P. 1
Presentasi SNI Wajib

Presentasi SNI Wajib

|Views: 771|Likes:
Dipublikasikan oleh AdminNovida
Sebagai konsumen apakah anda tahu kalau barang-barang yang dijual sudah berkualitas atau belum? Jika anda pengusaha, peraturan SNI Wajib dan standar apa yang harus dipenuhi? Bagaimana pengawasan pemerintah atas barang-barang yang dijual? Bagaimana cara merumuskan Standar Nasional Indonesia? Informasi lengkap Standar Nasional Indonesia dan standar tersedia di http://1standar.blogspot.com.
Sebagai konsumen apakah anda tahu kalau barang-barang yang dijual sudah berkualitas atau belum? Jika anda pengusaha, peraturan SNI Wajib dan standar apa yang harus dipenuhi? Bagaimana pengawasan pemerintah atas barang-barang yang dijual? Bagaimana cara merumuskan Standar Nasional Indonesia? Informasi lengkap Standar Nasional Indonesia dan standar tersedia di http://1standar.blogspot.com.

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: AdminNovida on Aug 15, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2014

pdf

text

original

©adminNovida

http://1standar.blogspot.com/


EBOOK SNI WAJIB

2014
http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Yang Dimaksud SNI Wajib?
Pada dasarnya, produsen menerapkan SNI tidak
ada paksaan dan bersifat sukarela, akan tetapi
SNI dapat diberlakukan secara wajib oleh
Pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan
Menteri dengan memperhatikan aspek-aspek
keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat,
pelestarian lingkungan hidup, pertimbangan
ekonomis, atau kepentingan nasional lainnya. Hal
ini yang dimaksud SNI Wajib. Pemberlakuan SNI
Wajib sama baik pada produksi dalam negeri
maupun impor yang diperdagangkan di wilayah
Indonesia.
2

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Saja Dasar Hukum Pemberlakuan
SNI Wajib Di Bidang Industri?
• Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang
Standardisasi Nasional.
• Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 86 Tahun 2009,
tentang Standar Nasional Indonesia Bidang Industri.
• Peraturan Menteri Perindustrian tentang Pemberlakuan SNI
Secara Wajib.
• Peraturan Menteri Perindustrian tentang Penunjukan
Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam rangka
pemberlakuan dan pengawasan SNI Secara Wajib.
• Peraturan Direktur Jenderal Pembina Industri tentang
Pedoman Pengawasan Penerapan SNI Secara Wajib.
3

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Sanksi Yang Diberikan Bila SNI Tidak
Diterapkan Atau Dilanggar Oleh Produsen?
• Produsen yang menerapkan SNI secara sukarela ataupun wajib dan
terbukti hasil produksinya yang bertanda SNI tidak memenuhi
persyaratan SNI, atau melakukan pemalsuan tanda SNI dikenakan
sanksi berupa Sanksi administratif dan pidana.
• Sanksi administratif dapat berupa pembekuan SPPT SNI, pencabutan
SPPT SNI, pencabutan hak penggunaan tanda SNI, pencabutan ijin
usaha, atau penarikan barang dari peredaran. Sanksi pencabutan
sertifikat produk atau hak penggunaan tanda SNI dilakukan oleh
lembaga sertifikasi produk. Sanksi pencabutan ijin usaha atau penarikan
barang dari peredaran ditetapkan oleh Kementerian yang berwenang
atau Pemerintah Daerah. Sanksi pidana yang diberikan diatur sesuai
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Saja Sanksi Bagi Produsen Pemilik SPPT
SNI/SPPT ST Secara Wajib Yang Barang Dan Atau
Jasanya Tidak Sesuai Dengan Persyaratan SNI
Wajib Dan Atau Spesifikasi Teknis Wajib?
• Produsen pemilik SPPT SNI secara wajib atau SPPT ST secara wajib yang
berdasarkan hasil pengawasan oleh PPSP menemukan barang dan atau jasanya
tidak sesuai dengan persyaratan SNI wajib dan atau Spesifikasi Teknis wajib
yang bersangkutan, dikenakan sanksi dengan tahapan sebagai berikut :
• Peringatan tertulis dari Direktur Jenderal pembina industri dan kepada produsen
yang bersangkutan diberi waktu selama-lamanya 3 (tiga) bulan untuk
memperbaiki barang dan atau jasanya sesuai dengan persyaratan
SNI/Spesifikasi Teknis.
• Apabila dalam waktu selama-lamanya 3 (tiga) bulan produsen tidak
memperbaiki barang atau jasanya sesuai dengan persyaratan SNI/Spesifikasi
Teknis, Direktur Jenderal pembina industri menerbitkan rekomendasi tertulis
tentang pencabutan izin usaha industri (IUI) dan SPPT SNI/SPPT ST.
• Pencabutan IUI dilakukan oleh instansi penerbit IUI. Pencabutan SPPT
SNI/SPPT ST dilakukan oleh lembaga sertifikasi produk yang menerbitkan
SPPT SNI/SPPT ST.
5

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Sanksi Yang Diberikan Bila Lspro
Yang Melanggar Ketentuan Penerbitan
SPPT SNI?
• Sanksi yang diberikan bila LSPro yang
melanggar ketentuan Penerbitan SPPT SNI
adalah dengan peringatan dan pencabutan
sertifikat akreditasi yang dilakukan oleh
KAN.
6

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Yang Perlu Dilakukan Produsen Yang
Barangnya Termasuk SNI Wajib Agar
Barangnya Dapat Beredar Bebas Di Pasar?
• Produsen wajib mendapatkan SPPT SNI dengan mendaftarkan produknya pada
LSPro. Kemudian produsen membubuhkan tanda SNI pada setiap barang,
kemasan dan atau label hasil produksinya atau pada dokumen yang
menyertainya.
• LSpro penerbit SPPT SNI melakukan pengawasan secara berkala terhadap
performance atau unjuk kerja produsen yang telah memperoleh Sertifikasi
Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI.
• Dalam peredarannya di pasar, pengawasan SNI Wajib dilakukan melalui
pengawasan pra pasar dan pengawasan di pasar.
• Pengawasan pra pasar terhadap barang SNI wajib produksi dalam negeri yang
diperdagangkan dilakukan melalui Nomor Registrasi Produk (NRP). Jadi
produsen juga harus melakukan pendaftaran NRP ke Direktorat Pengawasan
dan Pengendalian Mutu Barang, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri,
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Sedangkan pengawasan pra
pasar terhadap barang impor yang termasuk SNI wajib dilakukan melalui Surat
Pendaftaran Barang yang di dalamnya terdapat Nomor Pendaftaran Barang.
7

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Yang Terjadi Bila Ruang Lingkup Produk
Untuk SNI Wajib Pada Lspro Atau Laboratorium
Uji Belum Terakreditasi Oleh KAN?
Perusahaan tetap dapat mendaftarkan produknya, selama LSPro atau
Laboratorium Uji (Lembaga Penilaian Kesesuaian) akan melakukan
pendaftaran akreditasi ruang lingkup ke KAN.
Sebagai tambahan, Menteri yang memiliki kewenangan produk SNI Wajib
diwajibkan menunjuk LSPro atau Laboratorium Uji (Lembaga Penilaian
Kesesuaian) yang telah dievaluasi kompetensinya berdasarkan:
• Aspek legalitas kelembagaan
• Aspek kompetensi yaitu ketersediaan sarana pengujian dan metode uji,
sarana inspeksi dan metode inspeksi, asesor dan petugas pengambil
contoh serta tenaga ahli.
• Telah terakreditasi KAN sebagai laboratorium uji, lembaga inspeksi
atau LSPro
8

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apakah Kriteria Lembaga Penilaian
Kesesuaian Yang Ditunjuk Oleh Menteri?
Sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 86/M-
IND/PER/9/2009 tentang Standar Nasional Indonesia Bidang
Industri pada Pasal 12, LSPro maupun Laboratorium Uji
/Lembaga Inspeksi harus memenuhi:
• Terakreditasi KAN untuk ruang lingkup yang sesuai;
• MoU dengan Laboratorium Uji /Lembaga Inspeksi
• Membuat surat pernyataan kesanggupan memenuhi
kewajibannya.

9

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Pengawasan barang yang SNI-nya diberlakukan secara wajib
dilakukan dengan:
• Pengawasan barang di pabrik. Pengawasan secara sewaktu-
waktu dilakukan oleh Pemerintah via Direktorat Jenderal
Pembina Industri di Kementerian Perindustrian dengan
menugaskan PPSP (Petugas Pengawas Standar barang dan jasa di
Pabrik) dan PPNS-PK (Petugas Penyidik Negeri Sipil-
Perlindungan Konsumen);
• Pengawasan barang impor di kawasan pabean. Pengawasan
dilakukan oleh Ditjen Bea dan Cukai;
• Pengawasan barang beredar di pasar. Pengawasan di pasar
dilakukan oleh Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.
Bagaimana Pengawasan Oleh Pemerintah
Atas Barang Yang SNI Nya Diberlakukan
Wajib?
1
0

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apakah Dasar Hukum Yang
Memperbolehkan Pemberlakuan Secara
Wajib Sebagian Persyaratan SNI?
1
1

• Pemberlakuan secara wajib sebagian persyaratan SNI
diperbolehkan dalam PP Nomor 102 Tahun 2000 tentang
Standardisasi Nasional Pasal 12 Ayat (3) yaitu:
• Dalam hal standar Nasional Indonesia berkaitan dengan
kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat
atau pelestarian fungsi lingkungan hidup dan atau
pertimbangan ekonomis, instansi teknis dapat
memberlakukan secara wajib sebagian atau seluruh
spesifikasi teknis dan atau parameter dalam Standar
nasional Indonesia.
http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Kenapa Pemberlakuan Secara Wajib
Sebagian Persyaratan SNI Diperbolehkan?
• Karena proses penyusunan SNI secara lengkap dan
kesiapan peralatan uji pada Lembaga Penilaian Kesesuaian
membutuhkan waktu yang lama, maka untuk mempercepat
proses pemberlakukan SNI Wajib dapat ditetapkan dengan
cara memberlakukan sebagian daripada parameter SNI atau
yang lebih dikenal dengan istilah Peraturan Teknis.
• Usulan pemberlakuan SNI atau Peraturan Teknis secara
wajib sebaiknya berasal dari pelaku usaha untuk dapat
mengetahui kesiapannya dalam menerapkan SNI atau
Peraturan Teknis.
1
2

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apakah Spesifikasi Teknis?
Spesifikasi Teknis adalah persyaratan teknis yang
telah melalui pembahasan sesuai dengan Sistem
Standardisasi Nasional (SSN) sepanjang SNI atas
produk yang bersangkutan belum ditetapkan oleh
BSN.
1
3

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Kenapa Spesifikasi Teknis Dapat
Diberlakukan Oleh Pemerintah?
• Selama belum terdapat SNI, Pemerintah
dapat memberlakukan Spesifikasi Teknis
secara wajib atas barang atau jasa yang
terkait dengan aspek keselamatan, keamanan
dan kesehatan masyarakat, pelestarian
lingkungan hidup, pertimbangan ekonomis
dan atau kepentingan nasional lainnya.
1
4

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Saja SNI Wajib Di Bidang Industri
Yang Memiliki Petunjuk Teknis (Juknis)?
Pemberlakuan untuk sebagian besar produk SNI Wajib mengacu pada petunjuk teknis (per 1
Januari 2012) beberapa di antaranya yaitu:
1. Sepeda Roda Dua, Juknis Dirjen Nomor 15/IUBTT/Per/4/2011 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Penerapan Dan Pengawasan Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia
(SNI) Sepeda Roda Dua Secara Wajib
2. Baja Lembaran Dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D), Juknis Dirjen Nomor
06/BIM/PER/4/2011 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pemberlakuan Dan Pengawasan
Penerapan SNI Baja Lembaran Dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D) Secara Wajib
3. Plastik - Tangki Air Silinder Vertikal - Polietilena (PE), Juknis Dirjen Nomor
40/IAK/Per/9/2010 tentang Petunjuk Teknis Penerapan Dan Pengawasan Pemberlakuan
Standard Nasional Indonesia (SNI) Plastik - Tangki Air Silinder Vertikal -Polietilena (PE)
Secara Wajib
4. Korek Api Gas, Juknis Dirjen Nomor 17/ILMTA/PER/9/2010 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Penerapan Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Korek Api Gas
Secara Wajib
5. Produk Industri Elektronika, Juknis Dirjen Nomor 28/IATT/PER/9/2010 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Penerapan Standard Nasional Indonesia Terhadap 3 (Tiga) Produk
Industri Elektronika
1
5

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Saja SNI Wajib Di Bidang Industri
(Lanjutan)
6. Kaca Lembaran, Juknis Dirjen Nomor 34/IAK/Per/8/2010 tentang Petunjuk Teknis
Penerapan Dan Pengawasan Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Kaca
Lembaran Secara Wajib
7. Sepatu Pengaman, Juknis Dirjen Nomor 05/ILMTA/PER/3/2010 tentang Perubahan Atas
Peraturan Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil Dan Aneka Nomor
21/ILMTA/Per/9/2009 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dan Pengawasan
Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Produk Sepatu Pengaman Secara Wajib
8. Baterai Primer, Juknis Dirjen Nomor 17/IATT/PER/3/2010 tentang Perubahan Atas
Peraturan Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi Dan Telematika Nomor
19/Iatt/Per/8/2009 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Dan Pengawasan
Standard Nasional Indonesia (SNI) Baterai Primer Secara Wajib
9. Kakao Bubuk, Juknis Dirjen Nomor 49/IAK/Per/9/2009 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Dan Pengawasan Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia Kakao Bubuk
Secara Wajib (SNI 01-3747-1995) Atau Revisinya
10. Air Minum Dalam Kemasan, Juknis Dirjen Nomor 48/IAK/Per/9/2009 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Dan Pengawasan Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI)
Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Secara Wajib (SNI 01-3553-2006) Atau Revisinya
1
6

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Saja SNI Wajib Di Bidang Industri
(Lanjutan)
11. Sepatu Pengaman, Juknis Dirjen Nomor 21/ILMTA/PER/9/2009 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Dan Pengawasan Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Produk
Sepatu Pengaman Secara Wajib
12. Baja Lembaran, Pelat Dan Gulungan Canai Panas (Bj.P), Juknis Dirjen Nomor
19/ILMTA/PER/8/2009 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Dan Pengawasan
Standard Nasional Indonesia (SNI) Baja Lembaran, Pelat Dan Gulungan Canai Panas (Bj.P)
Secara Wajib
13. Baterai Primer, Juknis Dirjen Nomor 19/IATT/PER/8/2009 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Penerapan Dan Pengawasan SNI Baterai Primer Secara Wajib
14. Produk Melamin - Perlengkapan Makan Dan Minum, Juknis Dirjen Nomor
28/IAK/PER/6/2009 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Dan Pengawasan
Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Produk Melamin - Perlengkapan Makan
Dan Minum Secara Wajib
15. Baja Lembaran Dan Gulungan Lapis Paduan Aluminium - Seng (Bj.L As), Juknis Dirjen
Nomor 09/ILMTA/PER/4/2009 tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan Standard
Nasional Indonesia (SNI) Baja Lembaran Dan Gulungan Lapis Paduan Aluminium - Seng
(Bj.L As) Secara Wajib
1
7

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Saja SNI Wajib Di Bidang Industri
(Lanjutan)
16. Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan, Juknis Dirjen Nomor 60/IAK/Per/7/2008 tentang
Petunjuk Teknis Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Tepung Terigu Sebagai
Bahan Makanan Secara Wajib
17. Baja Lembaran Lapis Seng, Juknis Dirjen Nomor 16/ILMTA/PER/7/2008 tentang Petunjuk
Teknis Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Baja Lembaran Lapis Seng
18. Baja Tulangan Beton, Juknis Dirjen Nomor 17/ILMTA/PER/7/2008 tentang Petunjuk
Teknis Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Baja Tulangan Beton
19. Katup Tabung Baja LPG, Juknis Dirjen Nomor 18-1/ILMTA/PER/7/2008 tentang Petunjuk
Teknis Pemberlakuan Spesifikasi Teknis Katup Tabung Baja LPG Secara Wajib
20. Katup Tabung Baja LPG, Juknis Dirjen Nomor 31/ILMTA/PER/12/2008 tentang Petunjuk
Teknis Pemberlakuan SNI Katup Tabung Baja LPG Secara Wajib
21. Regulator Tekanan Rendah Untuk Tabung Baja LPG, Juknis Dirjen Nomor
30/ILMTA/PER/12/2008 tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan SNI Regulator Tekanan
Rendah Untuk Tabung Baja LPG Secara Wajib
22. Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua, Juknis Dirjen Nomor
86/IAK/Per/11/2008 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Dan Pengawasan
Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda
Dua Secara Wajib

1
8

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Saja SNI Wajib Di Bidang Industri
(Lanjutan)
23. Katup Tabung Baja LPG, Juknis Dirjen Nomor 03/ILMTA/PER/1/2008 tentang Petunjuk
Teknis Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Katup Tabung Baja LPG Secara
Wajib
24. Kompor Gas Bahan Bakar LPG Satu Tungku Dengan Sistem Pemantik Mekanik, Juknis
Dirjen Nomor 02/ILMTA/PER/1/2008 tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan Standard
Nasional Indonesia (SNI) Kompor Gas Bahan Bakar LPG Satu Tungku Dengan Sistem
Pemantik Mekanik Secara Wajib
25. Regulator Tekanan Rendah Untuk Tabung Baja LPG, Juknis Dirjen Nomor
04/ILMTA/PER/1/2008 tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan Standard Nasional
Indonesia (SNI) Regulator Tekanan Rendah Untuk Tabung Baja LPG Secara Wajib
26. Tabung Baja LPG, Juknis Dirjen Nomor 01/ILMTA/PER/1/2008 tentang Petunjuk Teknis
Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Tabung Baja LPG Secara Wajib
27. Semen, Juknis Dirjen Nomor 63/IAK/Per/8/2007 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Penerapan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 35/M-
Ind/Per/4/2007 Tentang Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Semen Secara
Wajib

1
9

http://1standar.blogspot.com
©AdminNovida
Apa Saja SNI Wajib Di Bidang Industri
(Lanjutan)
28. Selang Karet Kompor Gas, Juknis Dirjen Nomor 81/IAK/PER/12/2007 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Penerapan Dan Pengawasan Peraturan Menteri Perindustrian
Republik Indonesia Nomor : 92/M-Ind/Per/11/07 Tentang Pemberlakuan Standard
Nasional Indonesia Terhadap Selang Karet Kompor Gas Secara Wajib
29. Kaca Pengaman Untuk Kendaraan Bermotor, Juknis Dirjen Nomor 73/IAK/Per/10/2007
tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Peraturan Menteri
Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 34/M-Ind/Per/4/2007 Tentang Pemberlakuan
Standard Nasional Indonesia (SNI) Kaca Pengaman Untuk Kendaraan Bermotor Secara
Wajib
30. Lampu Swa-Balast Untuk Pelayanan Pencahayaan Umum, Juknis Dirjen Nomor
21/IATT/PER/10/2007 tentang Pedoman Teknis Pengawasan Penerapan
Standard Nasional Indonesia (SNI) Lampu Swa-Balast Untuk Pelayanan Pencahayaan
Umum - Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001) Di Pabrik
31. Ban, Juknis Dirjen Nomor 52/IAK/PER/VIII/2005 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Penerapan Dan Pengawasan Standard Nasional Indonesia (SNI) Ban Secara Wajib
32. Garam Beriodium, Juknis Dirjen Nomor 42/M-IND/PER/11/2005 tentang Pengolahan,
Pengemasan Dan Pelabelan Garam Beriodium

2
0

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->