P. 1
SGOT SGPT

SGOT SGPT

|Views: 287|Likes:
Dipublikasikan oleh Arianti Arifin

More info:

Published by: Arianti Arifin on Aug 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2015

pdf

text

original

Serum glutamic oxaloacetic transaminase, an enzyme that is normally present in liver and heart cells.

SGOT is released into blood when the liver or heart is damaged. The blood SGOT levels are thus elevated with liver damage (for example, from viral hepatitis) or with an insult to the heart (for example, from a heart attack). Some medications can also raise SGOT levels. SGOT is also called aspartate aminotransferase (AST). Last Editorial Review: 6/5/1998 SGPT: Serum glutamic pyruvic transaminase, an enzyme that is normally present in liver and heart cells. SGPT is released into blood when the liver or heart are damaged. The blood SGPT levels are thus elevated with liver damage (for example, from viral hepatitis) or with an insult to the heart (for example, from a heart attack). Some medications can also raise SGPT levels. Also called alanine aminotransferase (ALT).

Copyright © 2001 INN All rights reserved. SGOT-SGPT Sering Bikin Kecele Gizi.net - Dalam dunia kesehatan SGOT-SGPT bukanlah istilah baru. Meski begitu masih banyak orang kecele dengan angka-angka yang ditampilkannya. Pemilik angka SGOT-SGPT di atas normal dianggap sakit. Sebaliknya, kadar di bawah normal diyakini sehat. Padahal kenyataannya belum tentu begitu. "Wah gawat, SGPT gue tinggi! Padahal gue enggak ngerasa sakit apa-apa tuh,” keluh Indra, pelamar kerja yang baru saja melakukan tes kesehatan. Wajahnya gusar, memandangi hasil tes laboratorium. Kegusaran Indra bak mewakili kegusaran banyak orang, yang serta-merta risau ketika tahu kadar SGPT dan SGOT-nya melampaui batas atas normal (BAN). SGOT-SGPT merupakan dua enzim transaminase yang dihasilkan terutama oleh sel-sel hati. Bila sel-sel liver rusak, misalnya pada kasus hepatitis atau sirosis, biasanya kadar kedua enzim ini meningkat. Makanya, lewat hasil tes laboratorium, keduanya dianggap memberi gambaran adanya gangguan pada hati. Penyimpangan Populasi Kembali pada keluhan Indra, apakah SGOT-SGPT yang melampaui BAN memang pertanda awal datangnya malapetaka? Jawabannya, belum tentu! SGOT-SGPT yang berada sedikit di atas normal tak selalu menunjukkan seseorang sedang sakit. Bisa saja peningkatan itu terjadi bukan akibat gangguan pada liver. “Kalau kita

“Pada sekitar 60 . Mereka punya nilai SGOT-SGPT yang sedikit lebih tinggi dari BAN. dan penyakit lain yang nama-nya jarang kita dengar. pankreas. dan ginjal.tes darah sesudah main bola atau kerokan. seseorang mengidap sakit liver kronis. Jakarta. luka. 40% penderita hanya menunjukkan kenaikan sedikit SGPT di atas BAN. kedua enzim itu tidak 100% dihasilkan oleh liver. guru besar Department of Medicine.” kata dr. faktor nonliver tidak menaikkan SGOT-SGPT secara drastis. Queen Mary Hospital. Karena itu. Sebagian kecil juga diproduksi oleh sel otot. SGPT lebih spesifik menunjukkan ketidakberesan sel hati. penyimpangan ini terjadi pada 1. Itu sebabnya. kenaikan akibat bermain sepakbola lazimnya tak sampai dua kali lipat.1. “Sekitar 30% penderita hepatitis C kronis memiliki kadar ALT (SGPT) normal. . ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kenaikan SGOT-SGPT. Umumnya. Ketika kita mendapat injeksi intra muskular (suntik lewat jaringan otot). ada sebagian kecil orang yang memang berbeda dari kebanyakan orang. dengan jumlah penderita tak sedikit. fibrosis hati. Apalagi jika ditambah dengan perlemakan hati. kadar kedua enzim ini pun meningkat. Artinya. tapi tidak menunjukkan gejala sakit. Angka BAN pun dibuat berdasarkan statistik. Rusaknya sel-sel otot bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun. belum lama ini. kadarnya sedang normal. mungkin saat diperiksa. dia kembali normal. tidak sampai 100% di atas BAN. Pendek kata. Namun setelah itu.” ungkapnya.5 kali batas atas normal. sangat mungkin SGOT-SGPT kita bakal naik.70% pasien kami. nilai ALT (SGPT)-nya hanya sekitar 1. Lau. atau bahkan kerokan. kadarnya sedang tinggi. walaupun kadar SGOTSGPT-nya normal. Meski tidak begitu “tinggi” (tak sampai dua kali BAN).4% dari populasi. jika BAN kadar SGPT adalah 65 unit/liter (u/l).3 . trauma. K. Menurut American Gastroenterological Association. sirosis. Rino pun sependapat dengan George Lau. jika sel-sel otot mengalami kerusakan. intoksikasi obat. Berarti. Misalnya. jantung. Pada orang lain. di kongres Asian Pacific Association for the Study of Liver (APASL) 2005 di Bali. misalnya aktivitas fisik yang berat. Kadar SGOT-SGPT juga gampang naik turun. hepatolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dibandingkan dengan SGOT. Biasanya. sel-sel otot pun bisa mengalami sedikit kerusakan dan meningkatkan kadar enzim transaminase ini. Di dalam statistik selalu ada simpangan baku. Belum lagi hepatitis A dan B yang jumlahnya jauh lebih banyak.” ungkap Goerge K. Mungkin saja saat diperiksa. kadar SGOT-SGPT sedikit di atas normal boleh dianggap enteng? Jelas tidak! Meski bisa saja sebaliknya. mereka ternyata sudah positif terinfeksi virus hepatitis C. Penyakit-penyakit tadi umumnya ditandai dengan peningkatan angka SGOT-SGPT. Rino A. Jumlah pengidap hepatitis C saja sekitar 3% dari populasi.PD-KGEH. Gani. Sisanya. satu kali pemeriksaan saja sebenarnya belum bisa dijadikan dalil untuk membuat kesimpulan. Tak cuma di hati Gangguan hati sendiri bentuknya berjenis-jenis. Sp. karena SGPT hanya sedikit saja diproduksi oleh sel nonliver. University of Hong Kong. padahal biasanya justru tinggi.

Tak semua sel hati merespons kekalahan dengan tetap berjuang sampai mati. Dalam kondisi normal. Jangan “sakit hati” jika dokter curiga kita mengidap sakit hati. Di rumah sakit tertentu. dan mendapatkan BAN yang berbeda. Bisa saja seseorang mengalami kenaikan SGOT-SGPT hingga di atas normal. meskipun sebenarnya ia telah menderita penyakit kronis. Yang terjadi selanjutnya bukan proses peradangan. “Batas atas normal tergantung pada reagen dan alat yang digunakan. sel-sel liver berusaha “membunuh” virus secara tidak langsung. urusannya lebih kompleks. dindingnya jebol. Kedua enzim lain itu tak bisa menggambarkan tingkat kemampuan sel hati untuk meregenerasi diri. Dengan bunuh diri. Salah satu kelemahan virus yaitu tidak punya mekanisme sendiri dalam berkembang biak. Namun pada hepatitis C. Jika kalah. itu sebabnya. kita tak bisa menyatakan tinggi rendahnya SGOT-SGPT dari angka absolut. tetapi dari nilai relatif (dibandingkan dengan BAN). hati mengambil pilihan pertama. Dengan bunuh diri. ini pertanda mulai menyalanya lampu merah yang harus diwaspadai. BAN kadar SGPT bisa 40 u/l.Jika kadarnya melampaui dua kali lipat. Kondisi ini menyebabkan naiknya kadar SGOT-SGPT di dalam darah. Begitu sel-sel liver mati. hati punya mekanisme pertahanan diri. sel yang ditumpangi adalah sel-sel liver. Dalam kasus hepatitis. kadar SGPT pun tak terpengaruh. karena sel yang telah mati segera diganti oleh sel baru. Ini hanya masalah teknis pemeriksaan. Anda tak perlu heran. Itu pula yang membuat dokter harus berulang-ulang membetulkan letak kacamata. karena sulit menegakkan diagnosis. Mereka beranak pinak dengan cara memanfaatkan mekanisme hidup sel makhluk hidup lainnya. tapi menciut. sel-sel tubuh memiliki kemampuan regenerasi. Perlu tes lain Menurut Rino. Itulah yang menyebabkan penderita hepatitis C bisa memiliki kadar SGPT normal. SGOT-SGPT hanya menggambarkan tingkat kerusakan sel hati. tapi di klinik lain bisa 65 u/l. Bunuh diri terencana Sebagaimana organ lain. Hal itulah yang tidak tergambar dari hasil tes SGOT-SGPT. mereka akan menggantinya dengan sel-sel baru. ia punya dua pilihan: berjuang sampai akhir hayat atau bunuh diri. Sebagian yang lain bunuh diri secara terencana. Dalam istilah kedokteran itu disebut apotosis (programmed cell death). ia berusaha melawan. Jika pernah tes darah di dua laboratorium yang berbeda.” jelas Rino. Ketika diserang virus. melainkan pengerutan. Kemampuan regenerasi inilah yang akan mengimbangi kerusakan sel. berjuang sampai mati. dan akhirnya hati mengalami peradangan. sel liver berusaha membuat virus tak bisa berkembang biak. Pada hepatitis A dan B. sel-sel hati tidak pecah. dokter lebih mudah mendiagnosis. BAN sendiri bisa berbeda antarlaboratorium. . Karena liver tak meradang. Acara bunuh diri ini bukan tanpa tujuan. Karena kadarnya meningkat. tapi sebetulnya liver tidak dalam kondisi sakit. Karena bunuh diri. Jika rusak.

jamu bisa mengganggu interpretasi dokter dalam menegakkan diagnosis. Namun. dokter perlu melakukan biopsi. jika SGPT sampai dua kali lipat dari BAN. sampai yakin memang tidak ada penyakit yang menyerang. pasien harus 4 . Jamu-jamu tertentu memang terbukti bisa menurunkan kadar SGOT-SGPT. Hal itu akan merugikan si pasien sendiri. terjadi perbedaan mazhab. ***** Minum Jamu Pun Ada Aturannya Sudah menjadi kelaziman di masyarakat kita. penyebabnya harus ditelusuri. jika rangkaian pemeriksaan menunjukkan pasien telah sakit hati. Menurut Rino. kita tak boleh memandangnya dengan sebelah mata. Dengan begitu. Mazhab pertama mengharuskan terapi segera. Ia hanya perlu kontrol setahun lagi. Kadar di atas normal jadi pertanda kita harus mencurigai adanya gangguan pada hati. pasien berhak minum jamu atas kehendak sendiri. Rino menyarankan agar pasien memberi tahu dokter ketika minum jamu. Akibatnya pasien tidak mendapat terapi yang diperlukan. pasien boleh sedikit lega hati. persoalan jamu ini cukup dilematis. Meski hanya sedikit di atas normal pun. Jika ada undangan bermain futsal. minum jamu tak akan menimbulkan masalah. jamu bisa menimbulkan efek masking. Untuk kasus SGPT normal atau sedikit di atas BAN. mungkin ia telah menderita penyakit kronis. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan nilai normal. tapi sebetulnya proses perusakan liver terus terjadi. para hepatolog sepakat untuk mengambil tindakan terapi. *** (Intisari) Sumber : Kompas Cyber Media Tanggal : 10 Juli 2006 . Ada banyak komponen kimia darah lain yang perlu diperiksa. Rino menandaskan. pasien harus dipantau secara ketat sebelum diterapi. Di satu sisi. Namun di sisi lain. Dalam keadaan itu. Rino juga menyarankan pasien mengurangi aktivitas fisik yang berat. Selama masa pemantauan itu. Selain itu. proses diagnosis tak terganggu. Bila kadar SGOT turun. lupakan saja untuk sementara. Problem akan muncul jika kenaikan SGOT-SGPT memang disebabkan oleh penyakit liver yang masih malu-malu untuk membuka identitas.Meski kenaikan SGOT-SGPT bisa disebabkan banyak faktor. SGOT-SGPT turun. peningkatan keduanya harus tetap diwaspadai. Tes fungsi hati di sini bukan hanya tes SGOT dan SGPT. dokter mungkin akan menganggap pasien sehat-sehat saja. misalnya.5 kali pergi ke laboratorium untuk menjalani tes fungsi hati tiap 1 . Jika kenaikan SGOT-SGPT hanya bersifat sementara. Untuk memastikan. Jalan tengahnya. Secuplik sampel jaringan diambil dari liver untuk diperiksa lewat mikroskop. Sepanjang masih punya dua mata.2 bulan sekali. Mazhab kedua. Padahal. Pada hepatitis C. ia harus berbesar hati untuk menjalani terapi. salah satu upaya menurunkan SGOT-SGPT dilakukan dengan minum jamu.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->