Anda di halaman 1dari 20

ASAS-ASAS HUKUM ISLAM

Oleh: Kelompok 3

PENGERTIAN ASAS

Berasal dari Bahasa Arab (Asasun) Dasar, Basis, Pondasi Asas

ASAS

Asas

Sistem berpikir

landasan berpikir yang sangat mendasar

ASAS
kebenaran yang dipergunakan sebagai tumpuan berpikir dan alasan pendapat, terutama, dalam penegakan dan pelaksanaan hukum

Asas

Hukum

ASAS HUKUM
pada

umumnya berfungsi sebagai rujukan untuk mengembalikan segala masalah yang berkenaan dengan hukum.

ASAS HUKUM ISLAM


berasal

dari sumber hukum Islam terutama Al-quran dan Al-Hadis yang dikembangkan oleh akal pikiran orang yang memenuhi syarat untuk berijtihad.

ASAS-ASAS HUKUM ISLAM

ASAS-ASAS UMUM:
1.
2. 3.

Asas Keadilan Asas Kepastian Hukum Asas Kemanfaatan

ASAS KEADILAN
Asas keadilan merupakan asas yang sangat penting dalam hukum Islam sehingga ia dapat disebut sebagai asas semua asas hukum islam. Dalam Al-quran kata keadilan disebut lebih dari seribu kali, terbanyak setelah Allah dan ilmu pengetahuan. Banyak ayat-ayat yang menyuruh manusia berlaku adil dan menegakkan keadilan.

Berikut uraian yang dapat diambil kesimpulannya

bahwa keadilan adalah asas, titik tolak, proses, dan sasaran hukum Islam.

AYAT-AYAT TENTANG ASAS KEADILAN


Dalam surat Sad ayat 26 (38:26), Allah memerintahkan penguasa, penegak hukum, sebagai khalifah di bumi, menyelenggarakan hukum sebaik-baiknya, berlaku adil terhadap semua manusia, tanpa, misalnya, memandang kedudukan, asal-usul, dan keyakinan yang dipeluk pencari keadilan itu.

SURAT SHAD AYAT 26



Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

AYAT-AYAT TENTANG ASAS KEADILAN


Dalam Al-quran surat An-nisaa ayat 135 (4:135) Tuhan memerintahkan agar manusia menegakkan keadilan, menjadi saksi yang adil walaupun terhadap diri sendiri, orang tua, dan keluarga dekat.

SURAT AN-NISAA AYAT 135



Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

AYAT-AYAT TENTANG ASAS KEADILAN


Dalam surat Al-maidah ayat 8 (5:8) Tuhan menegaskan agar manusia berlaku adil sebagai saksi, berlaku lurus dalam melaksanakan hukum, kendatipun ada tekanan, ancaman, atau rayuan dalam bentuk apapun juga. Di dalam ayat itu juga diingatkan para penegak hukum agar kebenciannya terhadap seseorang atau sesuatu golongan tidak menyebabkan ia tidak berlaku adil dalam penyelenggaraan hukum.

SURAT AL-MAIDAH AYAT 8



Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

ASAS KEPASTIAN HUKUM


Asas kepastian hukum, antara lain disebut secara umum dalam kalimat terakhir surat Bani Israil ayat 15 (17:15) yang terjemahannya sebagai berikut: ... dan tidaklah Kami menjatuhkan hukuman, kecuali setelah Kami mengutus seorang rasul untuk menjelaskan (aturan dan ancaman) hukuman itu ...

AYAT-AYAT TENTANG ASAS KEPASTIAN HUKUM


Berikut uraian yang dapat disimpulkan bahwa asas kepastian hukum yang menyatakan bahwa tidak ada satu perbuatan pun dapat dihukum kecuali atas kekuatan ketentuan hukum atau peraturan perundang-undangan yang ada dan berlaku untuk perbuatan itu. Dalam surat Al-maidah ayat 95 (5:95) terdapat penegasan Ilahi yang menyatakan bahwa Allah memaafkan apa yang terjadi di masa yang lalu.

SURAT AL-MAIDAH AYAT 95



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, senagai had-ya yang dibawa ke Kabah, atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orangorang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya, Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuatan untuk) menyiksa.

ASAS KEMANFAATAN
Asas kemanfaatan adalah asas yang mengiringi asas keadilan dan kepastian hukum. Dalam melaksanakan asas keadilan dan kepastian hukum, seyogianya dipertimbangkan asas kemanfaatannya, baik bagi yang bersangkutan sendiri maupun bagi kepentingan masyarakat.

Asas ini ditarik dari Al-quran surat Albaqarah ayat 178 (2:178).

SURAT AL-BAQARAH AYAT 178



Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

SEKIAN
Terima Kasih