Anda di halaman 1dari 33

MGMP PAI

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat sehingga Allah Materi SWT yang telah melimpahkan taufik dan hidayah-Nya Buku Kegiatan Ramadhan dapat diterbitkan Buku bagi siswa Materi agar Kegiatan mempelajari serta Bulan dan dapat

Ramadhan ini disusun sebagai panduan memahami agamanya dalam

Penanggung jawab Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Lamongan

mengamalkan sehari-hari.

kehidupannya

Kami menyadari bahwa buku ini masih terdapat kekurangan oleh karena itu kepada para pembaca buku dimohon ini pada kritrik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penerbitan berikutnya. Semoga buku ini

Penyusun:
1. Drs. H. Mansur 2. Drs. Abd. Wahib, M.A 3. Ahsin Zubaidi, S.Ag 4. Drs. Tubagus Syaifullah, M.Ag

dapat bermanfaat bagi kita khususnya bagi siswa SMP di Kab. Lamongan. Akhirnya kami memohon kepada Allah SWT semoga senantiasa mencurahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin

Redaksi

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Kata Pengantar............................................................................. 1 Daftar Isi ...................................................................................... 2 BAB I KEPADA A : B : C : :......................................................................................ADAB ALLAH AZZA WA JALLA...................................................... 3 Tawadhu Kepada Allah................................................................... 3 Tawakal Kepada Allah ................................................................... 5 Ridla Terhadap Qadla dan Qadar ................................................... 7

BAB II : RAHASIA SHALAT KHUSU ......................................................... 11 A : Rahasia Shalat .............................................................................. 11 B : Indahnya Shalat Khusu ................................................................. 14 BAB III A B C 22 D E F : : : : ADAB PERGAULAN ........................................................... 18 Adab Terhadap Ibu dan Bapak ....................................................... 18 Adab Kepada Guru ........................................................................ 21 Hormat Kepada yang Lebih Tua dan Sayang Kepada yang Lebih Muda

: Adab Kepada Anak Yatim .............................................................. 22 : Adab Kepada Fakir Miskin .............................................................. 23 : Adab Terhadap Muslim Lainnya ..................................................... 24

BAB IV : KISAH SAHABAT RASULULLAH .......................................... 26 A : Abbas bin Abdul Muthalib .............................................................. 26 B : Zubair Ibnu Awwam ....................................................................... 27

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Tawadlu atau sikap merendah diri merupakan akhlak yang utama. Dengan adanya tawadlu maka menjadi indah budi pekerti, baik terhadap sesama manusia maupun kepada Tuhan. Sikap tawadlu ini tumbuh karena adanya kesadaran akan hakekat kejadian dan hari kemudian dari rangkaian kehidupan diri pribadi. Dari segi kejadian manusia berasal dari tanah melalui proses sebagaimana secara ringkas dirangkaikan Allah dalam firman-Nya:

) : )
: Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari sekumulan darah, kemudian dilahirkan kamu sebagai seorang anak. (Q.S.(40) Al-Mumin 67).

Artinya

Manusia diciptakan dari tanah, maksudnya cikal bakal manusia (adam) dari tanah, kemudian anak keturunanya diciptakan dari mani. Bisa juga diartikan bahwa semua manusia hidup dari makan dan tumbuh-tumbuhan dari tanah, kemudian makanan-makannya itu menjadi aci-aci air mani. Pengertian yang kedua ini sesuai dengan ayat berikut ini:

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Artinya

: Dan sesunguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpalm darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah pencipta yang paling baik (Q.S. (23) Al Muminun 12-14)

Sungguh, dengan memperhatikan ayat-ayat di atas tak ada alasan sedikit pun bagi manusia untuk tidak bersikap tawadlu kepada sesama manusia apalagi kepada Tuhan penciptan Nya secara biologis pada hakekatnya manusia itu sama dengan binatang. Yang menyebabkan kelebihan anusia dari pada binatang alah adanya akal pikiran. Jadi biologis serta adanya akal pikran maka semua manusia itu sama. Kelebihan seseorang itu hanya karena taqwanya kepada Allah swt. Dalam arti taat dan berdisiplin terhadap hukum-hukumNya. Demikianlah keadaan asal kehidupan, awal kehidupan dan pertengahan kehidupan manusia. Begitu pula akhir kehidupan manusia, semua sama, seluruhnya jasd kembali ke dalam tanah mengikuti sistem ekologi yang berlaku sebagai sunnatullah. Disamping kesadaran aka nasal, awal, pertengahan serta akhir kehidupan manusia yang secara biologis mengikuti hukum / aturan ekologi, maka memahami perintah-perintah agama baik berupa firman Tuhan SWT maupun sabda Nabi s.a.w dapat pula buhkan sikap tawadlu. Sabda Nabi s.a.w. :

()
Artinya : Bahwasannya Allah telah mewahyukan kepadaku: Bertawadlulah kamu, sehingga

seseorang tidak bermegah-megah atas seseorang dan seseorang tidak berlaku curang atas seseorang. (H.R. Bukhari)
Tegasnya, sebagian dari pada pelaksanaan sikap tawadlu yaitu tiadanya sikap bermegahmegahan (sombong, congkak, takabur) serta laku curang (tidak adil, mau enak sendiri saja). Orang yang memiliki sikap tawadlu juga tidak mau melayani omongan orang-orang yang berlaku kasar, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Tawakal artinya menyerahkan, menggantungkan diri mengharapkan (segala sesuatu) kepada Allah. Segala sesuatu yang di alami manusia dalam garis besarnya terbagi dua : 1. Dalam jangkauan kemampuan usaha manusia. 2. Di luar jangkauan kemampuan usaha manusia. Tawakal merupakan senjata pamungkas yang paling akhir digunakan setelah habis segala daya upaya baik untuk menghindarkan sesuatu maupun untuk mencapai sesuatu. Apabila kita sudah tidak mampu menghindarkan diri dari bencana walaupun telah kita usahakan dengan segala daya dan kemampuan usaha kita, namun bencana itu tetap menimpa diri kita, maka barulah kita gunakan tawakal kita kepada Allah. Sebab pada hakekatnya segala yang menimpa diri kita itu telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagaimana telah difirmankan :


Artinya : Katakanlah: Tidak akan menimpa kami selain apa yang telah ditetapkan oleh Allah

bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal. (Q.S. (9) At Taubah : 51)
Kalau kita perhatikan, maka setiap yang menimpa diri kita dari segala macam penderita itu pada hakekatnya dapat dikelompokan kedalam 2 tingkatan: 1. Sesuatu musibah yang sebenarnya masih dalam jangkauan kemampuan untuk menghindarinya. Misalnya seseorang menderita kelaparan, padahal baik jasmani maupun rohaninya sebenarnya mamapu untuk mengusahakan makanan. Contoh lain misalnya seseorang kehilangan atau kecurian karena kelalaiannya tidak mengunci kendaraannya atau tidak mengikat hewan piaraannya. Dalam menghadapi hal-hal seperti ini seseorang harus terlebih dahulu mengusahakan segala upaya untuk menghindarinya, misalnya pintu rumah hendaknya dikunci jika hendak pergi, tidur, kendaraan dikunci jika hendak ditinggalkan, hewan piaraan ditambat, barulah kemudian kita bertawakal kepada Allah atas keselamatan yang kita harapkan dan musibah yang tidak kita inginkan. Sabda Nabi SAW :

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Ikatlah untamu dari bertawakallah. (H.R. Ibnu Hibban).


Dalam hadits tersebut di atas diberikan contoh bagaimana sikap tawakal yang benar, yaitu kita harus berusaha terlebih dahulu. Setiap maninggalkan usaha dengan dalih tawakal tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Sabda Nabi pula :

( )
Artinya : Tiada bertawakal namanya orang yang mengobatkan dirinya dengan besi panas

atau dengan rajahan. (H.R. Ahmad)


Dalam hadits ini diperjelas lagi bagaimana seharusnya usaha yang dilakukan dalam rangka bertawakal kepada Allah. Kita dituntut usaha yang munasabah yang sepadan, bukan asal usul saja kemudian tidak berhasil lalu secara tergesa-gesa bertawakal kepada Allah, apalagi mengambil sikap berputus asa. 2. Sesuatu musibah di luar jangkauan kemampuan manusia untuk menghindarinya. Nyata dalam kehidupan, bahwa kemampuan manusia itu sangat terbatas. Secara individu kemampuan masing-masing orang terbatas walaupun batasnya tidak sama persis. Secara kelompok kemampuan bertambah besar sesuai dengan besarnya kelompok serta besarnya kemampuan individu-individu anggotanya. Contoh dalam hal ini ialah apabila kita tertimpa bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, air bah, halilintar. Dalam menghadapi bencana atau musibah seperti ini manusia dituntut untuk segera menggunakan tawakal bahwa semuanya itu terjadi atas qudrat dan iradat Allah SWT semata. Manusia harus menyadari bahwa musibah atau bencana ini mungkin merupakan peringatan atau ujian atau azab yang ditimpakan Allah kepada manusia. Firman-Nya dalam surat Al Ankabut ayat 2 :


Artinya : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami

telah beriman, sedang mereka tidak di uji lagi?


Fitnah atau ujian dalam hal ini berfungsi untuk mengukur kadar iman yang dimanifestasikan dalam sikap tawakal. Bencana alam dapat pula berfungsi sebagai azab yang ditimpakan atas manusia karena dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Oleh karenanya apabila kita ditimpa bencana alam maka hendaklah kita segera mawas diri apakah masyarakat kita telah banyak

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

meninggalkan perintah Allah atau telah banyak memperbuat larangan Allah. Mka hendaklah kita bertawakal serta memperbanyak istighfar. Firman Allah :


Artinya : Berapakah banyaknya kota yang Kami telah binasakan dalam keadaan

penduduknya berbuat zalim, maka kota itu roboh terjungkir balik (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang kosong melompong. Maka apakah mereka tidak berjalan dimuka bumi lalu hati mereka pergunakan untuk mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (Q.S. (22) Al Hajj : 195-46)
Dalam usaha untuk mencapai sesuatu tujuan juga harus dipergunakan sikap tawakal. Yang pertama kita harus mengukur kemampuan kita, jangan seperti pepatah maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai atau kalaulah kail panjang sejengkal, janganlah laut hendak diduga. Yang kedua, kita harus mengerjakannya dengan sungguhsungguh, tekun, teliti, cermat dan hati-hati dan hendaknya ditempuh segala persyaratan yang dibutuhkan. Yang ketiga, kita hendaknya menerima dengan lapang hati hasil-hasil yang kita peroleh asal syarat yang pertama dan kedua itu sudah kita penuhi. Kalau sudah demikian berlaku pepatah manusia punya usaha, Tuhan punya Kuasa.

Qadla ialah ketetapan Allah terhadap apa yang menimpa makhluknya sejak azali. Sedangkan Qadar ialah ukuran yang ditetapkan Allah pada makhluk-Nya berdasarkan ketetapan (qadla) dari pada-Nya. Misalnya Allah SWT menetapkan dengan qadla-Nya akan menciptakan seorang yang bernama si Badu, lalu dengan qadar-Nya menetapkan ukuran tingginya, umurnya dan lain sebagainya. Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX
3

Ridla terhadap qadla dan qadar adalah merupakan buah dari pada adanya iman kepada qadla dan qadar tersebut. Iman kepada qadla dan qadar merupakan salah satu dari pada rukun iman, seperti tersebut dalam jawaban Nabi SAW terhadap pertanyaan Jibril (yang menyamar sebagai seorang laki-laki) tentang iman.

Artinya : Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, para rasul-Nya, hari akhirat dan

engkau beriman kepada qadar, baik dan buruk.


Ridla terhadap qadla dan qadar artinya menerima saja kejadian yang menimpa dirinya dengan rasa senang, tabah dan dada lapang serta tidak merasa kesal, merengut, tidak sebal apalagi merasa tidak beruntung (sial) atau putus asa. Akhlak seseorang sangat dipengaruhi oleh keadaan hatinya, karena pada hakekatnya akhlak merupakan cerminan dari pada hati. Memang bisa terjadi akhlak seseorang tidak sesuai benar dengan keadaan hatinya, yaitu yang diperlihatkan oleh orang yang berpura-pura atau orang munafik, namun akhlak yang demikian tidak bertahan lama karena tidak di dorong oleh kesadaran hatinya sendiri. Cepat atau lambat keadaan hati yang sebenarnya akan tersembul ke atas permukaan dalam bentuk akhlak yang sebenarnya sebagaimana batu es yang ditenggelamkan ke dalam air, sebagian pasti akan tersembul di atas permukaan. Berdasarkan iman bahwa segala sesuatu yang menimpa dairi terjadi atas ketentuan dan kehendak Allah Yang Maha Kuasa, serta berdasarkan kesadaran bahwa kemampuan manusia terbatas, maka tumbuhlah sikap hati rela menerimanya dengan senang dan lapang dada. Rela terhadap ketentuan, kehendak dan kekuasaan Allah adalah wajib hukumnya dan merupakan tanda adanya iman sebagaimana dikehendaki firman-Nya sebuah hadits qudsi :

Artinya : Barang siapa tidak meridhai qadla-ku dan tiada bersabar terhadap bencana yang

Aku timpakan atasnya, baiklah ia mencari Tuhan yang lain dari pada-Ku. (H.R. AthThabarany Baniqas 3 : 84)

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Ridla atas Qadla dan qadar juga nerupakan barometer atau tolok ukur atau alat uji terhadap kadar iman sseorang. Firman Allah :


Artinya : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (dalam keimanannya). (Q.S. (29) Al Ankabut : 2-3)
Sejalan dengan maksud ayat tersebut Rasulullah SAW, bersabda pula :

Artinya

: Bahwasannya Allah akan mencobai salah seorang kamu dengan sesuatu bencana (bala) percobaan, sebagaimana seseorang kamu mencobai (menguji) emasnya dengan api. Maka diantara mereka ada yang keluar sebagai emas yang terurai (asli), yaitu mereka yang dilindungi dan dipimpin Allah dari Syubhat-syubhat, dan diantara mereka ada yang keluar sebagai emas hitam (palsu), yaitu mereka yang mendapat fitnah (H.R. Ath-Thabarany Miftahul Khuthabah 75)
Ditinjau dari sudut sifatnya qadla dapat dibagi menjadi dua yaitu :

1. Qadla semi absolute artinya untuk terjadinya qadla itu manusia mempunyai ikhtiar atas qudrat (kemampuan) dan iradat (kemauan) manusia sendiri.
3

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

2. Qadla absolute artinya untuk terjadinya qadla itu berada di luar kamampuan dan kemauan manusia baik untuk menerimanya atau untuk menolaknya.

Terhadap qadla yang semi absolute dimana manusia mempunyai kekuatan untuk mengusahakannya atau menolaknya, manusia dituntut untuk mengikhtiarkannya serta menyesal atas keadaan yang bersifat negatif. Sesungguhnyalah dituntut ridla terhadap qadla dan qadar yang absolute dengan kesadaran bahwa fungsi dari pada qadla itu kadang-kadang sebagai hukuman, peringatan, ataupun ujian. Hukuman terhadap hamba yang durhaka, peringatan terhadap hamba yang masih bisa diharapkan perbaikannya dan peringatan terhadap hamba yang shaleh.

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Sesungguhnya shalat merupakan cermin keimanan bagi setiap mukmin. Ia merupakan sentuhan kasih sayang, sentuhan yang lembut yang mampu membuka hati dan menembus Dzat Yang Maha Tinggi. Shalat adalah proses transendensi (berpindahnya jiwa) menuju Tuhan dengan menyebut nama Allah dan bermunajat kepadaNya. Ia merupakan bentuk komunikasi yang sempurna antara hamba dan Tuhannya. Dalam shalat, seseorang akan berusaha untuk menapaki jalan spiritual untuk mempertemukan diri atau aku yang fana dengan kekuatan ilahiah (divine power) atau Aku yang kekal (baqa). Shalat merupakan metode pengulangan dimana potensi spiritual yang berisikan elemenelemen karakter atau sifat-sifat mulia dan agung diasah dan diulang-ulang sehingga terjadi proses yang mengarah kepada internalisasi karakter. Konsep ini terbukti efektif menciptakan manusia ras yang unggul. Secara esesnsial dan sederhana. Pengulangan sifat-sifat mulia itu dilakukan oleh orang-orang jepang, berupa creedo atau sumpah yang diucapkan setiap hari, ini juga dilakukan oleh kalangan militer dan prajurit. Shalat adalah metode yang jauh lebih sempurna, karena ia tidak hanya bersifat duniawi namun bermuatan nilai-nilai spiritual. Di dalamnya terdapat sebuah totalitas yang terangkum secara dinamis kombinasi gerak (fisik), emosi (rasa) dan hati (spiritual). Dapat dilakukan secara pribadi ataupun bersama-sama (berjamaah). Ini berbeda dengan creedo atau sumpah orang-orang jepang yang tidak bisa dilakukan secara pribadi. Inilah beberapa keunggulan dalam shalat yang tidak bisa disebutkan satu persatu secara detail. Tak ada satu katapun atau bahasa manapun yang dapat menyampaikan betapa luasnya makna shalat. Ia tidak hanya merupakan pengulangan tadi, ia juga merupakan shalawat, doa, munajat serta perpaduan mengagumkan yang terjadi antara kepasrahan hati yang penuh dedikasi dan gerak tubuh. Dalam shalat, segenap eksistensi kita terlihat dalam suatu peristiwa yang menggetarkan qalbu.

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Dalam hubungannya antara hamba dan Sang Pencipta, maka fungsi shalat bagi manusia adalah :

1. Sebagai Mekanisme untuk Mengingat Sifat-Sifat Mulia Sang Pencipta Ketika shalat, seseorang diminta untuk melafadlkan sifat-sifat agung yang dimilikiNya dengan sepenuh jiwa, serta memuji asmaNya secara berulang-ulang. Pemilik sifat-sifat terindah, Azza wa Jalla. Penggenggam seluruh Asmaul Husna yang telah terangkai dengan penuh kesempurnaan dalam ibadah shalat.

Artinya : Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS.Thahaa : 14) Allah memerintahkan kepada manusia agar mengingatNya sebanyak-banyakNya dengan firmanNya :


Artinya : Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. Al-Ahzab : 41) Dengan mengingat Allah :
a. Allah akan mengingatnya; yakni melimpahlan rahmat dan ampunanNYa

Artinya : Karena itu,


ingatlah dan kamu kepada-Ku niscaya dan Aku ingat (pula) kamu kepadamu[98], bersyukurlah kepada-Ku, janganlah

mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al-Baqarah : 152) b. Hati akan menjadi tentram


Artinya : (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Radu : 28)

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

2. Bersama Alam Semesta Bersujud dan Bersimpuh di Haribaan Allah SWT Ketika shalat, seseorang memasuki gelombang 40 Hz, menyatu dengan alamsemesta, bersama bintang-bintang, bersama bintang-bintang, bersama matahari, bersama rembulan. Bersama alam bersujud dan bersimpuh di haribaan Allah SWT. Manusia tidak sendirian. Ia hanya turut kehendak alam yang sedang bertasbih memuji kekuasaan Yang Maha Perkasa. Matahari memancarkan cahayanya bertasbih kepada An_Nur, Sang Maha Cahaya. Ia tunduk kepada Ar-Rahman yang mengasihi manusia, ia sujud dan memancarkan cahaya atas perintah An-Nuur agar memberi sinarnya kepada para hamba yang sangat disayangiNya. Bintang-bintang bertaburan di langit menghiasi malam yang begitu indah, bak gemerlap hamparan mutiara. Menciptakan keindahan tak terperi, keindahan yang penuh keagungan dan tak terjangkau ketinggiannya. Bintang-bintang bersujud dan bersimpuh di Keagungan Yang Maha Indah, milik Al-Badii, bercermin dan mensifati nilai-nilai keindahan Sang Maha Indah, Al-Badii. Bintang-bintang itu bagai kompas yang memberi petunjuk bagi nelayan di tengah samodra agar tak kehilangan arah pulang ke rumah. Bintang bersujud kepada AlHaadii, ia meneladani sifat Sang Maha Pemberi Petunjuk. Rembulan memberi cahaya yang lembut di malam hari. Cahaya Indah yang tak menyilaukan mata. Cahaya yang memberikan rasa damai di hati setiap manusia yang memandangnya. Rembulan bertasbih kepada Al-Lathiif, ia berguru kepada kelembutan Sang Maha Pemilik Kelembutan. Bumi dengan kokoh dan tangguh menopang serta menahan segala apa yang menjejak di permukaannya. Ia menopang segala tumbuh-tumbuhan, ia menahan ketinggian gunungginung dan gedung-gedung tinggi pencakar langit. Ia bertaqarrub pada Sifat Maha Penahan milik Al-Qaabidl. Ia bertasbih dengan caranya sendiri, seperti teman-temannya yang lain. Laa ilaaha illallah. 3. Mengikuti Irama Alam Semesta Bertasbih dan Berthawaf Kepada Yang Maha Kuasa Bumi berputar pada porosnya, berotasi pada sumbunya. Gerakan ini merupakan cara bumi untuk selalu bertasbih kepada Allah, inilah thawaf bumi pada pusatnya. Sebagai sesama hamba Allah yang hidup di alam semesta raya, yang kedua kakinya tak berdaya menjejak bumi, sudah sepatutnya manusia mengikuti irama alam semesta yang bertasbih dan berthawaf kepada Yang Maha Kuasa. Perhatikanlah cara bumi bertasbih itu, tidakkah itu merupakan petunjuk bagi kita, manusia? Karena seperti sebuah ketetapan yang pasti dariNYa, bahwa seiring dengan putaran rotasi bumi, terjadilah perubahan waktu yang menciptakan malam dan siang. Siang hari dimana manusia bekerja dengan giat memakmurkan bumi, dan malam hari manusia berdzikir bertafakkur atas setiap jejak langkah yang telah diperbuatnya. Olah karenanya manusia wajib secara bersamaan mengikuti gerakan tersebut, agar tercipta keselarasan dengan alam semesta, dan diwaktuBuku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX
3

waktu itulah manusia melakukan shalat 5 waktu, bersamaan dengan perubahan malam dan siang. Manusia shalat bersama dengan bumi, bintang dan matahari. Dan ketika manusia melakukannya dengan serasi dan tepat waktu, yaitu saat-saat yang telah ditetapkan di mana saat itulah sebenarnya semua partikel dan zat menyatu dengan Sang Maha Besar, maka terciptalah sebuah keseimbangan harmonis, seperti keraturan alam semesta yang begitu sempurna. Matahari memancarkan sinarnya di pagi hari. Malam menutupi cahayanya di kala senja. Bumi bertasbih mengelilingi matahari. Rembulan bersujud mengelilingi bumi. Bumi berputar pada porosnya, dan manusia yang hidup di atsnya mau tidak mau harus mengikuti gerakan thawaf bumi. Shalatlah bersama dengan bintang-bintang, matahari, bumi dan sebagian manusia yang mempunyai iman untuk mensucikan serta menyempurnakan jiwa.

Pengertian Khusyu' Shalat merupakan metode yang sangat efektif dalam menjalin komunikasi dengan Allah SWT Dzat Yang Maha Indah. Di dalamnya terdapat sebuah totalitas yang terangkum secara dinamis kombinasi gerak (fisik), emosi (rasa) dan hati (spiritual). Pada saat shalat, seluruh syaraf tidak mengantarkan impuls getataran dari panca indra, sebab jiwa secara perlahan bergerak meninggalkan keterikatannya dengan badan (syahwat). Elektron-elektron pikiran berhenti berputar hingga menjadi energi non materi. Lalu dilepaskan oleh ruhani dan menjelma menjadi cahaya yang disebut nur fuad, cahaya bathin yang langsung kembali ke pangkalnya, yaitu Allah SWT. Ketika getaran antara cahaya bathin berjumpa dengan nur Ilahi, terjadilah keadaan jiwa yang berserah dan lepas bebas dari pengaruh dari alam-alam atau sensasi tubuh. Posisi ruhani tidak terikat dengan irama tubuhnya. Yang menjadi pengendali tubuh adalah jiwa yang berserah kepada Allah. Jiwa yang tercerahkan dan jiwa yang tidak terjangkau oleh pikiran negatif maupun perasaan gelisah, karena jiwa berada di atas itu semua. Di dalam Al Quran Allah berfirman :


Artinya :Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyu dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna (QS. Al-Mu`minun 1-3)

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Rosulullah SAW bersabda : Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR.At-Tabrani ) Secara etimologi (bahasa), al-khusyu' memiliki makna al-khudh' (tunduk). Seseorang dikatakan telah mengkhusyu'kan matanya jika dia telah menundukkan pandangan matanya. Secara terminologi (istilah syar'i) al-khusyu' adalah seseorang melaksanakan shalat dan merasakan kehadiran Allah Subhannahu wa Ta'ala yang amat dekat kepadanya, sehingga hati dan jiwanya merasa tenang dan tentram, tidak melakukan gerakan sia-sia dan tidak menoleh. Dia betul-betul menjaga adab dan sopan santun di hadapan Allah. Segala gerakan dan ucapannya dia konsetrasi kan mulai dari awal shalat hingga shalatnya berakhir. (lihat tafsir "Taisr Karimir Rahman" oleh Syaikh Abdur Rahman Bin Nshir As-Sa'dy). Kekhusyukan adalah suatu kondisi kejiwaan dimana kita hanya ingat kepada Allah saja. Karena shalat kita itu memang memiliki 2 tujuan utama, yaitu mengingat Allah dan berdo'a, memohon pertolongan atas segala permasalahan yang sedang kita hadapi. Hal tersebut difirmankan Allah dalam ayat berikut ini.

Artinya

: Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka

sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS.Thahaa :14)
Dalam menafsirkan ayat "Yaitu orang-orang yang khusyu' di dalam sholatnya" (QS:AlMu'minun:2), Ibnu Abbs Radhiallaahu anhu berkata, "Orang-orang yang khusyu' adalah orang-orang yang takut lagi penuh ketenangan". Ali Bin Abi Thlibzberkata, "Yang dimaksud dengan khusyu' dalam ayat ini adalah kekhusyu'an hati". (Tafsir Ibnu Katsir) Langkah-langkah yang bisa diupayakan untuk menghadirkan khusyu secara garis besar terbagi dua, yaitu: perbuatan hati dan perbuatan lahir. berikut: 1. Menyadari bahwa di saat shalat kita sedang berhadapan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hasan bin Ali terlihat pucat pasi saat berwudhu. Ketika ditanya penyebabnya, dia menjawab, Tahukah engkau dengan siapa aku akan berhadapan sesaat lagi? 2. Memandang bahwa shalat yang dilakukannya merupakan shalat yang terakhir yang sebentar lagi kita akan bertemu dengan Allah dan Dia akan meminta pertanggungjawaban dari kita atas semua ibadah yang kita amalkan. 3. Memahami arti yang dibaca. Hal ini sangat membantu untuk menghindarkan lintasanlintasan pikiran yang mengintervensi shalat kita. Lalu, bagaimana jika seseorang tidak mengetahui maknanya apakah dia bisa shalat khusyuk? Saya ingin sedikit memberi solusi yang sedikit berbau filosofis tentang khusyuk. Ada seorang ulama sufi menegaskan, jika Anda ingin khusyuk, seluruh bacaan yang Anda baca Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX
3

Perbuatan hati adalah sebagai

itu, Anda maknai AllahAllahAllah semua, bukan makna yang lainnya. Jadi, Basamalah pun, artinya Allah. 4. Berusaha mengembalikan perhatian kepada bacaan ketika hati terganggu dengan pikiranpikiran di luar shalat. Untuk mencapai semua itu, maka memusatkan perhatian harus dikerjakan dari mulai sebelum shalat, yaitu memutuskan hubungan dengan seluruh urusan yang sedang dihadapi, memperbaharui ingatan akan hari Akhirat dan membayangkan bahwa kita sedang berdiri di hadapan Allah Yang Maha Agung. Adapun perbuatan lahir yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut: 1. Tidak menggerak-gerakan anggota badan di luar shalat kecuali dalam keadaan sangat mendesak, misalnya membunuh binatang yang berbahaya atau mematikan api yang dikhawatirkan menyebabkan kebakaran. Dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, Jika salah seorang di antara kamu berdiri shalat, maka janganlah menghapus pasir dari wajahnya karena ia sedang menghadapi rahmat. (Hadits riwayat Imam yang lima) 2. Menjauhkan benda-benda yang bisa mengganggu konsentrasi, seperti gambar dan lain sebagainya. Rasulullah bersabda, Jauhkanlah tirai ini karena gambarnya menggangguku ketika aku shalat. (Hadits riwayat Bukhari) 3. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud tidak menoleh ke kiri, ke kanan atau ke atas. 4. Menjauhkan suara-suara yang dapat mengganggu, bahkan jika bacaan Quran bisa mengganggu kekhusyuan shalat saudaranya, maka berhentilah. Lalu membacanya lagi jika saudaranya selesai shalat. 5. Berusaha agar suasana fisik merasa nyaman. Jika kenyamanan itu bisa diperoleh dengan mandi terlebih dahulu misalnya, maka tidak ada salahnya untuk dilakukan. 6. Menghilangkan rasa kantuk saat menjelang shalat. Jika kantuk terlalu berat dan sulit untuk dihilangkan kecuali dengan tidur, maka tidur terlebih dahulu adalah dianjurkan dengan syarat ada jaminan tidak ketinggalan waktu shalat. 7. Menghindarkan diri dari rayuan makanan, oleh karena itu orang yang merasa lapar dianjurkan makan terlebih dahulu. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, sesungguhnya Rasulullah bersabda, Apabila dihidangkan makanan maka mulailah (Makan dahulu) sebelum shalat maghrib. (Hadits riwayat Muslim). Di luar semua itu yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa kepada Allah agar kita diberi kekuatan untuk bisa khusyu. Di antara doa yang diajarkan adalah: Allahumma inni audzubika min ilmin laa yanfa, wa min Qalbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba, wa min amalin laa yurfa, wa min duaain laa yustajaabu lahu.

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Artinya: "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dari amal yang tidak diterima, dan dari doa yang tidak dikabulkan."

UJI KOMPETENSI
1. Jelaskan mengapa shalat merupakan bentuk komunikasi yang sempurna antara hamba dan Tuhannya! 2. Jelaskan 2 diantara keunggulan shalat bila dibandingkan dengan creedo! 3. Sebutkan 2 keuntungan orang yang berdzikir kepada Allah SWT. 4. Jelaskan bahwa apabila seseorang telah shalat berarti bersama alam semesta bersujud dan bersimpuh di haribaan Allah SWT! 5. Jelaskan bahwa apabila seseorang telah shalat berarti mengikuti irama alam semesta bertasbih dan berthawaf kepada Yang Maha Kuasa! 6. Jelaskan pengertian khusu baik menurut bahasa maupun istilah ! 7. Sipakah orang-orang yang beruntung berdasarkan QS. Al-Muminun? 8. Jelaskan bagaimana kondisi kejiwaan orang yang shalatnya Khusu! 9. Bagaimana jika seseorang tidak mengetahui makna bacaan shalat apakah dia bisa shalat khusyuk? Jelaskan! 10. Jelaskan bagaimana caranya agar shalat kita bisa khusu!

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah lainya. Manusia dikaruniai bentuk dan rupa yang sempurna, akal fikiran, serta naluri ketauhidan yang tidak dimiliki oleh makhluk seperti hewan, tumbuhan, Jin, bahkan Malaikat sekalipun. Manusia yang bertaqwa akan lebih tinggi derajatnya dibanding dengan Malaikat. Manusia memiliki nafsu sedangkan malaikat tidak memiliki nafsu sehingga manusia yang dapat mengelola nafsu dengan benar dia akan menjadi orang yang memiliki derajat sempuna. Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang bergantung, berhubungan, dan tidak terlepas dari bantuan makhluk lainya. Oleh karena itu manusia perlu memiliki sikap saling menghormati sesama makhluk lainya agar keberlangsungan hubungan tetap terjaga dan harmonis. Adab pegaulan perlu dipupuk dan dibina. Perilaku mulia sangat penting ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesempurnaan Manusia ditentukan oleh seberapa tinggi akhlak mulia yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan manusia dengan Sang Kholiq dan hubungan manusia dengan Makhluk lainya terutama manusia dengan manusia. Manusia yang mampu bergaul dengan manusia lainya dengan pergaulan yang baik, dialah manusia yang sempurna akhlaqnya. Baik terhadap teman, tetangga, saudara, guru, bahkan orang tua kita.

Berbakti kepada Ibu dan Bapak adalah kewajiban bagi Manusia. Ibu dan bapak adalah orang yang paling berjasa terhadap kita. Ibu dan Bapak adalah orang yang pertama yang harus kita hormati, patuhi, dan dengarkan petuah dan nasihatnya. Tutur kata, tingkah laku, perbuatan sehari-hari kita hendaknya selalu mengarah kepada bakti kepada oarang tua. Cara yang harus dilakukan oleh kita dalam berbakti kepada mereka dengan memperhatikan etika dan kesopanan yang sesuai dengan norma agama dan norma masyarakat. Di antaranya adalah : 1. Taat dan patuh menjalankan perintah Orang Tua, asalkan perintah itu tidak bertentangan dengan ajaran agama dan aturan yang berlaku

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

2. Bertutur kata sopan, bermuka manis, mendengarkan dengan seksama tidak menyela dan memotong pembicaraan yang belum selesai. 3. Bersikap sopan dan hormat jika berhadapan dengan orang tua, membungkukkan badan jika sedang melintas di hadapan keduanya, berada di belakang mereka jika sedang berjalan bersama. 4. Memohon ijin dan restu jika kita sedang memiliki hajat, seperti keluar rumah, berangkat sekolah, mendatangkan teman, membeli barang, meminjam barang, dan sebgainya. 5. Membantu meringankan pekerjaan bapak ibu semaksimal mungkin. Profesi bapak Ibu sebagai Petani, Nelayan, pedagang, dan lainya membutuhkan bantuan pekerjaan dari anak. 6. Mendoakan Ibu dan bapak setiap saat agar diampuni dosa-dosanya, dimudahkan segala persoalanya, diberikan kesehatan dan kesejahteraan, dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah QS. Al Isra ayat 23-24

Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia

dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia 24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
Dalam keadaan bagaimanapun anak harus bersikap sopan terhadap orang tua. Terkadang orang tua tidak selamanya menyenangkan hati kita, terutama orang tua yang telah lanjut usia.
3

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Orang tua yang sedang sakit misalnya, mereka butuh perhatian, butuh kasih sayang dari anak dan juga dukungan moril dari anak-anaknya. Bahkan tidak sedikit orang tua lanjut usia yang kembali seperti anak-anak, cerewet, rewel, suka ngambek, dan marah-marah. Dalam keadaan yang demikian anak selalu harus sabar tidak boleh bersikap kasar. Bantuan yang kita berikan kepada orang tua harus dibarengi dengan sikap penuh rasa kasih sayang. Bukankah ketika ibu bapak menjaga dan memelihara anaknya dari lahir sampai dewasa dilakukan dengan penuh rasa kasih sayang ? Bukankah mereka memberikan kasih sayangnya kepada kita tidak dibarengi dengan keluh kesah ? Bukankah mereka tanpa pamrih menyayangi kita ? semua itu dilakukan oleh orang tua demi anak-anaknya. Berbakti kepada Ibu dan Bapak merupakan kewajiban yang kedua setelah berbakti dan beribadah kepada Allah SWT. Sebailiknya durhaka kepada keduanya merupakan dosa yang sangat besar setelah dosa syirik. Dalam sebuah riwayat di jelaskan, Allah akan mengadzab hamba yang durhaka kepada kedua orang tua sekaligus di dunia. Banyak kenyataan bahwa orang-orang yang durhaka kepada orang tua hidupnya sengsara di dunia terlebih lagi nanti di akhirat. Nabi bersabda :

( )
Artinya :

Inginkah kuberitahukan kepadamu tentang dosa-dosa besar yang paling berat ? belia mengucapkan tiga kali. Mereka menjawab Benar Ya Rasulallah. 1. Menyekutukan Allah. 2. Durhaka kepada Ibu dan bapak, 3. Kesaksian palsu. (HR. Bukhori)

Beberapa alasan yang mengharuskan seorang anak berbakti kepada orang tua adalah: a. Berhutang budi kepada ibu (khususya) Ibu mengandung selama 9 bulan dalam keadaan lemah dan berat Ibu yang melhirkan dengan taruhan nyawa Ibu yang menyusui selama dua tahun tanpa lelah Ibu bapak yang merawat dan membesarkan kita dengan kasih sayang Ibu bapak yang melindungi dengan penuh tanggung jawab Ibu bapak yang mendidik dengan penuh kesabaran Ibu bapak yang mengasihi tanpa batas sepanjang masa Ibu bapak yang memberi makan minum anak Ibu bapak yang mendanai pendidikan dan kebutuhan sekolah lainya
3

b. Berhutang materi kepada Bapak dan ibu

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Ibu bapak yang membelikan pakaian, perhiasan, dan barang-barang berharga lainya Ibu bapak yang menyediakan dana kesehatan bila anak sakit Ibu bapak yang menyiapkan dana-dana lainya. Misalnya: biaya melahirkan, Aqiqoh, khitan, nikah, dan lain-lain.

Seandainya semua itu dihitung dengan uang, berapa besar hutang materi kita terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh orang tua kita ? pernahkah engkau berpikir bahwa sesungguhnya kita punya hutang yang sangat besar kepada orang tuia kita ? olerh karena itu, jangan pernah berpikir untuk durhaka kepada keduanya.

Untuk mengajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan dan memberikan pendidikan yang teratur, tentu saja orang tua kita tidak mendapatkan kesempatan yang luas. Karena Ibu sangat sibuk mengatur rumah tangga dan mengasuh anak yang masih kecil, sedangkan bapak sibuk pula untuk mencari nafkah. Lagi pula dalam lapangan pendidikan dan paengajaran itu diperlukan keahlian. Itulah sebabnya anak-anak dimasukkan ke sekolah agar memperoleh pelajaran dan pendidikan dari para guru. Dengan perantara guru para pelajar dengan mudah memperoleh berbagai macam ilmu pengetahuan dan pendidikan. Setelah hormat dan menghargai bapak ibu, setiap muslim wajib hormat dan menghargai gurunya. Karena gurulah yang telah berjasa memberikan pelajaran dan pendidikan kepada para muridnya agar menjadi luhur budi pekertinya, cakap, serta menjadi waraga negara yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Begitu juga agar menjadi manusia yang bertanggung jawab, bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu guru yang benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik, harus dihargai dan dihormati. Sebagaimana Sabda nabi :

) )
Artinya : Muliakanlah orang-orang ya ng telah memberikan pelajaran kepadamu. (HR. Abu Hasan mawardi) Berdasarkan hadits nabi tersebut maka amat tercela orang yang tidak menghargai guru. Apalagi bersikap tidak sopan dan meremehkan. Baik guru itu masih memberikan pelajaran atau tidak. Sebab itu terhadap guru-guru kita yang terdahulu kita jangan smpai melupakan jasa-jasa beliau. Hal itu sering kali terjadi terutama mantan murid yang telah mencapai kedudukan atau pendidikan yang lebih tinggi dari gurunya. Tidak ada istilah bekas atau mantan guru saya. Bagi para pelajar yang setiap hari berhubungan dengan gurunya, adab

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

sopan santun terhadap mereka perlu diperhatikan dan dilaksanakan hal-hal yang penting, antara lain: 1. Ucapkan salam terlebih dahulu kepada gurumu, jika bertemu dengan mereka. 2. Taat dan patuh melaksanakan perintah guru, asalkan perintah itu baik tidak bertentangan dengan perintah agama dan undang-undang 3. Perhatikan dengan seksama jika bapk ibu guru sedang memberikan pelajaran. 4. Tunjukkanlah sikap yang tawadu (merendahkan diri) hormat dan sopan dalam tutur kata maupun tingkah laku sehari-hari. 5. Jangan jalan di depan guru kecuali diijinkan

Dalam pergaulan luas, anggota masyarakat itu terdiri dari berbagai macam golongan, yang berbeda-beda ekonominya, pendidikannya, jabtannya, dan profesi pekerjaannya. Bahkan berlainan pula agama, ras, dan suku bangsanya. Selain itu pula tidak sama umurnya, ada yang sebaya dengan kita, ada pula yang lebih muda, bahkan lebih tua dari kita. Adalah wajar bilamana kita besikap sayang kepada orang yang lebih muda, sebaliknya yang muda menghormati kepada yang lebih tua. Sikap kasih sayang terhadap anak-anak itu telah dicontohkan oleh Nabi. Beliau amat sayang kepada cucu beliau Hasan dan Husain. Begitu pula dengan anak-anak kecil lainya.jika beliau baru datang dari bepergian dipanggilnya anak-anak supaya mendekat kepada beliau, kemudian ada yang duduk di depan, di samping dan ada pula yang di belakang. Adapun hormat kepada yang lebih tua itu antara lain: 1. Bersikap sopan dan menghargai kepada mereka baik dalam tutur kata maupun tingkah laku. 2. Mendahulukannya waktu berjalan bersama. 3. Mau mendengarkan nasihat, saran dan petuahnya 4. Berusaha tidak meremehkannya.

Anak yatim ialah anak yang belum dewasa dan telah ditinggal mati oleh ayahnya. Jika anak itu telah ditinggal mati oleh bapak ibunya disebut yatim piatu. Jelasnya anak yang tidak berayah dan beribu. Tentu sajam anak itu tidak memperoleh pendidikan dan pemeliharaan ayahnya dengan penuh kasih sayang. Apalagi ibunya termasuk orang miskin atau anak itu tidak berayah ibu. Itulah sebabnya Islam mengajarkan agar orang-orang yang mampu suka

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

memelihara anak yatim dalam rumahnya. Sementara itu oranga yang tidak menghiraukan anak yatim dikecam sebagai pendusta agama. Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :


Artinya : 1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, (QS. Al Maun : 1-3)


Oleh karena itu setiap pelajar muslim harus bersikap kasih sayang terhadap anak yatim, apalagi yatim piatu. Berikanlah bantuan kepadanya jika mampu dan jangan sekali-kali bersikap kasar terhadap mereka. Tersebutlah dalam firman Allah QS. Adh Dhuha ayat 9 :


Artinya :

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu Berlaku sewenang-wenang.


Beruntunglah di negara kita ini banyak terdapat panti asuhan anak yatim, yang menmpung dan memelihara mereka. Dalam panti asuhan itu mereka mendapatkan pendidikan dari tingkat dasar dan menengah. Mereka juga mendapat pendidikan keterampilan. Seperti menjahit, ternak, pertanian, dan sebagainya. Sehingga setelah dewasa mereka akan dapat hidup mandiri. Dengan demikian bantuan anak yatim itu dapat pula diserahkan ke panti asuhan.

Fakir ialah orang yang tidak mempunyai harta dan mata pencaharian untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan orang yang miskin itu ialah orang yang mempunyai mata pencaharian akan tetapi penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jelasnya fakir miskin itu ialah orang yang serba kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga sangat menderita dalam kesehariannya. Seperti juga tehadap anak yatim, orang yang tidak menghiraukan nasib fakir miskin amat tercela dalam agama. Bahkan dianggap orang yang mendustakan agama. Sebagaimana kelanjutan surat Al Maun ayat 3:

Artinya : Dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. Oleh karena itu bagi orang yang mampu wajib memberikan sebagian zakatnya kepada mereka. Sementara itu kita semua dianjurkan untuk memberi bantuan kepada mereka. Karena
3

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

itu jika ada peminta-minta hendaklah diberi sedekah menurut kadar kemampuan masingmasing dengan sikap yang baik, ataupun bantuan apa saja yang dapat meringankan penderitaan hidup mereka. Lebih baik lagi jika kita beri bantuan dengan mencarikan atau memberikan pekerjaan tetap kepada mereka sehingga hasinya dapat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Setelah setiap muslim berkewajiban bergaul dengan baik terhadap orang-orang yang dekat hubungan atau kekerabatannya, maka ia wajib pula bergaul baik dengan sesama manusia dalam masyarakat pada umumnya. Karena itu setiap muslim harus sopan bicaranya, tingkah lakunya menyenangkan, hidup rukun dan damai terhadap orang lain khususnya saudara sesama muslim . sementara itu segala hal yang dapat merusak pergaulan hendaklah dihindari. Firman allah :


Artinya : Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. ( QS. Al Baqarah : 263)
Adapun hal-hal yang pperlu dijaga dan diperhatikan dalam pergaulan itu diantaranya : 1. Jangan berkata bohong, menipu dan mengingkari janji. Usahakan selalu jujur dalam setiapucapan dan tindakan. 2. Tidak mau menyakiti hati orang lain baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan. 3. Ramah tamah, bermuka manis, dan lemah lembutterhadap siapapun. 4. Suka memaafkan, menahan marah terhadap orang yang belum mengerti, menunjukkan dan mengajar kepada yang bodoh. 5. Suka berkurban untuk kepentingan masyarakat menurut kemampuan masing-masing. 6. Tidak melanggar hak dan kehormatan orang lain serta tidak mengganggu kepentingan umum. 7. Taat kepada ajaran agama, peraturan dan perundang-undangan. Perhatikanlah sabda nabi yang artinya : bertaqwalah kepada Allah di manapun kamu

berada dan ikutilah kejelekan itu dengan kebaikan niscaya akan menghapusnya dan bergaullah terhadap sesama manusi dengan akhlaq yang baik. HR. Tirmidzi)

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Oleh karena itu selain adab sopan santun dalam pergaulan juga harus dijauh dan dihindari hal-hal yang dapat merusak pergaulan, seperti : 1. Menjelek-jelekkan orang lain 2. Memanggil orang lain dengan gelar yang tidak baik 3. Mencari-cari dan menyelidiki kesalahan orang lain 4. Berprasangka buruk terhadap orang lain 5. Menggunjing atau mengatakan keburukan orang lain 6. Memfitnah dan sebagainya Perhatikan Firman Allah yang artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
(QS. Al Hujurat : 11-12)

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Paling Dekat dengan Rasulullah Selain paman yang paling dicintai, Abbas merupakan sosok yang dekat dengan Nabi Muhammad. Abbas selalu ada di samping beliau untuk melindungi dan membantu dakwah Rasulullah. Pada zaman Jahiliyah, Abbas mengurus kemakmuran Masjidilharam dan melayani minuman para jamaah haji. Seperti halnya ia akrab di hati Rasulullah, Rasulullah pun dekat sekali di hatinya. Ia pernah nmenjadi pembantu dan penasehat utamanya dalam baiat Aqabah menghadapi kaum Anshar dari Madinah. Kini, mari kita mengenal lebih dekat siapak sosok Abbas bin Abdul Muththalib. Abbas adalah saudara bungsu ayah Nabi Saw, Abdullah bin Abdul Muththalib. Abbas dewasa kemudian menikah denga Lubbah binti Harits, juga dikenal dengan sebutan Ummu Fadhl, yang dalam sejarah Islam menjadi wanita kedua yang masuk islam. Lubabah masuk islam pada hari yang sama dengan sahabatnya, Khadijah binti Khuwadil, yang tidak lain adalah istri Muhammad Saw. Abbas dan Lubbah adalah orang tua dari Al Fadhl, Abdullah, Ubaidillah, dan Qasim bin Abbas. Di samping rasulullah Pada tahun tahun awal perjuangan Nabi Saw menyampaikan dakwah islam, Abbas selalu melindungi Rasulullah dari orang-orang Quraisy yang hendak mecelakakan beliau. Walaupun pada saar itu, ia sendiri belum masuk ke islam. Ketika Raulullah Saw berhijrah ke Yastrib, Abbas tetap tinggal di Makkah, mendengarkan berita Rasulullah dan kaum Quraisy, hingga berkecamuknya perang badar.

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Abbas biasa juga dipanggil Abu Fadhl, pergi berhijrah ke Madinah bersama Naufal Ibnul Hartits. Sesampingnya di sana, Rasulullah lalu memberikan sebidang tanah kepadanya, berdekatan dengan tempat kediamannya. Abbas memang selalu menemani Rasulullah di Kabbah. Kaab bin Malik mengutarakan,Kami (saya dan Al-Barra bin Marur) mencari Rasulullah. Kami tidak tahu dan tidak mengenal Rasulullah sebelumnya. Kami bertemu dengan seorang penduduk kota Makkah. Kami tanyakan di mana kami bisa menemui Rasulullah. Ia balik bertanya,Apakah kelian berdua mengenalnya ? Kami menjawab, Tidak. Ia lalu bertanya kembali,kalian mengenal Abbas bin Abdul Muththalib,pamannya? Kami menjawab,ya! Memang kami sudah mengenalnya karena ia sering datang ke negeri kami membawa dagangan. Orang tadi lalu berkata.kalau kalian masuk di sebelah Abbas itulah orang yang kalian cari!. Kemudian, kami masuk ke Masjidilharam. Ternyata, kami menemukan Abbas duduk di sana dan Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam duduk di sebelahnya.

Pendamping Setia Rasulullah Zubair adalah salah satu sahabat yang sangat dibanggakan Rasulullah. Ia selalau ikut dalam perang membela islam. Selain itu, ia disayangi Rasulullah karena ia adalah sosok yang jujur, kuat, berani, dan murah tangan. Bahkan Rasulullah mengatakan, Zubair merupakan salah satu pendamping beliau yang setia. Zubair ibnu Awwam juga dikenal sebagai sahabat yang sangat menyayangi Rasulullah. Pernah pada suatu hari, dia sedang sibuk dengan kerjanya, tiba-tiba terdengar olehnya desas desus bahwa Rasulullah Saw telah dibunuh orang. Zubair tidak membuang waktu lagi, lalu mengambil pedangnya keluar mencari-cari sumber berita itu. Di tengah jalan ia bertemu dengan Rasulullah Saw sedang berjalan, wajahnya tertegun. Rasulullah Saw lalu bertanya,Mengapa engkau wahai Zubair, terkejut? Aku mendengar berita bahwa engkau telah dibunuh orang,kata Zubair. Rasulullah Saw juga terkejut, lalu berkata,Kalau aku dibunuh orang, maka apa yang hendak engkau buat? Aku akan menantang semua orang Makkah, karena itu! Jawab Zubair dengan tegas. Rasulullah Saw lalu mendoakan segala yang baik-baik baginya. Dibanggakan Nabi

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

Zubair memang dikenal sangat berani. Yunus menyebut daru Ibnu Ishak bahwa Talhah bin Abu Thalah Al Abdari, pembawa bendera kaum musyrikin telah mengajak perang tanding, tetapi tiada seorang pun yang mau keluar menemuinya. Maka, Zubair bin Al Awwam keluar untuk menghadapinya. Terjadilah pertandingan yang sengit, namun Zubair dapat mengalahkan Talhah dan membunuhnya dengan pedangnya. Lantaran itu Rasulullah Saw telah berkata,Kalau Zubair tidk keluar melawannya, niscaya aku sendiri yang keluar dan melawannya. Rasulullah Saw sendiri merasa bangga terhadap Zubair. Beliau pernah bersabda,Setiap nabi mempunyai Setiap nabi mempunyai pengikut pendamping yang setia (hawari) dan hawatirku adalah Zubair ibnu Awwam. Kecintaan Rasulullah Saw kepada Zubair bukan hanya disebabkan ia anak bibi Rasulullah Saw, tetapi karena Zubair memang seorang pemuda yang setia, ikhlas, jujur, kuat, berani, dan murah tangan. Ia juga telah menjual diri dan hartanya kepada Allah. Dia adalah seorang pengola perdagangan yang berhasil dan hartawan, tapi hartanya selalu diinfakkan untuk perjuangan islam. Semangat Berjihad Selain itu, Zubair juga selalu menjadi orang pertama yang menyambut panggilan jihad. Bila diseruhkan ayo berjihad fi sabilillah, maka ia akan segera menjadi orang pertama yang datang menyambut seruan itu. Oleh karena itulah Zubair selalu mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah Saw. Selama hidupnya ia tak pernah absen berjihad. Ketika kaum muslimin mengepung perbentengan Bani Quraidah yang kokoh dan sulit dikuasai, Zubair bersama Ali bin Abi Thalib menyerbu dengan memanjat benteng itu sehingga kaum muslimin dapat memasuki dan menguasai benteng tersebut. Begitu pula kesigapan Zubair dalam menyambut seruan jihad pada perang Al Ahzaab dan peperangan lainnya sehingga bila Rasulullah Saw melihatnya, beliau tersenyum. Zubair tercatat dalam rombongan yang pernah hijrah ke negeri Habasyah sebelum hijrah ke Madinah.

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

JANJIKU KEPADA ALLAH Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar. FIRMAN ALLAH : Hai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al Baqarah : 183)
B U L A N R A M A D H A N II 1 4 3 3 H III I P E K A N T A N G G A L 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Puasa Romadhon Beri tanda () Ya Tidak Sholat Tarawih beri Tanda () Ya Tidak Tempat Tarawih Masjid, Musholla, Rumah Pilih salah satu

Alasan tidak Puasa Romadhon

Alasan untuk tidak Tarawih

IV

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

30 31

.. Ramadlon 1433H Mengetahui, Orang Tua, Siswa,

__________

__________

JANJIKU KEPADA ALLAH Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar.
T A N G G A L Sholat Fardlu : 1. Dhuhur 2. Ashar 3. Magrib 4. Isya 5. Subuh Tulislah tanda silang (X) di bawah angka Sholat fardhu yang dilaksanakan 2 3 4 Tempat Sholat: A. Masjid/Musholla berjamaah B. Masjid/Musholla sendirian C. Rumah berjamaah D. Rumah sendirian Tulislah huruf di bawah angka Sholat fardhu di5 1 2 3 4 5 1 Alasan A. Lupa B. Tertidur C. Haid D. Malas Tulislah hurufnya di bawah angk a.

B U L A N

P E K A N

Alasan tidak sholat 2 3 4 5

1 R A M A D H A N 1 4 3 3 H III II I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

IV

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

31

.. Ramadlon 1433 H
Mengetahui, Orang Tua, Siswa,

--------------------

---------------------

JANJIKU KEPADA ALLAH Saya berjanji melaksanakan tugas ini dengan jujur, karena saya sadar bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar. SABDA NABI MUHAMMAD SAW Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar Al Quran dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain. (HR. Bukhori).
B U L A N R A M A D H A N III 1 4 3 3 H II P E K A N T A N G G A L 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Mengaji Beri Tanda (X) pada salah satu kolom Al Quran Surat dan Ayat atau Kitab Halaman Tidak Mengaji sebab : 1. Lupa 2. Sakit 3. Tertidur 4. Haid 5. Pergi Berilah tanda silang (X) 1 2 3 4 5

Tempat Mengaji

Ya

Tidak

IV

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

29 30 31

Mengetahui, Orang Tua,

.. Ramadlon 1433 H
Siswa,

--------------------

---------------------

LEMBAR HAFALAN SURAT-SURAT PENDEK


Aku akan berupaya bersungguh-sungguh untuk bisa menghafal Surat-Surat Pendek Al-Quran

N O 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

NAMA SURAT An Nas Al Falaq Al Ihlash Al Lahab An Nashr Al Kafirun Al Kautsar Al Maun Quraisy Al Fil Al Humazah Al Ashr At Tastur Al Qoriah Al Adiyat Al Zalzalah Al Bayyinah Al Qodar Al Alaq At Tin Al Insyirah Adh Dhuha Al Lail Asy Syams Al Balad Al Fajr Al Ghosyiyah

NILAI HAFALAN A B C

TANGGAL

TANDA TANGAN PENGUJI / PEMBINA

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX

28 Al Ala 29 Ath Thoriq 30 Al Buruj


Mengetahui Orang Tua /Wali Murid

Buku Kegiatan Ramadhan 1433 H Kelas IX