PENURUNAN JUMLAH TROMBOSIT SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERDARAHAN PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DEWASA DI RSUP

Dr. KARIADI SEMARANG

Artikel Karya Tulis Ilmiah Diajukan untuk melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Disusun Oleh : IGNATIUS FAIZAL YUWONO NIM : G2A003093

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH Penurunan Jumlah Trombosit Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Perdarahan Pada Pasien Demam Berdarah Dengue Dewasa di RSUP Dr. Kariadi Semarang

Disusun oleh : Ignatius Faizal Yuwono NIM : G2A003093 Telah diseminarkan pada tanggal 31 Juli 2007 dan telah diperbaiki sesuai dengan saran yang diberikan oleh tim penguji Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang

Semarang, 15 Agustus 2007

Ketua Penguji,

Penguji,

Dr. dr Suprihati, MSc, Sp.THT NIP. 130 605 721

dr. Banteng Hanang W, Sp.PD NIP. 140 146 942

Pembimbing,

dr. Muchlis Achsan Udji S, Sp.PD NIP. 140 237 515

Blood vessels factor.139. coagulation factor and thrombocyte.820 / mm 3 and 151 patients had thrombocyte count > 88. The data were secondary data from DHF patients medical record between 1 July 2001 – 30 June 2006. Diponegoro University.DECREASING OF THROMBOCYTE COUNT AS RISK FACTOR OF BLEEDING MANIFESTATION IN ADULT DENGUE HEMORRHAGIC FEVER PATIENTS IN RSUP DR KARIADI SEMARANG Faizal Yuwono1. .820 / mm 3. Muchlis Achsan Udji Sofro2.820 / mm 3. 190 patients had thrombocyte count ≤ 88. Diponegoro University. Fisher’s Exact Test showed the value of p was 0. The thrombocyte data used were thrombocyte count in case of bleeding manifestation occurred or the lowest thrombocyte count in case of no bleeding manifestation. Medical Faculty. Out of 190 patients with thrombocyte count ≤ 88. Semarang Lecturer of internal medicine department. Key words: Dengue Hemorrhagic Fever.820 / mm 3 increases the risk of bleeding manifestation in DHF patients. 1 th 2 8 semester student of Medical Faculty. Medical Faculty. The data were then proccesed with SPSS 15 For Windows. Method: This study was retrospective analytic observational study. But in Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ) patients with thrombocytopenia do not always develop bleeding manifestation. bleeding manifestation. Out of 341 adult DHF patients samples. Result: ROC analysis showed the optimum cut off point for bleeding was 88.820 / mm3. 2 patients developed severe bleeding manifestation and the remaining 149 did not. Semarang. Semarang 3 Lecturer of Microbiology Department. thrombocytopenia. Helmia Farida3 ABSTRACT Background: Bleeding manifestation is caused by 3 components. Thrombocytopenia causes bleeding. Chi Quadrat was used. 10 patients developed severe bleeding manifestation and the remaining 180 did not ( they only developed mild bleeding manifestation or did not developed them at all ). ROC analysis was done to determine the cut off point.820. Conclusion: Decreasing of thrombocyte count < 88. Diponegoro University. Out of 151 patients with thrombocyte count >88.05 and odds ratio for thrombocyte was 4. Objective: To know whether decreasing of thrombocyte count increases the risk of bleeding manifestation in DHF patients.

820 / mm3. Helmia Farida3 ABSTRAK Latar belakang: Terjadinya perdarahan adalah akibat interaksi 3 komponen yaitu faktor pembuluh darah. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari catatan medik penderita DBD di RSDK Semarang periode 1 Juli 2001 – 30 Juni 2006. 2 di antaranya terjadi manifestasi perdarahan berat dan 149 sisanya tidak terjadi manifestasi perdarahan / terjadi perdarahan ringan. terdapat 190 pasien dengan jumlah trombosit ≤ 88. Dari data trombosit tersebut kemudian dilakukan analisis ROC untuk menentukan cut off point jumlah trombosit terjadinya perdarahan.820 / mm3 meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada pasien DBD.820 / mm3 .820.820 / mm3 = 4. Akan tetapi pada pasien Demam Berdarah Dengue ( DBD ) yang mengalami trombositopenia tidak selalu disertai dengan perdarahan.PENURUNAN JUMLAH TROMBOSIT SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERDARAHAN PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DEWASA DI RSUP Dr. atau jumlah trombosit terendah bila pada pasien tersebut tidak didapati adanya manifestasi perdarahan. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang . 10 di antaranya terjadi manifestasi perdarahan berat dan 180 sisanya tidak terjadi manifestasi perdarahan / terjadi perdarahan ringan. Hasil: Dari analisis ROC didapatkan cut off point jumlah trombosit untuk terjadinya perdarahan sebesar 88. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang 3 Staf pengajar bagian Mikrobiologi. Dari 190 pasien dengan jumlah trombosit ≤ 88. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan risiko terjadinya manifestasi perdarahan pada pasien DBD yang mengalami penurunan jumlah trombosit. Uji hipotesis menggunakan uji kai kuadrat. KARIADI SEMARANG Faizal Yuwono1. Dengan Fisher’s Exact Test didapatkan nilai p = 0. Dari 151 pasien dengan jumlah trombosit > 88.820 / mm3 dan 151 pasien dengan jumlah trombosit > 88. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue. Muchlis Achsan Udji Sofro2.139. Trombositopenia adalah salah satu penyebab terjadinya perdarahan. Data trombosit yang digunakan adalah jumlah trombosit pada hari terjadinya perdarahan. faktor-faktor pembekuan dan trombosit. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Dari 341 sampel pasien DBD dewasa. perdarahan 1 2 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang Staf pengajar bagian Ilmu Penyakit Dalam.044 dan rasio prevalensi perdarahan untuk nilai trombosit ≤ 88. Data diolah dengan menggunakan program SPSS 15 For Windows. Kesimpulan: Penurunan jumlah trombosit < 88.820 / mm 3. trombositopenia.

3.1.443 orang. namun dapat pula dijumpai pada hari ke. DEN-4 ) dan ditandai dengan adanya manifestasi klinis demam. tahun 2000 sebanyak 33.75 per 100. dan perdarahan konjungtiva.5 .53 % ).4. Tanda ini muncul pada hari-hari pertama demam. melena dan perdarahan otak juga dapat terjadi meskipun lebih jarang terjadi.5 demam. DEN-2. dengan kematian mencapai 389 ( CFR = 1. trombositopenia.000 penduduk. perdarahan gusi.4 Adapun jumlah penderita DBD di Indonesia sepanjang tahun 1999 sebanyak 21.2 Penyakit DBD di Indonesia merupakan salah satu emerging disease dengan insiden yang meningkat dari tahun ke tahun.904 orang.2 % per 100. Perdarahan lainnya seperti epistaksis. perdarahan dan perembesan plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi ( peningkatan hematokrit ) atau penumpukan cairan di rongga tubuh. ekimosis. dan tahun 2003 sebanyak 50. limfadenopati. nyeri kepala. nyeri otot dan atau sendi yang disertai leukopenia. Pada tahun 2000 insiden rate sebesar 15. Jumlah kasus DBD di Indonesia antara Januari sampai Maret 2004 secara kumulatif yang dilaporkan dan ditangani sebanyak 26. petekie.131 orang.377 orang.3. Petekie merupakan tanda perdarahan yang paling sering ditemukan. Jenis perdarahan terbanyak adalah perdarahan kulit seperti uji tourniquet positif.3. terutama pada dahi dan ekstremitas distal.015 kasus.000 penduduk meningkat pada tahun 2001 sebesar 17. hematemesis.PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue ( DBD ) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh 4 ( empat ) serotipe virus Dengue ( DEN-1. DEN-3.134 orang. tahun 2001 sebanyak 45. tahun 2002 sebanyak 40. purpura.4 Fenomena perdarahan sering terjadi pada DBD.

Akan tetapi pada pasien DBD yang mengalami trombositopenia tidak selalu disertai dengan perdarahan. faktor-faktor pembekuan dan trombosit. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. HIV ) dan adanya keadaan-keadaan lain yang meningkatkan resiko terjadinya trombositopenia dan perdarahan (Hemofilia. 7 Trombositopenia adalah salah satu penyebab terjadinya perdarahan. Kriteria ekslusi sampel adalah adanya pemberian tranfusi trombosit.Terjadinya perdarahan adalah akibat interaksi 3 komponen yaitu faktor pembuluh darah. adanya infeksi virus lain yang dapat menyebabkan terjadinya trombositopenia ( infeksi virus Rubella. . yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah apakah penurunan jumlah trombosit meningkatkan resiko terjadinya manifestasi perdarahan pada pasien DBD? Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan risiko terjadinya manifestasi perdarahan pada pasien DBD yang mengalami penurunan jumlah trombosit. Von Willebrand disease. Kariadi Semarang dalam periode 1 Juli 2001 .6. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari catatan medik penderita DBD di RSDK Semarang periode 1 Juli 2001 – 30 Juni 2006.8 Dengan memperhatikan latar belakang di atas. Morbili. Sampel pada penelitian ini adalah pasien DBD yang dirawat di RSUP Dr.30 Juni 2006 kriteria inklusi sampel adalah Pasien DBD berusia ≥ 14 tahun yang memenuhi kriteria diagnosis WHO 1997 yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang dalam periode 1 Juli 2001 – 30 Juni 2006. Varisella. Christmas Disease.

tiazida. kina. salisilat.Teleangiektasia herediter dan sindrom Ehler Danlos. Perdarahan dikategorikan berat bila berupa hematemesis. nomor Catatan Medik. tekanan darah dan nadi saat masuk Rumah Sakit. jenis kelamin. jenis manifestasi perdarahan yang timbul. ada tidaknya transfusi atau penyakit lain yang di derita. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan pencatatan mengenai nama. suhu tubuh. melena. barbiturate. Dari data trombosit tersebut kemudian dilakukan analisis ROC untuk menentukan cut off point jumlah trombosit untuk terjadinya perdarahan. Uji hipotesis menggunakan uji kai kuadrat dan besarnya resiko dihitung dengan menggunakan rasio prevalensi. purpura. usia. oksifenbutazon. penggunaan obat antikoagulan yang overdosis dan penggunaan obat-obatan yang dapat menyebabkan trombositopenia seperti fenilbutazon. Perdarahan dikategorikan ringan bila berupa petekie. alamat. kuinidin. Data diolah dengan menggunakan program SPSS 15 For Windows. indometasin. gagal ginjal stadium lanjut. perdarahan gusi dan epistaksis. hematoskesia. obat-obat hipoglikemik oral dan digitoksin). pekerjaan. Purpura Trombositopenia Trombotik. atau jumlah trombosit terendah bila pada pasien tersebut tidak didapati adanya manifestasi perdarahan. kloramfenikol. defisiensi vitamin C. hematuria dan perdarahan otak. serta hasil pemeriksaan laboratorium mikrobiologi dan trombosit. Data trombosit yang digunakan adalah jumlah trombosit pada hari terjadinya perdarahan. Purpura Trombositopenia Idiopatik. trimetoprim. HASIL .

1 84623.52 ± 61.820.7 195000.Dari 341 sampel pasien DBD dewasa terdapat 12 pasien dengan perdarahan berat dan 329 pasien dengan perdarahan ringan atau tanpa manifestasi perdarahan.093.3 124353.842.546.2 97304.451. Grafik 1. Dari hasil pengamatan terhadap penurunan jumlah trombosit pada pasien DBD yang mengalami perdarahan ringan atau tidak mengalami manifestasi perdarahan didapatkan bahwa jumlah trombosit rata-rata akan mencapai nilai terendah pada hari ke 6 demam.1 157108.0 124439.5 .78 ± 59. Grafik Penurunan Jumlah Trombosit Pada Pasien Dengan Manifestasi Perdarahan Negatif 210000 190000 Jumlah Trombosit 170000 150000 130000 110000 90000 70000 50000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Hari Demam Jumlah Trombosit 90636. Dari analisis ROC.013. didapatkan titik potong ( cut off point ) jumlah trombosit untuk terjadinya perdarahan sebesar 88.913.5 129250.6 173333. sedangkan pada penderita dengan perdarahan ringan / tanpa manifestasi perdarahan adalah 84.0 202555. Rerata jumlah trombosit pada kelompok perdarahan berat adalah 93.3 78094.3 70006.

0 142857.2 82643. didapatkan bahwa pola penurunan jumlah trombosit tidak teratur seperti pada pasien dengan manifestasi perdarahan ringan atau manifestasi perdarahan negatif.7 103146. Grafik Penurunan Jumlah Trombosit Pada Pasien Dengan Manifestasi Perdarahan Ringan 210000 190000 Jumlah Trombosit 170000 150000 130000 110000 90000 70000 50000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Hari Demam Jumlah Trombosit 144500.9 70828. .2 69457.8 92148.0 166500.8 98415.1 192500.4 Dari hasil pengamatan terhadap pola penurunan jumlah trombosit pada pasien yang mengalami perdarahan berat.Grafik 2.6 78141. Penurunan jumlah trombosit tidak menunjukkan pola yang khas.7 100661.7 138208.0 145272. seperti pada pasien DBD lainnya.

Dari 341 sampel pasien DBD dewasa.7 91555.820 / mm3. . Tabulasi silang antara jumlah trombosit yang dibagi berdasarkan cut off point dengan manifestasi perdarahan.6 166000. Tabel 1.0 36450.820 / mm 3.0 52450. Dari 151 pasien dengan jumlah trombosit > 88. terdapat 190 pasien dengan jumlah trombosit ≤ 88. 10 di antaranya terjadi manifestasi perdarahan berat dan 180 sisanya tidak terjadi manifestasi perdarahan / terjadi perdarahan ringan.820.820 / mm3.1 52840.0 144500.820 / mm3 dan 151 pasien dengan jumlah trombosit > 88.Grafik 3.0 98885. 2 di antaranya terjadi manifestasi perdarahan berat dan 149 sisanya tidak terjadi manifestasi perdarahan / terjadi perdarahan ringan.0 128000.0 378000.0 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Hari Demam Jum lah Trom bosit Dari analisis ROC didapatkan titik potong ( cut off point ) jumlah trombosit untuk terjadinya perdarahan sebesar 88. Dari 190 pasien dengan jumlah trombosit ≤ 88.0 175000. Grafik Penurunan Jumlah Trombosit Pada Pasien Dengan Manifestasi Perdarahan Berat 400000 350000 Jumlah Trombosit 300000 250000 200000 150000 100000 50000 0 0 1 1000.0 119857.

Peranan DIC pada pasien DBD telah banyak diselidiki.893 – 19.044 df = 1 95 % CI = 0.4 demam dan perubahan patologis sistem megakariosit.844 RR = 4. Dari penelitian dengan radioisotop dibuktikan adanya destruksi trombosit dalam sistem retikuloendotelial yaitu dalam limpa dan hepar. Akibat koagulasi intravakular.183 PEMBAHASAN Penelitian sum-sum tulang pada pasien DBD menunjukkan adanya depresi sumsum tulang yaitu tahap hiposeluler pada hari ke 3. Pada pasien DBD juga terjadi pemendekan masa paruh trombosit.820 Trombosit > 88. pemakaian faktor-faktor pembekuan dan trombosit meningkat sehingga terjadi trombositopenia. meningkatnya destruksi dan pemakaian jumlah trombosit berlebih sehingga terjadi trombositopenia. Pada pengamatan mengenai rata-rata penurunan jumlah trombosit selama penderita di rawat di Rumah Sakit.7 Dari penelitian-penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada pasien DBD terjadi penurunan produksi. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian di mana jumlah trombosit pada hari ke 3 demam mulai menurun dan mengalami trombositopenia pada hari ke 4 demam.820 Total X2 = 3.Manifestasi perdarahan Berat Trombosit ≤ 88.139 10 2 12 ringan / tidak ada 180 149 329 Total 190 151 341 p = 0. didapatkan bahwa jumlah trombosit pada pasien .

Pola penurunan jumlah trombosit pada pasien dengan manifestasi perdarahan berat tidak menunjukkan pola yang teratur.7. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya sekresi ADP dan metabolit prostasiklin plasma ( PGI ) yaitu 6-keto-PGF. Nilai jumlah trombosit yang normal sebelum hari ke 4 demam tidak dapat digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit DBD. Hal ini disebabkan karena jumlah sampel yang terlalu sedikit dan tidak lengkapnya data sekunder yang ada pada bagian Catatan Medik Rs. hendaknya pemeriksaan laboratorium jumlah trombosit dilakukan mulai hari ke 4 demam.dengan manifestasi perdarahan negatif dan manifestasi perdarahan ringan mulai menurun pada awal fase demam. . Dr.9 Berdasarkan data pada grafik 1 dan 2. pada pasien DBD juga terdapat gangguan fungsi trombosit.2. Jumlah trombosit terus menurun hingga mengalami trombositopenia mulai hari ke 4 demam dan mencapai titik terendah pada hari ke 6 demam. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya di mana jumlah trombosit akan mencapai nilai terendah pada hari ke 6 demam dan mulai mencapai normal kembali pada hari ke 8 atau 10. Kariadi Semarang Sebenarnya selain mengalami defisit secara kuantitatif. tidak terlihat pola penurunan jumlah trombosit yang khas seperti pada pasien DBD lainnya. maka dalam hal mendiagnosis penyakit DBD. 7 Akan tetapi pada penelitian ini tidak dilakukan pengamatan mengenai hal tersebut. Pada awal fase demam jumlah trombosit menurun dalam batas normal. Jumlah trombosit kemudian akan mulai naik pada hari ke 7 dan mencapai normal kembali mulai hari ke 9 atau 10.

Didapatkan nilai Fisher’s Exact Test = 0.test untuk mencari hubungan antara rerata jumlah trombosit pada pasien dengan manifestasi perdarahan negatif dan manifestasi perdarahan ringan. Dari uji T – test untuk mencari hubungan antara rerata jumlah trombosit pada pasien dengan manifestasi perdarahan ringan dan manifestasi perdarahan berat. Hal ini berarti tidak ada perbedaan bermakna antara rerata jumlah trombosit pada pasien dengan manifestasi perdarahan negatif dan manifestasi perdarahan berat. Dengan uji kai kuadrat didapatkan hasil p = 0. Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa hitung jumlah trombosit yang rendah tidak selalu disertai dengan manifestasi perdarahan. Hal ini berarti terdapat hubungan yang bermakna antara trombositopenia dengan risiko terjadinya manifestasi perdarahan berat pada pasien DBD. didapatkan nilai p = 0.507.169. Trombositopenia merupakan salah satu penyebab perdarahan pada DBD. maka dipakai uji mutlak Fisher.044.Dari uji T.323. Hal ini berarti tidak ada perbedaan bermakna antara rerata jumlah trombosit pada pasien dengan manifestasi perdarahan ringan dan manifestasi perdarahan berat. Karena pada tabel 2x2 terdapat sel dengan nilai < 5. didapatkan nilai p = 0.05. Demikian pula kelainan sistem koagulasi juga mempunyai peranan sebagai penyebab perdarahan pada pasien DBD. Hal ini menunjukkan . Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang bermakna antara rerata jumlah trombosit pada pasien dengan manifestasi perdarahan negatif dan menifestasi perdarahan ringan. Dari uji T – test untuk mencari hubungan antara rerata jumlah trombosit pada pasien dengan manifestasi perdarahan negatif dan manifestasi perdarahan berat. didapatkan nilai p = 0.

7. karena pemeriksaan-pemeriksaan tersebut tidak praktis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. VIIIab XIIa Trombosit Agregasi Pembekuan TF3 Fibrinolisis Plastin Kinin Komplemen RES Fibrin Anafilaktosin . penurunan berbagai faktor koagulasi. D. disfungsi trombosit dan koagulasi intravaskuler menyeluruh. tanda-tanda syok. trombositopati dan koagulopati. maka pemeriksaan laboratorium jumlah trombosit dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya manifestasi perdarahan pada pasien DBD. seperti kerusakan endotelium kapiler.8 Akan tetapi.dimer dan FDP ( Fibrin Degradation Product ) plasma ). Pada pasien DBD terjadi kerusakan kapiler.bahwa ada faktor lain penyebab perdarahan pada pasien DBD selain trombositopenia. Adapun penyebab perdarahan yang lain pada DBD adalah vaskulopati. maka pada pasien DBD yang mengalami perdarahan sebenarnya perlu juga diperiksa faktor-faktor hemostasis lainnya. pemeriksaan fungsi trombosit ( kadar ADP dan metabolit prostasiklin plasma ( PGI ) yaitu 6-keto-PGF ) dan indikator koagulasi intravaskular menyeluruh ( kadar fibrinogen. pemeriksaan fungsi koagulasi ( waktu protrombin dan waktu parsial tromboplastin ).

SARAN 1. 2.Trombositopenia FDP Permeabilitas Pb darah naik Hipoksia asidosis Volume plasma turun PERDARAHAN DIC Syok KESIMPULAN Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa penurunan jumlah trombosit mempunyai hubungan yang bermakna dengan risiko terjadinya perdarahan berat pada pasien DBD. 3. Dari hasil penelitian yang didapat. . Dokter perlu mewaspadai terjadinya manifestasi perdarahan pada pasien DBD dengan jumlah trombosit < 88.820. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain penyebab perdarahan pada pasien DBD selain trombositopenia dalam kaitannya sebagai faktor risiko terjadinya manifestasi perdarahan. maka untuk mendiagnosis penyakit DBD hendaknya dokter melakukan pengecekan hitung jumlah trombosit mulai hari ke 4 demam karena trombositopenia pada penderita DBD umumnya terjadi mulai hari ke 4 demam.

Sp PD dan dr.UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih penulis tujukan kepada yang terhormat : 1. THT. MSc. Kariadi Semarang yang telah membantu pencarian data yang diperlukan untuk penelitian ini. Petugas Catatan Medik RSUP Dr. . Suprihati. 3. Charles Limantoro. dr. PD sebagai penguji artikel dan proposal. yang telah memberikan saran dan masukan demi perbaikan Karya Tulis Ilmiah ini. 4. Sp. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan masukan selama penelitian sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Banteng Hanang Wibisono. Sp. bantuan dan doa sehingga penulisan Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik. 2. dr. Dr. Keluarga tercinta yang selalu memberikan dukungan.

New York / Toronto : McGraw-Hill Medical Publishing Division. No 2. Volume 1. Dalam: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia. Voume I. Alwi I. Suroso T. Hauser SL. 3. Dalam : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia. 2006: 1731-1735. Available from: URL: HYPERLINK http://www. Volume 1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. AS Mahendra Tri. Simadibrata K. Jameson DL. Medan : Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia.DAFTAR PUSTAKA 1. Early Warning System ( EWS ) Berbasis Iklim Sebagai Upaya Mencegah Kejadian Luar Biasa ( KLB ) Demam Berdarah Dengue di Indonesia. 2006: 10-16. Pasaribu S. 16th edition. Hadinegoro SRH. 2006: 28-33. Sudoyo AW. Harrison’s Principle of Internal Medicine. Wuryadi S. 4. Jilid III.com. Edisi IV. Giusman R. Jakarta: Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan. Medan: Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia. Penatalaksanaan Demam Berdarah Dengue. No 2. Kasper DL. 2005: 1169-1174. Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia. 2001: 1-24 6. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2. 5. Studi Komparasi Perilaku Masyarakat dan Kondisi Lingkungan pada Kejadian Demam Berdarah Dengue di Daerah KLB dengan Non KLB di Surabaya. . Fauci AS. Braunwald E. Setiati S. Setiyohadi B.cerminduniakedokteran. Longo DL. Fachrizal A. Efendi F. Soegijanto S.

Sutaryo. .7. A Sefanya. Buku Praktis Mengenal Demam Berdarah. Available from: URL: HYPERLINK http:/www. Sastroamoro S. Yogyakarta: Penerbit MEDIKA. 2002. 2004: 1-14 10. Sugianto.com.Jakarta: CV Sagung Seto. Dirgagunarsa. D. Ismael S. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis.cerminduniakedokteran. Wulur H. 1996: 279-281 9. edisi 2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Mattingly D. Perubahan Jumlah Trombosit Pada Demam Berdarah Dengue. Seward’s Bedside Diagnosis 13th edition. Samsi TK. Jennings GB. 8.

0% Trombosit * Perdarahan Report Trombosit Perdarahan Negatif Positif Total Mean 84093.451 60287. Deviation 61013.79 N 108 233 341 Std.0% Cases Excluded N Percent 0 .8 Grafik letak Cut Off Point nilai trombosit Means Case Processing Summary Included N Percent 341 100.5 88820.128 Minimum 2600 1000 1000 Maximum 381000 343000 381000 .913 59842.0% Total N 341 Percent 100.2 93546.52 93546.Perdarahan (-) Perdarahan (+) 84093.78 90552.

The minimum expected count is 5. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correctiona Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases .772 4.5% Trombosit < 88820 > 88820 Total Count % of Total Count % of Total Count % of Total Total 190 55.3% 341 100.974 .0% Chi-Square Tests Value 3. 0 cells (.096 .0%) have expected count less than 5.044 a.7% 12 329 3.998 Value Odds Ratio for Trombosit (< 88820 / > 88820) For cohort Perdarahan = Positif For cohort Perdarahan = Negatif N of Valid Cases 4.Crosstabs Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 . (2-sided) . 31.073 . (2-sided) Exact Sig.6% 43.183 17.7% 151 44.9% 52. Computed only for a 2x2 table b.924 19.5% 96. Sig.884 .833 341 df 1 1 1 1 Asymp.0% Trombosit * Perdarahan Crosstabulation Perdarahan Positif Negatif 10 180 2.050 .277 3.139 3.960 341 .8% 2 149 .893 .039 .0% Trombosit * Perdarahan Valid N Percent 341 100. Risk Estimate 95% Confidence Interval Lower Upper .864 .0% Total N 341 Percent 100.050 Exact Sig.844b 2.

42 156306.63 .38 98885.77 134624.10 83150.3 2E+009 45770.92 192500.3 97953.88 69457.3 126219.Explore Perdarahan Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .2 124396.0% 0 .14 70006.0% Trombosit Perdarahan Negatif Ringan Berat Valid N Percent 12 100. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.460 -1.0% 14 100.08 63175.0% 100.5 114437.637 1.71 3E+009 56066.70 Lower Bound Upper Bound Ringan .232 10302.70 138348.45 202555. Deviation Minimum Maximum Statistic 127225. Error 13212.0% Descriptives Trombosit Perdarahan Negatif Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.0% Total N 12 14 11 Percent 100.4 98144.0% 0 .04 59291.4 101904.6 93834. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.00 175000.0% 100.768 96958.0 Std.35 Lower Bound Upper Bound Berat .81 Lower Bound Upper Bound .3 1E+009 38547.0 123042.6 132549.123 116091.534 -.154 16904.597 1.40 .91 1000.0% 11 100.

00 100000. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Lower Bound Upper Bound 69457.00 Negatif Ringan Berat Perdarahan .00 200000.922 . a.00 92050. Lilliefors Significance Correction Trombosit 250000.71 3E+009 56066.768 96958.203 14 .04 59291.160 12 .661 1.962 Shapiro-Wilk df 12 14 11 Sig.08 63175.802 *.00 Trombosit 150000.00 0. .975 .0 174000.215 .Berat Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.919 .81 .534 -.200* .00 -.00 50000.91 1000.77 134624.154 16904.200* a Trombosit Perdarahan Negatif Ringan Berat Statistic .00 175000. .148 11 .92 192500.303 .226 -.0 123042.40 .123 .3 97953.279 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.38 98885.597 1. This is a lower bound of the true significance.

54188 45245. Error Mean 13212. t df Sig.88173 Std.6 Std.13167 11133. (2-tailed) Mean Difference Std.4 116091.52118 -23644.665 24 21.69388 Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig.13873 38547. Deviation 45770. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference .70 10302.183 .10409 45911.79489 16754.T-Test Group Statistics Perdarahan Negatif Ringan N 12 14 Mean 127225.79489 16527.507 .513 11133.665 .672 .35 Trombosit Independent Samples Test Trombosit Equal variances Equal variances assumed not assumed .674 .62273 Lower Upper -22977.

Deviation 45770. (2-tailed) Mean Difference Std.80266 30267.450 1.12607 74481.169 .91369 Std.4 96958.T-Test Group Statistics Perdarahan Negatif Berat N 12 11 Mean 127225.411 21 19.13873 56066.08170 75115.593 .72385 -14581. Error Mean 13212.75828 Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig.33829 21455.424 1.33829 21260.70 16904.04 Std. t df Sig.174 30267.376 .90114 Lower Upper -13947. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference .81 Trombosit Independent Samples Test Trombosit Equal variances Equal variances assumed not assumed .

011 .39371 Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig.204 1. Deviation 38547.6 96958.323 .88173 56066.30692 60900.24793 19133. t df Sig.003 .708 . Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference .35 16904.16113 58286.62388 Lower Upper -20019.T-Test Group Statistics Perdarahan Ringan Berat N 14 11 Mean 116091. Error Mean 10302.54340 18926.54340 19796.91369 Std.04 Std.347 19133.966 23 17.81 Trombosit Independent Samples Test Trombosit Equal variances Equal variances assumed not assumed 1. (2-tailed) Mean Difference Std.74550 -22633.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful