Anda di halaman 1dari 4

Nama NIM TTD

: : DBD 109 0 :

Hidrothermal Hidrothermal adalah larutan sisa magma yang bersifat "aqueous" sebagai hasil differensiasi magma. Hidrothermal ini kaya akan logam-logam yang relatif ringan, dan merupakan sumber terbesar (90%) dari proses pembentukan endapan. Berdasarkan cara pembentukan endapan, dikenal dua macam endapan hidrothermal, yaitu : Cavity Filing, mengisi lubang-lubang (opening-opening) yang sudah ada di dalam batuan. Metasomatisme, mengganti unsur-unsur yang telah ada dalam batuan. Gambar Terjadinya Proses Hidrothermal

Sirkulasi hidrotermal terjadi ketika air laut menembus ke dalam kerak laut, menjadi panas, bereaksi dengan batu kerak, dan naik ke dasar laut. Sistem hidrotermal dasar laut memiliki dampak lokal besar pada kimia laut yang dapat diukur dalam bulu hidrotermal. Beberapa pelacak hidrotermal (terutama helium) dapat dipetakan ribuan kilometer dari sumber-sumber hidrotermal mereka, dan dapat digunakan untuk memahami sirkulasi laut dalam. Karena sirkulasi hidrotermal menghilangkan beberapa senyawa dari air laut (misalnya Mg, SO4) dan menambahkan banyak lainnya (Dia, Mn, Fe, H2, CO2), ini adalah proses yang sangat penting dalam mengatur komposisi air laut. Geokimia berteori bahwa semua air di lautan dunia didaur ulang melalui ventilasi hidrotermal sekali setiap 6-8.000.000 tahun dalam proses yang disebut sirkulasi hidrotermal. Air merembes ke dalam retakan di kerak laut, dipanaskan oleh magma, dan akhirnya mulai berencana melalui lubang hidrotermal. Ini kehilangan magnesium (Mg) dan sulfida (SO4) dan logam seperti tembaga keuntungan (Cu), besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), dan sulfur (S) pada perjalanannya. Diperkirakan bahwa jumlah air yang melewati laut dalam ventilasi setiap tahun ada di urutan yang sama besarnya sebagai aliran tahunan Sungai Amazon. Sirkulasi hidrotermal memiliki dampak pada keseimbangan suhu dan kimia lautan. Ini menghilangkan magnesium dan sulfat dari air laut, dan menambahkan kalsium, kalium, gas seperti hidrogen sulfida dan metana, dan melacak logam seperti besi dan mangan. Sampai penemuan ventilasi hidrotermal, para ilmuwan telah percaya bahwa keseimbangan kimiawi dari lautan ditentukan terutama oleh run-off dari benua. Sekarang jalankan-off dan infus hidrotermal dianggap sama pentingnya. Vent cairan yang mengandung sel-sel mikroba dan juga naik gas dari dasar laut untuk puluhan hingga ratusan meter untuk akhirnya menjadi bulu diencerkan menyebar horizontal oleh arus. Para ilmuwan telah mendeteksi efek dari ventilasi hidrotermal 1000 kilometer (621 mil) dan lebih jauh dari sumber mereka di Juan de Fuca Ridge di lepas pantai Oregon (pelacakan helium). Megaplumes dapat terbentuk dengan cepat, dalam hitungan jam, dan sering dikaitkan dengan aktivitas vulkanik dan pergeseran lempeng tektonik bumi. Sebuah lubang yang

dibuka pada bulan Februari, 1996 menghasilkan segumpal mineral air panas, dan mikroba itu adalah 9,66 km (6 mi.) Lebar. Adapun bentuk bentuk endapan mineral yang dapat dijumpai sebagai endapan hidrotermal adalah sebagai Cavity filling Cavity filling yaitu proses mineralisasi berupa pengisian ruang-ruang bukaan atau rongga rongga dalam batuan yang terdiri atas mineral mineral yang diendapkan dari larutan pada bukaan - bukaan batuan. , yang berupa Fissure veins, Shear - zone deposits, Stockworks, Ladder veins, Saddle reefs, Tension crack fillings, Breccia fillings : vulkanik, Tektonik, dan Collapse,Solution - cavity fillings : Caves and channels, Gash veins, Pore space fillings, Vessiculer fillings. Proses hydrotermal, merupakan proses pembentukan mineral yang terjadi oleh pengaruh temperatur dan tekanan yang sangat rendah ,dan larutan magma yang terbentuk ini merupakan unsur volatil yang sangat encer yang terbentuk setelah tiga tahapan sebelumnya. Secara garis besar endapan hidrotermal dapat dibagi atas : Endapan hipotermal (untuk cairan yang berada ditempat yang dalam dengan suhu berkisar antara 300o hingga 500o C), dengan ciri-ciri yaitu : Tekanan dan temperatur pembekuan relatif paling tinggi. Endapan berupa urat-urat dan korok yang berasosiasi dengan intrusi dengan kedalaman yang besar. Asosiasi mineralnya berupa sulfida, misalnya pirit, kallopirit, galena, dan spalerit serta oksidasi besi. Pada intrusi granit sering berupa endapan logam Au, Pb, Sn, W, dan Z.

Endapan Mesotermal (untuk cairan yang berada ditempat yang tidak begitu dalam dengan suhu berkisar antara 150o hingga 300o C), dengan ciri-ciri yaitu : Tekanan dan temperatur yang berpengaruh lebih rendah daripada endapan hipotermal.

Endapannya berasosiasi dengan batuan beku asam-basa dan dekat dengan permukaan bumi. Tekstur akibat cavity filling jelas terlihat, sekalipun sering mengalami proses penggantian antara lain berupa crustification dan banding. Asosiasi mineralnya berupa sulfida, misalnya Au, Cu, Ag, As, Sb dan Oksida Sn. Proses pengayaan sering terjadi.

Endapan Epitermal (untuk cairan yang berada ditempat yang dangkal dengan suhu berkisar antara 50o hingga 150o C), dengan ciri-ciri sebagai berikut : Tekanan dan temperatur yang berpengaruh paling rendah. Tekstur penggantian tidak luas, jarang terjadi. Endapan bisa dekat atau pada permukaan bumi. Kebanyakan teksturnya berlapis atau berupa fissure-vein. Struktur khas yang sering terjadi adalah cockade structure. Asosiasi mineral logamnya berupa Au dan Ag dengan mineral ganguenya berupa klasit dan zeolit disamping kuarsa.

Endapan Telethermal Endapan teletermal merupakan endapan yang terbentuk dalam suhu dan tekanan yang rendah , dengan ciri-ciri sebagai berikut : Tekanan dan temperatur yang berpengaruh lebih rendah daripada endapan epithermal. Endapan bisa dekat atau pada permukaan bumi.

Endapan Xenothermal Endapan xenothermal merupakan endapan yang terbentuk dalam suhu sedang hingga tinggi dan tekanan yang sedang hingga atmosfer.