Anda di halaman 1dari 54

KEDOKTERAN TERINTEGRASI

8/28/2012

Dosen Pembimbing: Dr. Moch.Maroef, Sp.OG

KELOMPOK 3

SKENARIO 2
Seorang penderita , 55 thn, datang ke poliklinik dg keluhan sesak nafas disertai batuk2, riak (+), warna putih, darah (-). Sesak timbul kumat2an t.u jika cuaca berubah. Pada pmx fisik ditemukan: penderita nampak sesak, nafas berbunyi spt seruling & penderita merasa lebih nyaman pd posisi duduk.

Data Base

Nama Umur

: Laki-laki : 55 tahun

Clue And Cue


Sesak nafas + batuk Kumat2an (perubahan cuaca) Riak (+), warna putih, darah (-) Napas berbunyi seruling Lebih nyaman posisi duduk

Analisis Masalah
1.

2. 3. 4.

Sesak + wheezing, kumat-kumatan, t'utama saat perubahan cuaca Sesak + batuk Batuk, riak (+), warna putih Lebih nyaman saat duduk

Klarifikasi Istilah

Cough : Ekspulsi udara yg tiba2 sambil mengeluarkan suara dari paru Pengeluaran sejumlah volume udara secara mendadak dari rongga toraks melalui epiglotis dan mulut (Dorland) Sesak Nafas : Perasaan tidak enak (discomfort sensation) yg berhubungan dg kesulitan pernapasan yg disadari & dirasakan perlu upaya tambahan bernapas dlm mengatasi kekurangan udara. (IPD FKUI) Dahak : Materi yg dikeluarkan dr sal.napas bawah oleh batuk (IPD FKUI)

Rumusan Masalah
1.
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

Bagaimana anatomi dan fisiologi dari sistem pernapasan dan sirkulasinya? Apa saja macam-macam pola pernafasan? Apa saja macam-macam suara nafas? Bagaimana etiologi dan patofisiologi batuk? Bagaimana klasifikasi batuk? Bagaimana etiologi dan patofisiologi sesak? Apa saja klasifikasi sesak Bagaiman respon imun pada sesak nafas? Penyakit apa saja yang sesuai dengan skenario ini? Bagaimana pemeriksaan fisik pada saluran pernafasan (dada dan paru)? Pemeriksaan penunjang apa saja yang diperlukan untuk mendukung diagnosa? Bagaimana terapi yang rasional pada pasien ini? Bagaimana pencegahannya?

ANATOMI FISIOLOGI SALURAN PERNAFASAN

ANATOMI SAL. PERNAFASAN

FISIOLOGI

Menyediakan O2 & membuang CO2 Aktifitas respirasi:


Ventilasi Difusi O2 & CO2 Transport O2 & CO2 Pengaturan pernafasan

POLA PERNAFASAN

POLA PERNAPASAN Tachypneu

GAMBAR

Hyperpnea/hyperventilation

Bradypnea

Cheyne Stokes

POLA PERNAPASAN
Ataksik (Biot)

GAMBAR

Sighing respiration

Obstruksi

DISPNEA POSISIONAL
JENIS
Ortopnea

PENYEBAB
Kesulitan bernapas ketika berbaring lurus, Px perlu bantal tinggi. Gagal jantung kongestif, katup mitral, asma berat, emfisema, bronkitis kronis. Nyaman bernapas apabila berbaring pada salah satu sisi tubuhnya. Gagal jantung kongestif Kesulitan bernapas yang jarang terjadi apabila Px duduk dan hilang bila Px mengambil posisi bernbaring. Sirosis, hipovolemia, peny. neurologis

Trepopnea

Platipnea

SUARA PERNAFASAN

SUARA NAFAS POKOK


Nama Suara Pernafasan Durasi Suara Saat Inspirasi & Ekspirasi Inspirasi > panjang & ekspirasi Tinggi Suara Nafas Saat Ekspirasi Rendah Intensitas Suara Nafas Saat Ekspirasi Lemah Lokasi Normal Di daerah perifer paru selain trakea & bronkus besar pada hampir kedua lapangan paru dinding anterior ICS 1 & 2, sedikit didistal bronchus besar , serta daerah interskapula Di daerah teakea dan bronkus besar (central airway),di daerah manubrium sterni, serata diantara skapula Trakea

Vesikular
(tanpa jeda)

Bronkovesikular
(kadang diselingi jeda)

Ekspirasi = inspirasi

> Rendah dari bronchial

> Lemah dari bronchial

Bronkial
(diselingi jeda)

Ekspirasi sama / > panjang dari inspirasi Perubahan kualitas terdengar seperti tiupan dalam tabung

Tinggi

Keras

Trakeal Amorfik

Suara nafas yang keras kasar

Didapatkan bila terdapat kavitas besar yang letaknya perifer dan berhubungan dengan bronkus. Terdengar seperti tiupan dalam botol kosong

SUARA NAFAS TAMBAHAN

Ronki basah (crackles/rales) Ronki kering Pleural friction rub Hippocrates succussion Pneumothoraks click

BATUK

ETIOLOGI

Rangsangan Mekanis Rangsangan Inflamasi Rangsangan Suhu Rangsangan Kimiawi

PATOFISIOLOGI
1.

2.
3. 4.

Inspirasi Penutupan glottis & pita suara Kontraksi otot abdomen & ekspirasi Ekspulsi

SESAK NAFAS

KLASIFIKASI

Akut Kronis

ETIOLOGI

Cardiac Pulmonary Mixed cardiac or pulmonary Noncardiac or nonpulmonary

PATOFISIOLOGI
Underlying Disease:

Obstruksi jalan napas Gagal Jantung Kongestif

Fokus Rangsangan:

Rangsangan vaskular Rangsangan mekanis Rangsangan humoral Faktor-faktor psikogenik

MEKANISME
Obstruksi Tekanan Pernapasan Merangsang otot pernapasan Perubahan volume

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

DIFFERENTIAL DIAGNOSA

Problem List

DD
Sinusitis

Sesak + Batuk

Bronkitis Sesak + Wheezing Asma

Batuk berdahak putih


Pneumonia

Lebih nyaman saat duduk

Gagal Jantung Kongestif

Gagal Jantung Kiri

SINUSITIS
Radang sinus paranasal

SINUSITIS
Etiologi Klasifikasi Gx Pmx penunjang Penatalaksanaan Komplikasi Diagnosis Virus, bakteri, jamur,Rinitis akut, kronik, alergi, Polusi lingkungan,Udara dingin atau kering Akut, Subakut,Kronik Infeksi sal.napas atas, Gx subyektif (Gx sistemik, Gx lokal), Gx obyektif Transluminasi, Foto rontgen Antibiotics, Decongestants, Analgesics, Mucolytics, Corticosteroids infeksi ke otak (Jarang) Anamnesa, Penyedotan cairan sinus

PATOFISIOLOGI

Common cold Infeksi virus, alergi, silia tidak bergerak, iritasi kimia oleh obat-obatan (obat- obat rhinitis). Polip hidung, benda asing, tumor, deviasi septum nasi, dan atresia concha bawaan Pembengkakan mukosa alergi dari virus ISPA

SINUSITIS
Sinus Rhinoscopy

BRONCHITIS KRONIS
Batuk2 hampir setiap hari disertai pengeluaran dahak, sekurang2nya 3 bln & terjadi plg sedikit selama 2 thn berturut2

BRONCHITIS KRONIS
Etiologi Merokok, Polusi udara, Defisiensi alfa-1 antitripsin, Sosial ekonomi rendah, Riwayat infeksi saluran napas, Virus, bakteri dan organisme lain. Simple chronic bronchitis, Chronis atau recurrent mucopurulent bronchitis, Chronic obstructive bronchitis Batuk berdahak, Sesak, Infeksi pernafasan, Wheezing (mengi),Saluran napas menyempit, Pembengkakan pergelangan kaki, kemerahan pd wajah, telapak tangan atau selaput lendir Pemeriksaan radiologi, Pemeriksaan fungsi paru, Pemeriksaan gas darah, Pemeriksaan EKG, Pemeriksaan laboratorium darah Penyuluhan, Pencegahan,Terapi eksaserbasi akut, Terapi jangka panjang asthma , other lung disorders, if + smooke lung cancer Anamnesis, Pemeriksaan fisik, Pemeriksaan penunjang

Klasifikasi

Gx

Pmx penunjang Penatalaksanaan Komplikasi Diagnosis

PATOFISIOLOGI

Sesak tejadi karena perubahan pada small airways:


Diameter >

< 2 mm

sempit Berkelok-kelok Kadang obliterasi

Ketidak seimbangan ventilasi & perfusi di alveoli Timbul hipoksia & sesak nafas vasokonstriksi PD paru & polisitemia HT pulmonal kelainan cor-pulmonal

PATOLOGI

Hipertrofi dan hiperplasi kelenjar mukus bronchus Mukus >> & kental Terdapat juga:

Bronchitis

Peradangan difus sel mononuklear di submukosa tracheo-bronchial Metaplasia epitel bronchus silia

Bronchospasme otot polos Timbul fibrosis peribronchial Perubahan pada small airways

PNEUMONIA

PNEUMONIA
Etiologi Klasifikasi S. pneumoniae, M. pneumoniae, H. infulenzae, Virus Bakteri, Virus, Jamur, Hipostatik, Aspirasi pneumonia Batuk Sputum Pleuritis Sesak Demam Takipnea Ronki

Gx

Pmx penunjang Penatalaksanaan Komplikasi Diagnosis

R toraks, Analisis gas darah, Kultur sputum & darah O2, Antibiotik, Analgesia Efusi pleura ringan, Bakteremia Anamnesa, Pmx fisik,

PATOFISIOLOGI
DAYA TAHAN MENURUN
KUMAN TERINHALASI

GRAVITASI KUMAN KE DAERAH DASAR PARU

ALVEOLI

PORES OF KOHN
( TEMPAT PERTUKARAN UDARA)

TERSEBAR

PATOFISIOLOGI

ASMA
Hiperaktivitas bronkus dlm berbagai tingkat, obstruksi sal.napas (reversibel), & gx pernapasan (mengi & sesak)

Patofisiologi alergi pada asma paparan alergen pertama dan selanjutnya

ASMA
Etiologi Klasifikasi Heredity, Allergens, environmental factors Allergic, Non-allergic, Occupational, Exercise-induced, Cough-variant, Medication-induced Onset mendadak, Sesak napas berulang, Upaya inspirasiekspirasi sama2 sulit, Batuk awal kering produktif, Duduk tegak dg dada mengembang berlebihan, Mengi ekspirasi (Wheezing) Spirometri, Analisa gas darah arteri, Pmx darah & sputum, Radiologi Obat antiasma, Bronkodilator (Agonis 2, Metilxantin), Antikolinergik, Antiinflamasi (Kortikosteroid, Natrium kromolin (NSAID)) Pneumotoraks, Pneumomediastinum & emfisema subkutis, Atelektasis, Aspergilosis bronkopulmonar alergik, Gagal napas, Bronkitis, Fraktur iga Riwayat, Pemeriksaan Fisik, Pemeriksaan Laboratorium, Radiografi

Gx

Pmx penunjang Penatalaksanaa n Komplikasi Diagnosis

Stimuli Hipersensitivitas
Kontraksi sel2 otot polos

Edema, infiltrat selular

Mukus, sekret

Penebalan sal.napas

Resistensi sal.napas

Penyempitan
Terperangkapnya udara kecepatan aliran gas

Hipoksemia

Kelelahan

Hiperventilasi
Alkalosis pernafasan akut

Hipoventilasi

Status Asmatikus

LEFT HEART FAILURE


Left side of the heart cannot pump enough blood to the body

LEFT HEART FAILURE


Etiologi
Heart attack, Chronic blockages of the heart arteries, High blood pressure, Excessive alcohol consumption, Leaking or narrow heart valves,Hypothyroidism,Heart muscle infections, Any other disease that damages the heart muscle Shortness of breath, Need to sleep with the head elevated to avoid shortness of breath , palpitations, Irregular or rapid pulse, Cough (produces frothy or blood-tinged mucus), Fatigue, weakness, faintness, Weight gain from fluid retention,oliguria ECG, Chest X-ray, echocardiogram, Blood tests, Coronary angiography ACE inhibitors, antagonist of aldosterone Pulmonary edema , Total failure of the heart to function (circulatory collapse), Abnormal heart rhythms No system of diagnostic criteria has been agreed as the gold standard for heart failure

Gx

Pmx penunjang Penatalaksanaan Komplikasi Diagnosis

CONGESTIVE HEART FAILURE


The condition in which the heart's function as a pump to deliver oxygen rich blood to the body is inadequate to meet the body's needs

CONGESTIVE HEART FAILURE


Heart Failure Cor-Pulmonale

CONGESTIVE HEART FAILURE


Etiologi
diseases that weaken the heart muscle diseases that cause stiffening of the heart muscles diseases that increase oxygen demand systolic dysfunction, diastolic dysfunction Fatigue ability to exercise fluid >> swelling (edema) of the ankles and legs or abdomen fluid may accumulate in the lungs pulmonary oedema shortness of breath (during exercise and when lying flat) patients are awakened at night to sleep unless sitting upright increased urination fluid in the liver and intestines nausea, abdominal pain, and decreased appetite. Klasifikasi Gx

Pmx penunjang

EKG , Sonogram, Skan jantung , Kateterisasi jantung Blood tests,


reducing the heart's workload controlling excess salt and water retention improving the heart's function Angiotensin-modulating agents Diuretics Beta blockers Positive inotropes Aldosterone receptor antagonists Vasopressin receptor antagonists builds up in the legs, feet, and abdomen, difficulty breathing when lying down, and weight gain from fluid build up, No system of diagnostic criteria has been agreed as the gold standard for heart failure

Penatalaksanaan

Komplikasi Diagnosis

PENUTUP

PLANNING OF MEDICAL RECORD KEDOKTERAN TERINTEGRASI VI SKENARIO 2

KESIMPULAN

Pada skenario 2 ini, kelompok kami menyimpulkan bahwa pasien mengalami Asma bronciale sesuai dengan kajian teori yang dihubungkan dengan data klinis berupa sesak napas kumat-kumatan terutama bila ada perubahan cuaca dan adanya dahak yang putih

SARAN
1.

2.

Perlu dilakukan pemeriksaan fisik (anamnesa dan fisik diagnostik), dan pemeriksaan penunjang (laboratorium, radiologi) dalam menegakkan Diagnosis. Dalam menegakkan diagnosa hendaklah berfikir secara komprehensif dan holistik.

Wassalamualaikum,Wr,Wb
Thanx!!!