Gunung Tambora

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari "Tambora" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Tambora, lihat Tambora (disambiguasi). Tambora

2.850 meter[1] Ribu Lokasi Lokasi Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia) Koordinat 8°15' LS 118° BT Geologi Jenis stratovolcano Letusan terakhir 1967[1] Gunung Tambora (atau Tomboro) adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Gunung ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik. Tambora terbentuk oleh zona subduksi di bawahnya. Hal ini meningkatkan ketinggian Tambora sampai 4.300 m[2] yang membuat gunung ini pernah menjadi salah satu puncak tertinggi di Nusantara dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung ini. Perlu waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut. Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index.[3] Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.[4] Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000— 12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.[4] Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi.[5] Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan

Ketinggian Daftar

. Karena ciri-ciri yang serupa inilah.Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19. tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.[4] Selama penggalian arkeologi tahun 2004.[6] Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815.

2 S ej ar ah le tu sa n • 3 Letusan tahun 1815 • 3. 1 P e m be nt u ka n • 2. 1 K ro n ol o gi le tu sa n • 3. 2 A ki ba t • 3. 3 P en .Daftar isi [sembunyikan] • 1 Geografi • 2 Sejarah geologis • 2.

dan di sebelah selatan terdapat teluk Saleh dengan panjang 86 km dan lebar 36 km. Pada mulut teluk Saleh. Rute kedua dimulai dari desa Pancasila di sisi barat laut gunung Tambora. Selain seismologis dan vulkanologis yang mengamati aktivitas gunung tersebut.[10] Lokasi ini biasanya digunakan sebagai kemah untuk mengamati aktivitas vulkanik karena hanya memerlukan waktu satu jam untuk mencapai kaldera.150 m diatas permukaan laut. Rute ini berakhir di bagian selatan kaldera dengan ketinggian 1. Di lereng gunung Tambora.[sunting] Geografi Pemandangan gunung Tambora dan sekelilingnya dari udara. terdapat pulau kecil yang disebut Mojo. tali dari kepulauan vulkanik yang membentuk rantai selatan kepulauan Indonesia. gunung Tambora adalah daerah untuk riset ilmiah arkeolog dan biologi.[7] Tambora membentuk semenanjungnya sendiri di pulau Sumbawa yang disebut semenanjung Sanggar. Kawah di puncak gunung Tambora. Terdapat dua jalur pendakian untuk mencapai kaldera gunung Tambora. Di sebelah timur terdapat desa Sanggar. Di sebelah barat.950 m yang dapat dicapai oleh titik pertengahan jalur pendakian. maka kaldera hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki. Jika menggunakan rute kedua.[8][9] Dompu dan Bima adalah kota yang letaknya paling dekat dengan gunung ini. Rute pertama dimulai dari desa Doro Mboha yang terletak di sisi tenggara gunung Tambora. Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari kepulauan Nusa Tenggara. Di sebelah barat laut. terdapat laut Flores. terdapat desa Calabai. terdapat desa Doro Peti dan desa Pesanggrahan. Di sisi utara semenanjung tersebut. terdapat beberapa desa. Rute ini mengikuti jalan beraspal melalui perkebunan kacang mede sampai akhirnya mencapai ketinggian 1. Gunung ini adalah bagian dari busur Sunda. Gunung ini juga menarik turis untuk mendaki gunung dan aktivitas margasatwa.[10] .

[12] Beberapa kawah memiliki nama. dinyatakan bahwa gunung Tambora telah meletus tiga kali sebelum letusan tahun 1815.[11] Gunung ini memiliki laju konvergensi sebesar 7. kerucut vulkanik yang tinggi sudah terbentuk sebelum letusan tahun 1815 dengan karakteristik yang sama dengan bentuk stratovolcano.000 BP (penanggalan radiokarbon standar).[14] Letusan ini membuat aliran lava kecil dan ekstrusi kubah lava. tetapi terdapat pengecualian untuk letusan ketiga.[3] Menurut penyelidikan geologi. .[3] Ketika gunung ini meninggi akibat proses geologi di bawahnya.[13] Diameter lubang tersebut mencapai 60 km. dapur magma yang besar ikut terbentuk dan sekaligus mengosongkan isi magma. terdapat 20 kawah. Kubah (1648 m) dan Doro Api Toi. Kawah tersebut juga memproduksi aliran lava basal. kerusakan tanah dan lahan. Pulau Mojo pun ikut terbentuk sebagai bagian dari proses geologi ini di mana teluk Saleh pada awalnya merupakan cekungan samudera (sekitar 25. dengan puncak letusannya terjadi pada bulan April tahun 1815. Molo (602 m). [sunting] Sejarah letusan Dengan menggunakan teknik penanggalan radiokarbon. tsunami dan runtuhnya kaldera.[13] Scoria tipis diproduksi oleh fragmentasi aliran lava.[1] Letusan terakhir terjadi pada tahun 1967. Aktivitas Tambora setelah letusan tersebut baru berhenti pada tanggal 15 Juli 1815.8 cm per tahun. dengan jumlah semburan tefrit sebesar 1. Kira-kira 40% dari lapisan diwakili oleh 1-4 m aliran lava tipis. lava ditutup oleh scoria. Kubah lava kecil dan aliran lava masih terjadi pada lantai kaldera pada abad ke-19 dan abad ke-20.[sunting] Sejarah geologis [sunting] Pembentukan Tambora terbentang 340 km di sebelah utara sistem palung Jawa dan 180-190 km diatas zona subduksi. Sekitar tahun 1880 ± 30 tahun. tetapi besarnya letusan tidak diketahui.[4] Letusan ini masuk dalam skala kedua pada skala VEI.[12] Tambora diperkirakan telah berada di bumi sejak 57. korban jiwa. Sejak letusan tahun 1815. tidak terdapat aliran piroklastik.[14] yang disertai dengan gempa dan terukur pada skala 0 VEI. pada bagian paling bawah terdapat endapan lava dan material piroklastik. misalnya Tahe (877 m).000 BP). yang kemudian membentuk kawah baru bernama Doro Api Toi di dalam kaldera. Pada letusan ketiga.[14] Karakteristik letusannya termasuk letusan di lubang utama. Pada bagian atas.[13] Pada gunung Tambora. Masing-masing letusan memiliki letusan di lubang utama. tetapi hanya di dalam kaldera. Ketiga letusan tersebut memiliki karakteristik letusan yang sama.[14] Aktivitas selanjutnya kemudian terjadi pada bulan Agustus tahun 1819 dengan adanya letusan-letusan kecil dengan api dan bunyi gemuruh disertai gempa susulan yang dianggap sebagai bagian dari letusan tahun 1815. yang berarti letusan terjadi tanpa disertai dengan ledakan. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik.[14] Besar letusan ini masuk ke dalam skala tujuh Volcanic Explosivity Index (VEI). gunung Tambora menjadi lebih aktif.[7] Lubang utama sering kali memancarkan lava yang mengalir turun secara teratur dengan deras ke lereng yang curam.[14] Perkiraan tanggal letusannya ialah tahun 3910 SM ± 200 tahun.6 × 1011 meter kubik. Kadiendinae. Pada tahun 1812. aliran piroklastik. Letusan ketiga ini memengaruhi iklim global dalam waktu yang lama. [15] Gunung Tambora masih berstatus aktif. 3050 SM dan 740 ± 150 tahun. Tambora kembali meletus. tuff dan bebatuan piroklastik yang mengalir ke bawah.

600 km dari gunung Tambora) yang awalnya dianggap sebagai suara tembakan senapan. Setelah letusan. dan Ternate di Maluku (1400 km dari gunung Tambora).[4] Hal ini sebuah detasemen tentara meninggalkan kaldera dengan ukuran 6-7 km dan kedalaman bergerak dari Djocjocarta. Aliran piroklastik panas mengalir turun menuju laut Letusan pertama terdengar di seluruh sisi semenanjung.[16] Seluruh pegunungan berubah menjadi aliran besar api. Abu tanggal 5 April.[2] Massa jenis abu yang jatuh di Makassar dengan perkiraan bahwa pos sebesar 636 kg/m². Batavia (kini Jakarta) di pulau Jawa (1. Pada pukul 7:00 malam tanggal 10 April. tinggi gunung ini perahu dikirimkan pada dua hanya setinggi 2.[7] Didalam dapur magma dalam kedalaman sekitar 1.[16] .[19] kesempatan dalam pencarian sebuah kapal yang Letusan Tambora tahun 1815 adalah letusan terbesar dalam semestinya berada dalam keadaan darurat. Daerah merah menunjukan ketebalan abu vulkanik. hampir kuat daripada letusan gunung Krakatau tahun 1883.300 m.[2] salah satu puncak sepanjang pesisir. Diperkirakan 100 km³ piroklastik trakiandesit dikeluarkan. memusnahkan desa Tambora. pada Volcanic Explosivity Index. perahutertinggi di Indonesia. yang merupakan hasil dari pendinginan hydrous magma di dalam dapur magma yang tertutup.5 km. Bau menyadarinya setiap "nitrat" tercium di Batavia dan hujan besar yang disertai seperempat jam. akhirnya reda antara tangal 11 dan 17 berlanjut dengan jarak April 1815.[sunting] Letusan tahun 1815 [sunting] Kronologi letusan Daerah yang diperkirakan terkena abu letusan Tambora tahun 1815. dikenal dengan nama gunung berapi "tidur".5-4. abu vulkanik mulai jatuh di Jawa Timur dengan suara guruh terdengar sampai tanggal 10 April 1815.[18] Sebelum letusan. sangat banyak sehingga dengan perkiraan massa 1.[7] Pada tahun 1812.[17] Letusan ini empat kali lebih contoh pertama. dianggap suara meriam. 600-700 m.[2] Pada tanggal 5 April 1815. dan terus dengan abu tefrit jatuh.260 km dari gunung Tambora).[16] Batuan apung dengan diameter 20 cm mulai menghujani pada pukul 8:00 malam. kaldera gunung Tambora mulai bergemuruh dan menghasilkan awan hitam.[2] waktu sampai hari Letusan tersebut masuk dalam skala tujuh pada skala selanjutnya. letusan terjadi.4×1014 kg. Abu tersebut mencapai pulau Kalimantan dan Sulawesi (ketebalan 1 cm). diikuti dengan abu pada pukul 9:00-10:00 malam. mereka menyebar sampai Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. diikuti dengan suara guruh yang terdengar di Makassar. — Laporan Thomas Stamford Raffles. Suaranya.851 m.[16] Pada pagi hari tanggal 6 April 1815. Tekanan di kamar makma sekitar 4-5 kbar muncul dan temperatur sebesar 700 °C-850 °C. Gunung Tambora mengalami ketidakaktifan selama beberapa abad sebelum tahun 1815. larutan padat dari cairan magma bertekanan tinggi terbentuk pada saat pendinginan dan kristalisasi magma. gunung Tambora terdekat diserang. Sulawesi (380 km dari gunung Tambora).[2] Tiga lajur api terpancar dan bergabung. dan memiliki ketinggian kira-kira 4. Suara guruh ini terdengar sampai ke pulau Sumatera pada tanggal 10-11 April 1815 (lebih dari 2. letusan gunung ini semakin kuat. di pulau ini pada sore hari Ledakan besar terdengar sampai sore tanggal 11 April.

yang menyatakan jumlah kematian sebesar 88. [sunting] Akibat Semua tumbuh-tumbuhan di pulau hancur.000 jiwa.[16] menunjukan bahwa terdapat banyak korban di Bali dan Jawa Timur karena penyakit dan kelaparan.000 orang meninggal karena aliran piroklastik. Inggris antara tanggal 28 Juni dan 2 Juli 1815 dan 3 September dan 7 Oktober 1815. Jumlah perkiraan kematian bervariasi.[16] Tanguy Sumbawa.[2] Tsunami setinggi 1-2 m dilaporkan terjadi di Besuki. sumber diperintahkan Sir Stamford dari Zollinger.600 km. Kesengsaraan besar-besaran terhadap penduduk yang berkurang memberikan pukulan hebat terhadap penglihatan.[20] Petroeschevsky (1949) memperkirakan sekitar 48. Diduga penduduk minum air yang terkontaminasi abu. Pohon yang tumbang. Ledakan berhenti pada tanggal 15 Juli.[4] Partikel abu jatuh 1 sampai 2 minggu setelah letusan.[2] Pancaran cahaya langit senja muncul berwarna orange atau merah di dekat ufuk langit dan ungu atau merah muda di atas. aku hampir melewati seluruh Dompo dan banyak bagian dari Bima. seperti Stothers (1984). Dalam perjalananku menuju bagian barat pulau.[2] Kegelapan terlihat sejauh 600 km dari puncak gunung selama lebih dari dua hari.000 meninggal karena pengaruh gunung berapi langsung dan 49. dengan ketinggian lebih dari 43 km. Tinggi asap letusan mencapai stratosfer.000 jiwa seperti yang terlihat di tabel dibawah.[2][4] Letusan gunung ini terdengar sejauh 2.000 orang terbunuh di Sumbawa dan Lombok. Sejak letusan.[4] Perbandingan letusan gunung Tambora dan letusan gunung lainnya Letusan Tahun Tinggi asap (km) VEI Perubahan musim panas Belahan bumi utara (°C) Kematian . dan 10.[5] Tanguy —Letnan Philips merevisi jumlah kematian berdasarkan dua sumber.. dengan ketinggian di atas 4 m di Sanggar pada pukul 10:00 malam. yang menghabiskan beberapa bulan di Raffles untuk pergi ke Sumbawa setelah letusan dan catatan Raffles. bercampur dengan abu batu apung masuk ke laut dan membentuk rakit dengan jarak lintas melebihi 5 km .000 oleh penyakit epidemi dan kelaparan setelah letusan. Aliran piroklastik menyebar setidaknya 20 km dari puncak. Zollinger (1855) memperkirakan 10.[2] Tanguy (1998) mengklaim figur Petroeschevsky tidak dapat ditemukan dan berdasarkan referensi yang tidak dapat dilacak. dalam jumlah yang besar untuk masalah yang sama. Matahari terbenam yang berwarna dan senja terlihat di London.[5] Oppenheimer (2003) menyatakan jumlah kematian lebih dari 71. Diperkirakan 11. membuat terjadinya fenomena. empat tahun setelah letusan.[4] Awan dengan abu tebal masih menyelimuti puncak pada tanggal 23 April. dan kuda juga meninggal.[2] Rakit batu apung lainnya ditemukan di Samudra Hindia.300 km. terdapat 38. Masih terdapat mayat di jalan dan tanda banyak lainnya telah terkubur: desa hampir sepenuhnya ditinggalkan dan rumah-rumah rubuh. diare menyerang warga di Bima.000 kematian karena kelaparan. dan abu jatuh setidaknya sejauh 1.000 dan 44. tergantung dari sumber yang ada. Api dan gempa susulan dilaporkan terjadi pada bulan Agustus tahun 1819. Dompo. tetapi terdapat partikel abu yang tetap berada di atmosfer bumi selama beberapa bulan sampai beberapa tahun pada ketinggian 10-30 km. walaupun emisi asab masih terlihat pada tanggal 23 Agustus. dan Sang’ir. Tsunami besar menyerang pantai beberapa pulau di Indonesia pada tanggal 10 April. Di pulau Sumbawa. di dekat Kolkata pada tanggal 1 dan 3 Oktober 1815. [21] Beberapa pengarang menggunakan figur Petroeschevsky.000 lainnya karena penyakit dan kelaparan di pulau Lombok.[2] Angin bujur menyebarkan partikel tersebut di sekeliling dunia.sejarah. . yang menyerang jumlah penduduk yang besar. Jawa Timur sebelum tengah malam dan tsunami setinggi 2 m terjadi di Maluku.. penduduk yang selamat kesulitan mencari makanan.

Taupo Baekdu Kuwae Huaynaputina Tambora Krakatau Santamaría Katmai Gunung St.000 1202 Nevado del Ruiz 1985 Sumber: Oppenheimer (2003).5 −0.000-13. Sumber: Dai (1991).[22] [sunting] Pengaruh global Lihat pula: Tahun tanpa musim panas Jumlah konsentrasi sulfat di inti es dari Tanah Hijau tengah.[23] Letusan gunung Tambora tahun 1815 mengeluarkan sulfur ke stratosfer.000 23. Perkiraan beragam . Metode berbeda telah memperkirakan banyaknya sulfur yang dikeluarkan selama letusan: metode petrologi. dan metode konsentrasi sulfat inti es. Terdapat letusan yang tidak diketahui pada tahun 1810-an. menggunakan es dari Tanah Hijau dan Antartika.000 2 57 > 2.000 36.4 tidak terdapat perubahan ? tidak terdapat perubahan −0. menyebabkan penyimpangan iklim global. tarikh tahun dihitung dengan variasi isotop oksigen musiman.5 tidak diketahui ? ? ≈1400 > 71. Helens El Chichón Pinatubo 181 969 1452 1600 1815 1883 1902 1912 1980 1982 1991 51 25 ? 46 43 25 34 32 19 32 27 34 7 6–7 6 6 7 6 6 6 5 4–5 3 6 ? ? −0.3 tidak terdapat perubahan −0. sebuah pengukuran berdasarkan pengamatan anatomi.[4] dan Smithsonian Global Volcanism Program untuk VEI.600 7.8 −0.5 −0.

dan juga mangkuk perunggu. -0. Kelaparan merata di Irlandia utara dan barat daya karena gandum. Tim tersebut menggunakan radar penembus tanah untuk mencari lokasi rumah kecil yang terkubur. Perubahan temperatur permukaan selama musim panas tahun 1816. Sebutan Kerajaan Tambora yang hilang disebut oleh media.[26][27] Dengan penemuan ini.tergantung dari metode. Pada tanggal 6 Juni 1816.51.[4] Pada musim panas tahun 1816.[6] Uji coba dilakukan menggunakan teknik karbonisasi memperjelas bahwa mereka terbentuk dari pensil arang yang dibentuk oleh panas magma. kuda. memulai sebuah penggalian arkeologi di gunung Tambora.[6] Daerah ini diketahui produktif dalam bidang pertanian. rumah dan kebudayaan dibiarkan seperti saat mereka berada tahun 1815. antara 10 Tg S hingga 120 Tg S. Pada tanggal 4 Juni 1816. tim dari Universitas Rhode Island. Penemua arkeologi memperjelas bahwa terdapat kebudayaan yang hancur karena letusan tahun 1815.[17] dan juga musim panas yang lebih dingin. seperti bintik pada matahari yang terlihat dengan mata telanjang. disebut sebagai Tahun tanpa musim panas. Tim tersebut harus melewati endapan batu apung vulkanik dan abu dengan tebal 3 m. dan cendana yang digunakan untuk dupa dan pengobatan. tim menyatakan bahwa orang-orang tersebut tidak miskin. Suhu udara yang dingin dan hujan besar menyebabkan gagal panen di Kepulauan Britania.44 dan -0. Desain dan dekorasi artifak memiliki kesamaan dengan artifak dari Vietnam dan Kamboja.[4] [sunting] Bukti arkeologi Pada musim panas tahun 2004.[2] cukup untuk menyebabkan permasalahan pertanian di dunia. peralatan besi dan artifak lainnya. negara di Belahan Utara menderita karena kondisi cuaca yang berubah.[4] Kondisi serupa muncul untuk setidaknya tiga bulan dan menyebabkan gagal panen di Amerika Utara. Kanada mengalami musim panas yang sangat dingin. bagian dari Eropa mengalami badai salju yang lebih deras. Temperatur normal dunia berkurang sekitar 0. setelah letusan gunung Huaynaputina di Peru tahun 1600. New York.7 °C. Sigurdsson menyebut kebudayaan ini sebagai Pompeii dari timur. sebuah kabut kering terlihat di timur laut Amerika Serikat.4-0. kayu sepang (caesalpinia sappan). hampir seluruh New England digenggam oleh dingin. Baik angin atau hujan tidak dapat menghilangkan "kabut" tersebut. Bukti sejarah menunjukan bahwa orang di pulau Sumbawa terkenal di Hindia Timur untuk madu.[17] Tahun 1810-an adalah dekade terdingin dalam rekor sebagai hasil dari letusan Tambora tahun 1815 dan lainnya menduga letusan terjadi antara tahun 1809 dan tahun 1810. yang mayoritas benda perunggu. 1816 adalah tahun terdingin kedua di Belahan Bumi Utara sejak tahun 1400 Masehi. Semua orang. Akibat kenaikan harga yang tidak diketahui menyebabkan terjadinya demonstrasi di depan pasar dan toko roti yang diikuti dengan kerusuhan. di dalam hutam. cuaca penuh es dilaporkan di Connecticut. Perubahan iklim disalahkan sebagai penyebab wabah tifus di Eropa Tenggara dan Laut Tengah bagian timur di antara tahun 1816 dan tahun 1819. dipimpin oleh Haraldur Sigurdsson. dan Dennysville.29 °C. dan dan pada hari berikutnya. Krisis terjadi di Jerman. Salju setebal 30 cm terhimpun didekat Kota Quebec dari tanggal 6 sampai 10 Juni 1816. harga makanan naik dengan tajam. 1817 dan tahun 1818 sebesar -0. Situs tersebut terletak 25 km sebelah barat kaldera. 5 km dari pantai. haver dan kentang mengalami gagal panen. tim tersebut menggali bukti adanya kebudayaan yang hilang yang musnah karena letusan gunung Tambora.[4] Pada musim semi dan musim panas tahun 1816. "Kabut" tersebut diidentifikasikan sebagai kabut aerosol sulfat stratosfer.[24][25] Berdasarkan artifak yang ditemukan.[6] Setelah enam minggu. Mereka menggali kembali rumah dan mereka menemukan sisa dua orang dewasa. salju turun di Albany. dan direktorat vulkanologi Indonesia. Keluarga-keluarga di Wales mengungsi dan mengemis untuk makanan. Kabut tersebut memerahkan dan mengurangi cahaya matahari. pembakaran rumah dan perampokan yang terjadi di banyak kota-kota di Eropa. Ini adalah kelaparan terburuk yang terjadi pada abad ke-19. . Maine. memproduksi dye merah. Universitas North Carolina di Wilmington.[4] Banyak ternak meninggal di New England selama musim dingin tahun 1816-1817.

200-2. Perusahaan penebangan memegang izin untuk menebang kayu di daerah seluas 20.[30] Hutan hujan yang disebut Duabangga moluccana telah tumbuh dengan ketinggian 1.800 m . Hutan Casuarina dicatat pada 2. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menegaskan peta mitigasi bahaya gunung Tambora.100 m. tiba di pulau Sumbawa tahun 1847. mereka memasuki hutan montane. Beberapa penelitian ahli ilmu hewan menemukan spesies burung lainnya di gunung. Kakatua-kecil Jambul-kuning. Di puncak. kakinya tenggelam beberapa kali melalui kerak permukaan tipis menuju lapisan hangat yang seperti sulfur. populasi Indonesia telah mencapai 222 juta jiwa. Di antara tanah berburu dan tanah penebangan.000-2. perusahaan penebangan komersial telah beroperasi di daerah ini. rubah terbang. Heinrich Zollinger.000 hektar (800 km²). termasuk gunung Tambora. temat rusa. di desa Pekat. kering dan panas" dan mereka memasuki "hutam hebat" dengan "raksasa hutan yang besar dan megah". Hutan hujan ditemukan oleh tim Belanda. Yellow-crested Cockatoo hampir punah di pulau Sumbawa. mereka menemukan sedikit Anaphalis viscida dan Wahlenbergia. Ayam hutan Hijau dan Perkici Pelangi diburu untuk dijual dan dipelihara oleh penduduk setempat. Murai Asia. Eksploitasi burung menyebabkan berkurangnya populasi burung. Ia adalah orang pertama yang memanjat ke puncak gunung Tambora setelah letusan gunung tersebut. Gunung tersebut masih tertutup oleh asap. Penduduk mulai tinggal di gunung Tambora pada tahun 1907. aliran lava dan jatuhnya . Pada tahun 2006. terutama di kawah Doro Api Toi.[32] dan 130 juta penduduk berada di pulau Jawa dan Bali.[30] Bagian hutan hujan lainnya digunakan untuk berburu.[30] [sunting] Pengamatan Populasi Indonesia meningkat dengan cepat sejak letusan tahun 1815.[29] Beberapa Imperata cylindrica juga dapat ditemukan. Pos pengamatan untuk gunung Tambora terletak di desa Doro Peti.[28] Misi Zollinger adalah untuk mempelajari letusan dan pengaruhnya terhadap ekosistem lokal. [33] Sebuah letusan gunung berapi sebesar letusan Tambora tahun 1815 akan menyebabkan kematian yang lebih besar. Pada ketinggian 1.[30] Mereka memulai perjalanan di "daerah hampir tandus. kelelawar. dan berbagai spesies reptil dan burung dapat ditemukan.550 m. Gosong berkaki-jingga diburu untuk dimakan. yang menyebabkan ancaman terhadap hutan hujan.[31] Sejak tahun 1972. kerbau. Pada ketinggian 1.[35] Pengamatan terus dilakukan di dalam kaldera. sehingga aktivitas vulkanik di Indonesia terus diamati. Ketika Zollinger memanjat. tidak terdapat peningkatan aktivitas seismik. termasuk Crested White-eye. Dua zona yang dinyatakan adalah zona bahaya dan zona waspada. atau 25% dari jumlah luas daerah.800 m. 56 spesies burung ditemukan tahun 1896.[34] Mereka memfokuskan aktivitas seismik dan tektonik dengan menggunakan seismometer. Beberapa tumbuh-tumbuhan kembali tumbuh dan beberapa pohon diamati di lereng yang lebih rendah. babi hutan.Sigurdsson bermaksud untuk kembali ke Tambora tahun 2007 untuk mencari sisa desa.000 hektar (200 km²). menghasilkan ditemukannya lebih dari 90 spesies burung.[6] [sunting] Ekosistem Tim penelitian yang dipimpin oleh ahli botani Swiss. dan berharap dapat menemukan istana. dipimpin oleh Koster dan De Voogd tahun 1933. mereka menemukan Dodonaea viscosa yang didominasi oleh pohon Casuarina.[30] Penanaman tersebut mencakupi daerah seluas 80. Sejak letusan tahun 1880. Tiong Emas.[34] Zona bahaya adalah daerah yang secara langsung terpengaruh oleh letusan: aliran piroklastik. Penanaman kopi dimulai pada tahun 1930-an di lereng bagian barat laut gunung Tambora. Aktivitas seismologi di Indonesia diamati oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia.[31] 12 spesies lainnya ditemukan pada tahun 1981. terdapat cagar alam.

^ Foden.doi. http://www. Global Volcanism Program.esdm.cfm?vnum=0604-04=. Progress in Physical Geography 27 (2): 230–259. termasuk kaldera dan sekelilingnya. E. Daerah ini.piroklastik lainnya. ^ a b c "Tambora". http://dx.4654. H. 12.[34] [sunting] Catatan kaki 1. Diakses pada 13 November 2006. Rao. ^ a b c d e University of Rhode Island (2006-02-27). environmental and human consequences of the largest known historic eruption: Tambora volcano (Indonesia) 1815". Labuan Kenanga. http://dx. http://www.html.edu/world/volcano. "Tambora. http://dx. Diakses pada 14 November 2011. URI volcanologist discovers lost kingdom of Tambora.vsi.org/10.org/10.volcano. Sunda arc". Clive (2003).id/?static/volcano/tambora/main. Luas dari daerah waspada sebesar 185 km².si.^ a b Aswanir Nasution. Bulletin of Volcanology 51 (4): 243–270. 13. http://dx. 2.doi. Sinar Harapan.go. ^ a b c d e f g h i j k l m n Stothers. ^ a b c Tanguy. 6.doi. Rilis pers. 5. 3.1007/s004450050222. http://www. http://dx. http://merapi. Kawindana Toi dan Hoddo. Diakses pada 14 November. Smithsonian Institution. Netherlands Journal of Sea Research 24 (4): 399–404. 7. Diakses pada 13 November 2006. "Victims from volcanic eruptions: a revised database". Bulletin of Volcanology 60 (2): 137–144. (1984).html. (1983). 10. 14. Potential Tourism as Factor of Economic Development in the Districts of Bima and Dompu. "The Great Tambora Eruption in 1815 and Its Aftermath". Nusa Tenggara Barat" (dalam bahasa dalam bahasa Indonesia). Diakses pada Kesalahan: waktu tidak valid.id/volcanoes/tambora/geology.edu/world/volcano.224. Orang dilarang tinggal di zona berbahaya. Journal of Volcanology and Geothermal Research 27 (1–2): 1–41.doi. off Mount Tambora".^ a b c d e f "Tambora Eruptive History". 11.1126/science.volcano. Richard B.org/10. (1989). Chemical Geology 30 (3): 201–206. Gubu Ponda. (1986). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia.^ a b c "Geology of Tambora Volcano". "Sedimentological events in Saleh Bay.1191/0309133303pp379ra. 9. "The petrology of Tambora volcano.^ a b Sigurdsson.org/10.-C. "The petrology and tectonic setting of Quaternary—Recent volcanic centres of Lombok and Sumbawa.esdm.T. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Oppenheimer.go. ^ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Timur.si. Diakses pada 6 Oktober. meliputi daerah seluas 58. Science 224 (4654): 1191–1198. J. ^ a b c d Foden. J (1980). Zona waspada termasuk daerah yang mungkin dapat secara langsung terpengaruh oleh letusan: aliran lahar dan batuan apung lainnya.1191.7 km². Smithsonian Institution.1007/BF01073515. Diakses pada Kesalahan: waktu tidak valid.Menyambangi Kawah Raksasa Gunung Tambora".org/10.vsi. J.org/10.org/10. Indonesia: A model for the 1815 eruption".cfm?vnum=0604-04=&volpage=erupt. 20 November 2003. 4. Doro Peti.doi. Rilis pers. Sungai yang disebut sungai Guwu yang terletak di bagian selatan dan barat laut gunung Tambora juga dimasukan kedalam zona waspada. http://dx.doi. ^ a b c Degens. (1998).1016/00777579(89)90117-8. Global Volcanism Program.doi. "Plinian and co-ignimbrite tephra fall from the 1815 eruption of Tambora volcano". termasuk desa Pasanggrahan.1016/0377-0273(86)90079-X. ^ "Hobi Mendaki Gunung . Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. . http://dx.1016/0009-2541(80)90106-0. 8. "Climatic.

35.^ a b c Briffa.com/POPULATV2. hal.go. 18. National Geographic.^ a b c "Tambora Hazard Mitigation". B. 23. Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap. Indonesia: effects of altitude. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.2004. "Most Populous Islands". Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 2005– 2006. http://www.htm. Zollinger Family History Research. Wurster and Co. Journal of Geophysical Research (Atmospheres) 96: 17. Diakses pada 13 November 2006.^ a b c d e f Raffles.indo/1106964023.esdm.php. 34. http://www. 1830: Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles. http://dx. cited by Oppenheimer (2003).edu/world/largeeruptions.1016/j. K. &c.03.esdm.html. hlm.^ Petroeschevsky (1949): A contribution to the knowledge of the Gunung Tambora (Sumbawa). (1995).S. the 1815 catalysmic volcanic eruption and trade".. World Island Information.^ Zollinger (1855) cited by Trainor (2002). http://www. Diakses pada 9 Oktober. K. "Influence of volcanic eruptions on Northern Hemisphere summer temperature over 600 years". BBC News. "Density of fallen ash after the eruption of Tambora in 1815".id/?static/volcano/tambora/bahaya.R.366. 24.orientalbirdclub. ISBN 962-593-076-0. http://merapi. 28 Februari 2006. 688–703. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. (2002).^ "‘Lost Kingdom’ Discovered on Volcanic Island in Indonesia". 31. (2004). http://merapi. 19. 32. and selections from his correspondence. http://epublishing.^ "Large Holocene Eruptions". Diakses pada 26 September 2006. Forktail 18: 49–61.010. "Birds of Gunung Tambora.doi.A.^ "Tambora Geophysics" (dalam bahasa dalam bahasa Indonesia). 16. C. The Ecology of Nusa Tenggara and Maluku. Richard B.^ "Heinrich Zollinger". Sumbawa.go. International Herald Tribune. 27.volcano.^ Stothers.org/10. 33. Tijdschrift van het K.0/Summarize/seap. 21. cited by Oppenheimer (2003). http://www. Global Volcanism Program.^ "Tambora Historic Eruptions and Recent Activities". cited by Oppenheimer (2003). 30.^ a b Trainor. 28 Februari 2006.edu:80/Dienst/UI/1. F. Diakses pada 26 September. 17.go. S.id/volcanoes/tambora/history. (20 November 1996). Diakses pada 9 Oktober. Diakses pada 14 November 2006. 28. http://www.^ Dai. Diakses pada 9 Oktober.vsi.html.doi. 26..jvolgeores. Bloomberg Asia. London: John Murray.15.1038/30943.zollingergenealogy. 29. Wintherthur: Zurcher and Fürber. 27 Februari 2006.R. Amsterdam Series 2 66. Diakses pada 9 Oktober.^ "'Pompeii of the East' discovered".^ "'Lost kingdom' springs from the ashes".vsi. 22. 25. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia. Diakses pada 13 November 2006. particularly in the government of Java 1811–1816.. Joshua (3 Mei 2006). http://dx.id/? static/volcano/tambora/geofisika.^ "Indonesian Volcano Site Reveals ‘Pompeii of the East’ (Update1)".worldislandinfo.^ a b c d e de Jong Boers.org/publications/forktail/18pdfs/Trainor-Tambora. .cfm.org/10. Diakses pada 13 November 2006.^ Monk. 1 Maret 2006. Journal of Volcanology and Geothermal Research 134: 343–345. 20.html. "Ice core evidence for an explosive tropical volcanic eruption six years preceding Tambora"..^ Badan Pusat Statistik (1 September 2006). (1991). and of Bencoolen and its dependencies 1817–1824: with details of the commerce and resources of the eastern archipelago. Indonesia 60: 37–59.R.^ Zollinger (1855): Besteigung des Vulkans Tamboro auf der Insel Sumbawa und Schiderung der Eruption desselben im Jahren 1815. Rilis pers.vsi. Smithsonian Institution. Nature 393: 450–455.com/FamousZollingers/heinrichzollinger. "Mount Tambora in 1815: A Volcanic Eruption in Indonesia and its Aftermath".^ Calder. J.pdf.library. Diakses pada 7 November 2006.cornell.361–17.esdm. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.si. 60.

wr. • Pemandangan dari WikiSatellite di WikiMapia [sembunyikan][sembunyikan] l•b•s Gunung di Indonesia Abongabong · Bacan Gutang · Balai · Balak · Bandahara · Bapagat · Batee Hitam · Bateekeubeu · Berakah · Bering · Besagi · Besar · Beser · Beteemecica · Geureudong · Daik · Dempo · Dingin · Gampang · Garba · Gedang Seblat · Gumai · Hitam · Hulu Air Putih · Jabul · Jadi · Kaba · Kalau · Kayu Aro · Kerinci · Krakatau · Lelematsua · Leuser · Lubukraya · Marapi · Maras · Masurai · Mueajan · Nanti · Pandan · Pandan Bungsu · Panetoh · Panjang · Pantai Cermin · Pasaman · Patah · Patahsembilan · Payung · Perkison · Pesagi · Puet Sague · Pinapan · Pugung · Punggur · Rajabasa · Ranai · Ratai · Ridingan · Runcing · Sago · Sanggul · Seblat · Segama · Sekincau · Sembuang · Seulawah Agam · Sibayak · Sibuatan · Sihabuhabu · Sinabung · Singgalang · Sipoimcim · Sorik Marapi · Sumbing · Susup · Talamau · Talang · Tampulonanjing · Tandikat · Tanggamus · Tanggang · Tangkit Cumbi · Tangkit Tebak · Tebo Salak · Tengah Teras · Tinjaulaut · Ulumasen Anjasmoro · Argomayang · Argopuro · Arjuno · Aseupan · Baluran · Bromo · Bukit Tunggul · Burangrang · Butak · Cemarakuning · Cereme · Cikuray · Gajah · Galunggung · Gede · Guntur · Jambangan · Kancana · Karang · Kawi · Kelud · Kembar I · Kembar II · Kucir · Lasem · Lawu · Liman · Lurus · Malabar · Masigit · Merapi · Merbabu · Muria · Pangrango · Papandayan · Patuha · Penanggungan · Pulasari · Raung · Salak · Semeru · Slamet · Suket · Sumbing · Sundoro · Tampomas · Tangkuban Perahu · Telaga Bodas · Tilu · Ungaran · Wayang · Welirang · Wilis · Windu Abang · Agung · Anak Ranakah · Batukau · Batur · Batutara · Ebulabo · Ebulolobo · Egon · Iliboleng · Iliwerung · Ine Lika · Inierie · Keknemo · Kelimutu · Kondo · Lewotobi · Lewotolo · Sumatera Jawa Bali & Nusa Tenggara . Newport RI. http://vulcan.und. Global Volcanism Program.[sunting] Daftar pustaka • C.html. • "Tambora. http://www.gov/Volcanoes/Indonesia/framework. Institusi Smithsonian. Cascades Volcano Observatory. ISBN 0-660-13063-7 • Henry and Elizabeth Stommel. Volcano World.nodak. 1992.html. Ottawa : Canadian Museum of Nature. Indonesia".).si. Sumbawa. 1983.cfm?vnum=0604-04=. the Year without a Summer. http://volcano. The Year without a summer? : world climate in 1816. Departmen Geosains di Universitas Negara Oregon.R. ISBN 0-915160-71-4 [sunting] Pranala luar • "Gunung berapi dan vulkanik Indonesia".edu/vwdocs/volc_images/southeast_asia/indonesia/tambora.volcano. • "Tambora".usgs.edu/world/volcano. Volcano Weather: The Story of 1816. Harrington (ed. USGS.

php?title=Gunung_Tambora&oldid=4611134" Kategori: • Gunung berapi di Indonesia Kategori tersembunyi: • Pages containing cite templates with deprecated parameters Akun • Masuk log / buat akun Ruang nama • Halaman • Pembicaraan Varian Halaman • Baca • Sunting • Versi terdahulu .wikipedia.org/w/index.Loreboleng · Nangi · Rinjani · Sangeang · Sangiang · Sirung · Tambora Batubrok · Liangmebang · Mesangat · Bekayan · Beratus · Bukit Kalimantan Batuatau · Bukit Raya · Bukit Sapathawung · Bulu · Halau-halau · Harun · Kaba · Kuung · Liangpran · Lumut · Makita · Palung Awu · Bawakaraeng · Bumbungan · Dako · Empung · Gambuta · Kajoga · Kalangkangan · Katopasa · Kaweng · Klabat · Latimojong · Lokon · Mabungajon · Mahawu · Mekongga · Nikolalaki · Paniki · Rantekombola · Rantemario · Sahendaruman · Sojol · Soputan · Tangkoko · Tentolomatika · Timbulon · Tinombala · Tompobau · Tondano Batakbuol · Batusibela · Binaia · Dukono · Gamalama · Gamkonora · Ibu · Isalai · Kapalamadan · Keimatabu · Koton · Loko · Sahuwai · Sulat · Tagapora · Waloolon · Watowato · Wetar Arfak · Beriba · Derabaro · Dofonsoro · Dom · Foja · Gombian · Irau · Lina · Puncak Mandala · Mebo · Ngga Pilimsit · Puncak Jaya · Puncak Trikora · Redoura · Testega · Togwomeri · Umsini · Wats · Yamin · Yaramamafaka Sulawesi Maluku Papua Daftar pegunungan di Indonesia · Daftar gunung di Indonesia menurut lokasi Diperoleh dari "http://id.

Tindakan • ↑ • ↑ Pencarian þÿCari Navigasi • • • • Halaman Utama Perubahan terbaru Peristiwa terkini Halaman sembarang Komunitas • Warung Kopi • Portal komunitas • Bantuan Wikipedia • • • • Tentang Wikipedia Pancapilar Kebijakan Menyumbang Cetak/ekspor • Buat buku • Unduh versi PDF • Versi cetak Peralatan • • • • • Pranala balik Perubahan terkait Halaman istimewa Pranala permanen Kutip halaman ini Bahasa lain • • • • • • ‫العربية‬ Беларуская Български Català Česky Cymraeg .

53. ketentuan tambahan mungkin berla . 4 Agustus 2011.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Deutsch English Esperanto Español Eesti Euskara ‫فارسی‬ Suomi Français Frysk ‫עברית‬ िहनदी Hrvatski Magyar Íslenska Italiano 日 本語 Basa Jawa Lietuvių Latviešu Bahasa Melayu Nederlands Norsk (nynorsk) Norsk (bokmål) Polski Português Română Русский Simple English Slovenčina Svenska Українська Tiếng Việt 中文 Bân-lâm-gú • Halaman ini terakhir diubah pada 05. • Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful