Anda di halaman 1dari 8

Keberadaan BK dalam kurikulum sekolah A. Pendahuluan Pendidikan dasar merupakan pondasi untuk pendidikan selanjutnya dan pendidikan nasional.

Untuk itu aset suatu bangsa tidak hanya terletak pada sumber daya alam yang melimpah, tetapi terletak pada sumber daya alam yang berkualitas. Bimbingan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu system, Bimbingan merupakan bantuan kepada individu dalam menghadapi persoalanpersoalan yang dapat timbul dalam hidupnya.oleh karena itupentinglah rasanya keberadaan BK damasukan dalam kurikulum sekolah, agar dapat membantu siswa dalam menghadapi permasalahan yang dialaminya, khsusnya dalam bidang pembelajaran dan juga yang terkait dalam masa perkembangan siswa teraebet. Dengan adanya bimbingan konseling disekolah diharabkan siswa dapat menyemukakan permasalahan yang dialaminya dan guru pembimbingpun dapat membantu permasalan atau hambatan yang dialami oleh siswa yang mempunyai masalah. Dengan adanya BK disekolah diharabkan dapat memberi solusi atas probema yang dialami oleh masing-masing individu. B. Keberadaan Bk dalam Kurikulum Sekolah 1. Menjelaskan Keberadaan Bk Dalam Kurikulum Sekolah Pendidikan merupakan aset yang tak ternilai harganya bagi individu dan masyarakat. Pendidikan tidak pernah dideskripsikan secara gamblang hanya dengan mencatat banyaknya jumlah siswa, personil yang terlibat, harga bangunan, dan fasilitas yang dimilikinya, akan tetapi pendidikan yang bermutu adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi, yaitu bidang administrativ dan kepemimpinan, bidang exra kurikuler, dan bidang pembinaan siswa (bimbingan dan koseling)1

Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2002)

Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang admistratif atau pengajaran dengan mengabaikan bidang bimbingan mungkin hanya biasa menghasilkan individu yang pintar dan terampil dalam aspek akademik, akan tetapi kurang terampil dalam hal mengenal atau mengembangkan potensi yang dimikinya. Oleh karena itu keberadaan pelayanan bimbingan dan konseling sangat penting dalam kurikulum sekolah, karena bimbingan konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya dan potensi yang dimilikinya, dengan demikian konselor dapat membimbing dan mengarahkan siswa sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya, dengan arahan-arahan yang diberikan oleh konselor diharapkan siswa mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Pada pendidikan menengah atas tujuan pendidikan telah terbiasa oleh angapan umum, demi mutu keberhasilan akademis seperti persentase lulusan, tingginya nilai Ujian Nasional, atau persentase kelanjutan ke perguruan tinggi negeri. Kenyataan ini sulit dimungkiri, karena secara sekilas tujuan kurikulum menekankan penyiapan peserta didik (sekolah menengah umum/SMU) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau penyiapan peserta didik (sekolah menengah kejuruan/SMK) agar sanggup memasuki dunia kerja.2 Untuk membantu siswa dalam menghadapi permasalahnya dan untuk mencapai kompetensi juga keterampilan hidup yang dinutuhkan itu, peserta didik tidak cukup hanya diberikan pengajaran bidang studi saja, tetapi juga dibutuhkan bimbingan dan koseling untuk itu penting sekali rasanya pelayanan konseling termasuk dalam kurikulum sekolah, agar dapat membantu problema yang alami oleh siswa disekolah. Posisi bimbingan dan koseling dalam pelaksanaan kurikulum sangat strtegis, dan sekolah berkewajiban memberikan bimbingan dan koseling kepada peserta didik yang menyangkut ketercapaian kompetensi pribadi, social, belajar, dan karir.
2

http://tinaesti.wordpress.com/2007/06/24/pentingnya-bimbingan-konseling-oleh-st-kartono/

2. Tujuan Bk Dalam Kurikulum Sekolah Bimbingan dan konseling di sekolah sebagai upaya pemberian bantuan kepada individu (peserta didik) yang dilakukan secara kesinambungan, supay mereka dapt memahami dirinya sendiri, supaya mereka dapat memahami dirimya sehingga mereka sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertinndak secara sesuai dengan tuntutan dan keadaa lingkugan sekolah, keluarga, dan masyarakat serta kehidupan pada umumnya. Dengan demikian mereka dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberi sumbangan yag berarti kepada masyarakat umum. Bimbingan dan koseling membantu mereka mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk tuhan, social, dan pribadi.3 Sekolah bertanggung jawab memberikan pengalaman dan keterampilan kepada siawanya, yaitu mampu mengembangkan pengetahuan koknitif dan mengembangkan kepribadiannya, dan sikap terbuka terhadap orang lain, penuh inisiatif, kreatifitas, dan kepemimpinan, dan hal ini dapat diperoleh dari pelayanan bimbingan koseling yang ada disekolah, dan di harapkan sekali bahwa pelayanan bimbingan dan koseling ini diberikan oleh konselor atau guru pembimbing yang berpengalaman agar dapat menjawab semua permasalahn yang dialami oleh siswa yang memmpunyai hambatan atau permasalahan. Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi positif, bukan hanya suatu kekuatan kolektif. Proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru, mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan menerapkannya dalam situasi mendatang. Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak, tetapi juga merupakan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan, minat dan kemampuan yang harus berkembang.
Achmat Juntika Nurison, Menajemen Bimbingan dan Konseling di SMA, (Jakarta: PT. Gramedia, 2005) h.,9
3

Tujuan lain dalam pemberian layanan bimbingan dan koseling adalah agar individu dapat: (1)merencanakan kegiatan penyelesaian study, perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang akan datang, (2)mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin, (3)menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya, (4)mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan masyarakat, maupun lingkungan kerja.4 Dari kutipan diatas dapat simpulkan bahwa tujuan BK dalam kurikulum sekolah sangat bermanfaat dalam pengembangan potensi, minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa di sekolah, karena dengan adanya pelayanan bimbingan dan koseling da sekolah siswa dapat berkonsultasi dalam berbagai hal yang dialaminya baik itu masalah dalam proses pendidikan itu sendiri maupun persoalan lain yang menyangkut diri prubadi siswa. Untuk mencapai tujuan-tujuan diatas, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1)mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya, (2)mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya, (3)mengenal dan menentukan tujuandan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut,(4)memahami dan megatasi kesulitan-kesulitan sendiri, (5)menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat kerja dan masyarakat, (6)menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntunan dari lingkunagnnya, (7)mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara tepat dan teraturjuga secara optimal.5 Secara khusus bimbingan dan koseling bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangannya yang meliputi aspek pribadisosial, balajar dan karir. Oleh karena itu tugas koselorlah dalam mengambangkan semua aspek-aspek yang berkaitan dalam pengembangan minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa, dan tidak hanya aspek diatas saja yang dapat dikembangkan oleh koselor
Syamsu Yusuf, A.Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling,(Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2009) h.,13 5 ibid
4

yang ada disekolah, akan tetapi banyak lagi aspek atau bidang-bidang lain yang dapat dikembang oleh siswa dan koselor yang ada di sekolah seperti, kesenian, olah raga, dan lain sebagainya. 3. Manfaat Pelayanan Koseling Dalam Kurikulum Sekolah Dalam penyelenggaraan perkembangan dan kehidupan manusia, berbagai pelayanan diciptakan dan diselenggarakan. Masing-masing pekayanan itu berguna dan memberikan manfaat untuk memperlancar dan memberikan dampak positif terhadap kelansungan perkembangan dan kehidupan, khususnya dalam bidang tertentu yang menjadi focus pelayanan yang dimaksud. Dengan pelayanan individu atau siswa yang berkepentingan memperoleh keuntungan tertentu. Manfaat melalui bimbingan dan koseling dikaitkan dengan fungsi konseling yang tersebut. Fungsi-fungsi tersebut itu banyak dan dapat ditinjau dari kegunaan atau manfaat, ataupun kegunaan-kegunaan apa yang diperoleh pelayanan dikelompokanmenjadi empat fungsi pokok, yaitu: (a)fungsi pemahaman, (b)fungsi preventif,(c)fungsi pengembangan, (d)fungsi perbaikan atau penyembuhan, (e)fungsi penyaluran, (f)fungsi penyesuaian.6 Funsi Pemahaman, yaitu membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya(potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, individu diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis, maksudnya siswa diharapkan memperoleh pemahaman tentang berbagai hal yang sedang dihadpinya, misalnya seorang individu atau siawa yang yang belum mempunyai pengetahuan atau pemahaman tentang jurusan yang akan diambil dibangku perkuliahan yang sesuai dengan bakat dan potensi yang dimilikinya, kemudian seorang konselor memberikan layanan tentang hal itu, sampai ahirnya siswa mempunyai peahama tentang han itu. Funsi Preventif, yaitu upaya koselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah atau tingkah laku yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya,
6

ibid

supaya tidak dialami oleh peserta didik, diantaranya adalah bahaya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, sering cabut, dan pergaulan bebas. Melalui fungsi ini konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahagiakan dirinya. Fungsi Pengembangan, yaitu koselor berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang menfasilitasi perkembangan siswa, konselor dan personil sekolah lainnya bekerja sama merumuskan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugas-tugas perkembangannya. Funsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi iniberkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, social, belajar, maupun karir. Fungsi penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu memilih kegiatan ekstra kurikuler, jurusan atau program studi, dan menempatkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan cirri-ciri kepribadian lainnya. Fungsi penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu atau siswa agar dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai hal, seperti program pendidikan, peraturan sekolah, norma agama dan lain sebagainya. Jadi manfaat koseling dalam kurikulum sekolah darasakan sangat berarti bagi siawa dalam menyelesaikan atau mengembangkan potensi dan menyalurkan bakat yang ada pada diri individu (siswa), sehingga siswa dapat mengembangkan perkembangannya secara optimal. C. PENUTUP a. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pelayanan bimbingan dan koseling sangat diperlukan dalam kurikulum sekolah, karena dengan adanya pelayanan bimbingan dan konseling siswa dapat mengemukakan

problema yang dihadapi oleh siswa, dan dapat menjalani perkembangannya secara optimal, dan juga dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Karena kecerdasan akademik itu juga harus didukung dengan mampu bersosialisasi dengan baik dalam lingkungansekitar. b. Saran Dalam penulisan makalah ini penulis hanya memaparkan segelintir dari hal-hal yang mempengruhi pembentukan akhlak manusia, danuntuk menambah pengetahuan pembaca tentang hal ini, penulis menyarankan agar pembaca bisa mencari sumber lain yang berhubungan dengan pembahasan ini.

DAFTSR PUSTAKA Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2002) http://tinaesti.wordpress.com/2007/06/24/pentingnya-bimbingankonseling-oleh-st-kartono/

Achmat Juntika Nurison, Menajemen Bimbingan dan Konseling di SMA, (Jakarta: PT. Gramedia, 2005) h.,9 Syamsu Yusuf, A.Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling,(Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2009) h.,13