Anda di halaman 1dari 39

BAB I STATUS PSIKIATRIKUS

Tanggal Masuk : 3 Mei 2012 STATUS PASIEN JIWA Nama : Tn. Nuri Susanto Laki-laki/Perempuan Tempat Lahir : Kuamang Kuning Warga Negara : Indonesia Suku Bangsa : Jawa Pekerjaan : Pelajar

Tanggal lahir/umur : 10 Januari 1997/15 tahun Status Perkawinan Agama : Belum Menikah : Islam

Tingkat Pendidikan : SMP Dikirm Oleh: Keluarga Nama Mahasiswa (NIM) :

Chakra Putra Pratama (04104705340) Dheevan Thamil Chelvan (04108705123) Rikardo Ladesman LT (040810011073) Netta Lionora (04081001104) Bella Oktaviani (0408100039)

Dokter Supervisor/yang mengobati Bangsal Kegiatan

: : :

dr.Laila Sylvia, Sp.KJ

Presentasi Kasus

STATUS PRESENS TANGGAL : 3 MEI 2012 STATUS INTERNUS Keadaan Umum Sensorium : Nadi TD : : Compos Mentis Suhu 88x/menit 110/80 mmHg Pernafasan Turgor : : : 36,8oC 18x/menit Baik Berat Badan Tinggi Badan Status Gizi : : : 45 kg 160 cm Cukup

Sistem kardiovaskular Sistem Respiratorik Sistem Gastrointestinal Sistem Urogenital Kelainan Khusus

: Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelianan : Tidak ada

STATUS NEUROLOGIKUS Urat Syaraf Kepala (Panca Indera) Gejala Rangsang Meningeal : Tidak ada kelainan : Tidak ada

Gejala Peningkatan Tekanan Intrakranial : Tidak ada Mata : - Gerakan : Gerakan baik ke segala arah, tidak ada kelumpuhan/nistagmus : Baik, tidak normal : Bentuk Ukuran : Bulat, isokor : 3mm/3mm ada diplopia, visus

- Persepsi Mata

- Pupil

Refleks Cahaya : +/+ Refleks Konvergensi : +/+ - Refleks Kornea : +/+ - Pemeriksaan Oftalmoskop Motorik: - Tonus - Koordinasi - Turgor - Refleks - Kekuatan Sensibilitas Susunan saraf vegetatif Fungsi luhur Kelainan khusus : eutoni : baik : baik : Refleks fisiologis +/+ ; Refleks patologis -/: Kekuatan otot lengan 5/5; otot tungkai 5/5 : Tidak ada keainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN LABORATORIUM YANG DIPERLUKAN Urine Rutin Tinja Rutin : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan Khusus : Tidak dilakukan Khusus : Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN ELEKTROENSEFALOGRAM (EEG) TIDAK DILAKUKAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI BRAIN COMPUTERIZED TOMOGRAPHY SCANNING (CT-SCAN OTAK)

TIDAK DILAKUKAN

STATUS PSIKIATRIKUS ALLOANAMNESIS Diperoleh dari Umur Alamat dan Nomor Telepon : Tn. Sutrisno : 31 tahun : Jl. Taruma Negara, Lembah Kuning, Muara Bungo Pendidikan Hubungan dengan pasien : SMA : Kakak Ipar

1. Sebab Utama 2. Keluhan Utama 3. Riwayat perjalanan Penyakit:

: Marah-marah :-

+ Sejak 1 minggu yang lalu, os mulai mengaku mendengar suara laki-laki yang menyuruh os untuk bunuh diri. Namun os menolaknya. + 3 hari yang lalu, os mulai mengalami perubahan perilaku ketika anak dari kakak os meninggal. Os mulai suka marah-marah dengan orang seitar. Semenjak itu juga os mulai berpikir bahwa orang tua os mulai dirasuki jin dan timbul suara-suara untuk membuktikannya dengan menekan telapak tangan. Os mulai beranggapan semua orang tidak suka terhadap dirinya dan berusaha membunuhnya, memusuhi os. Os beranggapan bahwa tindakannya dirumah untuk meluruskan permasalahan keluarganya. Os tampak sering menangis sendiri, berbicara tidak nyambung. Makan/minum (+), mandi(+), kurang tidur, os dibawa berobat ke RSJ Jambi.

Sekitar 8 bulan yang lalu, os kecelakaan lalu lintas, os sempat dirawat dengan patah tulang kaki dan trauma kepala. Saat itu os pernah dijanjikan untuk dibelikan sepede motor, namun sampai sekarang os belum juga dibelikan.

4. Riwayat hidup dan gambaran kepribadian premorbid Bayi Anak Remaja : Lahir cukup bulan, ditolong dukun, spontan, langsung menangis : Banyak teman, tertutup : Banyak teman, tertutup

5. Riwayat Perkembangan Organobiologik - Os pernah kecelakaan dengan trauma kepala, pingsan, langsung sadar, 8 bulan yang lalu disertai dengan laserasi dan fraktur pada tungkai kanan. Dari hasil pemeriksaan di RS os dikatakan patah tukang pada kakinya dan dilakukan operasi pemasangan pen pada tulang pahanya, tidak ada kelainan di kepala. - Riwayat Kejang (-) 6. Riwayat penggunaan Alkohol dan NAPZA Riwayat mengkonsumsi alkohol dan NAPZA disangkal 7. Riwayat Pendidikan SD SMP : Tamat, selalu naik kelas dan mendapat peringkat 5 besar : Saat ini kelas II SMP Kelas I SMP, os naik kelas dan mendapat peringkat Kelas II SMP, os semenjak kecelakaan mengalami penurunan prestasi 8. Riwayat Pekerjaan 9. Riwayat Pernikahan 10. Riwayat Sosioekonomi : os belum pernah bekerja : os belum menikah :

Kedua orang tua os bekerja sebagai penyadap karet (kebun karet milik orang lian), os tinggal di rumah sendiri. Kesan sosioekonomi: menengah ke bawah

11. Riwayat Keluarga

Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga disangkal Pola asuh : os diperlakukan secara wajar dan adil antar saudara Hubungan antar keluarga: Os cukup dekat dan kurang terbuka terhadap kakak antar saudara perempuannya. Kedua orangtua, os sering bertengkar.

AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI Selama dilakukan autoanamnesis juga sekaligus dilakukan observasi atas sikap dan tingkah laku pasien (bagaimana ekspresi wajah, sikap, dan tingkah laku pasien selama berbicara atau menjawab pertanyaan yang diajukan). Sebelum melakukan pemeriksaan ini, pemeriksa sudah menguasai kerangka yang terdapat pada IKHTISAR DAN KESIMPULAN AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI (pada halaman 10), agar pemeriksa dapat menangkap dan mengenal gejala-gejala psikopatologi yang muncul. Selama autoanamnesis berlangsung, gunakan bahasa yang dimengerti oleh pasien dan jawaban pasien sedapat-dapatnya ditulis dalan kata-kata asli dari pasien (secara verbatim). Gejala-gejala psikopatologi yang tidak muncul secara spontan dapat dilakukan wawancara secara terpimpin, namun usahakan tidak bersifat sugestif. Hasil autoanamnesis dan observasi ditulis dalam protocol, tulislah yang perlu-perlu saja. Cerita pasien yang tidak perlu diberi tanda . Yang memisahkan antara bagian cerita pasien yang ditulis sebelum dan sesudahnya. Hasil autoanamnesis dan observasi ditulis dalam protocol seperti di bawah ini: Kalimat ucapan ditulis dalam tanda petik dan hasil observasi yang berkaitan ditulis dalam tanda kurung ( ) di belakang kalimat tersebut. Sebelum penulisan protocol tersebut, terlebih dahulu dedkripsikanlah keadaan dan penampilan pasien ketika ditemui untuk diajak wawancara. PEMERIKSA PASIEN INTERPRETASI (PSIKOPATOLOGI) Hallo, perkenalkan saya Ya nama saya Nuri Dokter Muda Chakra. (Os berpenampilan cukup rapi dan bersih, membalas tangan sambil Maaf Anda siapa? (Pemeriksa sambil Nuri berapa? Sekolah ya? Alamat rumah dimana? Sama siapa ke sini? Ya kelas 2 SMP. Kuamang kuning SpB. Sama kakak, paman. Orientasi personal baik Orientasi terhadap orang baik ya, Kontak mata,fisik, dan verbal baik. Adekuat Kooperatif Orientasi personal baik Daya ingat j. panjang baik Verbalisasi cara bicara lancar dan jelas

tersenyum jabat

mengulurkan tersenyum) umurnya Umur saya 15 tahun.

tangan untuk bersalaman)

Naik apa ke sini? Kamu tahu ini dimana? kesini kenapa Nuri? (sambil penderita) menepuk

Naik

mobil

tadi

saya Daya ingat baik

dianter. Ya ini ada di RSJ, Jambi Orientasi tempat baik Ya, kamu tahu dibawa Ya, saya dibawa ke sini Tilikan terganggu karena saya dipaksa ngaku bahu saya salah, saya mau

buktikan kalau saya benar, maka saya datang ke sini, ke dokter biar semua tahu.

Ya, katanya kamu suka Ya saya tidak marah- Waham presekutorik marah-marah dan mukul? marah. Saya tahu kedua orang tua saya itu bukan orang tua saya lagi, banyak orang dengan yang tidak suka ingin

saya,

membunuh saya. Kamu tekan seperti itu, (Os mulai menangis) kamu sayang dengan orang Saya sayang sama bapak tuamu? saya sama ibuk saya juga sayang nian. (Os sedu) Kalau saya maunya duaduanya tidak bertengkar, saya yang nengahin Jadi kamu mukul untuk Biar nggak bertengkar kan nengahin? semua. (Os sedu) Ya, saya lanjut ya, jadi Jadi dilihat dari matanya, Waham presekutorik. yang kamu pikir, mereka matanya itu udah kaya lain. bukan orang tuamu Matanya itu udah beda. Terus saya itu berpikir saya darimana pikirannya? menangis tersedumenangis terseduAfek labil

pegang sininya. (sambil memegang sela jari I dan II tangan kiri dengan ibu jari tangan kanan dan telunjuk di bawahnya). Ada ilmu-ilmunya kan di pencak sakit ... Ya, nggak ada yang sakit, Ya, ayah. kalau nggak ada yang sakit itu berarti siapa? Ayahmu? Tapi kalau sakit itu bukan Ya, bukan ayah. ayahmu? Kalau dengan keluarga Keluarga tekan seperti itu juga? nggak Pak. Sakit nggak kira-kira? Ya terus? Kalau saya sakit berarti Waham presekutorik saya bohongSaya nggak Asosiasi longgar mau pihak satu sama lain tetap nggak percaya sama saya, Bukannya sakit kalau Tidak Pak, kalau sakit Waham bizzare berarti telah dikendalikan jin Pak dari dalam diri. Coba kamu tekan jarimu Tidak Pak, tidak sakit sendiri, sakit nggak? Kamu tekan seperti itu, (Os mulai menangis) kamu sayang dengan orang Saya sayang sama bapak tuamu? saya sama ibuk saya juga sayang nian. Afek labil ditekan di sana Nuri? saya? Kalau silat itu, kalau

positif di sini pasti terasa

yang lain ada juga kamu saya ditekan seperti ini,

(Os menangis tersedu-sedu)

Kalau saya maunya duaduanya tidak bertengkar, saya yang nengahin Jadi kamu mukul untuk Biar ngak bertengkar kan nengahin? Jadi, kamu tekan semua.
(Os menangis tersedu-sedu)

ya Ya

jarinya ibu? Sejak kapan kamu mulai Mulai sore bergitu? Sore kapan? Sore hari kemarin. Yang Asosiasi longgar lebih Kemarin? Gimana itu? Pas kamu tekan, menjerit ya? parah itu malam kemarin. Ya ini tadi malam ini. jerit, terus Asosiasi longgar dia Dia saya Tilikan terganggu

berusaha itu malah kaki saya itu digigit, disergap?

Kira-kira kamu tahu Ya tahu karena saya ini Tilikan terganggu kenapa kamu disini? tetap disalahin terus saya Asosiasi longgar ini gak kepingin disalah- Waham presekutorik salahin sama orang, saya ini tetap jalan saya ini jalan lurus. Pihak-pihak nggak ada yang rebut. Ya, ya, terus? Terus saya itu mempunyai Waham grandiosa

iman lebih tinggi itu, kalo Asosiasi longgar tidak kemarin saya itu udah meninggal. Saya itu tidak ada nuding-nuding sama Jadi nggak sakit waktu Iya kemarin digigit?

10

Kamu ada yang ngejar- Nggak ada ngejar? Yang jahat sama kamu Sekarang, nggak ada ada nggak? Orang tua kamu yang Itu ya sudahlah. kamu Ya, mereka nggak? Kalo kemarin? Terus? Iya Ya pokoknya itu saya kalo Logore itu pikir maksud dia bukan itu Kayaknya kalo mulai orang tuamu saya kamu sekarang nggak

jahatin

ibaratnya

ngambil jalan kanan yang kiri itu mau Maksud kamu jalan kanan Ya jalan kanan itu jalan kiri itu apa? kebaikan dan jalan kiri itu jahat. Saya nggak mau duaduanya. Saya itu maunya lurus-lurus saja. Ada nggak denger-denger Tadi? suara? Ya sekarang, tadi, Kalo tadi sama kemaren Halusinasi auditorik (+) itu sering suaranya itu kemaren, ada?

dikit-dikit mati, dikit-dikit mati nggak nyusul mbah. Mbah saya itu kan udah meninggal. Nah Terus? Disuruh apa lagi? Disuruh tekan tangan.

Kalo ada yang melihat seperti itu tekanlah

tangannya. Bacakan ayat AlQuran 2x. ...

11

Ada yang suruh kamu Dulu ada untuk bunuh diri? Kapan?

Halusinasi auditorik (+)

Waktu hari senin, ibu kan Sirkumtansial (+) habis pulang dari mesjid, ....Subuhnya itu saya

melihat ceramah. Sekarang ada yang nyuruh Nggak sekarang itu nggak kamu bunuh diri ? Apakah pikiran pernah kamu ada merasa Nggak ada dimasuki Thought of insertion (-)

oleh pikiran kamu sendiri atau pikiran orang lain? Kalau pikiran kamu Ya kalo itu ada. Waktu Siar pikiran

didengar orang lain ada? saya dikasih air minum di Asosiasi longgar Kapan? tempat pak minarno Waham presekutorik

ibaratnya itu kalo udah ada ilmu itu minum air yang kalo minum air sama

makan itu nggak sesuai dengan ilmu orang lain. Waktu saya dikasih air minum itu kayak ada yang nendang-nendang di batin saya. Trus saya sholat, berdoa sama Gusti Allah. Waktu saya sholat itu. saya merasa diasingkan. Diasingkan? Ya, tapi saya itu tau Asosiasi longgar

meskipun diasingkan saya Waham presekutorik itu tenang Taunya dari mana? Taunya itu udah positif. Asosiasi longgar

Itu tu kan, itu tu dulur saya, Mood Labil orangtua saya itu

12

seandainya ...

kalau

itu

perasaanya itu gimana

(os mulai menangis)

Dimasuki orang?

Ya,

terus

saya

itu Asosiasi longgar (+)

kepinginnya rileks. Udah berusaha ngilangin tetap gak bisa tapi kalau sama orang lain yang itu gak percaya kalau saya itu

dimasukin orang.

Ada mereka ngomong sama kamu? gak percaya sama

Ada Komentarnya kadang allah itu kadang-

Waham presekutorik Asosiasi longgar sirkumtansial

kamu? Gimana komentarnya?

dimana-mana

duri tak cilik neni piro to Waktu saya ke rumah pak januar ngomong alah ilmu mu ini sak piroro cakmana ini sakpiro

Iyo, pak, aku nggak papa, trus saya itu pergi. Saya ke sana tetap diasingkan kesini juga diasingkan, trus saya tahu

banyak ya bukan.terus saya berdoa sama Gusti Allah Kamu tahu kamu diasingkan darimana? Mereka yang Mereka yang menjauh Waham preseutorik

ngomong sama kamu atau mereka yang menjauh?

13

Mereka yang menjauh?

He emh (Sambil kepala) Kecuali kalau saya kenyataan. Terus orang itu langsung menganggukkan

Logore Asosiasi longgar Waham presekutorik

menjauh kalo saya ngomong salah.... Kamu kemarin itu kira-kira kalau mukul orangtua itu, Kalau mukul orangtua, ibu, itu kan orangtua itu. Blocking

orangtua kamu gimana? Jadi? Gak boleh. Kalau di pencak silat dianjurkan, tapi saya tetap gak baik. Hem, begitu, kenapa pencak silat dianjurkan? Kan mereka orang tua kan ? Tapi itu orang tua kamu? Ya bukannya kayak gitu mas, sebenarnya kalo orang itu Asosiasi longgar Logore Sirkumtansial Waham presekutorik Waham grandiosa Discrimintaive judgement baik

sudah kerasukan.... Bukan. Pola pikirnya itu sudah jauh. ... Karena saya tau matinya saya bukan ..

Kamu tau nggak dibawa sama keluarga kamu ini kenapa? Kenapa kamu dibilang gila?

Mau mastikan saya itu gila tau tidak Saya itu biarlah biar nanti dibuktikan saya itu gila tau nggak saya itu biasa saja, kalau saya itu benar-benar gila

Tilikan terganggu

Tilikan terganggu

mungkin saya dibawa kesini. Biar orang lain percaya kalau saya ini jujur. Kamu ada masalah di rumah? (os mulai menangis) Ya ndak taulah, itu masalahnya Kecelakaan kapan? Masalah di sekolah ada? Apa? ada Saya itu kan sekolah terus. Apa tuh saya berusaha, loh kok Logore Waham presekutorik kemarin itu Tanggal 9 bulan 10 tahun 2011 Daya ingat baik Afek Labil apropriate

14

konco-konco ku pada nyebelin aku toh, dulut-dulut menen dulut-dulut mene Terus gimana masuk ,itu

masuk IPA itu uda masuk, kelas 6 yang balok itu kan itu disitu kok ditulis salah coleh guru, lah itu aku disindir iki. Kadang-kadang disindir, tenang... Jadi kamu itu ada teman yang nyindir-nyindir, ya? Masalah dengan tetangga ada? Apa masalahnya? Ada, dikit Saya berusaha saya bohongi. Padahal, saya takkan menjauhi saya kalau gak ada masalah Jadi tetangga menjauhi kamu? Ya, menurut atau saya itu Waham presekutorik Tapi itu saya tahu bukan dia Asosiasi longgar saya aku sudah berusaha

masalahnya

mungkin

besok sadar sendiri Sama teman-teman kamu ada masalah? Ada. Ya itulah saya itu kan tidur. Saya kalo tidur itu sekitar orang,orang itu satu lahan. Saya itu tidak di sini nggak bisa tidur-tidur. Kenapa nggak bisa tidur? Nggak tau, mas, Pokoknya saya nggak bisa tidur nyenyak gitu mas. Terus ada orang yang ngibari layangan, terus saya itu kencing. Dikira saya membuat hujan... Ooh kencing itu buat hujan ya? Ya, katanya kayak gitu, tapi saya itu tak merasa seperti itu. Trus saya itu kalo gak kayak gitu yaya, berusaha gak tau. Saat tau terus saya itu Waham bizar Waham bizar Inkoheren

berusaha rileks

15

Di sekolah ada teman akrab atau pacar? Bagaimana hubungannya itu?

Ada

Ya, langsung itu waktu ada rasakan itu kan, lihat saya itu uda gede. Kakaknya itu saya bilang. Sok kan samone aku ato awakno pilih koe pilih pengganti ne aku. Iyo aku pilih pengganti ne Napo to kak? Ngak lah aku? Moso lah Nanti yo, aku tetap mas bantu ngarep aku ora tidak ingkari. (Os menirukan suara pacarnya)

Asosiasi longgar Logore

Itu dia langsung pergi buat nyanyi untuk perpisahan Oh, jadi kamu itu sama dia langsung nyanyi Tapi lah kalo saya itu sendiri lah kalo dia itu khusus kelas 3 sma Masih masalah? Apa masalahnya? sama dia? Ada Nggak ada, tapi saya tau ada masalah. Kalo masalahnya itu kan saya sering sms-sms mungkin orang kira saya itu kurang baik. Terus makanya hati saya itu kan kemari kalo itu ada satu, dua tiga, yang satu itu sudah saya lemparin hape. Yang kedua itu saya pegangin hape buat nutp yang ini tu besar nggak tau semua. Mereka langsung ngomong Saya aja yang tau Waham presekutorik Waham presekutorik Inkoheren Tangensial Waham presekutorik

sama kamu atau Cuma kamu aja yang tau? Kamu tau pikiran mereka? Tau Waham grandiosa

16

Kamu

bisa

baca

pikiran

Sejak menjadi pelatih

mereka sejak kapan? Merasa lebih dari orang lain? Gak saya gak merasa lebih dari orang lain. Di atas angin masih ada angin. Kemarin jatuh,ya? Kepalanya ada terbentur? Gimana rasanya sekarang soal kecelakaan ini? Ada kepikirankepikiran yang lama? Iya Ada Ya, kepikiran ini, kok dikitdikit kok orang tua ini beda pisan. Kalo liat saya itu mau ikhlas. Koe aro modek-modek iki. Koe iki tetap salah. Akie ucapin wes lelah ini awak no lungo. Owek ngadelngadel Bentuk pikiran simbolik

piye anak no kudu lungo. Terus aku ngomong ini iyo pak, padahal di batin ini bisa... Apa itu Bahasa Indonesia nya? Bahasa Indonesianya bukan bapak kare wewek wes ilah ni awak no lungo Apa itu? Kalau awak mau pergi selamalamanya itu meninggal, Asosiasi longgar Tilikan terganggu

merelakan daripada aku ini. Terus saya itu bilang biarlah saya dibilang gila. Kenapa gitu? Emang ada Ya, tanggapan saya itu Cuma bilang, ya saya akan Asosiasi longgar

orang yang ngomong sama kamu seperti itu?

melakukan sesukamu. Saya itu sholat, berdoa itu bukan mau yang lurus-lurus, bukan mengambil yang kanan, ngambil yang kiri bukan tetap berusaha mengimbangi.

Berapa usia kakak nuri?

Kelahiran tahun 1990, berarti 22 tahun

Daya ingat baik

Istrinya

mas

sutris

ini,

Mbak Aprianti

17

namanya siapa?

Anak pertama itu Rasyid, anak kedua itu Ahmad Murfad

Wisnuruddin Yang kedua? Gimana aprianti? dengan mbak Ya, semenjak kemarin itu agak baik, sama saja,dikit-dikit tu tau saya itu wes lungu ae, lungu ae Apa itu? Lunguae2 itu pergi aja Meskipun saya telepon itu saya berusaha ditidurkan. Saya Asosiasi longgar (+) Tangensial meninggal itu yang Iya

disuruh di dekat ibu, saya tau weslah waktu ibu tidur, saya tidur di tempat agus.... Kamu ini suka mengingaat salah orang gak? Tapi kamu ingat? Ingat, walaupun saya itu kan ibaratnya orang lihat-lihat saya itu kan punya sifat pedendam, pemarah. Padahal saya itu nggak, Kamu nyimpan di hati? Kamu punya banyak teman? Suka di rumah atau suka di luar? Nggak Kalo dulu itu yang disimpang kediri nongkrong sore, kalo nggak itu di SPA (tempat sekitar os) malam sama beli gorengan tahu sumedang Kamu di sekolah rangking? Ranking berapa Iya Semester pertama ranking 2, semester 2 ranking 2, naik kelas 2 semeser pertama itu turun drastis Turun drastis? Semenjak habis kecelakaan ini? Ya, Kamu masih merasa Iya, tetap meskipun kayak gitu, Ekolalia (+) (os diam) Sirkumtansial Logore Tidak

18

nggak enak? Tetap nggak bisa nerima?

tetap ya tetap nggak bisa nerima tapi gimana lagi, udah takdir, udah digariskan kalo nggak terima ya harus kaya gitu diterima yo wes kaya gitu.

Masih mengganjal?

Masih mengganjal tapi saya pendam

Ekolalia(+)

Kalau di rumah kamu suka mukulin orang?

Gak pernah. Kalo mukul orang kalo orang itu terima. Kalo nggak diterima.

Discriminative judgement baik

Orang tua pernah dipukul?

Nggak, tangannya

saya

pegang

aja

Yang kamu pegang berarti orang lain itu, ya?

Ya, karena saya lihat matanya itu beda. Saya kalo dibacakan ayat AlQuran itu langsung pergi. Saya itu nggak pernah nyari langsung dan membunuh satan itu saya nggak mau.

Waham bizarre Asosiasi longgar

Ibu kamu sering ganggu kamu ya? Sindirannya itu gimana

Ganggulah dikit-dikit itu pasti ada sindiran Hati ikhlas lek awakmu lungo yo wes mah ikhlas ikhlas (os mulai menangis)

Waham presekutorik

Afek labil

Semenjak kapan seperti itu?

Semenjak

malam

minggu

kemarin (menangis tersedusedu) Ya, tapi kamu bisa nahan diri? Sayang orang tua gak? (Os mengangguk) Sayang, sayang lingkungan, sayang kakakku Sering rumah? tujuanmu? Kemana? Ya kadang-kadang saya itu kan sama ibu saya. Dak usahlah ke rumah lek, kerumah kakak saya itu di depan masjid, ... Tangensial, asosiasi longgar, jalan-jalan Kenapa? keluar Apa Iya, tujuannya itu memastikan kalo saya nggak salah Waham bizarre Vagabondage

19

Ada tujuannya? Ke mana? Ke rumah siapa?

Ada Ke rumah saya itu kan kalo saya emang bener2 salah,saya di rumah Inkoheren

Justru salah ya kalo dirumah? Jadi gimana?

Nggak. Kalo saya di rumah itu kan kalo saya yang salah mau gimana-gimana itu tetap saja saya dipukulin tapi kalo saya itu udah salah mau gimanagimana tetap aja gak bakal dianggap benar.

Inkoheren Waham presekutorik

Keluar rumah?

Keluar

rumah

itu

kadang-

Tangensial

kadang kalo mau nonton futsal. Futsal itu kan nggak futsal asli. Lapangan bola voli dibuat futsal. Terus sama orang tua itu nggak boleh, saya itu tau, ya gak papa pak, saya di rumah saja Tadi malam itu masih marahmarah di rumah? Kenapa? Jujurnya itu apa? Ndak Salah dan ndak gila? Ya. Saya itu kan udah Asosiasi longgar

berusaha jujur tapi tetep aja... Saya itu ndak salah. Ndak salah dan ndak gila tapi tetap saja saya disuruh supaya cepat ibaratnya itu supaya saya cepet meninggal. Trus saya bilang ya udah aku ikhlas, kalo sampean kompori aku, lah sampean beleh, ora bakal iso ibaratnya itu lah samoean mutusin leher sya itu gak bisa Waham grandiosa Waham presekutorik

Karena kuat?

Bukan karena kuat, karena tahu ibaratnyaitu yang benar sama yang salah. Kalo

dipukulin kemarin saya paksa itu mati, tetap saja saya pukul.

20

Mau pukul itu saudara sendiri buarinlah, saya digigit, diikat, terus saya bilang, ya udah lepasin tangan aku Ada lempar-lempar barang? Kesal? Yah ada lagi yang mau Gak Ada, kalo gak sesuai Tidak ada. Saya itu yang bingung ama gituan.

dibicarakan?

IKHTISAR DAN KESIMPULAN PEMERIKSAAN PSIKIATRI (AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI)

KEADAAN UMUM Kesadaran Umum Perhatian : Compos Mentis : Adekuat

21

Sikap Inisiatif

: Kooperatif : Ada

Tingkah Laku Motorik : Normoaktif Karangan/Tulisan/Gambaran (bila ada lampirkan) Ekspresi fasial Verbalisasi Kontak psikis : : Jelas Cara bicara: Lancar

: - Kontak Fisik : Ada - Kontak Mata - Kontak Verbal: Ada : Ada

KEADAAN KHUSUS (SPESIFIK) 1. Keadaan Afektif: Afek labil, mood hipotimik 2. Hidup Emosi

Stabilitas Dalam-dangkal Pengendalian Adekuat-Inadekuat Echt-Unecht Skala Diferensiasi Einfuhlung Arus Emosi

: Labil : Dalam : Terkendali : Adekuat : Echt : Menyempit : Dapat dirabarasakan : Cepat

3. Keadaan dan Fungsi Intelektual

Daya ingat (amnesia, dsb) : Baik Daya Konsentrasi Orientasi :


Tempat : Baik

: Baik

Waktu : Baik

22

Personal : Baik Luas Pengetahuan Umum dan Sekolah : Sesuai taraf pendidikan Discriminative Judgement Discriminative Insight Dugaan taraf intelegensi : Baik : tergganggu : Rata-rata

Kemunduran intelektual (demensia, dsb): (-)

4. Kelainan Sensasi dan Persepsi

Ilusi Halusinasi

: (-) : Halusinasi visual : (-) Halusinasi akustik : (+)

5. Keadaan Proses Berpikir

Psikomotilitas Arus Pikiran - Isi Pikiran Pola Sentral (+) Flight of ideas (-) Inkoherensi (+) Sirkumstansial(+) Tangensial (+) Terhalang(-) Terhambat (-) Perseverasi (-) Verbigerasi (-)

: Baik

Mutu proses berpikir : Baik

Rasa permusuhan/dendam (+) Waham curiga dan bizarre (+) - Os merasa orang tuanya telah dikendalikan - Os merasa semua orang menjauhi Os dan Os berusaha membunuh Os

23

- Os yakin kalau sela jari ditekan terasa sakit, maka berarti telah dikendalikan oleh jin. Fobia (-) Hipokondria (-) Konfabulasi (-) Banyak sedikit isi pikiran (banyak) Perasaan inferior (-) Perasaan berdosa/salah (+) Kecurigaan (+) Lain-lain (-) - Pemilikan Pikiran
Obsesi (-) Alienasi (-)

(belum taraf waham)

- Bentuk Pikiran Autistik (-) Simbolik (-) Dereistik (-) Simetrik (-) Paralogik (-) Konkritisasi (-) Lain-lain (-)
6. Keadaan Dorongan Instinktual dan Perbuatan

Abulia/Hipobulia (-) Vagabondage (-) Stupor (-) Pyromania (-) Raptus/Impulsivitas (-) Mannerisme (-) Kegaduhan Umum (-) Autisme (-) Deviasi Seksual (-)
24

Logore (+) Ekopraksi (-) Mutisme (-) Ekolalia (+) Lain-lain (-)
7. Kecemasan (anxiety) yang terlihat secara nyata (overt) : ( tidak ada) 8. Reality Testing Ability: RTA terganggu alam pikiran, perasaan dan perbuatan

PEMERIKSAAN LAIN-LAIN

1. 2. 3.

Evaluasi psikologik (oleh psikolog) tanggal

: tidak dilakukan

Evaluasi social (oleh ahli pekerja social) tanggal : tidak dilakukan Evaluasi lain-lain tanggal : tidak dilakukan

RESUME

Seorang laki-laki umur 15 tahun dibawa ke poliklinik RSJ dengan sebab utama marah-marah. Berawal dari 1 minggu yang lalu, pasien mulai mendengar suara lakilaki yang menyuruh bunuh diri. Namun pasien menolaknya. Pasien mulai mengalami perubahan perilaku sejak 3 hari yang lalu, ketika anak dari kakaknya meninggal. Pasien mulai suka marah-marah dengan orang sekitar. Semenjak itu juga pasien mulai berpikir bahwa orang tuanya dirasuki jin dan timbul suara-suara untuk membuktikannya dengan menekan jari telapak tangan kanan. Pasien mulai beranggapan semua orang tidak suka terhadap dirinya, memusuhi, dan berusaha membunuhnya. Pasien beranggapan bahwa tindakannya dirumah untuk meluruskan permasalahan keluarganya. Pasien tampak sering menangis sendiri, berbicara tidak nyambung.

25

Pada pemeriksaan status mentalis didapatkan seorang laki-laki dengan penampilan yang cukup rapi, kesadaran baik, perilaku dan aktivitas tenang, pembicaraan spontan dan lancar, intonasi biasa dan kooperatif, afek labil, hipotimik, empati dapat dirabarasakan, fungsi intelektual sesuai dengan taraf pendidikan, daya konsentrasi baik, ada halusinasi auditorik, namun tidak ditemukan halusinasi visual, terdapat gangguan proses berpikir berupa sirkumstansial dan tangensial, terdapat pola sentral, rasa permusuhan/dendam, waham curiga dan bizarre. Terdapat pula ekolalia dan logorea. Secara keseluruhan yang diutarakan pasien dapat dipercaya, dan RTA pasien terganggu

.
DIAGNOSIS MULTIAKSIAL

- AKSIS I - AKSIS II - AKSIS III - AKSIS IV AKSIS V

: F23.1 Gangguan Psikotik Polimorfik Akut dengan gejala skizofrenia : Ciri kepribadian paranoid : Luka pada pergelangan kaki : Stresor tidak jelas : GAFS 70-61 Beberapa gejala ringan & menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum masih baik.

DIAGNOSIS BANDING - Gangguan Psikotik Akut - Gangguan Mental Organik

26

TERAPI

Psikoterapi Farmakoterapi - Anti-psikosis : Risperidone 2x2 mg

PROGNOSIS

Dubia ad bonam

27

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Psikosis adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan

ketidakmampuan individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku kacau atau aneh. Psikotis akut adalah sekelompok gangguan jiwa yang berlangsung kurang dari satu bulan dan tidak disertai gangguan mood, gangguan berhubungan dengan zat, atau suatu suatu gangguan psikotik karena kondisi medis umum. Gangguan psikosis akut dan sementara adalah sekelompok gangguan jiwa yang : 1. Onsetnya akut ( 2 minggu) 2. Sindrom polimorfik 3. Ada stresor yang jelas 4. Tidak memenuhi kriteria episode manik atau depresif 5. Tidak ada penyebab organik B. Epidemiologi

1. Frekuensi Internasional Berdasarkan studi epidemiologi internasional, bila dibandingkan dengan skizofrenia, insidensi nonaffective acute remitting psychoses sepuluh kali lebih tinggi terjadi di negara-negara berkembang daripada negara-negara industri. Beberapa klinisi meyakini bahwa gangguan ini lebih sering terjadi pada pasien dengan kelas sosioekonomi yang rendah, pasien dengan gangguan kepribadian, dan imigran. Pada negara-negara non industri, beberapa istilah lain sering digunakan untuk menjelaskan bentuk psikosis yang dipicu oleh stress yang tinggi.

28

2. Mortality/Morbidity Sebagaimana episode psikosis lainnya, risiko pasien menyakiti diri sendiri dan/atau orang lain dapat meningkat

3. Jenis kelamin Menurut studi epidemiologi internasional, insidensi dari gangguan ini dua kali lebih tinggi terjadi pada wanita dibandingkan pria. Di Amerika Serikat, sebuah penelitian mengindikasikan adanya insidensi yang lebih tinggi pada wanita.

4. Usia Gangguan ini lebih sering terjadi pada pasien dengan usia antara dekade ke tiga hingga awal dekade ke empat. Beberapa klinisi meyakini bahwa pasien dengan gangguan kepribadian (seperti narcissistic, paranoid, borderline, schizotypal) lebih rentan berkembang menjadi gangguan psikosis pada situasi yang penuh tekanan.

C. Etiologi Di dalam DSM III-R faktor psikososial bermakna dianggap menyebabkan psikosis reaktif singkat, tetapi kriteria tersebuat telah dihilangkan dari DSM IV. Perubahan DSM IV menempatkan diagnosis gangguan psikotik akut di dalam kategori yang sama dengan diagnosis psikiatrik lainnya yang penyebabnya tidak diketahui dan diagnosis kemungkinan termasuk kelompok gangguan yang heterogen. Pasien dengan gangguan psikotik akut yang pernah memiliki gangguan kepribadian mungkin memiliki kerentanan biologis atau psikologis ke arah perkembangan gejala psikotik. Teori psikodinamika menyatakan bahwa gejala psikotik adalah suatu pertahanan terhadap fantasi yang dilarang, penurunan harapan yang tidak tercapai atau suatu

29

pelepasan dari situasi psikososial tertentu.

D. Gambaran klinis Gejala gangguan psikotik singkat selalu termasuk sekurangnya satu gejala psikotik, biasanya dengan onset yang tiba-tiba, tetapi tidak selalu memasukkan keseluruhan pola gejala yan gditemukan pada skizofrenia. Beberapa klinisi telah mengamati ibahwa gejala afektif, konfusi, dan gangguan pemusatan perhatian mungkin lebih sering ditemukan pada gangguan psikotik singkat daripada gangguan psikotik kronis. Gejala karakteristik untuk gangguan psikotik singkat adalah perubahan

emosional, pakaian, atau perilaku yang aneh, berteriak-teriakatau diam membisu, dan gangguan daya ingat untuk peristiwa yang belum lama terjadi. Beberapa gejala tersebut ditemukan pada gangguan yang mengarahkan diagnosis delirium dan jelas memerlukan pemeriksaan organik yang lengkap, walaupun hasilnya mungkin negatif. E. Diagnosis 1. PPDGJ III Pedoman diagnostik 1.) Menggunakan urutan diagnosis yang mencerminkan urutan prioritas yang diberikan untuk ciri-ciri utama terpilih dari gangguan ini. Urutan prioritas yang digunakan adalah a. Onset yang akut (dalam masa 2 minggu atau kurang sama dengan jangka waktu gejala-gejala psikotik menjadi nyata dan mengganggu sedikitnya beberapa aspek kehidupan dan pekerjaan sehari-hari, tidak termasuk periode prodormal yang gejalanya sering tidak jelas) sebagai ciri khas yang menentukan seluruh kelompok.

30

b. Adanya sindrom yang khas (berupa polimorfik = beraneka ragam dan berubah cepat, atau

schizophrenia-like = gejala skizofrenik yang khas) c. Adanya stress akut yang berkaitan d. Tanpa diketahui berapa lama gangguan akan berlangsung 2.) Tidak ada gangguan dalam kelompok ini yang memenuhi criteria episode manic atau episode depresif, walaupun perubahan emosional dan gejala-gejala afektif individual dapat menonjol dari waktu ke waktu 3.) Tidak ada penyebab organik, seperti trauma kapitis, delirium atau demensia. Tidak merupakan intoksikasi akibat penggunaan alcohol atau obat-obatan

Gejala psikotik berlangsung sekurangnya satu hari tetapi kurang dari satu bulan. Diagnosis dapat dibuat sebelum periode waktu satu bulan, tetapi harus diterima sebagai diagnosis sementara. Jika gejala menetap lebih dari satu bulan, diagnosis berubah menjadi gangguan psikotik lainnya, seperti gangguan skizofreniform.

2. Bentuk-bantuk psikosis akut (PPDGJ III) 1.) F 23.0 Gangguan psikotik polimorfik akut tanpa gejala skizofrenia a. Onset harus akut (dari suatu keadaan nonpsikotik sampai keadaan psikotik yang jelas dalam kurun waktu 2 minggu atau kurang); b. Harus ada beberapa jenis halusinasi atau waham yang berubah dalam jenis dan intensitasnya dari hari ke hari atau dalam hari yang sama. c. Harus ada keadaan emosional yang sama beranekaragamnya; d. Walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam, tidak satupun dari gejala itu ada secara cukup konsisten dapat memenuhi kriteria skizofrenia atau episode manik atau episode depresif.

31

2.) F 23.1 Gangguan psikotik polimorfik akut dengan gejala skizofrenia a. Memenuhi kriteria (a), (b), dan (c) yang khas untuk gangguan psikotik polimorfik akut; b. Disertai gejala-gejala yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia yang harus sudah ada untuk sebagian besar waktu sejak munculnya gambaran klinis psikotik itu secara jelas; c. Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk lebih dari 1 bulan maka diagnosis harus diubah menjadi skizofrenia.

3.) F 23.2 Gangguan psikotik lir-skizofrenia (schizophrenia-like akut) a. Onset gejala psikotik harus akut (2 minggu atau kurang, dari nonpsikosis psikosis); b. Memenuhi kriteria skizofrenia, tetapi lamanya kurang dari 1 bulan; c. Tidak memenuhi kriteria psikosis polimorfik akut.

4.) F 23.3 Gangguan psikotik akut lainnya dengan predominan waham a. Onset gejala psikotik harus akut (2 minggu atau kurang, dari nonpsikosis psikosis); b. Waham dan halusinasi; c. Baik kriteria skizofrenia maupun gangguan psikotik polimorfik akut tidak terpenuhi. 5.) F 23.8 Gangguan psikotik akut dan sementara lainnya Gangguan psikotik akut lain yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam kategori manapun. 6.) F 23.9 Gangguan psikotik akut dan sementara YTT

32

3. DSM IV DSM IV memiliki rangkaian diagnosis untuk gangguan psikotik, didasarkan terutama atas lama gejala. Gangguan psikosis akut dan sementara adalah sekelompok gangguan jiwa yang berlangsung kurang dari satu hari tetapi kurang dari satu bulan dan tidak disertai gangguan mood, gangguan berhubungan dengan zat, atau suatu suatu gangguan psikotik karena kondisi medis umum. Untuk gejala psikotik yang berlangsung lebih dari satu hari, diagnosis sesuai yang harus dipertimbangkan adalah gangguan delusional (jika waham merupakan gejala psikotik utama), gangguan skizofreniform (jika gejala berlangsung kurang dari enam bulan) dan skizofrenia jika gejala telah berlangsung lebih dari enam bulan. Gangguan psikotik singkat diklasifikasikan di dalam DSM IV sebagai suatu gangguan pasikotik dengan durasi singkat. Kriteria diagnostic ditentukan dengan sekurangnya ada satu gejala psikotik yang jelas yang berlansung selama satu hari sampai satu bulan.

Kriteria diagnostik untuk gangguan psikotik akut: a. Adanya satu (atau lebih) gejala berikut: 1. Waham 2. Halusinasi 3. Bicara disorganisasi ( menyimpang atau inkoheren) 4. Perilaku terdisorganisasi jelas atau katatonik b. Lama suatu episode gangguan adalah sekurangnya satu hari sampai kurang dari satu bulan. c. Gangguan yang muncul bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya obat yang disalahgunakan, suatu medikasi) atau kondisi medis umum. Sebutkan jika: Dengan stressor nyata (psikosis reaktif singkat): jika gejala terjadi segera setelah dan tampak sebagai respons dari suatu kejadian yang semdirian atau bersama-sama akan menimbulkan stress yang cukup

33

besar bagi hampir setiap orang dalam keadaan yang sama dalam kultur orang tersebut. Tanpa stressor nyata: jika gejala psikotik tidak terjadi segera setelah atau tampaknya bukan sebagai respons terhadap kejadian yang, sendirian atau bersama-sama, akan menimbulkan stress yang cukup besar bagi hampir setiap orang dalam keadaan yang sama dalam kultur orang tersebut. Dengan onset pascapersalinan: jika onset dalam waktu 4 minggu setelah persalianan.
(Sumber: DSM IV, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, ed. 4. Hak cipta American Psychiatric Association, Washington, 1994. Digunakan dengan izin.)

F. Jenis Stresor Stressor pencetus yang paling jelas adalah peristiwa kehidupan yang besar yang dapat menyebabkan kemarahan emosional yang bermakna pada tiap orang. Contoh peristiwa adalah kematian anggota keluarga dekat dan kecelakaan kendaraan yang berat. Klinisi lain berpendapat bahwa stressor mungkin merupakan urutan peristiwa yang menimbulkan stress sedang, bukannya peristiwa tunggal yang

menimbulkan stress dengan jelas.

G. Diagnosis banding Diagnosis lain yang dipertimbangkan di dalam diagnosis banding adalah gangguan buatan (factitious psikotik karena kondisi medis umum dan gangguan psikotik akibat zat. Seorang pasien mungkin tidak mau mengakui penggunaan zat , dengan demikian membuat pemeriksaan intoksikasi zat sulit tanpa menggunakan tes laboratorium. Pasien dengan epilepsi atau delirium dapat juga datang dengan gejala psikotik seperti yang ditemukan pada gaangguan psikotik akut.disorder) dengan tanda dan gejala psikologis yang menonjol, berpura-pura (malingering), gangguan

34

H. Penatalaksanaan 1. Perawatan di rumah sakit Perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan untuk pemeriksaan dan perlindungan pasien. Pemeriksaan pasien membutuhkan monitoring ketat terhadap gejala dan pemeriksaan tingkat bahaya pasien terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Lingkungan rumah sakit yang tenang dan terstruktur juga dapat membantu pasien untuk memperoleh kembali rasa realitasnya.

2. Farmakoterapi Dua kelas utama yang harus dipertimbangkan dalam pengobatan gangguan psikotik akut adalah obat antipsikotik antagonis reseptor dopamine dan benzodiazepine. Khususnya pada pasien yang berada dalam risiko tinggi untuk mengalami efek samping ekstrapiramidal, suatu antikolinergik kemungkinan harus diberikan bersama-sama dengan antipsikotik. Pemakaian jangka panjang medikasi harus dihindari dalam pengobatan gangguan ini, jika medikasi pemeliharaan diperlukan, klinisi harus mempertimbangkan ulang diagnosis.

3. Psiokoterapi Walaupun perawatan di rumah sakit dan farmakoterapi merupakan kemungkinan untuk mengendalikan situasi jangka pendek, bagian yang sulit dari terapi adalah integrasi psikologis ke dalam kehidupan pasien dan keluarganya. Psikoterapi individual, keluarga dan keompok mungkin diperlukan. Diskusi tentang stressor, episode psikotik, dan perkembangan strategi untuk mengatasinya adalah topik utama bagi terapi tersebut.

35

I. Prognosis Pada umumnya pasien dengan gangguan psikotik singkat memiliki prognosis yang baik dan penelitian di Eropa telah menyatakan bahwa 50 sampai 80 persen dari semua pasien tidak memiliki masalah psikiatrik berat lebih lanjut. Lamanya gejala akut dan residual seringkali hanya beberapa hari. Kadang-kadang gejala depresif mengikuti resolusi gejala psikotik. Bunuh diri adalah suatu keprihatinan pada fase psikotik maupun fase depresif pascapsikotik.

Ciri prognosis yang baik untuk gangguan psikotik akut: Riwayat premorbid yang baik Stressor pencetus yang berat Onset gejala mendadak Gejala afektif Sedikit penumpulan afektif Tidak ada saudara yang skizofrenik.

36

BAB III ANALISIS MASALAH


Anamnesis dan pemeriksaan psikiatrik yang dilakukan terhadap pasien Seorang laki-laki umur 15 tahun dibawa ke poliklinik RSJ dengan sebab utama marah-marah. Sekitar 8 bulan yang lalu, os kecelakaan lalu lintas, os sempat dirawat dengan patah tulang kaki dan trauma kepala. Saat itu os pernah dijanjikan untuk dibelikan sepede motor, namun sampai sekarang os belum juga dibelikan. Kemudian dari 1 minggu yang lalu, pasien mulai mendengar suara laki-laki yang menyuruh bunuh diri. Namun pasien menolaknya. Pasien mulai mengalami perubahan perilaku sejak 3 hari yang lalu, ketika anak dari kakaknya meninggal. Pasien mulai suka marah-marah dengan orang sekitar. Semenjak itu juga pasien mulai berpikir bahwa orang tuanya dirasuki jin dan timbul suara-suara untuk membuktikannya dengan menekan jari telapak tangan kanan. Pasien mulai beranggapan semua orang tidak suka terhadap dirinya, memusuhi, dan berusaha membunuhnya. Pasien beranggapan bahwa tindakannya dirumah untuk meluruskan permasalahan keluarganya. Pasien tampak sering menangis sendiri, berbicara tidak nyambung. Pada pemeriksaan status mentalis didapatkan seorang laki-laki dengan penampilan yang cukup rapi, kesadaran baik, perilaku dan aktivitas tenang, pembicaraan spontan dan lancar, intonasi biasa dan kooperatif, afek labil, hipotimik, empati dapat dirabarasakan, fungsi intelektual sesuai dengan taraf pendidikan, daya konsentrasi baik, ada halusinasi auditorik, namun tidak ditemukan halusinasi visual, terdapat gangguan proses berpikir berupa sirkumstansial dan tangensial, terdapat pola sentral, rasa permusuhan/dendam, waham curiga dan bizarre. Terdapat pula ekolalia dan logorea. Secara keseluruhan yang diutarakan pasien dapat dipercaya, dan RTA pasien terganggu.

37

Pada penderita ditemukan gejala psikotik sebagai gejala utama yang berlangsung hampir setiap hari sejak kurang dari 2 minggu terakhir. Gejala lain yang ditunjukkan penderita antara lain: mudah curiga terhadap orang lain. Berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi ke III 1993 (PPDGJ-III), tanda dan gejala yang dialami
penderita dapat digolongkan dalam gangguan psikotik akut dan sementara ( F. 23)

Diagnosis banding yang dipertimbangkan adalah gangguan mental organik. Pada gangguan mental oraganik ditemukan keluhan berupa kondisi medis umum yang menjadi penyebab gangguan mental ini berlangsung. Sedangkan pada kasus ini, tidak ditemukan kondisi medis umum yang menjadi penyebab gangguan ini. Penatalaksanaan yang diberikan pada penderita ini adalah dengan farmakoterapi, yaitu antipsikotik atipikal risperidone, dengan pertimbangan umur pasien masih muda yang memungkinkan fungsi kognitif tidak terganggu akibat farmakoterapi antipsikotik. Prognosis penderita ini adalah dubia ad bonam. Alasannya adalah pada tidak ditemukannya kelainan kondisi medis, penilaian GAF scale dengan beberapa disabilitas ringan dan fungsi umum baik serta onset penyakit akut dan adanya dukungan keluarga yang sangat menentukan keberhasilan terapi.

38

DAFTAR PUSTAKA
1. Kaplan, HI dan Sadock, BJ. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Jilid satu. Binapura Aksara Publisher. Jakarta; 2010 2. 3. Ingram, dkk. 1993. Catatan Klinik Psikiatri. Jakarta: EGC Katona, Cornelius Dn Robertson Mary. 2005. Psychiatry at a Glance. 3th edition. London: Blackwall Publishing 4. Muslim R. Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ III. Jakarta; Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-Unika Atmajaya; 2003 5. Fattemi SH, Clayton PJ. 2008.The Medical Basis of Psychiatry 3 rd Ed. USA: Humana Press 6. Kaplan, Saddock. Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat. Jakarta: Widyaa Medika

39