Anda di halaman 1dari 4

Claudia Vallerine - 130110080069

MEKANISME HIPERTENSI
Untuk mengetahui pathogenesis hipertensi, kita perlu mengetahui faktor2 yang terlibat dalam regulasi normal tekanan darah dan meningkatnya tekanan darah. Ada 2 penentu tekanan arterial yaitu : Cardiac Output & Peripheral Resistance Cardiac Output berhubungan dengan : 1) Stroke Volume dihubungkan dengan myocardial contractility & size of the vascular compartment 2) Heart Rate Peripheral Resistance ditentukan oleh perubahan anatomis dan fungsional dari small arteries & arterioles.

INTRAVASCULAR VOLUME Vascular volume merupakan penentu utama tekanan arterial dalam jangka waktu yang lama Extracellular fluid space terdiri dari vascular & interstitial spaces perubahan total extracellular fluid volume sebanding dengan perubahan volume darah Sodium primary determinant of extracellular ion & primary determinant of extracellular fluid volume NaCl intake melebihi kapasitas ginjal untuk mensekresikan sodium vascular volume expand cardiac output Many vascular beds (termasuk ginjal & otak) memiliki kemampuan untuk autoregulasi aliran darah, apabila terjadi arterial pressure maka aliran darah konstan tetap terjaga namun resistansi pembuluh darah akan karena sesuai dengan rumus : Blood flow = pressure across the vascular bed vascular resistance

Ketika arterial pressure akibat respon terhadap intake NaCl yang tinggi urine sodium excretion meningkat keseimbangan sodium tetap terjaga sehingga tekanan darah akan kembali normal Mekanisme diatas disebut pressure-natriuresis

AUTONOMIC NERVOUS SYSTEM Autonomic nervous system mempertahankan homeostasis cardiovascular via pressure, volume, & chemoreceptor signals. Adrenergic reflex : modulate blood pressure (short term) & adrenergic function bersama dengan hormonal & volume-related factors berkontribusi untuk long-term regulation of blood pressure Ada 3 endogenous cathecholamine yaitu norepinephrine, epinephrine & dopamine. Seluruhnya berperan dalam tonic & phasic cardiovascular regulation. Adrenergic neuron mensintesis norepinephrine dan dopamine (precursor norepinephrine) dimana disimpan dalam vesikel di neuron. Ketika neuron distimulus, neurotransmitter ini dikeluarkan menuju synaptic cleft dan menuju receptor sites pada jaringan target. Epinephrine disintesis di adrenal medulla dan dikeluarkan ke sirkulasi ketika ada stimulasi adrenal. Adrenergic receptors ada 2 yaitu terdiri dari 1 & 2 dan terdiri dari 1 & 2 receptors lebih diaktivasi oleh norepinephrine dibanding epinephrine sedangkan receptors sebaliknya. 1 receptors : terdapat pada postsynaptic cells di otot polos dan memiliki efek vasokonstriksi ; 2 receptors : terletak pada presynaptic membrane of postganglionic nerve terminals yang mensintesis norepinephrine.Ketika diaktivasi oleh catecholamine, 2 receptors berperan sebagai feedback negative controller yaitu menghambat pengeluaran norepinephrine. Aktivasi myocardial 1 receptors :- rate & strength of cardiac contraction cardiac output - stimulus pengeluaran rennin dari ginjal Aktivasi 2 receptors : relaksasi vascular smooth muscle vasodilatasi

VASCULAR MECHANISMS Diameter pembuluh darah dan compliance of resistance arteries juga penting dalam menentukan tekanan arterial. Resistensi alirah darah berbanding terbalik dengan diameter pembuluh darah sedikit saja ukuran lumen akan meningkatkan resistensi secara signifikan Pada pasien hipertensi, perubahan structural, mekanik, atau fungsional dapat diameter lumen small arteries dan arterioles. Hypertrophic ( cell number, cell size, & deposition of intracellular matrix) atau eutrophic ( no change in the amount of material in the vessel wall) vascular remodeling lumen size dan peripheral resistance. Lumen diameter juga berhubungan dengan elastisitas pembuluh darah. Pembuluh darah dengan elastisitas tinggi dapat mengakomodasi peningkatan volume dengan sedikit perubahan tekanan darah. Sedangkan semi-rigid vascular system sedikit saja peningkatan volume akan menginduksi peningkatan tekanan darah yang besar. Vascular endothelial function juga memodulasi vascular tone. Vascular endothelium mensintesis dan mengeluarkan vasoactive substances meliputi nitric oxide (potent vasodilator). Pada pasien hipertensi endothelium-dependent vasodilation terganggu.

RENIN-ANGIOTENSIN-ALDOSTERONE

Renin-angiotensin-aldosterone system berperan dalam regulasi tekanan arterial terutama via vasoconstrictor properties of angiotensin II & sodium-retaining properties of aldosterone. Renin merupakan aspartyl protease yang disintesis secara enzimatis dari prorenin (inaktif precursor). Sebagian besar renin disintesis di segment of renal afferent renal arteriole (juxtaglomerular cells) & group of of sensory cells yang terletak pada ujung distal dari lengkung Henle yang disebut macula densa. Prorenin dapat disekresi secara langsung menuju sirkulasi atau dapat diaktivasi dalam secretory cells dan dikeluarkan dalam bentuk renin yang aktif. Ada 3 stimulus utama untuk sekresi renin, yaitu : 1. Penurunan transport NaCl pada thick ascending limb of loop of Henle (macula densa mechanism) 2. Penurunan tekanan atau keregangan di dalam renal afferent arteriole (baroreceptor mechanism) 3. Stimulus sistem saraf simpatetik terhadap renin-secreting cells via 1 adrenoreceptors Sekresi renin dihambat oleh mekanisme sebaliknya dan tambahannya melalui faktor humoral yaitu angiotensin II. Ketika dilepaskan ke sirkulasi, renin yang aktif memecah sebuah substrat (angiotensinogen) untuk membentuk angiotensin I (inactive decapeptide) converting enzyme yang terutama terletak di sirkulasi paru2 mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II (active octapeptide); converting enzyme tersebut juga memecah sejumlah peptide lainnya termasuk bradykinin dan menonaktifkan bradykinin yang berperan sebagai vasodilator.

Melalui AT1 receptors yang terletak pada membrane sel , AT II berperan sebagai primary trophic factor for secretion aldosterone melalui adrenal zona glomerulosa dan sebagai stimulasi mitosis vascular smooth muscle cell & myocyte growth. AT2 receptors : menstimulus vasodilatasi, ekskresi sodium, dan menghambat pertumbuhan sel dan pembentukan matriks. Angiotensinogen, renin dan angiotensin II juga disintesis secara lokal di beberapa jaringan antara lain otak, pituitary, aorta, arteri, jantung, kelenjar adrenal, ginjal, adiposit, leukosit, ovarium, testes, uterus, spleen, dan kulit. Kelebihan angiotensin II dapat menyebabkan atherosclerosis, cardiac hypertrophy, & renal failure Aldosteron potent mineralocorticoid yang meningkatkan reabsorpsi sodium melalui amiloride-sensitive epithelial sodium channels (ENaC) pada apical surface of principal cells of renal cortical collecting duct. aldosteron hipokalemia dan alkalosis. Selain itu aldosteron juga dapat berperan dalam cardiac hypertrophy dan CHF melalui aksinya pada mineralocorticoid receptors dalam miokardium untuk meningkatkan deposisi extracellular matrix dan kolagen.