Anda di halaman 1dari 160

TEKNOLOGI SOLIDA (SEDIAAN PADAT )

JURUSAN FARMASI FMIPA INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL


1

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

POKOK BAHASAN
1. 2.

3.
4. 5. 6. 7. 8.

9.

PENDAHULUAN PENGANTAR FORMULASI DASAR-DASAR PROSES DALAM TEKNOLOGI,DESAIN PRODUK, SEDIAAN DASAR. SEDIAAN SERBUK DAN GRANUL SEDIAAN TABLET SEDIAAN KAPSUL MIKROKAPSUL SEDIAN SUPOSITORIA SEDIAAN SUSTAINED RELEASE
TETI I / ISTN / 2007
2

10/10/2007

Pustaka
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Lachman, L. The Theory & Practice of Industri Pharmaceutical Dosage Form. Lachman, L., Pharmaceutical Dosage Form, ...Tablet vol. 1-3 Ansel, H.C., Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, ed 4,89 Aulton,M.E., Pharmaceutical The Sciene of Dosage Form Design, th 88 FI USP NF Martindale.
TETI I / ISTN / 2007
3

10/10/2007

FARMASETIKA / TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA

Ilmu & Teknik Mendesain Formulasi Sediaan Padat

Berhasil jika ..
Mengikuti UAS & Mengikuti UTS Mengerjakan tugas UTS & UAS Ikut minimum 80 % tatap muka Mengerjakan semua tugas utama dengan benar

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

Pengantar Farmasetika
Pengertian
Produk

Farmasi Mendesain Sediaan Formulasi


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

Sediaan
Pengembangan Produk
Ide s/d Launching

Sistem Desain :
Tujuan Komponen Mekanisme Faktor
Bahan Ala t Metod Iptek QA
10/10/2007

Man User
Mark
7

TETI I / ISTN / 2007

PROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARU


PERSIAPAN REGISTRASI 4 PERENCANAAN PENGUJIAN PRODUKSI PRODUK AWAL 10 8 L A PRODUKSI U 14 15 N C H I TRAINING N 12 G 13 RELISASI PEMASARAN PERENCANAAN SARANA 9

HASILKAN IDEA 1 DESAIN AWAL

PILIH IDE TERBAIK 2 RISET PASAR 5

PEMBUATAN PRODUK AWAL PERSETUJUAN 6

& BUDGETING

7
DESAIN SOP-IK 11 SCALLING UP RENCANA PEMASARAN MONITORING & EVALUASI RE DESAIN, IMPROVEMENT & REVITALISASI

S E L L I N G

3
DESAIN AWAL

1110/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

Ilmu dan Keterampilan Terkait


Anatomi & Fisiologi Organ & Tubuh Manusia Kimia & Fisika Bahan / Kimia Organik Matematik & Statistik Kimia Analitik / Farmasi Kimia / Farmasi Fisik Farmakologi Farmakognosi Manajemen Produksi
Dll
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

FORMULASI

FORMULASI
KEGIATAN BERPROGRAM & BERSISTEM MELIPUTI SEMUA ASPEK PRODUK PEMBUATAN DENGAN JAMINAN MUTU DI INDUSTRI UNTUK PEEDAGANGAN SESUAI PERSYARATAN BASIS LEGAL

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

11

FOKUS FORMULASI
KEBUTUHAN KONSUMEN PEMBUATAN PRODUK KEGIATAN EVALUASI PERSYARATAN BASIS LEGAL KONSEPSI STANDARISASI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

12

FORMULASI

PENGKAJIAN PRA FORMULASI FORMULASI PASCA FORMULASI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

13

ALUR FORMULASI
M A S Y A R A K A T
10/10/2007

DESAIN KEMASAN P E M A S A R A N PEMASOK DEPT. R&D IDE P R O D U K DESAIN WARNA AROMA KARAKTERISASI PRODUK
PENILAIAN KLINIK / SALON
14

DESAIN RISET

TETI I / ISTN / 2007

TEKNOLOGI SOLIDA (SEDIAAN PADAT )


JURUSAN FARMASI FMIPA INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
2

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

15

PENGKAJIAN PRAFORMULASI

aktif & tambahan

FORMULASI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

16

PENGKAJIAN PRAFORMULASI
PENGUMPULAN INFORMASI BAHAN AKTIF


10/10/2007

FISIKO KIMIA BIOFARMASETIKA FARMAKOLOGI INTERAKSI BAHAN FAKTOR BERPENGARUH KETERSEDIAAN BAHAN & HARGA INFORMASI PASAR & PEMASARAN
TETI I / ISTN / 2007
17

PENGKAJIAN PRAFORMULASI
UNTUK

FORMULA UNTUK PROSES PEMBUATAN UNTUK PENGAWASAN MUTU

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

18

PENGKAJIAN PRAFORMULASI

Apa karakter produk yang akan dihasilkan Komponen tambahan apa yang diperlukan Bahan apa yang dipakai Berapa banyak bahan diperlukan

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

19

PENGKAJIAN PRAFORMULASI
REKOMENDASI UNTUK PROSES PEMBUATAN Apa metode & mekanisme pembuatan Apa input lain yang diperlukan ? Peralatan, dll Bagaimana prosedur yang akan dilaksanakan Bagaimana dan apa dokumentasi dijalankan

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

20

PENGKAJIAN PRAFORMULASI
REKOMENDASI UNTUK PENGAWASAN MUTU ( in coming control, in process control, end process control, after sales control) Apa yang perlu dikontrol ? Apa metode & mekanisme pengawasan Apa input lain yang diperlukan ? SDM, mesin / peralatan, dll Bagaimana prosedur yang akan dilaksanakan Bagaimana dan apa dokumentasi dijalankan
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

21

Dasar Dasar Proses Dalam Farmasetika

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

22

DASAR PROSES
PENGHALUSAN (MILLING) PENCAMPURAN ( MIXING) PENGERINGAN ( DRYING ) KEMPA(COMPRESSION), CETAK(MOLDING) KONSOLIDASI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

23

DASAR PROSES

MILLING

MILLING
ISTILAH YANG ADA :
REDUCTION, Pengurangan ukuran COMMUNITION, Pemotongan MILLING, Penghalusan MILLS, Alat untuk Milling

PRINSIP :
PERGESERAN DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL FINES, pertikel sangat halus INTERMEDIATE, partikel halus COARSE, partikel kasar
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

25

PENGURANGAN UKURAN PARTIKEL


TUJUAN : 1. EFISIENSI PROSES / PRODUKSI & 2. MENINGKATKAN MANFAAT 3. MENGURANGI VOLUME / BULK DENSITY 4. OPTIMALISASI SIFAT ALIRAN / PENGISIAN 5. OPTIMALISASI LUAS PERMUKAAN / DISOLUSI FAKTOR: 1. LETAK BAGIAN TERLEMAH 2. KEKERASAN PERMUKAAN 3. JUMLAH ENERGI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

26

ISTILAH, UKURAN & PENGUKURAN PARTIKEL

LUAS PERMUKAAN PARTIKEL


Luas permukaan bola X jumlah partikel

BULK, TAP, TRUE DENSITY


Berat Jenis ( curah, mampat, asli)

LUAS PERMUKAAN SPESIFIK


Luas permukaan dari 1 gram serbuk

UKURAN

DIAMATER NOMOR AYAKAN / MESH


TETI I / ISTN / 2007
27

10/10/2007

ISTILAH, UKURAN & PENGUKURAN PARTIKEL


DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL UKURAN vs UNIT ( GRAM , % )

No

Mesh

Berat

DISTRIBUSI NORMAL SKEWED BIMODAL

1
2

< 12
12 <14

15,5
20,3

13,0
17,1

3 4
5

14 < 16 16 < 18
18 < 20

40,5 25,7
11,2

34,1 21,6
9,4

> 20
Jumlah

5,6
118,8
TETI I / ISTN / 2007

4,7
100
28

10/10/2007

ISTILAH, UKURAN & PENGUKURAN PARTIKEL

PENGUKURAN PARTIKEL
1. SIEVING ANALYZER
DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL ESTIMASI & BAYANGAN

2. MIKROSKOP 3. SCATTERING

PROYEKSI GAMBAR
PENGENDAPAN, HUKUM STOKES

4. SEDIMENTATION

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

29

METODE PENGURANGAN UKURAN PARTIKEL


CUTTING POTONG INTERMEDIATE - COARSE TUMBUK FINES - INTERMEDIATE KEJUT, PUKUL INTERMEDIATE GETAR FINES - INTERMEDIATE GESEK, GILING FINES TEKAN COARSE

COMPRESSION
IMPACT

VIBRATION
ATTRITION

LIQUID ENERGY
COMBINATION
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

30

MILLING : METODE, UKURAN & BAHAN


METODE
CUTTING

MESH
20-80

UNTUK BAHAN
SERAT/KASAR

TIDAK UNTUK BAHAN


RAPUH

IMPACT
ATTRITION

4-325
20-200

SERBUK
ABRASIF RAPUH /KERAS

ABRASIF
LUNAK LUNAK/ LENGKET

LIQUID ENERGY 1-3-um

GRADE

Ukuran(mm)
1,7 0,71 0,35 0,180 0,125
31

COARSE MODERATELY COARSE MODERATELY FINE FINE VERY FINE


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

FAKTOR PEMILIHAN METODE / ALAT SIFAT BAHAN AWAL

KEMAMPUAN ALAT
CARA & LINGKUNGAN KERJA / ALAT & KEAMANAN HASIL YANG DIINGINKAN
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

32

METODE PEMISAHAN PARTIKEL

SIEVING
AGITATION / VIBRATION

CENTRIFUGAL
GRAVIMETRY / SEDIMENTATION CYCLONE

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

33

DASAR PROSES

MIXING

PENGERTIAN & TUJUAN


MIXING ADALAH PROSES PENGGABUNGAN DUA ATAU
LEBIH BAHAN SEHINGGA MASING MASING JENIS PARTIKEL DAPAT KONTAK DAN BERADA DIANTARA JENIS PARTIKEL LAINNYA TUJUAN MIXING ADALAH:
MENCAMPUR ( BLENDER) DUA ATAU LEBIH BAHAN MENSUSPENSI PARTIKEL TIDAK LARUT DALAM CAIRAN MENGGABUNGKAN(MIXTURE) CAIRAN YANG TIDAK SALING BERCAMPUR MENDISPERSIKAN PARTIKEL SEMI SOLID DALAM BAHAN SEMI SOLID LAINNYA

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

35

PENCAMPURAN BAHAN PADAT (SOLID MIXING)


JENIS CAMPURAN MATRIK TIGA FASE MATERIAL CAMPURAN HOMOGEN DUA ATAU LEBIH BAHAN DIGABUNG MASING-2 BAHAN MERATA, KOMPOSISI SAMA CAMPURAN IDEAL : INGAT PAPAN CATUR

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

36

PENCAMPURAN BAHAN PADAT (SOLID MIXING) MEKANISME CONVECTIVE SHEAR DIFFUSIVE TAHAPAN VOLUME >> ENERGI >> WAKTU >>

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

37

PENCAMPURAN BAHAN PADAT


FAKTOR
UKURAN / DISTRIBUSI PARTIKEL, BJ, ELASTISITAS, PERMUKAAN PENERAPAN ENERGI WAKTU

DEHOMOGENISASI / SEGREGATION
UKURAN PARTIKEL, PERMUKAAM, DENSITY PERCOLATION, TRAJECTORY, DENSIFICATION

MIXER
TUMBLING, AGITATOR, GRANULATOR BATCH, CONTINUEUS STATIC & MOVING
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

38

PENCAMPURAN PADAT - CAIR MENJADI PADAT (SOLID LIQUID MIXING) GAYA YANG BEKERJA
ADHESI & KOHESI GAYA ANTAR MUKA JEMBATAN PARTIKEL GAYA TARIK ANTAR PARTIKEL IKATAN

TAHAPAN
BERCAMPUR AGLOMERASI PENGERINGAN PECAH AGLOMERAT

MIXING

AGLOMERASI

DRYING

PECAHNYA AGLOMERASI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

39

PENCAMPURAN PADAT - CAIR MENJADI PADAT (SOLID LIQUID MIXING)

MEKANISME PEMBENTUKAN PADATAN LEMBAB


PEMBENTUKAN INTI TRANSISI PERTUMBUHAN BOLA ( GUMPAL - PECAH - TUKAR - LAPIS)

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

40

DASAR PROSES

DRYING

PENGERINGAN BAHAN BASAH MENJADI PADAT


DRYING, DESSICATION, ABSORBSION, ETC

TUJUAN
MENGHASILKAN BAHAN KERING PROSES FORMULASI / PRODUKSI PENGAWETAN PEMISAHAN
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

42

PENGERINGAN BAHAN BASAH MENJADI PADAT


RELATIVE HUMIDITY ( KADAR UAP DI UDARA)

BERAT BASAH, BERAT MENGANDUNG UAP


BERAT KERING, BERAT TDK MENGANDUNG UAP MOISTURE CONTENT( BERAT KANDUNGAN UAP) LOST ON DRYING(BERAT UAP YG HILANG)

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

43

PENGERINGAN BAHAN BASAH MENJADI PADAT


PRINSIP PEMANASAN , PERBEDAAN TEKANANUAP & PENYERAPAN CONVECTIVE, CONDUCTIVE, RADIATION FREEZE, MIGRATION

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

44

ALAT PENGERINGAN (DRYER) BAHAN BASAH MENJADI PADAT


STATIC BED CONVECTIVE(TRAY) DINAMIC CONVECTIVE(ROTARY,FLUIDIZE) VACUM OVEN / TUMBLING RADIANT HEAT & MICROWAVE DRUM & SPRAY DRYER FREEZE DRYER

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

45

DASAR PROSES

KOMPRESI & KONSOLIDASI

KOMPRESI & KONSOLIDASI

KOMPRESI : REDUKSI VOLUME PEMAMPATAN MENGHILANGKAN UDARA

KONSOLIDASI PENINGKATAN KEKUATAN & TARIK MENARIK

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

47

KOMPRESI & KONSOLIDASI

FAKTOR :

ENERGI PERMUKAAN KADAR UAP SUDUT HENTI LAJU ALIRAN DENSITAS POROSITAS
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

48

KOMPRESI & KONSOLIDASI

MEKANISME & GAYA


DEFORMASI PLASTIS ELASTIS KOMPRESI PENERAPAN ENERGI DIIKUTI DEFORMASI
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

49

Desain Produk

Desain
TUJUAN DESAIN PRINSIP DESAIN TAHAPAN DESAIN PERTIMBANGAN DESAIN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

51

Tujuan Desain
Mencapai efek terapi atau manfaat

yang dapat diprediksi dari sediaan melalui formulasi yang dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan mutu yang baik dan konsisten

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

52

Kata Kunci
Efek terapi atau manfaat Dapat diprediksi Sediaan Formulasi Dapat diproduksi dalam jumlah besar Mutu yang baik dan konsisten

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

53

Kebutuhan Menjamin Mutu Yang Konsisten

Stabilitas kimia, fisika, mikrobiologi,

farmakologi dan toksikologi yang sama Keseragaman kandungan bahan Diterima ( Acceptable) oleh provider & pemakai Dalam kemasan yang baik dan berisi penandaan yang cukup
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

54

Prinsip Desain Formulasi


Merubah Bahan utama / aktif dan bahan tambahan melalui formulasi menjadi bentuk sistem pelepasan obat.

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

55

Pertimbangan
1. Biofarmasi
2. Faktor Bahan

3. Faktor Terapi / Penggunaan


4. Kesesuaian Teknik Formulasi

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

56

Biofarmasi(hubungan ilmu fisika, kimia dan biologi dengan obat, bentuk sediaan dan kerja obat)

a. b. c. d. e.

Cara pemakaian obat / rute (Administration) Release Disolution Absorpsi, Distribusi,, Metabolisme, dan Ekskresi Obat

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

57

Faktor Bahan (bahan aktif / utama dan bahan tambahan)

a. Sifat fisika kimia - biologi


b. Sifat biokimia & Sifat farmakologis
Dihubungkan dengan Stabilitas & Manfaat produk

Dihubungkan dengan pemilihan bentuk sediaan


10/10/2007 58

TETI I / ISTN / 2007

3 Faktor Terapi / Penggunaan


a. Jenis dan tingkat keparahan penyakit b. Jenis dan tingkat keparahan gejala sakit / penyakit

Dihubungkan dengan pemilihan bentuk sediaan obat

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

59

4 Kesesuaian Teknik Formulasi


a. Input yang tersedia b. Proses yang dapat dilaksanakan reproduksibel c. Hasil yang diharapkan

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

60

Langkah Desain
1. Pengkajian Kelayakan Bisnis
2. Pengkajian Praformulasi Bahan Aktif 3. Pengkajian User / Organ Target 4. Pengkajian Bahan : Dasar Sediaan,

5.
6. 7. 8.
10/10/2007

Sediaan Dasar, Sediaan Jadi Praformulasi Formulasi Uji kaji Stability Test Uji Kaji Test Aplikasi / Pasar Pascaformulasi
TETI I / ISTN / 2007
61

TEKNOLOGI SOLIDA (SEDIAAN PADAT )


JURUSAN FARMASI FMIPA INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
3

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

62

SEDIAAN DASAR Padatan serbuk Granul & Granulasi


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

63

Sediaan Serbuk

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

64

SEDIAAN SERBUK
CAMPURAN KERING BAHAN OBAT ATAU ZAT KIMIA YANG DIHALUSKAN, DITUJUKAN UNTUK PEMAKAIAN ORAL ATAU UNTUK PEMAKAIAN LUAR
FAKTOR LUAS PERMUKAAN : TERDISPERSI , TERLARUT & ABSORPSI MUDAH DITELAN / DITABUR

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

65

SEDIAAN SERBUK
PILIHAN SEDIAAN SERBUK : JIKA KADAR / JUMLAH TERLALU BESAR JIKA TIDAK STABIL DALAM PELARUT JENIS SERBUK : SERBUK LUAR; SERBUK ORAL (PULVIS/PULVERES) SERBUK UTK LARUTAN; SUSPENSI, INJEKSI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

66

SEDIAAN SERBUK KEUNTUNGAN & KERUGIAN


LEBIH STABIL DARI CAIRAN NYAMAN DALAM DOSIS BESAR DISSOLUSI YANG CEPAT TDK PRAKTIS DIBAWA / DIPAKAI DIBANDING TABLET/KAPSUL RASA PAHIT TERASA TIDAK BAIK UNTUK DOSIS KECIL TIDAK BISA UNTUK BAHAN YG BEREAKSI DI LAMBUNG

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

67

SYARAT SEDIAAN SERBUK


MENGANDUNG BAHAN AKTIF / KIMIA & DAPAT DI RELASE MEMENUHI SYARAT :- KADAR - KESERAGAMAN SEDIAAN - VOLUME TERPINDAHKAN

SESUAI :
WARNA, AROMA, RASA BOBOT DOSIS KADAR AIR KELARUTAN p H DALAM LARUTAN

STABIL & AMAN


FISIK, KIMIA, BIOLOGIS, FARMAKOLOGIS
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

68

FAKTOR UTAMA FORMULASI SERBUK


IDENTITAS ( IDENTITY )

KEMURNIAN ( PURITY )
KEAMANAN ( SAFETY) MANFAAT ( EFFICACY)
10/10/2007

S T A B I L I T Y
69

TETI I / ISTN / 2007

MEMBUAT SEDIAAN SERBUK


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. PERUMUSAN TUJUAN / SASARAN PENGKAJIAN PRAFORMULASI PEMBUATAN FORMULA PERCOBAAN PEMBUATAN SEDIAAN AWAL SKALA LAB. EVALUASI PROSES & HASIL SEDIAAN AWAL UJI STABILITAS SCALING UP PENGEMBANGAN KEMASAN & PENGEMASAN PEMBUATAN SKALA PRODUKSI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

70

MEMBUAT SEDIAAN SERBUK


1. PERUMUSAN TUJUAN / SASARAN
KRITERIA / SYARAT YANG HARUS DIPENUHI SASARAN PEMAKAI & PEMAKAIAN

2. PENGKAJIAN PRAFORMULASI
KARAKTERISASI TUNGGAL & CAMPURAN KETERSEDIAAN & KETERJANGKAUAN KEMAMPUAN SUMBER DAYA REKOMENDASI MENCAPAI TUJUAN / SASARAN ( FORMULA, FORMULASI, PENGEMASAN & QC )

3. PEMBUATAN FORMULA PERCOBAAN

10/10/2007

PENYUSUNAN KOMPONEN & KEBUTUHAN


TETI I / ISTN / 2007
71

MEMBUAT SEDIAAN SERBUK


4. PEMBUATAN SEDIAAN AWAL SKALA LAB.
PENYUSUNAN PROSEDUR & SPESIFIKASI PERCOBAAN PEMBUATAN & QC PENGAMATAN HASIL PERCOBAAN QC & ANALISIS PROSES & HASIL REKOMENDASI HASIL ANALISIS

5. EVALUASI PROSES & HASIL SEDIAAN AWAL

6. UJI STABILITAS
PENGUJIAN KRITERIA & SYARAT PADA KONDISI TEKANAN ( UJI DIPERCEPAT) ANALISIS & REKOMENDASI HASIL UJI
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

72

MEMBUAT SEDIAAN SERBUK


7. SCALING UP PENYUSUNAN PROSEDUR & SPESIFIKASI
PERCOBAAN PEMBUATAN & QC SKALA PRODUKSI PENGAMATAN HASIL PERCOBAAN SKALA PRODUKSI PERCOBAAN & QC PEWADAHAN & PENGEMASAN KETERCAMPURAN ISI & WADAH UJI KEKUATAN & KEBOCORAN WADAH EVALUASI & REKOMENDASI

8. PENGEMBANGAN KEMASAN & PENGEMASAN

9. PEMBUATAN SKALA PRODUKSI / MANUFAKTUR

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

73

PENGAWASAN MUTU
INCOMING CONTROL :
PEMERIKSAAN & PENGUJIAN BAHAN BAKU, KEMAS, WADAH, LABEL / PENANDAAN

IN PROCESS CONTROL, PENGUJIAN


KADAR AIR, DISTRI.UK.PARTIKEL, HOMOGENITAS, SIFAT ALIRAN KESERAGAMAN SEDIAAN, VOLUME TERPINDAHKAN,

END PROCESS CONTROL, PENGUJIAN


KESERAGAMAN SEDIAAN, VOLUME TERPINDAHKAN, STABILITAS
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

74

GRANUL & GRANULASI


BAHAN SERBUK vs GRANUL GRANUL UNTUK SEDIAAN PADAT
SERBUK TABLET KAPSUL SUPPOSITORIA

BAHAN AKTIF/ UTAMA


BAHAN TAMBAHAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

75

GRANUL & GRANULASI


VARIABEL UNTUK SIFAT GRANUL UKURAN, BENTUK, WARNA, BAU, RASA PERMUKAAN, DISTR. UK. PARTIKEL KECEPATAN ALIRAN, KOMPRESIBILITAS KADAR AIR / KELEMBAPAN POLIMORFISA, ELASTISITAS KELARUTAN, KEASAMAN, LAJU DISOLUSI KOEFISIEN DIFFUSI, LIOFILIK / LIOFOBIK STABILITAS KETERCAMPURAN
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

76

GRANUL UNTUK SEDIAAN PADAT


SIFAT
UKURAN BENTUK WARNA BAU RASA L.PERMUKAAN DIST. UK.PART KEC. ALIRAN KOMPRESIB. KELEMBAPAN KELARUTAN KEASAMAN LAJU DISOLUSI KOEF.DIFFUSI LIOFILIK STABILITAS OTT

SERBUK

TABLET

KAPSUL

SUPPOS

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

77

PARAMETER PADA GRANUL


SIFAT ALIRAN FLOW RATE( g/menit), ANGLE OF REPOSE(o) BENTUK, DISTRIB. UK.PART., KELEMBAPAN ADHESSIVE / COHESSIVE
SUDUT HENTI < 25 25 -- 45 > 45 SIFAT ALIRAN MUDAH MENGALIR MENGALIR SUKAR MENGALIR

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

78

Mengukur Kecepatan Alir Serbuk


FLOW RATE( kecepatan alir, g/menit) Alat ukur Kecepatan Alir ( Flow Rate Tester)

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

79

Mengukur Kecepatan Alir Serbuk


ANGLE OF REPOSE(sudut henti = Alat ukur sudut henti )
Tg =

2 t
d

t = tinggi
D = diamater
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

80

MEMPERBAIKI SIFAT ALIRAN


1. PERUBAHAN UKURAN DAN DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL 2. PERUBAHAN BENTUK & TEKSTUR PARTIKEL 3. PERUBAHAN GAYA PADA PERMUKAAN 4. PENAMBAHAN PELINCIR (FLOW ADDITIVES ) 5. PERUBAHAN KONDISI PROSES

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

81

PARAMETER PADA GRANUL


KOMPRESIBILITAS KEMAMPUAN GRANUL UNTUK TETAP KOMPAK DENGAN ADANYA TEKANAN KOHESI, ADESI, ELASTISITAS, IKATAN
Df - Do % KOMPRES. = Df x 100 %

RASIO HOUSNER = Df / Do
Df = TAP DENSITY ; Do = BULK DENSITY
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

82

MEMPERBAIKI KOMPRESIBILITAS
1. PEMBASAHAN(wetting)/PELEMBAPAN 2. PERUBAHAN BENTUK & TEKSTUR PARTIKEL 3. PENAMBAHAN ADHESIVES / BINDER 4. PERUBAHAN KONDISI PROSES

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

83

KOMPRESIBILITAS & SIFAT ALIRAN

% KOMPR.
5 - 15 12 --16 18 - 21 23 - 28 28 - 35 35 - 38 > 40

SIFAT ALIRAN
EXCELLENT( FREE FLOWING GRANULES) GOOD(FREE FLOWING POWDERED GRANULES FAIR(POWDERED GRANULES) POOR ( VERY FLUID POWDERS) POOR ( FLUID COHESIVE POWDERS) VERY POOR( FLUID COHESIVE POWDERS) EXTREMLY POOR( COHESIVE POWDERS)

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

84

CONTOH BAHAN, KOMPRESIBILITAS DAN SIFAT ALIRAN

BAHAN CELUTAB EMKOMPRES AMYLUM X1500 LAKTOSA AM.MAEZENA KALS. FOSFAT TALKUM

% KOMP. 11 15 19 19 27 41 49

SIFAT ALIRAN

BAIK SEKALI BAIK SEKALI SEDANG SEDANG BURUK SANGAT BURUK SANGAT BURUK

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

85

PARAMETER PADA GRANUL

HOMOGENITAS
KEADAAN GRANUL YANG MEMPUNYAI KOMONEN EQUAL DIDALAM SETIAP BAGIAN GRANUL

FAKTOR :
UK.PARTIKEL, MIXING FACTORS, GAYA TOLAK

UKURAN(KADAR & STD.DEVIASI)

UPAYA MENCAPAI HOMOGEN


OPTIMALISASI MIXING
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

86

PARAMETER PADA GRANUL KADAR AIR / KELEMBAPAN


JUMLAH UAP DIDALAM GRANUL ( MC ) DIHITUNG MELALUI LOST ON DRYING ( LoD)

UKURAN

% MC & % LoD

UPAYA

OPTIMALISASI DRYING

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

87

PEMBUATAN GRANUL
GRANULASI BASAH
JIKA BAHAN TAHAN AIR / CAIRAN TERTENTU JIKA BAHAN TAHAN PENGERINGAN / BISA DIKERINGKAN JIKA BAHAN BERUPA PARTIKEL HALUS JIKA BAHAN TIDAK KOMPAK

GRANULASI KERING
JIKA BAHAN TIDAK TAHAN PANAS JIKA BAHAN PARTIKEL HALUS TAPI BISA DIUPAYAKAN KOMPAK

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

88

CARA MEMBUAT GRANUL


GRANULASI BASAH
ALAT : GRANULATOR GESEK,

MIXER CEPAT, FLUIDIZE SPRAY PELLETIZERS


TAHAP : SOLID LIQUID MIXING GRANULATION DRYING
TETI I / ISTN / 2007
89

10/10/2007

VARIABEL SIFAT GRANUL UNTUK SERBUK


SIFAT GRANUL UKURAN, BENTUK, WARNA, BAU, RASA PERMUKAAN, DISTR. UK. PARTIKEL KECEPATAN ALIRAN, KADAR AIR / KELEMBAPAN POLIMORFISA KELARUTAN, KEASAMAN, LAJU DISOLUSI KOEFISIEN DIFFUSI, LIOFILIK / LIOFOBIK STABILITAS KETERCAMPURAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

90

Sediaan

Tablet
91

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

FORMULASI TABLET
TABLET SEDIAAN
( PADAT ) ( KOMPAK ) ( KEMPA / CETAK) (TABUNG PIPIPIH / SIRKULER) (PERMUKAAN RATA / CEMBUNG)

BAHAN AKTIF dengan atau tanpa BAHAN TAMBAHAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

92

FAKTOR UTAMA FORMULASI TABLET


IDENTITAS ( IDENTITY ) S T A B I L I T Y
93

KEMURNIAN ( PURITY )
KEAMANAN ( SAFETY) MANFAAT ( EFFICACY)
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

JENIS TABLET
1. BIASA 2. TRITURAT 3. HIPODERMIK / IMPLANT 4. BUKAL & SUBLINGUAL 5. EFFERFESCENS 6. KUNYAH 7. SALUT : ENTERIC, NON ENTERIC 8. VAGINAL ( MASUK SUPPOSITORIA)
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

94

PERSYARATAN UMUM TABLET


1. RELEASE BAHAN AKTIF
(WAKTU HANCUR, LAJU DISSOLUSI, ABSORPSI, BA / BE)

2. STABIL
KEMAMPUAN SUATU PRODUK UNTUK BERTAHAN DALAM BATAS YANG DITETAPKAN DAN SEPANJANG PERIODE PENYIMPANAN DAN PENGGUNAAN, SIFAT DAN KARAKETRISTIKNYA = YANG DIMILIKINYA PADA SAAT PRODUK DIBUAT

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

95

KESTABILAN
JENIS STABILITAS :
KIMIA, FISIKA, MIKROBIOLOGI, TERAPI, TOKSIKOLOGI

KETIDAK STABILAN
HILANG POTENSI, URAI, BEREAKSI,JAMURAN,DLL SERPIHAN / KEPINGAN, RETAK, SUMBING MENGEMBANG, BERBINTIK-BINTIK, BERUBAH WARNA, BERLEKATAN, TIMBUL HABLUR

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

96

PERSYARATAN TABLET
1. MEMENUHI KERAGAMAN BOBOT
BERLAKU JIKA :

PROPORSI B. AKTIF > 50 % DARI BOBOT TABLET JUMLAH B. AKTIF > 50 MG PER BOBOT TABLET
PILIH 30 TABLET 10 TABLET, TIMBANG SATU PER SATU, HITUNG BOBOT RATA-RATA TETAPKAN KADAR (masing2) SESUAI MONOGRAFI HITUNG KADAR MASING -2 TABLET TERIMA, jika <= 100 %, 85 - 115 % STD <= 6 % jika hanya 1 tablet didalam 75 - 125 % STD > 6%, maka UJI LAGI 20 TABLET,

CARA MENGUKUR :

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

97

PERSYARATAN TABLET
2. MEMENUI KESERAGAMAN KANDUNGAN
BERLAKU JIKA :

PROPORSI B. AKTIF < 50 % DARI BOBOT TABLET JUMLAH B. AKTIF < 50 MG PER BOBOT TABLET UNTUK TABLET SALUT

CARA UKUR : 1. TIMBANG SATU PERSATU 10 TABLET 2. TETAPKAN KADAR BAHAN AKTIF DALAM 1 TABLET 3. HITUNG KADAR MASING MASING TABLET TERIMA, jika nilai kadar : <= 100 %, 85 - 115 % STD <= 6 % jika hanya 1 tablet didalam 75 - 125 % STD > 6%

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

98

PERSYARATAN TABLET
3. WAKTU HANCUR MASUKKAN 6 TABLET KEDALAM TABUNG YANG ADA DIDALAM ALAT UJI WAKTU HANCUR ( DISINTEGRATION TESTER), HIDUPKAN MESIN SAMPAI SEMUA TABLET HANCUR. CATAT WAKTU SEJAK MULAI MESIN HIDUP SAMPAI WAKTU SEMUA TABLET SUDAH HANCUR.
SYARAT WAKTU HANCUR : SESUAI FI ( MISALNYA ZAT X, TIDAK LEBIH DARI 30 MENIT)

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

99

PERSYARATAN TABLET
3. LAJU DISOLUSI

MASUKKAN 1 TABLET KEDALAM TABUNG YANG ADA DIDALAM ALAT UJI LAJU DISOLUSI ( DISSOLUTION TESTER), HIDUPKAN MESIN. DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU, AMBIL CAIRAN SAMPEL, TETAPKAN KADAR, SEHINGGA DIPEROLEH NILAI LAJU DISOLUSI
LAJU DISULUSI : SESUAI FI ( MISALNYA ZAT X, TIDAK KURANG DARI 75 % DALAM WAKTU 45 MENIT, PADA 100 RPM)

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

100

PERSYARATAN TABLET
5. FRIABILITAS BANYAK BAGIAN TABLET YANG MENGALAMI SERPIHAN, KEPINGAN,
RETAK, SUMBING
DIUKUR DAN DIHITUNG DARI BOBOT YANG HILANG SETELAH MENGALAMI BANTINGAN 25 X PER MENIT SELAMA 4 MENIT DIDALAM FRIABILATOR
SYARAT : TIDAK LEBIH DARI 1 % ( EXTRA F I 74)
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

101

PERSYARATAN TABLET
6. KEKERASAN
KEKUATAN TABLET TERHADAP TEKANAN DIUKUR DAN DIHITUNG DENGAN MEMBERIKAN TEKANAN SAMPAI TABLET MENGALAMI PECAH / RETAK MENGGUNAKAN HARDNESS TESTER YANG BAIK : 4 - 10 KG / CM2, TERGANTUNG UKURAN TABLET

7. UKURAN
DIAMETER DAN TEBAL TABLET DIUKUR DAN DIHITUNG DENGAN JANGKA SORONG SYARAT ( FI III) DIAMETER = 1 1/3 3 X DIAMATER
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

102

PEMBUATAN & PECAHNYA TABLET HUBUNGANNYA DENGAN KOMPONEN UTAMA PEMBENTUK TABLET
SERBUK 1, 2 GRANUL
2,4 3 GRANULASI
PENGEMPAAN DISINTEGRASI

TABLET
3,5

GRANUL

3 3,5

3,5

PARTIKEL ZAT AKTIF 3,5

1. PENGISI 2. PENGIKAT 3. PENGHANCUR 4. LUBRIKAN 5. PENAMBAH LARUT


10/10/2007

ZAT AKTIF TERLARUT

TETI I / ISTN / 2007

103

KOMPONEN PEMBENTUK TABLET


BAHAN AKTIF ZAT KHASIAT

PENGISI

JIKA ZAT AKTIF SEDIKIT / SULIT DIKEMPA


MEMBANTU HANCUR

PENGIKAT DAYA ADHESI & KOHESI DISINTEGRAN GLIDAN

LUBRIKAN KURANGI GESEKAN, CEGAH MELEKAT,


TAMBAH KEMAMPUAN MENGALIR PELICIN CETAKAN ANTI ADEREN

PEWARNA, PENGAROMA, PEMANIS NILAI ESTETIK, IDENTITAS PRODUK PENYERAP, PENAMBAH LARUT, DLL
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

104

KOMPONEN PEMBENTUK TABLET

BAHAN AKTIF

KOMPONEN UTAMA BEKERJA LOKAL / SISTEMIK BEKERJA CEPAT / LAMBAT DIPAKAI MELALUI ORAL(LAMBUNG/ USUS HALUS), BUCCAL, VAGINAL, BAWAH KULIT / JARINGAN, CAIRAN(EFFERVESCENS), DLL. BERSIFAT FARMAKOLOGIS / ADDITIVE,DLL
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

105

KOMPONEN PEMBENTUK TABLET

BAHAN PENGISI

JIKA BAHAN AKTIF KECIL


( MENCUKUPKAN BOBOT / VOLUME)

JIKA BAHAN AKTIF TAK BISA DI GRANULASI ( MEMBANTU MEMBENTUK


GRANUL YANG BAIK ) CONTOH :GOLONGAN LAKTOSA, AMILUM, GARAM ANORGANIK, DLL

% PENGGUNAAN : TERGANTUNG VOLUME / BERAT

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

106

KOMPONEN PEMBENTUK TABLET BINDER ADHESIVE


KERJA :

BAHAN PENGIKAT

PENGIKAT KERING PENGIKAT BASAH

MEMBENTUK KOHESI & ADHESI ( IKATAN ANTAR PARTIKEL & GRANUL) MENINGKATKAN KOMPRESIBILITAS ( TABLET KERAS & KOMPAK ) CONTOH : GOLONGAN SELULOSA, AMILUM CAIRAN GRANULASI, POLIMER % PENGGUNAAN : ( TERGANTUNG B.AKTIF & TARGET KEKOMPAKAN)
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

107

KOMPONEN PEMBENTUK TABLET BAHAN PENGHANCUR


MEMECAH TABLET & GRANUL
MEKANISME KERJA
1. 2. 3. 4. 5. MEMBENTUK KAPILER :(GOL AMILUM, SELULOSA) MEMBENTUK GAS: ( SITRAT & BIKARBONAT MENGEMBANG: ( GOL. SELULOSA) MELELEH : ( OLEUM CACAO ) MELARUT : ( P E G )

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

108

KOMPONEN PEMBENTUK TABLET BAHAN PENGHANCUR

DITAMBAHKAN DENGAN CARA :


BERSAMA BAHAN AKTIF : PENGHANCUR DALAM
UNTUK MEMECAH GRANUL MENJADI PARTIKEL BERSAMA DENGAN PELINCIR : PENGH. LUAR UNTUK MEMECAH TABLET MENJADI GRANUL

BERAPA PERSEN ? TERGANTUNG :


JENIS TABLET,
WAKTU HANCUR B. PENGIKAT
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

109

KOMPONEN PEMBENTUK BAHAN PELINCIR TABLET


LUBRIKAN GRANUL TAK LENGKET GLYDAN GRANUL MENGALIR BAIK ANTI ADHEREN MESIN TAK DILENGKETI GRANUL
LUBRIKAN
PEG,SLS Mg.Stearat As.Stearat Talkum M.Mineral

GLYDAN
Amilum Talkum SiO2 Mg.CO3 MgO

A. ADHEREN
Amilum Talkum (Lubrikan)

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

110

KOMPONEN PEMBENTUK BAHAN PELINCIR TABLET

DITAMBAHKAN DAN DIHUTUNG TERAKHIR, MENJELANG PENGEMPAAN


BERAPA PERSEN? TERGANTUNG KEPADA:
KECEPATAN ALIRAN YANG DIINGINKAN LUAS PERMUKAAN GRANUL(MESH, BERAT, BJ) LUAS PERMUKAAN PELINCIR (MESH, BERAT, BJ)

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

111

KOMPONEN PEMBENTUK TABLET

BAHAN LAIN
PEWARNA
PEMANIS PENAMPILAN PENUTUP WARNA IDENTITAS TABLET
DYE, PIGMEN

ABSORBEN
PENYERAP CAIRAN / UAP ANTI HIGROSKOPIS
SILIKA

PEMANIS
PENYEDAP RASA ANTI RASA TAK ENAK
GULA,DLL

PENGAROMA
PENYERAP AROMA
M.ATSIRI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

112

TAHAPAN FORMULASI
TUJUAN FORMULASI

LANGKAH FORMULASI

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

113

TAHAPAN FORMULASI
PRODUKSI AMAN, EFEKTIF, ANDAL JUMAH TEPAT, BENTUK BENAR WAKTU / KECEPATAN OPTIMUM SESUAI DENGAN LOKASI / KONDISI

1. PENGKAJIAN PRAFORMULASI FISIKO-KIMIA, FARMAKOLOGI - SUPPLY - STABILITAS 2. RELEASE OPTIMUM 3. ALTERNATIF METODE 3. PILIH BAHAN TERCAMPURKAN 5. PEMBUATAN FORMULA PERCOBAAN DOSIS - UKURAN / BENTUK - BERAT - METODE TERSEDIA BAHAN TAMBAHAN 6. PERCOBAAN INVITRO & INVIVO 7. PENGEMBANGAN KESTABILAN, BIOAVAILABILITAS, KEABSAHAN & DATA KLINIK
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

114

VARIABEL SIFAT GRANUL UNTUK TABLET


VARIABEL SIFAT GRANUL : UKURAN, BENTUK, WARNA, BAU, RASA PERMUKAAN, DISTR. UK. PARTIKEL KECEPATAN ALIRAN, KOMPRESIBILITAS KADAR AIR / KELEMBAPAN POLIMORFISA, ELASTISITAS KELARUTAN, KEASAMAN, LAJU DISOLUSI KOEFISIEN DIFFUSI, LIOFILIK / LIOFOBIK STABILITAS KETERCAMPURAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

115

METODE PEMBUATAN

1.KEMPA LANGSUNG 2.GRANULASI BASAH 3.GRANULASI KERING/ SLUGGING


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

116

PEMBUATAN GRANUL UNTUK TABLET


GRANULASI MENINGKATKAN ALIRAN & KEMAMPUAN KEMPA

GRANULASI KERING : MENEKAN MASSA SERBUK -> BESAR DIGILING, DIAYAK -> UKURAN PARTIKEL KECIL GRANULASI BASAH MEMBUAT MASSA LEMBAB DITEKAN, DIGILING -> UKURAN PARTIKEL KECIL DIKERINGKAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

117

METODE PEMBUATAN
1.KEMPA LANGSUNG
a. JIKA SIFAT BAHAN MEMPUNYAI SIFAT GRANUL YANG BAIK b. JIKA BAHAN MUDAH DICAMPUR MENJADI GRANUL YANG BAIK c. JIKA BAHAN TIDAK TAHAN PANAS d. JIKA BAHAN TIDAK TAHAN CAIRAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

118

METODE PEMBUATAN
2. GRANULASI BASAH
a. JIKA BAHAN MEMPUNYAI SIFAT GRANUL YANG TIDAK BAIK b. JIKA BAHAN SUKAR DICAMPUR MENJADI GRANUL YANG BAIK c. JIKA BAHAN TAHAN PANAS, KECUALI JIKA DAPAT
DILAKUKAN PENGERINGAN DENGAN DEHUMIDIFIER

d. JIKA BAHAN TAHAN CAIRAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

119

METODE PEMBUATAN
3.GRANULASI KERING
a. JIKA BAHAN TIDAK TAHAN PANAS b. JIKA BAHAN TIDAK TAHAN CAIRAN c. JIKA BAHAN MEMPUNYAI SIFAT GRANUL YANG TIDAK BAIK

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

120

PILIHAN METODE
1. SIFAT GRANUL BAIK ? 2. SIFAT GRANUL TIDAK BAIK ?
1. 2. DITAMBAH PENGISI / BINDER, JADI BAIK ? DITAMBAH PENGISI/BINDER, JADI TIDAK BAIK ?

KEMPA LANGSUNG !

KEMPA LANGSUNG ! GRANULASI KERING !

3.

TAHAN PANAS & TAHAN CAIRAN ?


TAMBAH BAHAN PENGIKAT BASAH TAHAN AIR ? TAK TAHAN AIR ?

GRANULASI BASAH

PAKAI PEMBAWA AIR ! PAKAI PEL.ORGANIK

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

121

KERANGKA PROSES FORMULASI TABLET


KRITERIA SYARAT STANDARD METODE/ S O P

B A H A N

D E S A I N

P R O S E S 1

G R A N U L 1

P R O S E S 2
TETI I / ISTN / 2007

G R A N U L 2

K E M P A

T A B L E T

SARANA /PRASARANA
10/10/2007 122

PENGAWASAN MUTU SEBELUM PROSES


KADAR IDENTIFIKASI CEMARAN SIFAT FISIK SIFAT KIMIA SIFAT FISIK SIFAT KIMIA KETERCAMPURAN
TETI I / ISTN / 2007
123

BAHAN AKTIF

BAHAN TAMBAHAN

10/10/2007

PENGAWASAN MUTU DALAM PROSES


HOMOGENITAS DISTR.UK. PARTIKEL / FINES KADAR AIR / LEMBAB KOMPRESIBILITAS SIFAT ALIRAN BOBOT RATA-2 KEKERASAN STABILITAS FISIK WAKTU HANCUR
TETI I / ISTN / 2007
124

GRANUL

TABLET

10/10/2007

PENGAWASAN MUTU SETELAH PROSES


KESERAGAMAN BOBOT KESERAGAMAN KANDUNGAN JIKA BAHAN AKTIF < 50 % atau < 50 MG; TABLET SALUT PILIH 30 TABLET 10 TABLET, SATU PER SATU, BOBOT RATA-RATA TETAPKAN KADAR (masing2) SESUAI MONOGRAFI TERIMA, jika <= 100 %, 85 - 115 % STD <= 6 % jika hanya 1 tablet didalam 75 - 125 % STD > 6%, maka UJI LAGI 20 TABLET, TERIMA JIKA TIDAK LEBIH 1 TABLET : 85 - 115 %, STD <= 7,8 %.
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

125

PENGAWASAN MUTU SETELAH PROSES


1. KESERAGAMAN BOBOT atau KESERAGAMAN KANDUNGAN 2. WAKTU HANCUR atau LAJU DISULUSI 3. KEKERASAN 4. FRIABILITAS 5. UKURAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

126

PENGAWASAN MUTU SETELAH PROSES


SABILITAS :
VARIABEL :...

(SESUAI SYARAT ) 2 3 4 5 6

Kondisi
PANAS LEMBAB CAHAYA MIKROBA
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

127

TABLET KHUSUS
TABLET EFFERVESCENS
TABLET YANG PECAH DAN DAPAT MEMBEBASKAN GAS JIKA DIMASUKKAN KEDALAM AIR

BAHAN ASAM TERPISAH DARI BAHAN BASA ASAM SITRAT vs BIKARBONAT PERSYARATAN GRANULASI & PENGEMPAAN: LEMBAB NISBI RENDAH & TANPA AIR SEBAIKNYA SEMUA BAHAN LARUT DLM AIR

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

128

TABLET KHUSUS
BUCCAL & SUBLINGUAL DIPAKAI DIANATRA PIPI DAN GUSI & DIBAWAH LIDAH
UNTUK BAHAN TAK TAHAN LAMBUNG / USUS
RELEASE & ABSORPSI DISELAPUT MULUT SEBAIKNYA: BAHAN LARUT DALAM LUDAH

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

129

TABLET SALUT
SALUT GULA
UNTUK PROTEKSI, RASA MANIS & TAMPILAN TABLET INTI(CORE) KERAS, KOMPAK & BULAT Tahap : PENUTUP-DASAR-PEMBENTUK-PEMOLES Bahan: PVAP- GOM / GULA-GULA / TiO2 - WAX

SALUT FILM
UNTUK PROTEKSI & PENAMPILAN TABLET INTI(CORE) KERAS, KOMPAK & BULAT ENTERIK & NON ENTERIK PEMBENTUK FILM, PLASTISAISER, PEWARNA, &
PELARUT SELULOSA - TRIACETIN&PEG - ETANOL & M. KLORID

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

130

MASALAH TABLET
CAPPING LAMINATING PICKING STICKING CRACKING BRIDGING MOTTLING OVERWETTING ALIRAN BURUK KOMPRESIB. BURUK BOBOT BERAGAM KADAR TAK SERAGAM KERAS RAPUH LAMA HANCUR LAMA MELARUT

PENGERTIAN, PENYEBAB MENCEGAH & MENGATASI ?


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

131

Sediaan

Kapsul
132

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

Pengantar

DefInisi ? Keras & Lunak ! Isi & Cangkang Formulasi & Manufaktur

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

133

Mengapa Kapsul ?
Menutupi rasa dan atau bau yang tidak enak Meningkatkan mula kerja. Menghindari pemakaian bahan pembantu yang baragam dan banyak. Memberikan alternatif terhadap warna Agar setiap unit dapat diberi identitas / cetakan yang menjadi ciri.

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

134

SYARAT KAPSUL
MEMENUHI SYARAT : Keseragaman kadar Keseragaman bobot Waktu hancur Laju Disolusi Ketahanan terhadap uap Syarat lain masing-2 industri

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

135

Cangkang Kapsul
Berbagai Ukuran / Volume Dibuat dari
Gelatin Plastisaiser Air Pewarna Pengawet Opaquing Agent

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

136

Cangkang Kapsul
Pembuatan Gelatin
Tulang / Kulit Sapi / babi Dibersihkan dengan Asam / kapur Dipanaskan bersama air Disaring selagi panas Hasil saringan Didinginkan Dipisahkan Gelatin bantangan Dihaluskan

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

137

Cangkang Kapsul
Pembuatan Cangkang
Pelelehan gelatin & air Penambahan bahan lain Pencelupan Pengeringan Pemotongan Pencetakan logo / tulisan Sterilisasi / Pengawetan

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

138

QC pada pembuatan Cangkang Kapsul


Kadar Elektrolit & Mikroba serta pH Air Kemurnian, Kelarutan, sifat fisiko bahan pembantu Suhu, Kekentalan & ketajaman warna kentalan Suhu dan kelembaban lingkungan Ketebalan, panjang, bobot dan kadar uap cangkang Sterilitas

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

139

Isi kapsul
SEDIAAN ISI : Granul, larutan, suspensi, emulsi SYARAT GRANUL UNTUK ISI KAPSUL : Homogennitas baik Sifat aliran yang baik Kadar air / kelembaban optimal Ketidaktercampuran minimal Porositas optimum
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

140

Isi kapsul
Dibuat seperti membuat Granul ( untuk kapsul ) Larutan Suspensi Emulsi
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

141

GRANUL & GRANULASI


VARIABEL SIFAT GRANUL UKURAN, BENTUK, WARNA, BAU, RASA PERMUKAAN, DISTR. UK. PARTIKEL KECEPATAN ALIRAN, KADAR AIR / KELEMBAPAN POLIMORFISA, ELASTISITAS KELARUTAN, KEASAMAN, LAJU DISOLUSI KOEFISIEN DIFFUSI, LIOFILIK / LIOFOBIK STABILITAS KETERCAMPURAN

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

142

Proses pengisian cangkang


Manual & Mesin Kapsul Keras
Pembuka cangkang Pengarah cangkang Pengisi masa ke cangkang Penutup cangkang

Mesin Kapsul Lunak


Mould pembuat cangkang Pengisi massa kedalam mould Sealer
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

143

Formula Umum Serbuk untuk Kapsul Keras Bahan Aktif Bahan Pelincir Bahan Pengikat granul Bahan Penyerap uap
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

144

TUGAS ANDA UNTUK PR


RANGKUMAN KULIAH PERUMUSAN KARAKTER PRODUK
( LIHAT FORMULIR REGISTRASI )

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

145

Sediaan

Suppositoria
TETI I / ISTN / 2007
146

10/10/2007

MENGAPA ?

1. UNTUK PEMAKAIAN LOKAL 2. B. AKTIF TIDAK TAHAN ORAL 3. B. OBAT TIDAK DIABSORPSI VIA ORAL 4. KONDISI PEMAKAI TAK COCOK KEUNTUNGAN ? 1. LANGSUNG BEREFEK LOKAL 2. B. AKTIF TERTENTU LEBIH DIABSORPSI 3. PEMAKAI TAK TERGANGGU 4. METABOLISME HATI DIKURANGI
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

147

BATASAN & FUNGSI

SEDIAAN PADAT BERBAGAI BOBOT & BENTUK DIBERIKAN REKTAL, VAGINA, URETRA MELELEH, MELUNAK, MELARUT PADA SUHU TUBUH PELINDUNG JARINGAN SETEMPAT PEMBAWA ZAT TERAPETIK (LOKAL & SISTEMIK)
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

148

SYARAT
MEMENUHI SYARAT : KERAGAMAN KADAR KESERAGAMAN KANDUNGAN JARAK MELELEH / MELARUT WAKTU HANCUR LAJU DISOLUSI JUGA : STABIL KADAR AIR / HIGROSKOPISITAS RENDAH KERAPUHAN RENDAH KETENGIKAN TAK TERJADI
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

149

BATASAN & FUNGSI

SEDIAAN PADAT BERBAGAI BOBOT & BENTUK DIBERIKAN REKTAL, VAGINA, URETRA MELELEH, MELUNAK, MELARUT PADA SUHU TUBUH PELINDUNG JARINGAN SETEMPAT PEMBAWA ZAT TERAPETIK (LOKAL & SISTEMIK)
10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

150

ABSORPSI REKTAL

FAKTOR FISIOLOGIS
MEKANISME ABSORPSI - DISTRIBUSI ELMINIASI - SEKRESI 50 - 70 % DIABSORPSI SISTEMIK pH & KAPASITAS BUFFER KOLON KONSISTENSI, KANDUNGAN KOLON MEMBRAN REKTAL

SIFAT FISIKA - KIMIA BAHAN AKTIF SIFAT FISIKA - KIMIA B.TAMBAHAN


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

151

JENIS, CIRI & METODE


SUPP. LEMAK COKLAT
MELELEH / MELUNAK DALAM TUBUH CAMPURAN MINYAK PADAT & BAHAN OBAT CAMPURAN MINYAK LEBUR & BAHAN OBAT BAHAN PENGERAS -> CERA DICETAK

SUPP. REKTAL

: 1 - 2 GRAM

DISIMPAN SUHU < 30 o C


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

152

JENIS, CIRI & METODE


SUPP. GELATIN - GLISERIN
MELARUT / MELUNAK DALAM TUBUH CAMPURAN GELATIN - GLYCERIN - AIR & BAHAN OBAT DICETAK SUPP. REKTAL SUPP. VAGINAL : 1 - 2 GRAM : 5 GRAM

DISIMPAN SUHU < 35 o C


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

153

JENIS, CIRI & METODE


SUPP. POLI ETILEN GLIKOL
MELARUT / MELUNAK DALAM TUBUH

CAMPURAN PEG BM TINGGI & RENDAH DAN BAHAN OBAT


DICETAK SUPP. REKTAL SUPP. VAGINAL : 1 - 2 GRAM : 5 GRAM

DISIMPAN WADAH TERTUTUP RAPAT


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

154

JENIS, CIRI & METODE


SUPP. SURFAKTAN
MELARUT / MELUNAK DALAM TUBUH TERDISPERSI DALAM AIR

CAMPURAN SURFAKTAN & BAHAN OBAT


DICETAK

SUPP. REKTAL SUPP. VAGINAL

: 1 - 2 GRAM : 5 GRAM

DISIMPAN WADAH TERTUTUP RAPAT


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

155

BASIS IDEAL KRISTAL SETIMBANG - MELELEH :36 o C TIDAK IRITASI / TOKSIS BERCAMPUR DENGAN BAHAN OBAT BENTUK STABIL ( # METASTABIL) MENYUSUT JIKA DINGIN MEMBASAHI / MENGEMULSI ANGKA AIR TINGGI STABIL KIMIA - MIKROBIOLOGI MUDAH DIPROSES JADI SUPPOSITORIA

10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

156

OLEUM CACAO KENCUALI DINYATAKAN LAIN:


SIFATNYA HAMIR IDEAL :
KECUALI : JADI TENGIK, MELELEH DI UDARA PANAS, TERISOMERISASI, PERLU HATI-HATI MEMPROSES

T.L. 30 - 35 o C BENTUK ALFA, BETA, GAMA


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

157

DESAIN SEDIAAN
TENTUKAN TUJUAN : LOKAL / SISTEMIK TENTUKAN TARGET ORGAN ? EFEK TERAPI CEPAT / LAMBAT ? PRAFORMULASI BAHAN AKTIF IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BAHAN TAMBAHAN ( RUMUS FAKTOR PENGGANTI)
10/10/2007

PILIH BASIS YANG SESUAI TENTUKAN BOBOT YANG DIINGINKAN HITUNG KEBUTUHAN BAHAN & ALAT SUSUN SOP & IK UNTUK PROSES & EVALUASI
TETI I / ISTN / 2007
158

MENCETAK

CETAK TANGAN CETAK TEKAN CETAK TUANG CETAK MESIN OTOMATIS


10/10/2007

TETI I / ISTN / 2007

159


10/10/2007

EVALUASI

KERAGAMAN KADAR KESERAGAMAN KANDUNGAN JARAK MELELEH / MELARUT WAKTU HANCUR LAJU DISOLUSI STABILITAS KADAR AIR / HIGROSKOPISITAS KERAPUHAN KETENGIKAN
TETI I / ISTN / 2007
160

Anda mungkin juga menyukai