Anda di halaman 1dari 8

TUGAS I MATA KULIAH

DASAR TELEKOMUNIKASI

Disusun Oleh : Kelompok III

ARIF RANU WICAKSONO FREDY AJI NOORHADI GAYUH TITIS PERMANA MIRANTI AULIYA R TRI SUTRISNO ISTIKOMAH

M3304003 M3304012 M3304013 M3304019 M3304036 M3304066

PROGRAM DIII ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2007
1. PSTN PSTN adalah singkatan dari Public Switched Telephone Network atau yang biasa disebut jaringan telpon tetap (dengan kabel). PSTN secara umum diatur oleh standar-standar teknis yang dibuat oleh ITU-T, dan menggunakan pengalamatan E.163/E.164 (secara umum dikenal dengan nomor telepon). 2. EDGE EDGE adalah teknologi 3G yang memberikan kecepatan data seperti broadband untuk peralatan bergerak (mobile devices). Hal ini memungkinkan pelanggan untuk dapat tersambung pada Internet dan dapat menerima serta mengirim data, termasuk gambar digital, situs Internet dan foto, tiga kali lebih cepat dengan jaringan GSM/GPRS. Dengan teknologi EDGE, Cingular Wireless dapat menawarkan akses data bergerak yang lebih cepat, melayani lebih banyak konsumer data bergerak, dan meningkatkan kapasitas jaringan GSM untuk melayani lebih banyak voice traffic. Jaringan EDGE dari Cingular Wireless akan melayani data sampai kecepatan 170 kilobits perdetik dengan rata rata 75 - 135 Kbps. EDGE adalah teknologi nirkabel 3G yang berkemampuan untuk mentransmisi data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi (384 kilobits per detik). EDGE dapat digunakan pada GSM 800, 900, 1800 dan 1900 MHz frequency bands yang ada dan teknologi tambahan UMTS (WCDMA). EDGE menggunakan struktur TDMA (Time Division Multiple Access) yang sama, logic channel dan 200kHz bandwith seperti halnya jaringan GSM yang ada sekarang, menjadikan jaringan yang ada tetap berhubungan. Hal ini menjadikan para operator dapat memberikan layanan multimedia berkecepatan tinggi dengan perlindungan menyeluruh untuk investasi utama mereka EDGE adalah sebutan baru untuk GSM384. Kenapa dinamakan teknologi GSM384? Ini disebabkan karena kemampuan untuk mentransfer datanya pada kisaran 384 kbps. Selain disebut GSM384, ada juga yang menyebutnya EDGE sebagai EGPRS (Enhance General Packet Radio Service). Meskipun secara jelas masih berada pada sistem 2,5G, EDGE merupakan sebuah antisipasi untuk digunakan oleh operator selular yang belum bisa mendapatkan lisensi 3G secara penuh.EGDE menawarkan kecepatan transfer data tiga kali lebih cepat dari GPRS. EDGE meningkatkan kecepatan transfer data dengan kecepatan hingga 384 kbps adalah tahap kedua dalam proses evolusi GSM ke 3G. Dengan EDGE, kelebihan yang diberikan oleh GPRS bisa lebih dieksplorasi lagi, dengan set-up koneksi yang lebih cepat lagi dan bandwidth yang lebih lebar lagi. Kombinasi dari GPRS dan EDGE juga akan menghasilkan utilisasi network radio yang lebih tinggi.

Cara kerja EDGE Teknologi EDGE memperkenalkan teknik modulasi baru yang diikuti dengan penyempurnaan pada protokol radio yang memungkinkan operator untuk menggunakan spektrum frekuensi GSM yang dimilikinya yaitu (900,1.800, dan 1.900 Mhz) agar lebih efektif. EDGE mampu men-support data, layanan aplikasi, dan multimedia dengan kecepatan transfer data hingga 384 kbps. Setelah mengimplementasikan GPRS, bagian dari network yang memfasilitasi EDGE ditempatkan pada BSS (base station system). Yang diperlukan hanya plug-in Transceiver Unit (TRU) EDGE dan beberapa pembaruan software. Sementara hardware transceiver tambahan hanya diperlukan jika terdapat perluasan jaringan. Jadi, untuk mengoperasikan layanan EDGE operator seluler hanya membutuhkan instal TRU yang kapabel dengan EDGE, menggantikan TRU GSM biasa yang telah lama mereka miliki. Unit transceiver kapabel EDGE dapat secara simultan menangani voice, GPRS, dan packet-switch EDGE. Dengan EDGE, Anda dapat menikmati kemudahan dan kecepatan dalam melakukan browsing atau menikmati beragam konten yang mampu didukungnya. Semua peningkatan ini akan menghapus lambatnya transfer data sehingga berbagai kenikmatan seperti multimedia interaktif, video messaging dan streaming, layanan personal, video conferencing dapat Anda nikmati dengan leluasa. 3. AMPS AMPS = (Advanced Mobile Phone System) Suatu sistem komunikasi wireless analog. Pesawat telepon seluler AMPS adalah terminal telepon yang dalam operasinya dapat dihubungkan dengan penyelenggara seluler system AMPS yang dapat digunakan untuk komunikasi suara dan data secara timbal-balik. AMPS digolongkan dalam generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak yang menggunakan teknologi analog dimana AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access). Dalam FDMA,user dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan dimana setiap user menggunakan kanal sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak boleh ada dua user yang menggunakan kanal yang sama baik dalam satu sel maupun sel tetangganya. Oleh karena itu AMPS akan membutuhkan alokasi frekuensi yang besar. Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang besar. Teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) salah satu operatornya adalah PT.Komselindo.

Persyaratan Mutu

1. Umum Spasi Kanal : 30 kHz Jumlah Kanal : 832 kanal Duplex Separation : 45 MHz Type Modulasi : FM Impedansi : 50 Ohm 2. Pemancar Daya Pancar Pita Frekuensi Stabilitas frekuensi Spurious Emisi Deviasi Frekuens Compressor Response SAT 3. Penerima Sensitivitas Rec : Pita Frekuensi Selectivity : Stabilitas frek Spurious Response : Image Rejection : Expandor response : = 5 Watt : 824 - 849 MHz : 5 ppm : = 43 dBc : = 12 kHz :2:1 : 2 10% kHz

= 0,5 V : 869 - 893 MHz = 70 dB : 5 ppm = 70 dB = 70 dB :1:2

4. Kanal Suara Frekuensi Response : -1 s/d 3 dB 6 dB Octave 0,3 - 3 kHz Tot. Harmonic Dist : = 5% Hum & Noise : < -32 dBm 4. Kanal Kontrol Modulasi : FSK Deviasi : 8 kHz Transmisi Rate : 10 Kbit/s Syarat Bahan Baku 1. Pesawat terbuat dari bahan yang kuat dan ringan sesuai dengan iklim tropis, antara lain : bahan anti karat, tahan terhadap suhu dan kelembaban iklim tropis, deterjen serta bahan-bahan kimia umum. 2. Komponen-komponen perangkat mempunyai kualitas tinggi solid state, khusus dirancang untuk perangkat telekomunikasi. 3. Papan Rangkaian Tercetak (PCB).

5. UMTS UMTS(Universal Mobile Telecommunication Access) adalah sistem mobile communication generasi ketiga yang diharapkan sistem ini telah mampu melayani servis servis sampai 2 Mbps dan pada frekuensi sekitar 2 GHz. Sistem UMTS yang diproposalkan dibangun dari infrastruktur sistem sistem mobile yang ada saat ini seperti GSM, AMPS, PDC, PCS dan lain lain yang berevolusi menuju sistem UMTS. Sistem akses yang diskenariokan pada sistem UMTS adalah W-CDMA karena mempunyai banyak kelebihan yaitu : Evolusi pada GSM diawali dengan GSM 900, GSM 1800, GSM 1900 kemudian yang dikenal sebagai GSM + dan GSM 2+ dan akhirnya menuju ke sistem universal akses (UMTS). Langkah awal penerapan UMTS pada infrastruktur GSM adalah menambah interface tertentu sebagai penghubung antara GSM BSS (Base stasion Subsystem) dengan jaringan W-CDMA sehingga pada jaringan UMTS akan terjadi dualmode W-CDMA/GSM terminal. Dengan sifat dualmode pada terminal ini dapat memberikan solusi yang fleksibel pada operator GSM dengan pembagian spektrum frekuensi yang baru yaitu GSM untuk voice dan data dengan laju yang rendah sedangkan UMTS untuk data dengan laju yang tinggi. 6. GSM GSM (singkatan bahasa Inggris: Global System for Mobile Communications, GSM) adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka. Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara. Banyaknya standar GSM ini membuat roaming internasional sangat umum dengan "persetujuan roaming" antar operator telepon genggam. GSM berbeda banyak dengan teknologi sebelumnya dalam pensinyalan dan "channel" pembicaraan adalah digital, yang berarti ia dipandang sebagai sistem telepon genggam generasi kedua (2G). GSM merupakan sebuah standar terbuka yang sekarang ini dikembangkan oleh 3GPP. Dari sudut pandang konsumen, keuntungan kunci dari sistem GSM adalah kualitas suara digital yang lebih tinggi dan alternatif biaya rendah untuk menelpon dan juga pesan teks. Keuntungan bagi operator jaringan adalah kemampuannya menerapkan peralatan dari "vendor" yang berbeda karena standar terbuka membuat inter-operasi menjadi mudah. Juga, standar ini telah mengizinkan operator jaringan untuk menawarkan jasa roaming yang berarti pengguna dapat menggunakan telepon mereka di seluruh dunia. GSM terus mendapat kompatibilitas dengan generasi sebelumnya, selagi standar GSM ini terus berkembang, contohnya kemampuan paket data ditambahkan ke versi Release '97 dari standar ini, dengan cara GPRS. Data

transmisi kecepatan tinggi juga telah diperkenalkan dengan EDGE dalam versi Release 99 dari standar ini. Jangkauan frekuensi untuk GSM adalah 890-915 MHz untuk uplink (dari mobile ke base station) dan 935-960 MHz untuk downlink (dari base station ke mobile). Jarak spasi untuk tiap kanal frekuensi adalah 200 KHz. 7. GPRS GPRS (General Packet Radio Services) adalah layanan komunikasi tanpa kawat berbasis paket. GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 114 kbps, sehingga memungkinkan akses internet biasa sampai multimedia bagi komputer, notebook dan handheld. GPRS dibuat berdasarkan komunikasi GSM (Global System for Mobile communication). GPRS secara teori lebih murah daripada sambungan telepon seluler, karena kanal yang dipakai dibagi beramai-ramai oleh sejumlah pengguna. 8. CDMA Code division multiple access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan mengunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan. CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai oleh Qualcomm. CDMA adalah sebuah teknologi militer yang digunakan pertama kali pada Perang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Sekutu memutuskan untuk mentransmisikan tidak hanya pada satu frekuensi, namun pada beberapa frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap. Sejak itu CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk pada Global Positioning System (GPS) dan pada sistem satelit OmniTRACS untuk logistik transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur Qualcomm untuk menemukan Soft Handoff dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan CDMA praktis dan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial.

9. 4G

4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebenarnya apa yang membedakan 3G dan 4G? Sampai saat ini belum jelas mengenai 4G itu sendiri. Orang-orang mengetahui apa yang bisa dilakukan dengan evolusi 3G, menuju HSDPA, IMS, UMA, LTE, dll dalam dunia GSM dan revisi variasi menuju teknologi EV-DO untuk CDMA 2000. Tapi jika melihat pada perbedaan yang sederhana, lihatlah pada apa yang bisa dilakukan oleh 3G, termasuk evolusi dari 3G-3,5G, 3,8G, 3,9G, dll. Tapi bila ingin membangun radio network komplit secara paralel (dengan harga jutaan dolar), itulah 4G. 4G membutuhkan handset yang baru. Seperti transisi dari 1G ke 2G, dan transisi dari 2G ke 3G, maka sama saja dari 3G ke 4G, kita akan lihat kekurangan handset 4G pada mulanya, dan permulaan itu tidak terdapat pada killer application dan handset 4G akan menjadi sangat berat, mahal, dengan kualitas baterai yang buruk. Tapi kemampuan untuk menyeimbangkan pada beberapa tahun ke depan menjadi prediksi seberapa besar pelanggan 3G akan migrasi ke 4G. Terdapat banyak negara seperti China, Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan lainnya yang telah mencoba lewat sistem di laboratorium untuk menspesifikasi 4G lewat ITU. Hal ini di dalamnya juga termasuk teknologi transmisi radio, elemen, software radio yang kompleks, teknologi yang multifungsi untuk input dan output data. Sepertinya negara yang memimpin dalam dunia 3G saat ini seperti Jepang dan Korea Selatan akan mendapat ide untuk memberikan standar 4G lewat ITU. Untuk negara lainnya, masih dipertanyakan mengenai standarisasi tersebut. Seperti apa yang kalangan industri inginkan pada saat 2G ketika 3G distandarkan, kemudian terjadi kompromi tentang standar 3G. 3G yang kemudian diaplikasikan lewat CDMA (dikenal juga dengan UMTS) digunakan oleh 75% jaringan di dunia, seluruh Eropa, sebagian Asia dan Australia, sebagian besar Afrika dan Amerika Latin, dan sebagian Afrika Utara. Standar kedua, CDMA 2000 digunakan di Amerika Utara, sebagian Asia dan Amerika Latin, dan bagian dunia lainnya. Standar ketiga, TD-SCDMA yang dipromosikan oleh China dan Hongkong, Taiwan merupakan kompetitor untuk jaringan 3G yang tersedia. Saya berharap industri dapat menemukan dan kompromi untuk membuat standar 4G. Jika sejarah adalah pelajaran untuk kita semua, maka akan ditemukan satu atau dua standar yang tidak kompatibel antara satu dengan yang lainnya. Kita tidak akan tahu hingga 2012. Sebelumnya harus diketahui, 4G membutuhkan spektrum baru. Tidak banyak spektrum yang tersedia dalam sebuah range spectrum yang sama secara internasional. Jadi, sekelompok pemerintah telah berusaha untuk setuju spektrum mana yang akan digarap untuk kemudian memindahkan transmisi yang sudah ada sebelumnya seperti televisi analog dan radio atau di area kepolisian, militer, radar pesawat terbang yang sudah diberikan spektrum oleh sebuah negara utuk

membebaskan spektrum radio seluler untuk 4G. Terdapat batasan yang sangat relevan, di mana terdapat kepadatan seluler yang dibutuhkan untuk menjaga kapasitas, tapi kita berusaha untuk mendapatkan angka penetrasi indoor. Jadi secara relatif, frekuensi radio yang dekat secara optimal dibutuhkan. Insinyur radio yang membicarakan batasan praktis antara 400 MHz dan 2,1 GHz untuk 4G dapat di-deploy. Untuk 2G (GSM) frekuensinya berada pada 850-900 MHz atau 1,8-1,9 GHz dan 3G (WCDMA) pada 2,1 GHz. Oleh karena itu, masih dipertimbangkan oleh WRC mengenai frekuensi untuk alokasi 4G. Efek dari hal ini berkaitan dengan harga lisensi. Akan terdapat banyak negara yang mempermasalahkan lisensi ini. Akan terlihat juga lisensi milyaran dolar seperti yang terjadi di negara-negara di Eropa. Hal ini berimplikasi terhadap bisnis telekomunikasi. Hal yang lebih menjadi kebutuhan universal berkaitan dengan spektrum radio. Jika teknologi radio baru dapat dijalankan pada basis radio, maka akan sangat mungkin dan mahal untuk mengganti jaringan 3G ke jaringan 4G, seperti menggunakan lokasi dan tower antenna yang sudah ada. Tapi jika radio based station membutuhkan tower lebih banyak, akan lebih mahal daripada biaya lisensi, di mana telekomunikasi harus menggapai ribuan lokasi baru utuk based station dan antenna.