Anda di halaman 1dari 9

Pelayanan untuk Bencana Massal ( Disaster Plan )

Beberapa perbedaan prinsip dalam keadaan siaga dibandingkan dengan penatalaksanaan pasien biasa di Bagian Layanan Gawat Darurat Rumah Sakit Medirossa adalah : 1. Administrasi penderita / korban dapat dilaksanakan dan dilengkapi setelah penderita dirawat atau ICU, OK. 2. Pemeriksaan penunjang ( laboratorium, X Ray, CT Scan ) hanya dilakukan di UGD pada penderita yang : mayor. diperhitungkan sebagai lembur. 4. Pencatatan terapi pada status rekam medis dilakukan oleh dokter yang menangani / mengerjakan pasien tersebut. Tingkat Siaga 1. Siaga 1 Adalah keadaan siaga parsial di Unit Gawat darurat RS Medirossa untuk penanganan korban massal yang jumlahnya antara 8 15 orang / korban. 2. Siaga 2 Adalah siaga parsial di Unit Gawat Darurat RS Medirossa untuk penanganan korban massal yang jumlahnya anatara 16 25 orang. 3. Siaga 3 Adalah korban parsial di Unit Gawat Darurat RS Medirossa untuk penanganan korban massal yang jumlahnya lebih dari 30 orang. Keadaan dan tingkat siaga ditentukan oleh dokter jaga yang bertugas pada saat siaga tersebut. Mungkin memerlukan tindakan bedah mayor. 3. Jam kerja tidak berlaku pada saat terjadi siaga, sedang kelebihan jam dapat Penderita yang memerlukan tindakan bedah

PANGGILAN DAN PEMBERITAHUAN DALAM KEADAAN SIAGA ________________________________________________________________________ Panggilan Siaga 1 Pelaksana harian UGD Duty Manager Pemberitahuan - Konsulen bedah umum lain Konsulen Bedah Umum - Konsulen : - Bedah Syaraf Humas - Bedah Tulang - Neurologi - KARU UGD - KARU Rawat Jalan / Inap Siaga 2 KARU UGD Internist Dokter gigi dan mulut Medis Bedah Tulang Bedah Syaraf Neurologi Anesthesi Seluruh konsulen jaga : - Wakil Direktur Pelayanan Bedah Umum KARU Ranap Penunjang Medik - Dokter THT - Konsulen SMF yang terkait : KARU Rajal - Dokter ________________________________________________________________________

Siaga 3 -

Seluruh personil Siaga 2 -

- Direktur Tambahan konsulen bedah Wakil Direktur Pelayanan Medis

Contoh Panggilan : HARAP SEGERA DATANG, SAAT INI UGD RS MEDIROSSA DALAM KEADAAN SIAGA 1, 2, ATAU 3

PENERIMAAN PASIEN DI UGD A. B. Bila ada penderita baru, maka perawat langsung mempersilahkan pasien ke Pemindahan dari kendaraan ke stretcher. ruang periksa sesua idengan kondisinya. Bila penderita diantar tenaga medis / paramedic, sepanjang dilakukan dengan benar, petugas UGD hanya membantu sampai diatas stretcher, untuk kemudian diambil alih. Bila diantar tenaga non medis, usahakan sepenuhnya dilakkan oleh petugas UGD. 1. Dari ambulan ke stretcher Perhatika prinsip ABC-nya : Airway dengan control servikal, breathing dan ventilasi ( sirkulasi tunggu dulu ). 2. Dari kendaraan non ambulan, penderita terlentang Yang naik ke kendaraan adalah petugas paramedic dan medis. Pada trauma berat pengangkatan menggunakan bantuan tandu skop. 3. Dari kendaraan non ambulan, penderita terlentang di bangku. Biasanya dalam keadaan ini penderita agak tertekuk posisinya. Satu orang melakukan in line mobilization dari kepala, kemudian penderita secara perlahan digeser keluar da secara berangsur diambil alih oleh 3 orang. C. Dari stretcher ke meja CT-Scan / ruangan. Bila dari fraktur servikal atau vertebra telah disingkirkan, pemindaian seperti biasa. Bila ada susfek fraktur vertebra maka pemindahan memakia tandu skop.

Catatan : 1. Resusitasi Airway dan Breathing sudah mulai di atas kendaraan bila diperlukan. 2. Bila perlu pada fraktur dipasang spalk terlebih dahulu di atas kendaraan. 3. Bila dipanggil keluar rumah sakit ( ke tempat kejadian ) selalu memebawa long spine board semua penderita denga suspek fraktur vertebra difiksasi di atas long spine board

ADMINISTRASI PENDERITA DALAM KONDISI BENCANA MASSAL 1. Pengantar pasien (polisi/ keluarga/ pengantar lainnya) mendatangi bagian pendaftaran untuk mendaftarkan identitas penderita. 2. Bila tidak ada pengantar, petugas pendaftaran mendatangi langsung pasien untuk mencatat identitas pasien. 3. Petugas pendaftaran mencatat data identitas pasien dan menginput ke dalam sistem database rumah sakit. 4. Perawat menyiapkan status UGD pasien dan memberikan pelayanan sesuai dengan advis dokter. 5. Bila pasien diperbolehkan pulang, maka perawat mempersiapkan resep pulang yang telah ditulis dokter, lembar billing pasien dan mempersilakan pasien atau pengantar ke bagian pembayaran dilanjutkan dengan pengambilan obat di apotik rawat jalan. 6. Jika pasien memerlukan perawatan rawat inap, perawat mengantar keluarga tau pengantar ke bagian pendaftaran rawat jalan dan dokter jaga melaporkan kondisi pasien ke dokter konsulen. 7. Jika pasien memrlukan tindakan operasi segera, perawat melakukan persiapan operasi dan meminta tanda tangan persetujuan tindakan kepada pasien bila pasien dewasa dan dalam kondisi sadar atau kepada keluarga pasien. 8. Pada kasus kecelakaan lalu lintas, perawat mencatat identitas pengantar dengan lengkap.

9. Jika pasien tidak dikenal, maka ditulis : Mr. X, jika pasien lebih dari 1, maka ditulis Mr. X1, Mr X2, dan seterusnya. 10. Jika pasien dicurigai keterkaitan dengan masalah hokum, maka perawat melakukan koordinasi dengan petugas keamanan untuk selanjutnya petugas keamanan berkoordinasi dengan polsek tempat kejadian. 11. Perawat memantau penyelesaian adminiatrasi pasien.

KOMUNIKASI DAN DISTRIBUSI INFORMASI a) Informasi penting disampaikan kepada : 1. Direktur Rumah Sakit Medirossa 2. Wakil Direktur Pelayanan Medis 3. DR. Jaga Bagian Layanan Gawat Darurat 4. Supervisor Bagian Layanan Gawat Darurat 5. Dokter Konsulen Terkait 6. Manager Humas dan Marketing b) Alur komunikasi dan Informasi Siaga ( terlampir) PERSIAPAN PELAYANAN BENCANA MASSAL 1. bencana. Perawat Semua tenaga perawat terutama tenaga perawat di bagian gawat darurat, kamar bedah, ICU dan rawat inap harus berada dalam keadaan siap on call 24 jam selama masih dalam situasi siaga bencana. Petugas Non Medis Tenaga Dokter Jaga

Semua dokter jaga harus siap on call selama 24 jam selama dalam situasi siaga

Semua petugas non medis yang terkait dengan pelayanan pasien harus siap on call 24 jam selama dalam situasi siaga bencana. 2. Obat - obatan Obat - obatan untuk pertolongan pertama harus dalam kondisi ready stok dan dalam jumlah yang cukup ditambah dengan obat dan alat kesehatan yang diperlukan untuk tindakan pembedahan. 3. Logistik Kondisi persiapan logistik harus berada dalam jumlah yang cukup dan memiliki persediaan sebagai cadangan. 4. Ambulan Ambulan harus berada dalam kondisi siap pakai.

ALUR KOMUNIKASI DAN INFORMASI SIAGA DI BAGIAN LAYANAN GAWAT DARURAT

OPERATOR TELEPON

DOKTER UGD

SATKORLAK

SUPERVISOR

KETUA TIM BENCANA

HUMAS

TINDAK LANJUT

MOBILISASI SDM

DOKTER KONSULEN TERKAIT

KORBAN BENCANA

MEDIS ELEKTRONIK DAN KELUARGA

ALUR PELAYANAN SAAT TERJADI KORBAN MASSAL

PASIEN

GERBANG UGD / TRIAGE

ZONA MERAH

ZONA KUNING

ZONA HIJAU

ZONA HITAM

RESUSITASI STABILISASI

TINDAKAN

PENAMPUNGAN / POLIKLINIK

ICU

KAMAR BEDAH

MENINGGAL

KAMAR JENAZAH

RAWAT INAP