(Potongan seperti dari sumber)—Pemilik tanah, karena ia yang datang dari awal.

Itulah perihal bangsa Ambon. Alkisah peristiwa mengenai bangsa Jawa. Maka diceritakan oleh sang pencerita, tatkala raja Tuban naik takhta, maka ia tidak bersumpah setia dan mufakat dengan kaum keluarganya. Terdapat dua bersaudara dari kaum keluarga itu, seorang bernama Kyai Tuli, seorang lagi bernama Kayi Dau, serta seorang saudara perempuan mereka yang bernama Nyai Mas. Ia naik (berlayar) membawa perlangkapan mencari tempat yang dituju, tempat untuk ditinggali. Hatta dengan kehendak Tuhan Yang Maha Tinggi, angin dan arus membawanya datang ke tanah Hitu. Ia singgah di pelabuhan yang bernama Husekaa. Ia tidak melihat melihat ada negeri dan penduduk. Ia turun meninggalkan perlengkapannya di kapal lalu berjalan ke daratan mendirikan negeri yang akan ditinggali. Kemudian muncul seekor anjing dihadapannya. Orang itu berkata, “ada anjing, berarti ada manusia, jikalau ada manusia, berarti ada negeri”. Anjing itu ia tanggkap seraya menggantungkan suatu bungkusan di leher anjing tersebut. Ada pun dalam bungkusan itu, terdapat pesan yang serba sedikit tentang alamat negerinya, tentang dari mana ia berasal. Lalu ia melepaskan anjing itu pulang kepada tuannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful