Anda di halaman 1dari 5

Biology Oral Dental Journal vol 4 no 1 januari-juni 2012 p1-5 Research Report

Daya hambat minuman probiotik terhadap pertumbuhan Aggregatibacters actinomycetemcomitans (Inhibition of probiotics drink toward Aggregatibacters actinomycetemcomitans )
Jessica Hogiantoro, Sidarningsih, Markus Budi R. Bagian Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya Indonesia

ABSTRACT Background: Traditionally, probiotics have been associated with gut health and are being mainly utilized for prevention or treatment of gastrointestinal infection and disease. Nowadays sev eral studies have suggested the use of probiotics for oral health purposes. Purpose: The aim of the study is to investigate the ability of probiotic drink, to inhibit the growth of A.actinomycetemcomitans in vitro. Method: The antimicrobial activity of co mmercial probiotics drink (especially lactic acid) toward A.actinomycetemcomitans was tested by agar diffusion assays. Results: There were not zona of inhibition of lactic acid probiotic and probiotic drink toward A.actinomycetemcomitans. Conclusion: Probiotics drink that contains L.casei, L.acidophilus and Bifidobacteria is not able to inhibit the growth of A.actinomycetemcomitans. Key words: probiotics, lactic acid, A.actinomycetemcomitans

Korespondensi (correspondence): Jessica Hogiantoro, Bagian Biol ogi Oral, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Jl. Prof. Dr. Moestopo 47 Surabaya 60132, Indonesia. E-mail: jessicahogiantoro_020810179@yahoo.com.

PENDAHULUAN Probiotik adalah bakteri hidup yang apabila ditambahkan pada bahan pangan dalam j umlah yang memadai dapat memberikan manfaat pada kesehatan host.1 Umumnya bakteri yang sering digunakan sebagai probiotik berasal dari golongan bakteri asam laktat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen melalui beberapa macam mekanisme diantaran ya adalah produksi substansi antibakteri seperti bakteriosin, asam laktat, hidrogen peroksida dan diasetil. 2,3 Sejak dulu, probiotik dikenal baik untuk kesehatan gastrointestinal dan secara klinis digunakan dalam mencegah dan mengobati penyakit dan infeksi gastrointestinal. 4 Seiring dengan perkembangan jaman manfaat probiotik tidak lagi hanya terbatas dalam menjaga kesehatan gastrointestinal saja, tetapi oleh para peneliti probiotik juga mulai digunakan dalam menjaga kesehatan rongga mulut. 1 dilaporkan bahwa pada 942 partisipan pria dan wanita berusia 40 hingga 79 tahun, dilaporkan yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi yogurt dan minuman mengandung asam laktat secara signifikan dapat

menghindarkan seseorang dari penyakit periodontal atau gangguan gusi kronis. 5 Prevalensi penyakit periodontal di Indonesia cukup tinggi, salah satunya yaitu Aggressive periodontitis. Aggressive periodontitis merupakan kelainan jaringan periodontal progresif pada usia pubertas dan dewasa muda sehat, ditandai dengan hilangnya perlekatan jaringan ikat dan kerusakan tulang alveolar secara cepat pada lebih dari satu gigi permanen. 6 Diduga terutama disebabkan oleh Aggregatibacter actinomycetemcomitans .6,7,8 Tujuan dari penelitian ini untuk menguji apakah asam laktat yang terkandung dalam produk olahan dengan tambahan probiotik dapat menghambat pertumbuhan A.actinomycetemcomitans. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan menggunakan ekstrak asam laktat dari minuman probiotik merk Y dan minuman probiotik merk Y dan Yf. Sebelum dilakukan penelitian jumlah koloni bakteri probiotik yang terdapat di dalam minuman probiotik dihitung menggunakan teknik plate

Biology Oral Dental Journal vol 4 no 1 januari-juni 2012 p1-5


count untuk memastikan jumlah bakteri yang terdapat di dalamnya ( 1 x 10 9 1012 CFU/ml). Bakteri uji pada penelitian ini berupa koloni bakteri A.actinomycetemcomitans yang berasal dari stok kultur, dibiakan dalam media BHIB, diinkubasikan pada suhu 37 C selama 48 jam kemudian distandarisasi setara Mc Farland no. 0.5 (1.5 x 10 8 CFU/ml). Untuk menguji daya antibakteri asam laktat dan minuman probiotik terhadap A.actinomycetemcomitans menggunakan agar diffusion technique. Tiap plate dibagi menjadi empat bagian, yaitu tiga bagian diberi perlakuan dan satu bagian sebagai kontrol positif. Pertama tama TYC agar steril ditanami dengan 0.1 ml suspense A. actinomycetemcomitans, diratakan menggunakan spreader, kemudian dengan pinset ambil paper disc steril, celupkan ke dalam ekstrak asam laktat dan minuman probiotik merk Y dan Yf, setelah itu letakan diatas plate agar. Diinkubasikan pada suhu 37C selama 24 jam, menggunakan anaerobic jar. Diameter zona hambat pertumbuhan bakteri yang tampak pada masing-masing perlakuan diamati dan diukur. HASIL Hasil uji daya antibakteri asam laktat dengan agar diffusion technique menunjukan tidak ada daerah zona hambat tumbuh A.actinomycetemcomitans.
Tabel 1. Diameter zona hambat tumbuh ekstrak asam laktat dari minuman Probiotik merk Y terhadap bakteri A.actinomycetemcomitans pada uji kepekaan cara diffusi agar

Tabel 2. Diameter zona hambat tumbuh minuman Probiotik terhadap bakteri A.actinomycetemcomitans pada uji kepekaan cara diffusi agar

No Sampel 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Diameter Hambat Tumbuh (mm) Probiotik A 0 0 0 0 0 0 0 Probiotik B 0 0 0 0 0 0 0

Keterangan: Probiotik A: minuman probiotik merk Y yang mengandung L.casei Probiotik B: minuman probiotik merk Yv yang mengandung L.acidophilus dan Bifidobacteria

No Sampel 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Diameter Hambat Tumbuh (mm) 0 0 0 0 0 0 0

Gambar 1. Daya hambat ekstrak asam laktat dari minuman probiotik y terhadap pertumbuhan A.actinomycetemcomitans pada media TYC agar. Keterangan: A,B,C = sampel asam laktat dari minuman probiotik Y

Keterangan: Asam laktat: ekstrak asam laktat dari minuman Probiotik merk Y

Biology Oral Dental Journal vol 4 no 1 januari-juni 2012 p1-5


Gambar 2. Daya hambat minuman probiotik terhadap pertumbuhan A. actinomycetemcomitans pada media TYC agar. Keterangan: A = Probiotik Y; B =Probiotik Yv

PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukan bahwa disekeliling paper disk yang mengandung asam laktat dari bakteri probiotik maupun minuman yang mengandung bakteri hidup probiotik, tidak ditemukan daerah zona hambat terhadap A.actinomyctemcomitans (gambar 1 dan 2). Disekeliling paper disk ditemukan koloni A.actinomyctemcomitans yang berwarna putih kekuningan menyebar hingga seluruh plate. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa asam laktat maupun bakteri L.casei, L.acidophilus dan Bifidobacteria yang terdapat pada minuman probiotik tersebut tidak dapat menghambat pertumbuhan A.actinomyctemcomitans Pada penelitian ini dapat dilihat bahwa probiotik yang diharapkan dapat menghambat pertumbuhan A.actinomycetemcomitans pada hasilnya ternyata tidak dapat menghambat pertumbuhan A.actinomycetemcomitans. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti berbeda dengan hasil pada beberapa penelitian lain yang menyatakan bahwa minuman probiotik dapat menghambat pertumbuhan bakteri periodontal, 9,10,11,12 termasuk bakteri A.actinomycetemcomitans.10 Perbedaan hasil penelitian ini kemungkinan dapat disebabkan oleh karena spesies bakteri yang digunakan dalam penelitian ini berbeda dengan spesies bakteri yang digunakan dalam penelitian sebelumnya. Substrat antibakteri yang dihasilkan oleh antar spesies tidak sama.13 Pada salah satu penelitian yang menggunakan L.salivarius, diketahui bahwa L.salivarius dapat menghambat pertumbuhan bakteri anaerob berpigmen hitam. 9 Selain itu pada penelitian lainnya diketahui juga bahwa lactobacilli dapat menghambat pertumbuhan A.actinomycetemcomitans, P.gingivalis dan P.intermedia.10 Para ahli menyatakan bahwa Lactobacilli efektif menghambat pertumbuhan P.gingivalis walaupun Lactobacilli bukan bakteri yang umum ditemukan pada sulkus gingiva. 10,11 Hal serupa juga didapat pada penelitian lain yang menggunakan L.reuteri, pada penelitian ini diketahui bahwa L.reuteri efektif digunakan dalam terapi gingivitis dan menurunkan jumlah bakteri plak. 12 Perbedaan hasil penelitian yang didapat ini kemungkinan dapat disebabkan oleh karena asam laktat yang dihasilkan oleh probiotik tidak dapat menghambat pertumbuhan A.

actinomycetemcomitans, tetapi sebaliknya digunakan oleh A. actinomycetemcomitans sebagai salah satu sumber nutrisi yang dibutuhkan. A. actinomycetemcomitans memiliki enzim L-lactate dehydrogenase (LctD) yang dapat mengkatalisis asam laktat menjad i karbon.14 Asam laktat dengan bantuan LctD dipecah menjadi piruvat dan kemudian masuk ke dalam phosphotransferase system (PTS) untuk diubah menjadi karbon, setelah itu karbon yang terbentuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi A. actinomycetemcomitans.15 Karbon sebagai salah satu sumber utama nutrisi penting yang dibutuhkan oleh A. actinomycetemcomitans. Umumnya bakteri untuk memenuhi kebutuhannya akan karbon dapat diperoleh melalui pemecahan bermacam-macam jenis gula dan karbohidrat. Tidak seperti pada bakteri lainnya, pemanfaatan sumber karbon A. actinomycetemcomitans untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya sangat terbatas, hanya dapat mengkatalisis gula jenis tertentu, yaitu glucose, fructose, maltose dan mannose. Hal ini tentu saja tidak dapat memenuh i kebutuhan A. actinomycetemcomitans terhadap karbon sehingga salah satu cara untuk memenuhi kebutuhannya terhadap karbon A. actinomycetemcomitans adalah mengkatalisis asam laktat menjadi karbon dengan bantuan LctD. 14 Susbtansi antibakteri yang dihasilkan oleh probiotik selain asam laktat salah satunya ialah hidrogen peroksida (H 2O2). H2O2 apabila bereaksi dengan ion superoksida (O 2-) akan membentuk oksigen, ion hidroksil dan radikal bebas hidroksil yang sangat reaktif. 16 Radikal bebas hidroksil merupakan senyawa toksik karena sifat reaktifnya yang sangat tinggi dan berdampak negatif terhadap senyawa-senyawa penting untuk mempertahankan intergritas sel, seperti asam lemak tidak jenuh, membran sel, DNA dan protein sel yang akan berakibat pada kerusakan sel bakteri. Umumnya kepekaan mikroorgansime terhadap H 2O2 berhubungan dengan aktivitas enzim katalase. 16 Enzim katalase akan menghidrolisis H 2O2 menjadi air (H 2O) dan oksigen (O 2) sehingga tidak lagi bersifat toksik terhadap bakteri. Pada A. actinomycetemcomitans tidak ditemukan adanya aktivitas enzim katalase, tetapi walaupun demikian A. actinomycetemcomitans dapat sangat resisten terhadap H 2O2.17 Dikatakan bahwa kepekaan A. actinomycetemcomitans terhadap H 2O2 tidak berkorelasi dengan aktivitas enzim katalase. Pada penelitian ini kemungkinan H 2O2 yang dihasilkan oleh probiotik yang digunakan tidak mampu menghambat pertumbuhan A. actinomycetemcomitans. Pada salah satu penelitian yang dilakukan disebutkan bahwa

Biology Oral Dental Journal vol 4 no 1 januari-juni 2012 p1-5


konsentrasi H 2O2 yang dihasilkan oleh probiotik cukup kecil, bahkan selain itu ditemukan juga bahwa H2O2 yang dihasilkan oleh beberapa strain lactobacillus tidak menunjukan aktivitas antibakteri.18 Selain asam laktat dan H 2O2, L.casei, L.acidophilus dan Bifidobacteria juga menghasilkan bakteriosin sebagai s alah satu mekanisme pertahanan diri terhadap bakteri lain. Lactobacillus casei menghasilkan caseicin; Lactobacillus acidophilus menghasilkan lactacin, acidophilucin dan acidocin, Bifidobacteria menghasilkan bifidin dan bifidocin.19 Bakteriosin yang dihasilkan bersifat narrow spectrum dan aktivitas antibakterinya dipengaruhi oleh spesies maupun strain yang memproduksi sehingga masing-masing bakteriosin memiliki aktivitas antibakteri yang tidak sama satu dengan yang lain.19 A.actinomycetemcomitans sendiri memiliki bakteriosin yang dikenal dengan nama actinobacillin. Seperti bakteriosin lainnya actinobacillin juga bersifat narrow spectrum (terbatas pada homolog spesies bakteri yang memproduksi). Actinobacillin terbukti dapat menghambat pertumbuhan Actinomyces viscosus, Streptococcus sanguis dan Streptococcus uberis.20 Pada saat L.casei, L.acidophilus, Bifidobacteria berkompetisi dengan A.actinomycetemcomitans kemungkinan bakteriosin yang dihasilkan oleh L.casei, L.acidophilus, Bifidobacteria tidak cukup kuat untuk menghambat pertumbuhan A.actinomycetemcomitans, sebaliknya pertumbuhan pertumbuhan L.casei, L.acidophilus, Bifidobacteria yang dihambat oleh bakteriosin A.actinomycetemcomitans. Dari penelitian ini diharapkan terdapat penelitian lebih lanjut mengenai efek probiotik terhadap bakteri patogen rongga mulut. Untuk penelitian yang lebih lanjut dapat dilakukan dengan cara menggunakan metode penelitian yang berbeda maupun menggunakan strain bakteri probiotik yang berbeda. Diharapkan dengan mengganti metode penelitian mapun strain bakteri yang digunakan dapat memberikan hasil yang nanti hasilnya dapat dimanfaatkan dibidang Kedokteran Gigi. DAFTAR PUSTAKA 1. Haukioja A. 2010. Probiotics and Oral Health. European Journal of Dentistry . Vol 4. pp 348-355. 2. Gupta V & Gupta B. 2010. Probiotics and Periodontal Disease: A Current Update. J Oral Health Comm Dent. Vol 4, pp 35-37. 3. Yesillik S; Yildirim N; Dikici A & Yildiz A. 2011. Antibacterial Effect of Some Fermented Commercial and Homemade Dairy Products and 0.9% Lactic Acid Against Selected Foodborne Pathogens. Asian Journal of Animan and Veterinary Advances . Vol 6. pp 189-195. Bhushan J & Chachra S. 2010. Probiotics Their Role in Prevention of Dental Caries. J Oral Health Comm Dent. Vol 4. pp 78-82. Shimazaki Y; Shirota T; Uchida K; Yonemoto K; Kiyohara Y; Iida M; Saito T & Yamashita Y. 2008. Intake of Dairy Products and Periodontal Disease: The Hisayama Study. Journal of Periodontology. Vol. 79. pp 131137. Newman MG; Takei HH; Klokkevold PR & Carranza FA. 2006. Carranzas: Clinical Periodontology. Saunders Elsevier, Missouri. 10th ed. pp 100-106; 506-512. Tonetti MS & Mombelli A. 2008. Clinical Periodontology and Implant Dentistry . Blackwell Munksgaard, Oxford. 5 th ed. pp 428-452. Vernino AR; Gray J & Hughes E. 20 08. The Periodontic Syllabus. Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia. 5 th ed. pp 15-16, 54. Ishikawa H; Aiba Y; Nakanishi M; Oh-Hashi Y & Koga Y. 2003. Suppression of Periodontal Pathogenic Bacteria in the Saliva of Humans by the Administration of Lactobacillus salivarius TI2711. Journal of the Japanese Association of Periodontalogy . Vol 45 (1). pp 105-112. Kll-Klais P; Mndar R; Leibur E; Marcotte H; Hammarstrm L & Mikelsaar M. 2005. Oral Lactobacilli in Chronic Periodontitis and Periodontal Health: Species Composition and Antimicrobial Activity. Oral Microbiol Immunol. Vol 20. pp 354-361. Marcotte H; Kll-Klais P; Hultberg A; Zhao Y; Gmr R; Mndar R; Mikelsaar M & Hammarstrm L. 2005. Expression of SingleChain Antibody Against RgpA Protease of Porphyromonas gingivalis in Lactobacillus. Journal of Applied Microbiology . Vol 100 (2). pp 256-263. Krasse P; Carlsson B; Dahl C; Paulsson A; Nilsson A & Sinkiewicz G. 2006. Decreased Gum Bleeding and Reduced Gingivitis by The Probiotic Lactobacillus reuteri. Swed Dent J. Vol 30. p 55-60. Kaboosi H. 2011. Antibacterial effect of Probiotics Isolated from Yoghurts Against Some Common Bacterial Pathogens. African Journal of Microbiology Research . Vol 5 (25). pp 4363-4367. Brown SA. 2010. Insight into a Unique Carbon Resource Partitioning Mechanism in

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Biology Oral Dental Journal vol 4 no 1 januari-juni 2012 p1-5


Aggregatibacter actinomycetemcomitans . Disertasi. pp 9-12. Available from: http://repositories.lib.utexas.edu/handle/2152/ ETD-UT-2010-08-1657. Accessed 8 Dec 2011. 15. Brown SA & Whiteley M. 2009. Characterization of the L-Lactate Dehydrogenase from Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Plos One. Vol 4 (11). pp 1-5. 16. Arief S. 2006. Radikal Bebas. Online. pp 1-9. Available from: http://www.pediatrik.com/buletin/062241137 52-x0zu6l.pdf. Accessed 8 Dec 2011. 17. Miyasaki KT; Wilson ME; Reynolds HS & Genco RJ. 1984. Resistance of Actinobacillus actinomycetemcomitans and Differential Susceptibility of Oral Haemophilus Species to the Bactericidal Effects of Hydrogen Peroxide. Infection and Immunity. Vol 46 (3). pp 644-648. 18. Aslim B & Kilic E. 2006. Some Probiotic Properties of Vaginal Lactobacilli Isolated From Healthy Women. Jpn J Infect Dis. Vol 59. pp 249-253. 19. Jeevaratnam K; Jamuna M & Bawa AS. 2005. Biological Preservation of Foods Bacteriocins of Lactic Acid Bacteria. Indian Journal of Biotechnology. Vol 4. pp 446-454. 20. Hammond BF; Lillard SE & Stevens RH. 1987. A Bacteriocin of Actinobacillus actinomycetemcomitans. Infection & Immunity. Vol 55. pp 686-691.