pantau suhu tubuh dan denyut nadi tiap 8 jam 4. Managemen lingkungan  Jaga kebersihan tempat tidur, lingkungan 5. Pendidikan kesehatan  Berikan penjelasan tentang mengapa klien menghadapi risiko infeksi, tanda dan gejala infeksi 6. Administrasi medikasi  Berikan antibiotik sesuai program 

07.30  Mengukur tanda vital.  Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan  Menganjurkan agar orang terdekat saja yang menunggui 11.00  Mengukur tanda vital.  Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.  Menggunakan sarung tangan steril saat melakukan pemeriksaan dalam.

11.00 Subjektif  Ibu mengatakan mengerti adanya resiko infeksi karena ketuban sudah pecah. Objektif  Tanda vital: TD: 110/80 mmHg, N: 98 x/mnt, R: 24 x/mnt, S: 36,4 oC.  Tidak terdapat tanda-tanda infeksi. Assessment  Tidak ada tanda-tanda infeksi Planning  Pertahankan kesterilan saat melakukan tindakan.  Pantau tanda-tanda infeksi.  Anjurkan ibu dan keluarga untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya.

KALA II
No Jam 1 31-0308 Jam 11.45 Dx. Kep Nyeri b.d. Fisiologis: Proses persalinan. Tujuan Setelah 15 menit tindakan keperawatan ibu mampu beradaptasi dengan nyerinya Kriteria: Ibu mampu mengatur pola nafas ketika meneran. Ibu mampu meneran dengan tepat dan benar. Tidak terjadi ruptur di perineum. Intervensi 1. Managemen nyeri  Kurangi rasa takut dengan meluruskan setiap misinformasi  Berikan bantal pada bawah punggung dan Bantu support kedua tungkai ibu.  Bantu memimpin pola nafas ibu.  Anjurkan ibu utk merilekskan otot dasar pelvis. 2. Manajemen lingkungan  Implementasikan tindakan untuk kenyamanan fisik seperti menciptakan suasana yang nyaman, meminimalkan stimulasi lingkungan 3. Edukasi : prosedur/perawatan  Demonstrasikan pereda nyeri non invasif/ non farmakologis : massage, distraksi/imajinasi, relaksasi, pengaturan posisi yang nyaman.  Anjurkan ibu mengatur pola nafas :sebelum meneran tarik dua kali nafas dlm lalu baru meneran, ulangi lagi sampai berakhirnya kontraksi dan berhenti meneran  Anjurkan pada ibu untuk konsentrasi saat meneran 4. Edukasi : proses penyakit  Berikan penjelasan tentang penyebab timbulnya nyeri Implementasi 1145  Membantu ibu mensupport tungkai.  Membantu memimpin meneran.  Menganjurksn ibu untuk merilekskan otot dasar pelvis  Memberikan dukungan pada ibu dengan memberikan semangat.  Melibatkan suami dalam proses kelahiran (menemani ibu). Menganjurkan ibu mengatur nafasnya: selalu mengambil nafas dalam untuk mengisi awal dan akhir kontraksi dan keluarkan perlahan-lahan, mengejan panjang dan kuat, ketika diminta menahan tidak mengejan dulu menganjurkan ibu untuk berusaha rileks kepala bagian belakang bersandar. Evaluasi 11.50 Subjektif  Ibu mengatakan sakit ketika meneran. Objektif  Ibu tampak meringis menahan sakit.  Pola nafas ibu teratur.  Ibu mampu meneran dengan tepat. Assesment  Ibu mampu beradaptasi dengan nyerinya. Planing  Monitor nyeri ibu.  Anjurkan ibu untuk ettap mengatur pola nafas dan minta suami terus memberikan dukungan.  Berikan informasi mengenai keadaan bayinya.

KALA III
No Jam 1 11.55 Dx Kep Nyeri b.d. Fisiologis: Involusi uterus, luka episiotomi. Tujuan Setelah tindakan 15 menit ibu mampu beradaptasi dengan nyerinya. Kriteria: Tampak tenang. Menyatakan dapat menahan nyeri. Intervensi 1. Managemen nyeri  Monitor pelepasan plasenta.  Lakukan pemijatan pada fundus uteri.  Lakukan perawatan/memperbaiki perineum.  Anjurkan ibu untuk menggunakan tehnik nafas dalam untuk mengurangi rasa nyeri  Anjurkan suami/keluarga untuk menemani ibu. 2. Manajemen lingkungan  Implementasikan tindakan untuk kenyamanan fisik seperti menciptakan suasana yang nyaman, meminimalkan stimulasi lingkungan 3. Edukasi : prosedur/perawatan  Demonstrasikan pereda nyeri non invasif/ non farmakologis : massage, distraksi/imajinasi, relaksasi, pengaturan posisi yang nyaman  Anjurkan pada ibu untuk konsentrasi saat meneran  Beri dukungan pada ibu untuk beradaptasi dengan bayi. 7. Infection control  Terapkan pencegahan universal.  Berikan hygiene yang baik.  Jahit luka dengan teknik aseptic Implementasi 11.55  Melakukan monitor pelepasan plasenta.  Memberitahu ibu jenis kelamin dan keadaan bayinya.  Melakukan masase fundus uteri.  Melakukan observasi perineum.  Memimpin ibu melakukan nafas dalam.  Menganjurkan keluarga untuk menemani ibu.  Menganjurkan suami untuk melakukan masase pada putting ibu. Evaluasi 12.00 Subjektif  Ibu mengatakan perutnya terasa melilit dan mules juga terasa nyeri pada jalan lahirnya. Objektif  Tanda vital: TD: 120/84 mmHg, N: 94 x/m, R: 24 x/mnt, S: 36,4 oC.  TFU 2 jari di bawah pusat.  Ekspresi menahan nyeri.  Dilakukan kateterisasi urine keluar  Kontraksi uterus (+), kuat.  Plasenta lahir spontan lengkap, Perdarahan 50 cc.

 Mengatur suhu ruangan (menghidupkan kipas angin) dan membatasi penunggu ibu. Assesment  Mengukur tanda-tanda vital.  Nyeri masih aktual.

Planning  Monitor tanda vital.  Lakukan pengkajian nyeri.  Anjurkan penggunaan nafas dalam dan distraksi (diajak bicara).

2

11.55

Risiko infeksi b.d. Kontrol infeksi Trauma jalan lahir selama perawatan 3 (luka episiotomi). hari. Kriteria: Tidak terdapat tanda-

11.55  Melakukan toileting luka sebelum menjahit.  Melakukan observasi luka

12.00 Subjektif  -

tanda infeksi.

 Jaga kesterilan alat yang digunakan.  Gunakan sarungtangan steril dalam melakukan rindakan. 8. Infection protection  Monitor tanda dan gejala infeksi lokal/sistemik  Amati faktor-faktor yang menaikkan infeksi/memperlambat penyembuhan luka : infeksi luka, nutrisi dan hidrasi tidak adekuat, penurunan suplai darah. 9. Vital sign monitoring  Monitor tanda vital. 10. Incision site care  Rawat luka post episiotomi dengan cara steril.  Pantau kondisi luka, waspadai tanda-tanda infeksi 11. Health Education  Berikan penjelasan tentang mengapa klien menghadapi risiko infeksi, tanda dan gejala infeksi 12. Administrasi medikasi  Berikan antibiotik sesuai program

    

episiotomi. Menjahit luka dengan teknik aseptik. Menjaga kesterilan alat. Memakai sarung tangan streril. Mengukur tanda vital. Menjaga kebersihan luka dan tempat tidur ibu.

Objektif  Luka episiotomi sepanjang 3 cm.  Dilakukan jahitan dengan cat gut dan zide sebanyak 4.  Tanda vital: TD: 120/84 mmHg, N: 90 x/mnt, R: 22 x/mnt, S: Afebris.  Tidak terdapat tanda-tanda infeksi.  Luka tampak basah. Assessment  Tidak terjadi infeksi. Planning  Gunakan teknik aseptic dalam perawatan luka.  Berikan antibiotik sesuai order.  Anjurkan ibu untuk menjaga hygiene.

KALA IV
Jam Dx Kep Tujuan Intervensi Implementasi Evaluasi

N o
1 12.30 Fatigue b.d. Proses persalinan. Ibu mampu melakukan konservasi energi stelah tindakan 6 jam. Kriteria: Ibu menyatakan lelah berkurang. Ibu mampu mengatur pola istirahataktivitas. 1. Konservasi energi  Monitor tingkat kelemahan ibu.  Monitor tanda-tanda vital ibu.  Berikan periode istirahat yang cukup.  Fasilitasi ibu untuk istirahat.  Berikan makanan/nutrisi pada ibu.  Berikan tambahan minuman peroral pada ibu  Berikan suplai oksigen yang cukup bagi ibu.  Ciptakan lingkungan yang tenang.  Batasi aktivitas ibu.  Libatkan keluarga untuk memberikan support. 12.30  Mengukur tanda vital.  Memonitor tingkat kelemahan.  Membersihkan ibu dan mengembalikan ke ruang istirahat.  Menganjurkan ibu untuk mencona istirahat.  Menganjurkan ibu untuk makan dan minum. 13.35  Menjaga ketenangan ruangan.  Menganjurkan kepada ibu untuk tidak banyak bergerak dulu. 13.45 Subjektif  Ibu mengatakan masih merasa lungkrah, rasanya ingin tidur. Objektif  Tampak lemah.  Tanda vital: TD: 120/80 mmHg, N: 90 x/mnt, R: 22 x/mnt, S: 36,7 oC.  Mau makan dan minum.  Tampak tenang, tidur bersama bayinya. Asessment  Tujuan belum tercapai. Planing  Lanjutkan intervensi.  Fasilitasi ibu untuk beristirahat: Jaga ketenangan ruangan, kebiasaan sebelum istirahat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->