Anda di halaman 1dari 2

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang

Nomor 36 Tahun 2008


Pasal 4 (2) Penghasilan di bawah ini dapat dikenai pajak bersifat final: (UU Nomor 36 Tahun 2008) a. penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi; (PP Nomor 131 Tahun 2000) hlm. 14 (51/KMK.04/2001) hlm. 20 (KEP-286/PJ/2002) hlm. 23 (PER-160/PJ/2005 s.t.d.d. PER-39/PJ/2010) hlm. 27 (PP Nomor 16 Tahun 2009) hlm. 42 (85/PMK.03/2011) hlm. 45a (PP Nomor 27 Tahun 2008) hlm. 46 (63/PMK.03/2008) hlm. 50 (PER-18/PJ/2008) hlm. 54 (PP Nomor 15 Tahun 2009) hlm. 56 (112/PMK.03/2010) hlm. 59 b. penghasilan berupa hadiah undian; (PP Nomor 132 Tahun 2000) hlm. 61 (KEP-395/PJ./2001) hlm. 64 c. penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura; (PP Nomor 41 Tahun 1994 s.t.d.d. PP Nomor 14 Tahun 1997) hlm. 66 (282/KMK.04/1997) hlm. 71 (PP Nomor 31 Tahun 2011) hlm. 74 d. penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau bangunan; dan (PP Nomor 48 Tahun 1994 s.t.d.t.d. PP Nomor 71 Tahun 2008) hlm. 77 (635/KMK.04/1994 s.t.d.t.d. 243/PMK.03/2008) hlm. 87 (PER-28/PJ/2009) hlm. 91 (PER-30/PJ/2009) hlm. 97 (PER-26/PJ/2010) hlm. 106 (PP Nomor 51 Tahun 2008 s.t.d.d. PP Nomor 40 Tahun 2009) hlm. 112 (187/PMK.03/2008 s.t.d.d. 153/PMK.03/2009) hlm. 120 (PP Nomor 29 Tahun 1996 s.t.d.d. PP Nomor 05 Tahun 2002) hlm. 128 (394/KMK.04/1996 s.t.d.d. 120/KMK.03/2002) hlm. 131 (KEP-227/PJ./2002) hlm. 134
www.dbwtaxcenter.com 1

e. penghasilan tertentu lainnya, (PP Nomor 19 Tahun 2009) hlm. 136 (111/PMK.03/2010) hlm. 138 yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah. Penjelasan Pasal 4 Ayat (2) Sesuai dengan ketentuan pada ayat (1), penghasilan-penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat ini merupakan objek pajak. Berdasarkan pertimbanganpertimbangan antara lain: perlu adanya dorongan dalam rangka perkembangan investasi dan tabungan masyarakat; kesederhanaan dalam pemungutan pajak; berkurangnya beban administrasi baik bagi Wajib Pajak maupun Direktorat Jenderal Pajak; pemerataan dalam pengenaan pajaknya; dan memerhatikan perkembangan ekonomi dan moneter,

atas penghasilan-penghasilan tersebut perlu diberikan perlakuan tersendiri dalam pengenaan pajaknya. Perlakuan tersendiri dalam pengenaan pajak atas jenis penghasilan tersebut termasuk sifat, besarnya, dan tata cara pelaksanaan pembayaran, pemotongan, atau pemungutan diatur dengan Peraturan Pemerintah. Obligasi sebagaimana dimaksud pada ayat ini termasuk surat utang berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan, seperti Medium Term Note, Floating Rate Note yang berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan. Surat Utang Negara yang dimaksud pada ayat ini meliputi Obligasi Negara dan Surat Perbendaharaan Negara.

www.dbwtaxcenter.com