Anda di halaman 1dari 17

Makalah Sosiologi "PERILAKU BALAP LIAR"

oleh: Ross Shield Renti Bellinda Octo Feliani Firly Chairunnisa Rizma Eko Julianto Raditya Yudistira Eghar Lutfian Fahlufi

X-5 SMA Negeri 2 Palangkaraya RSBI

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.....2 BAB 1: PENDAHULUAN A. Latar Belakang....3 B. Rumusan Masalah...6 C. Metode Penulisan....6 D. Tujuan Penulisan.....6 E. Manfaat Penulisan ...6

BAB 2: ISI A. Pengertian Balap Liar..8 B. Faktor Pendorong ..10 C. Norma-norma Yang Dilanggar..10 D. 3 Hal yang Berperan Penting.10 E. Dampak Perilaku Balap Liar..11 F. Sikap Aparat Penegak Pengendalian Sosial dan Hukum...12 G. Arti Penting Mempelajari Perilaku Balap Liar..12

BAB 3: PENUTUP A. Simpulan13 B. Kritik..13 C. Saran..14 Daftar Pustaka.15 Catatan16

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan karunianya kami dapa menyelesaikan penulisan makalah kami yang berjudul Perilaku Balap Liar.Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Bu Ari, S. Pd yang telah memberikan dan membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.Terakhir, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.Selain itu, kami pun mengucapkan terimakasih kepada para penulis yang tulisannya kami kutip sebagai bahan rujukan. Tak lupa juga kami ucapkan maaf yang sebesar-besarnya, jika ada kata dan pembahasan yang keliru dari kami.Kami berharap kritik dan saran Anda.Semoga makalah kami ini dapat menjadi pelajaran dan menambah wawasan Anda dalam pelajaran Sosiologi, serta semakin menumbuhkan kecintaan pada diri sendiri dan negeri ini.

Palangkaraya, April 2012

Penulis

BAB 1: PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Jika kita perhatikan, setiap hari selalu saja terjadi peristiwa penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Penyimpangan sosial muncul akibat tidak adanya kesadaran anggota masyarakat untuk mentaati norma dan peraturan sosial. Perilaku menyimpang harus dihindari karena dapat mengganggu ketertiban dan ketentraman hidup masyarakat. Penyimpangan sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, waktu, dan kalangan (kelompok masyarakat tertentu).Telah kita ketahui bahwa kalangan masyarakat terdiri dari masyarakat, komunitas, dan kelompok sosial. Bentuk-bentuk penyimpangannya pun beragam seperti perjudian, alkoholisme, korupsi, penyalahgunaan narkoba, terorisme, tawuran, pelacuran, waria, homoseksual, seks bebas, penipuan, subkultur menyimpang (geng), balap liar, menyontek, dll. Pada jaman sekarang,di era globalisasi, banyak hal yang berubah. Pergaulan remaja adalah contoh kecil dari sekian banyak akibat dari globalisasi.Pergaulan remaja sudah tidak ada batasnya. Banyak remaja yang melakukan hal-hal yang sangat merugikan dirinya dan orang lain. Remaja-remaja masa kini banyak terpengaruh oleh media-media informasi.Balapan liar contohnya,balapan liar banyak ditiru anak remaja dari film dalam ataupun luar negeri.Remaja sekarang ini lebih menuruti egonya daripada keselamatan dirinya, sekarang ini banyak dijumpai anak muda sekolah dari SMP sampai SMA melakukan kegiatan balapan liar sepeda motor, kegiatan ini bisa dibilang sebagai hobby oleh mereka, penuh tantangan dan sportifitas yang mereka rasakan. Tidak jarang dari kegiatan yang mereka lakukan ini berawal dari rasa iseng atau persaingan untuk memperoleh sesuatu hal, mengadu kecepatan motor yang dimilikinya, berebut pacar atau uang yang dipertaruhkan sebagai tujuan dari kegiatan lomba liar ini. Usia muda yang membuat mereka tak berpikir dua kali akan sebab dan akibatnya pada diri mereka. Kenakalan remaja itu bisa didefinisikan sebagai perilaku menyimpang atau tingkah laku yang tidak dapat diterima sosial sampai pelanggaran status hingga tindak kriminal.(Kartono, 2003). Fenomena balap liar ini sebenarnya bukan hal yang asing lagi untuk masyarakat.Malahan bagi masyarakat golongan bawah merupakan hiburan tersendiri.Sebagian besar pelaku balap liar

ini justru bukannya golongan menengah tapi golongan bawah.Remaja yang berasal dari keluarga golongan bawah/keluarga miskin ini adalah aktor dari acara balap liar jalanan. Mulai dari motor curian sampai membawa lari motor orangtuanya yang masih kredit, juga sah-sah saja buat mereka, yang penting mendapat tepuk tangan dari teman-teman atau geng mereka. Sayangnya polisi terkesan tutup mata dengan kejadian ini atau bisa jadi sudah bosan juga. Menanggapi tentang semakin maraknya balapan liar di Kota Palangkaraya akhir-akhir ini yang menjadi miris kita sebagai masyarakat mendengarnya, anak-anak muda yang seharusnya m e l a k u k a n - h a l ya n g p o s i t i f u n t u k m e n g i s i w a k t u l u a n g m e r e k a , a p a l a g i b a l a p a n mereka dilakukan pada tengah malam yang seharusnya mereka menyiapkan diri belajar untuk esok harinya. Yang terjadi keesokan harinya mereka menjadi sering menjadi malas untuk berangkat kesekolah kerena mengantuk. Padahal aksi pembalap amatiran itu terbilang nekat. Selain ngebut dan membahayakan pengguna jalan lain, mereka juga membahayakan diri sendiri karena memacu motor tanpa menggunakan helm. Belum lagi polusi suara dan udara yang mereka ciptakan karena motormotor mereka sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mengeluarkan suara yang sangat bising serta asap dari knalpot yang dikeluarkan sangat tebal. Ternyata dari pengalaman mereka bahwa balapan liar tersebut sudah sengaja diadakan yang dikoordinir oleh pemilik bengkel agar mereka mau dibujuk untuk memodifikasi mesin motor mereka sekalipun motor mereka masih baru dibelikan oleh orang tuanya d e n g a n c a r a k r e d i t ( b a r u 5 b u l a n s u d a h 2 k a l i t u r u n m e s i n d e n g a n b i a ya y a n g t i d a k sedikit), ini akan sangat terasa pada saat krisis ekonomi global sekarang ini. Kegiatan balapan motor tersebut ternyata sudah ada kerja sama dengan oknum dari aparat kepolisian setempat untuk mendapatkan bocoran apabila akan diadakan razia d e n g a n c a r a m e n yu r u h m e r e k a p i n d a h b a l a p a n d i t e m p a t l a i n . H a l t e r s e b u t m e r e k a memberikan upeti kepada oknum tersebut dengan cara patungan. Namun, apakah yang menyebabkan perilaku meyimpang tersebut seperti balap liar?Apakah dampak yang diperoleh pelaku dan masyarakat umum?Tentu banyak sekali penyebab dan dampak negatif yang disebabkan perilaku menyimpang tersebut. Lalu apa faktor penyebab perilaku meyimpang tersebut? Benarkah seluruh fenomena itu sekadar persoalan psikologis,

ataukah justru lebih bercorak sosiologis? Jika kita telaah berdasarkan sudut pandang munculnya perilaku menyimpang maka akan kita dapatkan sudut pandang sosiologis, psikologis, biologis, dan kriminologi. Bila dilihat dari sudut pandang sosiologi, maka balap liar terjadi karena penyerapan nilai dan norma dalam proses sosialisasi tidak sempurna. Apabila problem sosial itu dilihat dari perspektif psikologistis, maka penilaian yang muncul adalah kaum remaja yang menjadi anggota geng motor tersebut sedang melampiaskan hasrat tersembunyinya. Dalam bahasa psikoanalisis Sigmund Freud (1856-1939), kaum remaja itu lebih mengikuti kekuatan id (dorongan-dorongan agresif) ketimbang superego (hati nurani).Keberadaan ego (keakuan) mereka gagal untuk memediasi agresivitas menjadi aktivitas sosial yang dapat diterima dengan baik dalam kehidupan sosial (sublimasi). Namun, pendekatan psikologis itu sekadar mampu mengungkap persoalan dalam lingkup individual.Itu berarti nilai-nilai etis yang berdimensi sosial cenderung untuk dihilangkan. Padahal, kehadiran geng motor lebih banyak berkaitan dengan problem sosiologis. Dari sudut pandang kriminologi, perilaku balap liar terjadi karena para pelaku menggunakan penyimpangan tersebut untuk mencari uang. Padahal mencari uang dengan cara tersebut sangat tidak dibenarkan. Selain itu dampak untuk pelaku pun banyak seperti merasa diasingkan oleh lingkungan masyarakat, dikucilkan, mengalami tekanan, dan muncul rasa bersalah.Untuk masyarakat umum pun dampaknya sangat beragam seperti rusak dan terganggunya fasilitas umum, mengganggu ketertiban sosial, terganggunya stabilitas hubungan sosial, dan masih banyak lagi.Pada gilirannya orang tua harus berurusan dengan sekolah, karena anak-anak yang sering bolos sekolah.Hal ini akan berdampak tidak baik untuk hubungan antara orang tua dan anak, jika hal tersebut terus berlanjut maka anak -anak akan mencari pelarian yang lainnya, misalnya n a r k o b a d a n ya n g l a i n n ya y a n g a k a n m e m b u a t a n a k s e m a k i n j a u h m e n y i m p a n g d a r i kehidupan yang lebih baik bagi masa depannya.Peranan orang tua sangat diperlukan agar anaknya tidak mengikuti balapan liar adalah dengan mengarahkan si anak agar bisa lebih menghormati dan menghargai dirinya sendiri, menggunakan fasilitas umum seperti halnya jalan sebaik mungkin, pengendalian akan diri si anak lebih penting, jika memang si anak memiliki bakat dalam adu balap inilah saatnya orang

tua bisa memberi arahan dan mengikutsertakan pada kegiatan lomba balapan yang resmi dengan mengikuti klub balap sepeda motor dekat tempat anda tinggal. B. RUMUSAN MASALAH Dalam setiap penulisan dan penelitian ilmiah pasti ada masalah yang ingin dipecahkan dan dibahas.Adapun rumusan masalah dalam makalah kami yaitu 1.Apa yang dimaksud dengan balap liar? 2. Apa faktor pendorong perilaku tersebut? 3. Dampak apa yang disebabkan perilaku tersebut? 4. Siapa saja yang terlibat atau ikut serta menyebarkan penyimpangan sosial tersebut? 5. Bagaimana sikap aparat penegak hukum dan sosial dalam menghadapi perilaku menyimpang tersebut? 6. Apa solusi atau jalan keluar terbaik masalah tersebut?

C. METODE PENULISAN Dalam penulisan makalah ini, untuk mengumpulkan data-data yang ingin diperoleh kami menggunakan metode kualitatif sebagai metode penelitian dan penulisan. Selain itu, di lapangan kami menggunakan penelitian dengan instrumen (alat) berupa wawancara (interview) dan studi kepustakaan untuk mendapatkan bahan pendukung lain makalah ini.

D. TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan dari makalah ini yaitu 1.Sebagai hasil kerja dan diskusi dari tugas kelompok kami. 2. Menyadarkan para generasi muda yang telah terjerumus ke dalam penyimpangan tersebut. 3. Mengajak masyarakat untuk lebih berperan aktif dan peduli terhadap setiap interaksi dan pergaulan disekitar. 4. Sebagai bahan bacaan untuk siswa/i baik yang SD, SMP, SMA atau umum.

E. MANFAAT PENULISAN Adapun manfaat penulisan makalah ini yaitu 1.Sebagai bahan bacaan. 2. Sebagai alat penyadar masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyimpangan tersebut. 3. Sebagai ajang apresiasi pendapat dan diskusi kelompok kami.

BAB 2: ISI

A. PENGERTIAN BALAP LIAR Balapan liar adalah kegiatan beradu cepat kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, yang dilakukan diatas lintasan umum. Artinya kegiatan ini sama sekali tidak digelar dilintasan balap resmi, melainkan di jalan raya. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada tengah malam sampai menjelang pagi saat suasana jalan raya sudah mulai lenggang. Sebut saja, Ujang pria 23 tahun ini, mengaku cukup senang dengan hobinya kebut-kebutan dijalan. Selain untuk bersenang-senang, mencari uang, dan mencari gengsi diantara geng motor yang lain. Ujang sudah hampir tiga tahun menggeluti dunia balap liar.Awalnya sih, dari hobi kebut-kebutan dijalan, lama-lama jadi ketagihan balap liar ini, ujarnya dengan santai. Tidak ada rasa takut, malah dapat mengacu adrenalin saya, ucap Ujang penyuka santapan Yamien Manis ini. Rasa takut, paling takut dimarahin mama ajah, kalo ketangkap sama Polisi, Ujang sudah keluar masuk tahanan polisi. Dan tidak jarang ia jatuh dari motor Ujang mengaku, sebelum terjun di balap liar ini, ia pernah ikut dalam geng motor, yang saat ini sedang marak. Namun, sekarang ia keluar dari geng motor tersebut. Mengaku terdapat perbedaan antara geng motor dengan kelompok balap liar ini, Kalau geng motor, Kita tidak pernah melakukan tindak kriminal yang melukai warga sipil, kita hanya bertanding ketika di arena aja. Kalau geng motor, seperti kita lihat, mereka melakukan tindak kriminal. Kenakalan remaja itu ajah persamaan antara geng motor dengan Balap liar. Ujarnya yang memang mempunyai hobi ngoprek motor dan musik ini. Deru mesin motor setiap Sabtu malam sudah menjadi langganan dibeberapa ruas jalan ibukota. Bisingnya membuat pening kepala warga yang hendak beristirahat.Biasanya motormotor dengan suara knalpot kencang ini sudah beraksi sejak pukul 20.00 WIB.Jalan raya yang mulai lengang dijadikan ajang nge-track.Sekitar dua puluhan orang yang kebanyakan remaja sudah menguasai jalan.Pembalap liar tak mau tahu. Jalan raya yang juga digunakan oleh pengguna jalan lain seolah menjadi sirkuit kelas dunia bagi mereka.

Faktor keamanan bukan lagi jadi prioritas.Mereka meninggalkan perlengkapan pelindung badan seperti helm dan jaket. Bagi sang joki, yang terpenting adalah bisa beraksi bebas memacu motor. Gairah memacu motor bahkan tetap tak terbendung saat Ramadan datang. Trek-trekan liar bukannya mereda justru semakin menjadi.Bagi sebagian joki yang haus tantangan, waktu sahur dimanfaatkan untuk beraksi di jalan. Trek-trekan pun tak jarang harus membuat para pembalap liar kucing-kucingan dengan polisi yang berjaga untuk membubarkan aksi nekat mereka.Saat patroli tiba pembalap-pembalap jalanan langsung kocar-kacir.Tak semuanya bisa kabur mengandalkan kecepatan, dan ada saja yang dicokok. Tak jarang pula ditemukan bengkel yang biasa memodifikasi motor standard menjadi motor balap liar. Motor korekan, begitu biasanya sebutan motor-motor balap modifikasi ini. Beberapa komponen mesin dimodifikasi atau bahkan diganti dengan komponen lain. Dan bukan sembarangan suku cadang yang dipasang. Spare part dengan harga yang melangit juga menjadi pilihan untuk menyulap kondisi motor menjadi yang paling disegani. Bengkel motor ternyata tidak sekadar menjadi tempat memodifikasi. Di arena balap liar, dua motor yang bertarung kerap berasal dari bengkel yang berbeda. Persaingan bukan lagi antar joki.Melainkan gengsi antar bengkel. Meskipun namanya balapan liar, alias tak resmi, mereka tidak asal bertemu di jalanan. Dibutuhkan pihak ketiga yang disebut calo atau perantara. Jika spesifikasi mesin dan perangkat motor sudah dimodifikasi dan layak untuk diadu, sang calo mengajak motor dari bengkel lain untuk tarung di lintasan balap liar. Balap liar seperti makanan tak bergaram jika tak melibatkan taruhan.Besarnya taruhan tidak main-main. Untuk motor yang dianggap sudah memiliki reputasi, harga taruhannya pun bisa mencapai puluhan juta rupiah. Begitu motor-motor yang beradu cepat menyentuh garis finish, penonton pun bergemuruh. Senyum kemenangan bukan hanya didapat dari pembalap tapi juga penonton. Jutaan rupiah pun didapat dari taruhan pinggiran, sebutan untuk taruhan antar penonton balapan liar. Jumlah uang tak sedikit yang dipertaruhkan menyebabkan sering terjadi perselisihan pendapat tentang siapa yang menang dan terkadang berujung ricuh.Selain persoalan judi yang melanggar hukum kebut-kebutan tak resmi ini juga ikut menyumbang angka kecelakaan.

B. FAKTOR PENDORONG Banyak faktor yang mendorong kegiatan ini terus berkembang hingga saat ini, beberapa diantaranya: 1) Uang taruhan 2) Gengsi atau nama besar bengkel 3) Hobi 4) Memacu adrenalin 5) Kesenangan

C. NORMA-NORMA YANG DILANGGAR Adapun norma-norma yang dilanggar antara lain, 1) Norma kesopanan Karena sangat mengganggu ketertiban umum. 2) Norma agama Karena juga menjadi kegiatan taruhan uang. 3) Norma hukum Karena melanggar rambu lalu-lintas.

D. 3 HAL YANG BERPERAN PENTING Ada 3 hal yang berperan penting dalam hal ini, yaitu 1. Keluarga Tapi, satu hal yang perlu diingat adalah: seimbang. Otoriter atau istilah lebih halusnya tegas, permisif serta demokratisnya haruslah sesuai kadar. Ketika orang tua otoriter, maka yang kita sebut sebagai kenakalan remaja akan muncul dalam artian ingin memberontak. Sementara kalau orang tua permisif, remaja malah akan mencari-cari perhatian dengan segala tingkah

10

lakunya yang kemungkinan besar menjurus ke kenakalan remaja. Bahkan orang tua yang demokratis sekalipun.

2.

Pergaulan Tekanan teman bahkan sahabat, apakah itu yang namanya rasa solidaritas, ingin diterima, dan sebagai pelarian, benar-benar ampuh untuk mencuatkan kenakalan remaja yaitu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja.

3.

Remaja itu sendiri Pada hakikatnya apa yang dilakuin oleh seorang remaja ketika mencoba menarik perhatian dari orang tua terlebih lagi teman, adalah untuk memuaskan diri remaja itu sendiri. Memuaskan di sini bukan hanya dalam arti negatif aja yah.Namun, demi memuaskan obsesinya itu sering malah keterlaluan dan berlebihan.

E. DAMPAK PERILAKU BALAP LIAR Dampak perilaku balap liar sangat beragam dan bersifat negatif antara lain: 1. Untuk pelaku: a. Sekolah mereka terganggu b. Jarang pulang kerumah c. Terpengaruh pergaulan bebas d. Membuang-buang waktu untuk hal yang sia-sia e. Masa depan menjadi berantakan f. Dikucilkan masyarakat 2. Untuk masyarakat: a. Mengganggu ketertiban umum b. Merusak fasilitas bersama (misalkan jalan raya dan trotoar) c. Membuat polusi udara d. Merusak kestabilan pengendalian social dan ketertiban bersama 3. Untuk orangtua: a. Mendapat malu dan sindiran tetangga b. Frustasi

11

c. Harus mengeluarkan uang untuk hal yang sia-sia d. Mendapat kerugian baik mental, fisik, dan rohani.

F. SIKAP APARAT PENEGAK PENGENDALIAN SOSIAL DAN HUKUM Kehadiran balapn liar merupakan fenomena sosial yang harus direspons secara proporsional oleh semua anggota masyarakat termasuk aparat penegak pengendalian sosial dan hukum.Dalam kaitan ini aparat penegak hukum, seperti kepolisian, pengadilan, dan lembaga pemenjaraan, digunakan untuk mengatasi balapan liar seperti penangkapan dan pemberian hukuman kepada anggota-anggota balapan liar untuk memberikan efek jera.Prosedur yang dapat ditempuh adalah pihak pemerintah dan masyarakat membuka berbagai jenis ruang publik yang dapat digunakan kaum remaja untuk mengekspresikan keinginannya, terutama dalam menggunakan kendaraan bermotor.Lapangan terbuka atau arena balap bisa jadi merupakan jalan keluar terbaik.

G. ARTI PENTING MEMPELAJARI PERILAKU BALAP LIAR Mempelajari perilaku menyimpang berarti mempelajari factor-faktor penyebab perilaku tersebut sehingga kita bias tahu bagaimana cara mengatasinya atau mencegahnya supaya tak terulang lagi. Semua bermuara pada proses pemeliharaan keteraturan sosial di lingkungan masyarakat guna menjaga pola interaksi dan hubungan sosial. Disetiap tempat manusia akan selalu terikat dengan peraturan. Seluruh peraturan dibuat untuk mengendalikan tingkah laku masyarakat agar tidak melanggar nilai dan norma.

12

BAB III: PENUTUP

A. SIMPULAN Akhir-akhir ini balapan liar marak terjadi di berbagai kota-kota besar. Hampir setiap malam pemuda pemudi sering melakukan aksi itu di jalan-jalan sepi kota. Tidak luput juga balapan liar bisa memicut keributan antar geng motor.Aksi itu banya meresahkan sebagian warga atau masyarakat yang berada di sekitarnya.Akhir-akhir ini balapan liar marak terjadi di berbagai kota-kota besar. Hampir setiap malam pemuda pemudi sering melakukan aksi itu di jalan-jalan sepi kota. Balapan liar sangat merugikan orang lain dan diri si pembalap liar, karena dilakukan di jalan raya umum yang digunakan orang lain bukan di sirkuit balapan. Sehingga bisa menyebabkan kecelakaan pada orang lain yang sedang melintas. Dan balapan liar sudah menjadi hobi dan kesenangan bagi si (joki) pembalap liar, bagi penonton menjadi suatu hiburan apalagi terjadi insiden-insiden kecelakaan yang terjadi pada si (joki) pembalap liar.Balapan liar juga menjadi tempat perjudian atau taruan dengan uang ratusan hingga jutaan rupiah, atau dengan taruan dengan motornya.. Balapan liar tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor diantaranya, Faktor pergaulan, faktor fisik, faktor lingkungan masyarakat, faktor ekonomi serta kurangnya pengawasan dari orang tua.balapan liar dapat dicegah yaitu dengan sering diadakannya razia-razia, dan patroli lalu-lintas serta orang tua turut bekerjasama membantu dengan lebih mengawasi anak-anak seusia remaja.

B. KRITIK Sebaiknya orangtua jangan terlalu sibuk dengan urusaannya sendiri.Orangtua harus memperhatikan anaknya dan memberikannya kasih sayang.Karena pada dasarnya semua orang ingin dimengerti dan diperhatikan oleh orang disekitarnya.Dan untuk anggota masyarakat dan para penegak hukum, kami berharap mereka tidak menutup mata untuk kasus-kasus seperti itu.Karena dampaknya secara tidak langsung juga merugikan mereka.

13

C. SARAN Peranan orang tua sangat diperlukan agar anaknya tidak mengikuti balapan liar adalah dengan mengarahkan si anak agar bisa lebih menghormati dan menghargai dirinya sendiri, menggunakan fasilitas umum seperti halnya jalan sebaik mungkin, pengendalian akan diri si anak lebih penting, jika memang si anak memiliki bakat dalam adu balap inilah saatnya orang tua bisa memberi arahan dan mengikutsertakan pada kegiatan lomba balapan yang resmi dengan mengikuti klub balap sepeda motor dekat tempat tinggal. Kepada orang tua untuk waspada agar anak-a n a k k i t a t i d a k m e n j a d i k o r b a n b u j u k a n p e m i l i k b e n g k e l u n t u k m e m o d i f i k a s i m e s i n motor mereka, dan kepada aparat terkait agar dapat melaksanakan tugasnya agar balapan liar tersebut diberantas secara sungguh-sungguh karena mereka adalah anak-anak bangsa y a n g harus mengisi

w a k t u n ya d e n g a n k e g i a t a n ya n g l e b i h b e r m a n f a a t d e m i m a s a depannya yang lebih baik.

14

DAFTAR PUSTAKA

(http://khubass.blogspot.com/) (http://gilangtp.wordpress.com/2009/11/10/akibat-balapan-liar/) (http://www.iprasblog.com/kenapa-balapan-liar-membuat-komunitas-sendiri-kan-bisa/599) (http://erwincasidi.blogspot.com/2011/06/bali-balapan-liar.html) http://motoisme.wordpress.com/2011/07/31/ramadhan-bukan-tempat-untuk-ajang-balapan-liar/ http://www.langowan.com/v4/isi.php?m=news&id=504&PHPSESSID=c7c76e0e8584cb191544 bd204c446a76 http://www.seruu.com/pages/info/artikel/kecelakaan-karambol-akibat-balapan-liar-1-tewaslima-luka http://smk2bagus.blogspot.com/2011/02/kenakalan-balap-liar-di-jalanan.html http://klikunic.net/bersepeda-motor-ada-kategori-alay-nya-juga-apakah-agan-aganwatitermasuk/ http://www.buletininfo.com/?menu=news&id=508 http://faldy.student.umm.ac.id/ http://bahasa.makassarkota.go.id/index.php/dinamika-perkotaan/156-balapan-liar-resahkanwarga-makassar (http://jakarta.tribunnews.com/2012/04/09/banyak-pengeroyokan-polisi-jaga-balap-liar-dijalanan) http://rudy052.wordpress.com/2011/02/28/polres-blitar-gagalkan-aksi-balap-liar/

15

Catatan:

Editor: Ross Shield Renti Bellinda Pengumpul data dan bahan: Ross Shield Renti Bellinda Octo Feliani Firly Chairunnisa Rizma Eko Julianto Raditya Yudistira Eghar Lutfian Fahlufi

Keterangan foto: Diambil dari: http://motoisme.wordpress.com/2011/07/31/ramadhan-bukan-tempatuntuk-ajang-balapan-liar/ Font: Ukuran judul bab: 14, Bold, Caps Ukuran judul sub-bab: 12, Caps Ukuran paragraf: 12 Jenis huruf: Times New Roman Tanggal pengambilan: 11 April 2012

Margin: Top: 4 cm Left: 4 cm Bottom: 3 cm Right: 2,5 cm

16