Gunung Tambora

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari "Tambora" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Tambora, lihat Tambora (disambiguasi). Tambora

2.850 meter[1] Ribu Lokasi Lokasi Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia) Koordinat 8°15' LS 118° BT Geologi Jenis stratovolcano Letusan terakhir 1967[1] Gunung Tambora (atau Tomboro) adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Gunung ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik. Tambora terbentuk oleh zona subduksi di bawahnya. Hal ini meningkatkan ketinggian Tambora sampai 4.300 m[2] yang membuat gunung ini pernah menjadi salah satu puncak tertinggi di Nusantara dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung ini. Perlu waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut. Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index.[3] Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.[4] Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000— 12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.[4] Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi.[5] Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan

Ketinggian Daftar

[6] Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815.[4] Selama penggalian arkeologi tahun 2004. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19. tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Karena ciri-ciri yang serupa inilah.Tambora ini. . temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.

1 P e m be nt u ka n • 2. 3 P en .Daftar isi [sembunyikan] • 1 Geografi • 2 Sejarah geologis • 2. 2 S ej ar ah le tu sa n • 3 Letusan tahun 1815 • 3. 2 A ki ba t • 3. 1 K ro n ol o gi le tu sa n • 3.

terdapat beberapa desa. Di sisi utara semenanjung tersebut. Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari kepulauan Nusa Tenggara. Terdapat dua jalur pendakian untuk mencapai kaldera gunung Tambora. Di sebelah barat laut. Gunung ini adalah bagian dari busur Sunda. dan di sebelah selatan terdapat teluk Saleh dengan panjang 86 km dan lebar 36 km. terdapat desa Doro Peti dan desa Pesanggrahan.150 m diatas permukaan laut.[10] .[sunting] Geografi Pemandangan gunung Tambora dan sekelilingnya dari udara. Kawah di puncak gunung Tambora. gunung Tambora adalah daerah untuk riset ilmiah arkeolog dan biologi.950 m yang dapat dicapai oleh titik pertengahan jalur pendakian.[7] Tambora membentuk semenanjungnya sendiri di pulau Sumbawa yang disebut semenanjung Sanggar. Di sebelah timur terdapat desa Sanggar. terdapat desa Calabai.[8][9] Dompu dan Bima adalah kota yang letaknya paling dekat dengan gunung ini. Di sebelah barat. Pada mulut teluk Saleh. Rute kedua dimulai dari desa Pancasila di sisi barat laut gunung Tambora. terdapat laut Flores. terdapat pulau kecil yang disebut Mojo. maka kaldera hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki. Rute ini mengikuti jalan beraspal melalui perkebunan kacang mede sampai akhirnya mencapai ketinggian 1. tali dari kepulauan vulkanik yang membentuk rantai selatan kepulauan Indonesia. Selain seismologis dan vulkanologis yang mengamati aktivitas gunung tersebut.[10] Lokasi ini biasanya digunakan sebagai kemah untuk mengamati aktivitas vulkanik karena hanya memerlukan waktu satu jam untuk mencapai kaldera. Jika menggunakan rute kedua. Rute pertama dimulai dari desa Doro Mboha yang terletak di sisi tenggara gunung Tambora. Rute ini berakhir di bagian selatan kaldera dengan ketinggian 1. Di lereng gunung Tambora. Gunung ini juga menarik turis untuk mendaki gunung dan aktivitas margasatwa.

Aktivitas Tambora setelah letusan tersebut baru berhenti pada tanggal 15 Juli 1815. tetapi terdapat pengecualian untuk letusan ketiga.[sunting] Sejarah geologis [sunting] Pembentukan Tambora terbentang 340 km di sebelah utara sistem palung Jawa dan 180-190 km diatas zona subduksi. dinyatakan bahwa gunung Tambora telah meletus tiga kali sebelum letusan tahun 1815.[13] Diameter lubang tersebut mencapai 60 km.[3] Menurut penyelidikan geologi.[14] Aktivitas selanjutnya kemudian terjadi pada bulan Agustus tahun 1819 dengan adanya letusan-letusan kecil dengan api dan bunyi gemuruh disertai gempa susulan yang dianggap sebagai bagian dari letusan tahun 1815. Molo (602 m). [15] Gunung Tambora masih berstatus aktif. dengan jumlah semburan tefrit sebesar 1.6 × 1011 meter kubik. dengan puncak letusannya terjadi pada bulan April tahun 1815. Pada tahun 1812. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik.[14] Karakteristik letusannya termasuk letusan di lubang utama.000 BP).8 cm per tahun.[12] Beberapa kawah memiliki nama. misalnya Tahe (877 m).[7] Lubang utama sering kali memancarkan lava yang mengalir turun secara teratur dengan deras ke lereng yang curam. Kubah (1648 m) dan Doro Api Toi. Tambora kembali meletus. Pulau Mojo pun ikut terbentuk sebagai bagian dari proses geologi ini di mana teluk Saleh pada awalnya merupakan cekungan samudera (sekitar 25. pada bagian paling bawah terdapat endapan lava dan material piroklastik. yang berarti letusan terjadi tanpa disertai dengan ledakan. yang kemudian membentuk kawah baru bernama Doro Api Toi di dalam kaldera. dapur magma yang besar ikut terbentuk dan sekaligus mengosongkan isi magma. Pada bagian atas. Pada letusan ketiga.[13] Scoria tipis diproduksi oleh fragmentasi aliran lava. Kadiendinae. tetapi hanya di dalam kaldera. 3050 SM dan 740 ± 150 tahun. Ketiga letusan tersebut memiliki karakteristik letusan yang sama. gunung Tambora menjadi lebih aktif. kerusakan tanah dan lahan.[14] yang disertai dengan gempa dan terukur pada skala 0 VEI. .[1] Letusan terakhir terjadi pada tahun 1967.[14] Perkiraan tanggal letusannya ialah tahun 3910 SM ± 200 tahun. kerucut vulkanik yang tinggi sudah terbentuk sebelum letusan tahun 1815 dengan karakteristik yang sama dengan bentuk stratovolcano. Masing-masing letusan memiliki letusan di lubang utama. tsunami dan runtuhnya kaldera. [sunting] Sejarah letusan Dengan menggunakan teknik penanggalan radiokarbon. tuff dan bebatuan piroklastik yang mengalir ke bawah. lava ditutup oleh scoria.[14] Letusan ini membuat aliran lava kecil dan ekstrusi kubah lava.[4] Letusan ini masuk dalam skala kedua pada skala VEI. aliran piroklastik.000 BP (penanggalan radiokarbon standar). Sekitar tahun 1880 ± 30 tahun.[3] Ketika gunung ini meninggi akibat proses geologi di bawahnya. korban jiwa. tetapi besarnya letusan tidak diketahui.[13] Pada gunung Tambora. terdapat 20 kawah. Kubah lava kecil dan aliran lava masih terjadi pada lantai kaldera pada abad ke-19 dan abad ke-20. Kawah tersebut juga memproduksi aliran lava basal.[11] Gunung ini memiliki laju konvergensi sebesar 7. Sejak letusan tahun 1815. tidak terdapat aliran piroklastik.[12] Tambora diperkirakan telah berada di bumi sejak 57.[14] Besar letusan ini masuk ke dalam skala tujuh Volcanic Explosivity Index (VEI). Kira-kira 40% dari lapisan diwakili oleh 1-4 m aliran lava tipis. Letusan ketiga ini memengaruhi iklim global dalam waktu yang lama.

Abu tersebut mencapai pulau Kalimantan dan Sulawesi (ketebalan 1 cm). letusan terjadi. dan memiliki ketinggian kira-kira 4. kaldera gunung Tambora mulai bergemuruh dan menghasilkan awan hitam.[16] Seluruh pegunungan berubah menjadi aliran besar api. dan Ternate di Maluku (1400 km dari gunung Tambora). pada Volcanic Explosivity Index. dianggap suara meriam.[2] waktu sampai hari Letusan tersebut masuk dalam skala tujuh pada skala selanjutnya.[18] Sebelum letusan. tinggi gunung ini perahu dikirimkan pada dua hanya setinggi 2.[2] salah satu puncak sepanjang pesisir. larutan padat dari cairan magma bertekanan tinggi terbentuk pada saat pendinginan dan kristalisasi magma. Aliran piroklastik panas mengalir turun menuju laut Letusan pertama terdengar di seluruh sisi semenanjung.[7] Pada tahun 1812. perahutertinggi di Indonesia.4×1014 kg. di pulau ini pada sore hari Ledakan besar terdengar sampai sore tanggal 11 April. diikuti dengan suara guruh yang terdengar di Makassar. Daerah merah menunjukan ketebalan abu vulkanik.[16] .600 km dari gunung Tambora) yang awalnya dianggap sebagai suara tembakan senapan. Sulawesi (380 km dari gunung Tambora). Abu tanggal 5 April. — Laporan Thomas Stamford Raffles.[16] Batuan apung dengan diameter 20 cm mulai menghujani pada pukul 8:00 malam. Gunung Tambora mengalami ketidakaktifan selama beberapa abad sebelum tahun 1815.[19] kesempatan dalam pencarian sebuah kapal yang Letusan Tambora tahun 1815 adalah letusan terbesar dalam semestinya berada dalam keadaan darurat.[16] Pada pagi hari tanggal 6 April 1815. Diperkirakan 100 km³ piroklastik trakiandesit dikeluarkan.5-4. gunung Tambora terdekat diserang. hampir kuat daripada letusan gunung Krakatau tahun 1883.5 km. Suaranya. Setelah letusan.[2] Pada tanggal 5 April 1815. sangat banyak sehingga dengan perkiraan massa 1. Batavia (kini Jakarta) di pulau Jawa (1.851 m.[7] Didalam dapur magma dalam kedalaman sekitar 1. abu vulkanik mulai jatuh di Jawa Timur dengan suara guruh terdengar sampai tanggal 10 April 1815.300 m. mereka menyebar sampai Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.[4] Hal ini sebuah detasemen tentara meninggalkan kaldera dengan ukuran 6-7 km dan kedalaman bergerak dari Djocjocarta.[2] Tiga lajur api terpancar dan bergabung.[sunting] Letusan tahun 1815 [sunting] Kronologi letusan Daerah yang diperkirakan terkena abu letusan Tambora tahun 1815. akhirnya reda antara tangal 11 dan 17 berlanjut dengan jarak April 1815. yang merupakan hasil dari pendinginan hydrous magma di dalam dapur magma yang tertutup. Tekanan di kamar makma sekitar 4-5 kbar muncul dan temperatur sebesar 700 °C-850 °C. Pada pukul 7:00 malam tanggal 10 April. dan terus dengan abu tefrit jatuh. 600-700 m. diikuti dengan abu pada pukul 9:00-10:00 malam. memusnahkan desa Tambora. Bau menyadarinya setiap "nitrat" tercium di Batavia dan hujan besar yang disertai seperempat jam. dikenal dengan nama gunung berapi "tidur".260 km dari gunung Tambora). Suara guruh ini terdengar sampai ke pulau Sumatera pada tanggal 10-11 April 1815 (lebih dari 2. letusan gunung ini semakin kuat.[17] Letusan ini empat kali lebih contoh pertama.[2] Massa jenis abu yang jatuh di Makassar dengan perkiraan bahwa pos sebesar 636 kg/m².

. aku hampir melewati seluruh Dompo dan banyak bagian dari Bima. terdapat 38.[4] Perbandingan letusan gunung Tambora dan letusan gunung lainnya Letusan Tahun Tinggi asap (km) VEI Perubahan musim panas Belahan bumi utara (°C) Kematian . empat tahun setelah letusan.[16] Tanguy Sumbawa.[2] Kegelapan terlihat sejauh 600 km dari puncak gunung selama lebih dari dua hari. walaupun emisi asab masih terlihat pada tanggal 23 Agustus.[5] Tanguy —Letnan Philips merevisi jumlah kematian berdasarkan dua sumber. . sumber diperintahkan Sir Stamford dari Zollinger. Jumlah perkiraan kematian bervariasi. penduduk yang selamat kesulitan mencari makanan. di dekat Kolkata pada tanggal 1 dan 3 Oktober 1815.000 kematian karena kelaparan. Jawa Timur sebelum tengah malam dan tsunami setinggi 2 m terjadi di Maluku. Sejak letusan. Diduga penduduk minum air yang terkontaminasi abu. [21] Beberapa pengarang menggunakan figur Petroeschevsky. Inggris antara tanggal 28 Juni dan 2 Juli 1815 dan 3 September dan 7 Oktober 1815.000 orang meninggal karena aliran piroklastik. Aliran piroklastik menyebar setidaknya 20 km dari puncak. Di pulau Sumbawa.[2] Tsunami setinggi 1-2 m dilaporkan terjadi di Besuki.[5] Oppenheimer (2003) menyatakan jumlah kematian lebih dari 71. Dalam perjalananku menuju bagian barat pulau. Masih terdapat mayat di jalan dan tanda banyak lainnya telah terkubur: desa hampir sepenuhnya ditinggalkan dan rumah-rumah rubuh. dan Sang’ir.. dengan ketinggian di atas 4 m di Sanggar pada pukul 10:00 malam.[4] Partikel abu jatuh 1 sampai 2 minggu setelah letusan. seperti Stothers (1984).000 jiwa.600 km.[16] menunjukan bahwa terdapat banyak korban di Bali dan Jawa Timur karena penyakit dan kelaparan. dan abu jatuh setidaknya sejauh 1.[20] Petroeschevsky (1949) memperkirakan sekitar 48.[2] Tanguy (1998) mengklaim figur Petroeschevsky tidak dapat ditemukan dan berdasarkan referensi yang tidak dapat dilacak.[4] Awan dengan abu tebal masih menyelimuti puncak pada tanggal 23 April. Kesengsaraan besar-besaran terhadap penduduk yang berkurang memberikan pukulan hebat terhadap penglihatan. dan kuda juga meninggal. dan 10. bercampur dengan abu batu apung masuk ke laut dan membentuk rakit dengan jarak lintas melebihi 5 km . yang menghabiskan beberapa bulan di Raffles untuk pergi ke Sumbawa setelah letusan dan catatan Raffles. Diperkirakan 11. Tsunami besar menyerang pantai beberapa pulau di Indonesia pada tanggal 10 April. Matahari terbenam yang berwarna dan senja terlihat di London. diare menyerang warga di Bima.000 oleh penyakit epidemi dan kelaparan setelah letusan.[2] Angin bujur menyebarkan partikel tersebut di sekeliling dunia.000 meninggal karena pengaruh gunung berapi langsung dan 49. tetapi terdapat partikel abu yang tetap berada di atmosfer bumi selama beberapa bulan sampai beberapa tahun pada ketinggian 10-30 km. tergantung dari sumber yang ada. yang menyerang jumlah penduduk yang besar.[2][4] Letusan gunung ini terdengar sejauh 2.sejarah. dengan ketinggian lebih dari 43 km.300 km.[2] Rakit batu apung lainnya ditemukan di Samudra Hindia.000 jiwa seperti yang terlihat di tabel dibawah. Tinggi asap letusan mencapai stratosfer. yang menyatakan jumlah kematian sebesar 88. [sunting] Akibat Semua tumbuh-tumbuhan di pulau hancur.000 dan 44. Pohon yang tumbang. membuat terjadinya fenomena.000 lainnya karena penyakit dan kelaparan di pulau Lombok.000 orang terbunuh di Sumbawa dan Lombok.[2] Pancaran cahaya langit senja muncul berwarna orange atau merah di dekat ufuk langit dan ungu atau merah muda di atas. Api dan gempa susulan dilaporkan terjadi pada bulan Agustus tahun 1819. Dompo. Zollinger (1855) memperkirakan 10. Ledakan berhenti pada tanggal 15 Juli. dalam jumlah yang besar untuk masalah yang sama.

[23] Letusan gunung Tambora tahun 1815 mengeluarkan sulfur ke stratosfer. sebuah pengukuran berdasarkan pengamatan anatomi.5 tidak diketahui ? ? ≈1400 > 71.Taupo Baekdu Kuwae Huaynaputina Tambora Krakatau Santamaría Katmai Gunung St. Metode berbeda telah memperkirakan banyaknya sulfur yang dikeluarkan selama letusan: metode petrologi. menggunakan es dari Tanah Hijau dan Antartika.4 tidak terdapat perubahan ? tidak terdapat perubahan −0. Helens El Chichón Pinatubo 181 969 1452 1600 1815 1883 1902 1912 1980 1982 1991 51 25 ? 46 43 25 34 32 19 32 27 34 7 6–7 6 6 7 6 6 6 5 4–5 3 6 ? ? −0.000 36. Sumber: Dai (1991).5 −0.5 −0.3 tidak terdapat perubahan −0. Perkiraan beragam .000 2 57 > 2.8 −0. dan metode konsentrasi sulfat inti es.000-13. Terdapat letusan yang tidak diketahui pada tahun 1810-an.[4] dan Smithsonian Global Volcanism Program untuk VEI. menyebabkan penyimpangan iklim global. tarikh tahun dihitung dengan variasi isotop oksigen musiman.600 7.000 23.[22] [sunting] Pengaruh global Lihat pula: Tahun tanpa musim panas Jumlah konsentrasi sulfat di inti es dari Tanah Hijau tengah.000 1202 Nevado del Ruiz 1985 Sumber: Oppenheimer (2003).

rumah dan kebudayaan dibiarkan seperti saat mereka berada tahun 1815. dan Dennysville. dan dan pada hari berikutnya. antara 10 Tg S hingga 120 Tg S. Mereka menggali kembali rumah dan mereka menemukan sisa dua orang dewasa.44 dan -0. Tim tersebut menggunakan radar penembus tanah untuk mencari lokasi rumah kecil yang terkubur. bagian dari Eropa mengalami badai salju yang lebih deras. Perubahan iklim disalahkan sebagai penyebab wabah tifus di Eropa Tenggara dan Laut Tengah bagian timur di antara tahun 1816 dan tahun 1819. cuaca penuh es dilaporkan di Connecticut. Krisis terjadi di Jerman. haver dan kentang mengalami gagal panen.[4] [sunting] Bukti arkeologi Pada musim panas tahun 2004.tergantung dari metode.4-0. Kabut tersebut memerahkan dan mengurangi cahaya matahari. tim menyatakan bahwa orang-orang tersebut tidak miskin.[6] Uji coba dilakukan menggunakan teknik karbonisasi memperjelas bahwa mereka terbentuk dari pensil arang yang dibentuk oleh panas magma. setelah letusan gunung Huaynaputina di Peru tahun 1600. 1816 adalah tahun terdingin kedua di Belahan Bumi Utara sejak tahun 1400 Masehi. Desain dan dekorasi artifak memiliki kesamaan dengan artifak dari Vietnam dan Kamboja. Salju setebal 30 cm terhimpun didekat Kota Quebec dari tanggal 6 sampai 10 Juni 1816. 5 km dari pantai. dan juga mangkuk perunggu. Temperatur normal dunia berkurang sekitar 0.[4] Kondisi serupa muncul untuk setidaknya tiga bulan dan menyebabkan gagal panen di Amerika Utara. Suhu udara yang dingin dan hujan besar menyebabkan gagal panen di Kepulauan Britania.[6] Daerah ini diketahui produktif dalam bidang pertanian. memulai sebuah penggalian arkeologi di gunung Tambora. di dalam hutam.[17] Tahun 1810-an adalah dekade terdingin dalam rekor sebagai hasil dari letusan Tambora tahun 1815 dan lainnya menduga letusan terjadi antara tahun 1809 dan tahun 1810. Universitas North Carolina di Wilmington. Tim tersebut harus melewati endapan batu apung vulkanik dan abu dengan tebal 3 m. Sebutan Kerajaan Tambora yang hilang disebut oleh media.29 °C. dan cendana yang digunakan untuk dupa dan pengobatan.[24][25] Berdasarkan artifak yang ditemukan.[2] cukup untuk menyebabkan permasalahan pertanian di dunia. yang mayoritas benda perunggu. harga makanan naik dengan tajam. negara di Belahan Utara menderita karena kondisi cuaca yang berubah. Keluarga-keluarga di Wales mengungsi dan mengemis untuk makanan. tim dari Universitas Rhode Island.[6] Setelah enam minggu. Ini adalah kelaparan terburuk yang terjadi pada abad ke-19. seperti bintik pada matahari yang terlihat dengan mata telanjang. -0. Bukti sejarah menunjukan bahwa orang di pulau Sumbawa terkenal di Hindia Timur untuk madu. Kelaparan merata di Irlandia utara dan barat daya karena gandum. Pada tanggal 4 Juni 1816. pembakaran rumah dan perampokan yang terjadi di banyak kota-kota di Eropa. tim tersebut menggali bukti adanya kebudayaan yang hilang yang musnah karena letusan gunung Tambora. Pada tanggal 6 Juni 1816. Penemua arkeologi memperjelas bahwa terdapat kebudayaan yang hancur karena letusan tahun 1815. Maine. "Kabut" tersebut diidentifikasikan sebagai kabut aerosol sulfat stratosfer. hampir seluruh New England digenggam oleh dingin. New York. kayu sepang (caesalpinia sappan).[26][27] Dengan penemuan ini. Baik angin atau hujan tidak dapat menghilangkan "kabut" tersebut. 1817 dan tahun 1818 sebesar -0. Situs tersebut terletak 25 km sebelah barat kaldera.[4] Pada musim semi dan musim panas tahun 1816. Akibat kenaikan harga yang tidak diketahui menyebabkan terjadinya demonstrasi di depan pasar dan toko roti yang diikuti dengan kerusuhan.[4] Banyak ternak meninggal di New England selama musim dingin tahun 1816-1817.7 °C. dan direktorat vulkanologi Indonesia. Semua orang.51. disebut sebagai Tahun tanpa musim panas.[4] Pada musim panas tahun 1816. memproduksi dye merah. peralatan besi dan artifak lainnya. Perubahan temperatur permukaan selama musim panas tahun 1816. Sigurdsson menyebut kebudayaan ini sebagai Pompeii dari timur.[17] dan juga musim panas yang lebih dingin. Kanada mengalami musim panas yang sangat dingin. . sebuah kabut kering terlihat di timur laut Amerika Serikat. kuda. salju turun di Albany. dipimpin oleh Haraldur Sigurdsson.

Sigurdsson bermaksud untuk kembali ke Tambora tahun 2007 untuk mencari sisa desa. kering dan panas" dan mereka memasuki "hutam hebat" dengan "raksasa hutan yang besar dan megah". Gunung tersebut masih tertutup oleh asap. kerbau. Murai Asia.800 m. tidak terdapat peningkatan aktivitas seismik.[30] Penanaman tersebut mencakupi daerah seluas 80. kelelawar. dipimpin oleh Koster dan De Voogd tahun 1933. mereka menemukan Dodonaea viscosa yang didominasi oleh pohon Casuarina. Hutan hujan ditemukan oleh tim Belanda.550 m. Di puncak. 56 spesies burung ditemukan tahun 1896. Gosong berkaki-jingga diburu untuk dimakan. Penanaman kopi dimulai pada tahun 1930-an di lereng bagian barat laut gunung Tambora.[31] Sejak tahun 1972.[30] [sunting] Pengamatan Populasi Indonesia meningkat dengan cepat sejak letusan tahun 1815.[32] dan 130 juta penduduk berada di pulau Jawa dan Bali.[31] 12 spesies lainnya ditemukan pada tahun 1981. kakinya tenggelam beberapa kali melalui kerak permukaan tipis menuju lapisan hangat yang seperti sulfur.000-2. mereka memasuki hutan montane.[28] Misi Zollinger adalah untuk mempelajari letusan dan pengaruhnya terhadap ekosistem lokal. terdapat cagar alam. Kakatua-kecil Jambul-kuning.[34] Zona bahaya adalah daerah yang secara langsung terpengaruh oleh letusan: aliran piroklastik. Yellow-crested Cockatoo hampir punah di pulau Sumbawa.[35] Pengamatan terus dilakukan di dalam kaldera. perusahaan penebangan komersial telah beroperasi di daerah ini. dan berbagai spesies reptil dan burung dapat ditemukan. Ayam hutan Hijau dan Perkici Pelangi diburu untuk dijual dan dipelihara oleh penduduk setempat. Ia adalah orang pertama yang memanjat ke puncak gunung Tambora setelah letusan gunung tersebut. Penduduk mulai tinggal di gunung Tambora pada tahun 1907. Beberapa tumbuh-tumbuhan kembali tumbuh dan beberapa pohon diamati di lereng yang lebih rendah. Pos pengamatan untuk gunung Tambora terletak di desa Doro Peti. Pada ketinggian 1. di desa Pekat. Tiong Emas. mereka menemukan sedikit Anaphalis viscida dan Wahlenbergia. menghasilkan ditemukannya lebih dari 90 spesies burung. tiba di pulau Sumbawa tahun 1847. [33] Sebuah letusan gunung berapi sebesar letusan Tambora tahun 1815 akan menyebabkan kematian yang lebih besar. Pada tahun 2006. Beberapa penelitian ahli ilmu hewan menemukan spesies burung lainnya di gunung. terutama di kawah Doro Api Toi. Sejak letusan tahun 1880.[6] [sunting] Ekosistem Tim penelitian yang dipimpin oleh ahli botani Swiss. Eksploitasi burung menyebabkan berkurangnya populasi burung. termasuk gunung Tambora.[30] Hutan hujan yang disebut Duabangga moluccana telah tumbuh dengan ketinggian 1.100 m.000 hektar (200 km²).[34] Mereka memfokuskan aktivitas seismik dan tektonik dengan menggunakan seismometer. termasuk Crested White-eye.800 m . temat rusa. Hutan Casuarina dicatat pada 2. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menegaskan peta mitigasi bahaya gunung Tambora. Perusahaan penebangan memegang izin untuk menebang kayu di daerah seluas 20. Dua zona yang dinyatakan adalah zona bahaya dan zona waspada. Pada ketinggian 1. Di antara tanah berburu dan tanah penebangan.[29] Beberapa Imperata cylindrica juga dapat ditemukan. dan berharap dapat menemukan istana. Aktivitas seismologi di Indonesia diamati oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia. rubah terbang. yang menyebabkan ancaman terhadap hutan hujan. Heinrich Zollinger.200-2. sehingga aktivitas vulkanik di Indonesia terus diamati. Ketika Zollinger memanjat.[30] Mereka memulai perjalanan di "daerah hampir tandus. populasi Indonesia telah mencapai 222 juta jiwa. babi hutan.000 hektar (800 km²).[30] Bagian hutan hujan lainnya digunakan untuk berburu. aliran lava dan jatuhnya . atau 25% dari jumlah luas daerah.

Smithsonian Institution.html. 11. Diakses pada Kesalahan: waktu tidak valid. meliputi daerah seluas 58. Gubu Ponda. (1989).^ Foden. 3. Orang dilarang tinggal di zona berbahaya.si.1191. Rilis pers. 10.1007/s004450050222. Sunda arc".^ a b c d e f "Tambora Eruptive History". http://dx.4654. off Mount Tambora". http://dx.doi. termasuk desa Pasanggrahan. 6. Kawindana Toi dan Hoddo. Clive (2003).^ a b Sigurdsson. Progress in Physical Geography 27 (2): 230–259.doi.esdm. Indonesia: A model for the 1815 eruption".org/10. Bulletin of Volcanology 51 (4): 243–270. Chemical Geology 30 (3): 201–206.org/10. Zona waspada termasuk daerah yang mungkin dapat secara langsung terpengaruh oleh letusan: aliran lahar dan batuan apung lainnya.T. ^ a b c d Foden. ^ a b c "Tambora". Luas dari daerah waspada sebesar 185 km².vsi. http://dx. "Plinian and co-ignimbrite tephra fall from the 1815 eruption of Tambora volcano".org/10.si. Potential Tourism as Factor of Economic Development in the Districts of Bima and Dompu. Richard B. Diakses pada 6 Oktober. (1984). 9.go. J. (1986).volcano. "The Great Tambora Eruption in 1815 and Its Aftermath". 7. Diakses pada 14 November. Labuan Kenanga. http://dx.id/volcanoes/tambora/geology. Nusa Tenggara Barat" (dalam bahasa dalam bahasa Indonesia). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.1126/science.edu/world/volcano.1016/0377-0273(86)90079-X. ^ a b c d e f g h i j k l m n Stothers. J. http://dx. 14. 8.1016/0009-2541(80)90106-0.7 km².cfm?vnum=0604-04=&volpage=erupt.doi.org/10. http://merapi. "Climatic. Journal of Volcanology and Geothermal Research 27 (1–2): 1–41.org/10. Global Volcanism Program. Global Volcanism Program. Science 224 (4654): 1191–1198. URI volcanologist discovers lost kingdom of Tambora. . 4.doi. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Oppenheimer. "The petrology and tectonic setting of Quaternary—Recent volcanic centres of Lombok and Sumbawa. (1998). environmental and human consequences of the largest known historic eruption: Tambora volcano (Indonesia) 1815". Rilis pers. Diakses pada 13 November 2006.edu/world/volcano. "Sedimentological events in Saleh Bay. http://www. ^ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Timur. Smithsonian Institution. http://www. http://dx.^ a b Aswanir Nasution. Diakses pada 13 November 2006. ^ a b c Tanguy.cfm?vnum=0604-04=. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia.1016/00777579(89)90117-8.doi. E.Menyambangi Kawah Raksasa Gunung Tambora". http://www. (1983). 2. J (1980). 5. 12.doi. Diakses pada 14 November 2011. Sinar Harapan.1191/0309133303pp379ra. Sungai yang disebut sungai Guwu yang terletak di bagian selatan dan barat laut gunung Tambora juga dimasukan kedalam zona waspada. "Victims from volcanic eruptions: a revised database". Rao.html. ^ a b c d e University of Rhode Island (2006-02-27). termasuk kaldera dan sekelilingnya.doi. 20 November 2003. Bulletin of Volcanology 60 (2): 137–144.^ a b c "Geology of Tambora Volcano".org/10.esdm.1007/BF01073515. Diakses pada Kesalahan: waktu tidak valid. ^ a b c Degens.vsi.224. H. "The petrology of Tambora volcano. http://dx.piroklastik lainnya. ^ "Hobi Mendaki Gunung .org/10.volcano. Netherlands Journal of Sea Research 24 (4): 399–404.go. Doro Peti.id/?static/volcano/tambora/main.-C.[34] [sunting] Catatan kaki 1. 13. Daerah ini. "Tambora.

23.^ Monk.1016/j. K.^ "Tambora Historic Eruptions and Recent Activities".si.com/POPULATV2. BBC News. 688–703. Diakses pada 13 November 2006. 26.^ "Heinrich Zollinger". Diakses pada 9 Oktober. http://www.^ "Indonesian Volcano Site Reveals ‘Pompeii of the East’ (Update1)". 60.esdm. Journal of Geophysical Research (Atmospheres) 96: 17. 28 Februari 2006. Joshua (3 Mei 2006).cfm.zollingergenealogy.go. Amsterdam Series 2 66.cornell.S. 32. 27.php. B.. (20 November 1996).R. 29.doi.vsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. and of Bencoolen and its dependencies 1817–1824: with details of the commerce and resources of the eastern archipelago.library. 21. Diakses pada 14 November 2006. cited by Oppenheimer (2003). cited by Oppenheimer (2003). Diakses pada 13 November 2006.worldislandinfo. Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap. .^ Zollinger (1855) cited by Trainor (2002). 1830: Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles. (1995).^ a b c "Tambora Hazard Mitigation". Forktail 18: 49–61. World Island Information.jvolgeores. 33. Tijdschrift van het K.edu:80/Dienst/UI/1. Wurster and Co. Wintherthur: Zurcher and Fürber. Bloomberg Asia.go. Nature 393: 450–455. http://www.^ Stothers. http://dx. F.. K. S.esdm. 30.1038/30943.id/volcanoes/tambora/history.2004. 24.03. http://merapi.^ Dai.A. (1991).^ Badan Pusat Statistik (1 September 2006). 17.id/? static/volcano/tambora/geofisika.html.htm.^ a b c d e de Jong Boers.^ "Large Holocene Eruptions". hal.^ a b Trainor. 35.go. C. 20.volcano. London: John Murray.id/?static/volcano/tambora/bahaya. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 28 Februari 2006.^ "‘Lost Kingdom’ Discovered on Volcanic Island in Indonesia". http://www.html.vsi. Diakses pada 13 November 2006.^ a b c Briffa. http://www.R. (2002). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia.^ Petroeschevsky (1949): A contribution to the knowledge of the Gunung Tambora (Sumbawa). Journal of Volcanology and Geothermal Research 134: 343–345. 31. Indonesia 60: 37–59. Diakses pada 26 September 2006.15. Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 2005– 2006. http://dx. Diakses pada 26 September. and selections from his correspondence. http://merapi.pdf. http://epublishing.org/10. Diakses pada 7 November 2006. cited by Oppenheimer (2003). National Geographic. "Most Populous Islands". 16. Diakses pada 9 Oktober. (2004). "Mount Tambora in 1815: A Volcanic Eruption in Indonesia and its Aftermath".^ "Tambora Geophysics" (dalam bahasa dalam bahasa Indonesia).orientalbirdclub.366. Diakses pada 9 Oktober. 25.R. "Density of fallen ash after the eruption of Tambora in 1815".org/10.^ "'Lost kingdom' springs from the ashes". "Influence of volcanic eruptions on Northern Hemisphere summer temperature over 600 years". Indonesia: effects of altitude.^ a b c d e f Raffles. Sumbawa.edu/world/largeeruptions. J.org/publications/forktail/18pdfs/Trainor-Tambora.esdm. the 1815 catalysmic volcanic eruption and trade". 18. "Birds of Gunung Tambora.010. http://www. International Herald Tribune. Diakses pada 9 Oktober. 19.vsi. 34. Global Volcanism Program... &c. 28. Zollinger Family History Research.html. ISBN 962-593-076-0. Smithsonian Institution. 22.com/FamousZollingers/heinrichzollinger.0/Summarize/seap.^ Calder. 1 Maret 2006. particularly in the government of Java 1811–1816. Richard B.doi.^ Zollinger (1855): Besteigung des Vulkans Tamboro auf der Insel Sumbawa und Schiderung der Eruption desselben im Jahren 1815. 27 Februari 2006. The Ecology of Nusa Tenggara and Maluku. "Ice core evidence for an explosive tropical volcanic eruption six years preceding Tambora". hlm.361–17.^ "'Pompeii of the East' discovered". Rilis pers. Hong Kong: Periplus Editions Ltd.indo/1106964023.

si. Global Volcanism Program.R. Institusi Smithsonian.html. Volcano Weather: The Story of 1816.edu/vwdocs/volc_images/southeast_asia/indonesia/tambora. USGS. • "Tambora". 1983. The Year without a summer? : world climate in 1816. Ottawa : Canadian Museum of Nature. • Pemandangan dari WikiSatellite di WikiMapia [sembunyikan][sembunyikan] l•b•s Gunung di Indonesia Abongabong · Bacan Gutang · Balai · Balak · Bandahara · Bapagat · Batee Hitam · Bateekeubeu · Berakah · Bering · Besagi · Besar · Beser · Beteemecica · Geureudong · Daik · Dempo · Dingin · Gampang · Garba · Gedang Seblat · Gumai · Hitam · Hulu Air Putih · Jabul · Jadi · Kaba · Kalau · Kayu Aro · Kerinci · Krakatau · Lelematsua · Leuser · Lubukraya · Marapi · Maras · Masurai · Mueajan · Nanti · Pandan · Pandan Bungsu · Panetoh · Panjang · Pantai Cermin · Pasaman · Patah · Patahsembilan · Payung · Perkison · Pesagi · Puet Sague · Pinapan · Pugung · Punggur · Rajabasa · Ranai · Ratai · Ridingan · Runcing · Sago · Sanggul · Seblat · Segama · Sekincau · Sembuang · Seulawah Agam · Sibayak · Sibuatan · Sihabuhabu · Sinabung · Singgalang · Sipoimcim · Sorik Marapi · Sumbing · Susup · Talamau · Talang · Tampulonanjing · Tandikat · Tanggamus · Tanggang · Tangkit Cumbi · Tangkit Tebak · Tebo Salak · Tengah Teras · Tinjaulaut · Ulumasen Anjasmoro · Argomayang · Argopuro · Arjuno · Aseupan · Baluran · Bromo · Bukit Tunggul · Burangrang · Butak · Cemarakuning · Cereme · Cikuray · Gajah · Galunggung · Gede · Guntur · Jambangan · Kancana · Karang · Kawi · Kelud · Kembar I · Kembar II · Kucir · Lasem · Lawu · Liman · Lurus · Malabar · Masigit · Merapi · Merbabu · Muria · Pangrango · Papandayan · Patuha · Penanggungan · Pulasari · Raung · Salak · Semeru · Slamet · Suket · Sumbing · Sundoro · Tampomas · Tangkuban Perahu · Telaga Bodas · Tilu · Ungaran · Wayang · Welirang · Wilis · Windu Abang · Agung · Anak Ranakah · Batukau · Batur · Batutara · Ebulabo · Ebulolobo · Egon · Iliboleng · Iliwerung · Ine Lika · Inierie · Keknemo · Kelimutu · Kondo · Lewotobi · Lewotolo · Sumatera Jawa Bali & Nusa Tenggara . Harrington (ed. Volcano World.cfm?vnum=0604-04=.html.). the Year without a Summer. Indonesia".nodak. ISBN 0-915160-71-4 [sunting] Pranala luar • "Gunung berapi dan vulkanik Indonesia". ISBN 0-660-13063-7 • Henry and Elizabeth Stommel.gov/Volcanoes/Indonesia/framework.usgs. http://vulcan.wr. http://www. http://volcano. 1992.volcano. Departmen Geosains di Universitas Negara Oregon.und. Sumbawa.[sunting] Daftar pustaka • C. • "Tambora. Cascades Volcano Observatory.edu/world/volcano. Newport RI.

org/w/index.wikipedia.Loreboleng · Nangi · Rinjani · Sangeang · Sangiang · Sirung · Tambora Batubrok · Liangmebang · Mesangat · Bekayan · Beratus · Bukit Kalimantan Batuatau · Bukit Raya · Bukit Sapathawung · Bulu · Halau-halau · Harun · Kaba · Kuung · Liangpran · Lumut · Makita · Palung Awu · Bawakaraeng · Bumbungan · Dako · Empung · Gambuta · Kajoga · Kalangkangan · Katopasa · Kaweng · Klabat · Latimojong · Lokon · Mabungajon · Mahawu · Mekongga · Nikolalaki · Paniki · Rantekombola · Rantemario · Sahendaruman · Sojol · Soputan · Tangkoko · Tentolomatika · Timbulon · Tinombala · Tompobau · Tondano Batakbuol · Batusibela · Binaia · Dukono · Gamalama · Gamkonora · Ibu · Isalai · Kapalamadan · Keimatabu · Koton · Loko · Sahuwai · Sulat · Tagapora · Waloolon · Watowato · Wetar Arfak · Beriba · Derabaro · Dofonsoro · Dom · Foja · Gombian · Irau · Lina · Puncak Mandala · Mebo · Ngga Pilimsit · Puncak Jaya · Puncak Trikora · Redoura · Testega · Togwomeri · Umsini · Wats · Yamin · Yaramamafaka Sulawesi Maluku Papua Daftar pegunungan di Indonesia · Daftar gunung di Indonesia menurut lokasi Diperoleh dari "http://id.php?title=Gunung_Tambora&oldid=4611134" Kategori: • Gunung berapi di Indonesia Kategori tersembunyi: • Pages containing cite templates with deprecated parameters Akun • Masuk log / buat akun Ruang nama • Halaman • Pembicaraan Varian Halaman • Baca • Sunting • Versi terdahulu .

Tindakan • ↑ • ↑ Pencarian þÿCari Navigasi • • • • Halaman Utama Perubahan terbaru Peristiwa terkini Halaman sembarang Komunitas • Warung Kopi • Portal komunitas • Bantuan Wikipedia • • • • Tentang Wikipedia Pancapilar Kebijakan Menyumbang Cetak/ekspor • Buat buku • Unduh versi PDF • Versi cetak Peralatan • • • • • Pranala balik Perubahan terkait Halaman istimewa Pranala permanen Kutip halaman ini Bahasa lain • • • • • • ‫العربية‬ Беларуская Български Català Česky Cymraeg .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Deutsch English Esperanto Español Eesti Euskara ‫فارسی‬ Suomi Français Frysk ‫עברית‬ िहनदी Hrvatski Magyar Íslenska Italiano 日 本語 Basa Jawa Lietuvių Latviešu Bahasa Melayu Nederlands Norsk (nynorsk) Norsk (bokmål) Polski Português Română Русский Simple English Slovenčina Svenska Українська Tiếng Việt 中文 Bân-lâm-gú • Halaman ini terakhir diubah pada 05.53. • Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons. 4 Agustus 2011. ketentuan tambahan mungkin berla .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful