Gunung Tambora File

Gunung Tambora

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari "Tambora" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Tambora, lihat Tambora (disambiguasi). Tambora

2.850 meter[1] Ribu Lokasi Lokasi Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia) Koordinat 8°15' LS 118° BT Geologi Jenis stratovolcano Letusan terakhir 1967[1] Gunung Tambora (atau Tomboro) adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Gunung ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik. Tambora terbentuk oleh zona subduksi di bawahnya. Hal ini meningkatkan ketinggian Tambora sampai 4.300 m[2] yang membuat gunung ini pernah menjadi salah satu puncak tertinggi di Nusantara dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung ini. Perlu waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut. Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index.[3] Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.[4] Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000— 12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.[4] Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi.[5] Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan

Ketinggian Daftar

temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.[4] Selama penggalian arkeologi tahun 2004. tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik.Tambora ini. . Karena ciri-ciri yang serupa inilah.[6] Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

1 K ro n ol o gi le tu sa n • 3.Daftar isi [sembunyikan] • 1 Geografi • 2 Sejarah geologis • 2. 2 S ej ar ah le tu sa n • 3 Letusan tahun 1815 • 3. 3 P en . 1 P e m be nt u ka n • 2. 2 A ki ba t • 3.

Pada mulut teluk Saleh. terdapat desa Doro Peti dan desa Pesanggrahan. terdapat desa Calabai. gunung Tambora adalah daerah untuk riset ilmiah arkeolog dan biologi. Rute pertama dimulai dari desa Doro Mboha yang terletak di sisi tenggara gunung Tambora. Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari kepulauan Nusa Tenggara. Selain seismologis dan vulkanologis yang mengamati aktivitas gunung tersebut.950 m yang dapat dicapai oleh titik pertengahan jalur pendakian. Rute ini mengikuti jalan beraspal melalui perkebunan kacang mede sampai akhirnya mencapai ketinggian 1.[7] Tambora membentuk semenanjungnya sendiri di pulau Sumbawa yang disebut semenanjung Sanggar. Terdapat dua jalur pendakian untuk mencapai kaldera gunung Tambora. Gunung ini adalah bagian dari busur Sunda. Gunung ini juga menarik turis untuk mendaki gunung dan aktivitas margasatwa.[8][9] Dompu dan Bima adalah kota yang letaknya paling dekat dengan gunung ini. terdapat pulau kecil yang disebut Mojo. Di sebelah timur terdapat desa Sanggar. Di lereng gunung Tambora. Rute ini berakhir di bagian selatan kaldera dengan ketinggian 1. Rute kedua dimulai dari desa Pancasila di sisi barat laut gunung Tambora. Di sisi utara semenanjung tersebut. Jika menggunakan rute kedua. Kawah di puncak gunung Tambora.150 m diatas permukaan laut.[10] Lokasi ini biasanya digunakan sebagai kemah untuk mengamati aktivitas vulkanik karena hanya memerlukan waktu satu jam untuk mencapai kaldera. terdapat laut Flores. dan di sebelah selatan terdapat teluk Saleh dengan panjang 86 km dan lebar 36 km.[sunting] Geografi Pemandangan gunung Tambora dan sekelilingnya dari udara. Di sebelah barat. tali dari kepulauan vulkanik yang membentuk rantai selatan kepulauan Indonesia.[10] . Di sebelah barat laut. maka kaldera hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki. terdapat beberapa desa.

[13] Scoria tipis diproduksi oleh fragmentasi aliran lava.6 × 1011 meter kubik. tetapi besarnya letusan tidak diketahui. dapur magma yang besar ikut terbentuk dan sekaligus mengosongkan isi magma. tidak terdapat aliran piroklastik. Kubah (1648 m) dan Doro Api Toi. Pada bagian atas. Sejak letusan tahun 1815.[14] yang disertai dengan gempa dan terukur pada skala 0 VEI.[7] Lubang utama sering kali memancarkan lava yang mengalir turun secara teratur dengan deras ke lereng yang curam. Tambora kembali meletus. .[14] Aktivitas selanjutnya kemudian terjadi pada bulan Agustus tahun 1819 dengan adanya letusan-letusan kecil dengan api dan bunyi gemuruh disertai gempa susulan yang dianggap sebagai bagian dari letusan tahun 1815.8 cm per tahun. Ketiga letusan tersebut memiliki karakteristik letusan yang sama.[14] Besar letusan ini masuk ke dalam skala tujuh Volcanic Explosivity Index (VEI). 3050 SM dan 740 ± 150 tahun.[sunting] Sejarah geologis [sunting] Pembentukan Tambora terbentang 340 km di sebelah utara sistem palung Jawa dan 180-190 km diatas zona subduksi.[12] Tambora diperkirakan telah berada di bumi sejak 57. Pada letusan ketiga.[3] Ketika gunung ini meninggi akibat proses geologi di bawahnya. tuff dan bebatuan piroklastik yang mengalir ke bawah. tetapi hanya di dalam kaldera. kerusakan tanah dan lahan. misalnya Tahe (877 m). lava ditutup oleh scoria.[13] Pada gunung Tambora. [15] Gunung Tambora masih berstatus aktif. yang berarti letusan terjadi tanpa disertai dengan ledakan.[3] Menurut penyelidikan geologi. Pulau Mojo pun ikut terbentuk sebagai bagian dari proses geologi ini di mana teluk Saleh pada awalnya merupakan cekungan samudera (sekitar 25. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik. Kira-kira 40% dari lapisan diwakili oleh 1-4 m aliran lava tipis. Kubah lava kecil dan aliran lava masih terjadi pada lantai kaldera pada abad ke-19 dan abad ke-20. yang kemudian membentuk kawah baru bernama Doro Api Toi di dalam kaldera. tetapi terdapat pengecualian untuk letusan ketiga.[1] Letusan terakhir terjadi pada tahun 1967.[13] Diameter lubang tersebut mencapai 60 km.[4] Letusan ini masuk dalam skala kedua pada skala VEI. Molo (602 m). Letusan ketiga ini memengaruhi iklim global dalam waktu yang lama.000 BP).[14] Letusan ini membuat aliran lava kecil dan ekstrusi kubah lava. Masing-masing letusan memiliki letusan di lubang utama. kerucut vulkanik yang tinggi sudah terbentuk sebelum letusan tahun 1815 dengan karakteristik yang sama dengan bentuk stratovolcano. tsunami dan runtuhnya kaldera. dengan puncak letusannya terjadi pada bulan April tahun 1815. Pada tahun 1812. Kadiendinae. Sekitar tahun 1880 ± 30 tahun. [sunting] Sejarah letusan Dengan menggunakan teknik penanggalan radiokarbon.[12] Beberapa kawah memiliki nama. Kawah tersebut juga memproduksi aliran lava basal. Aktivitas Tambora setelah letusan tersebut baru berhenti pada tanggal 15 Juli 1815. terdapat 20 kawah.[11] Gunung ini memiliki laju konvergensi sebesar 7. pada bagian paling bawah terdapat endapan lava dan material piroklastik.[14] Perkiraan tanggal letusannya ialah tahun 3910 SM ± 200 tahun. korban jiwa. dinyatakan bahwa gunung Tambora telah meletus tiga kali sebelum letusan tahun 1815.[14] Karakteristik letusannya termasuk letusan di lubang utama. aliran piroklastik. dengan jumlah semburan tefrit sebesar 1. gunung Tambora menjadi lebih aktif.000 BP (penanggalan radiokarbon standar).

abu vulkanik mulai jatuh di Jawa Timur dengan suara guruh terdengar sampai tanggal 10 April 1815. kaldera gunung Tambora mulai bergemuruh dan menghasilkan awan hitam. Bau menyadarinya setiap "nitrat" tercium di Batavia dan hujan besar yang disertai seperempat jam. Diperkirakan 100 km³ piroklastik trakiandesit dikeluarkan.[7] Pada tahun 1812. dikenal dengan nama gunung berapi "tidur".600 km dari gunung Tambora) yang awalnya dianggap sebagai suara tembakan senapan. akhirnya reda antara tangal 11 dan 17 berlanjut dengan jarak April 1815.300 m. hampir kuat daripada letusan gunung Krakatau tahun 1883. diikuti dengan abu pada pukul 9:00-10:00 malam.[7] Didalam dapur magma dalam kedalaman sekitar 1. dan terus dengan abu tefrit jatuh. Aliran piroklastik panas mengalir turun menuju laut Letusan pertama terdengar di seluruh sisi semenanjung. Setelah letusan. Tekanan di kamar makma sekitar 4-5 kbar muncul dan temperatur sebesar 700 °C-850 °C. letusan terjadi.[16] .[16] Seluruh pegunungan berubah menjadi aliran besar api. Abu tanggal 5 April.5-4. Suaranya.[4] Hal ini sebuah detasemen tentara meninggalkan kaldera dengan ukuran 6-7 km dan kedalaman bergerak dari Djocjocarta. sangat banyak sehingga dengan perkiraan massa 1.[17] Letusan ini empat kali lebih contoh pertama. Sulawesi (380 km dari gunung Tambora).[2] Tiga lajur api terpancar dan bergabung. letusan gunung ini semakin kuat.[2] waktu sampai hari Letusan tersebut masuk dalam skala tujuh pada skala selanjutnya.[sunting] Letusan tahun 1815 [sunting] Kronologi letusan Daerah yang diperkirakan terkena abu letusan Tambora tahun 1815. memusnahkan desa Tambora. — Laporan Thomas Stamford Raffles. yang merupakan hasil dari pendinginan hydrous magma di dalam dapur magma yang tertutup. dianggap suara meriam. gunung Tambora terdekat diserang. Gunung Tambora mengalami ketidakaktifan selama beberapa abad sebelum tahun 1815.[19] kesempatan dalam pencarian sebuah kapal yang Letusan Tambora tahun 1815 adalah letusan terbesar dalam semestinya berada dalam keadaan darurat. pada Volcanic Explosivity Index. Daerah merah menunjukan ketebalan abu vulkanik. Abu tersebut mencapai pulau Kalimantan dan Sulawesi (ketebalan 1 cm). dan memiliki ketinggian kira-kira 4.4×1014 kg. 600-700 m. Batavia (kini Jakarta) di pulau Jawa (1.[2] salah satu puncak sepanjang pesisir. larutan padat dari cairan magma bertekanan tinggi terbentuk pada saat pendinginan dan kristalisasi magma.[16] Batuan apung dengan diameter 20 cm mulai menghujani pada pukul 8:00 malam. Pada pukul 7:00 malam tanggal 10 April. mereka menyebar sampai Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Suara guruh ini terdengar sampai ke pulau Sumatera pada tanggal 10-11 April 1815 (lebih dari 2. perahutertinggi di Indonesia.851 m.[2] Pada tanggal 5 April 1815.5 km.[16] Pada pagi hari tanggal 6 April 1815. di pulau ini pada sore hari Ledakan besar terdengar sampai sore tanggal 11 April.[2] Massa jenis abu yang jatuh di Makassar dengan perkiraan bahwa pos sebesar 636 kg/m². dan Ternate di Maluku (1400 km dari gunung Tambora). tinggi gunung ini perahu dikirimkan pada dua hanya setinggi 2.260 km dari gunung Tambora). diikuti dengan suara guruh yang terdengar di Makassar.[18] Sebelum letusan.

[5] Oppenheimer (2003) menyatakan jumlah kematian lebih dari 71. sumber diperintahkan Sir Stamford dari Zollinger.[16] Tanguy Sumbawa. Ledakan berhenti pada tanggal 15 Juli. Dalam perjalananku menuju bagian barat pulau. Masih terdapat mayat di jalan dan tanda banyak lainnya telah terkubur: desa hampir sepenuhnya ditinggalkan dan rumah-rumah rubuh. Zollinger (1855) memperkirakan 10. seperti Stothers (1984). dan Sang’ir.[2][4] Letusan gunung ini terdengar sejauh 2.[16] menunjukan bahwa terdapat banyak korban di Bali dan Jawa Timur karena penyakit dan kelaparan.sejarah. penduduk yang selamat kesulitan mencari makanan.000 orang meninggal karena aliran piroklastik. Kesengsaraan besar-besaran terhadap penduduk yang berkurang memberikan pukulan hebat terhadap penglihatan. di dekat Kolkata pada tanggal 1 dan 3 Oktober 1815.[2] Kegelapan terlihat sejauh 600 km dari puncak gunung selama lebih dari dua hari. Jumlah perkiraan kematian bervariasi.[20] Petroeschevsky (1949) memperkirakan sekitar 48.300 km. Diduga penduduk minum air yang terkontaminasi abu. aku hampir melewati seluruh Dompo dan banyak bagian dari Bima. yang menghabiskan beberapa bulan di Raffles untuk pergi ke Sumbawa setelah letusan dan catatan Raffles.000 meninggal karena pengaruh gunung berapi langsung dan 49.000 oleh penyakit epidemi dan kelaparan setelah letusan. Dompo. diare menyerang warga di Bima. Api dan gempa susulan dilaporkan terjadi pada bulan Agustus tahun 1819. yang menyatakan jumlah kematian sebesar 88. dan abu jatuh setidaknya sejauh 1.600 km. dengan ketinggian di atas 4 m di Sanggar pada pukul 10:00 malam. dan 10. Aliran piroklastik menyebar setidaknya 20 km dari puncak. yang menyerang jumlah penduduk yang besar. walaupun emisi asab masih terlihat pada tanggal 23 Agustus.[2] Angin bujur menyebarkan partikel tersebut di sekeliling dunia. dan kuda juga meninggal.000 jiwa.000 jiwa seperti yang terlihat di tabel dibawah.[4] Awan dengan abu tebal masih menyelimuti puncak pada tanggal 23 April. Pohon yang tumbang. Matahari terbenam yang berwarna dan senja terlihat di London.000 lainnya karena penyakit dan kelaparan di pulau Lombok.. Sejak letusan. Tinggi asap letusan mencapai stratosfer. Diperkirakan 11.[4] Perbandingan letusan gunung Tambora dan letusan gunung lainnya Letusan Tahun Tinggi asap (km) VEI Perubahan musim panas Belahan bumi utara (°C) Kematian .[2] Rakit batu apung lainnya ditemukan di Samudra Hindia. membuat terjadinya fenomena. bercampur dengan abu batu apung masuk ke laut dan membentuk rakit dengan jarak lintas melebihi 5 km . [21] Beberapa pengarang menggunakan figur Petroeschevsky.[4] Partikel abu jatuh 1 sampai 2 minggu setelah letusan. terdapat 38. tetapi terdapat partikel abu yang tetap berada di atmosfer bumi selama beberapa bulan sampai beberapa tahun pada ketinggian 10-30 km. dengan ketinggian lebih dari 43 km.[2] Tanguy (1998) mengklaim figur Petroeschevsky tidak dapat ditemukan dan berdasarkan referensi yang tidak dapat dilacak. dalam jumlah yang besar untuk masalah yang sama. empat tahun setelah letusan. Inggris antara tanggal 28 Juni dan 2 Juli 1815 dan 3 September dan 7 Oktober 1815.[5] Tanguy —Letnan Philips merevisi jumlah kematian berdasarkan dua sumber.[2] Tsunami setinggi 1-2 m dilaporkan terjadi di Besuki..000 orang terbunuh di Sumbawa dan Lombok.[2] Pancaran cahaya langit senja muncul berwarna orange atau merah di dekat ufuk langit dan ungu atau merah muda di atas. tergantung dari sumber yang ada. Di pulau Sumbawa. Jawa Timur sebelum tengah malam dan tsunami setinggi 2 m terjadi di Maluku. [sunting] Akibat Semua tumbuh-tumbuhan di pulau hancur. Tsunami besar menyerang pantai beberapa pulau di Indonesia pada tanggal 10 April.000 dan 44. .000 kematian karena kelaparan.

5 tidak diketahui ? ? ≈1400 > 71.Taupo Baekdu Kuwae Huaynaputina Tambora Krakatau Santamaría Katmai Gunung St.000 36. Perkiraan beragam .600 7.5 −0. Terdapat letusan yang tidak diketahui pada tahun 1810-an.3 tidak terdapat perubahan −0. sebuah pengukuran berdasarkan pengamatan anatomi.[4] dan Smithsonian Global Volcanism Program untuk VEI.000-13.8 −0.000 23. Helens El Chichón Pinatubo 181 969 1452 1600 1815 1883 1902 1912 1980 1982 1991 51 25 ? 46 43 25 34 32 19 32 27 34 7 6–7 6 6 7 6 6 6 5 4–5 3 6 ? ? −0. Metode berbeda telah memperkirakan banyaknya sulfur yang dikeluarkan selama letusan: metode petrologi. dan metode konsentrasi sulfat inti es.5 −0.000 2 57 > 2.4 tidak terdapat perubahan ? tidak terdapat perubahan −0.[22] [sunting] Pengaruh global Lihat pula: Tahun tanpa musim panas Jumlah konsentrasi sulfat di inti es dari Tanah Hijau tengah.000 1202 Nevado del Ruiz 1985 Sumber: Oppenheimer (2003). Sumber: Dai (1991). tarikh tahun dihitung dengan variasi isotop oksigen musiman.[23] Letusan gunung Tambora tahun 1815 mengeluarkan sulfur ke stratosfer. menyebabkan penyimpangan iklim global. menggunakan es dari Tanah Hijau dan Antartika.

hampir seluruh New England digenggam oleh dingin.[17] Tahun 1810-an adalah dekade terdingin dalam rekor sebagai hasil dari letusan Tambora tahun 1815 dan lainnya menduga letusan terjadi antara tahun 1809 dan tahun 1810. "Kabut" tersebut diidentifikasikan sebagai kabut aerosol sulfat stratosfer.44 dan -0. Mereka menggali kembali rumah dan mereka menemukan sisa dua orang dewasa. Keluarga-keluarga di Wales mengungsi dan mengemis untuk makanan. Temperatur normal dunia berkurang sekitar 0.29 °C.7 °C.[4] Banyak ternak meninggal di New England selama musim dingin tahun 1816-1817. sebuah kabut kering terlihat di timur laut Amerika Serikat. -0. antara 10 Tg S hingga 120 Tg S. salju turun di Albany. Sebutan Kerajaan Tambora yang hilang disebut oleh media. setelah letusan gunung Huaynaputina di Peru tahun 1600.[24][25] Berdasarkan artifak yang ditemukan. dan dan pada hari berikutnya. Pada tanggal 6 Juni 1816. Krisis terjadi di Jerman. Penemua arkeologi memperjelas bahwa terdapat kebudayaan yang hancur karena letusan tahun 1815. yang mayoritas benda perunggu. dan direktorat vulkanologi Indonesia. Perubahan iklim disalahkan sebagai penyebab wabah tifus di Eropa Tenggara dan Laut Tengah bagian timur di antara tahun 1816 dan tahun 1819. 1817 dan tahun 1818 sebesar -0. negara di Belahan Utara menderita karena kondisi cuaca yang berubah.[4] [sunting] Bukti arkeologi Pada musim panas tahun 2004. Baik angin atau hujan tidak dapat menghilangkan "kabut" tersebut. pembakaran rumah dan perampokan yang terjadi di banyak kota-kota di Eropa. harga makanan naik dengan tajam. di dalam hutam.[4] Pada musim semi dan musim panas tahun 1816. Desain dan dekorasi artifak memiliki kesamaan dengan artifak dari Vietnam dan Kamboja. New York. peralatan besi dan artifak lainnya.[2] cukup untuk menyebabkan permasalahan pertanian di dunia. Maine. Tim tersebut menggunakan radar penembus tanah untuk mencari lokasi rumah kecil yang terkubur. Kelaparan merata di Irlandia utara dan barat daya karena gandum. Perubahan temperatur permukaan selama musim panas tahun 1816. rumah dan kebudayaan dibiarkan seperti saat mereka berada tahun 1815.[6] Daerah ini diketahui produktif dalam bidang pertanian. Akibat kenaikan harga yang tidak diketahui menyebabkan terjadinya demonstrasi di depan pasar dan toko roti yang diikuti dengan kerusuhan.[6] Uji coba dilakukan menggunakan teknik karbonisasi memperjelas bahwa mereka terbentuk dari pensil arang yang dibentuk oleh panas magma.4-0. tim tersebut menggali bukti adanya kebudayaan yang hilang yang musnah karena letusan gunung Tambora.[17] dan juga musim panas yang lebih dingin. dipimpin oleh Haraldur Sigurdsson. kuda. Bukti sejarah menunjukan bahwa orang di pulau Sumbawa terkenal di Hindia Timur untuk madu. Kabut tersebut memerahkan dan mengurangi cahaya matahari.[4] Kondisi serupa muncul untuk setidaknya tiga bulan dan menyebabkan gagal panen di Amerika Utara. Salju setebal 30 cm terhimpun didekat Kota Quebec dari tanggal 6 sampai 10 Juni 1816. Semua orang. 5 km dari pantai. seperti bintik pada matahari yang terlihat dengan mata telanjang. 1816 adalah tahun terdingin kedua di Belahan Bumi Utara sejak tahun 1400 Masehi. Pada tanggal 4 Juni 1816. dan juga mangkuk perunggu.[6] Setelah enam minggu.[4] Pada musim panas tahun 1816. cuaca penuh es dilaporkan di Connecticut. Tim tersebut harus melewati endapan batu apung vulkanik dan abu dengan tebal 3 m. disebut sebagai Tahun tanpa musim panas. memproduksi dye merah.tergantung dari metode. Sigurdsson menyebut kebudayaan ini sebagai Pompeii dari timur. dan Dennysville. haver dan kentang mengalami gagal panen. Suhu udara yang dingin dan hujan besar menyebabkan gagal panen di Kepulauan Britania. kayu sepang (caesalpinia sappan).[26][27] Dengan penemuan ini. bagian dari Eropa mengalami badai salju yang lebih deras. tim dari Universitas Rhode Island. Ini adalah kelaparan terburuk yang terjadi pada abad ke-19. Kanada mengalami musim panas yang sangat dingin. Situs tersebut terletak 25 km sebelah barat kaldera.51. memulai sebuah penggalian arkeologi di gunung Tambora. Universitas North Carolina di Wilmington. tim menyatakan bahwa orang-orang tersebut tidak miskin. . dan cendana yang digunakan untuk dupa dan pengobatan.

000 hektar (800 km²). Pada tahun 2006. yang menyebabkan ancaman terhadap hutan hujan. Eksploitasi burung menyebabkan berkurangnya populasi burung.[29] Beberapa Imperata cylindrica juga dapat ditemukan. Dua zona yang dinyatakan adalah zona bahaya dan zona waspada. Hutan hujan ditemukan oleh tim Belanda. Murai Asia.200-2. mereka menemukan Dodonaea viscosa yang didominasi oleh pohon Casuarina. termasuk gunung Tambora. Heinrich Zollinger.100 m. Kakatua-kecil Jambul-kuning. babi hutan.[6] [sunting] Ekosistem Tim penelitian yang dipimpin oleh ahli botani Swiss. aliran lava dan jatuhnya . 56 spesies burung ditemukan tahun 1896.[31] 12 spesies lainnya ditemukan pada tahun 1981. Pada ketinggian 1. populasi Indonesia telah mencapai 222 juta jiwa.800 m . termasuk Crested White-eye. Hutan Casuarina dicatat pada 2. kelelawar. Yellow-crested Cockatoo hampir punah di pulau Sumbawa. atau 25% dari jumlah luas daerah. terutama di kawah Doro Api Toi. temat rusa. kering dan panas" dan mereka memasuki "hutam hebat" dengan "raksasa hutan yang besar dan megah". dan berharap dapat menemukan istana.[30] Bagian hutan hujan lainnya digunakan untuk berburu.[30] Hutan hujan yang disebut Duabangga moluccana telah tumbuh dengan ketinggian 1. Perusahaan penebangan memegang izin untuk menebang kayu di daerah seluas 20. perusahaan penebangan komersial telah beroperasi di daerah ini. Penduduk mulai tinggal di gunung Tambora pada tahun 1907. Aktivitas seismologi di Indonesia diamati oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia.000-2. dan berbagai spesies reptil dan burung dapat ditemukan. Sejak letusan tahun 1880. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menegaskan peta mitigasi bahaya gunung Tambora. tiba di pulau Sumbawa tahun 1847.[31] Sejak tahun 1972. Gosong berkaki-jingga diburu untuk dimakan. Ia adalah orang pertama yang memanjat ke puncak gunung Tambora setelah letusan gunung tersebut. mereka memasuki hutan montane. Gunung tersebut masih tertutup oleh asap. sehingga aktivitas vulkanik di Indonesia terus diamati.800 m. menghasilkan ditemukannya lebih dari 90 spesies burung.000 hektar (200 km²). Ayam hutan Hijau dan Perkici Pelangi diburu untuk dijual dan dipelihara oleh penduduk setempat.[34] Mereka memfokuskan aktivitas seismik dan tektonik dengan menggunakan seismometer.[30] Mereka memulai perjalanan di "daerah hampir tandus. [33] Sebuah letusan gunung berapi sebesar letusan Tambora tahun 1815 akan menyebabkan kematian yang lebih besar. tidak terdapat peningkatan aktivitas seismik. Beberapa tumbuh-tumbuhan kembali tumbuh dan beberapa pohon diamati di lereng yang lebih rendah. rubah terbang. Di antara tanah berburu dan tanah penebangan. Pada ketinggian 1. kerbau. Penanaman kopi dimulai pada tahun 1930-an di lereng bagian barat laut gunung Tambora.[35] Pengamatan terus dilakukan di dalam kaldera. di desa Pekat. kakinya tenggelam beberapa kali melalui kerak permukaan tipis menuju lapisan hangat yang seperti sulfur.[30] Penanaman tersebut mencakupi daerah seluas 80. terdapat cagar alam. Di puncak.[30] [sunting] Pengamatan Populasi Indonesia meningkat dengan cepat sejak letusan tahun 1815.[28] Misi Zollinger adalah untuk mempelajari letusan dan pengaruhnya terhadap ekosistem lokal. dipimpin oleh Koster dan De Voogd tahun 1933. Tiong Emas.[34] Zona bahaya adalah daerah yang secara langsung terpengaruh oleh letusan: aliran piroklastik.Sigurdsson bermaksud untuk kembali ke Tambora tahun 2007 untuk mencari sisa desa. Beberapa penelitian ahli ilmu hewan menemukan spesies burung lainnya di gunung. mereka menemukan sedikit Anaphalis viscida dan Wahlenbergia.[32] dan 130 juta penduduk berada di pulau Jawa dan Bali. Ketika Zollinger memanjat.550 m. Pos pengamatan untuk gunung Tambora terletak di desa Doro Peti.

Doro Peti. (1998).^ a b c d e f "Tambora Eruptive History". http://dx. ^ "Hobi Mendaki Gunung . Global Volcanism Program. Bulletin of Volcanology 51 (4): 243–270. H. Gubu Ponda. 10. J.1126/science.org/10. ^ a b c Degens. "The petrology and tectonic setting of Quaternary—Recent volcanic centres of Lombok and Sumbawa.doi.edu/world/volcano. "The petrology of Tambora volcano. Sinar Harapan. http://dx. meliputi daerah seluas 58. Sunda arc".doi. ^ a b c Tanguy. Diakses pada 14 November.id/?static/volcano/tambora/main. 4. Orang dilarang tinggal di zona berbahaya. Luas dari daerah waspada sebesar 185 km². 3.vsi. (1986). http://www. "Plinian and co-ignimbrite tephra fall from the 1815 eruption of Tambora volcano". Global Volcanism Program. http://dx. ^ a b c d e University of Rhode Island (2006-02-27). Indonesia: A model for the 1815 eruption". Progress in Physical Geography 27 (2): 230–259. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Oppenheimer. 14.piroklastik lainnya. Labuan Kenanga. http://dx. (1983).org/10.vsi.^ a b c "Geology of Tambora Volcano". environmental and human consequences of the largest known historic eruption: Tambora volcano (Indonesia) 1815".org/10. . 6. Daerah ini. Zona waspada termasuk daerah yang mungkin dapat secara langsung terpengaruh oleh letusan: aliran lahar dan batuan apung lainnya. 7.id/volcanoes/tambora/geology.esdm. Journal of Volcanology and Geothermal Research 27 (1–2): 1–41.1016/0377-0273(86)90079-X. Netherlands Journal of Sea Research 24 (4): 399–404. 12. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Diakses pada 14 November 2011. J (1980).doi. Rilis pers.1016/00777579(89)90117-8. ^ a b c "Tambora".volcano. ^ a b c d e f g h i j k l m n Stothers.doi.si. 8.html. termasuk kaldera dan sekelilingnya.^ Foden. Clive (2003).1007/BF01073515. http://dx. Smithsonian Institution.^ a b Sigurdsson.edu/world/volcano. termasuk desa Pasanggrahan. "Sedimentological events in Saleh Bay. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia.org/10.1191. 13. "Victims from volcanic eruptions: a revised database".esdm. off Mount Tambora".224. URI volcanologist discovers lost kingdom of Tambora.4654. 2. Richard B.doi.7 km².org/10. J. 9. "Tambora. Diakses pada Kesalahan: waktu tidak valid. http://dx. ^ a b c d Foden. (1989).si.-C.cfm?vnum=0604-04=.volcano. Smithsonian Institution.cfm?vnum=0604-04=&volpage=erupt. http://merapi.go. "The Great Tambora Eruption in 1815 and Its Aftermath". E. http://dx. Diakses pada Kesalahan: waktu tidak valid.^ a b Aswanir Nasution. Diakses pada 13 November 2006.1007/s004450050222.org/10. ^ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Timur.1191/0309133303pp379ra. "Climatic. Kawindana Toi dan Hoddo.doi.html. Rao.Menyambangi Kawah Raksasa Gunung Tambora". Diakses pada 6 Oktober.T. http://www. (1984). Sungai yang disebut sungai Guwu yang terletak di bagian selatan dan barat laut gunung Tambora juga dimasukan kedalam zona waspada. http://www.1016/0009-2541(80)90106-0. Bulletin of Volcanology 60 (2): 137–144.doi. Chemical Geology 30 (3): 201–206. 20 November 2003. 5.org/10.[34] [sunting] Catatan kaki 1. Potential Tourism as Factor of Economic Development in the Districts of Bima and Dompu. Diakses pada 13 November 2006. Science 224 (4654): 1191–1198. 11.go. Rilis pers. Nusa Tenggara Barat" (dalam bahasa dalam bahasa Indonesia).

Diakses pada 13 November 2006. http://www. "Influence of volcanic eruptions on Northern Hemisphere summer temperature over 600 years".^ "Heinrich Zollinger". Wurster and Co.^ a b c "Tambora Hazard Mitigation".03. Zollinger Family History Research.010. Journal of Geophysical Research (Atmospheres) 96: 17.^ Calder. Indonesia 60: 37–59. .worldislandinfo.A. 19.zollingergenealogy. K.2004.com/FamousZollingers/heinrichzollinger.^ Zollinger (1855): Besteigung des Vulkans Tamboro auf der Insel Sumbawa und Schiderung der Eruption desselben im Jahren 1815. Tijdschrift van het K. Diakses pada 14 November 2006. 28 Februari 2006. K. http://dx. particularly in the government of Java 1811–1816.esdm.org/10.go. Diakses pada 26 September 2006.id/?static/volcano/tambora/bahaya. 27 Februari 2006.R.htm. ISBN 962-593-076-0.1038/30943.esdm. London: John Murray.org/10.id/? static/volcano/tambora/geofisika.^ Stothers.366. Joshua (3 Mei 2006). cited by Oppenheimer (2003). 34.^ "Tambora Geophysics" (dalam bahasa dalam bahasa Indonesia). 30.^ a b c Briffa. J. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia.doi. http://www. Diakses pada 13 November 2006. and of Bencoolen and its dependencies 1817–1824: with details of the commerce and resources of the eastern archipelago.15. Sumbawa. 31. 26.orientalbirdclub.si. Diakses pada 9 Oktober.org/publications/forktail/18pdfs/Trainor-Tambora. "Ice core evidence for an explosive tropical volcanic eruption six years preceding Tambora". http://www. Amsterdam Series 2 66. 35. Global Volcanism Program. B.^ a b Trainor. 20.^ Zollinger (1855) cited by Trainor (2002).volcano. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 1830: Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles. "Mount Tambora in 1815: A Volcanic Eruption in Indonesia and its Aftermath". World Island Information. (1995).^ Badan Pusat Statistik (1 September 2006).S. http://merapi.^ Dai. hal. Forktail 18: 49–61. Rilis pers. 17. Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 2005– 2006.. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 25.^ a b c d e de Jong Boers.^ "Indonesian Volcano Site Reveals ‘Pompeii of the East’ (Update1)". 23. Diakses pada 9 Oktober. 60.pdf. Richard B. (1991). http://dx.^ a b c d e f Raffles.^ "'Lost kingdom' springs from the ashes". Diakses pada 13 November 2006.doi. National Geographic. Bloomberg Asia. 16. C. 18. Wintherthur: Zurcher and Fürber. Diakses pada 7 November 2006.php. 32. BBC News. "Birds of Gunung Tambora. Smithsonian Institution. Nature 393: 450–455. http://epublishing. Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap.^ Monk..com/POPULATV2.html.go. F.go. 24. cited by Oppenheimer (2003). 28. Diakses pada 26 September.indo/1106964023. (2004).edu/world/largeeruptions.^ "‘Lost Kingdom’ Discovered on Volcanic Island in Indonesia".^ Petroeschevsky (1949): A contribution to the knowledge of the Gunung Tambora (Sumbawa). 27.vsi. http://www.library.edu:80/Dienst/UI/1.cornell. &c. International Herald Tribune. cited by Oppenheimer (2003). 28 Februari 2006.html. 688–703. (2002).. http://www. S. The Ecology of Nusa Tenggara and Maluku. 1 Maret 2006.1016/j. 22.^ "Tambora Historic Eruptions and Recent Activities".cfm.. Diakses pada 9 Oktober.html.0/Summarize/seap. "Most Populous Islands".^ "Large Holocene Eruptions". http://merapi. and selections from his correspondence.vsi. 33.^ "'Pompeii of the East' discovered". 21.R. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. Diakses pada 9 Oktober. hlm. 29.esdm. Journal of Volcanology and Geothermal Research 134: 343–345.jvolgeores. the 1815 catalysmic volcanic eruption and trade".361–17. (20 November 1996).vsi.R. Indonesia: effects of altitude. "Density of fallen ash after the eruption of Tambora in 1815".id/volcanoes/tambora/history.

cfm?vnum=0604-04=.si. Volcano Weather: The Story of 1816. USGS. http://www. Ottawa : Canadian Museum of Nature. http://vulcan.usgs. ISBN 0-660-13063-7 • Henry and Elizabeth Stommel. Newport RI.wr. Institusi Smithsonian. Global Volcanism Program.[sunting] Daftar pustaka • C.edu/world/volcano.edu/vwdocs/volc_images/southeast_asia/indonesia/tambora. The Year without a summer? : world climate in 1816. ISBN 0-915160-71-4 [sunting] Pranala luar • "Gunung berapi dan vulkanik Indonesia".R.html. the Year without a Summer. • "Tambora. 1983. Indonesia". Harrington (ed.volcano. 1992. • Pemandangan dari WikiSatellite di WikiMapia [sembunyikan][sembunyikan] l•b•s Gunung di Indonesia Abongabong · Bacan Gutang · Balai · Balak · Bandahara · Bapagat · Batee Hitam · Bateekeubeu · Berakah · Bering · Besagi · Besar · Beser · Beteemecica · Geureudong · Daik · Dempo · Dingin · Gampang · Garba · Gedang Seblat · Gumai · Hitam · Hulu Air Putih · Jabul · Jadi · Kaba · Kalau · Kayu Aro · Kerinci · Krakatau · Lelematsua · Leuser · Lubukraya · Marapi · Maras · Masurai · Mueajan · Nanti · Pandan · Pandan Bungsu · Panetoh · Panjang · Pantai Cermin · Pasaman · Patah · Patahsembilan · Payung · Perkison · Pesagi · Puet Sague · Pinapan · Pugung · Punggur · Rajabasa · Ranai · Ratai · Ridingan · Runcing · Sago · Sanggul · Seblat · Segama · Sekincau · Sembuang · Seulawah Agam · Sibayak · Sibuatan · Sihabuhabu · Sinabung · Singgalang · Sipoimcim · Sorik Marapi · Sumbing · Susup · Talamau · Talang · Tampulonanjing · Tandikat · Tanggamus · Tanggang · Tangkit Cumbi · Tangkit Tebak · Tebo Salak · Tengah Teras · Tinjaulaut · Ulumasen Anjasmoro · Argomayang · Argopuro · Arjuno · Aseupan · Baluran · Bromo · Bukit Tunggul · Burangrang · Butak · Cemarakuning · Cereme · Cikuray · Gajah · Galunggung · Gede · Guntur · Jambangan · Kancana · Karang · Kawi · Kelud · Kembar I · Kembar II · Kucir · Lasem · Lawu · Liman · Lurus · Malabar · Masigit · Merapi · Merbabu · Muria · Pangrango · Papandayan · Patuha · Penanggungan · Pulasari · Raung · Salak · Semeru · Slamet · Suket · Sumbing · Sundoro · Tampomas · Tangkuban Perahu · Telaga Bodas · Tilu · Ungaran · Wayang · Welirang · Wilis · Windu Abang · Agung · Anak Ranakah · Batukau · Batur · Batutara · Ebulabo · Ebulolobo · Egon · Iliboleng · Iliwerung · Ine Lika · Inierie · Keknemo · Kelimutu · Kondo · Lewotobi · Lewotolo · Sumatera Jawa Bali & Nusa Tenggara .gov/Volcanoes/Indonesia/framework.nodak. Sumbawa.html. Cascades Volcano Observatory. http://volcano.und.). Volcano World. • "Tambora". Departmen Geosains di Universitas Negara Oregon.

Loreboleng · Nangi · Rinjani · Sangeang · Sangiang · Sirung · Tambora Batubrok · Liangmebang · Mesangat · Bekayan · Beratus · Bukit Kalimantan Batuatau · Bukit Raya · Bukit Sapathawung · Bulu · Halau-halau · Harun · Kaba · Kuung · Liangpran · Lumut · Makita · Palung Awu · Bawakaraeng · Bumbungan · Dako · Empung · Gambuta · Kajoga · Kalangkangan · Katopasa · Kaweng · Klabat · Latimojong · Lokon · Mabungajon · Mahawu · Mekongga · Nikolalaki · Paniki · Rantekombola · Rantemario · Sahendaruman · Sojol · Soputan · Tangkoko · Tentolomatika · Timbulon · Tinombala · Tompobau · Tondano Batakbuol · Batusibela · Binaia · Dukono · Gamalama · Gamkonora · Ibu · Isalai · Kapalamadan · Keimatabu · Koton · Loko · Sahuwai · Sulat · Tagapora · Waloolon · Watowato · Wetar Arfak · Beriba · Derabaro · Dofonsoro · Dom · Foja · Gombian · Irau · Lina · Puncak Mandala · Mebo · Ngga Pilimsit · Puncak Jaya · Puncak Trikora · Redoura · Testega · Togwomeri · Umsini · Wats · Yamin · Yaramamafaka Sulawesi Maluku Papua Daftar pegunungan di Indonesia · Daftar gunung di Indonesia menurut lokasi Diperoleh dari "http://id.php?title=Gunung_Tambora&oldid=4611134" Kategori: • Gunung berapi di Indonesia Kategori tersembunyi: • Pages containing cite templates with deprecated parameters Akun • Masuk log / buat akun Ruang nama • Halaman • Pembicaraan Varian Halaman • Baca • Sunting • Versi terdahulu .org/w/index.wikipedia.

Tindakan • ↑ • ↑ Pencarian þÿCari Navigasi • • • • Halaman Utama Perubahan terbaru Peristiwa terkini Halaman sembarang Komunitas • Warung Kopi • Portal komunitas • Bantuan Wikipedia • • • • Tentang Wikipedia Pancapilar Kebijakan Menyumbang Cetak/ekspor • Buat buku • Unduh versi PDF • Versi cetak Peralatan • • • • • Pranala balik Perubahan terkait Halaman istimewa Pranala permanen Kutip halaman ini Bahasa lain • • • • • • ‫العربية‬ Беларуская Български Català Česky Cymraeg .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Deutsch English Esperanto Español Eesti Euskara ‫فارسی‬ Suomi Français Frysk ‫עברית‬ िहनदी Hrvatski Magyar Íslenska Italiano 日 本語 Basa Jawa Lietuvių Latviešu Bahasa Melayu Nederlands Norsk (nynorsk) Norsk (bokmål) Polski Português Română Русский Simple English Slovenčina Svenska Українська Tiếng Việt 中文 Bân-lâm-gú • Halaman ini terakhir diubah pada 05. • Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons. ketentuan tambahan mungkin berla .53. 4 Agustus 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful