Anda di halaman 1dari 43

Teori Terbentuknya Kulit Bumi

1. Teori Kontraksi (Contraction Theory) 2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory) 3. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory) 4. Teori Konveksi (Convection Theory) 5. Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic Theory)

1. Teori Kontraksi
Dikemukakan pertama kali oleh Descrates (15961650) Menyatakan bahwa : Bumi semakin lama semakin susut dan mengkerut yang disebabkan oleh terjadinya proses pendinginan, sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran. Teori Kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852)

2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)


Dikemukakan oleh E. Zuess & Frank B. Taylor (1910). Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia di belahan Bumi bagian utara dan Gondwana di belahan Bumi bagian selatan.

2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)

2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory) Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi sehingga pada akhirnya terpecah-pecah menjadi benuabenua yang lebih kecil seperti sekarang. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara, sedangkan Gondwana terpecah menjadi Afrika, Australia, dan Amerika Selatan, Antartika, India.

3. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)


Dikemukakan oleh Alfred Wegener pada tahun 1912 Menyatakan bahwa : Pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar yang disebut Pangea. Menurutnya benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus bergerak melalui dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju equator.

3. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)


Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil pada kedua daerah tersebut.

Bukti selanjutnya, jajaran pegunungan yang terpotong oleh samudera. Gambar di bawah menunjukkan jajaran pegunungan pada kedua sisi Samudera Atlantik. Pegunungan Appalachia yang terpotong oleh pantai Newfoundland serupa dengan jajaran pegunungan di Kepulauan Inggris dan Scandinavia dalam hal struktur dan juga umurnya.

4. Teori Konveksi (Convection Theory)


Dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz

Menyatakan bahwa :
Di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya, sehingga ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudera), lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru, menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua.

Bukti kebenaran teori konveksi adalah terdapatnya tanggul dasar samudera (Mid Oceanic Ridge), seperti Mid Atlantic Ridge dan Pasific-Atlantic Ridge. Bukti lainnya didasarkan pada penelitian umur dasar laut yang membuktikan bahwa semakin jauh dari punggung tengah samudera, umur batuan semakin tua. Artinya terdapat gerakan yang berasal dari Mid Oceanic Ridge ke arah berlawanan yang disebabkan oleh adanya arus konveksi dari lapisan di bawah kulit bumi.

Arus Konveksi

5. Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic Theory)


Dikemukakan oleh Alfred Wegener. Berdasarkan Teori Lempeng Tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer yang berwujud cair kental. Lempeng- lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer dengan posisi berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.

Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu: 1. Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua 2. Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua 3. Lempeng Indo-Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua 4. Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua 5. Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut - Lempeng benua 6. Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan Lempeng benua 7. Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik - Lempeng samudera

Konvergen
Gerakan saling bertumbukan antar lempeng tektonik. Tumbukan antar lempeng tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua dan benua, atau antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra. Zona atau tempat terjadinya tumbukan antara lempeng tektonik benua dan benua disebut zona konvergen.

Contohnya tumbukan antara lempeng India dan lempeng benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya pegunungan lipatan muda Himalaya dan merupakan pegunungan tertinggi di dunia dengan puncak tertingginya, Mount Everest. Contoh lainnya, tumbukan lempeng Italia dengan Eropa yang menghasilkan terbentuknya jalur Pegunungan Alpen. Zona berupa jalur tumbukan antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra, disebut zona subduksi (subduction zone), contohnya, tumbukan antara lempeng benua Amerika dan lempeng dasar Samudra Pasik yang menghasilkan terbentuknya Pegunungan Rocky dan Andes.

Divergan
Gerakan saling menjauh antar lempeng tektonik, contohnya gerakan saling menjauh antara lempeng Afrika dan Amerika bagian selatan. Zona berupa jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut zona divergen (zona sebar pisah).

Sesar Mendatar (Transform)


Gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Contohnya gesekan antara lempeng Samudra Pasik dan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 km dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di selatan Amerika Serikat. Zona berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zona Sesar Mendatar (zona transform).

JALUR PEGUNUNGAN

Sirkum Mediaterania
Merupakan jalur pegununngan yang terbentang dari Pegunungan Atlas (Maroko, Aljazair, dan Tunisia) di Afrika menyeberang ke Pegunungan Alpen ( Austria dan Slovenia di timur, melalui Italia, Swiss, Liechtenstein, dan Jerman, sampai ke Perancis di barat) di Eropa kemudian menyambung ke pegunungan Himalaya ( Pakistan, India, China, Bhutan dan Nepal) di Asia lalu memasuki Indonesia melalui Pulau Sumatera. Jalur Sirkum Medetarian di Indonesia membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Busur Dalam Vulkanik Busur dalam dari rangkaian Meditarian bersifat vulkanis. Yang menyebabkan banyak Gunung api aktif di sekitar rangkaian Sirkum Meditarian. Contoh gunung api tersebut adalah : Gunung Kerinci, Gunung Leuseur, dan Gunung Krakatau Busur Luar Nonvulkanik Busur luar dari rangkaian Meditarian tidak bersifat vukanis. Busur luar sirkum Meditarian membentang di pantai barat Sumatra, seperti Pulau Simeul, Nias, Mentawai, dan Enggano, pantai selatan Jawa, dan pantai selatan Kepulauan Nusa Tenggara.

Sirkum Pasifik
Dikenal dijuluki juga Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km.

Sirkum Pasifik berawal dari dari Pegunungan Andes (Argentina, Bolivia, Chili,Kolombia, Ekuador, Peru, dan Venezuela) di Amerika Selatan, lalu bersambung ke pegunugan Rocky (British Columbia, di Kanada, sampai New Mexico, diAmerika Serikat) di Amerika Utara, lalu ke Jepang, Filipina, sampai akhirnya sampai ke Indonesia melalui Sulawesi. Sirkum Pasifik juga bercabang ke Pulau Halmahera dan akhirnya sampai di Papua. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Maka tak perlu heran jika di Indonesia terdapat banyak gunung api dan sering terjadi letusan gunung api.

Sistem Pegunungan Di Indonesia


Sistem Sunda (Sirkum Mediterania) Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar Kep.Banda di Maluku. Panjangnya 7000 km. Terdiri dari 5 busur pegunungan :

A. Busur Arakan Yoma, berpusat di Shan (Myanmar) B. Busur Andaman Nicobar, berpusat di Mergui C. Busur Sumatera-Jawa, berpusat di Anambas D. Busur Kep. Nusa Tenggara, berpusat di Flores E. Busur Banda, berpusat di banda

Sistem Busur Tepi Asia (Sirkum Pasifik)


Sistem ini dimulai dari Kamasyatku mll Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Filipina, busur bercabang yaitu : A. Dari Pulau Luzon mll Pulau Palawan di Kalimantan Utara B. Dari Pulau Luzon mll Pulau Samar ke Mindanau dan Kep. Sulu ke Kalimantan Utara C. Dari Pulau Samar ke Mindanau, Sangihe ke Sulawesi

Sistem Sirkum Australia


Dari Selandia Baru mll New Caledonia ke Papua. Bagian Utara dari sistem pegunungan ini bercabang dua yaitu : A. Dari ekor Pulau Papua mll bagian tengah ke Peg. Charleslois di sebelah Barat B. Dari Kep. Bismarck mll Peg. Tepi utara Papua ke kepala burung menuju Halmahera. Ketiga Sistem Peg. Ini bertemu di Kep. Sulu dan Banggai

1. Massa gas yang besar disebut? 2. Satu benua yang sangat besar disebut? 3. Sebutkan 3 proses pelapisan pada Bumi? 4. Teori yang menyebutkan bahwa di Bumi terdapat 2 benua yang besar yaitu teori? 5. Teori kontraksi menyatakan bahwa Bumi 6. Pergerakan lempeng-lepeng disebabkan oleh? 7. Kulit Bumi terdiri dari lempeng-lempeng yang terus bergerak merupakan prinsip dari teori? 8. Bukti dari adanya gerakan lempeng konvergen, divergen, transform adalah?

9. Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi naiknya suhu Bumi? 10. Sebutkan lemepeng yang termasuk lempeng samudera? 11. Sebutkan teori Dua Benua? 12. Siapakah tokoh yang mengemukakan teori Pengapungan Benua? 13. Sebutkan 3 bukti dari teori Pengapungan Benua? 14. Gerakan lempeng saling bertubrukan disebut gerakan? 15. Sebutkan jalur pegunungan sirkum mediterania?

16. Sebutkan lapisan-lapisan yang terdapat pada Bumi? 17. Lapisan kerak/lithosfer terdapat di atas lapisan? 18. Material apa yang terkandung dalam lapisan barysfer? 19. Gerakan lempeng saling bertubrukan disebut gerakan? 20. Gerakan lempeng yang saling berjauhan disebut gerakan? 21. Sesar Sanandrean merupakan bukti dari gerakan lempeng?