Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Dalam penerapan tujuan pembangunan milenium (millennium development goals) dengan delapan tujuan yang ingin dicapai oleh berbagai bangsa pada tahun 2015 diantaranya adalah untuk menjawab tantangan-tantangan utama pembangunan di seluruh dunia yang merupakan komitmen bersama negara-negara maju dan negara-negara berkembang dalam menangani permasalahan utama pembangunan termasuk di dalamnya pembangunan kesehatan diantaranya masih tingginya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan masih tingginya angka kematian ibu dan anak (UNDP, 2007). Pemerintah mewajibkan setiap bayi untuk mendapatkan imunisasi dasar terhadap tujuh macam penyakit yaitu penyakit TBC, Difteria, Tetanus, Batuk Rejan (Pertusis), Polio, Campak (Measles, Morbili) dan Hepatitis B, yang termasuk dalam Program Pengembangan Imunisasi (PPI) meliputi imunisasi BCG, DPT, Polio, Campak dan Hepatitis B. Imunisasi lain yang tidak diwajibkan oleh pemerintah tetapi tetap dianjurkan antara lain terhadap penyakit gondongan (mumps), rubella, tifus, radang selaput otak (meningitis), HiB, Hepatitits A, cacar air (chicken pox, varicella) dan rabies (Thoephilus, 2000). Banyak anggapan salah tentang imunisasi yang berkembang dalam masyarakat. Banyak pula orang tua dan kalangan praktisi tertentu khawatir terhadap resiko dari beberapa vaksin. Adapula media yang masih mempertanyakan manfaat imunisasi serta membesar-besarkan resiko beberapa vaksin. Kepercayaan dan perilaku kesehatan ibu juga hal yang penting, karena penggunaan sarana kesehatan oleh bayi berkaitan erat dengan perilaku dan kepercayaan ibu tentang kesehatan dan mempengaruhi status imunisasi. Masalah pengertian dan keikutsertaan orang tua dalam program imunisasi tidak akan menjadi halangan yang besar jika pendidikan yang memadai tentang hal itu diberikan (Ali, 2005).

Peran seorang ibu pada program imunisasi sangatlah penting. Karenanya suatu pemahaman tentang program ini amat diperlukan untuk kalangan tersebut. Dalam hal ini peran orang tua, khususnya ibu menjadi sangat penting, karena orang terdekat dengan bayi dan anak adalah ibu. Demikian juga tentang pengetahuan, kepercayaan, dan perilaku kesehatan ibu. Pengetahuan, kepercayaan, dan perilaku kesehatan seorang ibu akan mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi dan anak, sehingga dapat mempengaruhi status imunisasinya. Masalah pengertian, pemahaman dan kepatuhan ibu dalam program imunisasi bayinya tidak akan menjadi halangan yang besar jika pendidikan dan pengetahuan yang memadai tentang hal itu diberikan. (Ali, 2005). Berdasarkan data surveilans penyakit dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), diperoleh cakupan imunisasi pada bayi menurut Propinsi tahun 2008 untuk Nanggroe Aceh Darussalam jumlah sasaran bayi 106.784 orang, diimunisasi HB0 ( Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, diperoleh laporan hasil cakupan imunisasi bayi secara kumulatif pada tahun 2008, diimunisai BCG 3489 (81,4%), Polio1 3771 (88,0%), Polio2 3490 (81,4%), Polio3 3317 (77,4%), Poli4 3078 (71,8%), Campak 3015 (70,4%), HB-1 (0-7 hari) 2501 (58,4%), HB-1 (>7 hari) 175 (4,1%), DPT-HB-1 3516 (82,1%), DPTHB-2 3220 (75,1%) dan DPT-HB-3 2899 (67,7%). Dari angka cakupan ini terlihat bahwa rata-rata bayi di imunisasi untuk masing-masing jenis imunisasi adalah sebesar 2.952 atau 68,9%. Hal ini menunjukkan ada 1.333 (31,1%) bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap (Dinkes Kota Lhokseumawe, 2008). Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti bulan desember tahun 2008, diperoleh data hasil cakupan imunisasi bayi dari 674 sasaran bayi secara kumulatif sampai dengan bulan desember 2008, diimunisai BCG 561 (83,2%), Polio1 592 (87,8%), Polio2 520 (77,2%), Polio3 494 (73,3%), Poli4 483 (71.7%), Campak 523 (77,6%), HB-1(0-7 hari) 363 (53,9%), HB-1 (>7 hari) 122 (18,1%), DPT-HB-1 532 (78,9%), DPT-HB-2 478 (70,9%) dan

DPT-HB-3 446 (66,2%). Dari angka cakupan ini terlihat bahwa rata-rata bayi di imunisasi untuk masing-masing jenis imunisasi adalah sebesar 464 atau 68,98%. Hal ini menunjukkan ada 209 (32,02%) bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap (Puskesmas Mon Geudong, 2008). Sedangkan data imunisasi untuk Desa Pusong Lama dari Puskesmas Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti bulan desember tahun 2008, diperoleh data hasil cakupan imunisasi bayi dari 114 sasaran bayi secara kumulatif sampai dengan bulan desember 2008, diimunisai BCG 8 (7,0%), Polio1 8 (7,0%), Polio2 7 (6,1%), Polio3 7 (6,1%), Poli4 7 (6,1%), Campak 8 (7,0%), HB-1 (0-7 hari) 9 (7,9%), HB-1 (>7 hari) 0 (0%), DPT-HB-1 7 (6,1%), DPT-HB-2 7 (6,1%) dan DPT-HB-3 7 (6,1%). Dari angka cakupan ini terlihat bahwa rata-rata bayi di imunisasi untuk masing-masing jenis imunisasi adalah sebesar 75 atau 53,19%. Hal ini menunjukkan ada 39 (27,6%) bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap (Puskesmas Mon Geudong, 2008). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai tinjauan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0 12 bulan di desa Pusong Lama Kecamatan Banda Saki Kota Lhokseumawe. B.Perumusan Masalah Peran seorang ibu pada program imunisasi sangatlah penting karenanya suatu pemahaman tentang program ini amat diperlukan untuk kalangan tersebut. Dalam hal ini peran orang tua, khususnya ibu menjadi sangat penting, karena orang terdekat dengan bayi dan anak adalah ibu. Demikian juga tentang pegetahuan, kepercayaan, dan perilaku kesehatan ibu. Pengetahuan, kepercayaan, dan perilaku kesehatan seorang ibu akan mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi dan anak, sehingga dapat mempengaruhi status imunisasinya, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana tinjauan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Tahun 2009.

C.Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini hanya dibatasi pada ibu-ibu yang mempunyai bayi umur 0-12 bulan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2009. D.Tujuan 1.Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2009. 2.Tujuan Khusus a.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian iminisasi pada bayi umur 0-12 bulan berdasarkan pengetahuan ibu. b.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan berdasarkan sikap ibu. c.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan berdasarkan pendidikan ibu. E.Manfaat Penelitian. a.Sebagai bahan masukan bagi pihak Puskesmas Mon Geudong untuk peningkatan pelayanan, penatausahaan terhadap kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan. b.Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan penulis tentang masalah yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi dan sebagai salah satu pra-syarat untuk menyelesaikan studi di jurusan Kebidanan pada Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tahun 2009.

c.Sebagai bahan referensi di perpustakaan Jurusan Kebidanan Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. F.Sistematika Penulisan Judul penelitian ini adalah tinjauan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2009, yang terdiri dari VII bab yaitu : BAB I.PENDAHULUAN Latar Belakang, Perumusan Masalah, Ruang Lingkup Penelitian, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian dan Sistematika Penulisan. BAB IITINJAUAN PUSTAKA Imunisasi, Kekebalan, Tujuan pelaksanaan imunisasi, Jadwal pemberian imunisasi dan Faktor-faktor yang mempengaruhi imunisasi. BAB IIIKERANGKA KONSEP Variabel penelitian, Definisi operasional dan Metode pengukuran Variabel. BAB IVMETODE PENELITIAN Metode dan jenis penelitian, Lokasi dan waktu penelitian, Populasi dan sampel, Metode pengumpulan data, Instrumen penelitian, Pengolahan dan analisa data. BAB VGAMBARAN UMUM Letak Geografis, Keadaan Geografis, Fasilitas Desa BAB VIHASIL PENELITIAN Hasil penelitian dan pembahasan BAB VIIPENUTUP Kesimpulan dan Saran