Anda di halaman 1dari 18

Open fraktur Terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan dan lempeng pertumbuhan disertai Perforasi kulit dan jaringan

lunak.
)

Klasifikasi fraktur terbuka : Gustillo (1987 Tipe I =Energi trauma rendah =Luka kurang 1 cm, biasanya karena tusukan tulang. =Luka bersih =Kerusakan jaringan lunak

8/17/12

Klasifikasi fraktur terbuka :


Gustillo (1987)

Tipe II = Luka lebih 1 cm = Kerusakan jaringan lunak tidak luas = Luka kotor

8/17/12

Klasifikasi fraktur terbuka :


Gustillo (1987)

Tipe III= Energi trauma besar. = Kerusakan jaringan luas. = Luka sangat kotor.

8/17/12

Klasifikasi fraktur terbuka :


Gustillo (1987)

Tipe IIIa = Tulang masih dapat ditutup dengan jaringan lunak. Tipe IIIb = Tulang tidak bisa ditutup jaringan lunak. Periosteum terkelupas. Tipe IIIc = Fraktur dengan kerusakan vaskuler utama yang masih bisa di repair

8/17/12

TRAKSI KULIT

ALAT : - SKIN TRACTION KIT * PEDIATRIS * ADULT JENIS : PLESTER PEREKAT FOAM RUBBER TANPA PEREKAT INDIKASI : TRAKSI < 10 LBS (<5KG) KONTRAINDIKASI - ALERGI PLESTER - PENYAKIT KULIT KOMPLIKASI DERMATITIS GANGGUAN NEUROLOGIS DAN 55

8/17/12

TRAKSI TULANG

ALAT : - SKRUP SREW - PIN - WIRE INDIKASI :


-

TRAKSI WAKTU LAMA BEBAN TARIKAN BESAR

KONTRAINDIKASI RELATIF ANAK-ANAK

KOMPLIKASI INFEKSI KERUSAKAN LEMPENG PERTUMBUHAN GANGGUAN NEUROLOGIS 8/17/12 66 GANGGUAN VASKULER

I. INFLAMASI PADA TULANG DAN SENDI


A. Infeksi Bakteri piogenik Osteomylitis Hematogen Akut.

Faktor Predisposisi.

- Umur : terutama bayi dan anak-anak. - Jenis kelamin : : = 4 : 1. - Trauma trutama daerah metafisis. - Lokasi : metafisis karena merupakan daerah aktif pertumbuhan tulang.
8/17/12-

Nutrisi, lingkungan dan imunitas yang

Kausa.
Stafilokokus 90%. aureus

hemolitikus : -

Hemafilus influensa (5-50%) pada anak dibawah 4 th. Ecoli, pneumokokus, tifosa pseudomonas, brucella.

salminella peoteus,
8/17/12

Patogenesa.
1.

Penyebaran Osteomylitis melalui 2 cara : a. Melalui sirkulasi darah berupa Bakterimia dan Septikimia. b. Melalui Embolus Infeksi.

2.

Penyebaran Lokal : - Sub periosteal abses akibat penerobosan melalui periostium. Selolitis akibat abses subperiosteal menembus sampai bawah kulit.

8/17/12

- penyebaran ke dalam sendi sehingga terjadi Artritis Septik.

8/17/12

Gambaran Klinis.

Tergantung stadium patogenesis penyakit. Dapat ditemukan infeksi bakterial kulit dan saluran nafas. Gejala umum : * Panas tinggi. * Malaise. * Nafsu makan berkurang. Gejala Lokala : * Nyeri tekan. * Gangguan pergerakan

8/17/12

Laboratorium. Darah : * Sel darah putih > 30.000.

* LED . * Tiler antibodi anti stapilokokus. * Kultur (50 %) sentivitas antibiotik. bakteri Feses : * Kultur salmonella. curiga infeksi

Biopsi 8/17/12

: Proses infeksi atau

Radiologis.
- Foto polos : * 10 hari pertama. - Terlihat normal. - Pembengkakkan jaringan lunak. * 2 minggu. - Rarefaksi tulang.

Komplikasi.
1. Septikimia.

8/17/12

2. Penyebaran infeksi ke sendi, otak, paru-

Terapi.
Istirahat + pemberian analgesik.

- Cairan intravena dan kalau perlu transfusi darah. - Istirahat lokal dengan bidai atau traksi. - Antibiotik sesuai penyebab utama, selama 3-6 minggu dengan melihat keadaan umum atau laju endap

8/17/12

B. Osteomylitis
-

Kronis.

Umumnya merupakan kelanjutan dari Osteomylitis Akut. Dapat terjadi setelah fraktur terbuka atau setelah operasi tulang. Penyebab : Stafilakokus

8/17/12

Patogenesis.

Infeksi tulang Sequerter (Tulang Mati). Involuctrum. Kloaka tulang. Sinus kulit.

Gambaran Klinis.

- Demam dan nyeri lokal ringan 8/17/12 yang hilang timbul.

Radiologis.
: Tanda-tanda

* Foto polos porosis.

- Sklerosis tulang. - Penebalan periosteum. - Elevasi periosteum. - Squester. * Radioisotop Scanning.

8/17/12

Terapi.

1. Antibiotik : - Mencegah penyebaran infeksi. - Mengontrol eksaserbasi akut. 2. Operatif : - Mengeluarkan seluruh jaringan nekrotik. - Drainage.
8/17/12