TK 4090 KERJA PRAKTIK

PT. ASAHIMAS CHEMICAL

ANALISIS MODIFIKASI PROSES UNIT RECOVERY VCM PADA PLANT PVC-2

Oleh: Muhamad Reda Galih Pangestu 13008061

Pembimbing: Dr. Mubiar Purwasasmita Sigit Wijayanto, S.T.

SEMESTER I-2012/2013 PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

LEMBAR PENGESAHAN

CATATAN/KOMENTAR

Nama NIM Tempat Kerja Praktik Tanggal Mulai Kerja Praktik Tanggal Akhir Kerja Praktik

: Muhamad Reda Galih Pangestu : 13008061 : PT. Asahimas Chemical : 1 Juni 2012 : 29 Juni 2012

Telah diperiksa dan disetujui oleh,

Dosen Pembimbing Nama : Dr. Mubiar Purwasasmita

Pembimbing Tugas Khusus Nama : Sigit Wijayanto

Tanda Tangan

Tanda Tangan

Tanggal : .......................................

Tanggal : .........................

Process Engineering Manager PT. Asahimas Chemical Nama : Hasnul Arifin

Tanda Tangan

Tanggal : .......................................

i

....................3 Siklon .............. 9 3.............................2 Diagram Alir Proses Pemodelan .............................................. 3 2............................................................1 Aliran Laminar dan Turbulen .............................5 Perhitungan Laju Alir pada Control Valve ............................... 1 1................................ 9 3...............................................................1 Metode Pelaksanaan ............................................ 9 3............................... 10 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................2 Hilang Tekan dan Friction Factor pada Pipa.................3 Tujuan . 8 3...5 Heat exchanger ....................................... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...... 12 ii ................................... 7 BAB III METODE PELAKSANAAN TUGAS KHUSUS .... 11 4............................................................................. 1 1................................................................................................................................................................................ 11 4..............................2 Validasi Model Menggunakan Data Aktual.. 9 3...........4 Perhitungan Hilang Tekan dari Reaktor hingga Gas Holder ... ii DAFTAR GAMBAR ..... 1 1........ v BAB I PENDAHULUAN ............1 Model dan Pendekatan .................... i DAFTAR ISI .....................................................................................................4 Control Valve ...............................6 Analisis Kemampuan Heat Exchanger ..................................................................................................... 5 2..........................................................................................4 Ruang Lingkup ................3 Validasi Model Menggunakan Data Aktual.DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ........ 8 3............................................. 3 2.................... 5 2....................7 Penentuan Kondisi dan Spesifikasi Instrumen Modifikasi .................................................................................................................................... iv DAFTAR TABEL ............... 8 3..........................................................................................2 Rumusan Masalah......................... 2 1..............................................................................................1 Latar Belakang .......... 3 2........

....................... 15 4....... 20 5........... 21 LAMPIRAN A ..................... Reda G.................. 18 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN......................................................................................................................................................................... Pangestu (13008061) .......................................................................................2 Saran .................3 Analisis Control Valve ..................................................................... 20 DAFTAR PUSTAKA ...................................... 20 5......4 Analisis Kemampuan Heat exchanger ....................................5 Analisis Hidrodinamika Modifikasi Proses ... 16 4................1 Kesimpulan . 22 Laporan Khusus | M.........iii 4..........................................

.............1 Diagram Alir Proses Simulasi CHEMCAD.............................................................. 8 Gambar 4........................................3 Perhitungan Bukaan Control Valve dengan Menggunakan Software CHEMCAD...........................................................................1 Diagram Alir Proses Pemodelan Unit Recovery Plant PVC-2.....1 Karakteristik Hubungan %-travel dan %Cv-value (Sumber: Azbil Spesification) ................................................. 13 Gambar 4..2 Profil Tekanan (a) dan Laju Alir (b) pada Reaktor setiap Waktu Berdasarkan Perhitungan ..... 6 Gambar 3................DAFTAR GAMBAR Gambar 2. 11 Gambar 4.... 14 iv ........

... 15 Tabel 4.... 13 Tabel 4........6 Perhitungan Ulang Kemampuan HE-6301 ................5 Perhitungan Bukaan Control Valve dengan Laju Alir dibuat 1500 Nm3/jam ...7 TEMA Specsheet Pengecekan Kemampuan Heat exchanger .......................................................................................................................4 Perhitungan Ulang Laju Alir Control Valve ........................ 11 Tabel 4. 17 Tabel 4...............................1 Kekasaran Pipa (Sumber: Coulson & Richardson........................ 15 Tabel 4....................... 4 Tabel 2........ 16 Tabel 4...3 Spesifikasi Siklon pada Plant PVC-2 PT................................................................................................DAFTAR TABEL Tabel 2.... ASC ..... 2005) .....2 Friction Loss untuk Aliran Turbulen pada Valve dan Sambungan (Fitting) ...... 18 v ............1 Kondisi Gas VCM sebagai Umpan ..... 4 Tabel 4......................................2 Hilang Tekan pada Instrumen Proses Recovery ..

dan juga dari Tangki Blowdown. Selain itu. Asahimas Chemical. VCM merupakan gas yang berbahaya bagi lingkungan. persentase gas VCM yang terbuang ke lingkungan bisa jauh berkurang. Tray Column Demonomerisasi. Jika hal ini memungkinkan. Selama ini proses berlangsung dengan mengalirkan gas VCM bertekanan tinggi ini ke gas holder yang bertekanan rendah (200 mmH2O) kemudian mengkompresnya lagi ke tekanan tinggi (6 kg/cm2G) untuk masuk ke heat exchanger. gas VCM keluar dari reaktor pada tekanan sekitar 5 – 8 kg/cm2G. gas holder yang ada masing-masing satu di tiap plant (PVC-1. volume gas VCM di gas holder pasti akan berkurang. Salah satu seksi/bagian yang harus dilewati dalam produksi PVC ini adalah seksi recovery Vinyl Chloride Monomer (VCM). Gas VCM yang masuk ke dalam gas holder berasal dari berbagai sumber. Dengan berkurangnya pemakaian alat. VCM cair lalu ditampung di R-VCM Tank untuk selanjutnya digunakan sebagai campuran VCM fresh yang akan menjadi bahan baku reaksi polimerisasi VCM menjadi PVC. gas VCM dari tangki gas holder yang bertekanan sekitar 200 mmH2O akan dikompresi dengan 2 buah kompresor agar tekanan menjadi 6 kg/cm2G kemudian masuk ke Heat exchanger untuk didinginkan dan diubah ke fasa cair. Dalam seksi recovery ini. 1. khususnya gas holder.2 Rumusan Masalah Permasalahan yang muncul untuk melakukan modifikasi pengaliran langsung gas VCM dari reaktor ke heat exchanger antara lain: 1 . dengan mengurangi penampungan gas ini. Khusus gas VCM yang berasal dari reaktor polimerisasi. dan 3) bisa saja menjadi 2 atau bahkan 1.BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Produksi Poly Vinyl Chloride (PVC) merupakan produksi utama PT. yaitu dari Reaktor Polimerisasi. 2. Terdapat pemikiran bahwa kenapa tidak dialirkan langsung saja gas VCM keluaran reaktor ke heat exchanger tanpa melalui gas holder dan kompresor. biaya maintenance akan berkurang.

2 1. dapatkah gas VCM yang dialirkan dalam jumlah sama memiliki waktu yang sama pula? 4.4 Ruang Lingkup Ruang lingkup pengerjaan tugas khusus ini adalah aliran gas VCM yang berasal dari reaktor polimerisasi PVC plant-2 yang menuju gas holder hingga heat exchanger. Laporan Khusus | M. fitting).3 Tujuan Tugas khusus ini dilakukan dengan tujuan menganalisis kemungkinan gas VCM dari Reaktor untuk dialirkan langsung ke heat exchanger tanpa melalui gas holder. Besaran yang diperhatikan meliputi laju alir gas. Dengan beda tekan yang ada. 1. hilang tekan pada instrumen (Siklon. Pangestu (13008061) . Apakah tekanan keluaran gas VCM dari control valve masih cukup besar untuk dialirkan langsung menuju heat exchanger? 3. Reda G. Berapakah hilang tekan gas VCM dari reaktor menuju gas holder? 2. Masih mampukah heat exchanger mendinginkan dan mencairkan gas VCM dengan adanya penambahan laju alir masa gas VCM yang masuk? 1. valve. kemudian menentukan syarat kondisi gas VCM dan spesifikasi instrumen yang akan digunakan untuk instalasi modifikasi.

2). = diameter dalam pipa. Hubungan parameter ini terhadap besar Bilangan Reynold ditunjukkan oleh Persamaan 2. m/s Untuk pipa standar.2 Hilang Tekan dan Friction Factor pada Pipa Hilang tekan pada pipa. Nilai diantara itu disebut juga transisition region. densitas dan viskositas fluida. diameter. densitas fluida. maka aliran tersebut selalu laminar. = panjang pipa. kg/m3 Di = diameter dalam pipa. m/s = viskositas fluida. dipengaruhi juga oleh laju alir. jika nilai bilangan Reynold kurang dari 2100. aliran fluida akan selalu turbulen. selain tergantung pada gesekan (friction). Sedangkan jika nilainya lebih dari 4000. kecuali pada kasus yang sangat khusus. m = densitas fluida.1. m = densitas fluida. 2. kekasaran dan panjang pipa. kg/m3 = kecepatan fluida. (Geankoplis. Bilangan Reynold ini dipengaruhi oleh diameter pipa. 1993). ( ) Dimana ΔPf f L ρ = hilang tekan. m 3 . N/m2 = fanning friction factor. Persamaan dasar untuk kondisi aliran isotermal di dalam pipa (temperatur konstan) ditunjukkan oleh Persamaan Fanning (Persamaan 2.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aliran Laminar dan Turbulen Fluida yang mengalir dalam pipa dibedakan menurut besar bilangan Reynoldnya yaitu laminar dan turbulen. dan viskositas fluida. Dimana NRe D ρ v μ = Bilangan Reynold. kecepatan fluida.

Pangestu (13008061) . Tabel 2. Tabel 2. Tabel 2.046 0. Grafik dapat dilihat pada buku referensi Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Series 4 th edition halaman 203.0 Dengan mengetahui nilai bilangan Reynold dan kekasaran pipa. Tidak hanya pada pipa.26 0.2 Friction Loss untuk Aliran Turbulen pada Valve dan Sambungan (Fitting) Laporan Khusus | M.3 to 3.0015 0. friction loss aliran juga terjadi pada sambungansambungan (fittings) dan juga valve yang terdapat pada pipa.1 menunjukkan jenis material pipa dan nilai kekasarannya. Reda G. Kekasaran pipa tentunya ditentukan oleh material penyusunnya. Tabel 2. mm 0. friction factor (f) dapat ditentukan dengan membaca grafik. m/s Fanning friction factor sendiri ditentukan oleh bilangan Reynold dan kekasaran pipa (pipe roughness).4 u = kecepatan fluida. 2005) Material Drawn tubing Comercial steel pipe Cast iron pipe Concrete pipe Absolute roughness.1 Kekasaran Pipa (Sumber: Coulson & Richardson.2 menunjukkan data jenis sambungan pipa berikut frictional loss-nya.

5.3 Siklon Siklon adalah alat yang digunakan untuk memisahkan kotoran (fasa padat) dari produk utama (fasa gas).4 Control Valve Perhitungan laju alir fluida yang melalui control valve dapat dihitung dengan berbagai persamaan. Akan tetapi. Pangestu (13008061) . 1988.. Jika selisih tekanan upstream dan tekanan downstream kurang dari atau sama dengan setengah dari tekanan upstream. Hilang tekan pada siklon dapat dihitung dengan persamaan yang ditemukan oleh Dirgo (1988): dimana: ΔP ρg vg : hilang tekan pada siklon (Pa) : densitas gas (kg/m3) : kecepatan gas (m/s) dan Hv dapat dihitung sebagai berikut (Dirgo. rumus yang digunakan adalah persamaan 2. prinsip kerja siklon adalah dengan memanfaatkan momenton balance dari kedua komponen.5 2. 1991) ( Dimana: D W H S Lb Lc De Dd : diameter siklon (m) : lebar inlet (m) : tinggi inlet (m) : panjang vortex finder (m) : panjang badan siklon (m) : panjang kerucut (m) : diameter gas keluar (m) : diameter partikel keluar (m) ){ ( ) ( )( )( ) } 2. Ramachandran et al. apabila selisih tekanan Laporan Khusus | M. Reda G.

6 upstream dan downstream justru lebih besar daripada setengah dari tekanan upstream. (a) (Sumber: Azbil Spesification) (b) Gambar 2. (b) linear Laporan Khusus | M.6 yang harus digunakan. 0C P1 = tekanan upstream. √ √ Dimana Cv = Valve flow coefficient V G t = laju alir fluida. Pangestu (13008061) . Nm3/jam = spesific gravity = temperatur. yaitu linear dan logaritmik. Reda G. Terdapat 2 karakteristik. maka persamaan 2.1.1 Karakteristik Hubungan %-travel dan %Cv-value (a) logaritmik. kg/cm2abs P2 = tekanan downstream. kg/cm2abs Nilai Cv yang digunakan pada persamaan juga perlu mempertimbangkan %value yang dipengaruhi oleh %-travel. Hubungan %-travel dengan %-value Cv ditunjukkan oleh Gambar 2.

Actual transfer rate sering juga disebut dirty transfer rate. Kemampuan heat exchanger dalam menjalankan fungsinya setidaknya ditentukan oleh laju alir masa komponen yang masuk. Reda G. Laporan Khusus | M. actual. Uactual. Perhitungan Uservice memasukkan besaran fouling factor sedangkan Uclean tanpa mempertimbangkan fouling factor. Sedangkan pengecekan kemampuan alat ini dapat dilihat pada transfer rate service dan actualnya. Selisih perbedaan transfer rate disebut juga excess/over design. Ada 3 kelompok transfer rate. dan clean (Uservice. 2000). panas laten komponen. besar over design ini direkomendasikan antara 10 – 20% (Jim Lang. dan fouling resistance baik pada shell maupun tube (dalam kasus tipe shell and tube). Uclean).5 Heat exchanger Heat exchanger (alat penukar panas) berfungsi untuk menaikkan/menurunkan temperatur komponen bahkan mengubah fasanya dengan memanfaatkan perbedaan energi kalor yang terkandung pada kedua komponen. temperatur masukan komponen. Pangestu (13008061) .7 2. yaitu transfer rate service. Jika transfer rate service lebih rendah daripada transfer rate actual maka alat penukar panas tersebut dapat digunakan.

2 Diagram Alir Proses Pemodelan Diagram alir proses kondisi awal (garis biru) pada Plant PVC-2 unit recovery dan usulan kondisi jika dimodifikasi (garis hijau) diperlihatkan pada Gambar 3.5 milik PT.1 Diagram Alir Proses Pemodelan Unit Recovery Plant PVC-2 8 . 3. Asahimas Chemical.1.1 Metode Pelaksanaan Tugas khusus ini dilaksanakan dengan membuat pemodelan masalah di lapangan pada software.BAB III METODE PELAKSANAAN TUGAS KHUSUS 3. kemudian usulan pengubahan ditambahkan dan disimulasikan kembali. Software yang digunakan adalah CHEMCAD 5. ke RE K ~ N WCS masuk Dari RE K ~ N WCS keluar HE-1 HE-2 R-VCM TANK GAS HOLDER Dari Demonomer Column Stage Tower (TW) WRS CO-1 Dari Blowdown Tank A and B CO-2 DECANTER HE-3 WRR Gambar 3. Data dari lapangan dikumpulkan dan dihitung ulang kesesuaiannya (rating) baik secara manual maupun dengan menggunakan software.

meliputi pipa. Alat penukar panas ini juga tentunya memiliki spesifikasi seperti tekanan dan temperatur zat panas yang harus masuk serta temperatur dan tekanan keluaran yang diinginkan. siklon. dll. Reda G.4 Perhitungan Hilang Tekan dari Reaktor hingga Gas Holder Perjalanan gas VCM dari reaktor hingga gas holder melewati berbagai peralatan. Tekanan final ini yang selanjutnya menentukan aliran masuk ke Heat exchanger.5 Perhitungan Laju Alir pada Control Valve Control valve berfungsi untuk mengatur laju alir gas yang mengalir dari reaktor ke gas holder. control valve. Data yang diambil terutama laju alir gas VCM. 3. Jika tekanan zat terlalu rendah.6 Analisis Kemampuan Heat Exchanger Heat exchanger yang digunakan harus mampu mengubah VCM yang fasa awalnya gas menjadi liquid.). Setiap peralatan tersebut menaruh pengaruh pada hilang tekan yang dialami gas VCM. siklon. tekanan keluar dari reaktor tiap waktu. Instalasi pipa untuk mengalirkan gas VCM akan dipasang setelah melewati control valve ini sehingga perlu dihitung laju alir keluar yang dapat dihasilkan oleh control valve pada beda tekan yang ada setelah diketahui spesifikasinya. valve.9 3. 3. 3. Dengan menghitung besar hilang tekan total yang dialami gas VCM dan adanya data tekanan awal. maka dapat diketahui tekanan final gas sesaat sebelum masuk di gas holder. dll.3 Validasi Model Menggunakan Data Aktual Data dari lapangan dan control room dikumpulkan untuk dicek kembali dengan perhitungan baik secara manual maupun menggunakan software. elbow. Laporan Khusus | M. actual transfer rate akan lebih kecil dibanding service. Pangestu (13008061) . termasuk dimensi pipa dan spesifikasi peralatan yang tersambung pada pipa (control valve.

Pangestu (13008061) .10 3. Kondisi yang ditentukan antara lain tekanan minimal gas VCM yang keluar baik dari reaktor maupun dari control valve. Sedangkan spesifikasi instrumentasi meliputi diameter dan panjang pipa.7 Penentuan Kondisi dan Spesifikasi Instrumen Modifikasi Tahap ini merupakan tahap terakhir setelah semua analisis di atas terjawab “iya”. beserta sambungan yang akan digunakan. Laporan Khusus | M. temperatur air pendingin yang masuk ke heat exchanger hingga foulng resistance pada alat penukar panas. Reda G.

Sehingga.1 Diagram Alir Proses Simulasi CHEMCAD Gas VCM keluaran dari reaktor dengan sedikit pengotor berupa PVC serbuk bertindak sebagai umpan. 8.8966 0C 0. Menurut software CHEMCAD ini.15 kg/cm2G). 11 .8 kg/cm2G 1500 Nm3/jam 54. Tanda kuning pada control valve menunjukkan adanya critical flow yang terjadi karena perbedaan tekanan masuk dan keluar control valve terlalu besar (dari 7.1. 4.1 Kondisi Gas VCM sebagai Umpan Parameter Tekanan Laju Alir Temperatur Fraksi Berat Nilai 7.7) dan control valve (no. 8. Gambar 4.6).1. 10.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. tekanan keluaran maksimal pada control valve yang diperbolehkan hanya 3. Simulasi dari software CHEMCAD ditampilkan oleh Gambar 4. siklon.8 hingga 0. dan 14 inch. dan 5 dengan diameter yang bervariasi: 6.9999 Umpan melewati pipa 1.55 kg/cm2G. 2. Kondisi umpan dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. control valve berikut seluruh spesifikasinya di-input dan disimulasikan pada sofware CHEMCAD. Umpan juga melewati siklon (no.1 Model dan Pendekatan Bahan baku masukan dan kondisi peralatan yang ada di lapangan meliputi pipa. 3.

Pangestu (13008061) .00 2. Reda G. 4.02 kg/cm2).00 3.00 0.00 Tekanan (kg/cm2G) 6. perbedaan antara data perhitungan dengan data lapangan ini dapat disebabkan oleh pengukuran tekanan gas VCM yang akan masuk di gas holder tidak sejalur dengan gas VCM yang berasal dari reaktor (yang dihitung).1 Profil Tekanan dan Laju Alir tiap Waktu Pemodelan dan perhitungan yang disebutkan pada Subbab 4. Data aktual dari lapangan menunjukkan bahwa tekanan gas VCM sesaat sebelum masuk pada gas holder seharusnya hanya sekitar 200 mmH2O (=0.2.00 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Waktu (Menit) (a) Laporan Khusus | M. data di lapangan tentu tidak teratur.55 kg/cm2G.12 simulasi ini menunjukkan bahwa jika umpan (gas VCM) masuk pada tekanan 7. 8. produk (keluaran) akan bertekanan sekitar 3.2 Validasi Model Menggunakan Data Aktual 4.8 kg/cm2G. perlu disimulasikan penurunan tiap menit tekanan dan laju alir gas VCM pada reaktor.00 1. Akan tetapi.1 menggunakan asumsi bahwa profil tekanan dan laju alir menurun secara linear terhadap waktu (steady).2.00 7. Selain karena critical flow menurut software.00 5.00 4. Profil penurunan tekanan dan laju alir tersebut dapat dilihat pada Gambar 4. oleh sebab itu.

Pangestu (13008061) .85 kg/cm2G dengan bukaan valve Laporan Khusus | M.0014 0. Diinginkan pada menit ke 15 tekanan reaktor berada di sekitar 0. 4. Data aktual di lapangan menunjukkan bahwa seharusnya hilang tekan dari reaktor ke control valve adalah 6. dan juga pada control valve.2 Hilang Tekan pada Instrumen Proses Recovery Parameter Pipa (termasuk fitting)  d = 6 in.13 6000 5000 Laju Alir (m3/jam) 4000 3000 2000 1000 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Waktu (menit) Gambar 4. Hasil perhitungan ditunjukkan oleh Tabel 4.2 Hilang Tekan dari Reaktor ke Gas Holder Penghitungan hilang tekan yang dilakukan meliputi hilang tekan pada pipa dan sambungan-sambungannya.2. Reda G.2 kg/cm2G dengan interval waktu hingga 15 menit. Dapat dilihat bahwa baik profil tekanan maupun laju alir memiliki karakteristik yang sama yaitu menurun secara dinamik (tidak linear). L = 29 m  d = 10 in.2 kg/cm2G. pada siklon.0032 Berdasarkan Tabel 4.0002 0.2 Profil Tekanan (a) dan Laju Alir (b) pada Reaktor setiap Waktu Berdasarkan Perhitungan Tekanan awal dan akhir ditentukan 7 dan 0. L = 74 m  d = 14 in.2. Tabel 4. besarnya hilang tekan pada pipa dan siklon terbilang sangat kecil. L = 14 m Siklon Hilang Tekan (kg/cm2) 0.0081 0.2.

Hasil simulasi perhitungan ini menggunakan software CHEMCAD ditunjukkan oleh Gambar 4. hilang tekan di siklon seharusnya jauh lebih besar. Pada control valve terdapat sedikit penyimpangan data antara spesifikasi dari plant dan hasil perhitungan. (Cv = 420.500 Nm3/jam dan spesifikasi valve menggunakan data aktual. Pangestu (13008061) . Analisis lebih lanjut mengenai control valve dijelaskan di subbab berikutnya. Asahimas Chemical (Tabel 4.68%. Reda G. bisa jadi siklon ini yang menyebabkan tekanan yang masuk pada control valve berkurang. Laporan Khusus | M. Dengan laju alir masuk 1.14 30%. bukaan 30%) bukaan valve semestinya hanya 5. Jika benar demikian.3 Perhitungan Bukaan Control Valve dengan Menggunakan Software CHEMCAD Kecurigaan selanjutnya adalah pada siklon.3. dihitung pula hilang tekan siklon secara manual dengan mengambil spesifikasi aktual siklon yang dimiliki PT.3). Oleh karena itu. Gambar 4.

78 F2 (Nm3/jam) 9886.13 0. Reda G. sekitar 2 kali lipat dari hasil simulasi.3 Spesifikasi Siklon pada Plant PVC-2 PT.86 kg/cm2G dan tekanan downstream = 0. Jika nilai ini dikonversi ke kg/jam dan dikalikan dengan waktu pengaliran pada laju yang sama (11 menit) maka massa gas VCM diperoleh sebesar 5053.81 3. Tabel 4.5 Satuan m m m m m m m m kg/m3 m/s2 m/s Perhitungan dilakukan dengan menggunakan persamaan (2.16 F3 (Nm3/jam) 13519.4).3 Analisis Control Valve Seperti yang telah disinggung pada pembahasan hilang tekan di subbab sebelumnya.96 Perhitungan diatas dilakukan dengan acuan data aktual: Cv = 420. tekanan upstream =5.8 2. Tabel 4.006 kg/cm2G. hasil perhitungan menghasilkan bahwa hilang tekan siklon adalah 0.1524 0.6 0. 4.15 Tabel 4. Analisis pertama tentang control valve adalah laju alirnya.972 9. control valve ini merupakan salah satu kunci permasalahan dalam modifikasi proses yang akan dilakukan.16 Nm3/jam.13 1.4 menunjukkan hasil perhitungan manual dengan menggunakan 3 persamaan yang berbeda.1524 0.93 kh (sekitar 5 ton).15 kg/cm2G. padahal menurut Laporan Khusus | M.254 0.3) dan (2. ASC Parameter D H W S Lb Lc De Dd Densitas VCM g v in Nilai 0.4 F1 (Nm3/jam) 15807.2032 22.4 Perhitungan Ulang Laju Alir Control Valve %Travel 33% %CV 47% CV 197. Diambil laju alir yang paling kecil. yaitu 9886. tetapi nilai ini masih terbilang kecil dan tidak dapat dikatakan bisa mempengaruhi tekanan yang masuk pada control valve. Pangestu (13008061) .

61 5% 5% Berdasarkan Tabel 4. tetapi laju alir dibuat agar 1500 Nm3/jam. Hal ini tidak mungkin terjadi. Heat exchanger ini awalnya didesain untuk kapasitas aliran gas VCM sebesar 2732 kg/jam. hal seperti ini bisa saja terjadi.5 Perhitungan Bukaan Control Valve dengan Laju Alir dibuat 1500 Nm3/jam Flow Flow Value (Nm3/h) CV %CV %Bukaan Flow Calculation 1500 21. Reda G. Setelah ditanyakan kembali kepada pihak Divisi Produksi PT. Memang pernah ada pengalaman bahwa control valve telah dibuka 100% tetapi lajunya tetap kecil. massa gas VCM yang tidak beraksi menjadi PVC maksimal adalah 4000 kg (4 ton). Dengan menggunakan spesifikasi yang sama. 4. apakah heat exchanger yang sama akan mampu digunakan dengan adanya penambahan kapasitas massa komponen yang masuk. didalam control valve tersebut terdapat scale (kerak) hasil akumulasi PVC halus yang terbawa oleh Gas VCM dan tersangkut di valve. ternyata setelah dibongkar.6 menunjukkan perbandingan design dan recalculation design HE-6301. Asahimas Chemical. Tabel 4. Tabel 4. Akan tetapi di control room bukaan yang terdeteksi adalah 20 – 30 %.4 Analisis Kemampuan Heat exchanger Perlu diperiksa kembali sebenarnya bagaimanakah syarat umpan gas VCM yang harus masuk ke dalam heat exchanger ini.5 dapat dilihat bahwa bukaan valve seharusnya hanya berkisar sekitar 5% untuk menghasilkan laju alir sebesar 1500 Nm3/jam. artinya kesalahan memang terletak pada koefisien laju valve (Cv) atau bukaan valve.8 kg/jam. Analisis berikutnya tentang control valve adalah bukaannya. Laporan Khusus | M. gas VCM yang masuk harus memiliki laju alir 1600 Nm3/jam atau sebesar 4606. hasil perhitungan bukaan valve ditunjukkan oleh Tabel 4. Untuk modifikasi.5.16 data aktual di lapangan. Pangestu (13008061) .

21 / 104. setelah dikalkulasi ulang ternyata kalor laten (in/out) yang diperoleh hanya 69.65/69.0005 0.84 122.5 60 / 37.3045 0.77).48 200. Pangestu (13008061) .21/104.65 114.57 230.48 0. Tubes (in/out) 8 9 10 11 Transfer Rate Service Transfer Rate Actual Excess Pressure Drop a. ada kemungkinan jika kapasitas dinaikkan sekitar 2 kalinya. Reda G.77 114. Oleh karena itu.48 0. Tubes (in/out) 3 Pressure In a.6 dapat dilihat bahwa terdapat kesalahan desain pada latent heat. Shell (water) b.6 Perhitungan Ulang Kemampuan HE-6301 HE-6301 No 1 Flowrate a.34 0. heat exchanger ini masih bisa digunakan walaupun Laporan Khusus | M.1834 1 / 0.34 0.131 1 / 0. Shell (in/out) b. Tubes (allow/calc) kgf/cm2 kgf/cm2 1 / 0.65 / 69.85 4 7 69.001 103.000372 199. Tube (VCM) 2 Temperature a. Tubes (in/out) 4 5 6 7 Latent heat of tube side (in/out) Area Heat Exchanged Fouling Rate a.88 Berdasarkan Tabel 4.43 kg/cm2G kg/cm G kcal/kg M 2 2 MM kcal/h 0. demikian pula untuk transfer rate service dan excess-nya.0074 m -hrC/kcal m2-hrC/kcal kcal/mhr-C kcal/mhr-C % 2 o o Process Design Unit Design Recalculation Design 40000 2732 30 / 35.01 1 / 0.2062 kg/h kg/h C C 40000 2732 30 / 37. Shell (allow/calc) b.85 4 7 105.17 Tabel 4.0002 0.12 60 / 37. Shell b.65 (dari semula 105. Shell b.

Pangestu (13008061) . Diameter pipa rekomendasi software penghitung heat exchanger awalnya adalah 3 in.5 Analisis Hidrodinamika Modifikasi Proses Tahap berikutnya adalah menentukan instalasi pipa baru yang akan dipasang untuk menyalurkan gas VCM dari control valve menuju heat exchanger. Sambungan Laporan Khusus | M. 4. Air pendingin yang masuk bertemperatur 28 0C atau lebih rendah b. Fouling Resistance pada tube maksimal 0. akan tetapi setelah dicek ulang hilang tekan dengan diameter 3 in terbilang cukup besar (0. Reda G. sehingga dipilihlah diameter pipa 4 in.356 kg/cm2G).00117 m2-jam-C/kcal (perlu dicek di lapangan aktualnya. Tekanan gas VCM yang masuk harus bertekanan minimal 6 kg/cm2G.7 TEMA Specsheet Pengecekan Kemampuan Heat exchanger Dengan penambahan laju alir massa yang masuk sebesar 4606. Panjang pipa yang dibutuhkan telah diukur langsung di lapangan. yaitu 0.7. walaupun nilai ini sudah lebih besar dibandingkan desain awalnya. tampilan hasil TEMA Spesification Sheet dapat dilihat pada Tabel 4. yaitu sekitar 50 meter.0004 m2-jam-C/kcal) c.18 dengan excess yang tipis. Tabel 4. Pengecekan ini dilakukan pada software.80 kg/jam (awalnya 2732 kg/jam) ternyata heat exchanger ini masih dapat digunakan (transfer rate actual > service) dengan beberapa catatan: a.

Reda G.056 kg/cm2G sehingga tekanan keluaran valve minimal adalah 6. Hilang tekan total yang dihasilkan adalah 0. Laporan Khusus | M. Pangestu (13008061) .19 yang diperlukan antara lain 2 buah elbow 900 dan 1 buah elbow 450.056 kg/cm2G dan tekanan keluaran reaktor minimal yang bisa langsung dialirkan ke Heat exchanger adalah 6.1 kg/cm2G.

maka kinerja siklon perlu dicek kembali. Tekanan gas dari keluaran control valve minimal 6. Pipa yang digunakan untuk instalasi berdiameter 4 in dengan panjang 50 m dengan 2 buah elbow 900 dan 1 buah elbow 450. d.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari penugasan ini adalah modifikasi proses unit recovery VCM pada plant PVC-2 dapat dilakukan dengan beberapa catatan syarat dan spesifikasi instrumen: a.1 kg/cm2 G. Tekanan gas VCM yang masuk harus bertekanan minimal 6 kg/cm2G. Termasuk juga pengecekan adanya scale PVC pada valve. Air pendingin yang masuk pada heat exchanger minimal bertemperatur 280C b. 5. c. Perlu dicek kembali spesifikasi control valve baik koefisien maupun bukaan aktualnya. saran yang dapat diberikan antara lain: a.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Jika memang ada PVC serbuk yang tersangkut pada control valve. e. b. f. Fouling Resistance pada tube maksimal 0. Tekanan gas keluaran reaktor minimal 6.056 kg/cm2G. 20 . Fan cooling tower yang menyediakan air pendingin untuk heat exchanger bila perlu diganti supaya tidak sering terjadi kerusakan yang mengakibatkan naiknya temperatur air pendingin hingga 320.00117 m2-jam-C/kcal c.2 Saran Berdasarkan analisis penugasan yang dilakukan.

2003. dan Dow W. Equipment specification. University of North Carolina. REF-VC1-0043. 21 . Top-Guided Single Seated Control Valve With Steam Jacket. Perry Chemical Engineers’ Handbook 8th edition. 2008. Design Procedure for Heat Exchanger on The AspenPlus Software. 1988. Italy: Canegrate Perry. Lang. Handbook For Control Valve Sizing. Sinnott. Geankoplis.DAFTAR PUSTAKA Azbil. Robert H. 2000. R. K. et.al. Japan: Yamatake Co. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Design 4th edition volume 6. Oxford: Elsevier Butterworth-Heinemann. Parcol. G. 2009. Green. Ramachandran and Dirgo. Transport Processes and Separation Process Principles. Christie John. 2005. Amerika Serikat: McGraw-Hill. New Jersey: Pearson Education. Jim. VCM 1 DEPT. John. Cyclone Optimization Based on New Empirical Model for Pressure Drop. 1991.

Diameter Panjang Valve Pipa (in) (m) 6 24 3 Ball valve 1 Sambungan (fittings) 2 3 8 4 10 6 6 10 5 14 3 Tee.2 Data Control Valve Cv Pupstream = 420 = 0.2 kg/cm2G 22 . 2 Elbow 900 2. 1 Elbow 450 6 2 Ball valve 1 Tee.1 Data Pipa No.LAMPIRAN A DATA AKTUAL A.5 1 Gate valve 1 Reducer. 5 Elbow 900. 1 Elbow 900 2.5 1 Elbow 900 68 1 Ball valve 1 Tee 1 Reducer 9 Elbow 900 14 3 Butterfly 7 Tee 1 Elbow 900 1 Elbow 450 (*lihat nomor pipa pada gambar) A.

23 Pdownstream Laju Bukaan valve = 0.15 kg/cm2G = 1500 Nm3/jam = 30% A. Reda G. Pangestu (13008061) .3 Data Siklon Laporan Khusus | M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.