Anda di halaman 1dari 33

MGMP PAI

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat sehingga Allah Materi SWT yang telah melimpahkan taufik dan hidayah-Nya Buku Kegiatan Ramadhan dapat diterbitkan Buku bagi siswa Materi agar Kegiatan mempelajari serta Bulan dan dapat

Ramadhan ini disusun sebagai panduan memahami agamanya dalam

Penanggung jawab Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Lamongan

mengamalkan sehari-hari.

kehidupannya

Kami menyadari bahwa buku ini masih terdapat kekurangan oleh karena itu kepada para pembaca buku dimohon ini pada kritrik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penerbitan berikutnya. Semoga buku ini

Penyusun:
1. Drs. H. Muhammad 2. Mahfudz, S.PdI 3. Drs. H. Saiful Amirin, M.Ag 4. Drs. Tubagus Syaifullah, M.Ag

dapat bermanfaat bagi kita khususnya bagi siswa SMP di Kab. Lamongan. Akhirnya kami memohon kepada Allah SWT semoga senantiasa mencurahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin

Redaksi

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Kata Pengantar............................................................................. 1 Daftar Isi ...................................................................................... 2 BAB I : MENCINTAI RASULULLAH SAW................................................... 3 A : Rasulullah...................................................................................... 3 BAB II : MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESUCIAN DALAM BERIBADAH ......... 11 A : Kebersihan dan Kesucian ............................................................... 11 B : Kebersihan dalam Islam ................................................................ 12 C : Istilah Bersih atau Suci .................................................................. 15 D : Cara Bersuci selain Wudhu ............................................................ 17 BAB III A B C D : : : : : CINTA ILMU PENGETAHUAN .............................................. 19 Keajaiban Al-Quran dengan Ilmu Pengetahuan ............................. 19 Manfaat Ilmu Pengetahuan ............................................................ 24 Ajaran Islam Tentang Cinta Ilmu Pengetahuan .............................. 24 Adab Kepada Anak Yatim .............................................................. 22

BAB IV : KISAH SAHABAT RASULULLAH .......................................... 26 A : Khayab bin Arats ........................................................................... 26 B : Habib Bin Zaid Al Anshari .............................................................. 27

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

1. Pengertian Rasulullah menurut bahasa arab merupakan kata gabungan dari dua kata, yaitu : kata Rasulun dan Allah. Dalam bahasa arab ditulis dengan

dan

Kata Rasuulun merupakan bentuk kata tunggal yang berarti Utusan, atau seorang utusan. Dan bentuk jamaknya Rusulun berarti utusan-utusan atau beberapa utusan

Adapun Allah adalah Dzat Pencipta, Pengatur dan

Pemelihara alam semesta. Maka arti gabungan dua kata tersebut berarti Utusan Allah / Seorang Utusan Allah. Sedang menurut istilah Rsulullah maksudnya Seorang yang dipilih, ditentukan dan diangkat oleh Allah menjadi utusan-Nya yang ditandai dengan diberikan wahyu padanya serta diwajibkan padanya untuk menyampaikan atau mengajarkan wahyu tersebut kepada orang lain, juga diberikan Mujizat untuk dijadikan bukti kebenaran akan kerasulan dirinya. 2. Kewajiban beriman kepada Rasulullah Setiap orang sebagai bagian dari umat manusia sebenarnya dituntut dan diwajibkan untuk meyakini adanya seorang yang telah dipilih dan diangkat oleh Allah sebagai utusan atau Rasul-Nya. Seorang yang telah diangkat oleh Allah sebagai Rasul-Nya akan selalu dibekali dengan diberikan wahyu yang berisi firman-firman Allah dan menjadi petunjuk dan pedoman hidup dan kehidupan manusia di dunia, agar manusia dapat hidup bahagia menuju kehidupan diakhirat dengan bahagia dan sejahtera. Selain itu Allah juga membekali setiap Rasul-nya dengan diberikan wahyu untuk dijadikan bukti bahwa ia benar-benar seorang utusan Allah SWT.
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Kewajiban umat manusia khususnya umat mukminin untuk meyakini akan kebenaran seorang Rasul ini dapat merujuk pada pernyataan Allah dalam firmanfirman-Nya. Umat islam seyogyanya memperhatikan firman Allah dalam AlQuran terkait dengan kenabian dan kerasulan, perlunya rasul dan perannya dan sebagainya. Diantara firman Allah didalam Al-Quran itu dapat disimak dari beberapa ayat atau surat sebagaimana akan ditunjukkan berikut ini :
a.

Firman Allah didalam QS. Ali Imran ayat 164.


Artinya : Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang

beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
b. Firman Allah didalam QS. At Taubah ayat 128


Artinya : Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu

sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
c. Firman Allah didalam QS. Muhammad ayat 2

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Artinya : Dan orang-orang mu'min dan beramal soleh serta beriman kepada

apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.
d. Firman Allah didalam QS. Muhammad ayat 7

Artinya : Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan

menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.


e. Firman Allah didalam QS. Al Maidah ayat 35

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah

jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalanNya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
f. Firman Allah didalam QS. Ali Imran ayat 85

Artinya :Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali

tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
g. Firman Allah didalam QS. Al Anam ayat 48

Artinya:Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk

memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan , maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.
h. Firman Allah didalam QS. Al Anbiya ayat 25
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Artinya : Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan

Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
i. Firman Allah dalam QS. Al Maidah ayat 72


Artinya :

Sesungguhnya

telah

kafirlah

orang-orang

yang

berkata:

"Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
Dengan menyebutkan beberapa firman Allah SWT dalam Al Quran seperti disebutkan diatas, maka cukuplah bagi kita untuk memetik beberapa pelajaran berharga bagi kehidupan umat manusia di dunia. Petunjuk pelajaran tersebut, yang dimaksud diantaranya : 1. 2. 3. Petunjuk bahwa umat manusia haruslah beriman kepada Allah dan juga Bahwa orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Bahwa Rasululloh sangat berjasa vesar bagi manusia, karena ijin Allah Rasul-Nya.

beliau telah menyampaikan dan mengajarkan tuntunan hidup dan kehidupan manusia di dunia dengan penuh kesabaran dan keikhlasan sebagai ruh dari setiap amal perbuatan manusia, agar dapat meraih hidup bahagia dan sejahtera didunia dan akhirat.

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

4.

Bahwa manusia yang mau mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya, serta

membela dan menolong Allah (tegaknya tuntunan-Nya) maka Allah akan menolong manusia dan mengkokohkan tempat pijakan dan kedudukannya. 5. Bahwa seorang tidaklah cukup dengan beriman kepada Allah dan RasulNya saja. Tetapi lebih dari itu, iman yang telah tersemai dalam diri seorang yang beriman harus mampu mendorongnya untuk beramal sholih, yakni melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan terpuji disisi Allah, serta mencintai Allah dan Rasul-Nya. 3. Essensi kecintaan kepada Rasulullah SAW. Setiap manusia tentu menyadari bahwa dirinya memiliki instink, ghorizah atau sifat bawaan sejak terlahir ke dunia fana ini. Sebagai missal orang tua mencintai anaknya, anak mencintai kedua orang tuanya, seseorang menyukai binatang, tanaman bunga atau seseorang mencintai rekan senasibnya atau orang lain yang berlainan jenis. Kita dapat merasakan dan membayangkan bagaimana seseorang yang mencintai sesuatu atau orang lain sebagaimana dimisalkan diatas, apa yang akan ia lakukan dan apa yang akan ia ungkapkan dan perbuat terhadap sesuatu atau orang lain yang dicintainya. Seorang yang menyukai dan mencintai binatang saja, maka orang ini tak segan-segan untuk memberikan perhatian hingga berlebih kepada binatang kecintaan-Nya, makanan dan minumannya saja disiapkan, hampir setiap waktu, seakan ia tak mau berpisah dengannya. Seorang ibu yang mencintai dan menyanyangi putranya, maka semua tenaga, harta dan fikirannya akan dicurahkan kepada putra yang dicintainya dengan penuh sabar dan ikhlas, tanpa terpengaruh apakah cintanya pada putranya akan terbalas atau tidak, sang ibu bahkan tak peduli walau sesekali putra tercintanya tidak memenuhi kehendak ibu bahkan membentaknya. Allah telah mengajarkan dalam sebuah firman-Nya, bahwa apabila kita menerima penghormatan dari seseorang, maka hendaknya kita membalas penghormatan itu dengan yang lebih baik atau dengan yang sepadan dengan yang kita terima. Ajaran Allah ini telah dilakukan oleh Rasululloh dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus sebagai contoh teladan bagi umat beliau. Rasululloh juga sangat mencintai umatnya, kecintaannya diwujudkan dengan selalu menyampaikan

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

dan mengajarkan setiap wahyu yang diterimanya dari Allah SWT dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, tanpa mengenal lelah dan tiada pernah mengharap imbalan apapun, bahkan tak jarang beliau menerima ejekan, celaan, tekanan dan ancaman dari sebagian masyarakat arab saat itu. Beberapa ayat ini menjelaskan diantara pentingnya diturunkannya Rasululloh dan seraya mengikuti jejak ajaran dan contoh keteladanannya. a. Firman Allah didalam QS. Muhammad ayat 31

Artinya : Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami

mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan hal ihwalmu.
b. Firman Allah didalam QS. Ali Imran ayat 32

Artinya : Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling,

maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".


c. Firman Allah didalam QS. Ali Imran ayat 132

Artinya : Dan ta'atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. d. Firman Allah QS. Ali Imran ayat 144

Artinya : Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah

berlalu sebelumnya beberapa orang rasul . Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang ? Barangsiapa yang

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
4. Implementasi Kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dari uraian diatas dapatlah kita menarik benang merah sebagai kesimpulan tentang bagaimana mengimplementasikan atau mewujudkan kecintaan umat islam kepada Rasulullah secara garis besarnya, dapat dilakukan dengan cara : 1. Memperkokoh keyakinan bahwa Muhammad benar-benar Rosulullah, sebagai nabi dan Rosul yang terakhir, tiada Nabi dan Rosul sesudah beliau. 2. Memperkokoh aqidah tauhid, yakni faham yang meyakini akan ke Esaan Allah, yang dijabarkan menjadi pemahaman akan kesatuan Rosul, Kitab dan kesatuan umat. 3. Selalu meneladani Akhlaqul karimah yang telah dicontohkan beliau baik dalam hal beribadah, berbuat dan bertutur kata, dalam hidup bersosial dan bermasyarakat. 4. Mentaati semua tuntunan dan ajaran beliau, yang telah disampaikan melalui hadits-hadits beliau yang shohih.
5. Selalu memohonkan ampunan baginya kepada Allah dan selalu mendoakan

beliau dengan membaca sholawat dan salam, baik dalam sholat maupun diluar sholat di tempat dan waktu yang sesuai. 6. Membela dan menjaga dua wasiat beliau yaitu Al Quran dan Hadits dari setiap hal yang akan merusak dan menghancurkannya.
7. Senantiasa menjunjung tinggi harkat dan martabat atau nama baik beliau,

serta selalu menjaganya dari hal-hal yang merusak harkat dan martabat beliau, baik dari dalam kalangan umat islam maupun dari luar yakni umat non islam.
8. Selalu tergetar dan tergerak untuk mengingat dan mematuhi kewajiban

beribadah kepada Allah setiap mendengar kalamullah, senantiasa bersabar dalam menegakkan sholat dan menafkahkan sebagian harta yang telah diterimanya, dan selalu teringat betapa berat ujian Rosulullah, sehingga setiap mendengar sebutan nama beliau hendaklah seraya berdoa dengan mengucapkan sholawat dan salam.

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Allah berfirman dalam QS. Al Hajj Ayat 35.

Artinya : (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati

mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.
Demikian antara lain perwujudan kecintaan kita kepada baginda Rasulullah SAW yang dapat di kemukakan dalam ulasan yang sangat singkat ini. Kepada segenap pembaca yang budiman dan segenap siswa,tentu masih dapat menambah bentuk dan wujud lain dalam mengekspresikan kecintaannya kepada baginda Rosululloh SAW. Semoga Allah meridloi dan melimpahkan taufiqnya bagi setiap usaha kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Kebersihan merupakan suatu yang amat fitri bagi makhluk hidup, utamanya makhluk bernyawa. Dalam ajaran Islam kebersihan saja belum cukup, tetapi harus disertai kesucian, Dalam kebersihan ada kalanya menggunakan istilah thaharah atau tazkiyah semuanya berkaitan dengan kebersihan dan kecusian. Dalam kehidupan makhluk bernyawa kebersihan merupakan salah satu pokok dalam memelihara kelangsungan eksistensinya, sehingga tidak ada satupun makhluk kecuali berusaha untuk membersihkan dirinya, walaupun makhluk tersebut dinilai kotor. Pembersihan diri tersebut, secara fisik ada yang menggunakan air, tanah, air dan tanah. Bagi manusia membersihkan diri tersebut dengan tanah dan air tidak cukup, tetapi ditambah dengan menggunakan dedaunan, pewangi, malahan pada zaman modern sekarang menggunakan sabun mandi, sampo bahkan untuk pembersih wajah ada sabun khusus dan lain sebagainya. Pada manusia konsep kebersihan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikis, sehingga dikenal istilah kebersihan jiwa, kebersihan hati, kebersihan spiritual dan lain sebagaianya. Agama Islam menaruh perhatian amat tinggi pada kebersihan, baik lahiriah/fisik maupun batiniyah/psikis. Kebersihan lahiriyah itu tidak dapat dipisahkan dengan kebersihan batiniyah. Oleh karena itu, ketika seorang Muslim melaksanakan ibadah tertentu harus membersihkan terlebih dahulu aspek lahiriyahnya. Ajaran Islam memiliki aspek akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak semua itu berkaitan dengan seluruh kebersihan. Hal ini terdapat dalam tata cara ibadah secara keseluruhan. Orang yang mau shalat misalnya, diwajibkan bersih fisik dan psikisnya. Secara fisik badan, pakaian, dan tempat shalat harus bersih, bahkan suci. Secara psikis atau akidah harus suci juga dari perbuatan syirik. Adapun kebersihan itu dapat di bagi sebagai berikut : 1. Kebersihan rohani yaitu kebersihan iman yang terlepas dari kekufuran, kemusrikan, serta kemunafikan. 2. Kebersihan dalam ibadah, bahwa ibadah yang kita lakukan semata mata untuk mencapai rida Allah ( limardatillah ) serta sesuai yang di tuntunkan oleh Rosulullah. 3. Kebersihan jasmani atau badan dari hadats kecil atau besar untuk ,embersikan atau mensucikan dengan melakukan seperti wudlu, tayamum, mandi dan mencuci pakaian dari najis
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

4. Kebersihan lingkungan, baik lingkungan rumah maupun lingkungan masyarakat. Sebagai seorang musllim sudah barang tentu harus menjaga kebersihan diatas, sehingga dapat tercapai kehidupan yang bersih, suci, asri, indah dan menawan Selanjutnya apabila kita dapat mencintai kebersihan dan berperan aktif dalam menciptakan kebersihan, maka akan terwujud suatu tatanan kehidupan yang harmonis dan menyenangkan. Kebersihan sebagian dari iman. Kebersihan pangkal Kesehatan. Agama Islam sangat menganjurkan agar para pemeluknya senantiasa menjaga kebersihan, baik kebersihan rohani maupun kebersihan jasmani, serta kebersihan lingkungan tempat tinggal, Sekolah, tempat ibadah, pasar, tempat umum dan lain lain.

Bersih secara konkrit adalah kebersihan dari kotoran atau sesuatu yang dinilai kotor. Kotoran yang melekat pada badan, pakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya yang mengakibatkan seseorang tak nyaman. Umpamanya, badan yang terkena tanah atau kotoran tertentu, maka dinilai kotor secara jasmaniah, tidak selamanya tidak suci. Jadi, ada perbedaan antara bersih dan suci. Mungkin ada orang yang tampak bersih, tetapi tidak suci Al-Quran dan hadis banyak menggunakan lafal atau kosa-kata thaharah yang mengindikasikan pada kesucian badan dari kotoran atau najis atau sesuatu yang menimbulkan ketidak nyamanan jasmaniah. Dalam Surat al-Maidah: 6


Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Artinya : Wahai orang-orang Yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sembahyang (padahal kamu berhadats kecil), maka (berwudlulah) yaitu basuhlah muka kamu, dan kedua belah tangan kamu meliputi siku, dan sapulah sebahagian dari kepala kamu, dan basuhlah kedua belah kaki kamu meliputi buku lali; dan jika kamu Junub (berhadats besar) maka bersucilah Dengan mandi wajib; dan jika kamu sakit (tidak boleh kena air), atau Dalam musafir, atau salah seorang dari kamu datang dari tempat buang air, atau kamu sentuh perempuan, sedang kamu tidak mendapat air (untuk berwudlu dan mandi), maka hendaklah kamu bertayamum Dengan tanah - debu Yang bersih, yaitu: sapulah muka kamu dan kedua belah tangan kamu Dengan tanah - debu itu. Allah tidak mau menjadikan kamu menanggung sesuatu kesusahan (kepayahan), tetapi ia berkehendak membersihkan (mensucikan) kamu dan hendak menyempurnakan nikmat Nya kepada kamu, supaya kamu bersyukur(Q.S Al-Maidah:6 Dalam Quran Surat al-Nisa: 43, juga disebutkan :


Artinya : Wahai orang-orang Yang beriman, janganlah kamu hampiri sembahyang (mengerjakannya) sedang kamu Dalam keadaan mabuk, hingga kamu sadar dan mengetahui akan apa Yang kamu katakan. dan janganlah pula (hampiri masjid) sedang kamu Dalam keadaan Junub (berhadats besar) - kecuali kamu hendak melintas saja - hingga kamu mandi bersuci. dan jika kamu sakit, atau sedang Dalam musafir, atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air, atau kamu bersentuhan dengan
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi atau berwudlu), maka hendaklah kamu bertayamum Dengan tanah - debu, Yang suci, yaitu sapukanlah ke muka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.( Q.S. An-Nisa: 43)

Ayat yang mewajibkan wudlu dan atau mandi sebelum shalat, misalnya tampak mengandung dua makna sekaligus, yaitu thaharah secara hissiyahjasmaniah (konkrit-nyata) karena dibersihkan dengan air dan thaharah maknawiah (abstrak) karena dibersihkan dengan air atau tanah ketika air itu tidak ada. karena wudlu, mandi dan shalat adalah jalan membersihkan dosa. Kesucian secara rohani karena dia sudah dengan ketaatan, istigfar dan taubat kepada Allah. Pada ibadahibadah tersebut. Memang dalam kehidupan keseharian makna suci ini, sering diungkapkan kepada seseorang yang sedang haid atau dalam keadaan junub, misalnya. Orang yang sudah bersih atau suci dari haid, disebut, Hatta yath-hurna (Q.S. Al-Baqarah: 222) bila sudah mandi junub, bukan hanya dicuci.

Artinya : Dan mereka bertanya kepadamu (Wahai Muhammad), mengenai (hukum) haid. katakanlah: "Darah haid itu satu benda Yang menjijikkan dan mendatangkan mudarat". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan (jangan bersetubuh Dengan isteri kamu) Dalam masa datang darah haid itu, dan janganlah kamu hampiri mereka (untuk bersetubuh) sebelum mereka suci. kemudian apabila mereka sudah bersuci maka datangilah mereka menurut jalan Yang diperintahkan oleh Allah kepada kamu. Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang Yang banyak bertaubat, dan mengasihi orang-orang Yang sentiasa mensucikan diri (Q.S. Al-Baqarah : 222)
Ketika Islam berbicara kesucian lahiriyah atau jasmaniyah . bicara juga masalah bersuci dari kotoran dan najis, sehingga seseorang dapat melakukan salat, utamanya, dengan nyaman dan baik. Namun, di situ pun dibicarakan bahwa berwudlu
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

itu dapat mensucikan seseorang dari perbuatan dosa. Ketika seseorang wudlu berkumur dan memasukkan air akan ke hidung, dan lain-lain yang semuanya bersifat jasmani. Namun demikian, diterangkan pula bahwa orang berwudlu dapat menghilangkan dosa (kecil). maka bersih dalam Islam dilihat dari aspek lahiriyah atau jasmaniyah adalah tidak bisa dipisahkan dengan kesucian rohaniyah. Bersih belum tentu suci, tetapi suci bisa sekaligus bersih, walaupun tidak selamanya begitu. Dalam Islam kebersihan adalah kesucian itu sendiri dan kesucian adalah kebersihan, walaupun istilah ini tidak sama sekali merupakan garis lurus. Mungkin secara jasmaniyah bersih, tetapi belum tentu suci sekaligus, karena orang yang tak pernah berwudlu atau sedang dalam keadaan hadats.

a. Tazkiyah wa thaharah al-Nafs Kesucian jiwa adalah kesucian karena ia sebagai orang beriman Al-Quran dan Sunnah atau ajaran Islam itu berfungsi sebagai tazkiyah, penyucian dari kesesatan diri. Maka muwahhid (orang yang bertauhid) adalah orang yang suci juga. Untuk itu, maka kebalikannya adalah najis, sebagai mana disebut al-Quran bahwa orang musyrik itu najis, sebagaimana diterangkan dalam dalam surat AtTaubah : 28.


Artinya : Wahai orang-orang Yang beriman! Sesungguhnya (kepercayaan) orang-orang kafir musyrik itu najis, oleh itu janganlah mereka menghampiri Masjid Al-Haraam sesudah tahun ini; dan jika kamu bimbangkan kepapaan, maka Allah akan memberi kekayaan kepada kamu dari limpahan kurniaNya, jika Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana(Q.S. At-Taubah : 28)

Innama al-musyrikunan najasun fala yaqrabul-masjidal harama bada amihim hadza sebaliknya orang beriman adalah suci jiwanya dengan akidah yang benar. Tanah Mekah dan Madinah bgi umat Islam adalah Tanah suci karena tidak boleh diinjak oleh orang kafir. Kesucian jiwa berkaitan juga dengan akhlak mulia
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

dan taubat. Ketika seseorang bertaubat berarti mensucikan dirinya dari segala dosa yang dilakukannya. Penyucian dosa dengan istigfar dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Bagi dosa yang memerlukan hukum pidana Islam, maka dengan melalui proses eksekusi pidana itu. b. Tazkiyat wa thaharat al-mal Kesucian harta adalah dimensi lain dari dimensi kesucian dalam Islam. Namun sebagaimana dimaklumi disebut zakat karena mensucikan harta. Untuk penyucian harta adalah dengan mengeluarkan zakat karena zakat itu sendiri artinya suci. Belum lagi dengan melalui sadaqah, infaq, wakaf, misalnya. Saat ini lembaga zakat membantu orang-orang kaya menegluarkan zakatnya, sehingga harta yang dimiliki mereka adalah harta yang suci. Allah dalam Al-Quran surat at-Tubah: 103


Artinya : Ambilah (sebahagian) dari harta mereka menjadi sedekah (zakat), supaya dengannya Engkau membersihkan mereka (dari dosa) dan mensucikan mereka (dari akhlak Yang buruk); dan doakanlah untuk mereka, kerana Sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka. dan (ingatlah) Allah Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui. ( Q.S. At- Taubah : 103)

Dalam Islam, thaharah atau kebersihan dan kesucian menjadi perkara penting yang benar-benar diperhatikan. Untuk menunjukkan urgensitasnya, ada ancaman hukuman bagi yang meremehkan dan sebaliknya ada janji pahala yang begitu banyak bagi yang mengindahkannya. Dan thaharah bukanlah sekadar ritual simbolis untuk menunjukkan kesucian dalam beribadah, tapi thaharah benarbenar mampu membersihkan lahir dan batin seseorang, apabila dilaksanakan secara baik dan benar. Wudlu adalah salah satu cara melakukan thaharah. Yaitu untuk menyucikan diri sebelum menghadap Allah dari hadats karena buang hajat atau kotoran lain, juga karena beberapa hal yang dianggap menghilangkan kesucian, misalnya tidur dan pingsan. Menghilangkan hadats dan mengembalikan status kesucian adalah tujuan utama wudhu. Selain itu, wudhu juga dapat membersihkan jiwa manusia dengan menghilangkan dosa-dosa. Luar biasanya lagi, wudlu juga berdampak positif bagi kesehatan.

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Seperti diketahui, unsur utama dalam menjaga kesehatan adalah menjaga kebersihan. Seorang muslim minimal berwudhu sebanyak lima kali sehari sebelum shalat wajib. Sedang organ-organ yang dibasuh dan dibersihkan pada saat wudhu seperti tangan, kaki, mulut dan rongga hidung, adalah organ-organ tubuh yang banyak bersentuhan dengan medium kuman. Ini berarti setiap hari, organ-organ tersebut dibersihkan dari bakteri-bakteri yang menempel yang berasal dari benda-benda kotor, udara kotor dan makanan, sebanyak lebih dari lima kali. Dengan ini, seorang muslim telah menerapkan disiplin tinggi dalam menjaga kebersihan dirinya. Belum lagi hasil penelitian ilmiyah dari para ilmuwan yang semakin menegaskan dampak positif wudhu bagi kesehatan. Ada yang menyatakan bahwa wudhu adalah cara terbaik untuk meremajakan kulit karena fungsi relaksasi yang diberikan air pada kulit. Ini semua menjadi hikmah yang dapat dirasakan oleh indera dan nalar dari syariat wudhu. Subhanallah. Maha mulia Allah dengan segala yang disyariatkan-Nya.

Wudlu hanyalah salah satu dari cara bersuci yang diajarkan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam. Ada beberapa cara lain untuk menyucikan diri : 1. Untuk menghilangkan najis dan kotoran, diajarkan istinja atau yang biasa disebut cebok. Yaitu membersihkan kemaluan dan dubur setelah buang hajat atau kotoran lainnya. 2. Untuk menghilangkan hadats besar disyariatkan mandi, misalnya hadats dari kekufuran dan junub atau keluar mani. Yaitu mengguyur seluruh badan dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan air. 3. Setelah masuk Islam, seseorang diwajibkan mandi sebagai sarana menyucikan dirinya dari najis kekufuran. 4. Setelah jima atau keluar air mani, juga diwajibkan mandi yang kemudian disitlahkan sebagai mandi janabah. Dengan ini, kebersihan dan kesucian menjadi ciri khas seorang muslim. Batinnya disucikan dengan taubat dan berbagai macam bentuk ketaatan, sedang lahiriyahnya disucikan melalui thaharah. Allah menjadikan thaharah sebagai syarat yang mutlak harus dipenuhi sebelum seseorang menghadap-Nya atau melakukan ibadah yang berhubungan langsung dengan-Nya. Dengan begitu, kebersihan raga sudah menjadi sesuatu yang otomatis dimiliki oleh pribadi muslim yang berhati bersih. Muslim yang hatinya bersih, raganya pasti bersih karena setiap kali ia

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

membersihkan hatinya dengan ibadah, ia selalu membersihkan raganya. Semakin bersih hatinya, semestinya semakin bersih pula raganya. Selain hikmah wudhu, kita akan menemukan beragam hikmah menakjubkan mulai dari segi medis, ilmu pengetahuan atau aspek sosial dalam syariat Islam. Hikmah-hikmah yang kemudian membuat kita berkesimpulan, ternyata syariat Islam sangat logis. Saat masih hidup, seorang muslim senantiasa bersuci sebelum menghadap Allah. Dan ketika akan menghadap Allah di akhir hayatnya, kebersihan ragawi pun masih akan terus menyertainya. Saudara-saudara muslim akan menyucikan jenazahnya dengan wudlu dan mandi. bahwa tidak semua hal dalam syariat bisa dan harus ada maksud atau hikmah yang bisa dinalar. Ini harus dicamkan agar jangan sampai ketika kita belum mampu menalar maksud dan hikmah dari suatu syariat, kita lalu mencoba memaksakannya pada penalaran kita. Islam diturunkan tidak semata-mata untuk memuaskan nalar. Syariat diturunkan agar manusia tunduk dan patuh kepada Rabbnya. Bahkan seandainya seorang hamba tidak mampu menemukan satu hikmah pun yang bisa dinalar dari semua syariat Islam, dia tetap harus menjalankan syariat tersebut. Unsur terpenting dalam ber islam adalah al Khudhu wa at tadzallul, tunduk dan patuh, sebagaimana yang terkandung dalam arti kata Islam itu sendiri. Jadi yang didahulukan adalah ketundukan dan kepatuhan. Adapun hikmah yang ditemukan, tak lain itu adalah pengetahuan yang menguatkan keyakinan. Bukan malah dijadikan patokan untuk taat atau membangkang. Kalau semuanya harus sesuai nalar, apa kita tidak akan berwudhu setelah kentut hanya gara-gara kita tidak menemukan korelasi logis antara keluar angin dengan bersuci? Islam adalah agama yang berisi undang-undang Ilahi sesuai rasio dan perkembangan, bagi kebahagian dunia dan akhirat. Mengajarkan al-nahzafah syathr min al-iman (kebersihan bagian dari iman). Beriman tidaknya seseorang, indikasinya kemauan dan kemampuan mewujudkan kebersihan. Ada 31 kali kebersihan (thaharah) disebut dalam Al-quran, misalnya;

Artinya : Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan mencintai orang yang menyucikan diri (al-mutathahhirun) (al-Baqarah; 222).

Ayat tersebut menjelaskan pentingnya kebersihan fisik dan rohani dari kotoran dan sesuatu yang berefek ketidak nyamanan, menjelaskan kewajiban wudhu, mandi pembersih hadats kecil dan besar

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Ada 59 kali kebersihan menggunakan lafal tazkiyah, menjelaskan kebersihan jiwa dari sifat mazmumah atau sifat tercela yang membuat terganggunya kesehatan mental (angkuh,mau menang sendiri, arogan, hasud).

Benar kiranya jika Al Quran disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Quran yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia. Sebagai contoh ayat di bawah:


Artinya : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ? [Al Anbiyaa:30]
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah (terpisah) menjadi sekarang ini. Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Quran. Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Quran, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.


Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Al Quran, Al-Anbiya :33) Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

Artinya : Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Al Quran, 36:38)

Langit yang mengembang (Expanding Universe) Dalam Al Quran, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:


Artinya : Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (Al Quran, 51:47) Menurut Al Quran langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini. Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat.
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus mengembang. Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang. Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Gunung yang Bergerak


Artinya : Dan kamu Lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Quran disebutkan gunung itu bergerak. Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi. Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan. Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil. Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terusmenerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi. Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut: Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah continental drift atau gerakan mengapung dari benua untuk gerakan ini. Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Quran bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Quran.


Artinya : Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (Al Quran, 15:22)
Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H


Artinya : Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). (Al Quran, Ar-Rum:1-4) Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia.

Diselamatkannya Jasad Firaun

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Artinya : Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu [QS 10:92].
Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Firaun di Mesir. Pada mumi Ramses II dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as. Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Firaun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw). Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan Al Quran yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuhtumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.


Artinya : Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui. [QS: Yaa Siin :36]

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini. Meskipun gagasan tentang pasangan umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan maupun dari apa yang tidak mereka ketahui dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut parit, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifatsifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut: setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat. Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian dikirim ke bumi, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Quran diturunkan.

Dari uraian diatas tentang Keajaiban Al-Quran dengan ilmu pengetahuan, mengajarkan kepada kita umat muslim bahwa Ilmu Pengetahuan sangatlah bermanfaat bagi kehidupan manusia, antara lain manfaatnya adalah : 1. Meningkatkan Kesejahteraan Hidup Manusia 2. Mengangkat Harkat dan Martabat Manusia 3. Memecahkan Persoalan Hidup Manusia 4. Tangga Jalan Menuju Surga dan lain-lain.

Mengingat Ilmu Pengetahuan merupakan kebutuhan yang cukup mendasar dan merupakan kunci untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, oleh karena itu Rosululloh SAW menasehati umatnya agar menuntut ilmu sekalipun harus menempuh jarak yang jauh, melelahkan dan banyak pengorbanan, wajib hukumnya bagi setiap muslim. Perhatikan Hadits Nabi berikut ini :

Artinya : Rosululloh SAW bersabda:Tuntutlah Ilmu walaupun sampai ke negeri China, Karena sesungguhnya menuntut ilmu itu WAJIB bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada para pencari ilmu, karena senang dengan ilmu tersebut. (HR: Ibnu Abdil Basyir).
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Dari hadits diatas dapatlah kita pahami, bahwa sebagai seorang muslim, kita harus memiliki ilmu pengetahuan yang baik. Harus kita cari walaupun ditempat yang amat jauh. Ilmu itu dapat kita miliki kalau kita mau belajar dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Dengan demikian sebagai umat Islam kita harus mengikuti ajaran Rosululloh SAW yang menempatkan ilmu pengetahuan pada posisi yang san at penting. Rosululloh SAW giat menuntut ilmu, sudah seharusnya kita sebagai umatnya harus mengikuti jejak langkah beliau dengan giat mencari ilmu dimanapun berada dan kapanpun, sepanjang ilmu tersebut untuk kebaikan diri sendiri dan masyarakat. Kita wajib mencintai Ilmu Pengetahuan, khususnya Ilmu Agama Islam.

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Hidup Sederhana Seperti Nabi Khabab adalah sahabat yang sangat menyayangi Rasululllah dan sahabatnya. Ia juga sangat meneladani perilaku Rasulullah, salah satunya adalah kesederhanaan beliau. Khabab ibnu arts menyertai Rasulullah Saw dalam semua peperangan dan pertempurannya. Dan selama hayatnya, ia tetap membela keimanan dan keyakinannya. Dan ketika Baitul Mal melimpah ruah dengan harta kekayaan, di masa pemerintahan Umar dan Utsman radliyallahuanhum, maka Khabab mendapat gaji besar karena golongan Muhajirin yang mula pertama masuk Islam. Penghasilan yang cukup ini memungkinkan Khabab membangun sebuah rumah di Kufah. Harta kekayaannya pun di taruh pada suatu tempat di rumah tersebut dan harta tersebut mudah ditemukan oleh para sahabat dan tamu-tamu yang memerlukannya, hingga bila diantara mereka ada suatu keperluan, ia dapat mengambil uang yang diperlukannya itu dari tempat tersebut. APA ADANYA Walaupun demikian, Khabab tak pernah tidur nyenyak. Dan matanya juga tak pernah kering dari air mata setiap teringat akan Rasulullah Saw dan para sahabatnya yang telah membaktikan hidup kepada Allah. Mereka beruntung telah menemui-Nya sebelum pintu dunia dibukakan bagi kaum muslimin dan sebelum harta kekayaan diserahkan ke tangan mereka. Ia selalu mengingat sahabat Rasulullah. Ketika sakit ia juga masih saja begitu. Suatu saat orang yang menjenguk Khabab berkata,Senangkanlah hati anda, wahai Abu Abdilah karena anda akan dapat menjumpai teman-teman sejawat anda. Maka ujar Khabab sambil menangis,Sungguh, saya tidak merasa kesal atau kecewa, tetapi tuan-tuan telah mengingatkan saya kepada para sahabat dan sanak saudara, yang telah pergi mendahului kita, dengan membawa semua amal bakti mereka, sebelum mereka mendapat balasan harta di dunia sedikit pun juga. Sedang kita, tetap masih hidup dan memperoleh kekayaan di dunia, hingga tak ada tempat untuk menyimpannya lagi kecuali tanah. Kemudian ditunjuknya rumah sederhana yang telah dibangunnya,Demi Allah, tak pernah saya menutupnya dengan sehelai benang. Lalu ditunjukan pula tempat Khabab untuk menaruh harta kekayaan,Dan tak pernah saya menghalanginya terhadap yang meminta. Meninggal Dunia
3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Setelah itu, ia menoleh ke pada kain kafan yang telah disediakan orang untuknya. Maka, ketika dilihatnya mewah dan berlebih-lebihan, katanya dengan air mata berlinang,Lihatlah ini, kain kafanku, bukankah kain kafan Hamzah, paman Rasulullah Saw, ketika gugur salah seorang Syuhada, hanyalah burdah berwarna abuabu, yang jika ditutupkan kepalanya, terbukalah kedua ujung kakinya. Sebaliknya, bila ditutupkan ke ujung kakinya, maka terbukalah kepalanya? Khabab berpulang pada tahun 37 hijriah. Mungkin kata-kata terbaik yang layak kita ucapkan untuk melepas Rasul yang satu ini ialah apa yang diucapkan oleh Imam Ali karamallahu wajhah, ketika ia kembali dari perang Shiffin dan kebetulan pandangannya jatuh di atas sebuah makam yang basah dan segar, maka tanyanya,Makam siapa ini?.Makam Khabab,ujar mereka. Maka lama sekali ia merenunginya, dengan hati khusyuk dan duka, lalu katanya, Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Khabab, yang dengan ikhlas menganut islam dengan penuh semangat. Mengikuti hijrah semata-mata karena taat. Seluruh hidupnya dibaktikan dalam perjuangan membasmi maksiat.

Setia Pada Rasul Sejak Remaja Pada masa remajanya Habib dan keluarganya masuk islam dan berjanji untuk setia pada Rasulullah dan islam. Hal ini membuat Habib menjadi pejuang islam sejak muda. Walau belum bisa berperang, namun Habib membantu memegang bendera saat perang. Dalam sebuah rumah penuh keharuman iman di setiap sudutnya, di lingkungan keluarga yang dahinya tampak membayang gambarn pengorbanan, di sanalah Habib Bin Zaid dibesarkan. Ayah Habib Zaid binAshim, adalah salah seorang dari rombongan Yastrib yang pertama masuk islam. Dia termasuk kelompok tujuh puluh yang melakukan biat dengan Rasulullah di Aqobah. Bersama Zaid bin Ashim turut pula dibiat istri dan dua orang putranya. Ibi Habib, Ummu Amarah Nasibah Al-Maziniyah merupakn wanita pertama yang memanggul senjata untuk mempertahankan agama allah dan membela Rasulullah. Saudaranya Abdullah bin Zaid adalah pemuda yang mempertarukan lehernya sebagai tebusan leher Rasulullah yang mulia. Karenanya, Rasulullah mendoakan bagi keluarga tersebut.Semoga Allah melimpahkan berkahnya dan rahmat-Nya bagi kalian sekeluarga. Pemegang Bendera Cahaya iman telah menyinari hati Habib bi Zaid sejak dia masih muda dan remaja, sehingga iman itu sangat kokoh melekat di hatinya. Telah ditakdirkan Allah dia bersama -sama Ibu, Bapak, Bibi, dan saudaranya pergi ke Mekkah untuk turut mengambil bagian beserta kelompok tujuh puluh melakukan baiat dengan Rasulullah

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

dn melukis sejarah. Habib Bin Zaid mengulurkan tangannya yang kecil kepada Rasulullah sambil mengucapkan sumpah setia pada malam gelap gulita di aqobah. Maka sejak hari itu dia lebih mencintai Rasulullah daripada ibu bapaknya sendiri. Islam lebih mahal dari pada dirinya sendiri. Habib Bin Zaid tidak turut berperang dalam perang badar, karena ketika itu dia masih kecil, begitu pula dalam peperangan Uhud, dia belum memperoleh kehormatan untuk ikut mengambil bagian, karena dia belum kuat memanggul senjata, tetapi sesudah dua peperangan, dia selalu ikut berperang mengikuti Rasulullah dan bertugas sebagai pemegang bendera perang yng dibanggakan. Pengalaman-pengalaman perang yang dialami Habib bagaimanapun besar dan mengejutkan , pada hakikatnya tiada lain adalah proses mematangkan mental Habib untuk menghadapi peristiwa yang lebih besar dan sangan mengejutkan ini. Yaitu pada tahun kesembilan hijriyah tiang-tiang islam telah kuat menancap dalam bumi arab. Jamaah dari seluruh pelosok Arab berdatangan ke Yastrib menemui Rasulullah masuk islam dihadapan beliau dan berjanji (baiat) untuk patuh serta setia. Mengantar Surat Diantara itu terdapat pula rombongan Bani Hanifah dari Nejed. Mereka menambahkan unta-untanya di pinggir kota Madinah yang dijaga oleh beberapa orang kawannya. Seseorang diantara penjaga itu bernama Musailamah bin Habib AlHanafy. Para utusan yang tidak bertugas menjaga kendaraan pergi menghadap Rasulullah untuk menyatakan masuk islam beserta kaumnya. Rasulullah menyabut kedatangan mereka dengan hormat dan ramah tamah. Bahkan beliau memerintahkan supaya memberi hadiah bagi mnereka dan bagi kawan-kawannya yang bertugas menjaga kendaraan. Tidak berapa lama setelah para utusan Bani Hanifah ini sampai di kampung mereka, Nejed, Musailamah bin Habib Al-Hanfy murtad dari Islam. Dia berpidato di depan orang banyak menyatakan dia Rasul Allah. Bahkan Musailamah mengirimkan surat kepada yang membuat Rasulullah garam. Akhirnya beliau memutuskan untuk membalas surat Musailamah dan beliau menunjuk Habib Bin Zaid mengantarkan surat tersebut kepada Musailamah.

JANJIKU KEPADA ALLAH Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar. FIRMAN ALLAH :

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Hai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al Baqarah : 183)
B U L A N P E K A N T A N G G A L 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Puasa Romadhon Beri tanda () Ya Tidak Sholat Tarawih beri Tanda () Ya Tidak Tempat Tarawih Masjid, Musholla, Rumah Pilih salah satu

Alasan tidak Puasa Romadhon

Alasan untuk tidak Tarawih

R A M A D H A N III 1 4 3 3 H IV II

.. Ramadlon 1433H Mengetahui, Orang Tua, Siswa,

__________

__________

JANJIKU KEPADA ALLAH Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar.

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

B U L A N

P E K A N

T A N G G A L

Sholat Fardlu : 1. Dhuhur 2. Ashar 3. Magrib 4. Isya 5. Subuh Tulislah tanda silang (X) di bawah angka Sholat fardhu yang dilaksanakan 2 3 4

Tempat Sholat: A. Masjid/Musholla berjamaah B. Masjid/Musholla sendirian C. Rumah berjamaah D. Rumah sendirian Tulislah huruf di bawah angka Sholat fardhu di5 1 2 3 4 5

Alasan A. Lupa B. Tertidur C. Haid D. Malas Tulislah hurufnya di bawah angk a.

Alasan tidak sholat 1 2 3 4 5

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

R A M A D H A N III 1 4 3 3 H IV II

.. Ramadlon 1433 H
Mengetahui, Orang Tua, Siswa,

--------------------

---------------------

JANJIKU KEPADA ALLAH Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar. SABDA NABI MUHAMMAD SAW
Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar Al Quran dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain. (HR. Bukhori).
B U L A N P E K A N T A N G G A L 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Mengaji Beri Tanda (X) pada salah satu kolom Al Quran Surat dan Ayat atau Kitab Halaman Tidak Mengaji sebab : 1. Lupa 2. Sakit 3. Tertidur 4. Haid 5. Pergi Berilah tanda silang (X) 1 2 3 4 5

Tempat Mengaji

Ya R A M A D II H A N III 1 4 3 IV 3 H V I

Tidak

Mengetahui, Orang Tua, Siswa,

.. Ramadlon 1433 H

--------------------

---------------------

LEMBAR HAFALAN SURAT-SURAT PENDEK


Aku akan berupaya bersungguh-sungguh untuk bisa menghafal Surat-Surat Pendek Al-Quran 3

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H

N O 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

NAMA SURAT An Nas Al Falaq Al Ihlash Al Lahab An Nashr Al Kafirun Al Kautsar Al Maun Quraisy Al Fil Al Humazah Al Ashr At Tastur Al Qoriah Al Adiyat Al Zalzalah Al Bayyinah Al Qodar Al Alaq At Tin Al Insyirah Adh Dhuha Al Lail Asy Syams Al Balad Al Fajr Al Ghosyiyah Al Ala Ath Thoriq Al Buruj

NILAI HAFALAN A B C

TANGGAL

TANDA TANGAN PENGUJI / PEMBINA

Mengetahui Orang Tua /Wali Murid

Buku Kegiatan Ramadhan Kelas VIII 1433 H