Anda di halaman 1dari 2

Ternate Kota Benteng.

Ternate adalah salah satu pulau di kawasan indonesia timur yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi, dimana ternate merupakan salah satu pusat perdagangan rempah rempah di seluruh dunia. Banyak negara negara diseluruh dunia baik dari asia maupun eropa yang berlayar jauh hanya untukmendapatkan rempah rempah. Negara negara asing yang mencari rempah rempah sapai ke Ternate tak terkecuali Portugis, Belaanda dan Spanyol. Untuk pertama kalinya Kolanao (sultan) mengizinkan Portugis membangun pada tahun 1512. Benteng ini memberikan jaminan kekuatan politik dan militer sehingga Ternate menjadi pusat perdagangan cengkeh bagi seluruh daerah di Maluku pada zaman itu. Berikut adalah benteng-benteng yang ada di Maluku Utara. 1. Benteng Tolukko. Dibangun oleh bansa Portugis pada tahun 1512 oleh Governur jenderal Fransisco Serrao dan direstorai pada tahun 1610 oleh Jan Pieter Booth setelah Belanda (VOC) menduduki Ternate. Benteng ini merupakan pertama yang didirikan di Ternate. Beenteng ini juga disebut Benteng Santo Lucas, terletak dibagian utara dari pusat Kota Ternate. Dengan kondisi yang masih teraawat baik. Jarak tempuh menuju benteng ini sekitar 2 kilometer dari pusat kota Ternate serta dapat dicapai dengan kendaraan angkutan kota atau kendaraan pribadi. 2. Benteng Gam Lamo (Nostra Senhora de Rosario). Benteng ini merupakan peninggalan Portugis yang dibangun pada tahun 1522 oleh Jorge de Brito. Lokasi benteng ini terleak dikelurahan kastela sebelah selatan kota Ternate. Akan tetapi kondisi fisik bangunan sudah tidak tampak lagi secara utuh, mengingat kawasan tersebut telah berdir atau dibangun perumahan penduduk serta bagain dalam dari halaman benteng digunakan sebagai lahan pertanian rakyat. Di benteng in sultan Khairun dibunuh dengan keji oleh Antonio Pimental atas perintah Gubernur Potugis Lopes de Mosquita pada tanggal 27 febuari 1570 sehingga Sultan Babullah bangkit melawan Portugis dan Portugis pun terusir dari ternate. Patut dicatat kemenagan Sultan Babullah ini merupakan salah kemenagan warga pribumi melawan penjajah yang pertama di nusantara. 3. Benteng Saanto Pedro Didirikan pada tahun 1530. Tujuan didirikan benteng ini sebagai pengintai musuh baik yang datang dari utara maupun selatan. Benteng ini dibangun oleh penguasa portugis diketinggian 50 meter dari permukaan laut sebelah utara kelurahan Ngade. Jarak dari pusat Kota Ternat sekita 6 Km dan dapat dicapai dengan kendaraan angutan kota ataupribadi. 4. Benteng Santa Lucia.

Benteng Santa Lucia atau benteng Kalamata atau juga benteng Kayu Merah. Benteng ini semula diangun oleh Antonio Pigavate dari Portugispada tahun 1540 , kemudia dipugar oleh Pieter Both (Belanda) pada tahun 1609. Setelah diduduki oleh Belanda benteng ini lalu diperbaiiki oleh Mayor Von Lutnow pada tahun 1799. Nama benteng Kalamata ini diambil dari nama seorang Pangeran Ternate yang meninggal di Makassar pada bulan Maret 1679. Benteng ini terletak disebelah selatan pusat kota ternate dan berjarak 3 Km. 5. Benteng Oranje Benteng ini merupakn benteng peinggalan Belanda yang didirikan paada tanggal 26 mei 1607 oleh Cornelis Matclief de Jonge yang diberi nama benteng Oranje oleh Francois Witlentt pada tahun 1609 pada masa pemerintahan sultan Mudaffar. Benteng Oranje ini semula berasal dari bekas sebuah benteng tua yang dibangun oleg bangssa portugis dan dihuni oleh orang Melayu sehingga di namakan beteng Melayu. Benteng ini terletak di pusat kota Ternate. 6. Benteng Talangame Benteng ini dibangu oleh bangsa Spanyol dengan maksud untuk melindungi armada kecil yang menghubungi pulau-pulau sekitarnya. Didepan benteng terletak pelaabuhan dengan laut yang dalam dan terlindung untuk kapal-kapal Spanyol. Kondisi benteng ini sekarang hanya tinggal bekas pondasi bangunan saja yang tertutupi oleh bangunan baguna baru dilahan pemukiman penduduk. 7. Beneteng William Star Benteng ini dibangun oleh Laksamana Laut Belanda yang bernama Simon Jannsz pada tahun 1609. Ditempati pada tanggal 4 November 1609boleh 100 serdadu. benteng ini semula berperran dalam menunjang perdagangan cengkeh, kemudia peerannya merosot mengikuti kelusuan perdagangan ceengkeh dan pada akhirnya ditelantarkan pada tahun 1651. Benteng ini terletak di Takome berjarak 18 Km kerah utara pusat kota. Benteng ini sekarang hanya tinggal bekasnya saja.