Anda di halaman 1dari 5

RATA-RATA ABRASI GIGI DEPAN ATAS SUKU BALI

Kelvin Bulain 110113062

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2012

Distribusi frekuensi Distribusi frekuensi derajat abrasi 6 gigi depan atas No 1 2 3 4 5 6 7 jumlah Derajat abrasi (x) 1 1,17 1,33 1,5 1,67 1,83 2 frekuensi 16 12 24 20 32 44 52 200 fx 16 14 32 30 53 81 104 330

Dalam penelitian ini keenam gigi depan atas pada seluruh sampel telah mengalami abrasi, abrasi paling ringan yg hanya melibatkan lapisan email di temukan pada 16 orang, sedangkan abrasi terparah terjadi pada 52 orang, yaitu keenam gigi depan atas mengalami keausan hingga ke lapisan dentin. Tidak di temukan abrasi yg lebih parah lagi. Rata-rata abrasi adalah 1,65 yg artinya gigi-gigi telah mengalami keausan bahkan hingga lapisan dentin terlihat, dengan presentase kaausan pada email adalah 35% sedangkan yg melibatkan dentin 65%, seperti pada tabel berikut: Abarasi email 35% Abrasi dentin 65% total 100%

Determinant (faktor-faktor yg mempengaruhi) dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa pelaksanaan upacara potong gigi telah berlangsung lama, lebih dari 5 tahun, sehingga keausan yg terjadi berlangsung lama, lebih dari 5 tahun, sehingga keausan yg terjadi bukan murni akibat dari potong gigi saja tetapi akibat dari proses fisiologis dari fungsi pengunyahan, apalagi umur termuda pada sampel ini adalah 20 tahun, atrisi bisa terjadi 10-15 tahun setelah gigi permanen mencapai oklusi. a. Menyikat gigi terlalu keras dan dengan cara yang salah Menyikat gigi terlalu keras dengan arah horisontal (kedepan dan kebelakang) secara terus menerus dapat menyebabkan abrasi gigi. Menyikat gigi yang paling baik adalah dengan arah vertikal (keatas dan kebawah). b. Bruxism (teeth grinding) Bruxism (teeth grinding) merupakan kebiasaan mengasah gigi atas dengan gigi bawah, yang biasa disebut dengan "kerot". Biasanya bruxism dilakukan secara tidak sadar saat tidur. Penyebab bruxism belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa stres salah satu penyebabnya. Bruxism merupakan kebiasaan, sehingga juga dapat menyebabkan abrasi gigi. c. Kebiasaan menggigit pipa rokok diantara gigi depan atas dan bawah d. Upacara potong gigi pada suku bali dalam upacara potong gigi, gigi geligi dikikir rata dengan alat kikir gigi yg dibuat dari besi dengan permukaan incisal gigi depan sama dengan permukaan oklusal P1 atas Penanggulangan dan Pencegahan Upaya penanggulangan dan pencegahan yg dapat dilakukan adalah dengan mensimboliskan upacara potong gigi tersebut, yaitu dengan cara hanya menempelkan alat kikir gigi pada permukaan incisal tanpa mengikir gigi. Dengan begitu adat istiadat yang ada pada suku bali tidak hilang dan keausan gigi pun bisa di minimalisir, pencegahan juga bisa dilakukan dengan mensosialisasikan pentingnya menjaga dan merawat gigi agar tetap kuat dan sehat kepada masyarakat setempat.