Pengaruh Globalisasi Politik Terhadap Indonesia Globalisasi politik telah masuk ke Indonesia.

Kedaulatan negara hari ini menjadi sebuah wacana yang tidak akan pernah habis diperbincangkan. Disintegrasi nasional di beberapa tempat seperti Aceh, Poso, Ambon, lepasnya Timor Timur. Rekayasa politik global (factor ekstern) yang dikombinasikan dengan ekonomi membuat pemerintah Indonesia menjadi bulanbulanan di dunia Internasional. Masalah HAM, AIDS, cyber crime (kejahatan siber), pengelolaan negara yang serba KKN, ketidakberanian menghadapi IMF. Kejatuhan pemerintahan Suharto pada tahun 1998 yang diikuti ketidakstabilan politik, menjadikan Indonesia merosot dari segi GNP, kemampuan pemerintah untuk mengelola kecerdasan bangsa dan yang paling fatal adalah krisis identitas dan jati diri bangsa. Kebijakan otonomi daerah, agar daerah menjadi terberdayakan telah menjadi senjata makan tuan. Keinginan beberapa daerah untuk memerdekakan diri dan meminta otonomi seluasluasnya dianggap mengganggu kedaulatan negara. Kematian Theys di Jayapura menjadi indicator bahwa pemerintah pusat sudah tidak mampu lagi menjaga keselamatan diri warga negara. Pembantaian massal di Ambon, Poso, Aceh menjadi sebuah ironi dari keinginan negara yang hendak mewujudkan masyarakat madani dan supremasi hukum. Proses penyelesaian masalah telah membuat kesadaran pemerintah dan warga negara agar mampu memanfaatkan lobi di dunia internasional. Namun, sampai hari ini Indonesia masih menjadi negara yang paling tidak stabil di kawasan ASEAN. Isu-isu lokal seperti pengelolaan hutan, pengelolaan hutang luar negeri menjadikan Indonesia momok di dunia Internasional baik di lingkungan LSM Internasional dan PBB. Implikasi sangat teknis terjadi dalam sector kebijakan ekonomi dan perdagangan. Indonesia yangmenjadi negara eksportir nomor dua terbesar untuk karet mentah, ternyata tidak mampu untuk mengelola perdagangan karet mentah sampai barang jadi berupa ban mobil. Terjadi diskriminasi oleh negara barat terhadap Indonesia. Indonesia sampai hari ini tidak boleh mengimpor mesin pembuat bahan baku karet, sehingga untuk membuat ban mobil, Indonesia harus mengekspor dulu ke Inggris kemudian mengimpor lagi ban mobil dari Inggris. [18] Kebijakan untuk mendirikan pabrik pembuat bahan dasar seperti Texmaco dan pengaplikasian ekonomi kerakyatan mendapat tentangan dari IMF. IMF bahkan mengancam tidak akan memberikan bantuan hutang luar negeri, jika Indonesia masih memperbolehkan Texmaco beroperasi dan mencoba menggulirkan ekonomi kerakyatan. Globalisasi politik ternyata hanya menguntungkan negara-negara pertama, atau negara kapitalis. Kebijakan politik negara-negara
[

namun juga karena kondisi internal ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. Pasar bebas merupakan salah satu bentuk nyata dari globalisasi ekonomi. penjajahan ekonomi dan penjajahan politik. Dengan harapan masyarakat dan pelaku industri siap menghadapi segala dampak dari globalisasi terutama pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia. pada masanya globalisasi. Sudah sejak lama pemerintah Indonesia menggembar gemborkan tentang globalisasi itu sendiri. akhirnya Indonesia terlibat dalam pasar bebas Asia. Sedangkan menurut Selo Soemardjan. Indonesia sebagai negara berkembang harus meningkatkan kualitas bernegara dan berhati-hati agar tidak menjadi negara yang dimusuhi oleh dunia barat. Keberanian Indonesia untuk menghadapi hegemoni barat hanyalah menjadi mimpi sampai pada hari ini. maka secara otomatis . Namun dengan alasan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang jauh tertinggal dalam bidang ekonomi bila tidak turut serta dalam perjanjian CAFTA tersebut.produk buatan Indonesia. ternyata harus memenuhi standar dan kualifikasi dari negara-negara utara.produk dari negara lain. malah menjadi pihak yang diuntungkan atas masuknya Indonesia ke dalam pasar bebas Asia. ekonomi. Mereka bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang jauh lebih murah karena dilakukannya perjanjian penghapusan tarif import sehingga bisa menekan banyak biaya yang harus mereka keluarkan.produk buatan Indonesia. Pada gilirannya warga negara harus menghadapi nasib yang sangat tragis. memang dituntut untuk semakin kreatif menciptakan produk . Terlebih sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan. Globalisasi adalah terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah . serta budaya.dunia ketiga. Bagi beberapa pelaku industri. Konsekuensinya. Sebenarnya banyak pihak yang menyayangkan mengapa Indonesia ikut menandatangani CAFTA. Globalisasi terjadi pada bidang informasi. maka siap atau tidak.kaidah yang sama. Dengan mendapatkan bahan baku yang murah. Pengaruh Globalisasi Ekonomi Terhadap Indonesia Globalisasi merupakan proses dimana hubungan sosial dan saling ketergantungan antarnegara dan antarmanusia menjadi semakin tidak berbatas. Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik. Pengaruh dari globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia diantaranya adalah tumbuhnya kreativitas para pelaku ekonomi Indonesia serta semakin mendunia produk . 2003. menjadi tidak nyata. namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk . terutama yang selama ini mengandalkan bahan baku import dari China. para pelaku ekonomi.produk yang tidak hanya mampu bersaing dengan sesama produk buatan dalam negeri. Tidak hanya karena dunia industri Indonesia dianggap belum siap menghadapi pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia. barang barang dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Dengan adanya globalisasi. Tanpa adanya pengembangan produk. namun juga harus mampu bersaing dengan produk . Sehingga keinginan Indonesia untuk melakukan pemerataan dalam pembangunan. Indonesia harus menjadi negara jajahan baru kaum kapitalis dengan model penjajahan yang baru. sudah pasti produk mereka tidak akan bisa laku di pasaran.

Investasi secara langsung seperti pembangunan pabrik akan turut membuka lowongan kerja. Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi buruk begi perekonomian negeri ini. Dampak positif globalisasi ekonomi dari sisi semakin mudahnya diperoleh barang impor yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia. secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk2 dalam negeri yang handal dan berkualitas. namun kondisi ini juga bisa berdampak buruk bagi masyarakat karena kita cenderung hanya dijadikan objek pasar. dari sisi ketersediaan akses dana akan semaikin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. hal ini akan mendatangkan berbaga dampak negatif globalisasi ekonomi seperti membajirnya produk2 negeri asing seperti produk cina yang akhirnya mamatikan produksi dalam negeri. Itu merupakan contoh positif dari pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia. hanya saja dampak positif ini akan berbalik 180 derajat ketika pemerintah tidak mampu mengelola aliran dana asing. alih tehnologi juga bisa terbuka sangat lebar. Indonesia hanya pasar dan keuntungan penjualan dari negeri kita akan dibawa ke . warga negara Indonesia hanya akan menjadi tenaga kasar bergaji murah sedangkan pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan skill akan dikuasai ekspatriat asing. Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek permodalan. Bayangkan saja jika sebuah investasi besar dengan meilbatkan tenaga kerja lokal yang besar tiba2 ditarik karena dianggap kurang prospek sudah barang tentu hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.kegiatan industri bisa semakin berkembang. dan sudah barang tentu lowongan pekerjaan yang saat ini sudah sangat sempit akan semakin habis karena gelombang pekerja asing. Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global. Belum lagi ancaman dari semakin bebas dan mudahnya mata uang menjadi ajang spekulasi. studi kasus seperti produksi motor yang di kuasai Jepang. akan terjadi justru penumpukan dana asing yang lebih menguntungkan pemilik modal dan rawan menimbulkan krisis ekonomi karena runtuhnya nilai mata uang Rupiah.

Dampak ajang positif promosi globalisasi produk ekonomi dari aspek meningkatnya kegiatan pariwisata. Penguasaan kapital yang lebih besar dengan menciptakan pasar global terutama di dunia ketiga yang diyakini tidak akan mampu memenuhi standar tinggi produk global akan membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. namun bagi para penentangnya globalisasi hanya kedok para kapitalis yang akan semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara kaya dengan negara berkembang dan miskin.Jepang memperkaya sekaligus bangsa Jepang. Globalisasi dan liberalisme pasar dikampayekan oleh para pengusungnya sebagai cara untuk mencapai standar hidup yang lebih tinggi. sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata menjadi Indonesia. So pilihan akan keblai kekita mana yang kita pilih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful