Anda di halaman 1dari 3

Merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen,agregat kasar, agregat halus,air dan atau

bahan tambahan. Kelebihan: Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan lebih kecil Kekurangan: Bentuk yang telah dibuat sulit di ubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara besar Rangkak adalah penambahan regangan terhadap waktu akibat beban yang bekerja. Susut adalah perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. Hal yang mempengaruhi kekuatan beton adalah : 1.Kualitas semen 2.Proporsi semen terhadap campuran 3. Kekuatan dan kebersihan agregat 4. Interaksi atau adhesi antara pasta semen dan agregat 5. Pencampuran yang cukup dari bahan-bahan pembentuk beton 6. Penempatan yang benar, penyelesaian dan pemadatan beton 7. Perawatan beton 8. Kandungan klorida tidak melebihi 0.15% beton ekspos dan 1 % beton tidak di ekpos.

Faktor air semen adalah berat air dibagi dengan berat semen Pada dasarnya jumlah air yang untuk proses hidrasi sekitar 25% dari berat semen. Jika air yang digunkan kurang dari 25% maka kemudahan dalam pengerjaan tidak akan tercapai.

FAS yang rendah meyebabkan air yang berada diantara begian-bagian semen sedikit dan jarak antara butiran-butiran semen menjadi pendek. Akibatnya, massa semen lebih menunjukkan keterkaitannya (kekuatan awal lebih berpengaruh). Syarat-syarat air 1.Tidak mengandung garam-garam organik lebih dari 2000 mg/ltr 2. Air basah tidak lebih dari 0.5%

Agregat halus adalah batuan yang ukurannya lebih kecil dari 4.80 mm ( British Standard ) atau lebih kecil dari 4.75 ( ASTM Standard ). Agregat halus ialah agregat yang semua butirnya menembus ayakan berlubang 4.8 mm ( SII. 0052, 1980) atau 4.75 mm ( ASTM C33, 1982) atau 5,0 mm ( BS.812.,1976) Agregat kasar adalah agregat yang semua butirnya tertinggal diatas ayakan 4.8 mm ( SII. 0052, 1980) atau 4.75 mm ( ASTM C33, 1982) atau 5,0 mm ( BS.812.,1976) Agregat kasar adalah batuan yang ukurannya lebih besar dari 4.80 mm ( Bristish Standard) atau lebih besar dari 4.75 ( ASTM Standard). Agregat dengan ukuran lebih besar dari 4.80 mm dibagi menjadi dua yaitu: yang berdiameter antara 4.8 40 mm disebut kerikil beton dan yang lebih besar dari 40 disebut kerikil kasar.Syarat-syarat agregat halus adalah: 1.Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras. Butir agregat halus harus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca. 2. Agregat halus tidak mengandung lumpur lebih dari 5% (ditentukan terhadap beratkering). Apabila kadar lumpur melampaui 5%, maka agregat halus harus dicuci. 3. Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organik terlalu banyak, haltersebut dapat diamati dari warna agregat halus. 4. Agregat yang berasal dari laut tidak boleh digunakan sebagai agregat halus untuk semua adukan spesi dan beton. Syarat-syarat agregat kasar adalah : 1.Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori. Agregat kasar yangmengandung butirbutir pipih hanya dapat dipakai, apabila jumlah butir-butir pipihtersebut tidak melebihi 20% dari berat agregat seluruhnya. Butir-butir agregat kasar harus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca. 2. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% (ditentukan terhadap berat kering). Apabila kadar lumpur melampaui 1%, maka agregat kasar harus dicuci. 3. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton, seperti zat-zat yang relatif alkali. 4. Besar butir agregat maksimum tidak boleh lebih dari pada 1/5 jarak terkecil antara bidangbidang samping cetakan, 1/3 dari tebal pelat atau 3/4 dari jarak bersihminimum batang-batang tulangan.

Beberapa alasan penggunaan bahan tambah 1.Memodifikasi beton segar, mortar dan grouting a.Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah kandungan air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama. ( Air dikurangi s.d. 15%) b.Menghambat atau mempercepat waktu pengikatan awal dari campuran beton. (Pengikatan awal bisa 3 jam dan bisa dibongkar 13 hari) c.Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau penambahan volume d. Mengurangi segregasi e.Mengurangi kehilangan nilai slump. Cara pengujian slump 1.Bersihkan cetakan 2. Letakkan cetakan di atas pelat injak 3.Ratakan permukaan lapisan 4.Ukur tinggi cetakan 5.Masukkan beton segar pei 1/3 volume cetakan 6.Padatkan lapisan perlapisan 7.Ratakan permukaan setelah penuh, lalu angkat cetakan 8.Ukur selisih penurunan Perbedaaan tinggi kerucut dan beton setelah di lepas adalah nilai slump.