Anda di halaman 1dari 6

Air sangat penting untuk sebagian besar reaksi kimia dalam sel tubuh.

Air juga memungkinkan darah membawa nutrisi ke seluruh tubuh. Tubuh manusia kehilangan air setiap hari melalui pernapasan, keringat dan buang air, sehingga sangat penting untuk menggantinya. Di daerah suhu dingin secara otomatis tubuh akan banyak mengeluarkan panas sehingga akan menyebabkan pemakaian energi dan cairan yang berlebih sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu udara yang dingin membuat rasa haus ingin minum pun menjadi berkurang sehingga tubuh bisa saja kekurangan asupan cairan. Fungsi cairan dalam tubuh : 1. Zat pembangun 2. Pelarut 3. Pengangkut nutrisi dan zat yang dibuang 4. Pengatur suhu tubuh 5. Pelumas 6. Penahan guncangan Hidrasi diartikan sebagai keseimbangan cairan dalam tubuh dan merupakan syarat penting untuk menjamin fungsi metabolisme sel tubuh. Sementara dehidrasi berarti kurangnya cairan di dalam tubuh karena jumlah yang keluar lebih besar dari jumlah yang masuk. Kebutuhan air minum memang beragam. Hal ini tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas. Jumlah kebutuhan tubuh akan air adalah 1 mililiter per kilo kalori kebutuhan energi tubuh. Misal : Pada remaja dan dewasa yang kebutuhan energinya 1800 3000 kkal maka kebutuhan cairan berkisar 1.8 3 liter sehari. Umumnya 1/3-nya dipenuhi dari makanan, maka konsumsi air yang diminum langsung sekitar 2 liter sehari. Kebutuhan cairan anak2 tergantung berat badan, sampai 10 kg kira perlu 100 ml/kg berat badan. Tapi tolong diingat cairan tidak hanya berasal dari minum saja, makananpun ada kandungan airnya. Begitu juga buah dan sayuran, jadi kalau sekitar 3/4 kebutuhan cairan terpenuhi, yakni sekitar 60-80 ml/kg terpenuhi oleh cairan dan sisanya dari bahan makanan lain maka itu cukup. Jus buah merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan, jus buah juga banyak mengandung antioksidan yang sangat penting untuk kesehatan. Cara lain untuk mengukur kebutuhan cairan tubuh adalah A. Untuk dewasa > 50 cc per kg berat badan B. Untuk anak-anak -> 100 cc utk 10 kg berat badan pertama 50 cc utk 10 kg berat badan kedua 20 cc utk berat badan selanjutnya

Contoh: anak umur 8 th dengan berat = 23 kg, kebutuhannya (100 x 10) + ( 50 x 10) + (3 x 20) = 1.560 cc

Kebutuhan Cairan Rutin (Pemeliharaan)


Dewasa o 2 cc[1]/kgBB[2]/jam Anak-anak o 10 kg[3] I: 4 cc/kgBB/jam o 10 kg II: 2 cc/kgBB/jam o 10 kg III: 1 cc/kgBB/jam

Kebutuhan Cairan Selama Operasi (Stres Operasi)


Operasi ringan o 4 cc/kgBB/jam Operasi sedang o 6 cc/kgBB/jam Operasi berat o 8 cc/kgBB/jam

Penggantian Cairan Selama Puasa


50 % selama jam I operasi 25 % selama jam II operasi 25 % selama jam III operasi

Terapi Cairan untuk Koreksi Suhu

12,5 % x BB[4] (cc/jam)

Kecepatan Infus

Tetes makro o 15 tetes/cc o 20 tetes/cc Tetes mikro o 60 tetes/cc

Macam Infus

NaCl 0,9 %: 0,9 gram NaCl dalam 100 ml air.

Ringer laktat (RL). Hati-hati permberian pada pasien gangguan ginjal atau hati. Ringer asetat (RA). Hati-hati permberian pada pasien gangguan ginjal. Dekstrosa 5 % (D5). Dekstrosa 10 % (D10). Dekstrosa 40 % (D40). D5NS. D5NS. HES. Aminovel.

Catatan
1. 2. 3. 4. Cc: Cubic centimetre. KgBB: Kilogram berat bedan. Kg: Kilogram. BB: Berat badan.

Rumus Yang Harus Diingat Perawat (Bag 1)

Sepertinya bulan Juli termasuk bulan yang penuh kemalasan bagiku ide menumpuknumpuk, tapi tak tergerak sedikitpun badan mengerjakan huft.. semoga tak semakin panjang saja.. ide menulis topic ini sudah mulai terpikir dari akhir bulan yang lalu, dan sekarang harus begitu bekerja keras menuliskan ini.. Ketika jaman kuliah S1 dulu, bekerja keras menjelang ujian mengingat-ingat rumus yang harus diingat, begitu masuk dunia kerja rumus itu begitu saja pergi dari ingatan, begitu kepepet baru deh obrak-abrik diktat kuliah untuk mencari-cari bahan kuliah jaman dulu. Kali ini coba menulis rumus-rumus yang sering digunakan di dunia kerja yang kudu diinget nih 1. Rumus Tetesan Cairan infus Terkadang sebagai perawat, menghitung tetesan perawat lebih sering dilakukan dengan ilmu kirologi, walaupun ada beberapa yang tepat, namun tak banyak juga yang benar-benar meleset jauh, karena kondisi pasien tak bisa semua modal kirologi, beberapa penyakit gagal organ akan sangat berdampak buruk akibat kelebihn cairan yang kita berikan. Sambil mereview lagi, mari kita hitung rumus tetesan infuse Macro Jika yang ingin dicari tahu adalah berapa tetesan yang harus kita cari dengan modal kita tahu jumlah cairan yang harus dimasukkan dan lamanya waktu, maka rumusnya adalah: Tetes/menit : (jumlah cairan x 20) / (Lama Infus x 60) Jika yang dicari adalah lama cairan akan habis, maka rumusnya adalah sebagai berikut: Lama Infus: (Jumlah Cairan x 20) / (jumlah tetesan dlm menit x 60) Misal: seorang pasien harus mendapat terapi cairan 500 ml dalam waktu 4 jam, maka jumlah tetesan yang harus kita berikan adalah (500 x 20 ) / ( 4 x 60 ) = 10000 / 240 = 41,7

= 42 tetes/menit begitupun untuk rumus lama infuse tinggal dibalik aja. Micro Selang infuse micro adalah selang infuse yang jumlah tetesannya lebih kecil dari macro, biasanya terdapat besi kecil di selangnya, dan biasanya digunakan untuk bayi, anak dan pasien jantung dan ginjal. Rumus untuk menghitung jumlah tetesannya adalah sebagai berikut: Jumlah tetes/menit : (Jumlah cairan x 60 ) / (Lama Infus x 60) Sedangkan rumus lamanya cairan habis adalah sebagai berikut: Lama waktu : ( Jumlah Cairan x 60) / (jumlah tetesan dalam menit x 60) 2. Rumus Rumpleed test Rumpleed test biasanya dilakukan untuk mengetahui tanda gejala awal adanya ptekee (bintik merah pada penderita DBD), ptekee muncul akibat pecahnya pembuluh darah kapiler, sehingga pada fase awal tidak akan langsung muncul, oleh karena itu tujuan rumpled test adalah untuk mengetahui lebih awal adanya ptekee. Rumus yang dipakai adalah (Sistole + Diastole) / 2, lalu tahan 5 10 menit. jika terdapat sepuluh atau lebih bintik merah, maka dikatakan rumpled test positif, jika kurang maka disebut rumpled test negative. Misal kita melakukan tensi darah hasilnya 120/80 mmHg (systole : 120, Diastole: 80), maka (120 + 80)/2 = 100 mmHg, maka kita pompa hingga alat tensi darah menunjukkan angka 100 mmHg, kita tutup tepat di angka 100 dan tahan selama 5 10 menit, lepaskan baru kita hitung jumlah bintik merahnya. Rumpleed test merupakan uji awal adanya gangguan trombosit pada penderita DBD, namun bukanlah hal untuk menegakkan diagnose DBD. 3. Rumus Kebutuhan Cairan Kebutuhan cairan pada tubuh data dihitung sebagai berikut: Pada anak < 10 Kg , maka 10 Kg maka dihitung 100 ml/ BB. Missal BB 8 kg maka kebutuhan cairan adalah 8 x 100 = 800 ml/hari. Pada anak dengan BB 10 20 Kg, maka 1000 ml pada 10 kg pertama dan ditambah 50 ml per Kg penambahan berat badannya. Missal BB = 15 kg, maka 1000 ml ditambah 5 x 50 ml maka menjadi 1250 ml/ hari kebutuhan cairannya Pada seorang dengan berat badan > 20 Kg maka rumusnya adalah 1500 ml pada 20 kg pertama dan ditambah 20 ml/Kg sisanya, missal seseorang dengan BB 40 Kg, maka 20 kg pertama adalah 1500 ml, sedangkan 20 kg sisanya x 20 ml = 400 ml sehingga kebutuhan cairan seseorang dengan berat 40 kg adalah 1500 + 400 ml = 1900 ml/hari 4. Rumus luas Luka Bakar Rumus luas luka bakar memang terkadang membuat kita harus lebih mengerutkan dahi, karena memang sulit-sulit gampang dalam penerapannya. Rumus pada bayi menggunakan rumus 10 20 %, jika tangan dan kaki yang terkena maka 10 %, jika kepala, leher dan badan depan dan belakang maka 20 %. Untuk dewasa menggunakan rumus Rule of Nine yang digambarkan sebagai berikut:

5. Rumus Body mass index (BMI) Body Mass Index dicari menggunakan rumus BB (Kg) / TB2 (m)
Underweight : Kurang dari 18.5 Normal : 18.5 - 24.9 Overweight/pre-obes : 25.0 - 29.9 Obes I : 30-34.9 Obes II : 35-39.9 Obes III: lebih dari atau sama dengan 40

Infus merupakan cairan solusio untuk mengganti cairan tubuh, sebagai keseimbangan cairan elektrolit dan terapi shock. Tersedia dalam kemasan 250, 500, 1000 ml bags. Ringers laktat mengandung 40 50 ml/kg NaCl 0,6 g, CaCl dihidrat 0,02 g, KCl 0,03 g, Sodium laktat 0,31 g (Kirk&Bistner,1985). Dalam tiap 1 ml larutan infus mengandung natrium 130 mEq/L, klor 109 mEq/L, potassium 4 mEq/L, kasium 3 mEq/L, buffer 28 mEq/L, osmolalitas 272 mOsm/L. Larutan ringer s laktat termasuk balance crystalloid yang komposisinya dapat mengembalikan cairan ekstra seluler yang hilang. Metabolisme dari larutan infus yaitu menyediakan alkali untuk tubuh. Ringers laktat lebih sering digunakan untuk mengisi hipovolemia pada pasien tanpa abnormalitas elektrolit yang besar. Crystalloid yang tidak seimbang (misalnya physiologic saline solution dan dextrose 5 %) tidak dapat mengembalikan cairan extra seluler. Tipe dari larutan tersebut yaitu sebagai larutan pemeliharaan yang tipikalnya mempunyai kandungan sedikit sodium dan potassium yang lebih banyak (Boothe, 2001). Pemberian infus RL diberikan dengan pertimbangan tingkat dehidrasi pasien masih rendah dan tidak terlalu mengalami alkalosis. Infus RL pada 100 ml RL mengandung CaCl dihidrat 0,02 g, NaCl 0,6 gram, KCl 0,03 g dan Sodium Lactate 0,31 g. Na merupakan kation utama cairan ekstrasel yang dapat mempertahankan tekanan osmose. Khlorida merupakan anion utama plasma, K = kation penting cairan intrasel. Laktat digunakan sebagai prekursor bikarbonat. Cairan intrasel untuk konduksi syaraf otot. NaCl : menjaga tekanan osmose darah dan jaringan, KCl untuk hipokalemia dan hipokloremia, karena pada kasus muntah hewan banyak kehilangan Kalium dan Klorida. Pemberian infus RL juga dapat menjadi pilihan untuk mengisi hipovolemia pada pasien dehidrasi tanpa abnormalitas

elektrolit. K merupakan kation major di cairan ekstraseluler. Konsentrasi 3,9 5,6 mEq/l pada anjing. Jika kurang dapat terjadi hypokalemia, kelemahan (Kirk&Bistner, 1985).