M Joeharno

Definisi  Stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal atau global. tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler . dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian.

. Setiap tahunnya diperkirakan 750.000 orang per tahun  Stroke tak lagi cuma menyerang mereka yang berumur 40 tahun ke atas.Epidemiologi  Di Amerika Serikat (AS).000 orang menderita stroke dengan angka kematian melebihi 150. negara yang maju teknologinya. penyakit stroke merupakan penyebab kematian kedua terbesar setelah penyakit jantung. tetapi remaja dan anak-anak pun tak luput dari serangan penyakit ini.

.76 pada kelompok usia diatas 85 tahun (Lloyd dkk.000 penduduk per tahun (Hacke dkk.50 pada kelompok usia 65-74 tahun.  Di Amerika diperkirakan terdapat lebih dari 700. 2006). 1.07 pada kelompok usia 75-84 tahun dan 0.Epidemiologi  Insiden stroke bervariasi di berbagai negara di Eropa. 1.25 pada kelompok usia 55-64 tahun. yang menyebabkan lebih dari 160. 2009). 2003).000 insiden stroke per tahun. (Goldstein dkk.000 kematian per tahun. dengan 4.8 juta penderita stroke yang bertahan hidup.  Rasio insiden pria dan wanita adalah 1. diperkirakan terdapat 100-200 kasus stroke baru per 10.

Stroke in evolution. Emboli serebri) dan Stroke hemoragik (Perdarahan intraserebral.Klasifikasi  Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya: Stroke iskemik (Transient Ischemic Attack (TIA). Trombosis serebri . Tipe vertebrobasiler . Completed stroke  Berdasarkan lokasi (sistem pembuluh darah): Tipe karotis. Perdarahan subarakhnoid)  Berdasarkan stadium : Transient Ischemic Attack (TIA).

keadaan  Sepertiga penderita meninggal saat serangan awal (fase akut). dan dari 50 persen yang selamat akan mengalami kecacatan. Dari satu juta populasi. sepertiga lagi mengalami stroke berulang.800 orang akan kambuh kembali. dilaporkan sekitar 2. .400 orang menderita stroke dan sekitar 1.

 Separuh badan terasa baal.Gejala  Mulut mencong ke kiri atau ke kanan. Sulit berkata-kata. Bicara pelo (tidak jelas). Bicara lancar tapi tidak jelas tentang apa. panas seperti         terkena cabai atau terbakar. kesemutan. Tidak bisa atau sulit membaca dan menulis. Sulit menelan. Lidah mencong bila dijulurkan. . Bicara tidak lancar atau sepatah-sepatah. Saat makan atau minum mudah tersedak.

Sulit berjalan atau berjalan dengan langkah kecil. Kelopak mata sulit dibuka. Acap kali vertigo (merasa seperti berputar) atau pusing kepala. Gerakan tidak terkoordinasi. Mudah menangis atau mudah tertawa. Tidak lagi pandai menghitung (intelegensi mundur).Gejala             Tidak lagi dapat memahami bacaan dengan baik. Mudah lupa. Mendadak pingsan atau koma . Kemunduran pendengaran (tuli satu telinga). Penglihatan terganggu (sebagian lapangan pandang terganggu atau penglihatannya rangkap). Mendadak lumpuh setengah badan (kiri atau kanan).

Obesitas). Peningkatan lipoprotein. Ras/etnis. Diet yang buruk.Faktor Risiko (Goldstein. Hiperhomosisteinemia. Nyeri kepala migren. Penyalahgunaan alkohol. Sleep-disordered breathing. Infeksi) . Dislipidemia. Inaktivitas fisik. Jenis kelamin. Stenosis arteri karotis. genetik  Modifiable risk factors : Well-documented and modifiable risk factors (Hipertensi. Hypercoagulability. Sickle cell disease. Terapi hormonal pasca menopause. Peningkatan lipoprotein-associated phospholipase. Penggunaan kontrasepsi oral. Berat badan lahir rendah. Diabetes. Inflamasi. Less well-documented and modifiable risk factors (Sindroma metabolik. Atrial fibrilasi dan beberapa kondisi jantung tertentu.2006)  Non modifiable risk factors : Usia.

Pengurangan O2 .2003) Tahap 1 : Penurunan aliran darah .Terminal depolarisasi dan kegagalan homeostasis ion Tahap 2 : Eksitoksisitas dan kegagalan homeostasis ion .Spreading depression – Tahap 3 : Inflamasi Tahap 4 : Apoptosis .Kegagalan energi .Patofisiologi  Iskemik otak mengakibatkan perubahan dari sel neuron otak secara bertahap (Sjahrir.

Insidens perdarahan intrakranial kurang lebih 20 % adalah stroke hemoragik. Pada kebanyakan pasien. Hal ini paling sering terjadi di daerah subkortikal. Hipertensi kronik menyebabkan pembuluh arteriola berdiameter 100 – 400 mikrometer mengalami perubahan patologi pada dinding pembuluh darah tersebut berupa lipohialinosis. Perdarahan intraserebral biasanya timbul karena pecahnya mikroaneurisma (Berry aneurysm) akibat hipertensi maligna. 2000). Hal ini mengakibatkan volume perdarahan semakin besar (Caplan. 2000). Keluarnya darah dari pembuluh darah kecil membuat efek penekanan pada arteriole dan pembuluh kapiler yang akhirnya membuat pembuluh ini pecah juga. dan batang otak.Patofisiologi  Hemorhagik Perdarahan intrakranial meliputi perdarahan di parenkim otak dan perdarahan subarachnoid. . nekrosis fibrinoid serta timbulnya aneurisma tipe Bouchard. dimana masing-masing 10% adalah perdarahan subarachnoid dan perdarahan intraserebral (Caplan. peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba menyebabkan rupturnya penetrating arteri yang kecil. serebelum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful