Anda di halaman 1dari 32

MGMP PAI

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat sehingga Allah Materi SWT yang telah melimpahkan taufik dan hidayah-Nya Buku Kegiatan Ramadhan dapat diterbitkan Buku bagi siswa Materi agar Kegiatan mempelajari serta Bulan dan dapat

Ramadhan ini disusun sebagai panduan memahami agamanya dalam

mengamalkan

kehidupannya

Penanggung jawab Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Lamongan

sehari-hari. Kami menyadari bahwa buku ini masih terdapat kekurangan oleh karena itu kepada para pembaca buku dimohon ini pada kritrik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penerbitan berikutnya. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita khususnya

Penyusun:
1. Drs. H. Saiful Amirin, M.Ag 2. Ahmad Mawardi, S.Ag 3. Drs. Tubagus Syaifullah, M.Ag

bagi siswa SMP di Kab. Lamongan. Akhirnya kami memohon kepada Allah SWT semoga senantiasa mencurahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin

Redaksi

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Kata Pengantar............................................................................. 1 Daftar Isi ...................................................................................... 2 BAB I :......................................................................................TANDATANDA KEKUASAAN ALLAH ............................................................ 3 BAB II : BIMBINGAN SHALAT KHUSU ..................................................... 14 A : Ketentuan Shalat ........................................................................... 14 B : Faktor Kekhusukan Dalam Shalat .................................................. 20 BAB III A B C : : : : ADAB MENUNTUT ILMU .................................................... 22 Pentingnya Ilmu Bagi Kehidupan ................................................... 22 Ilmu Pengetahuan dan Agama........................................................ 24 Adab Menuntut Ilmu ...................................................................... 24

BAB IV : KISAH SAHABAT RASULULLAH .......................................... 26 A : Muawiyah Bin Abu Sufyan ............................................................. 26 B : Abu Hurairah ................................................................................. 27

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

]]

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengkhususkan Al-Arsy dengan beberapa kekhususan yang membedakanya dari sekalian makhluk yang lain karena Al-Arsy memiliki kedudukan yang tinggi disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut kata Al-Arsy sebanyak dua puluh satu kali didalam Al Quran dan hal ini menunjukkan ketinggian kedudukan dan martabat di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala memuji dirinya dalam banyak ayat dengan mengatakan dialah pemilik AlArsy yang agung dan besar lagi mulia, seperti dalam firmanNya.


A rtinya : Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".(QS: At-Taubah : 129 )

Artinya

: Katakanlah:"Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?" [Al-Mu'minuun/23:86]


Artinya : Yang mempunyai singgasana, lagi Maha Mulia [Al-Buruuj/85:15]

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII


Artinya : Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya;tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. [AlMu'minuun/23:116]
Dalam ayat-ayat diatas Allah Subhanahu wa Ta'ala mensifatkan kepada kita bahwa AlArsy itu agung dan mulia, agung karena dia adalah makhluk yang paling besar dan paling tinggi sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikanya sebagai tempat bersemayamNya dan mulia karena dia memiliki kedudukan yang berbeda dari makhluk-makhluk yang lainnya dan dia memiliki sifat-sifat yang tinggi dan mulia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:


Artinya : (Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat). [Al-Mu'min/40:15]
Juga menunjukkan keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan ketinggian ArsyNya yang berada diatas seluruh makhluqnya apalagi Allah telah banyak menghubungkannya dengan namanya "Arrohman" yang tentunya mengandung satu keistimewaan yang tidak dimiliki selainnya, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

Artinya

: (Yaitu) Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas 'Arsy. [Thaahaa/20:5]


22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII


Artinya

: Yang Menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. [Al-Furqaan/25:59]

Dalam ayat ini terkandung pengertian bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala berada diatas makhluk yang paling luas dan paling besar yang dapat melingkupi seluruh makhluk yang lainnya. Oleh karena itu perlulah kita mengetahui kekhususan-kekhususan Al-Arsy yang diberikan Allah Subahnahu wa Ta'ala kepadanya.

1. Tempat Bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala Ini merupakan kekhususan yang paling besar dan agung yang dimiliki Al Arsy dimana karena inilah Al Arsy memiliki kekhususan-kekhususan yang lainnya.

Masalah bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala di atas Al Arsy telah ditunjukkan oleh Alkitab dan Assunnah, disebutkan dalam Al Quran sebanyak tujuh tempat dan tentunya penyebutan yang berulang-ulang ini menegaskan keagungan dan arti pentingnya Al Arsy ditambah dengan banyaknya hadits-hadits yang menunjukkan dengan tegas kebenaran hal tersebut. Sesungguhnya madzhab salaf dari para sahabat, tabiin dan yang lainnya berpendapat bahwa Allah Subhanhu wa Ta'ala bersemayam diatas Al Arsy dengan tanpa takyif (membagaimanakannya), tamtsil (menyerupainya dengan makhluk), Tahrif (menyelewengkan makna yang sebenarnya) dan Ta'thil (menolaknya, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala bersemayam diatas ArsyNya dengan persemayaman yang sesuai dengan kebesaran dan keagunganNya. Adapun hakikat bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak diketahui oleh kita dan bertanya tentang hal itu satu kebidahan, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak memperlihatkan kepada kita hakikat dzatNya, maka bagaimana kita dapat

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

mengetahui bagaimana bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Dia yang berfirman:


Artinya : Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. [Al-Baqarah/2:255] 2. Al-Arsy Adalah Makhluk Yang Tertinggi Dan Menjadi Atapnya Para Makhluk Yang Lain
Diantar kekhususan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Al Arsy adalah menjadikannya sebagai makhluk paling dekat denganNya dan yang paling tinggi lebih tinggi dari langit, bumi dan syurga dan dia merupakan atapnya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.


Artinya : Jika kalian meminta, mintalah Alfirdaus, karena dia adalah tengah-tengah syurga dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya terpancar sungai-sungai syurga.
Berkata Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah bin Abi Zamaniin dalam kitabnya Ushulussunnah: dan dari pendapat Ahlussunnah adalah Allah telah menciptakan AlArsy dan mengkhususkannya dengan berada diatas dan ketinggian diatas semua makhluqNya kemudian bersemayam diatasnya. Ketinggian Al Arsy sebagai makhluk yang paling tinggi menunjukkan secara langsung bahwa dia adalah makhluk yang paling dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hal ini sebagaimana dikatakan Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu.


Artinya : Antara langit ketujuh dan kursi lima ratus tahun dan antara kursi dan air lima ratus tahun dan Al Arsy diatas air dan Allah Subhanahu wa Ta'ala diatas Al Arsy.

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Dan berkata Ibnu Taimiyah rahimahullah : Adapun Al Arsy maka dia berupa kubah sebagaimana diriwayatkan dalam As Sunan karya Abu Daud dari jalan periwayatan Jubair bin Muthim, dia berkata : Telah datang menemui Rasulullah seorang Arob dan berkata : Wahai Rasulullah jiwa-jiwa telah susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits sampai berkata Rasulullah


Artinya : Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah.
Dan tentang ketinggiannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


Artinya : Jika kalian meminta, mintalah Al Firdaus, karena dia syurga yang paling utama dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya terpancar sungai-sungai syurga.
Dan jelaslah dengan hadits-hadits ini bahwa Al Arsy adalah makhluq yang paling tinggi dan dia seperti kubah.

3. Al Arsy Adalah Makhluk Yang Terbesar Dan Teragung Serta Terberat Al Arsy merupakan makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang paling besar dan luas serta agung dan ini Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan agar sesuai dan pantas sebagai tempat bersemayamnya Dia Subhanahu wa Ta'ala. Al Quran dan As Sunnah telah menunjukkan Kebesaran dan keluasan Al Arsy seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :


Artinya : Dan Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung. [At Taubah/9:129]
Berkata Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini: bermakna Dialah pemilik dan pencipta segala sesuatu; karena Dia Rabb yang memiliki Al Arsy yang agung yang

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

merupakan atapnya para makhluk dan semua makhluk dari langit dan bumi dan yang ada pada keduanya dibawah Al Arsy. Dan dari hadits-hadits Nabi adalah sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.


Artinya : Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah.
Disini Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyerupakan Al Arsy seperti kubah atas alam ini yang terdiri dari langit-langit dan bumi serta isinya dan seperti atap untuk keduanya, disini sangat jelas menunjukkan keagungan, kebesaran dan keluasan Al Arsy, bukan hanya lebih besar dari langit-langit dan bumi akan tetapi keluasannya tidak dapat dibayangkan oleh kita, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu.


Artinya : Wahai Abu Dzar tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali seperti lingkaran (gelang) yang dilemparkan ke tanah lapang, dan besarnya Al Arsy dibandingkan dengan kursi seperti lebih besarnya tanah lapang dari lingkaran (gelang).

Dan dalam riwayat yang lain.

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Artinya : Tidak langit yang tujuh dan bumi yang tujuh dan apa yang ada diantara dan di dalamnya dibandingkan dengan kursi kecuali seperti lingkaran (gelang) yang dilempar ke tanah lapang, dan kursi dengan apa yang ada didalamnya dibandingkan dengan Al Arsy seperti lingkaran (gelang) tersebut pada tanah lapang tersebut.
Berkata Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu.


Artinya : Kursi tempat kedua telapak kaki dan Al Arsy tidak mampu mengukurnya kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Disamping Al Arsy ini adalah makhluk terbesar dan terluas, diapun terberat, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihai wa sallam kepada Juwairiyah.


Artinya : Sungguh aku katakan setelah kamu empat kalimat tiga kali, seandainya ditimbang dengan apa yang kamu ucapkan sejak hari ini maka sungguh dia dapat menyamainya, Subhanallah wa bihamdihi, 'adada kholqihi wa ridho nafsihi wa zinata Arsyihi wa midada kalimatihi.
Berkata Ibnu Taimiyah : Maka ini menjelaskan bahwa berat Al Arsy paling berat timbangannya.

4. Al Arsy Tidak Termasuk Yang Digenggam Dan Digulung Ketika Hari Kiamat. Ini merupakan kekhususan yang juga dimiliki oleh selainnya dan telah kita ketahui bahwa Al Arsy diciptakan sebelum diciptakannya langit dan bumi sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Artinya : Diciptakannnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan taqdir-taqdir seluiruh makhluk sebelum di langit dan bumi lima puluh ribu tahun, beliau bersabda: dan Arsy Nya ada diatas air.
Dan telah kita ketahui bahwa langit dan bumi serta isinya akan di genggam dan digulung serta diganti seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Artinya : Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya pada hal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.[Az-Zumar/39:67]
Dan firmanNya yang lain.


Artinya : (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. [Ibrahim/14:48]
Juga firmanNya.

Artinya : (Yaitu) pada hari Kami menggulung langit sebagai menggulung lembaranlembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama baegitulah Kami akan mengulangnya. Itulah janji yang pasti Kami tepati, sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. [Al-Anbiyaa/ : 104]
Dan dalam shohihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anh, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. 22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII


Artinya : Allah Subhnahu wa Ta'ala mengenggam bumi pada hari Kiamat dan menggulung langit dengan tangan kananNya kemudian berkata : Aku raja penguasa, mana para raja penguasa dunia.
Dan dalam riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu dengan lafadz.


Artinya : Allah Subhnahu wa Ta'ala menggulung langit-langit pada hari Kiamat kemudian mengambil mereka dengan tangan kananNya kemudian berkata : Aku raja penguasa, mana para penindas, mana orang-orang yang sombong.
Demikianlah keadaan hari Kiamat langit dan bumi dihancurkan dan tersisa beberapa makhluq yang tidak dihancurkan dan dipunahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, seperti Syurga, Neraka, Al Arsy menurut kesepakatan Ahlus Sunnah, maka Al Arsy di hari Kiamat tidak ikut digulung bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit di gulung dan di hancuran Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana ditunjukkan oleh firmanNya.


Artinya : Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah Kiamat, dan tebelahlah langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjungjung Arsy Rabbmu di atas ke kepala mereka.[Al Haaqqah : 14-17]
Demikian juga dalam surat Az Zumar setelah menjelaskan keadaan hari Kiamat, penduduk Neraka dan penduduk Syurga kemudian diakhiri dengan firmanNya.

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII


Artinya : Dan mereka mengucapkan:"Segala puji bagi Allah yangtelah memenuhi janjiNya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam jannah di mana saja kami kehendaki". Maka jannah itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. Dan kamu (Muhammad) akan melihat melaikat-malaikat berlingkar disekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Rabb-nya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan:"Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". [Az-Zumar/39:74-75]

Berkata Syeikhul Islam : Adapun Al Arsy tidaklah masuk dalam makhluk-makhluk yang diciptakan dalam waktu enam hari dan tidak pula dibelah dan dipecah, bahkan haditshadits yang masyhur menegaskan apa yang telah ditunjukkan Al Quran tentang ketidak punahan Al Arsy, sebagimana dalam Ash Shohih bahwa atapnya syurga 'Adn adalah Al Arsy, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


Artinya : Jika kalian meminta, mintalah Alfirdaus, karena dia syurga yang paling utama dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya terpancar sungai-sungai syurga.
Atas kebasaran dan kekuasaan Allah sebagaimana diuraikan diatas, kewajiban kita sebagai manusia, adalah banyak bersyukur dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat-nikmatNya. Allah berfirman dalam QS: Ibrahim ayat 7:


22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Demikianlah kekhususan (karakteristik) Al Arsy menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah. Semoga bermanfaat.

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Sebagai umat Islam sudah pasti kita memahami masalah salat wajib. Setiap hari kita diharuskan melakukan salat wajib lima kali. Namun demikian, masih banyak diantara kita yang belum melaksanakan shalat wajib ini dengan baik dan belum lengkap lima kali sehari. Shalat merupakan inti ibadah seorang muslim. Shalat dapat menentukan baik buruknya amal seseorang dan nanti diakhirat menjadi penentu kesuksesan penilaian amal di hadapan Allah SWT. Shalat yang baik akan mampu menghindarkan seseorang dari perbuatan yang tidak baik. Ini terkait dengan pelaksanaan shalat dengan segala ketentuannya, baik syarat, rukun dan sunnah-sunnahnya, maupun semua kegiatannya diluar shalat. Mengukur baik tidaknya shalat seseorang tidak cukup hanya pada waktu dia melakukan shalat, tetapi bagaimana dia beraktivitas di luar shalatnya. Untuk kesempurnaan shalat ini, pada uraian berikut akan dikemukakan beberapa ketentuan yang terkait dengan shalat.

1. Pengertian Shalat dan Dasar Hukumnya


Kata shalat berasal dari bahasa Arab as-salah yang berarti doa. Secara mudah dapat dipahami bahwa shalat berisi rangkaian doa. Semua bacaan dalam shalat berupa doa kepada Allah mulai dari doa iftihah (doa pembuka) sampai salam (doa penutup). Menurut istilah syariat (hukum) Islam, shalat berarti serangkaian ibadah yang berupa ucapan dan gerakan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan syarat dan rukun tertentu. Secara umum sehalat ada dua macam, yaitu shalat wajib (shalat fardlu) dan shalat sunah. Diantara shalat wajib tersebut adalah shalat lima waktu sehari semalam, yakni shalat Zuhur, salat Ashar, Shalat Maghrib, shalat Isya dan shalat Subuh. Hukum melaksanakan shalat lima waktu adalah fardlu ain, artinya setiap umat Islam harus melaksanakan shalat lima waktu dan tidak boleh meninggalkannya dalam keadaan bagaimanapun. Meninggalkan shalat termasuk dosa besar. Ketentuan wajibnya shalat lima waktu disebutkan dalam Al-Quran diantara surah AlBaqarah (2) ayat 43, An-Nisa (4) ayat 103, dan Ankabut (29) ayat 45. Berikut ketiga ayat tersebut:


Artinya: Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang

yang rukuk.
22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

(QS. Al-Baqarah (2): 43)

Artinya: Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang

ditentukan waktu-waktunya atas orang yang beriman. (QS. An-Nisa(4) : 103)


Artinya: Dan laksanakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan)

keji dan munkar .

(QS. Al-Ankabut (29) : 45)

Adapun hadis Nabi saw tentang shalat diantaranya berikut ini:

: ( )
Artinya: Dari Amer bin Syuaib dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata: Rasulullah saw

bersabda: Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, pukullah mereka jika mereka enggan melaksanakannya, ketika mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkanlah diantara mereka dalam hal tempat tidur. 2. Syarat Shalat
Syarat shalat adalah sesuatu yang harus terpenuhi untuk kesempurnaan shalat, tetapi berada di luar pelaksanaan shalat. Syarat shalat oleh ulama fikih (ahli hukum Islam) dibagi dua macam, yaitu syarat wajib shalat dan syarat sah shalat. Syarat wajib berarti hal-hal yang dapat mewajibkan seseorang melaksanakan shalat, sedang syarat sah berarti hal-hal yang harus dipenuhi seseorang agar shalatnya menjadi sah. Jika syarat tidak terpenuhi, maka shalatnya tidak sah atau batal. Adapun yang termasuk syarat wajib shalat adalah sebagai berikut: a.Islam b. Baligh (dewasa) c.Suci dari haid dan nifas bagi perempuan 22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

d.

Sehat rohani (tidak gila)

e.Telah sampai dakwahnya bahwa shalat itu wajib f. Sadar, bagi orang yang tidak sadar atau lupa baginya tidak wajib shalat Bagi orang yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, maka shalat tidak menjadi kewajiban baginya. Karenanya orang non muslim, anak-anak, orang gila, orang yang tidak suci, dan orang yang tidak sampai dakwah kepadanya tidak diwajibkan untuk shalat. Adapun yang menjadi syarat sah shalat adalah sebagai berikut: a. Suci dari hadas kecil maupun besar b. Suci badan, pakaian dan tempat dari najis c.Menutup aurat (sesuatu yang harus ditutup karena menjadi cela bagi seseorang). Aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut sedang aurat perempuan semua bagian badan kecuali muka dan telapak tangan d. Telah masuk waktu shalat e.Menghadap kearah kiblat f.Mengetahui tata cara shalat

3. Rukun Shalat
Rukun shalat adalah sesuatu yang harus terpenuhi untuk sahnya shalat dan berada dalam pelaksanaan shalat. Seperti halnya syarat, rukun jika ditinggalkan, shalatnya tidak sah atau batal. Rukun shalat ada tiga belas, yaitu: a. Berniat, yaitu menyengaja melakukan shalat. Niat berada dalam hati. Adapun melafalkan niat tidak termasuk rukun, tetapi tidak dilarang. Dalam niat shalat harus ditentukan shalat yang dilakukan (misalnya Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya atau Subuh), ditentukan juga shalat fardlu atau sunah, berapa rakaatnya, dan juga apakah shalat sendiri atau berjamaah. b. Berdiri bagi yang mampu berdiri. Jika tidak mampu berdiri maka boleh dengan duduk atau berbaring. c. Membaca takbiratul ihram, yaitu Allahu Akbar (Allah Maha Besar) di awal shalat. d. Membaca surah Al-Fatihah e. Ruku disertai tukmaninah, yaitu berhenti sebentar sekadar membaca tasbih f. Iktidal disertai tukmaninah g. Sujud disertai tukmaninah h. Duduk diantara dua sujud disertai tukmaninah i. Duduk akhir, untuk membaca tasyahud akhir j. Membaca tasyahud akhir 22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

k. Membaca shalawat atas nabi Muhammad saw l. Mengucapkan salam yang pertama m. Tertib atau berurutan dalam melakukan rukun dan tidak boleh dibolakbalik

4. Sunah Shalat
Sunah shalat adalah hal-hal yang dianjurkan agar dilakukan untuk kesempurnaan shalat, tetapi jika tidak dilakukan tidak sampai batal shalatnya. Adapun yang menjadi sunah shalat adalah sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Membaca basmalah sebelum melakukan shalat Mengangkat kedua tangan ketika membaca takbiratul ihram Mengangkat kedua tangan ketika akan rukuk, berdiri dan rukuk dan berdiri dari Meletakkan telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri dan kedua tangan Melihat kearah tempat sujud selain ketika membaca, karena pada saat itu Membaca doa iftitah sesudah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat alMembaca taawuz (auzu billahi minasy-syaitanir-rajim) sebelum membaca surat Diam sebentar sebelum dan sesudah membaca surat Al-Fatihah Membaca amin sehabis membaca surat Al-fatihah, begitu juga disunahkan Membaca Al-Quran sesudah membaca surah Al-fatihah pada rakaat yang Makmum disunahkan mendengarkan bacaan Al Quran imam Mengeraskan bacaan surah Al-fatihah dan ayat Alquran pada shalat subuh dan

tasyahud awal diletakkan dibawah dada pandangan tertuju kearah telunjuk tangan kanan fatihah al-fatihah pada rakaat pertama

membaca rabbigfirli sebelum amin pertama dan kedua

dua rakaat pertama shalat Maghrib dan Isya, begitu juga pada shalat Jumat, shalat Id (hari raya), shalat tarawih dan witir pada bulan Ramadhan. m. n. o. rukuk p. Meletakkan kedua telapak tangan diatas kedua lutut ketika rukuk 22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII Membaca takbir ketika perpindahan gerakan shalat kecuali ketika iktidal Membaca tasmi (sami allahu limau hamidah) ketika bangkit dari rukuk Membaca doa (rabbana wa lakal hamdu atau doa yang lain) sesudah bangkit dari (bangun dari rukuk)

q. r. s. t.

Membaca tasbih tiga kali ketika rukuk Mebaca tasbih ketika sujud Membaca doa ketika duduk diantara dua sujud Melakukan duduk iftirasy (duduk diatas mata kaki kiri dan kaki kanan

ditegakkan, dan ujung jari kaki kanan dihadapkan kearah kiblat) pada semua duduk dalam shalat selain duduk akhir u. v. w. x. y. z. Melakukan duduk tawaruk (duduk seperti duduk iftirasy tetapi telapak kaki kiri Duduk sebentar (duduk istirahat) sesudah sujud kedua sebelum berdiri Bertelekan ke tempat shalat tatkala berdiri dari duduk Membaca doa (memohon perlindungan dari azab sesudah tasyahud akhir Mengucapkan salam yang kedua Menoleh ke kanan saat mengucapkan salam pertama dan menoleh kekiri saat dikeluarkan ke sebelah kanan dan pantatnya sampai ke tempat shalat)

mengucapkan salam kedua

5. Hal-hal yang Membatalkan Shalat


Hal-hal yang dapat membatalkan shalat adalah sebagai berikut: a. b. c. d. e. Meninggalkan salah satu rukun shalat atau memutuskan rukun shalat sebelum Meninggalkan salah satu syarat shalat Berkata-kata dengan sengaja di luar bacaan shalat Bergerak lebih dari tiga kali berturut-turut selain gerakan shalat Makan atau minum sempurna dengan sengaja

6. Fungsi Shalat wajib dalam Kehidupan


Seperti disebutkan di atas, shalat merupakan salah satu bentuk ibadah khusus (ibadah mahdah) kepada Allah swt yang sekaligus juga merupakan doa kepada-Nya. Shalat juga merupakan sarana untuk mengingat Allah. Oleh karena itu, orang yang melakukan shalat harus benar-benar mengingat Allah dan merasa seolah-olah menyaksikan Allah atau merasa selalu diawasi oleh Allah. Setiap Allah mewajibkan sesuatu pasti akan banyak mendatangkan manfaat bagi yang melaksanakannya. Begitu juga shalat wajib lima waktu yang memiliki fungsi dan hikmah yang cukup besar bagi pelakunya. Dari beberapa ketentuan tentang shalat, baik yang ada dalam Al-Quran maupun yang ada dalam sunah atau hadis nabi Muhammad saw dapatlah dikemukakan beberapa fungsi shalat seperti berikut:

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

a.

Shalat menempati tempat yang paling tinggi diantara ibadah-ibadah yang lain. Shalat

merupakan tiang agama, siapa yang melaksanakannya berarti telah menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan berarti telah merobohkan agama. Shalat juga merupakan rukun Islam yang kedua yang sangat menentukan kesempurnaan Islam seseorang. b. Shalat juga merupakan ukuran utama baik atau buruknya amal seorang muslim. Jadi amal seseorang muslim sangat ditentukan oleh shalatnya, karena shalat yang baik akan mempengaruhi pelakunya dalam perbuatannya sehari-hari. Seorang yang melaksanakan shalat dengan baik akan dapat menjag adiri dalam kehidupannya. Di akhirat nanti, yang pertama kali akan ditanyakan oleh Allah adalah masalah shalat. Karena itulah Nabi saw selalu berwasiat tentang shalat. c. Shalat mengajarkan kepada umat Islam agar disiplin dalam melaksanakan tugasnya, sehingga hidupnya dapat tertib dan teratur. Shalat harus dikerjakan pada waktunya dan tidak boleh keluar waktunya. Ini akan membiasakan seorang muslim agar selalu tepat waktu atau disiplin dalam berbuat apapun. d. Shalat merupakan sarana untuk mengingatkan seorang muslim akan Allah sebagai Tuhannya. Ingat kepada Allah akan mengantarkan seorang muslim menjadi tenang dan tentram hatinya. Hati akan tentram jika selalu mengingat Allah. Oleh karena itu, shalat harus diupayakan khusyuk, yakni dengan kosentrasi hanya kepada Allah, tidak berpikir yang lain-Nya. Shalat sekaligus merupakan upaya penyerahan diri seorang muslim kepada Allah. Lewat shalat pula seorang muslim berdoa atau meminta kepada Allah untuk ketenangan jiwa dan kebahagiaan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. e. Shalat juga merupakan sarana untuk menjauhkan seorang muslim dari perbuatan buruk dalam kehidupannya. Seorang yang melakukan shalat, tetapi dalam kehidupannya masih melakukan berbagai tindak kejahatan, berarti belum dapat melakukan shalat dengan baik, karena dia belum memahami arti shalat yang sebenarnya. f. Allah memberikan jaminan kebahagiaan kepada orang yang dapat melaksanakan shalat dengan khusyu baik didunia maupun di akhirat kelak. Di samping itu, shalat juga merupakan ciri penting bagi orang yang bertakwa dan orang yang saleh.

Rahasia dan inti shalat adalah menghadapkan hati kepada Allah swt ketika shalat itu dan kehadirannya secara total di depan-Nya. Jika kita tidak menghadap kepada-Nya sibuk dengan 22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

urusan selain-Nya, sibuk dengan bisikan jiwa kita, maka kita ibarat orang yang mendatangi pintu sang penguasa, mengakui kesalahan dan kekeliruannya yang kita perbuatnya, mengharap kemurahan dan belas kasihnya, memohon santapan bagi kita agar memperoleh kekuatan untuk melaksanakan pengabdian kepada-Nya. Namun setelah kita tiba diambang pintu-Nya dan tinggal berbisik kepada sang penguasa Allah SWT, justru kita berpaling dari-Nya, menengok ke kanan dan kekiri, bahkan memalingkan punggung kita dan sibuk dengan hal-hal yang dibenci sang penguasa dan menurunkan derajat kita di hadapan-Nya, padahal Dia-lah yang harus kita pentingkan yang harus dijadikan kiblat pengabdian dan arah pandangan hati kita yang sesungguhnya. Demikian gambaran shalat kita yang tidak khusuk. Janganlah Allah swt memandang tidak berguna tingkat pengabdian kita, dalam shalat kita. Kita bertekad sekali melaksanakan tugas dan amanat kita tunaikan dengan sebaikbaiknya. Marilah anak-anakku, generasi muslim pengikut nabi kita Muhammad saw, manakala pengabdian kita dalam shalat bisa sempurna/khusuk, maka Allahw swt akan memberikan rahmat-Nya kepada kita dengan kebahagiaan hidup Allah swt, dengan kasih sayang-Nya tidak menyia-nyiakan pengorbanan, kesungguhan dan ketulusan hamba-Nya dengan karunia yang sangat menyenangkan terutama kelak di surga-Nya. Shalat menjadi khusuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain: 1. Shalat dikerjakan harus memenuhi syarat dan rukun shalat, karena ibadah shalat adalah sesuatu yang ditentukan oleh syara. 2. Mempersiapkan diri khususnya batin dengan rasa tawadlu kepada Allah swt, Dzat penentu hidup mati kita. Manakala ada panggilan adzan kita menyongsongnya dengan ketaatan untuk bersegera menunaikan shalat 3. Berusaha memahami bacaan-bacaan yang ada dalam shalat, setidaknya kalau belum mampu memahaminya bisa dengan membayangkan lafalnya dalam hati 4. Menjaga pandangan dengan menghadap ke tempat sujud (sajadah) karena setiap gerakan pandangan/penglihatan kepada suatu obyek hati dan pikiran orang akan terpengaruh obyek tersebut dengan godaan setan 5. Istiqomah dalam menjalankan shalat. Sesuatu yang dikerjakan secara kontinyu dalam arti selalu menjaga shalatnya Allah swt akan memberikan rahmat-Nya. 6. Shalat diusahakan ditunaikan dalam suasana dan lingkungan yang tenang 7. Memohon dengan berdoa kepada Allah swt akan rahmat-Nya dan diberikan kekuatan dan kesabaran dalam shalat yang akan ditunaikan

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

8. Melepaskan diri hati kita dari sifat-sifat buruk seperti dengki, dendam, suudzon kepada sesama atau sifat riya dan takabur agar tidak terbawa-bawa dalam pelaksanaan shalat 9. Meyakini bahwa shalat yang dilaksanakannya adalah shalat terakhir dalam hidupnya 10. Tidak tergesa-gesa dalam shalatnya dengan mengurangi perasaan dikejar-kejar oleh suatu acara/agenda sesudah shalat 11. Berusaha menjauhi makanan dan minuman yang diharamkan baik dari jenis maupun perolehannya, karena membawa pengaruh dalam setiap ibadah yang dilakukan seseorang 12. Shalat dilaksanakan secara berjamaah, karena di dalamnya mengandung keberkahan dan kesempurnaan dalam ibadah shalat selain pahala yang berlipat dari sisi Allah swt

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Bagi Seorang muslim menuntut ilmu adalah wajib hukumnya, banyak hadits yang telah menyatakan hal tersebut. Kewajiban menuntut ilmu bukan sebatas bagi anak usia sekolah, atau bagi mereka yang berusia muda saja, namun juga bagi yang sudah tua sekalipun. Karena menuntut ilmu merupakan kewajiban yang harus dilakukan seumur hidup (minal mahdi ilal lahdi). Ilmu pengetahuan merupakan kebutuhan yang cukup mendasar dan merupakan kunci untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akherat. Para Rasul bertugas mengembangkan ilmu dari Allah, baik ilmu mengenai hubungan kita dengan Allah maupun ilmu yang menyangkut kebutuhan hidup yang kemudian menjadi kebudayaan yang sangat maju. Dengan demikian, sebagai umatnya, kita harus mengikuti ajaran Rasulullah SAW yang menempatkan ilmu pengetahuan pada posisi yang sangat penting. Bila para Rasul giat menuntut ilmu, maka kita sebagai umatnya juga harus mengikuti jejak langkah mereka dengat giat menuntut ilmu di manapun dan kapanpun. Menuntut ilmu wajib hukumnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :


Artinya : Menuntut ilmu itu hukumnya fardhu atas setiap muslim, baik laki-laki maupun

perempuan.
Menurut kitab Talimul Mutaallimin, bahwa yang fardhu bagi setiap muslim itu bukanlah menuntut segala macam ilmu, melainkan ilmul haal (ilmu yang menyangkut kewajiban seharihari sebagai muslim. Seperti ilmu Taukhid, akhlaq dan fiqih). Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits : Ilmu yang paling utama adalah ilmu Haal dan amal yang paling utama adalah menjaga Haal (hal-hak yang merupakan kewajiban sehari-hari seperti menghindari penyianyiaan harta dan kerusakan). Diwajibkan bagi setiap muslim mempelajari ilmu yang berhubungan dengan kewajiban sehari-hari, dalam kondisi bagaimanapun. Karena wajib menjalankan sholat, maka wajib baginya mempelajari ilmu yang dibutuhkan di dalam shalatnya sesuai dengan batasan, agar dapat menunaikan kewajiban itu secara sempurna. Demikian juga wajib baginya mempelajari ilmu yang mengantarkannya (ilmu yang menjadi prasyarat) menunaikan segala sesuatu yang menjadi kewajibannya. Karena segala sesuatu yang wajib itu, maka mempelajari ilmunya hukumnya menjadi wajib pula. Demikian juga wajib 22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

mempelajari ilmu-ilmu mengenai aturan-aturan yang berhubungan dengan orang lain dan berbagai pekerjaan. Setiap orang yang terjun pada salah satu dari urusan-urusan/pekerjaan tersebut harus mempelajari ilmu yang menghindarkannya dari perbuatan haram di dalamnya. Islam tidak membedakan antara ilmu agama dengan ilmu umum. Ilmu agama maupun ilmu umum dalam islam sama pentingnya untuk dipelajari dan dikuasai. Karena Allah telah menyuruh kita untuk mencari dan mencapai kebahagiaan di akherat tanpa mengabaikan kepentingan dan kebahagiaan duniawi. Dalam sebuah hadits Rasulullah pun menyatakan :

) )
Artinya : Barang siapa yang ingin mencapai kebahagiaan dunia, maka harus dicapai dengan

ilmu dan barang siapa ingin mencapai kebahagiaan akherat maka harus dicapai dengan ilmu dan barang siapa ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akherat maka harus dicapai dengan ilmu. maka harus dicapai dengan ilmu dan barang siapa ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akherat maka harus dicapai dengan ilmu.
Begitu pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi saat ini telah menyebabkan kemudahan-kemudahan di berbagai bidang kehidupan, seperti bidang

transportasi, telekomunikasi, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Perkembangan yang demikian pesat ini, mungkin tidak pernah terbayangkan oleh generasi-generasi terdahulu, sebagaimana generasi sekarang yang tidak dapat membayangkan atau memprediksi betapa canggihnya kemajuan tehnologi di masa yang akan datang. Sebagai seorang muslim kita harus bisa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi ini untuk sesuatu yang baik dan positif. Misalnya, kemajuan bidang transportasi dan komunikasi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan silaturrahim dan mempermudah dakwah, kemajuan bidang komputer dan internet harus dapat dimanfaatkan untuk menambah ilmu pengetahuan, memudahkan mengkaji Alquran, mempelajari ilmu-ilmu dari ulama-ulama terkenal, dan sebagainya.

Satu hal yang perlu diingat bahwa setinggi apapun ilmu yang dipelajari serta sepandai apapun seseorang, jangan sampai ia melepaskan ajaran agamna. Agama harus selalu tertanam 22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

kokoh dalam hati. Karena agama adalah pengendali hati dan perilaku setiap manusia, terutama bagi mereka yang memiliki ilmu yang tinggi. Ilmu yang terlepas dari kendali agama akan membutakan mata hati, akibatnya akan sangat membahayakan bagi masyarakat dan bagi orang yang berilmu tersebut. Sebaliknya ilmu yang dilandasi ilmu ajaran agama, akan sangat berguna bagi orang yang berilmu tersebut, juga bagi masyarakat di sekitarnya. Dalam Alquran Allah telah menjanjikan akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan yang dilandasi keimanan kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam S. Al Mujadalah ayat 11 :


Artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang

diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kita prihatin tatkala menyaksikan perilaku kurang pantas para pelajar. Perilaku yang menyimpang dari ajaran akhlaqul karimah. Karena itu menuntut ilmu perlu diperhatikan beberapa adab yang sesuai dengan ajaran agama islam. Dalam kitab Bidayatul Hidayah Hujatul Islam Imam Al-Ghazali menjelaskan beberapa adab yang harus dipenuhi dalam menuntut ilmu dapat berhasil dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Adab-adab tersebut adalah: 1. Bila hendak menghadap guru atau berjumpa guru, maka berilah hormat dengan cara memberi salam terlebih dahulu. 2. Jangan berbicara hal-hal yang tidak berguna di hadapan guru, apalagi jika pembicaraan itu tidak berkenan di hati guru. 3. Jika bertanya jangan menyela pembicaraan guru tanpa minta izin, atau bertanya yang sifatnya menguji guru dengan memperlihatkan kepandaian sehingga ada perasaan dalam hatimu bahwa kamu lebih pandai dari gurumu. Bila guru berbuat kekeliruan maka peringatkan secara halus dan bijaksana, tidak dengan menentangnya. 4. Jangan mengajak bercanda dan bersenda gurau dengan gurumu secara berlebihan.

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

5. Jangan bertanya hal-hal yang tidak berguna, apalagi jika gurumu sedang banyak pikiran dan banyak pekerjaan. 6. Jangan tegak dihadapan gurumu padahal dia senang duduk kalau tidak ada hal yang dikerjakan, atau berlaku tidak hormat lainnya, sehingga sikapmu tampak kurang ajar. 7. Jangan mengajak gurumu bercakap-cakap di tengah jalan, atau bertanya suatu pelajaran di tempat yang kurang sopan dalam pandangan umum. Tapi datanglah menemuinya di rumah atau dimana saja tempat paling baik. 8. Jangan buruk sangka terhadap guru. Barangkali ada perbuatan guru yang kamu anggap salah, maka bersabarlah kamu untuk memperoleh penjelasan darinya. Jangan terburu menyangkal. Jangan ulangi kesalahan Nabi Musa a.s. ketika berguru kepada Nabi Khaidlir, saat itu Nabi Musa a.s. tidak sabar menunggu penjelasan dari apa-apa yang telah diperbuat oleh Nabi Khaidlir. 9. Jangan menghentikan langkah guru di tengah jalan hanya untuk hal-hal kecil yang tidak ada artinya. Demikian bebebrapa adab yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid terhadap gurunya. Adab-adab tersebut harus dilaksanakan agar ilmu yang diperoleh dan dipelajari dari guru bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan di dunia serta untuk kebahagiaan di akhirat kelak. Amin ya Rabbal Alamien.

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Sahabat Rasulullah Anak Seorang Panglima


Muawiyah adalah keturunan dari seorang panglima besar. Karena itu ia mewarisi jiwa besar dan kecerdikan ayahnya. Selain itu, ia juga dikenal sebagai orang yang sabar. Muawiyah dilahirkan dari keluarga hartawan dan pedagang besar yang menguasai perekonomian hampir seluruh semenanjung Arabia. Ayahnya bernama Abu Sufyan inilah yang menjadi panglima besar kafir Quraisy pada perang uhud, khandaq, dan pemimpin pemerintahan sampai makkah dibebaskan oleh Rasulullah. Ibunya bernama Hindun bin Utbah, seorang wanita lincah, cekatan yang mempunyai andil besar dalam membantu suami di perang uhud. Setelah Makkah dibebaskan, bersamaan dengan ayahnya. Muawiyah masuk islam. Setelah masuk islam, ia menjadi salah seorang sekretaris Rasulullah Saw. Ia pun perang Hunain dan dengan gagah berani memperlihatkan keperwiraannya sebagai seorang putra bekas panglima dan mendapat pembagian rampasan perang bersama ayahnya melebihi yang lain karena keduannya masih mualaf ( orang baru masuk islam, yang mendapat jaminan hidup lebih dari orang yang sudah betul-betul beriman, supaya tidak murtad lagi ). Muawiyah sempat belajar tulis baca dan matematika, karena itulah Rasulullah mengangkatnya menjadi juru tulis ( sekretaris )-nya. Beliau bertugas di Suriah di masa pemerintahan Umar Bin Khattab dan Usman Bin Affan. Beliau menentang Ali dan berkonfrontasi dengan Ali dalam perang Shiffin (37 H/657 M) yang berakhir dengan sebuah arbitrase. Beliau dinobatkan menjadi Khalifah (40-60 H/661-680 M) di mana ibu kota pemerintahan di pindahkan ke Damaskus. Beliau termasuk tokoh penakluk ternama dalam sejarah islam, di mana penaklukannya sampai ke daerah di Lautan Atlantik.

ORANG YANG SABAR


Dia termasuk salah seorang yang memiliki kepintaran dan kesabaran. Qubaishah bin Jabir berkata, Saya menemani Muawiyah beberapa lama , ternyata dia adalah seorang yang sangat sabar. Tidak saya temui seorang pun yang sesabar dia, tidak ada orang yang lebih bisa berpura pura bodoh darinya, sebagaimana tidak ada orang yang lebih hati-hati daripadanya. Di zaman Khalifah Abu Bakar Ra, Muawiyah juga ikut bertempur melawan Romawi di Syam (Damsyiq) di bawah pimpinan kakaknya, Yazid bi Abu Sufyan. Ketika Yazid wafat,

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

Muawiyah mengambil alih pimpinan pemerintahan dan kemudian oleh Khalifah Abu Bakar Ra ditetapkan, menjadi wali negeri Syam sebagai pengganti kakaknya itu. Pada zaman Khalifah Umar Ibnul Khattab Ra, ia masih menjadi wali negeri Damsyiq. Ketika Khalifah Umar Ra meninjau Syam, beliau mendapatkan Muawiyah di Istananya yang sangat mewah; Umar berkata,Ini adalah Kisra (Kaisar) arab!. Tidak lama setelah itu, karena berbagai alasan, Umar memberhentikan dari jabatannya dan Said Bin Amir, pelopor hidup sederhana, menggantikan Muawiyah. Muawiyah adalah seorang jenius, pintar dan cerdik, politisi, dan panglima perang. Ia mampu menggunakan kekuasaan dan harta negara dalam mencari kawan dan merangkul bawahan.

Mempunyai Daya Ingat Yang Kuat


Abu hurairah adalah salah satu sahabat Rasulullah yang mempunyai bakat luar biasa dalam hal kemampuan dan kekuatan ingatan, dan ia mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang di negaranya. Sedangkan daya ingatnya mempunyai keistimewaan dalam menghafal dan menyimpan. Abu hurairah merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang setia. Ia mencintai Rasulullah hingga mendarah daging. Dan tak pernah bosan memandang wajah beliau. Bagiku tidak ada yang lebih indah dan cemerlang selain wajah Rasulullah Saw. Dalam penglihatanku, seolah-olah matahari sedang memancar di wajah beliau,katanya suatu ketika. Karena selalu bersama Rasulullah lah, ia akhirnya banyak mengingat hadis yang dikatakan Rasulullah. Hampir tak pernah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari semua yang pernah didengarnya. Ia telah mewakafkan hampir seluruh hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah Saw, sehingga ia termasuk salah seorang sahabat yang paling banyak menerima dan menghafal hadis, serta meriwayatkannya. Abu hurairah adalah salah seorang sahabat Nabi dengan perubahan mengagumkan yang terjadi pada dirinya. Suatu saat ia pernah bercerita kepada sahabat-sahabatnya,aku dibesarkan dalam keadaan yatim dan aku hijrah dalam keadaan miskin. Aku menerima upah sebagai pembantu pada keluarga Busrah binti Ghazwan demi sekedar mengisi perutku. Aku melayani keluarga itu setiap saat, baik kala mereka sedang di rumah maupun menuntun 22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

binatang tunggangannya jika mereka sedang berpergian. Sekarang inilah aku, Allah telah berkenan menikahkan aku dengan putri Busrah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan agama ini tiang penegak dan menjadikan Abu Hurairah seperti sekarang ini.

Kemampuan Mengingat
Abu hurairah merupakan pahlawan perang dikalangan sahabat, ahli fiqih, juru dakwah guru dari banyak orang. Saat itu memang sudah ada para sahabat yang sudah mampu menulis, tetapi jumlah mereka sangat sedikit sekali, apalagi sebagian dari mereka tidak mempunyai kesempatan untuk mencatat hadis-hadis yang di ucapkan oleh Rasulullah Saw. Sebenarnya Abu hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir. Abu hurairah menyadari sepenuhnya bahwa dirinya termasuk orang masuk islam belakangan, karena itulah ia bertekad untuk mengejar ketertinggalannya dengan cara selalu mendampingi Rasulullah dan selalu hadir dalam majelisnya. Ia juga sadar dengan bakat pemberian Allah SWT pada dirinya, berupa daya ingatan yang luas dan kuat. Kemampuannya makin bertambah kuat dan tajam denag doa Rasulullah Saw agar pemilik bakat ini diberi berkah oleh Allah. Dengan kekuatan dan kemampuan serta bakat itulah ia menyiapkan dirinya untuk memikul tanggung jawab dan memlihara peninggalan yang sangat penting itu dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

JANJIKU KEPADA ALLAH Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar. FIRMAN ALLAH : Hai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al Baqarah : 183)
B U L A N R A M A P E K A N I T A N G G A L 1 2 3 4 5 Puasa Romadhon Beri tanda () Ya Tidak Sholat Tarawih beri Tanda () Ya Tidak Tempat Tarawih Masjid, Musholla, Rumah Pilih salah satu

Alasan tidak Puasa Romadhon

Alasan untuk tidak Tarawih

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

II

III D H A N 1 4 3 3 H V IV

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

.. Ramadlon 1433H Mengetahui, Orang Tua, Siswa,

__________ JANJIKU KEPADA ALLAH

__________

Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar.
T A N G G A L Sholat Fardlu : 1. Dhuhur 2. Ashar 3. Magrib 4. Isya 5. Subuh Tulislah tanda silang (X) di bawah angka Sholat fardhu yang dilaksanakan 2 3 4 Tempat Sholat: A. Masjid/Musholla berjamaah B. Masjid/Musholla sendirian C. Rumah berjamaah D. Rumah sendirian Tulislah huruf di bawah angka Sholat fardhu di5 1 2 3 4 5 1 Alasan A. Lupa B. Tertidur C. Haid D. Malas Tulislah hurufnya di bawah angk a.

B U L A N

P E K A N

Alasan tidak sholat 2 3 4 5

1 R A M A D I 1 2 3 4 5 6

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

II

III H A N 1 4 3 3 H V IV

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

.. Ramadlon 1433 H
Mengetahui, Orang Tua, Siswa,

-------------------JANJIKU KEPADA ALLAH

---------------------

Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar. SABDA NABI MUHAMMAD SAW Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar Al Quran dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain. (HR. Bukhori).
B U L A N R A P E K A N I T A N G G A L 1 2 3 4 Mengaji Beri Tanda (X) pada salah satu kolom Al Quran Surat dan Ayat atau Kitab Halaman Tidak Mengaji sebab : 1. Lupa 2. Sakit 3. Tertidur 4. Haid 5. Pergi Berilah tanda silang (X) 1 2 3 4 5

Tempat Mengaji

Ya

Tidak

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

II

III M A D H A N V IV

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Mengetahui, Orang Tua, Siswa,

.. Ramadlon 1433 H

--------------------

---------------------

LEMBAR HAFALAN SURAT-SURAT PENDEK


Aku akan berupaya bersungguh-sungguh untuk bisa menghafal Surat-Surat Pendek Al-Quran

N O 1 2 3 4 5 6 7 8

NAMA SURAT An Nas Al Falaq Al Ihlash Al Lahab An Nashr Al Kafirun Al Kautsar Al Maun

NILAI HAFALAN A B C

TANGGAL

TANDA TANGAN PENGUJI / PEMBINA

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Quraisy Al Fil Al Humazah Al Ashr At Tastur Al Qoriah Al Adiyat Al Zalzalah Al Bayyinah Al Qodar Al Alaq At Tin Al Insyirah Adh Dhuha Al Lail Asy Syams Al Balad Al Fajr Al Ghosyiyah Al Ala Ath Thoriq Al Buruj
Mengetahui Orang Tua /Wali Murid

22 Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas VII