Anda di halaman 1dari 51

Pembimbing : dr.Johannes V Lusida Sp.

PD oleh : Finly Septianto 04700158

Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Alamat Agama Status No RM Tgl MRS Tgl pemeriksaan

: : : : : : : : : :

Tn.Rochim 31 tahun laki-laki pegawai swasta Bebekan tengah 17/05 Taman Islam Menikah 1303097 16 April 2010 19 April 2010

MUNTAH BERWARNA HITAM

Pasien datang ke UGD RSUD Sidoarjo dengan keluhan muntah darah berwarna hitam sebanyak 3 kali,sekali muntah +/- gelas disertai pusing mbliyur dan badan lemas,sebelum muntah pasien tidak ada batuk.Pasien juga mengatakan beraknya berwarna hitam seperti petis hampir menyerupai jenang. Pasien sering telat makan dan sering mengalami nyeri ulu hati yang tidak hilang dengan pemberian makanan. Pasien tidak mengeluh panas,nyeri atau ngilu disekitar sendi,pusing dibelakang mata,perdarahan dibawah kulit,gusi berdarah atau mimisan sebelumnya,dan hasil uji tourniquet negatif.

Pasien tidak sering keringat dingin di malam hari dan tidak mengalami penurunan berat badan sebelumnya.

RPD

Pasien tidak pernah menderita penyakit kuning sebelumnya. Pasien tidak pernah mengkonsumsi tablet besi sebelumnya untuk pengobatan kurang darah. Pasien tidak pernah memiliki penyakit kelamin sebelumnya Riwayat Kebiasaan : Pasien tidak punya riwayat konsumsi kopi, obat-obatan pereda nyeri dan jamu-jamuan ,maupun kacang-kacangan busuk sebelumnya. Pasien sering mengkonsumsi alkohol sebelumya(+/- 5tahun lalu)selama 1 tahun dan 1x/minggu Tidak rutin cek kesehatan bila tidak ada keluhan.

KU : Kesadaran : BB/TB : TTV

Lemah Compos mentis 65 kg/1168 cm : Tensi :

RR

110/80 mmhg, berbaring, lengan kanan Nadi : 92 kali/menit, kuat, reguler Suhu : 36,5C : 18kali/menit

Rambut Mata Hidung Mulut Telinga Leher

: Normal : Anemis (+), Icterus (-), Katarak (-) : Dyspneu (-) : Cyanosis (-) : Secret (-) : Pembesaran KGB (-) Pembesaran Kel.Tiroid (-)

Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

: Bentuk simetris, spider nevi (-) : Simetris kanan dan kiri : Sonor kanan dan kiri : Cor : S1 S2 tunggal teratur Pulmo : rh -/- ; wh -/-

Inspeksi : perut sedikit membuncit Palpasi : Undulasi (-), nyeri tekan (+) hanya pada ulu hati, Hepatomegali (-), Splenomegali (+) Perkusi : Shifting dullness(+) Auskultasi : Bising usus menurun

Ekstremitas

: Bulu ketiak rontok (-) Erytema palmaris (-) Oedema (-)

Tgl 19/4/09 GDA BUN SK WBC RBC HGB HCT PLT SGOT/PT ALBUMIN

: : 149mg/dl : 26,2mg/dl : 1,2 mg/dl : 19,7 /mm : 2,7 /mm : 8,1 g/dl : 22 % :176 k/ul :49/75 :2,8

Sirosis Hati Splenomegali Ascites

Pasien datang ke UGD RSUD Sidoarjo dengan keluhan muntah darah berwarna hitam sebanyak 3 kali,sekali muntah +/- gelas disertai pusing mbliyur dan badan lemas,sebelum muntah pasien tidak ada batuk.Pasien juga mengatakan beraknya berwarna hitam seperti petis hampir menyerupai jenang. Pasien sering telat makan dan sering mengalami nyeri ulu hati yang tidak hilang dengan pemberian makanan

Riwayat kebiasaan : Konsumsi kopi (-), Jamu (-), Obatobatan (-), Alkohol (+) sebelumya(+/- 5tahun lalu)selama 1 tahun dan 1x/minggu

HEMATEMESIS MELENA ET CAUSA SIROSIS HEPATIS+AZOTEMIA

Globulin Bilirubin direk dan total Faal hemostasis Hbs Ag Endoscopy

Diet Hati Inf PZ:D5 Inj Cefotaxim Inj Pantozole Inj Vit K Inj.Asam traneksamat Inj Lasix Sucralfat syr Spironolakton Propanolol Inj antrain Lactulax syr Gastric cooling

2100 Kalori 2:1 3x1g 2 x 1 amp 3 x 1 amp 3x1 amp 2 x 1 amp 4 x C II a.c 2 x 100 mg 3 x 20 mg 3x1 ampul 3xC II

TTV Perdarahan Keluhan lain

Dubois ad Malam

SIROSIS HEPATIS

Fase lanjut penyakit hati yang ditandai proses keradangan, nekrosis sel hati, usaha regenerasi dan penambahan jaringan ikat difus dengan terbentuknya nodul yang mengganggu susunan lobulus hati.

Hati Sehat

Fibrosis (Parut)

Sirosis (Pengerutan)

Kanker Hati

Virus Hepatitis B dan C Alkohol Kholestasis berkepanjangan Obstruksi vena hepatika Gangguan autoimun Toxin dan obat2an Kongesti vena: budd chiary sindrome Penyakit metabolik: NASH, Wilson disease

Sembuh

Sembuh

Sirosis Tanpa Gejala yg Jelas

Infeksi Baru

Hepatitis lanjut

Sirosis

Kanker Hati

Mati

Pembawa Virus B (Karier) Jangka panjang

Sirosis

Kematian

30 - 50 tahun

Morfologi Ukuran hati Ukuran regenerasi (makro,mikro,nodular atau campuran) Progresivitas Aktif In-aktif Jaringan terkena Komplit Tidak komplit

Klinis a. Kompensata Gejala (-); tanda nyata (-) b. Dekompensata Gejala (+); tanda nyata tanda patognomonis (+)

Klasifikasi Parameter (pugh) Bilirubin (mg/dl)


Albumin (g/dl) Ascites Ensefalopati Nutrisi Total Skor

A 1 <2
>3,5 Baik 5-7

B 2 2-3,0
3-3,5 Std I/II Sedang 8-10

C 3 >3,0
<3,0 Std III/IV Jelek 11-15

Terkontrol Sulit dikontrol

Klasifikasi Child A = Sirosis hati ringan Klasifikasi Child B = Sirosis hati sedang Klasifikasi Child C = Sirosis hati berat

Secara Mekanik, dimulai dari kejadian hepatitis viral akut, timbul peradangan luas, nekrosis hati, dan pembentukan jaringan hati yang luas disertai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati yang masih baik. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati.

Secara imunologis, dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati, nekrosis/nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati.


1. 2. 3. 4. 5. 6.

7.
8.

Kegagalan Fungsi hati : Icterus Spider Nervi Ginekomasti Hipoalbumin Bulu ketiak rontok Ascites Erythema Palmaris White Nail

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Hipertensi Portal : Varises Esofagus Splenomegali Pelebaran Vena Kolateral Ascites Haemoroid Capud Medusae

Komplikasi yang dapat dijumpai adalah : 1. Hematemesis/melena, oleh karena varises esofagus yang pecah 2. Ensefalopatik hepatik 3. Ascites permagna 4. Peritonitis bakterial spontan 5. Sindrom Hepatorenal

Varises Esophagus adalah pelebaran pembuluh darah dalam yang ada di dalam koronkongan makan (esophagus). Pelebaran ini dapat terjadi dalam bentuk yang kecil hingga besar, bahkan hingga besarnya dapat pecah menimbulkan perdarahan hebat. Perdarahan yang terjadi dapat dimuntahkan dengan warna hitam hingga merah segar (hematemesis) dan darah dapat mengalir ke bawah (anus) sehingga timbul buang air besar hitam (melena). Mekanisme yang mendasari terjadinya varises esophagus ini adalah penyempitan pembuluh darah yang berasal dari esophagus untuk mengalir ke dalam hati (liver).

Peristiwa ini terjadi pada penyakit hati kronik dengan disertai perubahan struktur dari organ hati, hal ini yang dinamakan sirosis hati. Pada keadaan yang terus berlangsung, sehingga aliran darah di dalam dinding esophagus melambat dan tekanannya meninggi. Keluhan yang sering terjadi pada keadaan ini rasa mual, mudah capek, terkadang mata jadi kuning.

Darah Anemia, Hb , Kolesterol darah Kenaikan kadar enzim transaminase / SGOT dan SGPT bkn merupakan petunjuk tentang berat dan luasnya kerusakan hati. Kadarnya meningkat akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. Albumin Hipoalbuminemia Elektrolit Hiponatremia Pemeriksaan CHE CHE adanya kerusakan sel hati

Pemanjangan protombin time adanya penurunan fungsi hati Peningkatan kadar gula darah karena ketidakmampuan sel hati membentuk glikogen Pemeriksaan marker serologi pertanda virus adalah penting dalam menentukan etiologi sirosis Pemeriksaan AFP bila terus meningkat telah terjadi transformasi ke arah keganasan

Definisi EH : suatu sindrom neuropsikiatri sekunder oleh penyakit hati yang berat (baik akut atau kronis)
Pada SH disebut : ENSEFALOPORTO-SISTEMIK

Endogen Fungsi hati jelek (Child C) Eksogen Prinsip : kadar amoniac dan false neurotransmitter meningkat
Diit protein berlebihan Pendarahan S.C..B.A Dehidrasi hipokalemik Infeksi / Sepsis Konstipasi / Obstipasi Obat-obatan

Patogenesis

Patogenesis

Infeksi spontan cairan Asites pada SH Umumnya SH dekompensata Organisme penyebab


Monomikrobial (>40%) Gram negatif Bakteri intestinal

Kadar albumin ascites < 1 gram / dl Gejala infeksi kadang tidak nyata nyeri abdomen , EH, dll

Patogenesis

Gangguan fungsi ginjal sekunder pada penyakit hati yang berat baik akut atau kronis (termasuk SH) Progresif Fungsional (anatomi ginjal masih baik)

KOMPENSASI : - Istirahat yang cukup - Diet TKTP - Lemak secukupnya Dekompensasi : obati komplikasi - Ascites :
* Diet Rendah Garam 0,5 gr/hr * Total cairan 1,5 l/hr * Spironolakton 4 x 25 mg/hr

- Hematemesis dengan Melena


* Pemasangan NGT untuk memastikan perdarahan dari saluran cerna * Vasopresin 2 amp (0,1 gr dalam 500 cc D 5 %) * SB tube untuk menghentikan perdarahan varises - Ensefalopati koreksi faktor pencetus - Peritonitis Bakterial Spontan Sefotaksim 2g/8 jam i.v cairan

- Sindroma Hepatorenal
* balance cairan * Atasi infeksi dengan pemberian Antibiotik * Parasintesis abdominal dengan ekstra hati-hati

Terima kasih