Anda di halaman 1dari 40

KELOMPOK 2

Click to edit Master subtitle style Ardhy Hardiyanto P (I0510005) Bayu Setiaji (I0510007) Dimas Wilma P (I0510009) Ditia Allindira H (I0510010) Donny Chandra K (I0510011) Doyok Purwadi (I0510012)

8/28/12

PROTEI N
8/28/12

Protein

Pengertian Peptida

Fungsi Ikatan Asam

Amino

Penggolongan Uji

Protein

8/28/12

Pengertian
Protein

adalah sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. zat pembangun, protein merupakan bahan pembentuk jaringanjaringan baru yang selalu terjadi dalam tubuh dan mempertahankan jaringan yang telah ada.

Sebagai

8/28/12

Fungsi
Sebagai

Enzim Pergerakan tubuh

Pengatur Alat

Pengangkut dan Penyimpan Mekanis Pertumbuhan

Pertahanan Penunjang Media

Perambatan Impuls Syaraf

Pengendalian

8/28/12

Sebagai enzim

Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh suatu senyawa makromolekul spesifik yang disebut enzim, dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti replikasi kromosom. Protein besar peranannya terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.
8/28/12

pengangkut dan penyimpan Banyak molekul dengan MB kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu. Misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. mekanis Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kolagen, suatu protein berbentuk bulat panjang 8/28/12
Penunjang

Alat

perambatan impuls syaraf Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor, misalnya rodopsin, suatu protein yang bertindak sebagai reseptor penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata. Pengendalian pertumbuhan Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan
8/28/12

Media

Ikatan Peptida
Dua asam amino berikatan melalui suatu ikatan peptida dengan melepas sebuah molekul air. Reaksi keseimbang
8/28/12

Asam Amino

merupakan unit penyusun protein Struktur:

satu atom C sentral yang mengikat secara kovalent:


gugus amino, gugus karboksil, satu atom H dan rantai samping (gugus

R)
8/28/12

Gugus R rantai samping yang berbeda-beda pada setiap jenis asam amino Gugus R yang berbedabeda tersebut menentukan:
Struktur Ukuran Muatan elektrik Sifat kelarutan di dalam

air
8/28/12

Asam

amino yang menyusun protein organisme ada 20 macam disebut sebagai asam amino standar asam amino ke 21 disebut selenosistein (jarang

Diketahui

8/28/12

Asam

amino yang menyusun protein organisme ada 20 macam disebut sebagai asam amino standar asam amino ke 21 disebut selenosistein (jarang ditemukan) Terdapat di beberapa enzim seperti gluthatione peroxidase

Diketahui

8/28/12

Nama dan Rumus Bangun As. Amino Standar

8/28/12

8/28/12

8/28/12

Asam Amino non Standar

Merupakan asam amino diluar 20 macam as. Amino standar Terjadi karena modifikasi yang terjadi setelah suatu asam amino standar menjadi protein. Kurang lebih 300 asam amino non standar dijumpai pada sel

Modifikasi serin yang mengalami fosforilasi oleh protein kinase


8/28/12

modifikasi prolin dlm proses modifikasi posttranslasi, oleh prokolagen prolin hidroksilase. Ditemukan pada kolagen untuk menstabilkan struktur

Dari modifikasi Glu oleh vit K. karboksi glutamat mampu mengikat Ca penting untuk penjendalan darah. Ditemukan pada protein protombin

8/28/12

Modifikasi lisin. Terdapat di kolagen dan miosin (protein kontraksi pd otot) dan berperan untuk sisi terikatnya polisakarida Beberapa ditemukan asam amino nonstandar yang tidak menyusun protein merupakan senyawa antara metabolisme (biosintesis arginin dan urea)

8/28/12

Penggolongan
Protein Protein Protein

Serat Bujur Telur Gabungan

8/28/12

Protein Serat
Bentuk protein yang tidak larut yang ditemukan dalam kulit, rambut, jaringan pengikat, dan tulang. Protein ini dapat dibagi lagi menjadi kolagen dan keratin

8/28/12

Protein Bujur Telur


Bentuknya bujur telur atau bulat lonjong. Umumnya larut dalam air. Dibagi menjadi 4 sub bagian
-

Albumin Globulin Histon Protamin

8/28/12

Protein Gabungan
Protein yang bergabung dengan senyawa bukan Protein. Misalnya protein dalam hemoglobin bergabung dengan besi yang mengandung heme bukan protein

8/28/12

Uji Protein
Secara Secara

Kualitatif Kuantitatif

8/28/12

Uji Protein Secara Kualitatif

Secara kualitatif terdiri atas


reaksi reaksi reaksi reaksi reaksi

Xantoprotein Hopkins-Cole Millon Nitroprusida Sakaguchi.

8/28/12

Reaksi Xantoprotein
Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Reaksi ini positif untuk protein yang mengandung tirosin,8/28/12 fenilalanin dan

Reaksi Hopkins-Cole
Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direaksikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. Pereaksi ini dibuat dari asam oksalat dengan serbuk magnesium dalam air. Setelah dicampur dengan pereaksi HopkinsCole, asam sulfat dituangkan perlahanlahan sehingga membentuk lapisan di bawah larutan protein. Beberapa saat 8/28/12

Reaksi Millon
Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol, karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil yang berwarna. 8/28/12

Reaksi Natriumnitroprusida
Natriumnitroprusida dalam larutan amoniak akan menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus SH bebas. Jadi protein yang mengandung sistein dapat memberikan hasil positif.

8/28/12

Reaksi Sakaguchi
Pereaksi yang digunakan ialah naftol dan natriumhipobromit. Pada dasarnya reaksi ini memberikan hasil positif apabila ada gugus guanidin. Jadi arginin atau protein yang mengandung arginin dapat menghasilkan warna merah.

8/28/12

Uji Protein Secara Kuantitatif

Secara kuantitatif terdiri dari


metode metode metode metode metode

Kjeldahl titrasi formol Lowry spektrofotometri visible (Biuret) spektrofotometri UV.

8/28/12

Metode Kjeldahl
Metode ini merupakan metode yang sederhana untuk penetapan nitrogen total pada asam amino, protein, dan senyawa yang mengandung nitrogen. Sampel didestruksi dengan asam sulfat dan dikatalisis dengan katalisator yang sesuai sehingga akan menghasilkan amonium sulfat. Setelah pembebasan alkali dengan kuat, amonia yang terbentuk disuling uap secara kuantitatif ke dalam larutan penyerap dan ditetapkan secara titrasi.
8/28/12

Metode Titrasi Formol


Larutan protein dinetralkan dengan basa (NaOH) lalu ditambahkan formalin akan membentuk dimethilol. Dengan terbentuknya dimethilol ini berarti gugus aminonya sudah terikat dan tidak akan mempengaruhi reaksi antara asam dengan basa NaOH sehingga akhir titrasi dapat diakhiri dengan tepat. Indikator yang digunakan adalah p.p., akhir titrasi bila tepat terjadi perubahan warna menjadi merah muda yang tidak hilang 8/28/12

Metode Lowry
Ambil sejumlah tertentu sampel protein yang terlarut misal albumin, endapkan dahulu dengan penambahan amonium sulfat kristal (jumlahnya tergantung dari jenis proteinnya, kalau perlu sampai mendekati kejenuhan amonium sulfat dalam larutan). Pisahkan protein yang mengendap dengan sentrifus 11.000 rpm selama 10 menit, pisahkan supernatannya. Presipitat yang merupakan proteinnya kemudian 8/28/12

Lanjutan Metode Lowry


Tambahkan ke dalam masing-masing tabung 8 ml reagen Lowry B dan biarkan selama 10 menit, kemudian tambahkan 1 ml reagen Lowry A. Kocok dan biarkan selama 20 menit. Baca absorbansinya pada panjang gelombang 600 nm tehadap blanko. (Sebagai blanko adalah tabung reaksi no.1 )

8/28/12

Metode Biuret
Larutan protein dibuat alkalis dengan NaOH kemudian ditambahkan larutan CuSO4 encer. Uji ini untuk menunjukkan adanya senyawa-senyawa yang mengandung gugus amida asam yang berada bersama gugus amida yang lain. Uji ini memberikan reaksi positif yaitu ditandai dengan timbulnya warna merah violet atau biru violet.
8/28/12

Metode Spektrofotometri UV
Asam amino penyusun protein diantaranya adalah triptofan, tirosin dan fenilalanin yang mempunyai gugus aromatik. Triptofan mempunyai absorbsi maksimum pada 280 nm, sedang untuk tirosin mempunyai absorbsi 8/28/12

Soal-soal
Apakah

Protein Itu? Fungsi Protein!

Sebutkan Tuliskan

rumus bangun Asam amino Standar !(5 Saja) 5 contoh Asam Amino non Standar !

Sebutkan Jelaskan

yang dimaksud dengan reaksi Xantoprotein !


8/28/12

Daftar Pustaka
www.google.com www.wikipedia.co.id Fessenden,

Fessenden.Kimia organik

8/28/12

Terima kasih

8/28/12