Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK

)

Pendahuluan
   

Merupakan masalah kesehatan global. Terkait langsung prevalensi merokok, polusi udara akibat pembakaran kayu, dll. Prevalensi PPOK stadium I pada umur > 60 th sekitar 18,4- 32,1 %. Di 12 negara Asia Pasifik prevalensi PPOK stadium sedang-berat pada umur ≥ 30 th sebanyak 6,3 %

 Penyebab morbiditas dan mortalitas kronis ke-4 di Amerika Serikat Penyebab kematian ke-6 pada tahun 1990 dan diperkirakan akan meningkat menjadi penyebab ke-3 pada tahun 2020 di seluruh dunia  .

Lung growth dan development Stress oksidatif Gender Usia Infeksi respirasi Pernah sakit TB Sosial ekonomi Nutrisi komorbod . 10. 6. 2. 9.Faktor Resiko Faktor resiko PPOK meliputi : 1. Gen Paparan: asap rokok. polusi udara indoor. 4. 7. 5. 3. polusi udara outdoor. 11. 8. debu.

. Adanya hambatan aliran udara yang reversibel sempurna dan progresif Respon inflamasi paru terhadap partikel noksa dan gas.Definisi Menurut Global initiative for chronic Obstructive Lung Disease (GOLD)  penyakit yang dapat diobati dan dicegah dengan beberapa efek ekstra pulmonal yang memberi kontribusi keparahan penyakit.

7 % FEV1 > 80 % prediksi Stadium II : Sedang  FEV1/ FVC < 0.7 % 50 % ≤ FEV1 < 80 % prediksi Stadium III : Berat  FEV1/ FVC < 0.Klasifikasi Dibagi menjadi 4 stadium:     Stadium I : Ringan  FEV1/ FVC < 0.7 % 30 % ≤ FEV1 < 50 % prediksi Stadium IV : Sgt Berat FEV1/ FVC < 0.7 % FEV1 < 30 % prediksi atau FEV1 < 50 % + gagal nafas kronik .

parenkim paru. 2. . 4. saluran nafas perifer. vaskular pulmonal Inflamsi kronis dengan peningkatan jumlah sel-sel inflamasi spesifik dan perubahan struktural akibat inflamasi dan repair berulang. saluran nafas proksimal. 3.Patologi Perubahan patologik khas PPOK : 1.

Paru. gangguan mekanisme pertahanan. membattasi destruksi jar. memutus mekanisme perbaikan  lesi patologis khas PPOK Ketidakseimbangan protease dan antiprotease dan stress oksidatif .Patogenesis Merokok  faktor resiko PPOK  inflamasi Paru  kerusakan jaringan .

Wheezing tidak selalu ditemukan.Gambaran Klinis  Batuk. tidak korelasi dengan keparahan obstruksi.    . Sesak nafas terutama saat beraktivitas. Ekspirasi > 4 detik  indikasi obstruksi. akibat hiperinflasi dinamik yang bertambah berat dengan peningkatan jumlah nafas. dahak dan sesak nafas.

gambaran parenkim paru > baik dari foto thorax. ruang retrosternal meningkat.   . paling penting utk diagnosis dan staging PPOK. adanya overinflasi diafragma mendatar dg permukaan superior konkaf. CT Scan. Tes fungsi paru.Laboratorium  Foto thorax.

hipersonor)  biasanya hanya pada stadium lanjut Spirometri.Diagnosis  Pemeriksaan fisik : hiperinflasi paru (diafragma letak rendah. pemeriksaan sederhana. Gold standar diagnosis PPOK. suara nafas menurun. tidak mahal. non-invasif. Rasio FEV1/FVC laju pengosongan paru kelainan ventilasi obstruksi   .

2. 6. Asma bronkial Gagal jantung kongestif Bronkiektasis Tuberkulosis Bronkiolitis obliteratif Diffuse panbronkiolitis . 5. 3. 4.Diagnosis Banding 1.

3. 4. 6. 5. Mencegah progresi penyakit Menghilangkan gejala Memperbaiki exercise tolerance Memperbaiki status kesehatan Mencegah dan mengobati penyulit Mencegah dan mengobati eksaserbasi Menurunkan mortalitas .Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan : 1. 2. 7.

Penatalaksanaan PPOK stabil 4. Mengurangi faktor-faktor resiko 3. . Menilai dan monitor perjalanan penyakit 2.4 komponen program penatalaksanaan: 1. Penatalaksanaan eksaserbasi.

Mengurangi faktor resiko :  Berhenti merokok  Mencegah merokok  Menghindari paparan polusi baik di tempat kerja maupun tempat umum .

Penatalaksanaan PPOK stabil  Edukasi  Obat-obatan  Oksigen  Ventilator  Rehabilitasi medik : gejala. partisipasi fisik & emosi  Operasi : Bulektomi. kualitas hidup. transplantasi paru .

tdk dianjurkan kecuali eksaserbasi infeksius. terbutalin.Obat-obatan :      Bronkodilator • Agonis beta 2 : salbutamol. . fenoterol • Antikolinergik : ipratropium bromide. teofilin. infeksi bakterial lain. tiotropium bromide • Derivat santin : aminofilin. Kortikosteroid Mukolitik Antioksidan Antibiotik.

PPOK eksaserbasi akut  Tes faal paru  Pemeriksaan gas darah  Foto thorax  Pemeriksaan lain  Penyebab : tracheobronchial tree  Penatalaksanaan hampir sama dg stabil .

 Asidosis sedang sampai berat (pH<7. 25 x/ menit .Indikasi dan kontraindikasi relatif NIPPV (non invasive mechanical vebtilation )  Kriteria seleksi :  Sesak sedang sampai berat dg penggunaan otot nafas tambahan dan gerakan abdomen paradoksal.35)  Frekuensi nafas .

 Kriteria        Eksklusi Respiratory arrest Ketidakstabilan kardiovaskular Somnolen Resiko aspirasi tinggi Operasi daerah muka atau gastroesofageal yang baru Trauma kraniofasial Sangat gemuk .

Penyulit Gagal nafas  Infeksi berulang  Kor pulmonum  .

corpulmonale. hipksemia.Prognosis Median survival sekitar 10 th  Kondisi yang memperparah : masih merokok. nutrisi jelek. kapasitas difusi rendah  . penyakit komorbid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful