REFERAT

Pemeriksaan Radiologi Varises Esofagus

Disusun Oleh :
Riama Noveria Sianturi (08 – 151)

Pembimbing :
dr. Budiawan Atmadja, Sp.Rad

KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI PERIODE 14 Mei 2012 – 9 Juni 2012 UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA 2012
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas refarat yang berjudul “Pemeriksaan Radiologi Varises Esofagus ” ini. Refarat ini berisikan tentang bagaimana melakukan pemeriksaan pada varises esofagus, mulai dari persiapan pada pasien, persiapan alat dan bahan, proyeksi pemeriksaan, cara evalusasi hasil dll. Tujuan disusunnya tugas refarat ini selain sebagai salah satu tugas kepaniteraan klinik bagian radiologi juga agar para dokter muda mengetahui pemeriksaan radiologi pada kasus Varises Esofagus. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan refarat ini, khususnya kepada dr. Budiawan Atmadja, Sp.Rad yang telah berkenan membimbing dan menilai presentasi refarat ini. Refarat ini saya akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu saya harapkan kritik dan saran yang membangun demi kemajuan kita bersama, khususnya mengenai kasus “ Pemeriksaan Radiologi Varises Esofagus”.

Jakarta, Mei 2012

Penyusun

2

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB II DEFINISI FISIOLOGI ALIRAN DARAH ESOFAGUS ANATOMI ETIOLOGI PATOFISIOLOGI GEJALA KLINIK DIAGNOSIS GAMBARAN RADIOLOGIS TERAPI BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 2 3 4 5 5 7 8 9 9 9 10 25 26 27 3 .

Varises esofagus merupakan salah satu komplikasi terbanyak hipertensi portal akibat sirosis. 4 . pembentukan kolateral yang kemudian menjadi varises. Ancaman perdarahan berulang juga cukup besar. Varises esofagus adalah penyakit yang ditandai oleh pembesaran abnormal pembuluh darah vena di esofagus bagian bawah. Mortalitas pada 6 minggu pertama sebesar 30%. Kebanyakan terjadi pada hari ke 5 sampai minggu ke 2 sebelum akhirnya menurun pada 4 minggu berikutnya. dilatasi progresif dari varises dan berakhir dengan ruptur dan perdarahan.BAB I PENDAHULUAN Esofagus (esophagus) adalah saluran yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung. Aliran tersebut akan mencari jalan lain. Varises esofagus terjadi jika aliran darah menuju hati terhalang. Perdarahan varises esofagus merupakan proses yang panjang mulai dari peningkatan vena portal. Selain itu. Berkembangnya pengobatan dan cara baru ternyata tidak menurunkan angka kejadiannya perdarahan varises esofagus pada pasien sirosis. lambung atau rektum yang lebih kecil dan lebih mudah pecah. varises esofagus juga menjadi penyebab utama kematian pada penderita sirosis dan transplantasi hati. dengan sebab kematian terbesar adalah perdarahan yang tidak terkontrol. yaitu ke pembuluh darah di esofagus. Tidak seimbangnya tekanan aliran darah dengan kemampuan pembuluh darah mengakibatkan pembesaran pembuluh darah (varises). Pasien yang tetap hidup pasca pertama juga masih beresiko dalam 1 – 2 tahun ke depan untuk terjadi perdarahan ulang. 30 – 40 %.

DEFINISI Varises Esofagus adalah dilatasi dari vena – vena di submukosa pada esofagus. Vena superfisial ini sepanjang dinding dalam esofagus (secara normal hanya kira – kira berdiameter 1 mm) menjadi melebar diameternya sampai 1 – 2 cm diasosiasikan dengan hipertensi portal. Jika tekanan portal meningkat diatas 12 mmHg. lalu apabila 5 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA I. FISIOLOGI ALIRAN DARAH ESOFAGUS Aliran darah Vena Esofagus bagian bawah berasal atau melewati Vena Koronaria dari Gaster yang nantinya akan mengalir ke Vena Porta. Tekanan portal normal adalah 9 mmHg dibandingakan pada tekanan vena cava inferior 2 – 6 mmHg. II. Presentasi kejadiannya berkisar 10 – 30 % dari seluruh kasus perdarahan saluran cerna bagian atas. gradien ini meningkat antara 7 – 10 mmHg. yang merupakan salah satu dari komplikasi terbanyak dari hipertensi portal akibat sirosis. Hal ini menciptakan sebuah gradien tekanan normal 3 – 7 mmHg. Gradien yang lebih besar dari 5 mmHg dapat dipertimbagkan sebagai hipertensi portal.

dibandingkan tekanan vena cava inferior 2-6 mmHg. Yang nantinya akan mengalir ke Vena Cava Superior. gradien yang lebih besar dari 5 mmHg dapat dipertimbangkan sebagai hipertensi portal. jika tekanan portal meningkat di atas 12 mmHg.html 6 .dilanjutkan ke bagian atas. akan mengalir ke Sistem Vena Azygos dan Vena Thyroid.in/2011/01/portal-hypertension.pgpreparation. Tekanan portal normal kira-kira 9 mmHg. gradien ini akan meningkat antara 7-10 mmHg. http://medstudynotes. Hal ini menciptakan sebuah gradien tekanan normal 3-7 mmHg.

sedangkan bagian subdiafragmatika disuplai oleharteria gastrika sinistra dan frenika inferior. ANATOMI Esofagus merupakan suatu organ silindris berogga dengan panjang sekitar 2530 cm dengan lebar 2-3 cm. Vena-vena esofagus daerah leher mengalirkan darah ke vena azygos.com/images/vpv/000/000/051/51718-0550x0475. anterior terhadap vertebrae.http://www. Esofagus terletak posterior terhadap jantung dan trakea. Esofagus dibentuk oleh lapisan mukosa tebal yang membentuk suatu lipatan longitudinal yang berkemampuan untuk berdilatasi. bagian atas disuplai oleh cabang-cabang arteria tiroidea inferior dan subklavia. Aliran darah vena juga mengikuti pola segmental. Distribusi darah esofagus mengikuti pola segmental. Aliranbkolateral melalui vena – vena esofagus menyebabkan pembentukan varises esofagus ( vena varikosa esofagus). dan hemiazygos. Esofagus berfungsi menghantarkan makanan yang telah dimakan dari faring ke lambung. Dan dibawah Vena Esofagus masuk ke dalam vena gastrika sinistra. bagian tengah disuplai oleh cabang-cabang segmental aorta dan arteri brakhialis.netterimages.jpg III. Vana yang mengalami pelebaran ini 7 .

lateral view IV. Komplikasi ini sering terjadi pada sirosis hepatis. yaitu : 1. anterior view. yang dapat diklasifikasikan dalam 3 kategori. Normal anatomy of the esophagus. A. Pre hepatic o Trombosis vena portal o Splenomegali tropic o Trombosis ena lienalis o Hipertensi portal non sirotik 2. B. Post hepatic o Veno – occlusive disease o Sindrom Budd – chiari o Trombosis atau tromboemboli 8 . ETIOLOGI Penyebab paling utama pada varises esofagus adalah hipertensi portal.dapat pecah dan menimbulkan perdarahan yang dapat menyebabkan kematian. Intra hepatic o Sirosis hati o Hepaptitis kronic aktif 3.

riwayat penyakit dahulu. DIAGNOSIS 1. biasanya terjadi peningkatan aliran arteria splanknikus. hematemesis & melena. Apabila terdapat keganasan pada hepar dapat juga disertai dengan timbulnya gejala-gejala anemia. Pembebanan berlebihan sistem portal ini merangsang timbulnya kolateral untuk menghindari obstruksi hepatic (varises). PATOFISIOLOGI Varises esofagus merupakan melebarnya vena vena esofagus secara abnormal. GEJALA KLINIS Biasanya varises esofagus tidak menimbulkan gejala yang berarti hingga timbul gejala perdarahan yang masif. sedangkan 1/3 proximal jarang mengalami varises. berat badan menurun & malaise. Anamnesis Anamnesis dapat berdasarkan autoanamnesa atau alloanamnesa mengenai keluhan-keluhan pasien. Pemeriksaan Fisik Varises esofagus biasanya terdapat suatu penyakit yang mendasarinya. Saluran kolateral penting yang timbul akibat sirosis dan hipertensi portal yaitu 1/3 medial dan 1/3 distal esofagus terutama 1/3 distal-nya. begitu pula dengan ikterik. Kedua faktor yang mengurangi aliran keluar melalui vena hepatica dan meningkatkan aliran masuk bersama-sama menghasilkan beban berlebihan pada sistem vena portal. 2. VII. bahkan bisa mengenai fundus gaster. dll. contohnya . Varises ini terjadi pada sekitar 70% penderita sirosis lanjut. Mekanisme primer yang menimbulkan hipertensi portal adalah penignkatan resistensi aliran darah melalui hati. riwayat penyakit keluarga dan menengai gaya hidup pasien sehari – hari. misalnya hipertensi portal dengan atau tanpa sirosis hepatis. VI. Gejala lain yang menyertai merupakan manifestasi dari penyakit yang menyebabkan varises esofagus tersebut.V. Varises esofagus dihubungkan dengan meningkatnya tekanan vena portal yang sering disebabkan oleh sirosis hepatis. Tekanan vena portal normal adalah 6-12 mmHg dan dikatakan telah terjadi hipertensi portal apabila tekanan meningkat hingga 12 mmHg. riwayat penyakit sekarang. Dari 9 . Disamping itu. carcinoma. hepatomegali yang disebabkan adanya gangguan pada hepar. tinja berwarna hitam juga dapat terjadi.

tumor dan struktur dari oesophagus. misalnya pemeriksaan tentang enzim-enzim hati. INDIKASI . Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang terdiri dari pemeriksaan laboratorium.pemeriksaan fisik diharapkan dapat ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada adanya penyakit primer yang menyebabkan varises esofagus. Dalam pemeriksaan laboratorium diperiksa hal-hal yang menyangkut tentang penyakit dasar dari varises esofagus tersebut. OESPHAGOGRAM Oesophagografi/Barium Swallow adalah suatu pemeriksaan radiografi pada bagian oesophagus dengan menggunakan sinar-x dan bantuan media kontras positif untuk menegakkan diagnosa. TUJUAN Semua proyeksi bertujuan untuk melihat strictura. Apabila terjadi perdarahan perlu juga dibedakan apakah perdarahan disebabkan dari varises esofagus atau karena sebab lain. radiologi dan endoskopi. benda asing. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan kontras BaSO4 : Air = 1 : 1. VIII. 3. kelainan anatomis. GAMBARAN RADIOLOGIS Untuk melihat adanya kelainan pada esofagus dilakukan dengan pemeriksaan yang disebut 0esofagogram. Varises Esofagus 10 .

• Penjelasan pada pasien tentang pemeriksaan oesophagografi. AP/PA Posisi Pasien Recumbent / erect Posisi Pasien • MSP pada pertengahan meja / kaset. PERSIAPAN PASIEN • Tidak ada persiapan khusus. PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN • Pesawat X-ray + Fluoroskopi • Baju pasien • Gonad shield • Kaset dan film ukuran 30 x 40 cm2 • Moving / Stationary Grid • Tissue / kertas pembersih • Media kontras BaSO4 : Air masak = 1 : 1 (Kental) • Media kontras BaSO4 : Air masak = 1 : 3 atau 4 (Encer) • Sendok / straw ( pipet ) • Sarung tangan • Gelas dan tempat mengaduk media kontras • Marker • Apron PROYEKSI PEMERIKSAAN 1. • Shoulder dan hip tidak ada rotasi. • Tangan kanan memegang gelas barium. • Tepi atas film 5 cm di atas shoulder. 11 .KONTRA INDIKASI sebelumnya.

• Seluruh oesophagus masuk pada lapangan penyinaran. • Tidak ada rotasi dari pasien (Sternoclavicular joint simetris ). 12 . Kriteria Evaluasi • Oesophagus terisi barium.5 cm inferior jugular notch.Central Ray Tegak lurus terhadap kaset. • Tepi yang tajam menunjukkan tidak ada pergerakan pasien saat eksposi. Pasien minum barium dengan straw langsung expose dilakukan setelah pasien menelan 3-4 tegukan. FFD 100 cm Eksposi pada saat tahan nafas setelah menelan barium.5 cm inferior angulus sternum (T5-T6 ) atau 7. • Teknik yang digunakan mampu menampakkan oesophagus superimposed dengan vertebra thorakalis. Central Point Pada MSP 2. • Untuk “full filling” digunakan barium encer. Catatan • Pasien menelan 2/3 sendok barium kental kemudian diekspose.

2. Lateral Posisi Pasien Recumbent / erect ( recumbent lebih disukai karena pengisian lebih bai Posisi Pasien flexi. 13 .

oulder.5 cm inferior jugular notch. Pasien minum barium dengan straw langsung expose dilakukan setelah pasien menelan 3-4 tegukan. Central Ray Tegak lurus terhadap kaset. Central Point Pada MSP setinggi T5-T6 / 7. 14 . • Bahu pasien tidak superposisi dengan oesophagus. • Untuk “full filling” digunakan barium encer. Catatan • Pasien menelan 2/3 sendok barium kental kemudian diekspose. Kriteria Evaluasi • Oesophagus terisi barium dan terlihat diantara columna vertebral dan jantung • True lateral ditunjukan dari superposisi costa posterior. FFD 100 cm bila pasien recumbent 180 cm bila pasien berdiri Eksposi pada saat tahan nafas setelah menelan barium.

3.• Oesophagus terisi media kontras. • Teknik yang digunakan mampu menampakkan oesophagus secara jelas yang terisi dengan kontras. Proyeksi RAO Posisi Pasien Recumbent / erect (recumbent lebih disukai karena pengisian lebih baik) 15 . • Seluruh Oesophagus masuk pada lapangan penyinaran. • Tepi yang tajam menunjukkan tidak ada pergerakan pasien saat eksposi.

Posisi Pasien – 400 dari posisi prone dengan sisi kanan depan tubuh menempel meja / film. 16 . Central Point Pada MSP setinggi T5-T6 / 7. pasien memegang gelas barium dengan straw pada mulut pasien. / meja. • Untuk “full filling” digunakan barium encer. FFD 100 cm bila pasien recumbent 180 cm bila pasien berdfilmi Eksposi pada saat tahan nafas setelah menelan barium. Pasien minum barium dengan straw langsung expose dilakukan setelah pasien menelan 3-4 tegukan. uk tumpuan. Catatan • Pasien menelan 2/3 sendok barium kental kemudian diekspose.5 cm inferior jugular notch. Central Ray Tegak lurus terhadap kaset.

Kriteria Evaluasi • Oesophagus terisi barium terlihat diantara columna vertebral dan jantung (RAO menunjukan gambaran lebih jelas antara vertebrae dan jantung dibandingkan LAO). • Rotasi yang cukup akan menampakkan oesophagus diantara columna vertebral dan jantung jika oesophagus superimposed di atas spina. • Bahu pasien tidak superposisi dengan oesophagus. • Tepi yang tajam menunjukkan tidak ada pergerakan pasien saat eksposi. • Seluruh oesophagus masuk pada lapangan penyinaran. • Oesophagus terisi media kontras. rotasi perlu ditambah. • Teknik yang digunakan mampu menampakkan oesophagus secara jelas yang terisi dengan kontras. 17 .

18 . Central Point Pada MSP setinggi T5-T6 / 7. pasien memegang gelas barium dengan straw pada mulut pasien.4. Central Ray Tegak lurus terhadap kaset. Catatan • Pasien menelan 2/3 sendok barium kental kemudian diekspose. FFD 100 cm bila pasien recumbent 180 cm bila pasien berdfilmi Eksposi pada saat tahan nafas setelah menelan barium.5 cm inferior jugular notch. meja. Proyeksi LAO Posisi Pasien Recumbent / erect (recumbent lebih disukai karena pengisian lebih baik) Posisi Pasien – 400 dari posisi prone dengan sisi kiri depan tubuh menempel meja / film.

Pasien minum barium dengan straw langsung expose dilakukan setelah pasien menelan 3-4 tegukan. rotasi perlu ditambah. • Oesophagus terisi media kontras. • Bahu pasien tidak superposisi dengan oesophagus. • Seluruh Oesophagus masuk pada lapangan penyinaran.• Untuk “full filling” digunakan barium encer. 19 . • Teknik yang digunakan mampu menampakkan oesophagus secara jelas yang terisi dengan kontras. • Tepi yang tajam menunjukkan tidak ada pergerakan pasien saat eksposi. Kriteria Evaluasi • Oesophagus terisi barium terlihat diantara columna vertebral dan jantung (RAO menunjukan gambaran lebih jelas antara vertebrae dan jantung dibandingkan LAO) • Rotasi yang cukup akan menampakkan oesophagus diantara columna vertebral dan jantung jika oesophagus superimposed di atas spina.

Penggunaan antikolinergik (Buscopan 20mg iv) sebelum dilakukan pemeriksaan b. Dengan menggunakan teknik yang tepat akan mendapatkan 90% yang diharapkan. erect.(Scan dari buku “Mengenali Pola Foto-Foto Diagnostik” EGC) 4. Faktor-faktor penting yang mempengaruhinya adalah a. prone. Ini sangat penting mengingat untuk mendiagnosa varises adalah menggunakan single film. 20 . d. Gambaran esofagus di berbagai tempat harus diambil dengan berbagai posisi seperti supine. Gambaran Radiologi Varises Esofagus Gambaran varises esofagus dengan menelan barium sangat tergantung pada tekniknya. Eksposure harus dibuat saat esofagus sedikit turun yaitu saat kolapsnya ketika menelan barium Distensi yang berlebihan akan menambah gambaran varises. dsb. Pemakaian barium densitas tinggi c. Berbagai fase dari respirasi dan dengan valsava manuver. Gambaran radiologis dari varises esofagus adalah khas adanya filling defect seperti “cobble stone appearance” pada 1/3 distal esofagus dan ini merupakan gambaran pathognomonic dari varises esofagus.

(Scan dari buku “Mengenali Pola Foto-Foto Diagnostik” EGC) ( Scan dari buku “Radiologi Diagnostik” Universitas Indonesia) 21 .

Mempunyai keuntungan yang lebih dari endoskopi karena dapat mengevaluasi struktur anatomi. 22 . Pemeriksaan Radologis CT Scan: Merupakan pemeriksaan yang dapat mendeteksi varises esofagus yang sedang sampai besar dan untuk evaluasi sistem vena portal. Massa di kiri kanan dan soft tissue = paraesophageal varises.medscape. Adanya penebalan dinding esophageal dan bentuk berlobus-lobus b.com/pi/emed/ckb/radiology/336139-367986-5306. Pada CT Scan didapatkan gambaran : a. Massa di bagian lumen yang bergelombang pada esophageal c.jpg 5.http://img.

http://img.jpg Computed tomography scan shows large.com/pi/emed/ckb/radiology/336139-367986-5308. 23 .jpg Computed tomographic appearance of esophageal varices. enhancing paraesophageal varices just to the left of the esophagus. Arrow points to enhancing vascular structures within the wall of the esophagus projecting into the lumen.medscape.com/pi/emed/ckb/radiology/336139-367986-5315. Note the ascites and cirrhosis.medscape.http://img.

medscape. tubular or serpentine structures that have homogeneous attenuation and enhance with material to the same degree as adjacent vessels. 6.http://img. Esophageal varices: CT findings. CA.jpg Computed tomography sections demonstrate esophageal varices protruding into the lumen. San Francisco. Diagnosa Banding menurut gambaran Radiologi-nya Gambaran awal Gambaran akhir : Bentuk lain dari Esofagitis Kronis : Ca Varicoid Esofagus o Dinding yang keras dan gambarannya hampir sama pada Ca Varicoid.com/pi/emed/ckb/radiology/336139-367986-5318. lobulated esophageal wall containing round. CT during rapid infusion of intravenous contrast medium shows dense enhancement of the varices (arrows). Halvorsen. o Filling defect yang ber-nodul pada Ca Varicoid 24 .) Esophangeal varices may be recognaized on CT by a thickened. (Courtesy of Robert A. MD. as well as paraesophageal varices.

Balon Tamponade b. Intervensi Radiologik : a. Sklerosis varises endotopik c.IX. Tranjugular Intrahepatik Porto Sistemik Stent Shunt (TIPSS) 25 .Farmakoterapi : a. Vasopresin b. Non. Somatostatin 2. Sklerosis varises transhepatik b. Ligasi varises endoskopik 3. TERAPI 1. Farmakoterapi : a.

yaitu pemeriksaan radiologi dengan menggunakan bahan kontras. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan kontras BaSO4 dengan perbandingan BaSO4 : Air = 1 : 1 Cara pemeriksaan : 1. Dalam beberapa kasus. akan terlihat mukosa esofagus. Pasien diminta berbaring di atas meja pemeriksaan. 26 . mungkin dapat didahului oleh muntahmuntah atau dyspepsia atau dysphagia. Bahan kontras yang biasa digunakan adalah barium sulfat. Varises esofagus biasanya ditemukan pada pasien dengan peningkatan tekanan vena porta. Jika varises esofagus tidak berdarah maka tidak ada gejala dengan perdarahan. bila bagian yang diinginkan sudah terlihat dengan jelas maka pasien diminta untuk menelan kontras dengan sekali telan.BAB III KESIMPULAN Varises esofagus adalah pelebaran dari submukosa vena-vena di bagian bawah esofagus yang disebabkan oleh hipertensi portal pada pasien yang menderita sirosis. Pemeriksaan radiologi yang biasa dipakai untuk melihat adanya kelainan pada esofagus adalah esofagogram. 2. sebelumnya pasien diminta untuk memasukan seluruh larutan kontras ke dalam mulut tanpa menelannya. varises esofagus sering disertai dengan tanda dan gejala seperti perdarahan gastrointestinal akut yaitu hematemesis dan melena. Kemudian daerah yang akan diperiksa dilihat dengan menggunakan fluoroskopi dimana meja pemeriksaan dimiringkan dengan sudut 45 derajat dan pasien berbaring ke kiri dengan sudut 30 derajat. Gambaran radiologis yang khas dari varises esofagus adalah adanya Filling Defect seperti “Cobble stone appearance” pada 1/3 distal esofagus dan ini merupakan gambaran pathognomonik dari varises esofagus. dimana merupakan bahan kontras standar untuk pemeriksaan esofagus.

781-782 2. http://www. 233-235 4. Fifth Edition. 2009. et all. Sutton. Volume II. p.com/viewarticle/761044# 7.com/imageSearch?query=varices&qyType=AND&global_sear ch=Search&modality=&thes=true&normalVariantImage=false&groupByNode=none& anatomicRegion=&modalityFilter=Computed%20Tomography(CT) 27 . New York: Curchill Livingstone Inc. Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. p. Isadore.medscape.com/viewarticle/761044_2 8. Edisi Kedua. http://siavent. 1987.consult. David. Roentgen Signs In Diagnostic Imaging Second Edition Volume 1 Abdomen. Lippincott company. 2009. 542-545 3. p. 233-235 6. 759760. Textbook of radiology and Medical Imaging.com/2010/03/teknik-radiografi-oesophagografibarium. p. 520 5. p. Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. http://imaging. 1994.medscape. Staf Pengajar Subdivisi Radiodiagnostik. Ekayuda. Iwan. Radiologi Diagnostik. Juhl. Meschan. John H. Staf Pengajar Subdivisi Radiodiagnostik. Edisi Kedua. International Student Edition.DAFTAR PUSTAKA 1. Radiologi Diagnostik. 514-515. USA : J. 1984. http://www. Ekayuda. Essential of Radiologic Imaging> Fifth edition. Iwan.blogspot.html 9.B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful