Anda di halaman 1dari 7

BAB 1 PEMBUKA

1.1.Latar Belakang Sekarang ini, orang tidak perlu lagi repot-repot untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang diinginkannya. Semua pada jaman sekarang in serba praktis dan serba mudah. Semua ini terjadi karena adanya perkembangan teknologi yang semakin maju dan berimbas pada konsumen makanan dan minuman. Karena itu, globalisasi sangat penting untuk diketahui. Makanan dan minuman yang sebelumnya harus repot untuk disiapkan sekarang berada dalam kemasan praktis tanpa. Semua disediakan dengan kemasan yang serba rapi dan menarik. Tetapi itu saja tidak cukup. Kita harus memperhatikan tentang komposisi yang ada di dalam makanan atau minuman kemasan itu. Kita harus memperhatikan tentang bentuk kemasan, alat pengemasan, maupun isi kemasannya. Semua aspek itu tidak dapat dikesampingkan dalam pengemasan makanan atau minuman. Karena jika ada kesalahan dalam pengemasan dapat mengakibatkan tumbuhnya mikrobia dan menghasilkan racun bagi orang yang menkonsumsi makanan itu. Pada jaman sekarang ini, ada banyak sekali macam kemasan yang dijual id pasaran. Mulai dari karton, plastik, kaca, maupun kaleng. Banyak produsen makanan atau minuman yang memakai kemasan yang telah ditetapkan standardnya. Tetapi ada juga yang tidak memenuhi standard kemasan maupun isi kemasan. Tetapi salah satu produsen minuman yang memenuhi standard keamanan minuman adalah Teh Botol Sosro. Teh ini dibuat langsung dari daun teh yang paling pucuk. Ini sangat menarik melihat di tengah mahalnya bahan-bahan pengemasan. Teh botol Sosro tetap mengunakan kemasan yang sesuai dengan standard Internasional. Tidak heran jika Teh Botol Sosro menjadi salah satu minuman yang digemari di Indonesia bahkan di luar negeri. Kemasan yang dibuat oleh PT. Sinar Sosro juga terkenal keawetannya yang dilambangkan dengan slogan tanpa pengawet. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam pengemasan Teh Botol Sosro. 1.2. Rumusan Masalah 1.2.1. Seberapa baikkah kemasan botol dari produk PT. Sinar Sosro? 1.2.2. Bagaimanakah PT. Sinar Sosro dapat menjaga ketahanan produknya? 1.3.Tujuan Mengetahui tata cara pengemasan dengan botol kaca dari PT. Sinar Sosro Penulis dan pembaca dapat mengetahui cara-cara pengemasan produk Teh Botol Sosro.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Komposisi dasar pembuat Teh Botol Sosro

Teh botol Sosro menggunakan bahan baku : air, gula industri dan teh hijau yang dicampur dengan bunga melati dan bunga gambir (dikenal dengan teh wangi).

Fruit Tea menggunakan bahan baku yakni : air, gula industri, teh hitam dan konsentrat sari buah asli.

Joy Tea Green menggunakan bahan baku : air, gula industri dan teh hijau.

2.2 Teh Hijau Teh hijau juga tidak mengalami proses fermentasi seperti namun mengalami proses penguapan dan pengeringan yang sedikit lebih lama dibandingkan teh putih. Semua teh mengandung kateki, namun teh hijau mengandung kateki yang lebih tinggi dibandingkan teh hitam sehingga dipercaya dapat mencegah tumbuhnya penyakit kanker pada tubuh manusia. Selain itu, manfaat lain dari teh hijau adalah untuk mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar kolestrol jahat (LDL), resiko terkena stroke dan menghaluskan kulit. (Sosro.com, http://www.sosro.com/jenis-manfaat-teh-hijau.php,

diakses 25 Febuari 2012)

2.3 Jenis Kemasan Produk Teh Botol Sosro

Teh BOTOL SOSRO Salah satu produk unggulan PT. SINAR SOSRO adalah Teh botol Sosro kemasan botol beling atau sering disebut RGB (Returnable Glass Bottle). Teh botol Sosro kemasan botol beling merupakan produk teh siap minum yang pertama di Indonesia dan di Dunia yang sudah diluncurkan sejak Tahun 1974. Untuk memenuhi kebutuhan pecintanya dimanapun berada, Teh botol Sosro dengan inovasinya sampai dengan tahun 2008 ini telah memiliki banyak pilihan kemasan produk yaitu :

Kemasan botol beling (Returnable Glass Bottle) dengan volume 220ml Kemasan kotak (Tetra Pak) dengan volume 1liter, 250ml, 200ml Kemasan pouch dengan volume 150ml ( Sosro.com, http://sosro.com/tehbotol-sosro.php, diakses pada 25 Februari 2012)
2

2.4 Proses pengemasan Teh Botol Sosro Proses pengemasan Teh Botol Sosro menggunakan proses UHT (Ultra High Temprature) untuk pencucian botol, pencucian botol sendiri terdiri dari 3 tahap. Setelah 3 tahap itu selesai, masih ada tahap pemeriksaan untuk menghindari adanya kotoran yang masuk ke dalam botol itu. Setelah diisi, Teh Botol Sosro akan menjalani uji kelayakan secara fisik, kimiawi, dan percobaan minum. Jika ada hal yang aneh atau mencurigakan dalam Teh Botol Sosro, Teh tidak akan dipasarkan. Proses pengemasan Teh Botol Sosro diakhiri dengan proses penutupan Botol Teh yang masih panas secara langsung, sehingga keawetan teh botol dapat bertahan lama karena panas yang terjaga.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN


2.1 Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan pada tanggal 9 Febuari 2012 di Pabrik PT.Sinar Sosro Cabang Palembang.

2.2 Jenis Penelitian dan pengumpulan data Penulis menggunakan wawancara langsung dengan salah satu manager di PT. Sinar Sosro serta mendapatkan informasi dari www.sosro.com dengan melihat artikel-artikel yang ada. Serta informasi yang didapatkan dari kunjungan ke pabrik PT. Sinar Sosro.

2.3 Analisa Data Data yang didapat diolah secara deskriptif pula yaitu data dalam bentuk deskripsi dari beberapa informasi yang kemudian disusun menjadi kalimat-kalimat yang efektif.

BAB 4 PEMBAHASAN
4.1 Kualitas kemasan produk PT. Sinar Sosro
PT. Sinar Sosro adalah satu dari sedikit perusahaan dalam negeri sendiri yang terkenal karena kualitas minuman ringan yang dihasilkannya. Minuman ringan yang terdiri dari teh, soda, dan air mineral menjadi andalan PT. Sinar Sosro dalam mempublikasikan produk-produk mereka. Bahan Teh Sosro sendiri juga berasal dari bahan murni sebagai teh, air, dan gula. Bahan ini memang sangat mudah didapat dan kita bisa dapat membuat teh sendiri. Namun produk teh botol sosro ini berbeda, produk teh botol sosro mempunyai daya tahan yang lama dan tanpa bahan pengawet. Hal ini dapat terjadi karena adanya pengemasan yang baik dari teh botol sosro itu sendiri. Pencucian kemasan teh botol sosro yang menggunakan 3 tahap dan beberapa pemeriksaan. Serta proses pembuatan teh dan menggunakan proses yang bersih dan steril.

4.2 Proses pencucian botol-botol teh botol sosro bekas Botol teh botol sosro yang telah digunakan dicuci untuk diproduksi kembali. Krat-krat yang berisikan botol teh botol sosro yang sudah digunakan. Proses itu dilakukan menggunakan Create washer yang merupakan mesin untuk mencuci botol-botol. Pencucian botol ada beberapa tahap: Botol direndam dengan air panas bersuhu 50 derajat celcius di dalam bak presorking. Kemudian botol direndam dengan larutan caustic yang berguna untuk membunuh kuman. Tahap akhir botol tersebut di bilas.

Pencucian botol ini diawali dengan air yang bersuhu 50 derajat celcius dan dibilas menggunakan air yang bersuhu 90 derajat. Hal ini guna untuk menghindari botol tersebut pecah. Pencucian botol ini berlangsung selama 45 menit.

4.3 Setelah dicuci, botol tersebut di bawa ke mesin EBI (Empty Bottle Inspection) yang berguna untuk mendeteksi kotoran setelah dicuci. Apabila botol terdeteksi kotor / ada benda kotor maka botol tersebut akan disingkirkan secara otomatis.

4.4 Botol tersebut kemudian di bawa ke filler and crowner machine hal ini digunakan untuk menghilangkan bakteri dan menjaga botol tetap steril. Menggunakan mesin ini, botol tersebut diisi dengan teh cair manis menggunakan suhu tinggi dan ditutup dengan suhu tinggi pula. 4.5 Setelah dari mesin filler and crowner, botol yang telah diisi dengan teh cair manis dan ditutup rapat melewati light inspection lagi. Untuk lewat dari light inspection sebuah botol harus memenuhi beberapa syarat. Syarat-syarat yang memenuhi standar inspeksi teh botol adalah sebagai berikut: botol kotor, karat, gumpil bawah dari badan, berisi benda asing, yang berisi teh cair manis yang bervolume kurang dari standarnya, kosong tertutup, dengan tutup penyok. 4.6 Kemudian botol-botol tersebut dibawa ke mesin printer video jet machine. Berfungsi untuk mencetak kode produksi yang menentukan batas kadaluarsa teh botol sosro. 4.7 Setelah melewati printer video jet machine, teh botol sosro tersebut dimasukkan ke dalam krat yang telah dicuci bersih. 4.8 Terakhir mesin depalletizer akan membawa krat-krat tersebut ke peti isi.
Setelah melalui rangkaian proses yang panjang Krat akan melakukan proses inkubasi. Selama proses inkubasi, teh botol sosro yang telah diproduksi akan diuji coba kembali dengan melalui tes kestandaran fisiknya, mikrobiologi yang terkandung, kimia, dan organoleptik. Jika sebuah botol saja tidak melewati salah satu uji. Botol tidak akan jadi dipasarkan. Produk teh botol sosro dapat bertahan lama bukan karena adanya pemakaian pengawet. Tetapi karena adanya proses yang sangat ketat pada saat pembuatan dan pengemasan. Bakteri tidak akan bisa tumbuh saat proses pembuatan itu. Jika ada bakteri yang tumbuh pun, produk secara massal tidak akan jadi dipasarkan/dibatalkan prosesnya.

BAB 5 PENUTUP
5.1 Simpulan Dari pembahasan yang ada, dapat disimpulkan bahwa : 5.1.1 Teh memang dapat dibuat dimana saja dan kapan saja, tetapi pada teh botol sosro mempunyai daya tahan yang berbeda daripada teh buatan sendiri. Hal ini bukan terjadi karena adanya pengawet yang ditambahkan ke dalam teh tersebut. 5.1.2 Pengemasan teh botol sosro pun ramah karena botol kaca untuk kemasan teh botol sosro digunakan berulang-ulang kali. Selain itu, proses pengemasan teh botol sosro juga bersih dan sangat rapi. Sehingga tidak memungkinkan adanya mikrobia untuk tumbuh. 5.2 Saran Produk teh botol sosro ini memang baik dalam hal produksi dan pengemasan. Saran penulis adalah pakailah produk teh yang sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan dan terjamin kebersihannya. Penulis sangat merekomendasikan teh botol sosro sebagai salah satu minuman ringan karena penulis sudah menyaksikan sendiri proses pembuatan teh botol sosro. Serta teh botol sosro dapat menjadi contoh untuk membuat teh yang baik.