Anda di halaman 1dari 5

ANATOMI PERJALANAN TRAKTUS EKSTRAPIRAMIDALIS

Disusun oleh : Ricky Marasi Tambunan 0761050161

Pembimbing :

Dr. Sudin Sitanggang, Sp S

KEPANITRAAN KLINIK NEUROLOGI Periode 14 Mei 9 Juni 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA 2012

PENDAHULUAN Untuk mencapai otot tubuh, pusat perintah motorik di sistem saraf pusat harus melewati upper motor neuron dan bersinaps dengan lower motor neuron. Upper motor neuron merupakan rangkaian awal neuron yang belum meninggalkan sistem saraf pusat. Traktus piramidalis merupakan bagian dari upper motor neuron yang penting. Traktus ekstrapiramidalis juga merupakan bagian dari upper motor neuron dan terdiri dari multisinaptik. Lower motor neuron membawa pesan ke seluruh otot tubuh. Lower motor neuron sendiri terdiri dari saraf-saraf kranial dan saraf-saraf spinal. Badan sel neuron ini berada di batang otak tapi aksonnya meninggalkan sistem saraf pusat dan bersinaps dengan otot-otot tubuh. Saraf-saraf kranial tidak seluruhnya memiliki komponen lower motor neuron; seperti N I, N II, dan N VIII tidak memiliki komponen motorik. mewakili semua jaras motorik yang tidak berjalan melewati piramida medulla penting karena mempengaruhi sirkuit umpan balik motorik regulatoris dalam medulla spinalis, pusat otak, serebelum, dan korteks serebri menambah system kortikal dari kerja volunteer motorik, meningkatkan fungsinya ke tingkat yang lebih tinggi, dimana setiap gerakan volunteer penampilannya halus dan lembut Susunan ekstrapiramidal terdiri atas korpus striatum, globus palidus, inti-inti talamik, nucleus subtalamikus, substansia nigra, formasio retikularis batang otak, serebelum dan korteks motorik tambahan yaitu area 4, area 6 dan area 8.

Kerusakan traktus piramidalis diluar daerah piramida selalu melibatkan serat ekstrapiramidalis. Jika hanya serat pyramidal yang terpotong, paralysis yang terjadi adalah paralysis flaksid. Karena pada tempat lain, kerusakan traktus piramidalis selalu mencakup serat ekstrapiramidalis, teruma traktus retikulospinalis dan vestibulospinalis, maka paralysis yang terjadi selalu paralysis spastic.

GANGGUAN PADA TRAKTUS EKSTRAPIRAMIDALIS Tanda-tanda utama : gangguan tonus otot (distonia) dan gangguan gerakan involunter ( hiperkinesia, hipokinesia, akinesia). Dua sindrom klinis : hiperkinesia dan hipotonia dan disebabkan oleh penyakit dari neostriatum. hipokinesia dan hipertonia atau rigiditas dan berasal dari penyakit substansia nigra. Masalah-masalah yang sering mempengaruhi traktus ekstrapiramidalis diantaranya penyakit degeneratif, ensefalitis, dan tumor

1. Sindrom Hipokinesia Hipertonia


Secara klasik ditemukan pada paralysis agitans atau penyakit Parkinson tanda utama : Akinesia Rigor Tremor Festinating movements ( gerakan yang meningkat cepat dan tidak terkontrol ), terutama cara berjalan

2. Sindrom Hiperkinesia Hipotonia


Atetosis Korea Spasmodic tortikolis dan distonia torsi Balismus kondisi-kondisi lain : Palinfrasia Logoklonia Polikinesia

Penyakit yang berhubungan dengan lesi di ganglia basalis. Antara lain Huntingtons Chorea dan Sydenhams Chorea. Istilah chorea berasal dari bahasa Yunani khoros yang berarti menari. Kedua penyakit ini berhubungan dengan gerakan yang tiba-tiba dan tidak terkontrol dari ekstremitas. Essential Tremor Syndrome, ditandai dengan adanya spastik disfoni juga merupakan akibat lesi di ganglia basalis. Lesi di ganglia basalis juga menyebabkan hiperkinetik disartria. terjadinya