Anda di halaman 1dari 24

ADVOKASI DAN ADVOKASI DAN RESOLUSI KONFLIK RESOLUSI KONFLIK

HERU SUSETYO, SH.LL.M. M.SOS.

KONFLIK ETNIS DAN KONFLIK BERLATAR AGAMA ADALAH KONFLIK, MENANGGULANGI KONFLIK AGAMA DAN KONFLIK ETNIS ADALAH HAMPIR SAMA DENGAN MENANGGULANGI KONFLIK.

1. 2. 3.

Tiga komponen konflik : Conflict situation Conflict attitude (sikap konflik) Conflict behavior (perilaku konflik)

CONFLICT SITUATION
(Kenneth Boulding) conflict is a situation of competition in which the parties are aware of the incompability of potential future positions and in which each party wishes to occupy a position that is incompatible with the wishes of the other.

CONFLICT BEHAVIOUR
(Lewis Coser) conflict is a struggle over values and claims to scarce status, power and resources in which the aim of the opponents are to neutralize, injure, or eliminate their rivals.

DEFINISI KONFLIK
(Kriesberg) A social conflict exists when two or more parties believe they have incompatible objectives. (Rubin and Pruitt) Conflict means perceived divergence of interest, or a belief that parties current aspirations cannot be achieved simultaneously

PLURALISME ADALAH KENYATAAN SOSIAL SECARA EMPIRIS DAN HISTORIS DI ASIA TENGGARA AGAMA DAN ETNISITAS MEMAINKAN PERANAN PENTING DALAM MEMBENTUK DAN MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN, PLURALISME AGAMA DAN ETNIS ADALAH UNSUR PENTING DALAM PLURALISME BUDAYA

KEKERASAN ETNIS DAN KEKERASAN AGAMA ADALAH BAGIAN DARI PROBLEM KEKERASAN DALAM MASYARAKAT.

PENCEGAHAN KONFLIK
Pencegahan konflik bukan berarti mencegahnya supaya tak terjadi, namun lebih untuk menghindari kekerasan dan pertikaian bersenjata dalam konflik tersebut. Pada sisi lain, konflik dapat memainkan peran positif dalam masyarakat, yaitu ketika berjuang melawan ketidakadilan dan penganiayaan.

JENIS PENCEGAHAN
1. LIGHT PREVENTION 2. DEEP PREVENTION

LIGHT PREVENTION
PENCEGAHAN RINGAN ADALAH DENGAN CARA MANAJEMEN KRISIS. TUJUANNYA ADALAH MENGHINDARI KONFLIK BERKEMBANG MENJADI KONFLIK BERSENJATA CONTOH :

INTERVENSI DIPLOMATIK, MILITER, NGO MEMBUAT ZONA AMAN MENERJUNKAN POLISI MEDIASI AKOMODASI POLITIK MELALUI PROGRAM DAN KEBIJAKAN

DEEP PREVENTION
Bertujuan untuk menaksir apa penyebab konflik termasuk yang mendasari konflik dari sisi interest dan relationship. Fokus dari deep prevention adalah pada GOOD GOVERNANCE.

AKTOR DEEP PREVENTION


1.INSTITUSI POLITIK 2.STRUKTUR SOSIAL 3.KELOMPOK MASYARAKAT 4.NORMA HUKUM &NORMA SOSIAL

AKTOR DEEP PREVENTION TINGKAT NASIONAL


1. 2. 3. 4. 5. KONFERENSI NASIONAL KOMISI KONSTITUSI PEMBAGIAN KEKUASAAN MONITORING HAM PENGUATAN INDEPENDENSI PERADILAN

AKTOR DEEP PREVENTION TINGKAT MASYARAKAT


1. MASYARAKAT SIPIL 2. MEDIA YANG INDEPENDEN

5 MEKANISME DEEP PREVENTION (Horowitz)


1. Membangun kekuatan institusi dan meredam konflik hanya di tingkat unit. 2. Meredam konflik di tingkat internal etnis daripada membiarkan menjadi konflik antar etnis. 3. Membuat kebijakan yang meningkatkan kerjasama antara etnis > membangun koalisi dalam Pemilu.

4. Membangun sekutu berdasarkan kepentingan, lebih dari sentimen etnisitas. 5. Mengurangi perbedaan antara kelompok etnik syuapay ketidak puasan dapat direduksi.

TRANSFORMASI KONFLIK
Transformasi konflik adalah suatu pendekatan yang penting dalam resolusi konflik. (Louis Kriesberg) Transformasi konflik adalah suatu perubahan fundamental dan abadi dari suatu sengketa yang destruktif dan berlarut-larut antar musuh menuju suatu akomodasi yang konstruktif di antara mereka.

PROSES TRANSFORMASI KONFLIK


1. TRANSFORMASI TOKOH Mikhail Gorbachev, Nelson Mandela, Yasser Arafat 2. TRANSFORMASI ISSUE 3. TRANSFORMASI PERATURAN 4. TRANSFORMASI STRUKTURAL DAN KONTEKSTUAL 5. TRANSFORMASI INDIVIDU DAN KELOMPOK

PERAN NGO & ORGANISASI MASYARAKAT


NGO & ORGANISASI MASYARAKAT LAINNYA MEMILIKI PERAN YANG SIGNIFIKAN DALAM PROSES HUBUNGAN ANTAR MASYARAKAT. NGO dan ORMAS MEMILIKI KELUWESAN, KEBEBASAN, DAN KOMITMEN YANG MEMUNGKINKAN MEREKA MENCOBA PROGRAM2 BARU DALAM SEMUA KONDISI.

PERAN NGO
Linking with the community Taking responsibility for organizing, funding, encouraging and extending the types of community relation initiatives. Act as a clearing house for the development of new ideas and approaches

KONFLIK DI INDONESIA
Konflik horizontal Konflik vertikal Konflik vertikal lazimnya disebut konflik separatis dan konflik horisontal lazimnya disebut sebagai konflik etnis dan agama

Konflik di Indonesia pada dasarnya tidak mewakili kedua jenis konflik tersebut. Konflik di Indonesia lebih disebabkan pada perebutan sumber daya atau ladang ekonomi Awalnya adalah konflik antara orang dengan orang (perorangan) Konflik lahir juga karena adanya struktur sosial yang tidak demokratis

RESOLUSI KONFLIK DI INDONESI


PERUBAHAN PADA TINGKAT STRUKTUR DAN KEBIJAKAN