Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin kami sebagai penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa pentingnya penggunaan obat allopurinol terhadap kesehatan konsumen dan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang Swamedikasi allopurinol dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah banyak membantu kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan, Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH B. IDENTIFIKASI MASALAH C. PEMBATASAN MASALAH D. PERUMUSAN MASALAH

............................................................. 1 ............................................................. 2

............................................................. 3 ............................................................. 3 ............................................................. 4 ............................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN A. TUJUAN SWAMEDIKASI ALLOPURINOL ............................................................. 5 B. PROSES SWAMEDIAKASI C. ALLOPURINOL 100 mg D. CARA MENGATASI ............................................................. 5 ............................................................. 10 ............................................................. 11

BAB III PENUTUP A. SIMPULAN B. SARAN ............................................................. 12 ............................................................. 12

DAFTAR PUSTAKA

............................................................. 13

BAB I
PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Di dalam lingkungan masyarakat khususnya masyarakat yang tidak berprofesi sebagai tenaga kesehatan, banyak sekali kita jumpai yang tidak mematuhi aturan pakai obat-obatan sehingga obat-obatan yang mereka konsumsi tidak teratur. Meski informasi obat-obatan sudah tertera pada etiket dan brosur bahkan di jelaskan oleh tenaga kesehatan yang berwenang contohnya Apoteker, tetap saja masih banyak masyarakat yang tidak patuh dalam mengkonsumsi obat. Misalnya dalam penggunaan obat untuk asam urat yaitu Allopurinol, penggunaan obat tersebut seharusnya harus dengan resep dokter dan harus konseling dengan tenaga kefarmasian misalnya Apoteker karena obat Allopurinol jika salah dalam penggunaannya dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas : ruam makulopapular didahului pruritus, urtikaria, eksfoliatif dan lesi purpura, dermatitis, nefritis, faskulitis dan sindrome poliartritis. Demam, eosinofilia, kegagalan hati dan ginjal, mual, muntah, diare, rasa mengantuk, sakit kepala dan rasa logam termasuk dalam kontraindikasi dalam penggunaan obat Allopurinol.

Obat allopurinol juga tidak boleh digunakan jika pasien menderita penyakit hati, jika informasi tersebut tidak dapat disampaikan oleh tenaga kesehatan contohnya Apoteker, maka akan menyebabkan kondisi yang fatal terhadap pasien yang tidak mengetahui akan hal tersebut, sedangkan tanggung jawab yang sangat besar utuk menjamin kesehatan dari pasien adalah paramedis baik itu dokter sebagai pendiagnosis maupun apoteker sebagai swamedikasi obatnya oleh karena itu paramedis khususnya Apoteker harus sangat memperhatikan penggunaan obatobatan yang tergolong obat-obat keras tertentu misalnya Allopurinol.

B. IDENTIFIKASI MASALAH Sesuai dengan judul makalah ini Swamedikasi Allopurinol, terkait dengan pelaksanaan program swamedikasi di apotek, rumah sakit. Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. Bagaimana peran Apoteker yang baik dan benar supaya penggunaan Allopurinol dapat digunakan secara rasional oleh masyarakat? 2. Informasi apa saja yang perlu di tekankan kepada masyarakat supaya dapat menggunakan obat Allopurinol secara rasional?

C. PEMBATASAN MASALAH. Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah : a. Peran apoteker dalam memberikan swamedikasi Allopurinol 100 mg kepada masyarakat. b. Informasi-informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat untuk penggunaan Allopurinol. D. Perumusan Masalah. Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Mengapa masyarakat tidak mematuhi aturan pakai obat Allopurinol? 2. Apa sebaiknya yang dilakukan Apoteker supaya masyarakat patuh terhadap aturan pakai obat Allopurinol?

BAB II PEMBAHASAN Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan swamedikasi allopurinol, Obat Allopurinol 100 mg (Komposisi, kontraindikasi, cara kerja, efek samping, interaksi obat) dan Cara mengatasi agar obat allopurinol dapat digunakan dengan baik dan benar.

A. TUJUAN SWAMEDIKASI OBAT ALLOPURINOL Tujuan utama swamedikasi obat allopurinol adalah Agar konsumen pengguna obat allopurinol dapat mengkonsumsi obat allopurinol dengan baik dan benar. Sedangkan tujuan lainnya adalah Agar obat allopurinol tidak di salahgunakan hingga berlebihan Namun secara operasional tujuan swamedikasi obat allopurinol, diantaranya adalah : 1. Memupuk kesadaran konsumen obat allopurinol. 2. Membimbing dan mengarahkan aturan pakai obat allopurinol. 3. Memperluas pengetahuan para konsumen tentang pentingnya penggunaan obat secara teratur. 4. Membimbing konsumen agar tidak salah dalam menggunakan obat allopurinol. 5. Memberikan informasi tentang indikasi, kontraindikasi, aturan pakai, efek samping dan dosis secara benar pada konsumen obat allopurinol. B. PROSES SWAMEDIAKASI ALLOPURINOL Pasien Apoteker Pasien : Selamat pagi pak. : Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu? Sebelumnya boleh tau siapa nama bapak? : Nama saya Arya. begini pak, saya mau membeli obat Allopurinol. Apa di apotik ini ada? Apoteker Pasien Apoteker Pasien Apoteker Pasien : Ada bapak. Kalau boleh tau ini obatnya ditujukan ke siapa? : Obatnya untuk saya sendiri pak. : hmm.. kalau boleh tau berapa usia bapak sekarang? : Usia saya 47 tahun pak. : Sejak kapan bapak menderita asam urat? : Sekitar seminggu yang lalu, penyakit saya ini kambuh-kambuhan pak.
5

Apoteker Pasien Apoteker Pasien

: Bagian tubuh bapak mana yang terasa sakit? : Bagian paha pak. : Ooo. Kenapa rasa sakit/nyeri di bagian paha bapak bisa muncul? : Pada saat saya mengangkat sekantung beras seberat 15 kg, rasa sakit di bagian paha mulai muncul, terus kantung berasnya saya taruh kembali, karena paha saya terasa sakit pak.

Apoteker

: Apakah bapak pernah melakukan pengobatan lain sebelum bapak membeli allopurinol ? kalau ada pengobatan apa itu?

Pasien Apoteker Pasien Apoteker

: Hmm... ada pak, saya pernah ke tukang pijat setelah sakit itu. : Setelah bapak di pijat apakah ada perubahan? : Tidak pak, rasa sakit saya masih tetap sama, masih tetap kambuh-kambuhan pak. : Apakah bapak pernah mengalami penyakit gangguan fungsi ginjal dan penyakit hati?

Pasien Apoteker Pasien Apoteker

: Tidak pernah pak. : Apakah bapak sudah memeriksakan penyakit bapak ke dokter? : Tidak pernah pak. : Begini pak, penyakit asam urat itu harus didiagnosis terlebih dahulu oleh dokter, karena untuk memastikan apakah bapak benar menderita penyakit asam urat tersebut atau penyakit lainnya seperti terkilir dan keseleo.

Pasien

: Tapi kata teman saya rasa sakit yang saya alami ini sama, terus dia bilang saya kena asam urat, sehingga saya di suruh ke tukang pijat atau membeli obat allopurinol saja, begitu kata teman saya pak.

Apoteker

: Begini pak, obat allopurinol itu harus di resepkan oleh dokter, karena allopurinol termasuk obat-obatan golongan anti inflamasi non steroid, supaya penyakit bapak
6

benar-benar di diagnosis asam urat oleh dokter, baru saya berani memberikan obat itu untuk bapak. Pasien Apoteker Pasien Apoteker : Berarti saya harus memeriksakan nya ke dokter dulu ya pak? : Iya pak, supaya penggunaan obat allopurinol ini bisa digunakan secara rasional. : Tapi saya belum sempat ke dokter pak, apa yang seharusnya saya lakukan pak? : Baiklah saya akan berikan obat tradisional saja supaya lebih aman, apakah bapak mau? Pasien Apoteker : Obat apa itu pak? : Bapak konsumsi saja jahe merah, karena jahe merah merupakan herbal anti peradangan, jahe merah bisa membantu mengurangi peradangan di sendi dan membuang tumpukan asam urat dengan memperlancar sirkulasi darah. Pasien Apoteker Pasien Apoteker Pasien Apoteker : Bagaimana cara menghidangkan jahe merah itu pak? : Bapak bisa merebusnya dengan air, dan meminum air rebusan jahe merah itu. : Kalau begitu saya akan coba meminum rebusan jahe merah itu pak. : Kalau penyakit bapak masih berlanjut, tolong segera hubungi dokter ya pak ? : Ya pak, trimakasih banyak. : Sama-sama pak, apa ada yang bisa saya bantu atau mungkin ada yang bapak tanyakan lagi ? Pasien Apoteker : Ooo tidak ada pak, sudah cukup, trimakasih, baiklah pak saya permisi dulu. : Iya silahkan pak, hati-hati di jalan.

Seminggu kemudian pasien datang lagi ke apotik, Pasien : Selamat malam pak.
7

Apoteker Pasien Apoteker Pasien

: Malam, silahkan duduk pak. : Trima kasih. : Ada yang bisa saya bantu? : Saya Arya, seminggu yang lalu saya pernah menanyakan obat allopurinol sama bapak, apakah bapak masih ingat dengan saya?

Apoteker Pasien Apoteker Pasien Apoteker Pasien Apoteker Pasien Apoteker

: Oo iya saya masih ingat, apa yang bisa saya bantu pak? : Saya mau beli obat allopurinol pak untuk asam urat saya yang 2 minggu yang lalu. : Apakah bapak sudah periksakan ke dokter? : Sudah pak, saya sudah di diagnosis sakit asam urat. : Ada resepnya pak? : Ini resepnya pak. : Coba saya lihat dulu ya pak. : Ini silahkan pak. : Ini resep nya tertera dengan dosis allopurinol 100 mg, dengan aturan pakai tiga kali sehari 1 tablet iya pak.

Pasien Apoteker Pasien Apoteker Pasien Apoteker

: Iya pak. : Berarti untuk sehari bapak mengonsumsi allopurinol sebanyak 300 mg. : Ya pak. : Apakah bapak menderita gangguan pada ginjal? : Saya tidak ada menderita penyakit ginjal pak. : Apa benar bapak tidak menderita penyakit gagal ginjal dan sudah bapak periksakan ke dokter?

Pasien Apoteker

: Iya benar, dan sudah saya periksakan ke dokter. : Berati bapak boleh mengonsumsi allopurinol, dosis yang tertera di resep juga sudah tepat, jadi saya akan mengambilkan obat nya dulu ya pak?

Pasien Apoteker Pasien

: Iya pak. : Ini obatnya pak, diminum sesuai aturan pakainya ya pak, 3 kali sehari 1 tablet. : Iya pak, trimakasi informasinya, o ya pak rebusan jahe merah yang bapak sarankan dapat mengurangi rasa sakit di paha saya pak, apakah saya boleh lagi mengonsumsi rebusan jahe merah itu pak?

Apoteker

: Tentu saja boleh pak, karena itu obat herbal jadi efek samping nya juga sangat minim, jadi aman untuk di konsumsi, tetapi bapak habiskan dahulu obat allopurinolnya ya? sesudah itu baru bapak boleh meminum rebusan jahe merah itu tadi.

Pasien

: Baik pak, saya akan menghabiskan obat allopurinol nya dulu dan akan saya minum sesuai dengan aturan pakai nya, sesudah itu baru saya akan mengonsumsi rebusan jahe merah itu tadi.

Apoteker Pasien Apoteker

: Baiklah pak, ada yang bisa saya bantu lagi pak? : Tidak, informasinya sudah cukup. Trima kasih banyak pak, saya permisi dulu. : Silahkan pak, semoga cepat sembuh.

C. ALLUPURINOL 100MG KOMPOSISI tiap tablet mengandung allpurinol 100mg CARA KERJA OBAT Alupurinol adalah obat penyakit pirai (gout) yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.Allupurinol bekerja dengan menghabat xantin, selanjutnya mengubah xantin menjadi asam urat.Dalam tubuh allupurinol mengalami metabolisme menjadi oksipurinol (alozantin) yang juga bekerja sebagai penghambat enzim oksidase.Mekanisme kerja senyawa ini berdasarkan
9

katabolisme purin dan mengurangi produksi asam urat,tanpa mengganggu biosintesa purin. INDIKASI Gout dan hiperurisimia POSOLOGI Dewasa Dosis awal 100mg sehari dan ditingkatkan setiap minggu sebesar 100mg sampai dicapai dosis optimal Dosis maximal yang di anjurkan 800mg sehari Pasien dengan gagnguan ginjal 100-200mg sehari Anak 6-10 tahun Bila disertai penyakit kanker,dosis maximal 300mg sehari Anak dibawah 6 tahun Dosis maximal 150mg sehari Dosis tergangtung individu,sebaiknya diminum sesudah makan. Pemeriksaan kadar asam urat serum dan fungsi ginjal membantu penetapan dosis efektif minimum,untuk memelihara kadar asam urat serum <= 7mg mg/dl pada pria dan <=6 mg/dl pada wanita. PERINGATAN DAN PERHATIAN Hati hati pemberian pada penderita yang hipersensitif dan wanita hamil. Hindari penggunaan penggunaan pada penderitadengan gagal ginjal atau penderita dengan hiperurisemia asimtomatik Hentikan pengobatan alupurinol bila timbul kemerahaan kulit atau demam Penggunaan jangka penjang dapat menyebabkan katarak. Selama pengobatan di anjurkan melakukan pemeriksaan mata secara berkala,hentikan penggunaan apabila terjadi gejala kerusakan lensa mata Penggunaan pada wanita hamil ,hanya bila ada pertimbangan manfaaat dibandingkan rsikonya. Allupurinol dapat meningkatkan frekuensi serangan artritis gout akut sehingga sebaiknya obat inflamsi atau kolkisin diberikan bersama pada awal terapi. Hati-hati bila diberikan bersama dengan vidarabin EFEK SAMPING Reaksi hipersensitivitas:ruam makulopapular didahului pruritus,urtikaria,eksfoliatif dan lesi purpura,dermatitis,neritis, faskulitis, dan sindrome poliartritis,Demam, eosonofilia,kegagalan hati dan ginjal,mual muntah,diare,rasa mengantuk,sakit kepala dan rasa logam. KONTRAINDIKASI Alergi terhadap alupurinol Penderita dengan penyakit hati dan "bone marrow suppression". INTERAKSI OBAT Pemberian alupurinol bersama dengan azatioprin,merkatopurin atau siklofosfamid dapat meningkatkan efek toksid dari obat tersebut.

10

Jangan diberikan bersama sama dengan garam besi dan obat diuretik golongan tiazida Dengan warfarin dapat menghambat metabolisme obat dihati

D. CARA MENGATASI AGAR OBAT ALLOPURINOL DAPAT DIGUNAKAN DENGAN BAIK DAN BENAR Bila diperhatikan, masih banyak sekali masyarakat terutama yang bukan pekerja kesehatan tidak mematuhi dalam pemakaian obat allopurinol dengan benar. Cara mengatasi agar masyarakat lebih patuh dalam penggunaan obat allopurinol antara lain : 1. Saat konsumen membeli obat di apotik, minimal ada satu apoteker disana atau paling tidak yang mengerti tentang penggunaan obat allopurinol(Assisten Apoteker) agar dapat memberikan swamedikasi tentang obat allopurinol sehingga masyarakat tidak asal membeli kemudian mengkonsumsi obat secara sembarangan. 2. Penjual obat yang ada di apotik tidak menyerahkan obat allopurinol jka belum menerima swamedikasi obat allopurinol. 3. Penyampaian swamedikasi (Apoteker/Assisten Apoteker) memberikan penjelasan kepada konsumen tentang dosis, efek samping, indikasi, dan perlu menekankan hal-hal yang dianggap penting sekali sehingga tidak salah dalam penggunaan obat yaitu aturan pakai dan kontraindikasi. 4. Si penyampai pesan tentang swamedikasi (Apoteker/Assisten Apoteker) penting untuk menyampaikan swamedikasi dengan kooperatif sehingga konsumen tidak merasa bosan dan menganggap penyampaian pesan tersebut adalah penting sehingga pasien lebih patuh dalam mengkonsumsi allopurinol. 5. Kebanyakan pasien tidak patuh dalam penggunaan obat karena mereka kurang di berikan swamedikasi secara maksimal, dan disinilah penyampai pesan (Apoteker/Assisten Apoteker) perlu menyampaikan swamedikasi selengkaplengkapnya dan sejelas-jelasnya sehingga pasien mengerti pentingnya mengkonsumsi obat allopurinol secara teratur. 6. Apoteker/Assisten Apoteker hendaknya selalu standby sehingga di setiap apotik paling tidak ada yang memberikan swamedikasi sehingga pasien lebih terarah dalam penggunaan obat dan tidak sembarangan dalam menggunakan obat allopurinol. 7. Apoteker/Assisten Apoteker harus memberikan informasi secara sabar dalam menyampaikan swamedikasi kepada pasien. 8. Apoteker/Assisten Apoteker harus banyak menggali informasi dan memperbaharui informasi yang ia miliki sehingga tidak memberikan swamedikasi yang salah karena ini sangatlah penting untuk kesehatan si pasien.

11

BAB III PENUTUP A. SIMPULAN Berdasarkan uraian bahasan Swamedikasi Obat Allopurinol dapat disimpulkan bahwa : 1. Peranan Apoteker sangat di perlukan dalam menyampaikan swamedikasi terhadap pasien 2. Apoteker harus dapat menggali sedalam-dalamnya tentang pasien sehingga dapat memutuskan apakah obat allopurinol layak atau tidak untuk diberikan 3. Seorang Apoteker hendaknya melakukan dengan baik dan professional

B. SARAN Bertolak dari peranan Apoteker yang begitu banyak hambatan dalam memberikan swamedikasi obat allopurinol pada pasien sebagai berikut: 1. Sebaiknya Apoteker selalu ada di apotik 2. Peran Apoteker yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang kuat dan selalu memperbaharui informasi yang ia dapat sehingga menjadi Apoteker yang handal dan profesional.

12

DAFTAR PUSTAKA

http://www.farmasiku.com/index.php?target=products&product_id=29911 http://doktersehat.com/informasi-asam-urat-penyebab-pencegah/ http://thenewpiogama.wordpress.com/2007/06/08/allopurinol-sembuhkan-asam-urat/ http://www.farmasiku.com/index.php?target=products&product_id=29911 http://www.dechacare.com/Allopurinol-P630.html

13