Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Bila konsumsi energi melalui makanan melebihi energi yang dikeluarkan, maka akan terjadi kelebihan energi. Kelebihan energi ini akan diubah menjadi lemak tubuh.1 Apabila pertambahan berat badan ini berlanjut dapat menimbulkan overweight dan obesitas. Kelebihan berat badan adalah suatu penyakit yang ditandai dengan Indeks Massa Tubuh lebih dari 23. Seiring dengan semakin bervariasinya jenis makanan yang tersedia di pasaran dan makin rendahnya aktivitas fisik maka angka kejadian kelebihan berat badan di seluruh dunia meningkat dengan pesat.2 Saat ini, terdapat peningkatan jumlah orang yang memiliki berat badan lebih dari ideal, khususnya pada negara maju. Di Amerika Serikat contohnya, lebih dari setengah populasi dewasa diklasifikasikan sebagai penderita kelebihan berat badan.3 Hal ini dapat berdampak pada peningkatan resiko morbiditas dan mortalitas dari diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner dan stroke.4 Terdapat 1,6 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami berat badan berlebih (overweight), dan sekurang-kurangnya 400 juta diantaranya mengalami obesitas. Di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk berusia 15 tahun adalah 10,3% (laki-laki 13,9%, perempuan 23,8%). Namun untuk tahun 2010 di Indonesia, angka pasti penderita obesitas belum ada. Memang ada beberapa penelitian yang dilakukan terhadap subyek yang mengalami obesitas, tetapi secara epidemiologis belum dijumpai laporan yang bersifat komprehensif. Namun demikian dapat diduga bahwa obesitas banyak dijumpai di daerah perkotaan.5 Peningkatan prevalensi overweight dan obesitas, terutama pada kaum wanita sangat mengkhawatirkan, karena hal ini berdampak pada kesehatan dan psikologis penderita. Dari segi kesehatan, umumnya penderita kelebihan berat badan lebih rentan terkena penyakit jantung, diabetes melitus, dan tekanan darah tinggi. Dari segi psikologis, penderita akan terlihat kurang menarik sehingga menurunkan kepercayaan diri individu tersebut.4