Anda di halaman 1dari 172
LAPORAN TAHUNAN 2008 ANNUAL REPORT BERSAMA MEMACU PRESTASI TOGETHER WE ACHIEVE MORE www.kalbe.co.id
LAPORAN TAHUNAN 2008 ANNUAL REPORT BERSAMA MEMACU PRESTASI TOGETHER WE ACHIEVE MORE www.kalbe.co.id
LAPORAN TAHUNAN 2008 ANNUAL REPORT BERSAMA MEMACU PRESTASI TOGETHER WE ACHIEVE MORE www.kalbe.co.id
LAPORAN TAHUNAN 2008 ANNUAL REPORT BERSAMA MEMACU PRESTASI TOGETHER WE ACHIEVE MORE www.kalbe.co.id

LAPORAN TAHUNAN 2008 ANNUAL REPORT

BERSAMA MEMACU PRESTASI TOGETHER WE ACHIEVE MORE

www.kalbe.co.id

LAPORAN TAHUNAN 2008 ANNUAL REPORT BERSAMA MEMACU PRESTASI TOGETHER WE ACHIEVE MORE www.kalbe.co.id

Daftar Isi

Contents

02

Visi, Misi dan Nilai Inti Vision, Mission and Core Values

03

Sekilas Kalbe Kalbe at a Glance

04

Tonggak Sejarah

05

Prestasi &

06

Peristiwa Penting

Milestones

Penghargaan

Tahun 2008 Event Highlights in

 

Recognitions &

 

Awards

2008

08

Ikhtisar Keuangan

10

Ikhtisar Saham

12

Laporan Dewan Komisaris Report from the Board of Commissioners

16

Laporan Direksi Report from the Board of Directors

 

Financial Highlights

Stock Highlights

 

23

35

45

59

159

 

Tinjauan Usaha

Tinjauan Operasional Operational Review

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Tinjauan Keuangan

Data Perseroan

Business Review

Financial Review

Corporate Data

Divisi Obat Resep Prescription Pharmaceuticals Division

• Pemasaran dan Penjualan Marketing and Sales

• Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report

• Analisis dan Diskusi Manajemen Management Discussion and Analysis

Dewan Komisaris Board of Commissioners

• Produksi

• Direksi Board of Directors

Divisi Produk

Production

• Tanggung Jawab

Kesehatan

Sosial Perusahaan

• Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial Statements

• Komite Audit

Consumer Health

• Riset dan

Corporate Social

Audit Committee

Division

Pengembangan

Responsibility

 

Research and

• Struktur Organisasi

Divisi Nutrisi

Development

Organization Structure

Nutritionals Division

 
 

• Sumber Daya

• Struktur Organisasi Grup Kalbe Kalbe’s Group Organization Structure

Divisi Distribusi dan Kemasan

Distribution and Packaging Division

Manusia

Human Resources

 

• Anak Perusahaan

Subsidiaries

Bersama Memacu Prestasi Together We Achieve More “Bersama Memacu Prestasi” adalah tema Laporan Tahunan 2008,
Bersama Memacu Prestasi
Together We Achieve More
“Bersama Memacu Prestasi” adalah tema Laporan Tahunan 2008, tahun yang membutuhkan
upaya kerja sama dan kolaborasi yang baik. Konsolidasi usaha Kalbe, Enseval dan Dankos
pada akhir tahun 2005 menimbulkan berbagai tantangan dalam budaya perusahaan, sehingga
keselarasan koordinasi dari ketiga perusahaan ini sangatlah penting untuk efektivitas dan
kelangsungan Perseroan. Oleh karena itu pada tahun 2008, setiap unit usaha strategis telah
mempersiapkan rencana strategis jangka panjang dengan tujuan agar Kalbe dapat bekerja
sebagai satu entitas. Ini merupakan tantangan nyata, namun berdasarkan tema usaha tahun 2008,
“Bersama Memacu Prestasi”, semua rencana tersebut dapat diselesaikan dengan sukses.
Dan semua akan dilanjutkan di tahun 2009, dimana tema untuk tahun depan adalah
“Excellence in Execution” atau pelaksanaan yang prima.
2008. A year that, in retrospect, demanded a great deal of cooperation and collaboration, was the
inspiration for the theme of this year’s Annual Report, “Together We Achieve More”. The grand
merger of Kalbe, Enseval and Dankos back in 2005 brought challenges in the Kalbe’s culture: the
alignment and coordination of these three companies were critical factors in our future effectiveness
and sustainability. Therefore, each strategic business unit has prepared long-term development and
strategic plans in 2008, in order for Kalbe to be able to work together as one entity. This was a real
challenge but, based on the 2008 business theme “Together We Achieve More,” all was completed
successfully. This action will be continued and developed in 2009, which is why next year’s business
theme is to be “Excellence in Execution.”
PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report
PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report
1 1

Visi, Misi dan Nilai Inti

Vision, Mission and Core Values

Visi Vision

Misi Mission

Nilai Values

Motto

Menjadi Perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan di Indonesia dan memiliki eksistensi di pasar global dengan merek dagang yang kuat, didasarkan oleh manajemen, ilmu dan teknologi yang unggul. To be dominant in the healthcare business in Indonesia and be a part of the global market with strong brands, enabled by excellent management, science and technology.

Meningkatkan Kesehatan untuk Kehidupan yang Lebih Baik To Improve Health for a Better Life

Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan Giving the Best to Customer Giving the Best to Customer

Gigih untuk Mencapai yang Terbaik Striving for Excellence Striving for Excellence

Kerjasama yang Kokoh Strong Team Work Strong Team Work

Inovasifor Excellence Kerjasama yang Kokoh Strong Team Work Innovation Lincah Agility Integritas Integrity The

Innovation

LincahKerjasama yang Kokoh Strong Team Work Inovasi Innovation Agility Integritas Integrity The Scientific Pursuit of

Agility

IntegritasKokoh Strong Team Work Inovasi Innovation Lincah Agility Integrity The Scientific Pursuit of Health for a

Integrity

The Scientific Pursuit of Health for a Better Life

2
2

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Didirikan pada tahun 1966, PT Kalbe Farma Tbk (“Perseroan” atau “Kalbe”) telah jauh berkembang dari awal mulanya

sebagai usaha farmasi yang dikelola di garasi rumah pendirinya

di wilayah Jakarta Utara. Selama lebih dari 40 tahun sejarah

Perseroan, pengembangan usaha telah gencar dilakukan melalui akuisisi strategis terhadap perusahaan-perusahaan farmasi lainnya, membangun merek-merek produk yang unggul dan menjangkau pasar internasional dalam rangka transformasi Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan serta nutrisi yang terintegrasi dengan daya inovasi, strategi pemasaran, pengembangan merek, distribusi, kekuatan keuangan, keahlian riset dan pengembangan serta produksi yang sulit ditandingi dalam mewujudkan misinya untuk meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik.

Grup Kalbe telah menangani portofolio merek yang handal dan beragam untuk produk obat resep, obat bebas, minuman energi dan nutrisi, yang dilengkapi dengan kekuatan bisnis usaha kemasan dan distribusi yang menjangkau lebih dari 1 juta outlet. Perseroan telah berhasil memposisikan merek- mereknya sebagai pemimpin di dalam masing-masing kategori terapi dan segmen industri tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai pasar internasional, dengan produk- produk kesehatan dan obat-obatan yang telah senantiasa menjadi andalan keluarga seperti Promag, Mixagrip, Woods, Komix, Prenagen dan Extra Joss. Lebih jauh, pembinaan dan pengembangan aliansi dengan mitra kerja internasional telah mendorong pengembangan usaha Kalbe di pasar internasional dan partisipasi dalam proyek-proyek riset dan pengembangan yang canggih serta memberi kontribusi dalam penemuan terbaru di dalam bidang kesehatan dan farmasi termasuk riset sel punca dan kanker.

Pelaksanaan konsolidasi Grup pada tahun 2005 telah memperkuat kemampuan produksi, pemasaran dan keuangan Perseroan sehingga meningkatkan kapabilitas dalam rangka memperluas usaha Kalbe baik di tingkat lokal maupun internasional. Saat ini, Kalbe adalah salah satu perusahaan

farmasi terbesar di Asia Tenggara yang sahamnya telah dicatat

di Bursa Efek Indonesia dengan penjualan melebihi Rp 7,8

triliun. Posisi kas yang sangat baik saat ini juga memberikan fleksibilitas yang luas dalam pengembangan usaha Kalbe di masa mendatang.

Sekilas Kalbe

Kalbe at a Glance

Established in 1966, PT Kalbe Farma Tbk (“the Company” or

“Kalbe”) has come a long way from its humble beginnings as

a garage-operated pharmaceutical business in North Jakarta.

Throughout its more than forty year history, the Company has expanded by strategic acquisitions of pharmaceutical companies, building a leading brand positioning and reaching out to international markets to transform itself into an integrated consumer health and nutrition enterprise with unrivalled innovation, marketing, branding, distribution, financial strength, R&D and production expertise – thus furthering its mission of improving health for a better life.

The Kalbe Group has a broad and strong portfolio of brands

in prescription pharmaceuticals, OTC pharmaceuticals, energy

drinks and nutritional products, complemented with a robust packaging and distribution arm covering over one million outlets. The Company has succeeded in promoting its brands

as undisputed market leaders – not only in Indonesia but also

in international markets, establishing such household names as

Promag, Mixagrip, Woods, Komix, Prenagen and Extra Joss across all healthcare and pharmaceutical segments. Also, fostering and expanding alliances with international partners has accelerated Kalbe’s advances in international markets and sophisticated R&D ventures, as well as facilitating the latest pharmaceutical and healthcare developments, including stem cell and cancer research.

The Group’s consolidation in 2005 has further enhanced its production, marketing and financial capabilities, providing greater leverage to widen local and international exposure. Today, Kalbe is the largest publicly listed pharmaceutical company in Southeast Asia, with revenues of over Rp 7.8 trillion. Such a highly liquid position today also implies the availability of funds for ambitious expansion opportunities in the future.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

3 3
3
3

Tonggak Sejarah

 

Milestones

1997 -2007

1997

• Penjualan sisa 50% kepemilikan pada PT Helios Arnott’s Indonesia The remaining 50% share ownership was sold to PT Helios Arnott’s Indonesia

• Penjualan divisi pengemasan gelas kepada Schott Glasswerke Beteiligungs GmbH The glass packaging company was sold to Schott Glasswerke Beteiligungs GmbH

• Akuisisi merek Woods’ The Woods’ brand was acquired

 

1989 -1995

1989

PT Igar Jaya dan PT Dankos Laboratories melakukan Penawaran Umum Perdana PT Igar Jaya and PT Dankos Laboratories conducted their Initial Public Offering

• Akuisisi 80% saham PT Saka Farma An 80% share ownership of PT Saka Farma was acquired

 

1966 -1985

2005

1991

PT Kalbe Farma melakukan Penawaran Umum Perdana PT Kalbe Farma went public, and carried out an Initial Public Offering (IPO)

Konsolidasi Grup Kalbe

Consolidation of the Kalbe Group carried out

 

1966

2006

Pendirian Perseroan dengan nama PT Kalbe Farma The Company was founded under the name PT Kalbe Farma

• Memperluas cakupan regional

1993

Akuisisi PT Sanghiang Perkasa dan konsolidasi bisnis nutrisi ke dalam anak perusahaan ini PT Sanghiang Perkasa was acquired, and the nutritionals

businesses consolidated within this subsidiary company

Regional coverage expanded

• Membangun merek dan infrastruktur global

1977

Global brands and infrastructure created

Akuisisi PT Dankos Laboratories PT Dankos Laboratories was acquired

• Meningkatkan fokus bisnis melalui penggabungan usaha dan akuisisi

1981

Pengalihan bisnis distribusi kepada PT Enseval sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah The distribution businesses were transferred to PT Enseval in line with government regulations

1994

• Memulai bisnis minuman energi dengan peluncuran Extra Joss Entry into the energy drink business with the launch of Extra Joss

Business focus increased through business mergers and acquisitions

• Meningkatkan pengembangan

penemuan obat

Innovative medicinal development increased

• Membangun jaringan dan kemitraan global

Global networks and partnerships

1985

• PT Enseval Putera Megatrading melakukan Penawaran Umum Perdana PT Enseval Putera Megatrading went public and carried out an Initial Public Offering (IPO)

created

Akuisisi PT Bintang Toedjoe dan PT Hexpharm Jaya PT Bintang Toedjoe and PT Hexpharm Jaya were acquired

2007

• Meluncurkan logo perusahaan yang baru sebagai bagian dari proses transformasi

 

1995

Dilusi 50% kepemilikan pada PT Helios Arnott’s Indonesia yang bergerak dalam bisnis makanan An initial 50% share ownership in PT Helios Arnott’s Indonesia, which operates in the food business, was sold

Launch of new corporate logo as part of transformation process

• Produk-produk memasuki semua negara ASEAN kecuali Laos. Products enter every ASEAN country (except Laos)

• Pembukaan Stem Cell dan Cancer Institute Opening of the Stem Cell and Cancer Institute

 

• Implementasi pengelolaan rantai pasokan yang lebih baik dan terpadu End-to-End supply chain management improvements implemented

• Sistem teknologi informasi yang terintegrasi Information technology systems integrated

4 4
4
4

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Cerebrofort, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama
The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Cerebrofort, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama

The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Cerebrofort, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Cerebrofort, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency.

The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Prenagen, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Prenagen, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency.

The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Milna, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Milna, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency.

The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Promag, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Promag, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency.

SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA)
SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA)

The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Cerebrovit, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Cerebrovit, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency.

The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Extra Joss, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Extra Joss, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency.

The Diamond Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) untuk Promag, diberikan oleh Majalah Swa bersama Frontier. The Diamond Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) for Promag, presented by SWA magazine, together with Frontier.

The Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) untuk Mixagrip, diberikan oleh Majalah Swa bersama Frontier. The Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) for Mixagrip, presented by SWA magazine, together with Frontier.

Prestasi dan Penghargaan

Recognitions & Awards

Frontier. Prestasi dan Penghargaan Recognitions & Awards The Best of the Best Indonesian Best Packaging Award
Frontier. Prestasi dan Penghargaan Recognitions & Awards The Best of the Best Indonesian Best Packaging Award
Frontier. Prestasi dan Penghargaan Recognitions & Awards The Best of the Best Indonesian Best Packaging Award
Frontier. Prestasi dan Penghargaan Recognitions & Awards The Best of the Best Indonesian Best Packaging Award

The Best of the Best Indonesian Best Packaging Award untuk Woods Peppermint Expectorant, diberikan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan MIX (MarketingMix), DM Brands, The Brand Union, dan Indonesia Brand Identity Summit. The Best of the Best Indonesian Best Packaging Award for Woods Peppermint Expectorant, presented by SWA magazine in cooperation with MIX (MarketingMix), DM Brands, The Brand Union and the Indonesian Brand Identity Summit.

The Most Safety Indonesian Best Packaging Award untuk Woods Peppermint Expectorant, diberikan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan MIX (MarketingMix), DM Brands, The Brand Union, dan Indonesia Brand Identity Summit. The Most Safety Indonesian Best Packaging Award for Woods Peppermint Expectorant, presented by SWA magazine in cooperation with MIX (MarketingMix), DM Brands, The Brand Union and the Indonesian Brand Identity Summit.

The Most Powerful Distribution Performance 2008 Award untuk Mixagrip, diberikan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan QASA sebagai strategic consultant dan MIX (Marketing Extra). The Most Powerful Distribution Performance 2008 Award for Mixagrip, presented by SWA magazine in cooperation with QASA as strategic consultant and MIX (Marketing Extra).

The Best Distribution Award untuk Komix dan Extra Joss dari Majalah SWA. The Best Distribution Award for Komix and Extra Joss from SWA magazine.

Penghargaan Penerbit Obligasi Terbaik 2008 Kategori Obligasi

Non-Keuangan Aset di bawah Rp 1 Triliun versi Majalah Investor dalam acara “Investor Award

2008”.

The 2008 Best Bond Issuer Awards for Non Financial Sector with Total Assets of less than Rp 1 Trillion from Investor magazine in the “Investor Awards 2008” event.

Kalbe Group berpartisipasi dan memenangkan 1 emas dan 4 perak dalam Konvensi Nasional Temu Karya Mutu dan

Produktivitas Nasional (TKMPN)

XII.

Kalbe Group took part in the 12 th National Work Quality and Productivity Convention (TKMPN), winning one gold and four silver medals.

Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk PT Bintang Toedjoe, selaku anak perusahaan Perseroan, dari Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial Pemerintah Indonesia. Work Safety and Health Award for PT Bintang Toedjoe, as one of the Company’s subsidiaries, from the Manpower and Social Affairs Service of the Government of Indonesia.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

5
5

Peristiwa Penting Tahun 2008

Event Highlights in 2008

January

March 15 - 16:

18:

Peresmian pembukaan outlet pertama Klinik Mitrasana di Cikarang. Inauguration of the first outlet of Mitrasana Clinic in Cikarang.

Pembangunan sarana sanitasi desa dan pengobatan gratis untuk warga desa Cikahuripan, Jawa Barat. The construction of village sanitation facilities and provision of free medication for the villagers of Cikahuripan, West Java.

February

May

May

02:

Kementerian Negara Riset dan Teknologi bekerjasama dengan FK-UI dan Kalbe Farma beserta Stem Cell And Cancer Institute menyelenggarakan acara Peresmian Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) dan Seminar Sel Punca di Widya Graha LIPI. The State Ministry of Research and Technology, in cooperation with the Health Faculty at the University of Indonesia (FK-UI) and with the Stem Cell and Cancer Institute, held a special event for the official establishment of the Indonesian Stem Cell Association (ASPI). The event, held at the Widya Graha Building of the Indonesian National Institute of Sciences (LIPI), was the forum for a seminar on Stem Cells.

26:

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa. The holding of the Annual General Meeting (AGM) and an Extraordinary General Meeting (EGM) of PT Kalbe Farma Tbk Shareholders.

12:

Peluncuran Fatigon Hydro+, yang merupakan minuman isotonik pertama yang terbuat dari air kelapa asli. The launching of Fatigon Hydro+, the first isotonic drink made from natural coconut water.

dari air kelapa asli. The launching of Fatigon Hydro+, the first isotonic drink made from natural

18:

June

26:

Bakti Sosial Pengobatan Gratis: Kalbe Berbagi & Sierad Peduli di Kampung Tipar, Jawa Barat. Social event for the donation of free medications arranged by the Kalbe Berbagi and Sierad Peduli CSR organizations for the village of Tipar, West Java.

medications arranged by the Kalbe Berbagi and Sierad Peduli CSR organizations for the village of Tipar,

Juli

PT Finusolprima Farma Internasional sebagai salah satu anak perusahaan Kalbe menerima Certificate of Manufacturing dari Health and Sciences Authority, Singapura. PT Finusolprima Farma Internasional (a Kalbe subsidiary) received its Certificate of Manufacturing from the Health and Sciences Authority, Singapore.

01:

Peluncuran Produk Nulife-Bar. The launching of the Nulife-Bar product.

6
6

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Juli

09:

Pendirian PT Renalmed Tiara Utama yang bergerak dalam penyediaan alat-alat kesehatan untuk klinik pelayanan cuci darah (hemodialisa). Establishment of PT Renalmed Tiara Utama, a health equipment medical instrument supply company for hemodyalisis clinics.

August

07:

TheraCIM yang merupakan salah satu produk baru Kalbe, memperoleh persetujuan izin edar di Negara Filipina. TheraCIM, one of Kalbe’s new products, secured its approved registration for the Philippines.

08:

Grand Launching Kalbe Eco-Friendly Data Center yang merupakan kerja sama dengan IBM. The grand launching of the Kalbe Eco- Friendly Data Center, in cooperation with IBM Indonesia.

Friendly Data Center, in cooperation with IBM Indonesia. September 01-21: Penyelenggaraan Promag Bazsera atau Bazar

September

01-21:

Penyelenggaraan Promag Bazsera atau Bazar Sehat Ramadhan. The Promag Bazsera (“Healthy Bazaar”) was held, for the Holy Fasting Month of Ramadhan.

atau Bazar Sehat Ramadhan. The Promag Bazsera (“Healthy Bazaar”) was held, for the Holy Fasting Month

September

11:

Memperingati Ulang Tahun Kalbe Farma yang ke-42 dengan menyelenggarakan Pengobatan Gratis di Tegal Alur - Jakarta Barat. The 42 nd Anniversary of Kalbe Farma was celebrated with the donation of free medications to Tegal Alur, West Jakarta.

donation of free medications to Tegal Alur, West Jakarta. 17: Peluncuran produk Nutrive Benecol, yang merupakan

17:

Peluncuran produk Nutrive Benecol, yang merupakan minuman smoothie penurun kolesterol pertama di dunia yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol dalam saluran cerna. The launching of Nutrive Benecol, the first ever smoothie drink product in the world that suppresses cholesterol in the digestive system.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan agenda Pembelian Kembali Saham Perseroan Tahap II. The holding of an Extraordinary General Meeting of PT Kalbe Farma Tbk Shareholders, regarding the Company’s Share Repurchase Program Phase II.

25:

Penyelenggaraan Posko Bebas Capek Fatigon selama libur lebaran. The setting-up of Fatigon “Fatigue Free” posts during the Islamic Lebaran holidays.

Free” posts during the Islamic Lebaran holidays. October November 08: 12: PT Enseval Putera

October

November

08:

12:

PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPM) menerima penghargaan ISO 9001:2000, sertifikasi dari IAF (International Accreditation Forum) bekerja sama dengan JAS – ANZ sebagai Konsultan ISO. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPM) received ISO 9001:2000 certification from the International Accreditation Forum (IAF), working together with JAS – ANZ as its ISO consultant.

TheraCIM yang merupakan salah satu produk baru Kalbe, memperoleh persetujuan izin edar di Indonesia. TheraCIM, as one of Kalbe’s new products, was granted approval of its registration by the Government of Indonesia.

26:

Kalbe berpartisipasi dalam Investor Summit and Capital Market Expose 2008.

27:

Kalbe took part in the Investor Summit and Capital Market Expose 2008.

Kalbe menyelenggarakan Program Donor Darah bekerjasama dengan PMI pusat. Kalbe hosted a blood donor program, in cooperation with the Central Jakarta Branch of the Indonesian Red Cross (PMI).

December

December

31:

Acara Penganugerahan “Ristek-Kalbe Science Award”, dengan tema Recognizing Scientific Achievement. The presentation of “Ristek-Kalbe Science Award”, with the theme of Recognizing Scientific Achievements.

11:

Peresmian gudang Enseval yang baru, RDC B, di Pulogadung, Jakarta. Inauguration of Enseval new warehouse,

Peresmian gudang Enseval yang baru, RDC B, di Pulogadung, Jakarta. Inauguration of Enseval new warehouse, RDC B at Pulogadung, Jakarta.

20-21:

 

Kalbe Group berpartisipasi dalam Pameran Hari Kesehatan Nasional ke-44. The Kalbe Group took part in the 44 th National Health Day Exhibition.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

7
7

Ikhtisar Keuangan

Financial Highlights

Angka-angka pada seluruh tabel dan grafik dalam Laporan Tahunan ini menggunakan notasi Bahasa Inggris Numerical notations in all tables and graphs in this Annual Report are in English

Juta Rupiah, kecuali bila disebutkan lain

2008

2007

2006

2005

2004

Million Rupiah, except stated otherwise

Laporan Laba Rugi

   

Statements of Income

Penjualan Bersih Beban Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan (Beban) Lain-lain Laba Bersih Jumlah Saham yang Beredar Laba Bersih per Saham (Rp)

7,877,366

7,004,910

6,071,550

5,870,939

5,042,818

Net Sales Cost of Good Sold Gross Profit Operating Expenses Operating Profit Other Income (Charges) Net Income Number of Shares Outstanding Earnings per Share (Rp)

4,073,726

3,453,279

2,972,908

2,907,625

2,594,107

3,803,640

3,551,631

3,098,642

2,963,314

2,448,711

2,660,928

2,422,276

2,027,371

1,903,300

1,525,039

1,142,712

1,129,355

1,071,271

1,060,014

923,672

35,309

29,313

18,810

(44,449)

(101,864)

706,822

705,694

676,582

626,117

450,698

9,921.7

10,090.0

10,156.0

10,156.0

8,121.6

72

70

67

62

44

Neraca

 

Balance Sheets

Aktiva Lancar Jumlah Aktiva Kewajiban Lancar Jumlah Pinjaman Jumlah Kewajiban Modal Kerja Bersih Jumlah Ekuitas

4,168,055

3,760,008

3,321,278

3,559,836

3,309,885

Current Assets Total Assets Current Liabilities Total Debts Total Liabilities Net Working Capital Total Equity

5,703,832

5,138,212

4,624,619

4,633,399

4,231,054

1,250,372

754,629

658,760

903,516

1,144,288

405,504

314,118

378,590

1,019,747

1,461,390

1,358,990

1,121,188

1,080,171

1,821,584

2,283,648

2,917,683

3,005,379

2,662,518

2,656,320

2,165,597

3,622,399

3,386,862

2,994,817

2,333,172

1,598,650

Rasio-rasio Keuangan (%)

 

Financial Ratios (%)

Marjin Laba Kotor Rasio Laba terhadap Aktiva Rasio Laba terhadap Ekuitas Rasio Lancar Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas Rasio Pinjaman terhadap Aktiva

48.29

50.70

51.04

50.47

48.56

Gross Profit Margin Return on Assets Return on Equity Current Ratio Debt to Equity Debt to Assets

12.39

13.73

14.63

13.51

10.65

19.51

20.84

22.59

26.84

28.19

333.35

498.26

504.17

394.00

289.25

11.19

9.27

12.64

43.71

91.41

7.11

6.11

8.19

22.01

34.54

8 8
8
8

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Penjualan Bersih

Laba Usaha

Laba Bersih

Net Sales

Operating Profit

Net Income

Miliar Rupiah Billion Rupiah

Miliar Rupiah Billion Rupiah

Miliar Rupiah Billion Rupiah

5,043

‘04

5,871

‘05

6,072

‘06

7,877

7,005

07

08

Laba Bersih per Saham Earnings per share

Rupiah

44

‘04

62

‘05

67

‘06

70

‘07

72

‘08

924

‘04

1,060

‘05

1,071

‘06

1,129

07

1,143

08

Rasio Laba terhadap Ekuitas Return on Equity

%

28.19

‘04

26.84

‘05

22.59

‘06

20.84

07

19.51

08

451

‘04

626

‘05

677

‘06

706

07

707

08

Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas Debt to Equity

%

91.41

‘04

43.71 12.64 11.19 9.27 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08
43.71
12.64
11.19
9.27
‘05
‘06
‘07
‘08

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

9 9
9
9

Ikhtisar Saham

Stock Highlights

Kalbe di Bursa Efek Indonesia Kalbe on the Indonesia Stock Exchange

Lembar Saham Rp Shares 1,400 140,000,000 1,200 120,000,000 1,000 100,000,000 800 80,000,000 600 60,000,000
Lembar Saham
Rp
Shares
1,400
140,000,000
1,200
120,000,000
1,000
100,000,000
800
80,000,000
600
60,000,000
Harga Saham
Share Price
400
40,000,000
200
20,000,000
Volume yang
Diperdagangkan
0
0
Trading Volume
Jan
Feb
Mar
Apr
May
Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov
Dec

Harga Saham (Rp)

 

2008

2007

Share Price (Rp)

 

Tertinggi

Terendah

Tertinggi

Terendah

Highest

Lowest

Highest

Lowest

Triwulan Pertama

1,270

950

1,380

1,150

First Quarter

Triwulan Kedua

970

850

1,430

1,210

Second Quarter

Triwulan Ketiga

850

630

1,490

1,150

Third Quarter

Triwulan Keempat

620

355

1,420

1,180

Fourth Quarter

Kinerja Saham

2008

2007

Share Performance

Harga Tertinggi

1,270

1,490

Highest Price

Harga Terendah

355

1,150

Lowest Price

Harga Akhir Tahun

400

1,260

Year-End Price

Dividen untuk Tahun Buku

2007

2006

Dividend for Financial Year

Dividen Tunai (Rp)

10

10

Cash Dividend (Rp)

10
10

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Kronologis Pencatatan Saham Chronological Share Overview

Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia

Jumlah Saham

Number of

Shares

Listing on the Indonesia Stock Exchange

30

Juli 1991

20,000,000

July 30, 1991 Initial Public Offering and Partial Listing

Penawaran Umum dan Pencatatan Terbatas

23

April 1992 - BEJ

30,000,000

JSX - April 23, 1992 SSX - May 22, 1992 Company Listing

22

Mei 1992 - BES

Pencatatan Seluruh Saham

 

10

November 1992 - BES

50,000,000

SSX - November 10, 1992 JSX - November 17, 1992 Bonus Shares

17

November 1992 - BEJ

Saham Bonus

 

4

Mei 1993

8,000,000

May 4, 1993 Rights Issue

Penawaran Umum Terbatas

15

Juli 1994 - BES

SSX - July 15, 1994 JSX - July 18, 1994 Bonus Shares Dividend Shares

18

Juli 1994 - BEJ

Saham Bonus

75,600,000

Dividen Saham

32,400,000

7

Oktober 1996

216,000,000

October 7, 1996 Change in the nominal value of shares from Rp 1,000 to Rp 500 per share (Stock Split)

Pemecahan saham dari nilai nominal Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham

24

Agustus 1999

August 24, 1999 Change in the nominal value of shares from Rp 500 to Rp 100 per share (Stock Split)

Pemecahan saham dari nilai nominal

 

Rp 500 menjadi Rp 100 per saham

1,728,000,000

6

Desember 2000

 

December 6, 2000 Bonus Shares

Saham Bonus

1,900,800,000

19

Desember 2003

December 19, 2003 Change in the nominal value of shares from Rp 100 to Rp 50 per share (Stock Split)

Pemecahan saham dari nilai nominal Rp 100 menjadi Rp 50 per saham

4,060,800,000

16

Desember 2005

December 16, 2005 Additional issuance of shares in connection with the merger

Tambahan penempatan saham sehubungan

 

dengan penggabungan usaha

2,034,414,422

Pemegang Saham Shareholders (Per 31 Desember / As of December 31)

 

2008

2007

 

Jumlah Lembar Saham Number of Shares

%

Jumlah Lembar Saham Number of Shares

%

PT Gira Sole Prima

952,184,979

9.94

952,184,979

9.54

PT Santa Seha Sanadi

901,929,368

9.43

901,929,368

9.03

PT Lucasta Murni Cemerlang

887,979,088

9.27

887,979,088

8.89

PT Diptanala Bahana

875,004,088

9.13

875,004,088

8.76

PT Ladang Ira Panen

863,540,588

9.01

872,644,088

8.74

PT Bina Arta Charisma

822,924,808

8.59

864,077,308

8.66

Publik / Public

4,275,653,003

44.63

4,631,441,003

46.38

Saham yang Diperoleh Kembali / Treasury Stock

576,798,500

 

170,754,500

 

Total

10,156,014,422

100.00

10,156,014,422

100.00

9.94% 9.43% 44.63% 9.27% 9.13% 9.01%
9.94%
9.43%
44.63%
9.27%
9.13%
9.01%

8.59%

PT Gira Sole Prima (9.94%) PT Santa Seha Sanadi (9.43%) PT Diptanala Bahana (9.13%) PT
PT Gira Sole Prima (9.94%)
PT Santa Seha Sanadi (9.43%)
PT Diptanala Bahana (9.13%)
PT Ladang Ira Panen (9.01%)
PT Bina Arta Charisma (8.59%)
Public (44.63%)

PT Lucasta Murni Cemerlang (9.27%)

Foreign 33.13% Lokal 66.87% PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report 11
Foreign 33.13%
Lokal 66.87%
PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report
11

Laporan Dewan Komisaris

Report from the Board of Commissioners

12
12

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

“Proses transformasi Kalbe untuk memantapkan posisinya sebagai produsen produk kesehatan kelas dunia adalah suatu proses yang terus menerus dilakukan pada segala aspek Perseroan, baik dari segi struktur organisasi, kegiatan operasional, sistem maupun sumber daya manusia.”

“Kalbe’s transformation to secure its position as a world-class healthcare enterprise is continuously pursued in all aspects, in terms of our organizational structure, operational activities, systems and human resources.”

Johannes Setijono

Presiden Komisaris

President Commissioner

Tahun 2008 adalah tahun penuh tantangan bagi bisnis di seluruh dunia. Jatuhnya sektor keuangan di Amerika Serikat, yang dipicu oleh krisis sub-prime mortgage, menyebabkan perekonomian global mengalami turbulensi. Kondisi tersebut juga menjadi ancaman bagi industri farmasi dan produsen kesehatan di Indonesia. Namun demikian, Kalbe berhasil mengatasi semua tantangan yang terjadi dan tetap menghasilkan kinerja yang baik.

Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada semester pertama tahun 2008, meliputi kenaikan harga minyak dunia dan komoditas internasional lainnya disertai dengan kenaikan harga bahan baku, termasuk bahan kimia dan susu, memberikan dampak yang cukup besar terhadap kinerja Kalbe secara keseluruhan di tahun 2008. Walau beban pokok penjualan Perseroan semakin meningkat seiring dengan naiknya harga bahan baku, namun persaingan usaha di industri farmasi yang semakin ketat dan daya beli masyarakat yang rendah membatasi kemampuan Perseroan dalam menaikkan harga produk-produknya. Pada semester kedua tahun 2008, saat harga bahan baku dalam Dollar Amerika Serikat mulai menurun, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat mengalami depresiasi yang cukup dalam. Hal ini kembali memberi tekanan terhadap beban pokok penjualan Perseroan karena hampir seluruh bahan baku Perseroan berasal dari impor.

Kendati dalam situasi krisis ekonomi dunia, kami berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 7,9 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% dan menjaga kestabilan laba bersih yaitu sebesar Rp 707 miliar atau tumbuh sebesar 0,2% dibandingkan dengan tahun 2007. Pencapaian ini disebabkan oleh kemampuan Direksi dalam menetapkan strategi usaha yang adaptif guna menjawab setiap perubahan pasar. Posisi keuangan Perseroan yang kuat juga merupakan keuntungan dalam kondisi ketatnya likuiditas saat ini. Kalbe bertekad untuk terus memprioritaskan posisi keuangan yang kuat dan akan terus melakukan perbaikan dalam produktivitas dan efisiensi operasional agar dapat meningkatkan kinerja dan pertumbuhan yang berkesinambungan.

Proses transformasi Kalbe untuk memantapkan posisinya sebagai produsen produk kesehatan kelas dunia juga adalah suatu proses yang terus menerus dilakukan pada segala aspek Perseroan, baik dari segi struktur organisasi, kegiatan operasional, sistem maupun sumber daya manusia. Proses transformasi tersebut telah dilakukan sepanjang sejarah Kalbe dan merupakan salah satu kunci sukses Perseroan dalam menghadapi krisis ekonomi dunia. Konsolidasi yang telah dilakukan Perseroan di tahun 2005 ditujukan untuk menyatukan perbedaan budaya, menyelaraskan tujuan, dan meningkatkan harmonisasi dalam menciptakan efisiensi dan demi kelangsungan Perseroan.

Kami juga menekankan pentingnya bagi Kalbe untuk terus berusaha menjadi pemain dunia melalui perbaikan dan pengembangan bisnis internasional serta persiapan fasilitas produksi yang memadai. Pada tahun 2008, restrukturisasi organisasi telah dilakukan dalam tim Kalbe International untuk meningkatkan strategi pemasaran dengan fokus utama pada negara tujuan daripada jenis produk, dan menempatkan tim

The year 2008 was extremely challenging for the business

community throughout the world. The collapse of the financial sector in the United States, spurred by the sub-prime mortgage crisis, pushed global economies into a turbulent storm, resulting in a serious threat to the pharmaceutical industry and producers of health products in Indonesia. Nevertheless, Kalbe has persevered through these obstacles and in spite of

all recorded a great performance for the year.

Significant events of the first semester of 2008 included

a sharp rise in prices for oil and commodities, coupled with

swelling prices for such raw materials as chemical substances

and milk – this inflicting a negative influence on Kalbe’s overall performance in 2008. Even though our production costs for goods sold by the Company climbed steeply in line with rising prices of raw materials, the specter of intensifying competition in the pharmaceutical industry, exacerbated by the muted purchasing power of Indonesian consumers limited the extent

to which the Company could raise prices for its products. In the

second semester of 2008, when prices of raw materials in US Dollar started their decline, the exchange rate of the Rupiah to the US Dollar depreciated considerably. Such an unfortunate condition again put additional pressure on the Company’s costs for goods sold, since nearly all of Kalbe’s raw materials still needed to be imported.

Regardless of the global economic crisis, Kalbe successfully booked net sales of Rp 7.9 trillion, achieving a growth rate of

12.5%, and maintained stability of its net profit at Rp 707 billion, which inched up by 0.2% compared to the previous year (2007). This achievement was attributed to the Board of Directors’ ability to implement adaptive business strategies in response

to changes taking place in the market. The Company’s strong

financial position is an advantage in this current tight liquidity environment. Kalbe intends to consistently prioritize its strong financial condition and to continually pursue improvements

in its operational efficiency and productivity, in order to boost

performance and increase sustainable growth.

Kalbe’s transformation to secure its position as a world-class healthcare enterprise is continuously pursued in all aspects,

in terms of our organizational structure, operational activities,

systems and human resources. Kalbe has continuously carried out such transformation events throughout its history, and this has in fact proven to be a key success factor for the Company in facing today’s global economic crisis. The consolidation process concluded in 2005 was intended to unite differences in culture, align objectives and enhance harmonization in creating efficiency and sustaining the Company as a going concern.

We also emphasize the importance for Kalbe of constantly striving to become a global player, through improvements and development of our international business as well as upgrading production facilities. In 2008, organizational restructuring carried out within the Kalbe International team included the development of marketing strategies with a key focus on destination countries rather than on product type; another bold

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

13
13

Laporan Dewan Komisaris Report from the Board of Commissioners

yang kompeten di tiap negara. Kalbe International diharapkan dapat memelihara dan meningkatkan eksistensi perusahaan di 10 pasar yang telah berjalan saat ini dan terus membangun kompetensi di tiap pasar. Kalbe juga menerapkan standar manajemen internasional seperti sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 dan HACCP untuk hampir semua fasilitas produksi Kalbe. Bahkan salah satu fasilitas produksi Kalbe berhasil memperoleh Certificate of Manufacturing dari pemerintah Singapura melalui lembaga Health & Sciences Authority pada awal tahun 2008, sesuai standar Pharmaceutical Inspection Cooperation Scheme (PIC/S) yang diakui oleh negara-negara Uni Eropa. Untuk tetap kompetitif dan unggul dalam persaingan dunia, Kalbe terus melakukan perbaikan dan perluasan atas fasilitas-fasilitas produksinya untuk meningkatkan kapasitas dan mutu produksi.

Kemampuan riset dan pengembangan tetap menjadi strategi utama dalam pertumbuhan dan kelangsungan Kalbe. Pertumbuhan Kalbe bergantung pada kemampuan Perseroan untuk menghasilkan produk-produk yang inovatif dan terdepan. Kami terus mendukung usaha Manajemen Perseroan dalam melakukan kegiatan riset dan pengembangan dengan cara meningkatkan koordinasi antara tim riset dan pengembangan, tim pemasaran dan tim produksi, agar Kalbe dapat menjadi yang pertama dalam memasarkan suatu produk baru diantara kompetitornya. Kami percaya bahwa riset dan pengembangan merupakan landasan yang kokoh bagi Kalbe untuk menjadi pemain dunia yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Tata Kelola Perusahaan yang baik sudah menjadi bagian dari budaya Kalbe. Hal ini dibuktikan oleh prinsip “Panca Sradha” yang telah dianut sejak awal pendirian Kalbe dan kemudian menjadi dasar dari praktek Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Panca Sradha terdiri dari lima keyakinan, yaitu pertumbuhan dan inovasi, pengutamaan atas kepentingan dan kepuasan stakeholders, karyawan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta teamwork dan speed atau kelincahan. Prinsip-prinsip tersebut senantiasa diterapkan dan ditanamkan sebagai nilai-nilai inti kebudayaan Perseroan untuk menunjang praktek bisnis yang sehat. Kalbe meyakini bahwa sukses yang telah diraih sampai hari ini adalah hasil komitmen atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang dilandasi oleh prinsip Panca Sradha.

Kalbe senantiasa aktif dalam tanggung jawab sosial sebagai bagian integral dari aktivitas usahanya untuk mewujudkan misinya “Meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik”. Sepanjang tahun 2008 Kalbe telah melakukan berbagai aktivitas tanggung jawab sosial melalui Kalbe Berbagi dalam bidang pendidikan, bantuan kesehatan dan penyediaan fasilitas kesehatan yang layak.

Dalam kapasitas pengawasan, kami menilai bahwa fungsi dan peran komite-komite yang dimiliki Perseroan, meliputi Komite Audit, Komite Remunerasi, Komite Nominasi, Komite Risiko Usaha dan Komite Good Corporate Governance (GCG) telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan tata kelola perusahaan juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

14
14

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

move was to position a competent team in each country. Kalbe International is anticipated to enhance the Company’s presence in its 10 existing markets and to continually build competence in each market. Kalbe has also implemented international management standards, such as ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 and HACCP on nearly all of its production facilities. In fact, one of Kalbe’s production facilities has successfully obtained the Certificate of Manufacturing from the government of Singapore through the Health & Sciences Authority at the beginning of 2008, in accordance with the Pharmaceutical Inspection Cooperation Scheme (PIC/S) standards recognized by the European Union. To remain competitive and lead global competition, Kalbe continually pursues improvements and expansion of its production facilities, increasing both production capacity and quality.

Research and development capabilities represent Kalbe’s main strategy for growth and sustainability. Kalbe’s growth depends on its ability to steadily roll out innovative and advanced products. We continually encourage efforts by Company management to concentrate on research and development, intensifying coordination between the research team and the development team, the marketing team and the production team, such that Kalbe shall become a pioneer in commercialization of new products, ahead of other competitors in the market. We believe that research and development presents a solid foundation for Kalbe to become a strong world-class company with a significant competitive edge.

Good Corporate Governance has been a component of the culture at Kalbe. This is encompassed in the Panca Sradha, which has been the guiding principle since the incorporation of Kalbe and subsequently the basis of its Good Corporate Governance practices. Panca Sradha consists of five beliefs:

growth and innovation, priority on the interest and satisfaction of stakeholders, employees, knowledge and technology as well as teamwork and speed. Kalbe has constantly implemented and instilled these principles as the core values of the Company’s culture in order to support sound business practices. Kalbe believes that the success it has attained today is the result of its commitment to the implementation of Good Corporate Governance, based on the Panca Sradha principles.

Kalbe is consistently active in its social responsibility as an integral element of its business activities, in delivering its mission “To improve health for a better life”. Throughout 2008, Kalbe has carried out various social responsibility activities through Kalbe Cares in the area of education, medical assistance and provision of proper health facilities.

In fulfilling our oversight duties, we believe that the functions and roles undertaken by the Committees established by the Company, including the Audit Committee, Remuneration Committee, Nomination Committee, Business Risk Committee and Good Corporate Governance (GCG) Committee, have been performed satisfactorily. Corporate governance

Kiri ke kanan | Left to right: Jozef Darmawan Angkasa, John Aristianto Prasetio, Johannes Setijono,

Kiri ke kanan | Left to right: Jozef Darmawan Angkasa, John Aristianto Prasetio, Johannes Setijono, Farid Anfasa Moeloek, Santoso Oen, Ferdinand Aryanto

Hal ini ditunjukkan dengan perluasan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dengan menaruh perhatian penuh terhadap pentingnya pengelolaan risiko dan audit internal. Disamping risiko kondisi perekonomian yang tidak kondusif saat ini, Perseroan juga menghadapi risiko dalam menjalankan kegiatan usaha dan operasionalnya. Perseroan telah mengambil strategi tertentu untuk menanggulangi risiko dan mengendalikan dampak negatif yang mungkin timbul terhadap kegiatan operasional dan pengaruhnya pada kinerja. Selain itu, auditor internal diwajibkan untuk menyampaikan laporan audit internal secara berkala langsung kepada Dewan Komisaris.

Atas nama Dewan Komisaris, kami mengucapkan terima kasih yang tulus dan apresiasi kepada Direksi dan seluruh karyawan Perseroan atas kerja keras dan dedikasinya kepada Perseroan. Kepada semua pemegang saham dan pemangku kepentingan, kami juga berterima kasih atas dukungan, kepercayaan dan kerja sama yang telah diberikan kepada Perseroan. Kami percaya bahwa dengan kebersamaan, Perseroan dapat memacu prestasi untuk terus meningkatkan pertumbuhan usaha di masa mendatang.

Atas nama dan mewakili Dewan Komisaris For and on behalf of the Board of Commissioners,

Komisaris For and on behalf of the Board of Commissioners, Johannes Setijono Presiden Komisaris President Commissioner

Johannes Setijono

Presiden Komisaris

President Commissioner

implementation improved in comparison to the previous year,

a belief supported by extending the implementation of Good

Corporate Governance, fully focusing on the importance of risk

management and internal audit. Other than the risk of currently depressed economic conditions, the Company also faces risks

in carrying out its business and operations. Kalbe has assumed

certain strategies to mitigate risks and control any potential negative impacts arising from operational activities and the resultant effects on its performance. In addition, the internal auditor is required to submit internal audit reports on a regular basis directly to the Board of Commissioners.

On behalf of the Board of Commissioners, we would like to extend our sincere gratitude and appreciation to the Board of Directors and all employees of the Company for their hard work and dedication. To all shareholders and stakeholders, we also thank you for the support, trust and cooperation given to the Company. We believe that together we can pursue higher achievements in order to promote business growth in coming years.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

15
15

Laporan Direksi

Report from the Board of Directors

“Pertumbuhan penjualan Kalbe yang baik ini didukung oleh kerjasama dan koordinasi yang baik dari seluruh karyawan Kalbe di semua lini serta inovasi dan perbaikan proses yang dilaksanakan secara berkesinambungan.”

“Kalbe’s impressive sales growth was supported by positive cooperation and coordination accomplished by all employees of Kalbe at all levels as well as innovation and process improvement carried out in sustainable manner.”

Bernadette Ruth Irawati Setiady Presiden Direktur President Director

16
16

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Dengan gembira, kami menyampaikan kepada seluruh pemegang saham bahwa meskipun tahun 2008 adalah tahun yang sangat penuh tantangan dan ketidakpastian, Kalbe dapat menutup tahun 2008 dengan hasil yang baik. Kalbe berhasil mencapai penjualan bersih di tahun 2008 sebesar Rp 7,9 triliun dengan pertumbuhan penjualan sebesar 12,5% serta mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di masing-masing pangsa pasar di tengah semakin tinggi dan ketatnya persaingan antar industri di Indonesia pada saat ini. Pertumbuhan penjualan Kalbe yang baik ini didukung oleh kerjasama dan koordinasi yang baik dari seluruh karyawan Kalbe di semua lini serta inovasi dan perbaikan proses yang dilaksanakan dan dikembangkan secara berkesinambungan.

Krisis keuangan yang dimulai di Amerika Serikat dan menjalar pada krisis ekonomi global merupakan tantangan baru yang dihadapi Kalbe dalam tahun 2008. Turunnya daya beli konsumen, melambungnya harga bahan baku, bahan kemasan, biaya distribusi sebagai akibat kenaikan harga minyak dunia, bahan kimia dan komoditas lainnya serta diperburuk oleh depresiasi Rupiah sejak bulan Oktober 2008 telah menyebabkan tertekannya marjin laba kotor Kalbe. Turunnya marjin laba kotor Kalbe dari 50,7% di tahun 2007 menjadi 48,3% di tahun 2008 telah menjadi tantangan yang harus dihadapi Kalbe pada tahun 2008. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kalbe telah memperbarui strategi dengan mengedepankan efisiensi sebagai salah satu basis utama, yang diimplementasikan melalui perampingan pengelolaan mata rantai pasokan dan biaya operasional, peningkatan produktivitas karyawan serta komposisi produk yang terjual. Kalbe juga senantiasa mengutamakan inovasi produk untuk mempercepat pertumbuhannya.

“Bersama Memacu Prestasi” adalah tema yang tepat menggambarkan Kalbe selama tahun 2008. Setelah proses konsolidasi Grup Kalbe pada akhir tahun 2005, Kalbe telah melakukan beragam program untuk menyelaraskan organisasi, kegiatan operasional, sistem manajemen dan sumber daya manusia guna meletakkan fondasi yang tepat untuk menunjang kelanjutan transformasi Kalbe. Program-program kerja yang mencakup antar perusahaan, dan antar divisi yang melibatkan seluruh karyawan Kalbe terus dilaksanakan di tahun 2008 sehingga semakin memantapkan kinerja operasional Kalbe.

Sepanjang tahun 2008, produk-produk Kalbe terus mengalami penjualan yang baik dengan banyaknya merek yang terus menduduki atau hampir mencapai puncak penjualan dalam kategori produk masing-masing. Kalbe masih memimpin pasar produk kesehatan dengan 13% pangsa pasar obat resep,

We wish to report enthusiastically to all shareholders that while 2008 turned out to be dominated by challenges and uncertainty, Kalbe succeeded in closing the year recording satisfactory results. Kalbe generated net sales in 2008 of Rp 7.9 trillion, with a sales growth figure of 12.5%, thus enabling us to maintain our position as the leader in each market segment, amid the intensive and tight competition which characterizes the industry in Indonesia at present. Kalbe’s impressive sales growth was supported by sincere cooperation and robust coordination accomplished by employees of Kalbe at all levels, through innovation and process improvement carried out and developed in a sustainable manner.

The financial crisis, which blossomed from the United States into a global economic crisis, was a novel challenge faced by Kalbe in 2008. A combination of declining consumer purchasing power against escalating prices of raw materials, packaging, distribution costs (as the result of high oil prices), chemical substances and other commodities, and exacerbated by the depreciation of the Indonesian Rupiah from October 2008 – all this ultimately resulting in a compression in Kalbe’s gross margin, from 50.7% in 2007 to 48.3% in 2008. To address such a challenge, Kalbe responded by implementing measures to renew its strategies to promote efficiency as one of core emphases. This is to be implemented by streamlining the management of the supply chain and controlling operational expenses, boosting employee productivity and upgrading the composition of products sold. Kalbe will also continuously prioritize product innovation, in its quest to accelerate growth.

“Together We Achieve More” is a most appropriate theme to describe Kalbe during 2008. Following the consolidation of the Kalbe Group towards the end of 2005, Kalbe has adopted various programs to align the organization, streamline operational activities, its management system and human resources in order to build a proper foundation to support successive transformation. Work programs structured around inter-company and inter-division groups, involving all employees at Kalbe, continued to be emphasized in 2008, further cementing Kalbe’s operational performance.

Throughout 2008, Kalbe’s products continued to generate robust sales, supported by its numerous brands, which have occupied or nearly reached the topmost position in terms of sales performance within their respective product category. Kalbe maintained its lead in the health products business with

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

17
17

Laporan Direksi Report from the Board of Directors

15% pangsa pasar obat bebas, dan 38% pasar minuman energi. Di samping memiliki tingkat pangsa pasar yang tinggi, keseimbangan kontribusi penjualan dari masing-masing Divisi Kalbe yaitu Divisi Obat Resep, Divisi Produk Kesehatan, Divisi Nutrisi serta Divisi Distribusi dan Kemasan yang berkisar antara 21% hingga 27%, telah memberikan fondasi yang kokoh terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang kurang kondusif pada saat ini maupun di masa yang akan datang.

Pada tahun 2008, beberapa produk Kalbe seperti Cerebrofort, Cerebrovit, Promag, Mixagrip, Prenagen dan Milna telah menerima penghargaan sebagai Indonesia Best Brand Award. Penghargaan sebagai merek-merek pilihan masyarakat Indonesia tersebut didasarkan pada hasil survei lembaga survei independen dan majalah marketing terkemuka.

Komitmen Kalbe untuk menghasilkan produk-produk yang inovatif, ditunjukkan melalui dedikasi dalam bidang riset dan pengembangan. Beberapa pencapaian yang luar biasa telah dihasilkan pada tahun 2008, salah satunya adalah telah dikomersialisasikannya TheraCIM di dua negara yaitu Indonesia

dan Filipina, produk hasil dari riset Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., anak perusahaan Kalbe, yang bekerjasama dengan perusahaan bioteknologi internasional. Diperolehnya izin komersialisasi atas TheraCIM di Indonesia dan Filipina merupakan salah satu cikal bakal transformasi Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan bertaraf internasional. Pada tahun 2008, Kalbe juga meluncurkan beberapa produk baru dalam setiap divisi Kalbe yang diharapkan dapat menjadi produk andalan Kalbe

di kemudian hari. Di samping itu, unit Stem Cell and Cancer

Institute (SCI), yang baru didirikan pada tahun 2007, telah memiliki laboratorium penelitian dengan fasilitas dan Standard Operating Procedure sesuai standar Good Laboratory Practice (GLP) yang diakui di tingkat internasional. SCI juga telah berhasil menemukan terobosan baru dalam pengobatan luka bakar dan luka kronis melalui umbilical cord blood. Pengembangan portofolio bisnis Kalbe ini diharapkan dapat mendukung laju pertumbuhan Perseroan di masa yang akan datang.

Inovasi juga terlihat dalam perbaikan-perbaikan proses kerja yang dilaksanakan oleh Kalbe. Berbagai program Business Process Improvement terus dikembangkan dan dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas

kerja. Berbagai best practices tingkat dunia seperti Continuous Improvement, 5R dan Lean Manufacturing juga telah diterapkan

di Kalbe secara berkelanjutan. Kalbe yakin bahwa inovasi

akan membawa Kalbe untuk menjadi perusahaan dengan pengetahuan dan teknologi yang terdepan.

18
18

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

a market share of 13% for prescription pharmaceuticals, a 15%

market share of OTCs and 38% of the energy drink market. In addition to its broad market share, the business divisions achieved a balanced contribution in terms of sales. The Prescription Pharmaceuticals Division, the Consumer Health Division, Nutritionals Division and Distribution and Packaging Division have contributed between 21% to 27% of sales. This provides a solid foundation, particularly in facing a currently unfavorable economic condition, as well as looking forward to subsequent years.

In 2008, several of Kalbe’s products, such as Cerebrofort, Cerebrovit, Promag, Mixagrip, Prenagen and Milna, have been selected as winners for the Indonesia Best Brand Award. This award acknowledged them as the consumers’ choice of trusted brands in Indonesia, and is based on the results of survey by an independent survey organization and a prominent marketing publication.

Kalbe’s commitment to produce innovative products is evidenced through its dedication to the field of research and development. One of Kalbe’s several significant accomplishments in 2008 is the commercialization of TheraCIM in two countries: Indonesia and the Philippines. This product resulted from research undertaken by Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., a subsidiary of Kalbe, under collaborative efforts with other international biotechnology corporations. The license for commercialization of TheraCIM in Indonesia and the Philippines is the seed of Kalbe’s transformation into a world class healthcare enterprise. In 2008, Kalbe also launched several new products in each of its divisions, with the objective of deriving another trusted and reliable Kalbe product in the future. In addition, the Stem Cell and Cancer Institute (SCI), established in 2007, is equipped

with a research laboratory with facilities and Standard Operating Procedures consistent with the Good Laboratory Practice (GLP)

– internationally recognized standards. SCI has also made a

breakthrough development in finding treatment for burn injuries and chronic injuries, using umbilical cord blood. Such expansion in Kalbe’s business portfolio is expected to support the growth potential of the Company in coming years.

Innovation is also reflected in the working process improvements carried out by Kalbe. Various Business Process Improvement programs continue to be developed and carried out to increase

productivity, efficiency and effectiveness of operations. Various international best practices, such as Continuous Improvement, 5R and Lean Manufacturing have been applied on an ongoing basis. Kalbe is confident that innovation will help it maintain

a reputation as a company with up-to-date knowledge and advanced technology.

Kiri ke kanan | Left to right: Vidjongtius, Budi Dharma Wreksoatmodjo, Bernadette Ruth Irawati Setiady,

Kiri ke kanan | Left to right: Vidjongtius, Budi Dharma Wreksoatmodjo, Bernadette Ruth Irawati Setiady, Johanes Berchman Apik Ibrahim, Herman Widjaja

Komitmen terhadap perbaikan kinerja operasional Kalbe tercermin dengan dibentuknya Tim Kerja Pengelolaan

Rantai Pasokan (Supply Chain Task Force) pada awal tahun

2008 yang memiliki misi untuk merevitalisasi strategi rantai

pasokan Grup Kalbe secara menyeluruh atau end-to-end dan menyelaraskan setiap komponen rantai pasokan yang dimulai dari bagian penyediaan bahan baku, produksi, pemasaran, penjualan, serta distribusi dan logistik. Pada tahun 2008,

pengelolaan rantai pasokan telah dilakukan dalam Divisi Obat Resep dan Obat Bebas dan hasilnya tercermin dalam semakin menurunnya Days of Inventory dari 149 hari pada akhir tahun

2007 menjadi 142 hari pada akhir tahun 2008. Keberhasilan

implementasi pengelolaan rantai pasokan secara menyeluruh ini telah meletakkan dasar fondasi yang baik untuk kelanjutan penerapan pengelolaan rantai pasokan dalam divisi-divisi yang lain di dalam Grup Kalbe.

Keberhasilan Kalbe dalam melakukan efisiensi biaya operasional dan perbaikan pengelolaan rantai pasokan tercermin dengan menurunnya rasio biaya operasional terhadap penjualan bersih sebesar 0,8% menjadi 33,8% di tahun 2008 dan menurunnya

Commitment to improvements in operational performance at Kalbe is shown in the formation of the Supply Chain Task Force in early 2008, assigned a mission to revitalize the strategy of Kalbe Group’s end-to-end supply chain and align each component within the supply chain, starting from procurement of raw materials, production, marketing, sales and distribution and logistics. In 2008, management of the supply chain has been carried out for the Prescription Pharmaceuticals and OTC, and the result is indicated through fewer Days of Inventory, shrinking from 149 days at end-2007 to 142 days by end-2008. The success of the implementation of the end-to-end supply chain management has created a basic foundation for continuous application of the supply chain management process in other divisions within the Kalbe Group.

Kalbe’s success in its initiatives for operational cost efficiency and supply chain management improvement is reflected in the lower ratio of operational costs to net sales (declining by 0.8% to 33.8% in 2008) and improvement in Days of Inventory (by 7

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

19
19

Laporan Direksi Report from the Board of Directors

Days of Inventory sebanyak 7 hari. Penurunan Days of Inventory dan perbaikan beberapa indikator modal kerja lainnya ditunjukkan dengan meningkatnya arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar menjadi Rp 808 miliar pada akhir tahun 2008, naik dari Rp 363 miliar pada tahun lalu.

Untuk menunjang keberhasilan Kalbe dalam menembus pasar internasional, Kalbe secara terus menerus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat posisinya di pasar internasional. Untuk meningkatkan penjualan ekspor secara lebih optimal, Kalbe juga mempunyai kantor cabang yang tersebar di 10 negara yaitu Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Sri Lanka, Nigeria, Afrika Selatan, dan India. Sampai saat ini, Kalbe telah memiliki beberapa merek terkemuka seperti Woods’, Procold, Mixagrip dan Neuralgin sebagai merek yang kuat di negara Malaysia, Singapura, Kamboja dan Myanmar. Bahkan merek Extra Joss menjadi pemimpin pangsa pasar minuman energi di Filipina. Pada tahun 2008, Kalbe juga memperbarui strategi pemasaran internasionalnya menjadi lebih fokus terhadap penjualan per wilayah daripada penjualan per produk. Hal ini didukung dengan melakukan perubahan struktur organisasi dan menempatkan tim yang kompeten di tiap wilayah. Kalbe optimis bahwa ekspansi di pasar internasional akan semakin berkembang.

Dalam mewujudkan ambisi menjadi pemain internasional, Kalbe berkomitmen pada kesempurnaan operasional yang diwujudkan melalui perbaikan dan perluasan atas fasilitas-fasilitas produksinya secara berkesinambungan. Komitmen tersebut tercermin dengan diperolehnya Certificate of Manufacturing dari pemerintah Singapura melalui lembaga Health & Sciences Authority pada awal tahun 2008 untuk fasilitas produksi Kalbe yang memproduksi sediaan infus. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa Kalbe telah menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang berlaku di negara-negara Uni Eropa untuk fasilitas produksi tersebut.

Terkait dengan strategi perusahaan Kalbe ke depan dan makin tingginya tingkat kompleksitas bisnis, maka diperlukan suatu sistem yang baik untuk mengelola organisasi sehingga Kalbe dapat menjadi “World Class Company” yang memiliki keunggulan daya saing. Pada akhir tahun 2008, seluruh bisnis unit Kalbe telah menerapkan sistem manajemen yang tercermin dengan proses perencanaan yang lebih baik berupa formulasi rencana jangka panjang atau yang dikenal dengan nama Kalbe Long Term Development Plan dan rencana tahunan dengan sasaran yang lebih jelas, spesifik dan terukur. Kemudian dilanjutkan dengan proses penurunan strategi yang dituangkan dalam rencana aktivitas divisi hingga individu dan untuk memastikan pelaksanaan rencana maka telah digulirkan pola peninjauan yang terintegrasi.

20
20

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

days). The lower Days of Inventory and improvement in several indicators of its working capital is also revealed in the increase of net cash flow from operating activities, marked at Rp 808 billion at end-2008, up from Rp 363 billion in the previous year.

Kalbe continuously focused on various efforts to support its proven success in penetrating international markets. To strengthen its position in export sales, Kalbe has established branch offices in 10 countries, namely, Singapore, Philippines, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Cambodia, Sri Lanka, Nigeria, South Africa and India. Up to today, Kalbe has a number of popular brands, such as Woods’, Procold, Mixagrip and Neuralgin, emerging as strong brands in Malaysia, Singapore, Cambodia and Myanmar. In fact, Extra Joss is the leading energy drink in the market in the Philippines. In 2008, Kalbe

also reformulated its international marketing strategies to gain

a greater focus on sales per area, moving away from sales per product. This was supported by introducing changes in the

organizational structure and by positioning a competent team

in each area of operation. Kalbe is optimistic that it will continue

to enjoy expansion in international markets.

To attain its aspiration to become an acknowledged international competitor, Kalbe is committed to building operational excellence through continuous improvement and expansion of its production facilities. Such a commitment is also reflected in its success in obtaining a Certificate of Manufacturing from the Government of Singapore in early 2008, through the Health & Sciences Authority, for Kalbe’s production facilities to manufacture intravenous solutions. This certification certifies that Kalbe has applied the current Good Manufacturing Practices (cGMP) for production facilities, as prevails in European Union nations.

Related to Kalbe’s strategies projecting into the future and

facing the increasing business challenges, it is necessary for the Company to implement an organizational management system such that Kalbe will become a “World Class Company” with a competitive edge. By end-2008, all business units at Kalbe had implemented a management system as shown in the improved planning process for formulation of long-term strategies, better known as Kalbe Long Term Development Plan, a long-term plan with clearly defined, specific and measurable targets. This

is to be followed up by defining strategies into divisional and

individual action plans; further, to ensure proper implementation, Kalbe has introduced an integrated review pattern.

Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang fluktuatif, Kalbe

In

addressing erratic economic conditions, Kalbe has devoted

memberikan perhatian penuh terhadap pentingnya pengelolaan

full attention to its risk management system, undertaking

risiko. Kalbe telah mengambil beberapa strategi untuk

a

number of strategies to mitigate risks and control adverse

menanggulangi risiko dan mengendalikan dampak negatif yang mungkin timbul terhadap kegiatan operasional dan kinerja Perseroan. Salah satu strategi yang telah dilaksanakan adalah pengambilan keputusan untuk mempercepat proses penerapan Manajemen Risiko yang meliputi seluruh unit bisnis perseroan.

impacts potentially affecting its operations and performance. One of the strategies implemented is the decision-making process to accelerate the application of Risk Management, covering all of the Company’s business units.

Dalam tanggung jawab di bidang tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial, Kalbe berupaya untuk menjalankan usahanya sesuai dengan harapan masyarakat khususnya di bidang etika, hukum dan lingkungan hidup.

In the areas of corporate governance and corporate social responsibility, Kalbe continually strives to run its business according to social expectations, particularly in terms of ethical, legal and environmental aspects.

Di samping itu, Kalbe juga secara aktif melaksanakan kegiatan-

Dalam rangka meningkatkan nilai bagi pemegang saham,

In

addition, Kalbe has actively promoted social activities as part

kegiatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan

of

its corporate social responsibility program, under the name

dengan nama Kalbe Berbagi. Selama tahun 2008, Kalbe Berbagi senantiasa memberikan kontribusi kepada masyarakat baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penyediaan fasilitas, yang antara lain diwujudkan dalam penyelenggaraan “Ristek- Kalbe Science Award” sebagai penghargaan bagi peneliti dan penelitian di bidang “Life Sciences dan Teknologi yang dapat diterapkan untuk kepentingan kesehatan masyarakat banyak”, dan beberapa kegiatan bakti sosial yang ditujukan untuk

“Kalbe Cares”. During 2008, Kalbe Cares consistently provided contribution to society, in the areas of education, health and donations, through, among others its “Ristek-Kalbe Science Award” as acknowledgement for researchers and research in “Life Sciences and Technology with potential applications to benefit the general well being of society”, along with other social activities designed to inculcate healthy living standards within the community.

meningkatkan pola hidup sehat masyarakat.

In order to increase value for shareholders, apart from the

selain pembagian dividen tunai sebesar Rp 10 per saham yang

distribution of a cash dividend of Rp 10 per share (disbursed

dilakukan di bulan Agustus 2008, Kalbe telah melaksanakan

in

August 2008), Kalbe has executed its Share Repurchase

Program Pembelian Kembali Saham Tahap I sejak tanggal 8

Program Phase I starting February 8, 2007 and ending August

Februari 2007 dan berakhir pada tanggal 7 Agustus 2008.

7,

2008. As of August 7, 2008, the number of shares obtained

Sampai dengan tanggal 7 Agustus 2008, jumlah saham yang telah diperoleh kembali oleh Perseroan adalah 497.262.000 saham. Dengan berakhirnya program Pembelian Kembali Saham Tahap I pada tanggal 7 Agustus 2008 dan mengingat tidak tercapainya jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh Kalbe pada program Pembelian Kembali Saham Tahap I, Kalbe melanjutkan kembali program Pembelian Kembali Saham tersebut segera setelah diperolehnya persetujuan dari para pemegang saham pada RUPSLB Kalbe yang diselenggarakan pada tanggal 17 September 2008. Selama Pembelian Kembali Saham Tahap II, Perseroan dapat melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sampai dengan 5,1% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan, sehingga total dari keseluruhan adalah 10% atau sejumlah 1.015.601.442

by the Company amounted to 497,262,000 shares. With the expiration of the Share Repurchase Program Phase I on August 7, 2008, and considering that the number of shares repurchased has yet to fulfill targets specified by Kalbe in the Share Repurchase Program Phase I, Kalbe resumed said program immediately upon obtaining approval from its shareholders in the EGM convened by Kalbe on September 17, 2008. In the Share Repurchase Program Phase II, the Company will purchase up to 5.1% of the entire amount of the Company’s issued and paid-up shares, such that the total amount of shares repurchased would be 10%, equivalent to 1,015,601,442 shares. The term for the Share Repurchase Program Phase II commenced on September 17, 2008, and runs to March 16, 2010, with a total fund allocation of Rp 419,855,000,000.

saham. Masa Pembelian Kembali Saham Tahap II dimulai sejak 17 September 2008 sampai dengan 16 Maret 2010 dengan jumlah dana yang dicadangkan sebesar Rp 419.855.000.000.

With reference to Bapepam & LK Regulation No.XI.B.3,

Merujuk kepada Peraturan Bapepam & LK No.XI.B.3, Lampiran Keputusan Bapepam & LK No.KEP-401/BL/2008 tanggal

Attachment to Bapepam & LK Decree No.KEP-401/BL/2008

9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham Yang

of

October 9, 2008 concerning Repurchase of Shares Issued

Dikeluarkan Oleh Emiten Dalam Kondisi Pasar Yang Berpotensi Krisis (“Peraturan No.XI.B.3”), Perseroan melakukan Pembelian

by the Company During Crisis Market Conditions (“Regulation No.XI.B.3”), the Company conducted a Repurchase of Shares

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

21
21

Laporan Direksi Report from the Board of Directors

Kembali Saham berdasarkan Peraturan No.XI.B.3 tersebut dengan maksimal pembelian kembali saham sampai 20% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan. Mengingat bahwa Perseroan telah membeli kembali saham (dalam Program Tahap I dan Tahap II) sebanyak 5,06%, maka Perseroan dapat melakukan Pembelian Kembali Saham sebanyak-banyaknya sejumlah 1.517.255.384 lembar atau 14,94% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan, dengan masa Pembelian Kembali Saham yang dimulai pada tanggal 14 November 2008 sampai dengan 13 Februari 2009. Sampai dengan 31 Desember 2008, Kalbe telah membeli kembali sebanyak 576.798.500 lembar saham atau 5,7% dari seluruh saham Kalbe yang diterbitkan.

Kami percaya, selalu ada momentum pertumbuhan dibalik setiap krisis yang dapat memperkuat daya saing Kalbe. Kalbe memiliki daya saing yang telah teruji selama lebih dari empat dasawarsa, antara lain posisi kas yang kuat dan memadai, pertumbuhan penjualan yang cepat dan berkesinambungan serta portofolio bisnis yang seimbang dan menyeluruh (end-to-end) di bidang produk kesehatan dan inovasi yang berkesinambungan.

Kondisi ekonomi makro di awal tahun 2009 masih menunjukkan dampak dari krisis ekonomi dunia, untuk itu Kalbe akan memperbarui strateginya dengan basis peningkatan produktivitas dan inovasi yang berkesinambungan serta perbaikan lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan arus kas Perseroan atau yang disingkat sebagai Productivitiy, Innovation, and Cash Flows (”PIC”) Strategy. Pada saat yang sama, Kalbe akan terus menggali sinergi antar bidang usaha untuk membangun keunggulan bersaing untuk mencapai tujuan jangka panjang Perseroan yakni menjadi Perusahaan terbaik dalam bidang kesehatan di Indonesia dengan merek dagang yang kuat, didasarkan oleh inovasi dan manajemen yang unggul.

Atas nama jajaran Direksi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemegang saham, para mitra, pelanggan, karyawan Kalbe dan pihak-pihak terkait atas semua kontribusi dan dukungan selama tahun 2008 yang terus menerus mendukung kinerja Kalbe. Kami menyongsong tahun 2009 dengan semangat “Excellent in Execution” sebagai tema besar yang menjadi semangat Kalbe di tahun 2009.

Atas nama dan mewakili Direksi For and on behalf of the Board of Directors

Direksi For and on behalf of the Board of Directors Bernadette Ruth Irawati Setiady Presiden Direktur

Bernadette Ruth Irawati Setiady Presiden Direktur President Director

22
22

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

based on Regulation No.XI.B.3 with a prescribed limit of 20% of the total shares issued and paid-up shares in the Company. Given that the Company has repurchased 5.06% of its shares (in Phase I and Phase II Programs), the Company is permitted to conduct a Share Repurchase for as many as 1,517,255,384 shares, or 14.94% of the Company’s total issued and paid-up shares, with a term for the Share Repurchase running from November 14, 2008 up to February 13, 2009. As of December 31, 2008, Kalbe had repurchased as many as 576,798,500 shares or 5.7% of all Kalbe issued shares.

We believe that there will always be growth momentum behind a crisis, a potentiality which can strengthen Kalbe’s competitiveness. Kalbe has a competitive advantage, a reality proven over more than four decades; among its other strengths are its strong and sufficient cash position, a rapid and sustainable growth in sales as well as a balanced and end-to-end business portfolio in healthcare, with sustainable innovation.

The macro economic condition at the beginning of 2009 still displayed signs of the impact from the global economic crisis. Therefore, Kalbe shall renew its strategies on the basis of sustainable innovation and productivity increases, as well as other improvements designed to increase the Company’s cash flow, an approach referred to as a Productivity, Innovation, and Cash Flow (”PIC”) Strategy . At the same time, Kalbe will continue to explore synergies between its businesses to build competitiveness, in order to achieve the Company’s long-term objective, which is to champion Kalbe as the best company in the health industry sector in Indonesia with strong brand names, based on superior management and innovation.

On behalf of the Board of Directors, allow me to convey our thanks to all shareholders, partners, customers, employees

at Kalbe and other related parties for all their contribution and support throughout 2008, continuously enhancing Kalbe’s performance. We embrace the coming year with a spirit of “Excellent in Execution” as the overall theme to drive Kalbe in

2009.

Menyelaraskan Strategi Pertumbuhan Aligning Our Growth Strategy Tinjauan Usaha Business Review PT Kalbe Farma Tbk
Menyelaraskan
Strategi Pertumbuhan
Aligning Our Growth Strategy
Tinjauan Usaha Business Review
PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report
23

Divisi Obat Resep

Prescription Pharmaceuticals Division

“Kesuksesan Divisi Obat Resep di tahun 2008 diawali dengan proses konsolidasi di akhir tahun 2005 dan dilakukan dengan strategi yang tepat sasaran, baik dari sisi segmentasi pasar, target konsumen maupun penempatan produk yang tepat.”

“Considering its nascent beginning at end 2005, the success of Kalbe’s Prescription Pharmaceuticals Division in 2008 was very gratifying. A newly-merged Kalbe streamlined strategies for sharper market segmentation, targeting of consumers and product positioning.”

24 24
24
24

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

BREXEL

Produk baru lisensi dari Eriochem, Argentina. Produk tersebut mengandung docetaxel yang digunakan dalam terapi beberapa penyakit kanker.

New product licensed from Eriochem, Argentina. This product is composed of docetaxel, a medication applied for several cancer therapies.

Kesuksesan Divisi Obat Resep di tahun 2008 diawali dengan proses merger di akhir tahun 2005 di mana dilakukan strategi yang tepat sasaran, baik dari sisi segmentasi pasar, target konsumen maupun penempatan produk yang tepat. Berdasarkan kebutuhan tersebut dilakukan restrukturisasi organisasi untuk mencapai pelaksanaan strategi yang mencakup seluruh segmen pasar dari kelas bawah hingga kelas menengah ke atas. Demikian halnya dengan target konsumen dari dokter umum yang berada di daerah terpencil sampai super spesialis. Kalbe mampu menyediakan produk yang hampir mencakup semua kelas terapi sehingga memudahkan penempatan strategis di masing-masing produk. Hal ini didukung pula oleh sebaran tim promosi di seluruh Indonesia dari kota-kota besar sampai ke daerah-daerah terpencil yang berpotensi.

Keberhasilan di tahun 2008 didorong oleh pertumbuhan produk- produk pareto seperti Brainact, Neurotam, Neuralgin RX, dan juga produk lisensi seperti Cefspan, Fixef, Cravit, Reskuin, Paxus, Alloclair, produk generik dan generik bermerek lainnya. Pertumbuhan produk-produk tersebut mendorong pertumbuhan Kalbe di atas pasar dan berdampak kepada pangsa pasar yang meningkat. Sehingga Divisi Obat Resep Kalbe mampu menduduki peringkat pertama di pasar obat resep di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 13%.

Melalui Kalbe Vision, Kalbe terus melakukan pengembangan dan pemasaran produk perawatan mata yang efektif. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Kalbe Vision untuk menembus pasar perawatan mata dunia adalah dengan bekerja sama dengan perusahaan riset dan pengembangan untuk memperluas produk portofolionya dengan menciptakan produk perawatan mata yang inovatif.

Pada tahun 2008, Kalbe menandatangani perjanjian kerjasama baru dengan Aguettant, yaitu perusahaan farmasi dari Perancis yang merupakan salah satu pemain utama di sektor rumah sakit. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kalbe di segmen nutrisi parenteral. Aliansi strategis dengan mitra kerja internasional juga semakin dikembangkan dengan penambahan produk-produk baru yang diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Kalbe.

Kalbe mengawali tahun 2009 dengan melanjutkan beberapa program di tahun sebelumnya seperti pengembangan pelanggan sebagai bagian dari peningkatan akun strategis di sektor rumah sakit dan apotik, peluncuran produk baru yang berbasis inovasi dibidang onkologi atau penyakit kanker untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan peluncuran produk-produk baru lain sesuai tren penyakit di masa depan.

Pada tahun 2008, Divisi Obat Resep menyumbangkan 27,1% dari keseluruhan pendapatan Perseroan atau setara dengan Rp 2,13 triliun dengan tingkat pertumbuhan penjualan sebesar 18%.

triliun dengan tingkat pertumbuhan penjualan sebesar 18%. Considering its nascent beginning at end 2005, the success

Considering its nascent beginning at end 2005, the success of Kalbe’s Prescription Pharmaceuticals Division in 2008 was very gratifying. A newly-merged Kalbe streamlined strategies for sharper market segmentation, targeting of consumers and product positioning. Based on these needs, Kalbe has undergone organizational restructuring aimed at strategic execution in order to embrace all market segments, from the lower up to middle-high classes. Such coverage includes targeted consumers ranging from general practitioners in rural areas to super specialists. Kalbe is able to provide products to fulfill nearly all therapeutic classes, and hence to facilitate the strategic positioning of individual products. Additional support has also been built in through a broad-based promotional team, covering all of Indonesia from major cities to commercially potential rural areas.

Achievements in 2008 were driven by the growth of pareto products such as Brainact, Neurotam, Neuralgin RX, and as well by licensed products such as Cefspan and Fixef, Cravit and Reskuin, Paxus, Alloclair along with other generic and branded generic products. The success of these products propelled Kalbe’s growth rate above market levels, resulting in a larger market share. Consequently, its Prescription Pharmaceuticals Division was able to secure the topmost position in the Indonesian prescription pharmaceuticals market, with a 13% market share.

Through Kalbe Vision, Kalbe continues to develop and commercialize effective treatments for ocular diseases. One of its strategies to penetrate the global eye care market is to work closely with drug development companies, to develop innovative eye care products – thus expanding its product portfolio.

In 2008, Kalbe executed a new agreement with Aguettant, a pharmaceutical company based in France, and a leading player in the hospital sector. This collaborative partnership is expected to strengthen Kalbe’s standing in the parenteral nutrition segment. Kalbe also intensified efforts in developing strategic alliances with international partners, resulting in the introduction of new products with the potential to reinforce Kalbe’s position in the market.

At the onset of 2009, Kalbe will redouble efforts on a number of ongoing programs. These include developing customers as part of strategic account growth in the hospital and pharmacy segments, as well as launching innovative products in the oncology sector to meet consumer demands, and other products in line with future disease trends.

In 2008, the Prescription Pharmaceuticals Division provided 27.1% of the Company’s total revenue, equivalent to Rp 2.13 trillion, and achieved growth in sales of 18%.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

25
25

Divisi Produk Kesehatan

Consumer Health Division

“Pengembangan merek produk kesehatan terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan pemasaran untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar, sehingga nilai- nilai merek dari masing-masing produk akan semakin tinggi.”

“The brand building of consumer health products is continuously nurtured with intensive marketing activities designed to maintain and expand market share, hence promoting brand equity from each product.”

26 26
26
26

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Promag Double Action

Fatigon Hydro+

Extra Joss Active

Varian baru dari PROMAG yang memiliki fungsi kerja ganda yaitu menetralisir kelebihan asam lambung, sekaligus mengurangi produksi asam lambung. New variation of PROMAG with a double function, namely, to neutralize and slow down the production of stomach acid (or Antagonist H2).

Minuman isotonik yang terbuat dari air kelapa murni dan mengandung ion alami yang dapat terserap sempurna untuk menggantikan ion tubuh yang hilang setelah beraktivitas.

Varian dari Extra Joss sebagai minuman energi untuk membantu memelihara kesehatan tubuh, menyegarkan badan dan membantu metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Extra Joss variation of the energy drink,

Isotonic drink made from fresh coconut water,

a

natural source of

protecting human health, refreshing the body, and

essential electrolytes that

is

perfectly absorbed to

increasing metabolism for higher energy yields.

replace electrolytes lost by the body following strenuous activities.

Pertumbuhan Divisi Produk Kesehatan bergantung pada brand building yang terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan pemasaran untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar, sehingga nilai merek (brand equity) dari masing-masing produk akan semakin tinggi. Nilai merek yang kuat dari setiap produk tidak hanya meningkatkan nilai Kalbe namun juga menjamin pertumbuhan dan kelangsungan Kalbe.

Oleh karena itu, Kalbe terus meningkatkan strategi di Divisi Produk Kesehatan dengan membangun kekuatan pada berbagai kategori, melalui portofolio produk yang luas dari merek-merek Kalbe yang terkemuka. Selain itu, peluncuran produk-produk baru juga terus dilakukan dalam rangka memperkuat portofolio produk kesehatan. Secara berkala Kalbe juga konsisten melakukan evaluasi atas pelaksanaan strategi untuk memastikan proses dan hasil sejalan dengan sasaran yang telah ditetapkan dan melakukan penyesuaian atas strategi apabila diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan pasar.

Lima dari produk kesehatan Kalbe telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai merek unggulan dari majalah SWA pada tahun 2008, yaitu Promag, Mixagrip, Cerebrofort, Cerebrovit dan Woods’. Pada tahun 2008, Divisi Produk Kesehatan menyumbangkan 20,9% dari keseluruhan pendapatan Perseroan atau setara dengan Rp 1,65 triliun dengan penurunan penjualan sebesar 11,2%.

Divisi Produk Kesehatan terbagi menjadi dua kategori produk, yaitu produk obat bebas dan minuman energi.

Obat Bebas

Produk obat bebas adalah obat-obatan yang bebas tersedia dan dijual tanpa resep dokter dan digunakan untuk menyembuhkan penyakit ringan serta meningkatkan kesehatan masyarakat luas secara efektif dan dengan biaya yang terjangkau.

Perseroan memiliki cakupan produk yang lengkap, antara lain obat sakit maag, obat anti-diare, obat batuk, obat flu dan obat anti-jamur. Beberapa merk yang telah dikenal luas adalah Promag, Waisan, Woods’, Komix, Procold, Mixagrip, Mextril, Minigrip, Entrostop, OSK 16 dan Kalpanax.

Mixagrip, Mextril, Minigrip, Entrostop, OSK 16 dan Kalpanax. The growth of the Consumer Health Division is

The growth of the Consumer Health Division is dependent upon brand building, which is continuously nurtured with intensive marketing activities designed to maintain and expand market share, hence promoting brand equity from each product. Strong brand equity will not only maximize Kalbe’s value but will also ensure growth and sustainability.

Therefore, the Company constantly fine-tunes the strategies executed in the Consumer Health Division by building strengths in numerous categories through an extensive product portfolio of well-known brands. Furthermore, new products are constantly rolled out to strengthen the Consumer Health product portfolio. The Company carries out evaluation on strategy implementation periodically and consistently, to ensure that the process and results are aligned with the established targets, and follow up on the strategies by making necessary adjustments to anticipate the latest developments in the market.

Five of Kalbe’s Consumer Health products have been named “leading brands” by SWA magazine in 2008. These are Promag, Mixagrip, Cerebrofort, Cerebrovit and Woods’. In 2008, the Consumer Health Division provided 20.9% of the Company’s total revenue, equivalent to Rp 1.65 trillion, for a decline in sales of 11.2%.

The Consumer Health Division is divided into two product categories: Over the Counter Products (OTCs) and Energy Drinks.

Over the Counter Products (OTCs)

Over The Counter drugs are readily available to consumers without a doctor’s prescription, and are generally used as safe therapy for treatment of minor ailments. These products provide effective solutions to improve the general well-being of consumers, at affordable prices.

The Company offers a complete lineup of therapies, including remedies for dyspepsia, anti diarrhea, cold medicines and skin fungus medication. Among some of Kalbe’s well-known brands are Promag, Waisan, Woods’, Komix, Procold, Mixagrip, Mextril, Minigrip, Entrostop, OSK 16 and Kalpanax.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

27
27

Divisi Produk Kesehatan Consumer Health Division

Divisi Produk Kesehatan Consumer Health Division Perseroan juga memiliki produk suplemen kesehatan mencakup multivitamin

Perseroan juga memiliki produk suplemen kesehatan mencakup multivitamin untuk kesehatan fisik dan nutrisi otak, baik untuk anak maupun orang dewasa, dan minuman siap saji (Ready to Drink). Merek-merek yang telah dikenal oleh masyarakat luas adalah Fatigon, Sakatonik Liver, Sakatonik ABC, Cerebrovit, Cerebrofort dan Xon-Ce. Sejalan dengan strategi Perseroan untuk menjadi pemain utama dalam kategori produk kesehatan, Perseroan telah melakukan pengembangan usaha dengan memasuki pasar minuman kesehatan.

Selama lima tahun terakhir pasar minuman kesehatan pengganti cairan tubuh (isotonic drink) telah berkembang sangat pesat. Hal inilah yang mendorong peluncuran Fatigon Hydro+ pada tahun 2008. Fatigon Hydro+ adalah minuman isotonik dengan keunikan rasa dan manfaat alami air kelapa yang aman dan

efektif untuk menggantikan ion tubuh yang hilang. Produk baru

ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik sejak

diluncurkan. Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, produk ini diharapkan akan menjadi motor pertumbuhan Kalbe yang menjanjikan di Divisi Produk Kesehatan.

Sedangkan produk kesehatan yang berbasis natural juga terus dikembangkan seiring dengan meningkatnya tren pengobatan herbal. Produk ini diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan di masa yang akan datang. Merek-merek yang telah dimiliki oleh Perseroan antara lain adalah Bintangin, Remufit dan JossFit.

Di negara berkembang dengan populasi yang tinggi seperti

Indonesia, produk obat bebas memegang peranan yang amat penting dalam tiap rumah tangga. Dalam kapasitas tersebut, Kalbe senantiasa berkomitmen untuk mempersembahkan produk yang efektif dan terpercaya. Strategi Perseroan yang menyeluruh di pasar obat bebas dicapai tidak hanya melalui perluasan portofolio produk namun juga dengan memperkuat

28
28

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

memperkuat 28 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008 Kalbe’s products also cover multivitamins or health

Kalbe’s products also cover multivitamins or health supplements

for the general physical well-being and brain nutrition for children

as well as adults, combined with Ready to Drink products. Popular brands known to consumers are Fatigon, Sakatonik Liver, Sakatonik ABC, Cerebrovit, Cerebrofort and Xon-Ce.

Along with the Company’s strategy to become the market leader

in the Consumer Health business, Kalbe has pursued business

expansion by venturing into the energy drink segment.

In the last five years, isotonic drinks have rapidly developed in

the market. This spurred Kalbe to launch Fatigon Hydro+ in 2008. Fatigon Hydro+ is an isotonic drink with a unique taste and natural benefit of coconut water to safely and effectively replace loss of body ions. This new product shows a positive indication for growth potential, and has done so since its initial introduction. With increasing public awareness of the importance of health, this platform is expected to be the main driver for future growth of Kalbe’s Consumer Health Division.

The natural-based consumer health products have also enjoyed promising growth in line with popular trends of herbal medication. Kalbe considers this platform as a growth driver in subsequent years. Some of Kalbe’s outstanding brands in this category are Bintangin, Remufit and JossFit.

In highly-populated developing countries (such as Indonesia)

OTCs assume a significant role in the household. Under such

circumstances, Kalbe maintains its firm commitment to deliver

a range of effective and trusted products. The Company’s

integrated strategy in the OTC market is approached not solely through its product portfolio expansion but also by strengthening capabilities down the entire chain of activities, starting from

kapabilitas di seluruh rantai aktivitas mulai dari proses inovasi, R&D, produksi, pemasaran dan penjualan, hingga distribusi. Diharapkan dengan terus dilakukannya perbaikan proses internal, maka akan tercipta operasional yang prima sebagai pijakan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, baik dalam hal kualitas produk hingga penyampaian produk ke tangan pelanggan.

Minuman Energi

Sejak diluncurkan pada tahun 1994, Extra Joss mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan senantiasa menduduki posisi nomor satu dalam pangsa pasar minuman energi dalam bentuk bubuk. Tahun 2008 masih merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Extra Joss dengan semakin rendahnya pertumbuhan pasar minuman energi sementara persaingan semakin ketat dalam pasar tersebut. Pertumbuhan yang pesat pada minuman bernutrisi yang mampu menggantikan cairan serta mineral tubuh dalam bentuk siap minum (Ready to Drink) telah menyebabkan tekanan terhadap besarnya pasar minuman energi. Semakin banyaknya pemain yang masuk ke dalam pasar minuman energi juga menyebabkan pangsa pasar Extra Joss mengalami penurunan. Meskipun demikian, Extra Joss masih menduduki posisi nomor satu dalam pangsa pasar minuman energi dengan pangsa pasar sebesar 38% berdasarkan Badan Riset AC Nielsen.

Pembaruan dan pembenahan telah banyak dilakukan, mulai dari tim pemasaran dan penjualan hingga konsep dan strategi pemasaran produk. Perombakan tim pemasaran telah dilakukan pada tahun 2008 dan perbaikan Pengelolaan Rantai Pasokan mulai dari pasokan bahan baku hingga distribusi produk telah dilaksanakan sehingga penetrasi produk dapat ditingkatkan dan lebih menyebar.

Strategi komunikasi pemasaran telah dikembangkan menjadi lebih terbuka, edukatif dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang mengutamakan kualitas kesehatan. Dengan melaksanakan strategi komunikasi pemasaran yang baru, diharapkan para konsumen lebih memahami segi kualitas Extra Joss sebagai minuman energi dan kelebihan Extra Joss dibandingkan produk-produk kompetitornya. Pada tahun 2009, Kalbe sedang mempersiapkan peluncuran produk baru yang menonjolkan konsep produk yang lebih sehat dan pembaruan di kategori minuman energi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan konsumen.

the innovation process, R&D, production, marketing and sales and following through to the distribution process. Kalbe expects to create operational excellence through continuous improvement of its internal processes as the basis of service quality enhancement, covering aspects of product quality up to product delivery to consumers.

Energy Drink

Since its launching in 1994, Extra Joss has consistently recorded rapid growth and has continuously occupied the topmost position in the powdered energy drink market. 2008 promised to be another challenging year for Extra Joss, amid slower growth in the overall energy drink market, a situation exacerbated by even tighter competition. The rapid growth of ready to drink nutritional drinks, with their promise to replenish fluids and minerals much needed by the human body, has exerted much pressure on the size and growth of the energy drink market. With an increasing number of new players entering the market, Extra Joss correspondingly suffered a dilution in its market share. Nevertheless, Extra Joss remains the undisputed leader in the energy drink market, controlling a 38% share, based on data provided by research powerhouse AC Nielsen.

Kalbe has actively initiated updates and improvements, encompassing changes in its marketing and sales team all the way to product marketing strategy and concept. Reorganization of its marketing team was completed in 2008, whereas Supply Chain Management (SCM) targeted comprehensive

improvement from the initial stage of raw material procurement through product distribution; hence, product penetration could

be enhanced and extended.

A marketing communication strategy was developed to be

more communicative, educative and suitable to customers’

needs, with a priority on quality of health. Through this renewed marketing communication strategy, Kalbe expects to enable its consumers to understand the quality of Extra Joss as an energy drink as well as its superiority compared to its competitors.

In 2009, Kalbe will be preparing to launch a new product

that emphasizes a healthier product concept, and plans to rejuvenate the energy drink category, fine-tuning to anticipate changes in the needs of consumers.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

29
29

Divisi Nutrisi

Nutritionals Division

“Kalbe telah menghadirkan produk nutrisi terpercaya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan konsumen di setiap titik tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia.”

“Kalbe delivers a range of trusted nutritional products to fulfill particular needs at each point of human growth and development.”

30 30
30
30

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Nulife Instant Oatmeal + Oatbran

Chil Mil

Nutrive Benecol

Makanan yang tinggi serat, rendah kalori juga bebas asam lemak trans dan kolesterol. High-fiber food with low caloric value, free of any trans-fat acids, and cholesterol-free as well.

Susu formula lanjutan yang bergizi sesuai untuk anak usia 6 bulan hingga 3 tahun. Infant formula fortified with nutrients suitable for toddlers 6 months to 3 years of age.

Minuman smoothie penurun kolesterol pertama di dunia yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol dalam saluran cerna. The world’s first-ever “smoothie” drink product that suppresses cholesterol in the digestive system.

Pasar makanan kesehatan (nutrisi) di Indonesia terus berkembang dan menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi dan standar kehidupan masyarakat Indonesia yang semakin meningkat, serta diiringi dengan peningkatan harapan akan gaya hidup yang lebih sehat telah menciptakan kebutuhan baru akan produk-produk berkualitas dan merek-merek yang handal demi tercapainya tingkat kesehatan dan kehidupan yang lebih baik.

Kalbe melalui Divisi Nutrisi telah menghadirkan beberapa produk makanan kesehatan yang sudah dipercaya oleh para tenaga medis maupun konsumen untuk meningkatkan taraf kesehatan. Produk-produk tersebut tersedia untuk memenuhi kebutuhan konsumen di setiap titik kritis tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia, mulai sejak dalam kandungan, masa pertumbuhan dan perkembangan, masa puncak karir, sampai pada tahap usia emas mereka saat kinerja tubuh mulai berkurang. Rangkaian merek-merek yang terpercaya dan sudah dikenal luas seperti Prenagen, Morinaga Platinum Series, Milna, Entrasol, Diabetasol dan merek-merek lainnya menjadi bukti akan dedikasi Kalbe.

Kalbe menyadari bahwa sukses berkesinambungan Perseroan terkait erat dengan tingkat pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pengetahuan pelanggan, Kalbe telah membuka Nutrition for Life (NFL) Center di Pondok Indah Mall 2, Jakarta sebagai wadah interaksi dengan pelanggan secara langsung. Secara berkala Kalbe juga mengadakan gathering atau seminar dengan topik-topik kesehatan. Melalui wadah atau kesempatan ini, pelanggan bisa mendapatkan pengetahuan maupun bertanya langsung kepada nara sumber, baik dokter ahli maupun ahli nutrisi. Selain dapat menambah pengetahuan, mereka juga bisa menjalin persaudaraan dan berbagi harapan dengan orang yang memiliki kesamaan pandangan akan pentingnya gaya hidup sehat. Bahkan secara aktif Kalbe menggalakkan pentingnya Air Susu Ibu sebagai sumber nutrisi anak-anak melalui program Prenagen Say Yes to ASI.

Pada tahun 2008, Divisi Nutrisi menyumbangkan 24,5% dari keseluruhan pendapatan Perseroan atau setara dengan Rp 1,93 triliun dengan tingkat pertumbuhan penjualan sebesar

20,5%.

triliun dengan tingkat pertumbuhan penjualan sebesar 20,5%. Our market share for nutritional products in Indonesia

Our market share for nutritional products in Indonesia continues its steady rise with positive indications for growth potential. Economic growth and improved living standards in Indonesia, combined with greater expectation for healthier lifestyles, have generated new demand for high-quality products and reliable brands, yielding a higher quality of health and life.

Through the Nutritionals Division, Kalbe delivers a range of nutritional products trusted by both medical practitioners and consumers to benefit health. Products are designed to fulfill particular needs at each critical point of human growth and development, starting from the pre-natal phase to the growth and development stage, then, these products boost health during the peak of one’s professional career, up to the golden years, when physical performance begins to subside. The range of trusted and well-known brands, including Prenagen, Morinaga Platinum Series, Milna, Entrasol, Diabetasol and other brands, stand as clear evidence of Kalbe’s utmost dedication to its customers.

Kalbe realizes that over the long term its sustainable success is closely linked to the general educational level and welfare of the Indonesian people. As part of its own efforts to improve customer knowledge, Kalbe has recently opened its Nutrition for Life (NFL) Center, located at Pondok Indah Mall 2, Jakarta to facilitate direct interaction with customers. Kalbe also holds gatherings and seminars to address health issues on a regular basis. Through these forms of media expression and various opportunities, customers may broaden their knowledge and engage in question-and-answer sessions with qualified sources, including with specialists and nutritionists. In addition, customers can build relationships and share experiences with other individuals having similar perspectives on the values of a healthy lifestyle. Kalbe also actively promotes the importance of breast milk as the primary nutrition source for infants through its Prenagen Say Yes to ASI program.

In 2008, the Nutritionals Division provided a 24.5% contribution to Kalbe’s total revenues, for a total of approximately Rp 1.93 trillion, amounting to a 20.5% growth in sales.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

31
31

Divisi Distribusi dan Kemasan

Distribution and Packaging Division

“Untuk meningkatkan pelayanan distribusi dan kemasan secara berkesinambungan, Kalbe senantiasa melakukan perbaikan infrastruktur yang meliputi pergudangan, sumber daya manusia, armada distribusi dan sistem teknologi informasi.”

“To enhance integrated distribution and packaging services, Kalbe constantly initiates improvements to its infrastructure, with upgrading of warehousing facilities, human resources, distribution fleets and information technology system.”

32
32

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Divisi Distribusi Kalbe yaitu melalui PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval) dan PT Tri Sapta Jaya (TSJ) mempunyai jaringan distribusi yang luas dengan didukung oleh 3 Pusat Distribusi Regional, 40 cabang Enseval dan 20 cabang TSJ yang tersebar di seluruh Indonesia, lebih dari 1.000 armada distribusi dan 4.500 karyawan, menyalurkan produk- produk Kalbe maupun produk-produk prinsipal non-afiliasi terkemuka secara langsung maupun tidak langsung ke lebih dari 1.000.000 outlet di seluruh Indonesia.

Untuk meningkatkan pelayanan distribusi secara berkesinambungan, Kalbe senantiasa melakukan perbaikan infrastruktur logistik yang meliputi sarana pergudangan, sumber daya manusia, armada distribusi dan sistem teknologi informasi. Pusat Distribusi Regional B yang terletak di Pulogadung, Jakarta telah diresmikan di bulan Desember 2008 dan meningkatkan kapasitas logistik menjadi 59.000 palet dari sebelumnya 35.000 palet. Dalam tahun 2008 juga telah diselesaikan pembangunan gudang dan kantor cabang yang baru di Malang, Jakarta dan Manado, serta pembelian tanah untuk perluasan gudang dan kantor cabang di Pematang Siantar. Pembenahan infrastruktur teknologi informasi juga dilaksanakan melalui pengembangan dan peningkatan atau upgrading aplikasi Oracle yang telah digunakan di 40 cabang.

Di samping itu, sertifikasi dengan standar internasional yakni ISO 9001:2000 telah diraih untuk Pusat Distribusi Regional baik yang berlokasi Jakarta maupun Surabaya pada tahun 2008. Pengakuan atas keberhasilan Kalbe dalam penyaluran produk- produk farmasi diraih melalui penghargaan Best Distribution Award yang diperoleh dari Majalah SWA untuk produk Komix dan Extra Joss.

Selain itu, Divisi Distribusi juga menjalankan aktivitas perdagangan yang dinamis dan terus berkembang yang mencakup penjualan bahan baku industri farmasi, makanan, kosmetik dan produk kesehatan hewan. Produk-produk tersebut dipasok dari produsen lokal atau dengan mengimpor dari Eropa, Asia, Amerika dan Australia.

Divisi Distribusi juga memasarkan dan menyalurkan alat-alat kesehatan dan alat-alat diagnostik yang diperoleh dari berbagai lisensi dari perusahaan lokal atau asing dengan lingkup rumah sakit, klinik dan laboratorium di seluruh Indonesia. Untuk

sakit, klinik dan laboratorium di seluruh Indonesia. Untuk Kalbe’s Distribution Division, under PT Enseval Putera

Kalbe’s Distribution Division, under PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval) and PT Tri Sapta Jaya (TSJ), commands a wide distribution network, supported by 3 Regional Distribution Centers, 40 Enseval branches and 20 TSJ branches; extending throughout Indonesia, the Company counts more than 1,000 distribution fleets and 4,500 employees. Distribution operations directly and indirectly handle both products from Kalbe Group companies and other reputable non-affiliated principals, fulfilling supply needs to more than 1,000,000 outlets around the Indonesian archipelago.

Kalbe constantly initiates improvements to its logistic infrastructure, with upgrading of warehousing facilities, human resources, distribution fleets and IT systems, all aimed to enhance integrated distribution services for valued customers. The Company’s Regional B Distribution Center, located in Pulogadung, Jakarta, was officially opened in December 2008 and increased its logistic capacity to 59,000 pallets from a previous level of only 35,000 pallets. In 2008, Kalbe also finalized construction of new warehouse facilities and new branch offices in Malang, Jakarta and Manado, as well as completing the land acquisition process, for expansion of warehouses and branch offices in Pematang Siantar. IT infrastructure enhancement was also carried out through developing and upgrading Oracle applications as applied in 40 branches.

Moreover, Kalbe has obtained ISO 9001:2000 international certification in 2008 for its Regional Distribution Centers (located in Jakarta as well as Surabaya). Acknowledgement of Kalbe’s success in the distribution of pharmaceutical products was certified through its receiving a Best Distribution Award for Komix and Extra Joss, from SWA Magazine.

Dynamic and steadily expanding trading activities at the Distribution Division include sales of raw materials for the pharmaceutical industry, food products, cosmetics and health products for pets. While some of these products are sourced from local producers, others are imported from Europe, Asia, USA and Australia.

The Distribution Division also markets and distributes medical and diagnostic equipment, through license agreements with local and international manufacturers, covering hospitals, clinics and laboratories all over Indonesia. To promote rapid

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

33
33

Divisi Distribusi dan Kemasan Distribution and Packaging Division

menunjang pertumbuhan yang tinggi dari aktivitas-aktivitas tersebut, dua anak perusahaan telah dibentuk sebagai entitas yang terpisah dari Enseval. PT Global Chemindo Megatrading yang bergerak di penjualan bahan baku dan PT Enseval Medika Prima yang memasarkan dan menyalurkan alat-alat kesehatan dan diagnostik telah memulai kegiatan operasionalnya sejak Oktober 2008. Pada tahun 2008, Kalbe juga mendirikan PT Renalmed Tiara Utama yang bergerak di bidang penyaluran alat-alat kesehatan untuk klinik pelayanan cuci darah (hemodialisa) bagi penderita gagal ginjal.

Dalam menjalankan misi Kalbe untuk menyalurkan produk kesehatan yang dapat dijangkau oleh semua strata masyarakat, sejak awal tahun 2008 Kalbe telah mendirikan Klinik Mitrasana, fasilitas kesehatan yang ekonomis dan terintegrasi yang terdiri dari klinik, apotik, laboratorium dan mini-market (four-in-one). Jumlah klinik yang telah didirikan hingga tahun 2008 adalah sebanyak 4 klinik di kawasan industri dan perumahan yang berlokasi di daerah Bekasi.

Divisi Kemasan Kalbe memasok berbagai bentuk kemasan seperti kemasan kotak, composite can dan kemasan flexible yang terbuat dari bahan aluminium foil maupun plastik untuk produk obat-obatan, kosmetik serta makanan kesehatan di Indonesia.

Pendapatan dari Divisi Distribusi dan Kemasan mencapai Rp 2,17 triliun atau meningkat sebesar 24,5% jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2007 sebesar Rp 1,74 trilliun. Pendapatan ini menyumbang 27,5% dari total pendapatan Kalbe untuk tahun 2008, meningkat dari tahun 2007 yang menyumbang sebesar 25% dari total pendapatan. Hal ini disebabkan tingginya laju pertumbuhan penjualan dari segmen pihak non-afiliasi.

growth of these activities, two subsidiaries have been spun off from Enseval and established as separate entities. PT Global Chemindo Megatrading, which engages in supplying raw materials, and PT Enseval Medika Prima, which handles marketing and distribution of medical and diagnostic equipment, started up operations in October 2008. In 2008, Kalbe also formed PT Renalmed Tiara Utama to manage distribution of medical equipment for hemodialysis clinics treating patients afflicted with kidney failure.

In realizing its mission to distribute health care products affordable for all levels of society, Kalbe opened Mitrasana Clinic in 2008, as an integrated medical facility, comprised of a clinic, pharmacy, laboratory and mini market (four-in-one concept), at minimal prices. Through 2008, up to four new such clinics have opened within Bekasi industrial estates and residential areas.

Kalbe’s Packaging Division supplies various forms of packaging (such as boxes, composite cans, and flexible packages made from aluminum foil and plastic) for medicines, cosmetics, and nutritional products in Indonesia.

Total revenue from the Distribution and Packaging Divisions has reached Rp 21.7 trillion, a figure 24.5% higher than the Rp 1.74 trillion revenue noted in 2007. This accounted for 27.5% of Kalbe’s total revenue for 2008, from a 2007 figure of 25%. This improvement was attributed to higher growth in revenues generated from non-affiliated customers.

to higher growth in revenues generated from non-affiliated customers. 34 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan
34
34

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Berkoordinasi Membangun Sinergi Closer Coordination to Create Synergy Tinjauan Operasional Operational Review PT Kalbe
Berkoordinasi
Membangun Sinergi
Closer Coordination to Create Synergy
Tinjauan Operasional Operational Review
PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report
35

Pemasaran dan Penjualan

Marketing and Sales

Pemasaran dan Penjualan Marketing and Sales “Kalbe juga telah berhasil memperluas cakupan wilayah pemasaran dan

“Kalbe juga telah berhasil memperluas cakupan wilayah pemasaran dan penjualan di Indonesia, dengan tenaga pemasaran dan penjualan terbesar di industri farmasi Indonesia.”

“Kalbe has successfully enlarged its marketing and sales coverage in Indonesia through the largest marketing and sales force in the entire pharmaceuticals industry in the country.”

36
36

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

the country.” 36 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008 Setelah konsolidasi usaha pada akhir tahun
the country.” 36 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008 Setelah konsolidasi usaha pada akhir tahun

Setelah konsolidasi usaha pada akhir tahun 2005, fungsi pemasaran dan penjualan Kalbe menjadi lebih efektif dan optimal. Kalbe juga telah berhasil memperluas cakupan wilayah pemasaran dan penjualan di Indonesia, dengan tenaga pemasaran dan penjualan terbesar di industri farmasi Indonesia.

Diperkuat dengan tim penjualan berjumlah sekitar 2.000 tenaga medical representatives untuk Divisi Obat Resep, cakupan pasar Kalbe telah meliputi 70% dokter umum, 90% dokter spesialis, 100% rumah sakit dan 100% apotik yang tersebar di seluruh Indonesia baik di kota-kota besar maupun daerah- daerah terpencil yang berpotensi. Divisi Obat Resep Kalbe telah menerapkan strategi pemasaran yang tepat sasaran baik dari sisi segmentasi pasar, target konsumen maupun penempatan produk yang tepat. Kalbe dapat menyediakan produk obat-obatan untuk segala segmen pasar yang mencakup hampir semua kelas terapi.

Pada Divisi Produk Kesehatan, Kalbe memiliki tenaga pemasaran lebih dari 2.200 orang dengan cakupan 150.000 outlet dan secara tidak langsung mencakup lebih dari 1 juta pelanggan dari pasar produk kesehatan.

Kalbe juga telah menerapkan sistem penjualan Direct to Customer khusus untuk produk-produk anti aging yang bersifat pencegahan dan mempunyai bukti klinis yang kuat. Konsep penjualan Direct to Customer di bawah naungan QVIDA, yang merupakan merek Kalbe, adalah pemasaran berjenjang yang diterapkan melalui pembentukan komunitas yang melibatkan praktisi kesehatan seperti dokter.

Following its consolidation of businesses at the end of 2005, Kalbe’s marketing and sales functions have become more effective and optimal. Kalbe has successfully enlarged its marketing and sales coverage in Indonesia through the largest marketing and sales force in the entire pharmaceutical industry in the country.

Backed by a strong sales team, made up of approximately 2,000 medical representatives dedicated to the Prescription Pharmaceuticals Division, Kalbe’s market coverage has secured 70% of general practitioners, 90% of specialists, 100% of hospitals and 100% of pharmacies in Indonesia, encompassing large cities as well as remote but potential growth areas. Kalbe’s Prescription Pharmaceuticals Division has applied clearly defined marketing strategies, with proper identification of market segments, targeting consumers and positioning its extensive line of pharmaceutical products, promising relief for almost all therapeutic classes.

The Consumer Health Division has a marketing team of over 2,200 professionals, managing relationships and sales through 150,000 outlets and indirectly handling more than 1 million consumers in the consumer health market.

Kalbe has implemented the Direct to Customer sales system, specifically for its preventive and clinically proven anti aging product line. The Direct to Customer sales concept under QVIDA, as Kalbe’s umbrella brand, is the Multi Level Marketing approach adopted by forming a particular community. At the first level

yang dapat memberikan edukasi kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat di tingkat pertama dan konsumen pemakai di tingkat kedua. QVIDA secara rutin menyelenggarakan seminar- seminar yang berhubungan dengan kesehatan dan anti aging dan juga mengeluarkan buletin kepada anggota-anggotanya.

Untuk meningkatkan layanan Kalbe kepada konsumennya, Kalbe telah meluncurkan program baru yakni Nutritions Home Delivery (NHD) untuk konsumen di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Layanan Direct Delivery Service tersebut diharapkan dapat memudahkan konsumen dalam pembelian produk-produk makanan kesehatan Kalbe dan menjadi suatu wadah interaksi antara Kalbe dengan para konsumennya.

Penjualan Internasional

Dalam perjalanannya untuk memenuhi aspirasi sebagai pemain global, pada tahun 2007 Kalbe telah mendirikan Kalbe International Pte. Ltd, anak perusahaan berpusat di Singapura. Kalbe International berperan sebagai sebuah perusahaan pemasaran yang menangani keseluruhan transaksi perdagangan/ekspor bisnis Grup Kalbe mulai dari obat resep sampaiprodukkesehatankonsumen.Strategiinitelahmengubah suatu unit yang pada awalnya merupakan suatu perusahaan perdagangan menjadi suatu perusahaan multi-nasional yang mengontrol value chain. Dalam pelaksanaannya di beberapa negara, Kalbe International didukung oleh cabang-cabang dan kantor perwakilan yang ada di 9 negara yaitu Filipina, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Sri Lanka, Nigeria, Afrika Selatan dan India. Dengan keahlian dan pengalaman dalam bidang pengembangan, distribusi dan pemasaran obat resep dan produk kesehatan di berbagai negara, Kalbe International juga mencari peluang dengan menunjuk mitra dagang di wilayah lain dalam usaha memperluas bisnisnya. Kalbe International telah membangun jaringan usaha mitra dagang untuk menjual produk-produk Grup Kalbe di lebih dari 20 negara, terutama di Asia-Pasifik dan Afrika.

Pada tahun 2008, dilakukan restruksturisasi organisasi untuk memperbaiki strategi pemasaran internasional Kalbe untuk lebih berorientasi pada wilayah daripada berorientasi pada produk dengan menempatkan tim yang berkompeten di setiap wilayah.

of the community are involved medical practitioners, such as doctors who can provide professional and reliable advice on

health education to the public, while consumers are positioned

at the second level. QVIDA regularly hosts seminars to discuss

issues on health and anti aging, as well as publishing newsletters for its members.

In order to improve services to consumers, Kalbe also launched

a new program, Nutritions Home Delivery (NHD), specifically

for consumers located in the Greater Jakarta region. The Direct Delivery Service is expected to provide assistance to consumers

in purchasing Kalbe’s nutritional products whilst also serving as

an interactive tool between Kalbe and its consumers.

International Sales

In the quest of fulfilling its ambition to be a global player, Kalbe

has set up Kalbe International Pte. Ltd., a subsidiary based in Singapore, in 2007. As an international marketing arm for Kalbe, the subsidiary handles trading/export transactions for the entire Kalbe Group, comprehensively managing the extensive line-up of prescription pharmaceuticals to consumer health products. This strategy has transformed the unit from what used to be a trading company into a multi-national corporation that controls the value chain. In its operations in different countries, Kalbe International is supported by branch and representative offices, working in 9 countries: the Philippines, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Cambodia, Sri Lanka, Nigeria, South Africa and India. With expertise and experience in developing, distributing and marketing prescription pharmaceuticals and consumer health products in global countries, Kalbe International is also looking for growth opportunities in collaboration with its appointed trading partners, by expanding business into new territories. Kalbe International has built networks of trading partners to sell Kalbe Group products in more than 20 countries, particularly in the Asia-Pacific region and Africa.

In 2008, organizational restructuring was implemented, to

improve Kalbe’s international marketing strategy; the objective was to become more regional-oriented, rather than product- oriented. This has been achieved by placing a competent team

 

in

each region.

Pada masa yang akan datang, diharapkan Kalbe International

In

the future, Kalbe International will focus on maintaining and

dapat memelihara dan meningkatkan eksistensi perusahaan di 10 pasar yang telah berjalan saat ini dan terus membangun kompetensi di tiap pasar agar dapat memenangkan persaingan.

improving Kalbe’s foothold in its 10 existing markets, as well as building competencies in each market, to stay ahead of the competition.

well as building competencies in each market, to stay ahead of the competition. PT Kalbe Farma

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

37
37

Produksi

Production

Produksi Production “Kalbe secara berkesinambungan terus melakukan peningkatan kualitas dan perluasan atas

“Kalbe secara berkesinambungan terus melakukan peningkatan kualitas dan perluasan atas fasilitas-fasilitas produksinya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mutu produk yang lebih tinggi.”

“Kalbe steadily carries out upgrading and expansion of its production facilities in order to build production capacity and strengthen quality.”

38
38

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

quality.” 38 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008 Komitmen Kalbe pada kesempurnaan operasional antara lain
quality.” 38 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008 Komitmen Kalbe pada kesempurnaan operasional antara lain

Komitmen Kalbe pada kesempurnaan operasional antara lain tercermin dalam penerapan standar manajemen internasional seperti sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 dan HACCP, untuk hampir semua fasilitas produksi Kalbe yang berjumlah 11 fasilitas.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat & Makanan mewajibkan industri farmasi untuk menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terkini atau current Good Manufacturing Practices (cGMP). Lima fasilitas yang dimiliki Kalbe telah mendapat peringkat “A”, berdasarkan skala dari A sampai D, dengan merujuk pada pemetaan CPOB yang dikeluarkan oleh Badan POM. Bahkan untuk Site Bekasi yang memproduksi infus, Kalbe mampu memperoleh Certificate of Manufacturing dari HSA (Health & Sciences Authority), Singapura pada tahun 2008. Sertifikasi tersebut membuktikan bahwa proses produksi sediaan infus dibuat secara CPOB terkini dalam rangka penerapan standar internasional Pharmaceutical Inspection Cooperation Scheme (PIC/S) yaitu standar CPOB yang berlaku di negara-negara Uni Eropa.

Kalbe secara berkesinambungan terus melakukan perbaikan dan perluasan atas fasilitas-fasilitas produksinya untuk meningkatkan kapasitas dan mutu produksi yang lebih tinggi. Pada tahun 2008, Kalbe melakukan perluasan dan renovasi komprehensif atas pabrik infus yang terletak di Site Bekasi. Perluasan fasilitas produksi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi infus dalam botol dan flexi bag. Renovasi atas desain dan tata letak Site Bekasi telah mengacu pada standar CPOB yang dikeluarkan oleh PIC/S. Perluasan kapasitas produksi

Kalbe’s commitment to operational excellence is reflected in its adherence to international management standards such as ISO 9001, ISO 14001, OHSAS

18001 and HCCP certifications for the majority of its eleven production facilities.

In Indonesia, the National Agency of Drug and Food Control (NA-DFC) stipulates

that the pharmaceutical industry must comply with current Good Manufacturing Practices (cGMP). On the cGMP mapping by NA-DFC, five facilities owned by Kalbe have obtained an “A” class rating, on a scale of A to D. In fact, the

Bekasi Site, which produces intravenous solutions, has received the Certificate of Manufacturing from HSA (Health & Sciences Authority), Singapore in 2008. This certification demonstrates that the production process of intravenous solutions is carried out based on cGMP, with respect to the implementation of the Pharmaceutical Inspection Cooperation Scheme (PIC/S) standards prevailing

in European Union countries.

Kalbe steadily carries out upgrading and expansion of its production facilities in order to build production capacity and strengthen quality. In 2008, Kalbe marked

a

comprehensive expansion and renovation of the intravenous solutions plant

at

the Bekasi Site. This facilities expansion served to increase the capacity for

the production of intravenous solutions in bottles and flexi bags. Renovation

to the design and layout of the Bekasi Site conformed to the cGMP standards

issued by PIC/S. Capacity expansion was also undertaken on the facilities for Beta Lactam Penicillin production located at the Jakarta Site, by extending the

juga dilakukan di fasilitas produksi Beta Laktam Penicilin yang terletak di Site Jakarta dengan memperluas

juga dilakukan di fasilitas produksi Beta Laktam Penicilin yang terletak di Site Jakarta dengan memperluas fasilitas produksi dari satu lantai menjadi tiga lantai disertai dengan pemasangan mesin-mesin baru. Alat-alat laboratorium yang berteknologi tinggi seperti Near Infrared juga telah mulai digunakan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi.

Selain perluasan dan peningkatan standar proses produksi, Kalbe senantiasa berusaha untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas yang dijalankan melalui implementasi sejumlah best practices dunia, seperti Continuous Improvement (Conim) atau Perbaikan Berkesinambungan, 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) dan Lean Manufacturing. Conim merupakan program yang telah diterapkan oleh Kalbe sejak tahun 1990 dan terus ditingkatkan kegiatannya baik secara kualitas dan kuantitas mengingat dampak positif yang diperoleh Perseroan secara signifikan dari program ini. Dari sisi kualitas, Conim mengakomodasikan perbaikan yang bersifat sederhana sampai dengan perbaikan yang berdampak besar dan juga mulai dari individu sampai dengan kelompok lintas bagian, sedangkan dari sisi kuantitas, peserta yang terlibat mulai dari karyawan Perseroan dari level operator sampai dengan pimpinan puncak Perseroan. Pelaksanaan program 5R dan Conim ini diharapkan dapat menjadi salah satu budaya Perseroan.

Lean Manufacturing adalah salah satu program best practices yang sedang diterapkan oleh Kalbe pada sejumlah fasilitas produksinya. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kinerja fasilitas produksi terutama dalam hal peningkatan produktivitas dan efisiensi. Program ini dimulai dengan mengambil sejumlah jalur produksi produk-produk utama Kalbe seperti di jalur produksi tablet Mixagrip, Procold, Promag, dan Fatigon sebagai pilot project. Hasil nyata dari implementasi Lean Manufacturing adalah penurunan lead time di beberapa jalur produksi tersebut dan peningkatan produktivitas.

Pada tahun 2008 dan 2009, program ini secara intensif terus diimplementasikan di seluruh Site secara bersamaan dengan melibatkan seluruh karyawan dari manajemen puncak sampai ke floor. Komitmen Kalbe dalam hal ini tercermin dari dibentuknya unit Group Process Improvement yang secara khusus menangani koordinasi kegiatan-kegiatan ini sehingga dapat berjalan lebih efektif dan konsisten.

ini sehingga dapat berjalan lebih efektif dan konsisten. area occupied by the facilities from one floor

area occupied by the facilities from one floor to three floors, followed by installation of new machinery. High-tech laboratory equipment (such as Near Infrared), has also been installed, to enhance production quality.

In addition to the expansion and improvement of production standards, Kalbe continuously strives to emphasize productivity, efficiency, and effectiveness, through the adoption of international best practices, including Continuous Improvement (Conim), 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) and Lean Manufacturing. Conim is a program implemented since 1990, and Kalbe has constantly improved the quality and quantity of its activities. Significant and positive benefits continue to be derived from this program. From the perspective of quality, Conim facilitates upgrading, with improvements both simple in nature and others yielding significant impact; some yield results on an individual basis, linking up to cross-departmental groups. From the perspective of quantity, participants involved include employees from the operator level up to the Company’s top leaders. Kalbe anticipates the implementation of the 5R and Conim programs, to be embedded into its corporate culture.

Lean Manufacturing is another best practices program currently commissioned by Kalbe in a number of its production facilities. The main objective of the program is to improve the performance of the production facility, mainly pertaining to achievement of greater productivity and efficiency. This program has been initiated by identifying several production lines of Kalbe’s main products, such as the lines for producing Mixagrip, Procold, Promag, and Fatigon tablets as pilot projects. The results calculated from the Lean Manufacturing program include successful reduction in lead time at these production lines, and resultant augmentation of productivity.

As it was during 2008, this program will be continued through 2009. Kalbe will intensively and simultaneously pursue implementation at all Sites, by involving all employees from the top management down to the floor personnel. Kalbe’s commitment is also reflected with the formation of a Group Process Improvement Unit, which has the mandate of specifically handling coordination of these activities in order to boost effective and consistent execution.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

39
39

Riset dan Pengembangan

Research and Development

Riset dan Pengembangan Research and Development “Dalam rangka mewujudkan visi Kalbe untuk menjadi perusahaan yang

“Dalam rangka mewujudkan visi Kalbe untuk menjadi perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan dan memiliki eksistensi di Indonesia dan pasar global, Kalbe selalu mengedepankan strategi riset dan pengembangan.”

“To attain Kalbe’s vision of becoming a leading company in the health sector with a solid presence in Indonesia and global markets, Kalbe has implemented a strategy to prioritize research and development.”

40
40

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

development.” 40 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008 Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan kesehatan dan

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan kesehatan dan tingginya kompetisi di pasar global, inovasi merupakan bagian yang sangat penting dalam industri farmasi dan produk kesehatan. Dalam rangka mewujudkan visi Kalbe untuk menjadi Perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan dan memiliki eksistensi di Indonesia dan pasar global, Kalbe menerapkan strategi yang mengedepankan riset dan pengembangan sehingga dapat menghasilkan produk-produk yang inovatif dan terdepan. Kalbe telah melakukan investasi di riset dan pengembangan senilai Rp 54 miliar di tahun 2008 atau setara dengan 0,7% dari total penjualan di tahun 2008.

Dalam riset dan pengembangan berjangka pendek yang mengutamakan pengembangan produk untuk mendapatkan peluang pasar, pada tahun 2008 Kalbe telah berhasil meluncurkan 32 produk generik bermerek (branded generic) termasuk salah satunya adalah produk antiagregasi platelet Clopidogrel (produk obat yang patennya habis sejak awal tahun 2008), dengan nama dagang CPG® pada bulan Agustus 2008. Produk ini telah lulus hasil uji bioekuivalensi dengan standar internasional dan merupakan produk yang berpotensi menjadi produk andalan Kalbe di kemudian hari.

In line with a growing need for health support, in the face of intensive competition in global markets, innovation has become an integral factor in the pharmaceutical and consumer health sectors. To attain Kalbe’s vision of becoming a leading company in the health sector, with a solid presence in Indonesia and global markets, Kalbe has implemented a strategy to prioritize research and development in its drive to produce innovative and leading products. Kalbe has made investments in research and development totaling Rp 54 billion in 2008, equivalent to 0.7% of total sales for the year.

Short-term research and development (R&D) focuses on developing products to capitalize on market opportunities. In 2008, Kalbe has successfully launched 32 branded generics, including one for Clopidogrel, an anti-platelet aggregation (one of whose patents expired in early 2008), under the trademark CPG®; this took place in August 2008. This product has since passed a bioequivalence test under international standards, and has the potential to become a leading product for Kalbe in the future.

Riset dan pengembangan berjangka menengah ditujukan pada hasil yang akan dicapai dalam jangka waktu tiga

Riset dan pengembangan berjangka menengah ditujukan pada hasil yang akan dicapai dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun, sedangkan riset dan pengembangan berjangka panjang dilakukan untuk mendapatkan hasil dalam jangka waktu yang lebih lama, yang dilakukan melalui Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., anak perusahaan Kalbe yang berkedudukan di Singapura, dan Stem Cell and Cancer Institute (SCI), sebuah unit riset dan pengembangan yang berada di bawah naungan Kalbe.

Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. mempunyai peran strategis dalam menjalankan globalisasi Kalbe melalui produk berbasis riset. Kalbe telah melakukan komersialisasi atas produk TheraCIM di negara Indonesia dan Filipina. TheraCIM (Nimotuzumab) adalah suatu anti “epidermal growth factor receptor“ yang diindikasikan untuk solid tumors seperti brain tumor, head and neck cancer, nasopharyngeal cancer. Selain itu, TheraCIM juga telah digunakan oleh Key Opinion Leaders untuk beberapa pasien penderita kanker melalui program Special Access Scheme (SAS) di lima negara yakni Singapura, Malaysia, Afrika Selatan, Indonesia dan Filipina. National Cancer Center of Singapore (NCCS) telah memilih TheraCIM untuk digunakan dalam pengujian klinis tahap II yang akan dimulai pada awal tahun 2009. Pengujian klinis ini akan dilaksanakan melalui 22 center di seluruh dunia dan mencakup lebih dari 700 penderita kanker kepala dan leher.

Pada tahun 2008, Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. memperluas perolehan Biosimilar franchise ke 8 negara yang mencakup versi Biosimilar dari original blockbuster seperti erythropoietin, interferon, granulocyte colony stimulating factor, botulinum toxin dan preventive vaccine. Biosimilar memegang peranan sebagai sumber dana untuk membiayai sebagian pengembangan produk berbasis riset di Innogene.

Untuk produk Kalsolac, telah dilakukan pengembangan di luar Indonesia. Kalbe telah mulai memasarkannya di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia dan Kamboja sejak tahun 2008. Kalsolac adalah larutan hyperlactate yang dimodifikasi dan dikembangkan melalui kerja sama dengan Grenoble

dan dikembangkan melalui kerja sama dengan Grenoble Medium-term R&D is designed to yield results within a

Medium-term R&D is designed to yield results within a targeted period of three to five years. At the same time, long-term R&D is geared towards advances over a longer time span and is undertaken through the auspices of Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., a subsidiary of Kalbe based in Singapore, and Stem Cell and Cancer Institute (SCI), an R&D unit under Kalbe Group.

Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. has a strategic role in promoting global breakthroughs of Kalbe via research-based products. One aspect of this is the way Kalbe commissioned the commercialization of TheraCIM in Indonesia and the Philippines. TheraCIM (Nimotuzumab) is an anti-epidermal growth factor receptor for treatment of solid tumors (such as brain tumors, head and neck cancer and nasopharyngeal cancer). In addition, TheraCIM has been used by Key Opinion Leaders in a number of cancer cases through the Special Access Scheme (SAS) program in five countries: Singapore, Malaysia, South Africa, Indonesia and the Philippines. The National Cancer Center of Singapore (NCCS) has selected TheraCIM for Phase II clinical trials, scheduled for early 2009. The clinical trials will be conducted under a multi-center approach (with 22 centers worldwide) and will involve more than 700 head and neck cancer patients.

In 2008, Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. has expanded its Biosimilar franchises in 8 countries, covering Biosimilar versions of its original blockbusters: erythropoietin, interferon, granulocyte colony stimulating factor, botulinum toxin and preventive vaccine. Biosimilar has a crucial function of partially funding activities involved in developing research-based products at Innogene.

For Kalsolac, Kalbe has pursued developments outside of Indonesia. Kalbe has launched marketing activities in a number of ASEAN countries, including Malaysia and Cambodia, since 2008. Kalsolac is a hyperlactate solution, modified and developed for treatment of traumatic brain injuries, through a

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

41
41

Riset dan Pengembangan Research and Development

Riset dan Pengembangan Research and Development University, Perancis, untuk pengobatan cidera otak traumatis dan Kalbe
Riset dan Pengembangan Research and Development University, Perancis, untuk pengobatan cidera otak traumatis dan Kalbe

University, Perancis, untuk pengobatan cidera otak traumatis dan Kalbe telah mendapatkan paten global atas Kalsolac dan

partnership between Kalbe and Grenoble University, France. Kalbe has obtained a global patent for Kalsolac and has plans

berniat untuk dapat memasarkan Kalsolac di seluruh dunia.

to

market the product worldwide.

Pada tahun 2008, SCI berhasil membangun infrastruktur

In

2008, SCI has built infrastructure for stem cell development:

untuk pengembangan sel punca berupa laboratorium dengan

a

laboratory equipped with facilities and Standard Operating

fasilitas dan Standard Operating Procedure sesuai standar Good Laboratory Practice (GLP). Dalam bidang penelitian, salah satu keberhasilan SCI adalah menjalankan uji klinis yang membuktikan bahwa umbilical cord blood dapat menyembuhkan luka bakar dan luka kronis. Sampai saat ini, pengobatan stem cell untuk luka bakar dan luka kronis tersebut sedang didaftarkan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Procedure consistent with Good Laboratory Practice (GLP) standards. Among SCI’s research accomplishments are successful clinical tests endorsing the effectiveness of umbilical cord blood in curing burn and chronic injuries. The stem cell treatment for burns and chronic injuries is currently awaiting registration with the National Agency of Drug and Food Control (NA-DFC).

Ditinjau dari hasil pencapaian yang baik selama tahun 2008, Kalbe yakin bahwa hasil pencapaian riset dan pengembangan akan mempertahankan eksistensi Kalbe di masa yang akan datang.

Considering its significant accomplishments throughout 2008, Kalbe is confident that the advances of its research and development will secure its prime place in the field for many years to come.

development will secure its prime place in the field for many years to come. 42 PT
42
42

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Sumber Daya Manusia

Human Resources

Sumber Daya Manusia Human Resources Fungsi utama Sumber Daya Manusia (SDM) adalah merekrut, mempertahankan dan

Fungsi utama Sumber Daya Manusia (SDM) adalah merekrut, mempertahankan dan mengembangkan karyawan serta memelihara lingkungan kerja yang kondusif berlandaskan kepercayaan dan komunikasi yang terbuka pada semua tingkat organisasi. Sejalan dengan makin berkembangnya Kalbe dan makin besarnya tantangan yang harus dihadapi, sumber daya manusia menjadi faktor yang penting untuk menunjang performa Perseroan secara keseluruhan.

Untuk mendukung pertumbuhan yang berkesinambungan, Kalbe terus berusaha meningkatkan kompetensi dan kinerja sumber daya manusianya agar dapat menjadi generasi penerus bagi keberhasilan Kalbe di masa yang akan datang.

Kalbe melakukan program-program pengembangan sumber daya manusia berdasarkan filosofi Leader creates Leaders yang diprakarsai oleh Presiden Direktur Perseroan melalui proses mentoring, coaching, dan counseling. Salah satu bentuk implementasinya adalah mekanisme People Review berdasarkan kinerja dan potensi karyawan yang diselenggarakan setiap tahun untuk mengidentifikasi talenta yang ada.

The main functions of Human Resources (HR) are recruitment, retention and development of employees. HR must also sustain a conducive working environment, based on trust and open communication among all levels of the organization. In line with the growth of Kalbe and the increasing challenges that lie ahead, human resources have become an important factor in supporting overall Company performance.

In the effort to sustain growth, Kalbe persistently strives to enhance the competence and performance of its people, transforming them into next generation leaders, promising to build on Kalbe’s successes throughout the future.

Kalbe carries out HR development programs under the philosophy of ‘Leader creates Leaders’, one initiated by the Company’s President Director, with an emphasis on mentoring, coaching and counseling. An implementation of the program is the People Review, completed annually, and based on the performance and potential of employees. The Review is designed to seek out potential talent within the Company.

is designed to seek out potential talent within the Company. “Kalbe terus berusaha meningkatkan kompetensi dan

“Kalbe terus berusaha meningkatkan kompetensi dan kinerja sumber daya manusianya agar dapat menjadi generasi penerus bagi keberhasilan Kalbe di masa yang akan datang.”

“Kalbe persistently strives to enhance the competence and performance of its people, transforming them into next generation leaders, promising to build on Kalbe’s successes throughout the future.”

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

43
43

Sumber Daya Manusia Human Resources

Sumber Daya Manusia Human Resources Dalam mewujudkan komitmen Kalbe untuk terus mengembangkan kompetensi karyawan, Kalbe

Dalam mewujudkan komitmen Kalbe untuk terus mengembangkan kompetensi karyawan, Kalbe senantiasa mengikutsertakan karyawan dalam seminar dan pelatihan baik internal maupun eksternal. Pelatihan difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kepemimpinan karyawan. Pelatihan yang dijalankan untuk menunjang peningkatan pengetahuan fungsional antara lain adalah Kalbe Service Excellence (KSE) dan Problem Solving Decision Making (Prosdem); sedangkan pelatihan yang dilakukan untuk mengembangkan segi kepemimpinan antara lain adalah Personal Effectiveness Program (PEP), Supervisory Skill dan Managing People Effectively (MPE).

Untuk mempertahankan dan memotivasi karyawan yang berprestasi, Kalbe melakukan penilaian secara berkala terhadap kompensasi karyawan guna memberikan imbalan yang menarik sehingga meningkatkan produktivitas.

Kalbe juga melibatkan seluruh karyawan melalui penerapan Management System sebagai kerangka kerja dan mekanisme yang memuat prinsip-prinsip dasar pengelolaan organisasi untuk mendukung keselarasan strategi bisnis Perseroan dengan implementasi baik secara horizontal maupun vertikal. Salah satu bentuk kegiatan Management System adalah Continuous Improvement (Conim) yang bertujuan meningkatkan proses kinerja dan produktivitas di mana program ini melibatkan semua level karyawan baik secara individu maupun kelompok.

Hasil yang telah dicapai pada tahun 2008 tercermin dalam peningkatan produktivitas karyawan, di mana penjualan bersih per karyawan naik 14,1% menjadi Rp 543 juta per karyawan.

44
44

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Kalbe continuously encourages participation of employees in

internal as well as outside seminars and training programs, thus underlining its firm commitment to strengthening employee competencies. Training has focused on developing both the knowledge and leadership capabilities of employees. A number

of training programs in support of functional knowledge

development include Kalbe Service Excellence (KSE) and Problem Solving Decision Making (Prosdem); programs for leadership development included, among others, a Personal Effectiveness Program (PEP), Supervisory Skills and Managing People Effectively (MPE) sessions.

To retain and motivate exemplary employees, Kalbe conducts

periodic assessment of employee benefits. Through this mechanism, Kalbe seeks to offer attractive compensation, an effort which will pay off in superior future productivity.

Kalbe mobilizes its employees by applying the Management System as the framework and mechanism, guided by the basic principles of organizational management, in order to support

both vertical and horizontal synchronization of the Company’s business strategies, and to buttress their implementation.

A significant activity within the Management System is

Continuous Improvement (Conim), whose objective is to

improve performance and productivity by involving employees

at all levels within the organization, both as individuals and

within teams.

All these initiatives have yielded satisfactory results during

2008, as reflected in higher productivity figures. Net sales per employee jumped by 14.1%, to Rp 543 million per employee.

Menjalin Komunikasi yang Efektif Building Effective Communication Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance PT Kalbe
Menjalin Komunikasi yang Efektif
Building Effective Communication
Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report
45

Laporan Tata Kelola Perusahaan

Corporate Governance Report

“Dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Kalbe berpijak pada lima prinsip utama yang meliputi prinsip transparansi, tanggung jawab, akuntabilitas, kewajaran dan independensi.”

“In the implementation of Good Corporate Governance practises, Kalbe upholds five core principles, namely transparency, responsibility, accountability, fairness and independence.”

Tata Kelola Perusahaan yang baik bagi Kalbe sudah menjadi bagian dari budaya

Perseroan. Dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik, Kalbe berpijak pada 5 (lima) prinsip utama yang meliputi:

1. Prinsip Transparansi, keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai Perusahaan.

2. Prinsip Tanggung Jawab, pertanggungjawaban dan kesesuaian prinsip- prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik dalam pengelolaan Perusahaan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

3. Prinsip Akuntabilitas, terdapatnya kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban bagi tiap Dewan Komisaris, Direksi, Komite Perusahaan maupun seluruh departemen dalam pengelolaan Perusahaan.

4. Prinsip Kewajaran, keadilan dan kesetaraan dalam melindungi hak-hak pemegang saham sesuai dengan perjanjian dan peraturan perundangan yang berlaku.

5. Prinsip Independensi, kemandirian dalam mengelola Perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

Kalbe meyakini bahwa Perseroan dapat bertahan dan sukses sampai dengan hari ini adalah karena komitmen atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik oleh seluruh Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan Kalbe. Prinsip-prinsip tersebut senantiasa diterapkan dan ditanamkan sebagai nilai-nilai inti budaya Perseroan untuk menunjang praktek bisnis yang sehat.

Good Corporate Governance has historically been an integral part of Kalbe corporate culture. In the implementation of Good Corporate Governance practices, Kalbe upholds five core principles, namely:

1. Transparency: openness in the decision making process and complete disclosure of material and relevant information on the Company.

2. Responsibility: responsible and consistent adherence to Good Corporate Governance principles in managing the Company in conformity with prevailing rules and regulations.

3. Accountability: clarity of functions, execution and responsibility within the Board of Commissioners, Board of Directors, Committees and all of departments in managing the Company.

4. Fairness: justice and equality in protecting shareholders’ rights, in accordance with agreements and prevailing regulations.

5. Independence: management makes decisions without reference to any conflict of interest or external influence which might not be in conformity with prevailing regulations and sound business practices.

Kalbe believes that it can maintain sustainability and success today as the result of its commitment to Good Corporate Governance practices, enforceable upon the Board of Commissioners, the Board of Directors and all employees at Kalbe. These principles are continuously applied and instilled as core values within the corporate culture, to support sound business practices.

46
46

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Rapat Umum Pemegang Saham Pada tahun 2008, Perseroan telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 26 Mei 2008 dan 2 (dua) kali Rapat Umum Pemegang Saham Luar

Biasa (RUPSLB) masing-masing pada tanggal 26 Mei 2008 dan 17 September 2008 dengan menghasilkan keputusan sebagai berikut:

Keputusan RUPST 26 Mei 2008:

1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2007;

2. Mengesahkan Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007;

3. Menyetujui penggunaan keuntungan bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2007;

4. Menyetujui perubahan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi menjadi:

Governance Structure

General Meeting of Shareholders On May 26, 2008 the Company held its Annual General Meeting of Shareholders (AGM) and 2 (two) Extraordinary General Meetings of Shareholders (EGM), were respectively held on May 26, 2008 and September 17, 2008 with the following resolutions:

Resolutions of AGM on May 26, 2008:

1. Approved and received the Company’s Annual Report for the year ended December 31, 2007;

2. Ratified the Company’s Balance Sheets and Statements of Income for the year ended December 31, 2007;

3. Approved the appropriation of the Company’s net profit for the year ended December 31, 2007;

4. Approved changes in the Board of Commissioners and the Board of Directors, such that the composition of the Boards is:

Dewan Komisaris / Board of Commissioners

Johannes Setijono

Presiden Komisaris

President Commissioner

Santoso Oen

Komisaris

Commissioner

Jozef Darmawan Angkasa

Komisaris

Commissioner

Ferdinand Aryanto

Komisaris

Commissioner

John Aristianto Prasetio

Komisaris Independen

Independent Commissioner

Farid Anfasa Moeloek

Komisaris Independen

Independent Commissioner

Direksi / Board of Directors

   

Bernadette Ruth Irawati Setiady

Presiden Direktur

President Director

Johanes Berchman Apik Ibrahim

Wakil Presiden Direktur

Vice President Director

Budi Dharma Wreksoatmodjo

Direktur

Director

Herman Widjaja

Direktur

Director

Vidjongtius

Direktur

Director

Juga memberi wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menentukan pembagian tugas dan wewenang serta gaji dan tunjangan lainnya dari para anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008; 5. Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik Independen berikut honorarium untuk

mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku

2008.

Also authorized the Board of Commissioners to determine the assignment of duties and authority as well as the salaries and other benefits for the members of the Board of Commissioners and Board of Directors for the year ended December 31, 2008;

5. Authorized the Board of Directors, subject to approval of the Board of Commissioners, to appoint an Independent Public Accountant and to determine fees incurred in auditing the Company’s financial statements for the year 2008.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

47
47

Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report

Keputusan RUPSLB 26 Mei 2008:

1. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

2. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan yang telah diambil dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Keputusan RUPSLB 17 September 2008:

1. Menyetujui rencana Pembelian Kembali Saham Perseroan Tahap II;

2. Memberikan kuasa penuh kepada Direksi untuk melakukan tugas dan tindakan sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham Perseroan tersebut.

Dewan Komisaris dan Direksi

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:

• Melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan Perseroan oleh Direksi serta memberikan persetujuan / pengesahan atas rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan;

• Mengadakan rapat atau pertemuan secara berkala untuk membahas pengelolaan operasional Perseroan;

• Mengawasi pengelolaan Perseroan atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh Direksi dan memberikan masukan jika diperlukan;

• Menominasikan dan menunjuk calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk diajukan dan disetujui dalam RUPST;

• Menentukan jumlah remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, berlandaskan pada wewenang yang diberikan dalam RUPST;

• Menunjuk dan menetapkan anggota Komite Audit.

Komisaris Independen Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari 6 (enam) anggota:

4 (empat) Komisaris dan 2 (dua) Komisaris Independen.

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Pembagian tugas dan tanggung jawab Direksi ditentukan oleh Dewan Komisaris sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh pemegang saham dalam RUPST.

Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Direksi

Dewan Komisaris menyelenggarakan rapat satu kali dalam setiap dua bulan untuk mengawasi kegiatan pengelolaan Perseroan. Direksi juga menyelenggarakan rapat minimal satu kali dalam satu bulan.

48
48

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Resolutions of EGM on May 26, 2008:

1. Ratified an amendment to the Company’s Articles of Association, to be adjusted with Law No. 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company;

2. Delegated authority upon the Board of Directors to undertake all necessary actions with respect to the resolutions and in accordance to prevailing rules and regulations.

Resolutions of EGM on September 17, 2008:

1. Approved Phase II of the Company’s Share Repurchase Program;

2. Granted full authority upon the Board of Directors to perform duties and requirements pertaining to the said share repurchase program.

Board of Commissioners and Board of Directors

Duties and Responsibilities of the Board of Commissioners

The duties and responsibilities of the Board of Commissioners are as follows:

• To perform oversight on the management of the Company by the Board of Directors and to approve / endorse the Company’s annual budget and business plan;

• To conduct periodic meetings to discuss management of the Company’s operations;

• To perform oversight duties over the policies set by the Board of Directors in running the Company and to provide advice as required;

• To nominate and appoint members of the Board of Commissioners and the Board of Directors to be proposed and approved by the AGM;

• To determine the remuneration for the members of the Board of Commissioners and the Board of Directors, with the authority delegated by the AGM;

• To appoint the members of the Audit Committee.

Independent Commissioners The Board of Commissioners of the Company consists of 6 (six) members: 4 (four) Commissioners and 2 (two) Independent Commissioners.

Duties and Responsibilities of the Board of Directors The assignment of duties and responsibilities of the Board of Directors are determined by the Board of Commissioners as authorized by the shareholders in the AGM.

Meeting of the Board of Commissioners and the Board of Directors

The Board of Commissioners meets once every two months in order to perform oversight duties over the Company’s management. The Board of Directors meets at least once every month.

Kehadiran dalam Rapat Komisaris-Direksi / Attendance in BOC-BOD Meetings

 

Nama

Rapat Komisaris

Rapat Direksi

Rapat Komisaris-Direksi

Name

BOC Meeting

BOD Meeting

BOC-BOD Meeting

   

Jumlah Rapat Number of Meetings

 

4

22

4

Board of Commissioners *

     

Johannes Setijono

4

 

4

Santoso Oen

3

 

3

Jozef Darmawan Angkasa

3

 

3

Ferdinand Aryanto

4

 

4

John Aristianto Prasetio

4

 

4

Farid Anfasa Moeloek

4

 

4

Board of Directors

     

Bernadette Ruth Irawati Setiady

 

22

4

Johanes Berchman Apik Ibrahim