Anda di halaman 1dari 31

PEMBAHASAN

A. I'jaz a1-Qur'an Allah SWT mengistimewakan Nabi kita Muhammad SAW dengan bekal mukjizat yang luar biasa yaitu Al-Qur'an al-Karim. la adalah nur Ilahi dan wahyu samawy yang diletakkan kedalam lubuk hati Nabi-Nya sebagai Qur'anan 'Arabiyyan (bacaan berbaha arab) yang mulus dan lempang yang mana ia dapat menghidupkan semangat generasi dari bahaya kemusnahan, dari generasi yang sudah punah menjadi generasi yang hidup kembali dengan pancaran sinar AlQur'an dan menunjukinya dengan jalan yang teramat lurus serta membangkitkannya kembali dari lembah kenistaan menjadi umat terbaik yang ditampilkan untuk ikatan seluruh umat manusia sebagaimana firmannya dalam surah al'An'am ayal 122. l. Pengertian ljaaz menurut bahasa ialah itsbaatul 'ajaz yang berarti menetapkan, bahwa ia melemahkan lawannya.1 Ada juga yang mengartikan I'jaz itu dengan lemah, yaitu mengakui kelemahan dalam melakukan sesuatu, lawan dari kemampuan. Apabila kemukjizatan telah terbukti maka nampaklah kemampuan mu'jiz (sesuatu yang melemahkan). Adapun yang dimaksud dengan iJaz adalah menampakkan kebenaran Nabi dalam pengakuannya sebagai seorang Rasul dengan menampakkan kelemahan orang Arab untuk mcnghadapi mukjizatnya yang abadi yaitu alQur'an.2 Selanjutnya ada juga yang menyatakan bahrva Ijaz adalah ketidakmampuan mengerjakan sesuatu lawan dari kekuasaan atau kesanggupan. Apabila i'jaz telah terbukti' rnaka nampaklah kekuasaan mujiz. Adapun yang dikehendaki ijaz ialah meperlihatkan kebenaran Nabi dalam peernyataan sebagai seorang rasul dengan memperlihatkan kelemahan orang arab dalam menentangnya terhadap al-Qur'an dan kelemahan orang-orang yang datang sesudah mereka.3

Kahar Masyhur, Pokok-pokok Ulumul Qur 'an, (Jakarta: PT Rineka Cipta 1992), hln. 142. Mana'ul Qutan, Pembahasan Al-Qur'an, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), hlm. 70 3 Tengku Muhammad Hasby ash-Shiddiqy, Ilmu-ilmu Al-Qur'an, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2002), hlm.317.
2

Sedangkan mukjizat adalah suatu urusan yang menyalahi kebiasaan yang disertakan dengan tahaddi dan terlepas dari tantangan4. Di samping itu ada juga ulama yang menyatakan bahwa mukjizat adalah perbuatan luar biasa yang mana dalam pemahaman syara'nya bahwa mukjizat adalah kejadian yang melampaui batas kebiasaan, di dahului oleh tantangilli tanpa ada tandingan5. Dan adajuga yang menyatakan bahwa mukjizat adalah plhbua6n-perbuatan yang tidak mampu ditiru oleh manusia. yang mana rnukjizat itu sendiri menurut penjelasan ulama bahwa syarat-syarat mukjizat itu adalah: a. Mukjizat harus berupa sesuatu yang tidak sanggup dilakukan oleh siapa pun selain Allah. b. Tidak sesuai dengan kebiasaan. c. Membawa risalah llahi sebagai bukti alas kebenaran pengakuannya. d. Terjadi bertepatan dengan pengakuan Nabi yang mengajak bertanding menggunakan mukjizat tersebul. e. Tidak ada seorangpun yang dapat membuktikan dan membandingkan dalam pertandingan tersebut6. Mukjizat ada yang bersifat hisshiyyah yang sering diturunkan sebelum masa Nabi Muhammad SAW yaitu mukjizat yang mampu ditangkap oreh panca indra khususnya indra penglihatan. Dalam indra penglihatan ini semua menusia menemukan gambaran yang sama. Tidak jauh berbeda dalam menterjemahkan apa yang dirangkap oleh indra penglihatan. Ada juga mukjizat yang bersilat aqliyyah yang semuanya direspon oleh daya nalar, rnukjizat seperti ini tidak diterima oleh penerimaan yang sama dimana setiap manusia menerimanya sesuai dengan kemampuan daya faham, nalar dan kemampuannya dalam mebebedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

lmam Jalaluddin Abdunahman bin Abu Baka Asy-Syayuth i, At-rqanFurun Al-eur'an, (Beirut, Libanon: Dar-Al-Korob Al-llmiyah, 2000), hlm. 22E. 5 Muhammad Kamir Abdushamad , Mukji:at ttnioh daran Ar-ew'an, (Jzkaia: Akbar, 2004). hrm 6 Said Agir ar Munawa4 Ar-eur'an Membangun Kesarenan aiua dai.artz,

Sebagian besar mukjiza!lang diturunkan kepada bani israil berbentuk hisshiyyah -ia karena kebebalan darl.&irrangrya pemahaman mereka. Sedangkan sebagian besar mukjizat yang diturunkan kepada ummat Islam melalui Nabi Muhammad bersifat 'aCliyah karena kccerdasan dan kesempumaan pemahaman mereka karena syari'at ini akan tetap abadi dalam lembaran sejarah umat manusia sampai hari kiamat.T Al-Qur'an adalah mukjizat yang berbeda dengan mukjizat Rasul-rasul sebelumnya dimana alQur'an merupakan mukjizat yang mengajali manusia untuk membahas dan meneliti ayat-ayat dalam rangka menemukan hakikat ilmiah, maka tidaklah mengherankan apabila al-Qur'an menegaskan pembenaran dan kecocokan terhadap apa yang dihasilkan oleh penemuan-pnemuan ilmu pengetahuan saat ini. MuJizat Nabi Muhammad yang tertinggi dan yang paling abadi adalah al-Qur'an. Generasi-generasi yang hidup setelah Nabi juga tidak sanggup membuat kitab yang dapat menyamai al-Qur'an, pada zaman Rasulullah banyak masyarakat arab yang tidak mengakui al-Qur'an dan menganggap lemah al-Qur'an. Rasulullah pemah mengadakan uji coba yaitu dengan mengadakan pertandingan secara damai untuk menyamai alQur'an tetapi mereka tidak ada yang sanggup untuk menyamainya walaupun sedikit saja, dimana Rasul meminta orang arab untuk menandingi Al-Qur'an cialam tiga marhalah yaitu: a) Rasulullah mengajak orang Arab untuk menandingi al-Qur'an dengan uslub yang

mcliputi seluruh orang arab dan orang lainnya seperti Jin ataupun manusia lainnya. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam surah al-Isra' ayat 88.

t Muhammed Kmil Abdusshma{ qp. cir., hlm.2.

b) Rasulullah meminta mereka untuk rnengadakan fantangan sepuluh surah saja. Sebagaimana Allah telah Lrerfi rman dalam surah Hud ayat 13. c) Rasulullah menantang {engan sebuah surah saja. Sebagaimana Allah telah /{ berfirman dalam surih Yunus ayat 38.8 Orang-orang arab yang pantan_e ditantang itu tidak sanggup menantangi al-eur,an, mereka menyerah kalah, tidak seorangpun yang mencoba menantanginya, dengan demikian terbuktilah kemukjizatan al-eur'an. KeiJa-an al-eur'n tidak saja terhadap bangsa arab bahkan segala terhadap bangsa lain yang terus-menerus sepanjang masa. al-. Qur'an sampai sekarang meminta orang yang mengingkarinya untuk menentangnya.e

2. Ke l'jazan al-Qur'an Ulama kala' beraneka ragam pendapat daram menetapkan ke i'jazzn ar-eur'an, sepertl: a. Al-Nizham dan orang yang mengikutinya dari golongan syi'ah seperti al-Murtadha berpendapat bahwa ke iJazan al-eur'an adalah dengan jalan shirfah yakni Ailah

memalingkan omng arab dari menentang al-qur'an, padahal mereka sanggup melakukannya.. b. Segolongan ulama berpendapat bahwasanya ar-eur'an mukjizat dengan balaghahnya yang belum ada tandingannya. c. Para ahli bahasa arab dan sastra mengatakan bahwa ke i'jazan al-eur'an ialah ' karena mengandung badi' yang sangat ganjir menyarahi apa yang dibiasakan oreh orang-orang arab. d' Segolongan ulama mengatakan bahwa araur'an muJiz karena mengandung berbagai macam ilmu dan hikmah yang sangat mendalam.

t Tcngku Muhammad huby Ash-Shiddiqy,op.cit.,hlm. 3tg. 'lbngku Muhammad hasby Ash-shiddiqy, ie. cit.,

t"

Sebenamya al-Qur'an rnrrjiz dcngan setiap nrakna yang dapat dipikul oleh lafal, * dia muJiz pada lafalnry,a,,pada uslubnya, pada penemparan huruf di dalam kosa.kata, pada kosa kata dalam kalimat dan penempatan kalimat dalam hubungan ayat dengan ayat. Dan lain sebagainya.lo

3. Kadar Kemukjizatan alQur'an a. Golongan mu'tazilah berpendapat bahwa kemukjizatan itu berkaitan dengan keseluruhan Qur'an, bukan dengan sebagiannya atau dengan setiap surahnya secara lengkap. b. Sebagian ulama berpendapat bahrva sebagian kecil atau sebagian besar dari alQur'an tanpa harus satu surah penuh juga merupakan mukjizat. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surah At-Tur ayat 34. c. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa kemukjizatan itu cukup hanya dengan satu surah lengkap sekalipun pendek, atau dengan ukuran satu surah baik satu ayat maupun beberapa ayat. ll

4. Aspek-Aspek Kemukjizatan Al-Qur'an a. Aspek kemu\jizatan bahasa Para Ahli bahasa arab telah menekuni ilmu bahasa ini dengan segala variasinya sejak bahasa itu tumbuh dimana ahli bahasa mampu mengubah puisi dan prosa kata-kata bijali dan masal yang tunduk pada aturan bayan dan diekspresikan dalam uslub-uslubnya yang memukau dalam gaya hakiki dan majazi, itnab dan iJaz serta tutur dan ucapnya. Meskipun bahasa itu tclah meningkat dan tinggi tetapi dihadapan al-Qur'an dengan kemukjizatan bahasanya ia menjadi pecahan-pecahan

r0 Tengku Muhammad hcby Ash-shiddi$, opctr., hlm. 321.

" Mmna Khalil Al-Qattan, s',di /rrwilnu etr'an, (Jakarra: pr. pusrskr Lircn anrBr Nua, 2002), hlm.3?9.

6 kecil yang tunduk hormat dan takut terhadap uslub al-Qur'an. Sejarah menyaksikan, E ahli-ahli bahsa telah-tbrjun kedalam medan festival bahasa dan mereka 'ltt ' memperoleh kemenangan tetapi tidak seorangpun di antara mereka yang berani memproklamirkan drinya menentang al-Qur'an melainkan ia hanya mendapatkan kehinaan dan kekalahan.l2

Sebenamya al-Qur'an itu tidak keluar dari aturan-aturan kalam oran-orang arab baik lafaz, huruf-hurufnya maupun uslubnya akan tetapi kenapa mereka tidak mampu menandinginya ? hal ini dikarenakan al-Qur'an memiliki jalinan hurufhurufyang serasi, ungkapannya indah, uslubnya manis, ayat-ayatnya teratur, serta memperhatikan situasi dan kondisi dalam berbagai macam bayanny4 baik dalam jumlah ismiah dan fi'liyahnya dalam nafi' dan isbatnya, dalam zik dan hazfny4 dalam itnab dan ijazny4 dalam umum dan khususny4 dalam mutlaq dan muqayyadnya.dalarn nass dan fahwanya maupun dalam hal yang lainnya dimana yang kesemuanya ini manusia tidak sanggup untuk menandinginya. Disamping itu

juga kita akan mendapatkan kemukjizatan dalam keteraturan bunyinya yang indah melalui nada huruf-hurufnya ketika orang mendengar harakat dan sukunny4 madd dan ghunnahnyq fasilah dan maqta'nya sehingga telinga tidak pemah bosan bahkan ingin senantiasa terus mendengamya.13 Seperti misalnya yang terjadi pada Khalilah Umar bin Khanab yang terkenal menentang agama islam menjadi memeluk agama islam setelah mendengar adik perempuannya membacakan ayat_ ayat al'Qur'an. Selain itujuga al-Qur'an adalah merupakan suatu bukti bahwa gaya bahasa al-Qur'an telah mencapai puncak yang tertinggi dalam memuatkan i'jaz bahasanya sehingga:

'! /6;d, hlm.3go. rr Muhammad Abdul Azim Al-Zarqani , Marchil Fi ,ulum Al-eur'a4(Beirur, Libmon: Darul Kirabag llmiyah, 2@3) hlm. 460.

a) Paliar-pakar bahasa arabjadi lemah menghadapinya b) Membisukan lidah pakar ilmu bayan c) Pakar-palia$nyair dan natsarjadi terheran-heran mengahadapinya ll' d) Akal m8re$a heran dan dahsyat melihat susunan kaliamat yang nremukau c) Terhenti akal berpikirmenghadapiungkapannya.ra

Adapun buLti yang dapat kiu jadikan contoh adalah dimana telah diriwayatkan dari lbn Abbas, Walid bin Mughirah datang kepada nabi, lalu nabi membacakan Qur'an kepadanya, maka hati Walid menjadi lunak karenaya. Berita ini sampai kepada telinga Abu Jahal, lalu ia mendatanginya seraya berkata: "Wahai pamanku, Walid, sesungguhnya kaummu hendak mengumpulkanharta benda untuk diberikan kepadamu, retapi kamu malah datang kepada Muhammad untuk mendapatkan anugerahnya". Walid menjawab: "Sungguh kaum quraisy telah mengetahui bahrva aku adalah orang paling banyak hartanya". Abu Jahal berkata: Kalau begitu, katakanlah tentang dia, kata-kata yang akan kau sampaikan kepada kaummu bahwa kamu mengingkari dan membenci Muhammad. Walid menjawab: Apa yang harus ku katakan? Demi Allah, di antara kamu tak ada seorangpun yang lebih tahu dari aku lentang syair, rajaz dan qasidahnya dan tentang syair-syair jin. Demi Allah, apa yang dikatakan Muhammad itu tidak sedikitpun tidali serupa dengan syair-syair tersebut. Demi Allah, kata-kara yang diucapkannya sungguh manis, bagian atasnya berbuah dan bagian bawahnya mengalirkan air segar. Ucapanya itu sungguh tinggi, tak dapat diungguli, bahkan dapat menghancurkan apa yang ada di bawahnya. Abu jahal menimpali: demi Allah, kaummu tidak akan senang sampai kamu mengatakan sesuatq tentang di4 Walid menjawab: Biarkan aku berpikir sebenrar. Maka setelah berpikir, ia berkata: lni

F Kahr lvlasyhur, qp.cir. ,hlm. I47

adalah ;ihir yang dipclajari, ia mempelajarinya dari orang lain, lalu turunlah firman Allah yang berbunyi: ;, : .tr

o.// b az

01e er')

14"''o / ) o:<rt\ )-*) g e;l.\'>

/{

Artinya: Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah

menciptakannya sendirian. (Q.S. al-Mudassir ayat I l)

Di samping itu contoh di atas pemakalah juga ingin menampilkan satu lagi bukti

kemukjiztan al-Qur'an dari aspek bahasa yaitu dimana diceritakan bahwa Abul A'la

al-Ma'ari, Mutanabby dan lbnul muqoffa berusaha menandingi al-Qur'an tetapi

sebelum mereka memulai usaha inii akhirnya mereka merasa malu kemudian mereka pecahkan pena dan menyobek-nyobek kertas. Setelah mendengar seorang anak yang sedang membaca firman Allah yang berbunyi: ',;it "3t{ " iI-(', i'V',"r) 5}, E; /,o,/ n o\it,'ozf.o,/) ' S+; 4 : t S J:"::GA,1&' ;Xi 7 D \-- o.zoi- .y'o2 t ,, 7 ay,$lt gs-o$ rs'. Artinya: Dan difirmankan: hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,

dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berubah

di atas bukit judi, dan dikatakan: binasalah orang-orang yang zhalim (Q.S. hud ayat 44).rj

lt Muhammad Ali Al-Shabuny, A!-Tibyan Fi 'Utun A!-Qur'an, (Jakarta: Dinamka Barakah Utama, 1996),

hlm.l90.

b.. Aspek Kemukjizatan secara llmiah Al-Qur'an adalah kitab akidah dan hidayah dimana ia menyeru hati nurani untuk 4 menghidupkan ti dalamnya faktor-faktor perkembangan dan kemajuan serta !.. -. ' dorongan kebaikan dan keutamaan. Kemukjizatan ilmiah Qur'an bukanlah terlctak pada pencakupannya akan teori-teori ilmiah yang selalu baru dan berubah serta merupakan hasil usaha manuisa dalam penelitian dan pengamatan, tetapi ia terletali pada dorongannya untuk berpikir dan menggunakan akal. Al-Qur'an mendorong manusia agar memperhatikan dan rnemikirkan alam, ia tidak membatasi aktivitas dan keativitas akal dalam memikirkan alam semesta, atau

menghalanginya dari penambahan ilmu pengetahuan yang dapat dicapainya, dan tidak ada satupun dari kitab-kitab terdahulu yang memberikan jaminan demikian seprti yang dibrikan oleh al-Qur'an. Semua persoalan atau kaidah ilmu pengetahuan yang telah mantap dan menyakinkan merupalian manifestasi dari pemikiran valid yang dianjurkan al-

Qur'an dan tidak ada prtentangan sedikitpun dengannya. llmu pengetahuan telah maju dan telah banyak pula masalah-masalahnya namun apa yang telah tetap dan mantap daripadanya tidak bertenrangan sedikitpun dengan salah satu ayat-ayat alQur'an. Al-Qur'an menjadikan pemikiran yang lurus dan perhatian yang tepat terhadap alam dan segala apa yang ada di dalamnya sebagai sarana terbesar unruk beriman kepada Allah diama ia mendorong kaum muslimin agar memikirkan makhluk-makhluk Allah yang ada di langit dan di bumi scperti firman Allah dalam surat Al i Imran ayat I 90- I 9l yang berbunyi:

,\G,6#:,#,i 6,;,+('l,,)i ii, '.tu l't$i ,;$,,', ?\ii1;{ 4t

t0

.. \ r' r. i'. a os/21'.', o o ) )'1'n ( o22'- (r r' 9 "t' q)=9ofP*,-: ,frs,+&-: \,ie e Lqi. trv:,<rI (*,jl: y"cJ 1yuir, Artinya: ( ntt ,L11 <--l;(+ 190. Sesungguhnyu Cadr p.n"iptaan langit dan OrrnY, Oun pergantian malam dan !. siang terdapat tanda-tanda(kebesaran allah) bagi orang yang berakal.

l9l. (Yairu) orang-orang yang mengingat Allah sambir berdiri, duduk atau daram

keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan rangir dan bumi (seraya berkata) "ya Tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan semua ini sia-sia: Maha suci Engkau, lindgilah kami dari azab nenka.

Al-Qur'an mendorong umat islam agar memikirkan dirinya sendiri, Bumi yang ditempatinya dan alam yang mengitarinya (e.S, Ar-Rum ayat g, Az_Zariyat ayat 20_ 21, Al-Ghasiyah ayat 17-20), eur,an membangkitkan pada diri setiap muslim kesadaran ilmiah untuk memikirkan, memahami dan menggunakan akal (Al-Baqarah

Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Kaiakanlah, pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manraat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya. Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah .kelebihan (dari apa yang diperlukan)' Demikianrah ailah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu memikirkan.

Dcmikianlah kemukjizatan ar-eur'an secara irmiah ini tcrretak pada dorongannya kepada umat lslam untuk berpikir di samping membukakan bagi mereka pinru-pintu

lingetahuan dan mengajak mereka memasukiny4 maju di darimnya dan menerima segala ilmu pengetgluan baru yang mantap dan stabil.r6 ,I.. Di antara segl'kemirkjizatan al{ur'an adalah adanya beberapa petunjuk yang detair mengenai sebagian ilmu pengetahuan umum yang telah ditemukan terlebuh dahulu dalam al-Qur'an sebelum ditemukan oleh ilmuan modern, teori aleur'an itu sama sekali tidak bnenbngan dengan teori-teori ilmu pengetahuan modem. Dari segi kemukjizatan ini arqur'an telah menunjuk salah satu firmannya o>1',1 'i'\.'" ,!!,-.., ,'t o t/ \to o )/ (e) c** * #*tc2s eLi-$'g L+) #u1-, a{,Jt,'rt(', l: i :*;,,F"i fp,; ^ "/

Artinya: Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-landa kekuasaan kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa aleur'an itu adalah benar. .Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagimu) bahrva sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu. (e.S. Fushshilat ayat 53)

Bcrdasarkan keyakinan kita bahwa ar-eur'an yang besar itu bukanrah kitab ilmu aram, arsitek dan fisika, tetapi ar-eur'an adarah kitab petunjuk atau pembimbing dan kitab

undang-undang dan perbaikan. Namun demikian ayar-ayatnya tidak terlepas dari petunjuk-petunjuk yang detail, kebenaran-kebenaran yang samar terhadap bcberapa masalah alami, kedokteran, dan geografi yang kesemuanya menunjukkan ats

't Malm Khdil el-ealan op. ct - hlm. 394.

ta

kemukjizatan ar-Qur'an serta kedudukannya sebagai wahyu dari Arah. yang pasti bahwa Nabi Muhammad saw adalah seotang ummy yang tidak bisa membaca dan menulis. Hal ini adalah merupakan bukti yang sangat jetas bahwa al_eur,an bukan ciptaan Muhammaa. gefrti yang diduga oleh golongan orientalis, sesungguhnya alQur'an adarah wdhyrroiri Atah, diturunkan kepada hati seorang pemimpin utusan dengan bahas Arab yang kuat.

Teori modem telah membukikan dalam pemyataannya bahwa bumi adalah sebagian dari gas yang panas lalu memisah dan mendingin (membeku) kemudian menjadi temapt yang patut dihuni manusia. Tentang kebenaran teori ini mereka berargumeniasi adanya vorcano-vorcano, benda-benda berapi yang berada di daram perut bumi' dan sewaktu-waktu bumi memuntahkan rahar atau benda-benda vorcano yang berpai. Teori modern ini sesuai dengan apa yang ditujukkan al_eur,an dalam

firman AIlah sebagai berikut:

Artinya: Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada ar kami jadikan sgala sesuatu hidup. Maka mengapakah mereka tidakjuga beriman ? (e.S Surat al Anbiya ayar 30). Prof' Thabbarah menyatakan: Ini adarah mukjizat ar-Qur,an yang dikuatkan oreh irmu penegtahuan modem yang menyatakan bahwa aram adarah suatu kesatuan benda yang berasar dari gas kemudian memisah menjadi kabut-kabut. Dan matahari tedadi akibat dari pecahan bagian itu' Konteks ini sangat tepar sekari daram menetapkan kebenaran

l3 ilmiah yang rahasianya telah ditemukan para ccndikiawan, sebab kebanyakan praktek d kimiawai itu membrfrrhkan air. Air adalah unsur pokok bagi kelestarian hidup intuk '|r; < semua benda-benda hidup rumbuh-tumbuhan. Sedang air itu sendiri memiliki keistimewaan-keistimewaan lain yang menunjukkan pencipta alam telah memantapkannya dengan sesuatu yang bisa membuktikan adanya Dzat yang mengatur makhluknya.lT

c. Aspek Kemukjizatan Tasyrii'iy Allah meletakkan dalam diri manusia banyak garizah (naruri, instincr) yang bckerja dalam jiwa dan mempengaruhi kecendrungan-keccndrungan hidupnya. Jika akal schat dapar menjaga pemiliknya dari ketergelinciran malia arus jiwa yang menyimpang akan mengalahkan kekuasaan akal sehingga akal bagaimanapun tidEk akan s8nggup menahan lupanya, oleh karena itu maka untuk meluruskan manusia diperlukan pendidikan khusus bagi gazirah-gazirahnya, yang dapat mendidik, mengembangkan sena membimbingnya kearah kebaikan dan kebcruntungan. Manusia pada dasamya adalah makhruk sosiar yang mana daram memenuhi kebutuhannya ia memerlukan orang lain dan orang lainpun memerlukannya. Kerjasama antar sesama manusia merupakan tuntutan sosial yang diharuskan oleh peradaban manusia, alian tetapi seringkali manusia berlaku zalim terhadap sesamnay' terdorong kecintaan diri dan rasa ingin berkuasa. Maka jika mereka dibiarkan ranpa kendali yang membatasai pergaurannya, mengatur har-ihwar kehidupannya, menjaga hak-hak dan memelihara kehormatannyam tentu urusan mercka akan mejadi kacau- Dengan demikian maka setiap masyarakat manusia

tt Muham-rd Ali al-Shabuny. ap-cir.,hlm. llt.

t4

' harus mempunn*fn,o", yang mengatur kendalinya dan dapat mewujudkan keadilan di antara individu_individunya.rs Dengan begitu, maka al_eur,an adalah undang-undang dasar syari'at yang sempuma yang menjamin tegaknya kemanusiaan dalam bentuk yang terbaik dan teladan yang paling tinggi. Dalam hal ini pemakalah juga ingin menampilkan beberapa contoh tentang kemukjizatan dari aspek tasry'i' adapun beberapa contoh tersebut adarah sebagai berikut:

a) Dalam urusan pergaulan sesama insan ar-eur,an mengharamkan memakan harta orang lain dengan cara yang tidak sah, seperti firman-Nya: ;,'g,pfr.'{ g$W({ g.16 $*j\" r b /-.117 )"t -:rrll( zz1;o!e / / o / r* z . t o )./ qrl,tldl t"I*1f beAi*" ,63 Artinva: - \Y"t,i;r.L-i-:o Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling ';y.J-';; sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan pemiagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu (e.S. An-Nisa ayat 29). b) Al-Qur'an menganjurkan unruk bersaksi ketika mengadakan juar-beli dan menulis utang piutang, sebagaimana firmannya:

e3 F,' iv ; i f(i(f';-' G;,Gi; i;JL, &Xt"{;,&7"'";r

r! Manm Khalil Al-eat6n, opcrl.,hlm. 393-

t5

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu berhutang piutang tidak /4' sec& tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu \.; . menuliskannya. Hcndaklah seorang penulis diantara kamu manuliskannya dengan benar. (Q.S. Al-Baqarah ayat 282).re

d. 'ljaarl Qur'an, karena ia dapat Menceritakan yang Ghaib Di antara 'ijazul Qur'an ialah karena al-Qur'an dapat menceritakan hal-hal yang ghaib stau yang diluar yang nyata dan kisah umat-umat terdahulu, hal itu tcrmasuk diluar kemampuan manusia dan tidak ada jalan bagi mereka kearah itu di antaranya ialalr apa yang dijanjikan Allah SWT kepda Nabi-Nya SAW bahwa agama lslam akan memenangkan atas semua agama seperti firmannya dalam surah Auaubah ayat 33 yang berbunyi:

Artinya:

Dialah yang telah mengutus rasulNya denagan ptunjuk (al-eur.an) dan agama lang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Allah SWT menjanjikan kemenagan kepada Rasul SAW pada perang badar seperti firmannya dalam surah ,{/-l nfal ayat 7, yang bebunyi:

rt Muhammad Ali d-Shahrny, qp, cir. .hlm. lrt4.

l6 t.,r. t1.4,.(i .. !.1.,(,. . " .r.oj,fi ri $ t gr.F e S16t grl^ij,Ualt cs >>! '-& i';r,;6 ;lft';S $3' 6 ; {d Artinya: ,t,,';.;^t>'&.'r ry,.:;t Dan (ingatlah ketika Allah menajnjikan kepadamu baha salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang

kafi r sampai keakar-akamya.

selanjutnya al-Qur'an juga memuat kisah-kisah umat terdahulu yaitu sejak diciptakannya Adam sampai dibangkitkannya kembali. Dan masih banyak lagi bukti bahwa al-Qur'an mampu mengabarkan hal-hal yang ghaib.2o Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa segi kemukjizatan al-eur'an itu terbagi atas: a) Susunan yang indah, berbeda dengan setiap susunan yang ada dalam bahasa orang-orang arab b) Adanya uslub yang aneh yang berbeda dengan semua uslub-uslub bahsa arab c) Sil'at agung yang tidak mungkin bagi seorang makhluk untuk mendatangkan sesamanya d) Bentuk undang-undang yang detail lagi sempurna yang melebihi setiap undang-undang bikinan manusia e) Mengabarkan hal-hal ghaib yang tidak bisa diketahui kecuali dengan wahyu

20 Kahar Masyhur, op. clt, , hlm. I 56.

t7

0 Tidak bertcntangan dengan pengetahuan-pengetahuan umunl yang dipastikan

kcbenar4nnfr. gl fr4"""p",il-;i dan ancaman yang dikhabarkan aleur,an h) Adanya ilmu-ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya i) Memenuhi segala kebutuhan manusia j) Eerpengaruh pada hati pengikut dan musuh

B. Tentmg Sharfah Dalam pembahasan di atas telah dijelaskan sekelumit tentang kemukjizatan al-eur'an pada umumnya terletak pada inflormasi-informasi gaibny4 ilustrasi dan inlormasi kebahasaannya. Akan tetapi, sebagian ulama Mu'tazilah, yalini Abu Ishaq lbrahim bin Sayyar al-Nazarn dan para pengikutnya berpendapat bahwa kemuJizatan al-eur'an bukan rerletak pada faktor-faktor tersebut, tetapi jusru karea Allah mengalihkan perhatiam bangsa Arab agar tidak menandingi al{ur'an, padahal mereka mampu untuk melakukannya. lnilah yang dalam isrilah mereka biasa disebut sebagai sharfah. Sementara itu, Abu Hasan .Ali ibn Isa al_ Rumani, juga seorang tokoh besar dari Mu'tazilah, melihat lebih jauh, yakni bahrva Allah mengalihkan perhatian urnat manusia sehingga mereka tidak mempunyaikeinginan menyusun suatu karya untuk menandingi al-eur'; dan membuat orang tidak tenarik elakukan rivalitas terhadap kitab suci ini sudah merupakan sesuatu yang luar biasa. Dengan demikian menurut kedua tokoh Mu'tazih ini, kemuJizatan al-eur'an itu terletak pada faktor lain di luar alQur'an sendiri. Yakni bahwa Allah melarang umat manusia melahirkan karya setingkat al_ Qur'an, padahal diantara mcrcka ada yang manpu melakukannya. Demikian kesimpulan al-

Baqilani terhadap dua tokoh tersebut.2l

,r Muhammad qmisy Shihab, Tim Lim4 Sejoah du (!!m a!-eur,an, (lakana: pustaka Firdaus,200l), cet. lll, hlm.t t L

IE

Ash-shar/alr terambil dari akar kata (sharafa) yang berarti memalingkan; dalam arti Allah memalingkan manusia dari upaypm'embuat smacam al-Qur'an sehingga seandainya tidak tf. dipalingkan, manusia akanr,rumpu. Dengan kata lain bahwa kemukjizatan al-eur'an dianggap oleh paham ash-sharl'ah lahir dari faktor ektemal bukan dari al-eur'an itu sendiri.

Dalam hal ini ada dua pokok alasan kaum ash-sharfah memunculkan paham ini

l. Masyarakat arab mampu mengucapkan kata dan kalimat-kalaimat semacam al-eur'an, Umar bin Khattab misalnya pemah mengusulkan kepada Nabi SAW t t ./ 2 Zo \ c t, / o z o7/a, . e?f)r!* 't'c''t?\ | Seandainya engkau menjadikan maqam lbrahim sebagai tempat shalat

Usul Umar r.a ini diterima oleh al-eur'an dengan turunya surah Al-Baqarah ayat 125 yang antara lain menggunakan redaksi yang sepenuhnya hampir sama dengan redaksi Umar tersebut yaitu

Yz, / 2 'z o lo \ /' o o2 /n '/ Pqf\r,G.-a\sv\?

Danjadikanlah maqam lbrahim sebagai tempat shalat Suatu ketika Nabi Muhammad mendiktekan kepada Abdullah bin Abi Sarh agar menuliskan ayat-ayat surah Al-Mu'minun yang antara lain berbicara tenrang proses kejadian manusia, belum lagi Nabi SAW selesai membacakan keseluruhan ayat

Maha suci Allah, sebaik baik pencipta Mendengar ini Nabi SAW bersabda Tulis yang engkau ucapkan karena sepefti itulah bunyi ayat yang diturunkan.

2. Ketika tcrjadi pengumpulan naskah-naskah al-Qur'an pada masa pcmerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-shiddiq lX", o,"m.rintahkan kepada umar bin Khauab dan Zaid bin

Tsabit agar berdiri di pintu mesjid dan tidak menerima naskah kecuali diserrai oleh dua orang saksl seandainya al{ur'an mu$izat dari segi bahasanya tentu kesaksian itu

ti&k diperlukan, bukankah apabila benar alQur'an merupakan mukjizat maka dengan mudah dia dibedakan dengan karya manusia.z

Disamping iru juga golongan mu'tazilah berpendapat bahwa ke lJazan al-eur'an adalah dengan jalan AshShirfah (perobahan/memalingkan) yakni Allah memalingkan manusia dan lidahnya untuk mcnentang al-Qur'an, padahal mereka sanggup menantanginya, kalaulah Allah tidak mcnralingkan dari hal itu pasti mereka akan bisa mendatangkan sesuatu yang sama dengan al{ur'an. Imam Murthadha dari golongan syi'ah berkata: bahkan yang dimaksud dengan arti shirfah atau pemalingan adalah Allah mencabut ilmu-ilmu yang dibutuhkan mereka dalam menentang, agar mereka tidak bisa mendatangkan semisal alQur'an. Seolah-olah ia mengatakan mereka orang-orang arab adalah sastrawan-sastrawan yang mampr.l menyamai su$rnan dan uslub al-eur'an.a Pendapat tokoh-tokoh besar Mu'tazilah itu tidak terlepas dari penghargaan mereka terhadap kernampuan akal manusia. Tetapi, pendapat diatas kemudian diknik oleh para ulama di luar mu'tazilah, dan juga dari sebagian ulama Mu'razilah sendiri yang melihat kemuJizaran alQur'an dari sudut inforasi-informasi ajarannya, ilustrasi dan kebahasaannya. Secara rinci al-Zarkasi mengemukakan kelemahan argumentasi al-Nazham dan al-Rumani diatas, yainr:

I 1'1. graistrSt ltul, Mutjbat Al-ew'm,(Bmdung: pT Mizan pwrak4 2007), hlm. t66. - Mufammad Ali Ash-Shabuny

*.''q

:l I i

2t

Bcbcrapa kanktcr inila'yang mempcrkuat al-eur'an meriliki kekuatan sedemikian rupa, sehingga maqrarakat a.aU ffiampu manbuat karv ;:...nai'-- . yang staB. Sebab itu, pemyatan orang{rarg Mu'tazilalt ffi..""nv",",'t- aleur'an dengan buku al-Durar dan al_ Talamiyah karya Ibnu ar-Muqaffa' adlah pcmyaraan yang ssngar keliru dan scsar. Karya terscbut m'nrrut rr-Baqirani amatjauh dibandingkan dcngan ar.eur,an dari segi sisi, irustrasi, dan pcrnbalrrannya.

*,

'$

KESIMPULAN

Dari uraian dan penjelasan mengenai konsep diatas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

l. i'jaz dalam makalah ini adalah menampakkan kebenaran Nabi dalam pengakuannya sebagai seorang Rasul dengan menampakkan kelemahan orang arab untuk menghadapi mukjizatnya yang abadi yaitu ar-eur'an. Selanjutnya adajuga yang menyatakan bahwa l'jaz adalah ketidakmampuan mengerjakan sesuatu lawan dari kekuasaan atau kesanggupan. Apabila iJaz telah terbukti, maka nampaklah kekuasaan muJiz. 2. Golongan syi'ah berkata: bahwa yang dimaksud dengan arti sharfah atau pemalingan adalah Allah mencabut ilmu-ilmu yang dibutuhkan mcreka dalam menen|ang, agar mereka tidak bisa mendatangkan semisal al-eur'an. Seolah-olah ia mengatakan mereka

orang-orang arab adalah sastrawan-sastrawan yang m:rmpu menyamai susunan dan uslub al-Qur'an

3. Aspek-aspek kemukjizatan ar-euran itu terbagi atas: Aspek kemukjizatan bahasa, aspek Kemukjizatan secara irrniah, Aspek kemukjizatan tasyrii'iy, .ljazul eur,an, karena ia dapat menceritakan yang ghaib

usul umar bin Khattab yang diabadikan daram ar-eur'an tidak dapat dijadikan bukti bahwa kemampuan orang Arab untuk merayani tantangan ar-eur'an.Dan seandainya kemanrpuan men)rusun karimat-kalimat pendek dijadikan bukti kemampuan menyusun surah, maka kita dapat berkata bahwa bangsa Indonesia juga mampu menpsun sajak-sajak seperti gubahan penyair-penyair Indonesiq bahkan kita semua dapat mengucapkan kalimat-kalimat pendek seperti di atas. Sedangkan mengenai dua orang saksi dalam menerima naskah-naskah

_l+:m::=arr:-_r-,n:.:L

alQur'an poda ra pemcrintahan Abu Bakar r.a, maka tidak seperti dugaan faham Ash-

shsrfah Fkti ufl mcmlurgffn apakatr png tcftra pada nasksh itu apt areur,an atau bol."n, &rrpi salj dip.$6'untuk mcmbuktikan bahwa naskah yang dibawa itu bcnar-

bcnar autcntik yqpcmatr didihckan oleh Nabi sAw. Nah disinilah letak kerapuhan paham lang manduga t-wa konukjizatan al-Qur'an itu bukan keistimewaan yang dimilikinya crspi dlri faktsr ckstemal pdahal ia benar-benar merupakan suatu mukjizat dsri Allah swT.

DAFTARPUSTAKA

Muhammad Abdul Azim Al-Zg$ani, Manahil Fi ,ulun Al-furba Beirut, Libanon: Darul - r:" Kitabag llmiyab{0Qf

Tengku Muhammad hasby Ash-shiddiqy, //na- IInu Aletr'an, Semarang: pr. pustaka Rizki Putra,2002

lmam Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar Asy-syayuthi,Al-hqanJi ,IJlum Al-eur'an, Beirut, Libanon: Dar-Al-Kotob Al-l lm iyah, 2000 Abdushamad, Kamil, Muljizat Ilnioh datam Al-eur'an,lakarta: Akbar, 2004 Al Munawar, said Agil, AI-Qur'an Membangun Kesalehan HakiV, Jakarta: ciputat pres, 2002 Manna Khalil Al-Qanan, studi llmu-llmu eur'an, Jakarta: pr. pustaka Litera antar Nusa, 2002

M. Quraish Shihab, Mulgjiat Al-fur'an,Bandung: vl Mizanpustaka,200T Masyhur, Kahar, Pokok-Pokok Ulunul eur,an, lakarta: pT Rineka Cipta 1992 Mana'ul Qutan, Pembahasana llmu, Al-eur'an, (Jakarta; Rineka Cipt4 1995 Muhammad Ali Al-Shabuny, Ar-Tibyan Fi 'IIum Al-eur'an,Jakarra: Dinamika Barakah Utama, 1996.