Anda di halaman 1dari 49

USULAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KOMODITAS KOPISEBAGAI PRODUK UNGGULAN KABUPATEN (PRUKAB) KABUPATEN TORAJA UTARATAHUN 2013 BAB I.

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang


Kabupaten Toraja Utara adalah kabupaten yang terbentuk berdasarkan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2008 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 26 Nopember 2008 dan merupakan daerah pemekaran dari kabupaten Tana Toraja, sebagai kabupaten yang baru sarana dan prasarana transportasi didaerah ini masih sangat minim (terbatas) sedangkan daerah ini adalah merupakan daerah objek tujuan wisata nomor 1 di propinsi Sulawesi Selatan, kabupaten ini mempunyai luas wilayah 1.215,55 km yang terdiri

dari 21 kecamatan, 40 kelurahan dan 112 lembang/desa dan mempunyai penduduk pada awal tahun 2008 sebanyak 226.478 jiwa . Kabupaten Toraja Utara merupakan kabupaten penghasil kopi Arabica, rebusta, dan cengkeh serta hasil pertanian lainnya seperti markisa dan lain-lain disamping itu juga merupakan daerah industri kerajinan tangan dan tenun sehingga dapat dikatakan bahwa kabupaten ini selain merupakan Kabupaten tujuan Pariwisata juga merupakan Kabupaten yang memiliki industri , perkebunan dan pertanian. Pengembangan budidaya Kopi merupakan salah satu alternatif pemberdayaan masyarakat yang mempunyai keunggulan dalam hal:

(1) produk yang dihasilkan mempunyai kegunaan yang beragam, (2) tersedianyalahan untuk budidaya yang cukup luas serta (3) mudahnya teknologi budidaya yang diperlukan. Budidaya Kopi memiliki peranan penting dalam usaha peningkatan produksi guna memenuhi kebutuhan pasar, memperluas kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya produksiKopidi Kabupaten Toraja Utara, yaitu : (1) Teknologi yang tersedia ditingkatpetani (existing technologi) masih bersifattradisional dengan produktivitas yang rendah, dilain pihak teknologi budidaya unggulan telah tersedia, (2) Kurangnya sarana dan prasarana pendukung dalam budidaya kopi, (3) Lemahnya modal petani dan ketidakmampuan dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan perbankan maupun non perbankan, (4) Rendahnya posisi tawar petani dengan

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.1

beberapa stakeholder yang bergerak dalam rantai pemasaran komoditas Kopidan kurang terjalinnya komunikasi yang intens antara petani dan pedagang. Berdasarkan kondisi tersebut diatas, untuk peningkatan produktivitas

Kopi di Kabupaten Toraja Utara dibutuhkan adanya inovasi teknologi budidaya Kopiberbasis teknologi ramah lingkungan yang aplikatif bagi masyarakat setempat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat merangsang terjadinya pertumbuhan ekonomi wilayahserta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Toraja Utara.

1.2.

Tujuan dan Sasaran


Tujuan kegiatan pengembangan komoditas Kopisebagai produk unggulan

Kabupaten Toraja Utaraadalah: 1. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat budidaya Kopidan

pertumbuhan ekonomi daerah. 2. Mengembangkan pola usaha terpadu antara permodalan/investasi, petani, pemerintah, pengembangan teknologi dan kepastian pemasaran hasil. 3. Menciptakan lapangan kerja baru bagi kelompok masyarakat usaha budidaya Kopi. Sasaran dari kegiatan pengembangan komoditas Kopisebagai produk unggulan Kabupaten Toraja Utaraadalah: 1. Terwujudnya Daerah yang mampu melaksanakan pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki sehingga mampu memacu pertumbuhan daerah sekitarnya. 2. Terbangunnya kelembagaan ekonomi yang kuat sebagagai wahana konsultansi bagi kegiatan ekonomi daerah tertinggal melalui klinik kewirausahaan. 3. Meningkatnya kegiatan usaha ekonomi produktif bagi kelompok masyarakat usaha produksi budidaya Kopidi wilayah pesisir.

1.3.

Metodologi/Kerangka Pikir
Metode pelaksanaan kegiatan pengembangan komoditas Kopisebagai produk

unggulan Kabupaten Toraja Utaraterdiri atas tiga tahap, yaitu : 1. Tahap pertama, yaitu melakukan survey primer maupun sekunder terhadap data-data yang diperlukan dalam kegiatan ini. 2. Tahap Pembangunan Basis Data, yang meliputi:

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.2

3.

Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait dan Dinas Pertanian Kabupaten Toraja Utara dalam rangka pembentukan Kelompok MasyarakatBudidaya Kopi; Melakukan survey untuk pembentukan desain teknis pengembangan Budidaya Kopi;

Tahap Analisis, yaitu analisis yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: analisis kuantitatif dan analisis kualitatif dalam rangka pemantauan, evaluasi dan pelaporan.

1.4.

Sistematika Penulisan
Secara sistematis pengembangan komoditas Kopisebagai produk unggulan Kabupaten Toraja Utaradapat diuraikan sebagai berikut : Bab I Pendahuluan,memuat; Latar belakang, Tujuan dan Sasaran,

Metodologi/Kerangka Pikir dan Sistematika Penulisan; Bab II Profil Wilayah Kabupaten, memuat; Administrasi, Kependudukan, Struktur Perekonomian, Kondisi Eksisting Infrastruktur dan Indeks Pembangunan Manusia; Bab III Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) memuat; Visi Kabupaten, Misi Kabupaten, Strategi Pembangunan Ekonomi dan Strategi Pembangunan Perdesaan; Bab IV Aspek Spasial dalam Pengembangan mengenai Zonasi Komoditas Wilayah Unggulan

Kabupatenmenggambarkan

Pengembangan

Komoditas, Kondisi Jaringan Jalan/Transportasi dan Infrastruktur lainnya, di zonasi Pengembangan dan Profil Kecamatan dan Desa Lokasi

Pengembangan PRUKAB Bab V PeranStakeholder Dalam Pembiayaan Pengelolaan Pengembangan

Komoditas Unggulan, Bab VI Penutup, memuat; Kesimpulan dan Saran.

BAB II. PROFIL WILAYAH KABUPATEN TORAJA UTARA

2.1.

Administrasi
Kabupaten Toraja Utara adalah kabupaten ke 24 dari 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Secara administrasi Kabupaten Toraja Utara

berbatasan langsung dengan masing-masing : - Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Luwu Utara di sebelah utara , - Kabupaten Luwu di sebelah timur ,

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.3

- Kabupaten Tana Toraja di sebelah selatan, dan di sebelah barat. Kabupaten Toraja Utara terletak antara 1190 53 121 Bujur Timur dan 020 58 275 Lintang Selatan, sedangkan luas wilayahnya sekitar 1.215,55 Km2 Adapunluas dan prosentase luas kecamatan terhadap luas kabupaten masingmasing sebagai tersebut pada tabel 2. Sedangkan peta administrasi Kabupaten Toraja Utara dapat dilihat pada gambar 1dibawah ini. Tabel 2. Luas Daerah dan Prosentase Luas Terhadap Luas Kabupaten Dirinci Per Kecamatan Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo ( Denpina ) Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah Luas Daerah Km2 Prosentas e 3 4 49,55 62,00 15,29 62,03 80,00 63,53 46,09 32,63 60,00 22,91 64,67 101,68 137,00 30,00 40,25 35,50 133,78 29,19 56,00 29,45 64,00 1.215,55 4,08 5,10 1,26 5,10 6,58 5,23 3,79 2,68 4,94 1,88 5,32 8,36 11,27 2,47 3,31 2,92 11,01 2,40 4,61 2,42 5,27 100,00

Sumber Data : Bag. Pemerintahan Umum Setda Toraja Utara

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.4

Gambar 1. Peta Administrasi Kabupaten Toraja Utara

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.5

Kondisi topografi daerah ini terdiri atas pegunungan sekitar 40 persen, dataran tinggi sekitar 20 persen, dataran rendah sekitar 38 persen, rawa-rawa dan sungai sekitar 2 persen. Daerah ini berada pada ketinggian antara 300 2.880 meter dari permukaan laut ( dpl ) dengan temperatur rata-rata berkisar antara antara 82 86 persen. Sedangkan jenis tanah di Kabupaten Toraja Utara terdiri dari : - Tanah alluvial , - Tanah lethosal , - Tanah brown forest, dan - Tanah podsolith. 160 C 280 C dan kelembaban udara

2.2.

Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Toraja Utara sampai dengan akhir bulan Desember

2009 berjumlah sekitar 226.478 jiwa dengan komposisi jumlah penduduk menurut jenis kelamin laki-laki sebanyak 118.257 jiwa ( 52.22 % ), dan perempuan sebanyak 108.221 Jiwa ( 47,88 % ) yang tersebar di 21 ( dua puluh satu ) kecamatan dengan kepadatan penduduk rata-rata 186 jiwa/km2. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2008 yang berjumlah sekitar 222.377 jiwa, maka terjadi peningkatan jumlah penduduk sekitar 4.101 jiwa atau sekitar 1,09 persen. Dan untuk mengetahui secara lebih rinci akan sebaran penduduk per kecamatan, komposisi dan jenis kelamin serta kepadatan penduduk dapat dilihat pada table 3. dibawah ini :

Tabel 3. Jumlah Penduduk, Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Dirinci Per Kecamatan Sampai Dengan Bulan Desember 2009 N o 1 1 2 3 4 5 6 7 Kecamatan Luas ( km2) Komposisi Penduduk LakiPeremp laki uan 4 5 5.930 4.600 12.833 5.315 7.746 4.898 6.757 5.619 4.030 12.677 4.644 6.806 4.379 6.615 Jumlah Keseluru han 6 11.549 8.630 25.510 9.559 14.552 9.277 13.372 Kepadat an (Jiwa/km 2 ) 7 233 65 1.668 154 182 146 290

2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai

3 49,55 133,78 15,29 62,03 80,00 63,53 46,09

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.6

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah

32,63 60,00 22,91 64,67 62,00 137,00 30,00 40,25 35,50 101,68 29,19 56,00 29,45 64,00 1.215,55

5.675 3.769 8.037 5.329 7.230 3.387 7.818 5.762 2.983 4.909 3.241 3.510 2.585 5.934

5.224 3.909 7.543 4.495 6.495 3.211 7.298 3.865 2.822 4.478 2.861 3.368 2.285 5.597 108.22 1

10.899 7.678 15.580 9.824 8.630 6.598 15.116 9.627 5.805 9.387 6.102 6.878 4.870 11.531 226.478

334 129 680 152 139 48 504 239 164 92 209 123 165 180 186

118.25 7 Sumber Data : Toraja Utara Dalam Angka, BPS, 2009

2.3.

Struktur Perekonomian
a. Kondisi Perekonomian Daerah Salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan pembangunan ekonomi

daerah adalah pertumbuhan ekonomi. Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan output dalam suatu perekonomian, selain itu indikator ini sesungguhnya memberikan indikasi tentang sejauh mana aktifitas perekonomian selama periode tertentu yang telah menghasilkan pendapatan bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan nilai PDRB atas dasar harga konstan, dengan demikian angka pertumbuhan yang diperoleh semata-mata mencerminkan pertumbuhan PDRB riil yang dihasilkan oleh aktifitas perekonomian suatu daerah / wilayah pada periode tertentu.Penggunaan atas dasar harga konstan dimaksudkan untuk menghidari pengaruh perubahan harga sehingga perubahan yang diukur merupakan pertumbuhan riil ekonomi. Sebagai daerah otonomi baru, yang praktis baru berjalan kurang lebih 1 ( satu ) tahun, dan bila mengacu pada uraian diatas, maka kondisi perekonomian Kabupaten Toraja Utara tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Tana Toraja, dan diharapkan pada tahun-tahun mendatang akan jauh melebihi pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Tana Toraja mengingat sektor-sektor penyumbang/kontribusi pertumbuhan ekonomi daerah lebih banyak terdapat diwilayah utara ( Toraja Utara ), baik pertanian, penambangan, industry, listrik, gas dan air bersih, perdagangan, hotel dan restaurant, angkutan dan komunikasi, keuangan dan jasa-jasa.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.7

Untuk mendapatkan gambaran pertumbuhan ekonomi daerah ini, maka tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Tana Toraja. Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir ( 2006 - 2008 ) cenderung mengalami peningkatan, yaitu tahun 2006 menjadi 4,05 persen, tahun 2007 naik menjadi 5,34 persen, dan pada tahun 2008 naik menjadi 6,62 persen. Dan jika dilihat secara sektoral, maka sektor bangunan mengalami pertumbuhan paling tinggi sekitar 21,31 persen, kemudian disusul sektor industri pengolahan sekitar 16,78 persen, dan yang terkecil berada pada sector pertanian sekitar 2,36 persen. Namun demikian secara keseluruhan sektor pertanian masih memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2008, yaitu sebesar 42,08 persen, disusul sektor jasa sebesar 17,60 persen, perdagangan, hotel dan restaurant sebesar 17,53 persen, dan yang terkecil adalah sektor pertambangan sebesar 0,40 persen. b. Lembaga Keuangan Sebagai daerah yang mulai berkembang, maka lembaga keuangan mempunyai peran yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, dan hingga akhir tahun 2008 lembaga keuangan yang beroperasi di daerah ini berjumlah 6 (enam) buah, baik yang dikelolah pemerintah maupun swasta sebagaimana tertera dalam table 4 dibawah ini :

Tabel 4. Banyaknya Lembaga Keuangan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2008-2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 Lembaga Keuangan ( Bank / Non Bank ) 2 Bank Sulsel ( BPD ) Bank Negara Indonesia ( BNI ) 46 Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) Bank Danamon Bank Mandiri Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ) Kospin Balo Toraja Tahun 2008 3 1 1 1 1 2 1 2009 4 1 1 1 1 1 1 2 1

Sumber Data : BPS Tana Toraja

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.8

c. Industri Sektor industri memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian daerah, utamanya dalam penyerapan tenaga kerja. Industri di daerah ini sebagian besar berupa industri kecil yang mempunyai pekerja antara 5-19 orang dan industri rumah tangga yang mempekerjakan 1-4 orang. Sampai dengan akhir tahun 2009 tercatat sekitar 1.596 perusahaan/unit usaha dan menyerap sekitar 3.336 orang pekerja dengan nilai investasi sebesar Rp 6.015.974.000,- serta nilai produksi sebesar Rp.19.519.646.000,- ( lihat table 5 ).

Tabel 5. Banyaknya Unit Usaha, Tenaga Kerja, Nilai Investasi dan Nilai Produksi di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Denpina Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah Unit Usaha 3 Tenaga Kerja (Orang) 4 Nilai Investasi ( Rp.000 ) 5 Nilai Produksi ( Rp.000 ) 6

25 195 232 32 203 127 83 35 45 54 71 43 70 102 25 254 1.596

61 432 440 142 372 245 203 85 97 142 239 124 248 106 56 344 3.336

117.500 83.150 3.119.864 93.100 419.779 392.520 58.910 139.000 77.230 433.588 174.910 25.970 79.110 467.010 45.000 637.063 6.015.974

472.213 317.212 5.976.052 970.070 1.045.620 1.989.535 799.245 834.627 561.205 1.434.833 905.201 199.349 257.572 973.006 546.120 3.143.187 19.519.646

Sumber Data : BPS Tana Toraja d. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sebagai salah satu sokoguru perekonomian nasional, koperasi memegang peran yang strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, utamanya

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.9

perekonomian

pedesaan. Hingga akhir tahun 2009, perkembangan koperasi

didaerah ini ( non KUD dan KUD ) dapat dikatakan belum maksimal , namun pemerintah daerah terus berupaya mengembangkannya melalui peningkatan kapasitas bagi pengelola koperasi dan bantuan modal. Hingga akhir tahun 2009 jumlah koperasi di daerah ini sebanyak 97 buah, yang meliputi KUD sebanyak 10 buah dengan jumlah anggota sebanyak 3.232 orang serta Koperasi Non KUD sebanyak 87 buah dengan jumlah anggota sebanyak 35.861 orang, dan jelasnya dapat dilihat pada table 6 dibawah ini.

Tabel 6. Jumlah Koperasi, Anggota dan Simpanan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 Koperasi Non KUD Jumlah Anggot Simpana (buah) a n (orang) (Rp.000) 3 4 5 KUD Anggot a (orang) 7

No

Kecamatan

Jumlah (buah) 6

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Denpina Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah

Simpana n (Rp.000) 8

6 32 1 2 3 6 3 2 14 3 1 5 2 1 1 2 2 3

441 33.215 32 84 218 251 101 66 445 104 23 346 106 27 23 62 46 271

13.826 1.053.00 0 32.200 10.149 37.418 451.873 11.250 6.483 218.810 10.477 2.911 28.402 27.015 5.000 2.500 13.200 5.100 20.156

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

589 185 350 418 331 130 240 231 532 226

24.876 5.715 52.710 39.967 2.410 16.950 9.250 4.378 50.214 8.758

87

35.861

1.949.77 0

10

3.232

215.228

Sumber Data : BPS Tana Toraja

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.10

e. Perdagangan Sektor perdagangan, seperti juga sektor industri, perbankan dan koperasi serta sector ekonomi lainnya memegang peran yang sangat penting dalam menentukan pertumbuhan perekonomian daerah. Dalam tahun 2008 pengaruh sector

perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan sekitar 15,47 persen atau meningkat sekitar 1,38 persen dari tahun sebelumnya. Usaha perdagangan, baik yang sifatnya formal maupun non formal dalam tahun 2009 telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1.480 orang dan menyerap modal usaha sekitar Rp. 29.399.175.000,- ( lihat table 7 ). Dan untuk mendorong pertumbuhan usaha perdagangan, maka telah dibangun sarana perdagangan yang tersebar disemua kecamatan yang ada sebagaimana tertera dalam table 8 dibawah ini :

Tabel 7. Jumlah Usaha Perdagangan, Tenaga Kerja dan Modal Usaha Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Denpina Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah Usaha (buah) 3 23 24 275 56 45 41 18 12 12 120 10 21 16 59 40 19 Tenaga Kerja (orang) 4 23 24 720 60 46 73 23 12 15 292 16 21 22 68 46 19 Modal Usaha (Rp.000) 5 105.000 68.600 21.065.020 333.500 241.900 310.800 125.000 500.000 38.605 3.715.000 75.000 59.400 50.000 2.171.700 539.650 120.500

Jumlah Sumber Data : BPS Tana Toraja

791

1.480

29.399.175

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.11

Tabel 8. Jumlah Sarana Perdagangan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Denpina Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Sarana Perdagangan Pasar ( Buah ) Pertokoan ( Unit ) 3 4 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 50 5 2 -

Jumlah Sumber Data : BPS Tana Toraja

16

59

2.4
a. Agama

SOSIAL DAN BUDAYA


Ruang lingkup bidang agama yang dipaparkan dibawah ini adalah

ketersediaan sarana keagamaan dan jumlah pemeluk agama.Kegiatan umat beragama di Kabupaten Toraja utara dari hari kehari semakin semarak dan telah berjalan sebagaimana mestinya, hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dilakukan oleh para pemeluknya masing-masing. Kegiatan keagaman tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana keagamaan yang ada, dan sampai dengan akhir tahun 2009, sarana keagamaan tersebut berupa Mesjid sebanyak 14 buah, Gereja Protestan sebanyak 477 buah, dan Gereja Khatolik sebanyak 104 buah ( lihat table 9 ).

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.12

Tabel 9. Banyak Tempat Peribadatan Menurut Agama


Tempat Peribatan Gereja Gereja Protestan Katolik
5 6

No
1

Kecamatan Mesjid
2 3

Musholah
4

Pura
7

Wihara
8

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi

1 1 1 1 2 1 6 1

75 134 63 69 29 28 79

12 6 7 11 7 6 7 2 4 5 4 2 2 6 6 2 9 1 1 4 -

Jumlah
Sumber Data : BPS Tana Toraja

14

477

104

Jumlah penduduk berdasarkan agama yang mereka peluk / anut, antara lain Islam sebanyak 8.096 jiwa atau 3,57 persen, Kristen Protestan sebanyak 160.896 jiwa atau 71,04 persen, Khatolik sebanyak 54.503 jiwa atau 24,06 persen, dan Hindu (Alukta) sebanyak 2.983 jiwa atau 1,33 persen yang rincian sebaran perkecamatan sebagaimana tertera dalam table 10. Tabel 10. Banyaknya Penduduk Menurut Agama di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Agama Katolik 5 4.458 2.325 2.855 3.046 3.041 6.682 Jumlah (org) 8 11.549 8.630 25.510 9.959 14.552 9.277

Islam 3 160 110 3.379 265 112 372

Protest an 4 6.891 6.078 11.717 6.463 11.036 2.134

Hindu 6 40 117 99 185 363 89

Budha 7

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.13

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah

151 41 322 995 18 31 756 174 1.052 80 8.096

10.131 9.069 4.787 11.717 8.387 12.088 4.684 12.617 7.675 4.573 1.836 4.447 6.027 4.378 7.919 160.89 6

2.965 1.014 2.404 2.855 1.380 1.438 1.856 1.679 1.778 1.202 6.475 1.360 821 391 3.338 54.503

125 775 165 13 57 190 27 64 30 24 295 30 101 194 2.983

13.372 10.899 7.678 15.580 9.824 13.734 6.479 15.116 9.627 5.805 9.387 6.102 6.878 4.870 11.531 226.47 8

Sumber Data : BPS Tana Toraja

b. Kesejahteraan Sosial Perkembangan angka Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) di Kabupaten Toraja Utara tidak dapat dilepaskan dari perkembangan IPM yang terjadi di Kabupaten Tana Toraja secara keseluruhan mengingat data yang disajikan ini adalah data dimana Kabupaten Toraja Utara masih bagian dari Kabupaten Tana Toraja pembangunan ( akhir tahun 2000 ). IPM merupakan suatu jawaban pencapaian manusia, dan indikator ini juga secara mudah dapat

memberikan posisi kinerja pembangunan yang dicapai oleh suatu daerah, yang artinya semakin tinggi nilai IPM maka makin tinggi pula tingkat kinerja pembangunan yang dicapai wilayah tersebut. Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2007 sekitar 70,18 kemudian penurunan menjadi 68,41 pada tahun 2008, dan bila melihat nilai IPM tersebut diatas, maka nilai IPM pada tahun 2007 maupun 2008 masih tergolong sebagai c. Pendidikan Pembangunan bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan sumberdaya manusia yang nantinya diharapkan dapat berperan penting dalam pembangunan daerah.Pemerataan dan perluasan IPM Menengah.

pendidikan merupakan prioritas pembangunan di Kabupaten Toraja Utara, peningkatan kualifikasi pendidikan dan mutu tenaga pendidik dilakukan dengan mengupayakan peningkatan program pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara berkesimbangunan disemua tingkatan, demikian halnya ketersediaan sarana pendidikan terus ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas. Hingga akhir

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.14

tahun 2008 jumlah sarana pendidikan di Kabupaten Toraja Utara sebagaimana terlihat pada table 11 dibawah ini : Tabel 11. Banyaknya Sarana Pendidikan Menurut Jenjang Pendidikan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009
Sekolah Dasar Neg 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Np Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah 3 9 14 18 8 5 14 10 68 4 9 9 8 12 15 9 8 6 7 5 8 12 7 10 6 4 8 9 8 6 8 174 S wt 5 3 2 3 1 9 SLTA SLTP Neg 6 3 1 2 2 3 1 1 2 2 1 3 1 1 2 2 3 2 1 1 34 Swt 7 2 1 1 1 1 1 1 1 1 10 SMA Neg 8 1 1 2 1 1 1 6 Swt 9 3 1 1 5 SMK Neg 10 1 1 1 1 1 5 Swt 11 6 2 3 11 Perguruan Tinggi Neg Swt 12 1 1 13 5 5

No

Kecamatan

TK

Sumber Data : BPS Tana Toraja Sedangkan jumlah murid dan/ atau mahasiswa pada semua jenjang pendidikan dapat dilihat pada table 12 dibawah ini : Tabel 12. Banyaknya Murid / Mahasiswa Pada Semua Jenjang Pendidikan Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu TK 3 233 353 748 215 110 SD 4 2.061 1.439 4.123 1.684 3.266 1.582 1.883 1.210 1.200 SLTP 5 835 378 2.644 880 724 612 332 633 452 SLTA SMA 6 379 435 3.060 194 SMK 7 133 90 1.585 PT 8 547 -

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.15

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah

332 223 2.21 4

2.050 1.386 3.004 1.290 1.777 1.259 1.985 1.069 2.061 1.477 884 1.672 38.362

60 153 698 308 313 246 396 490 758 396 115 642 12.065

468 228 31 4.795

2.040 596 4.444

868 1.415

Sumber Data : BPS Tana Toraja d. Kesehatan Pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat merupakan sasaran pembangunan kesehatan yang akan terus dilakukan oleh

pemerintah daerah, oleh karena itu ketersediaan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan yang merata diseluruh wilayah akan terus dilakukan. Dan berikut jenis dan jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Toraja Utara sebagaimana tertera pada table 13 serta jumlah tenaga kesehatan pada table 14 dibawah ini : Tabel 13. Jenis dan Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 Jenis Sarana Kesehatan ( Buah ) Puskesmas Rumah Sakit Puskesm Pembantu Umum Khusus as 3 4 5 6 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1 2 4 1 1 1 4 3

No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon

Polin des 7 2 2 3 1 3 2 1 2 1
Hal.16

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

16 17 18 19 20 21

Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah

1 1 1 15

2 2 1 27

2 1 1 21

Sumber Data : BPS Tana Toraja 2009 Tabel 14, Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2008-2009 No 1 1 2 3 4 5 6 Tenaga Kesehatan 2 Dokter Umum Dokter Gigi Dokter Spesialis ( Ahli ) Dokter PTT Bidan Perawat Jumlah Sumber Data : BPS Tana Toraja 2009 e. Pariwisata Potensi pariwisata didaerah ini sangat besar, baik berupa wisata budaya, wisata alam maupun wisata agro. Daya tarik wisata didaerah ini antara lain berupa : - Tradisi budaya yang unik dan menarik , - Panorama alam yang sangat indah, serta udara yang cukup sejuk , - Kesenian dan bentuk kerajinan tangan ( home industri ) yang unik dan beraksitektur menarik , - Keramahtamahan penduduk dan keamanan yang terjamin. Potensi pariwisata tersebut tersebar hampir di semua kecamatan sebagaimana tertera dalam table 15 dibawah ini. Tahun 2008 3 23 7 5 3 92 158 288 2009 4 27 8 6 4 87 171 303

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.17

Tabel 15. Nama Obyek Wisata, Daya Tarik Wisata


No 1 I Nama Obyek Wisata 2 Wisata Budaya a. Londa b. Kete Kesu Daya Tarik Wisata Utama 3 - Liang Loko, Tau-tau, Erong, Kuburan Tergantung - Tongkonan, Erong, Patane, Kuburan Tergantung, Pengrajin Ukiran. - Tongkonan, Simbuang, Patane - Tongkonan, Pengrajin Tenun Tradisional - Pengrajin tradisional Sesean e. To Barana f. Marante - Tongkonan, Liang Paa , Tau-tau - Tongkonan Sadan Tondon 1 2 g. Pala Tokke h. Pongtimban i. Galugu Dua Sang-kombong j. Lombok Parinding k. Museum Landorundun l. To tarra Wisata Alam a. Batutumonga b. Arung Jeram c. Matakanan d. Sarambu Wisata Agro a. Pasa Tedong b. Toarco Jaya Wisata Sejarah a. Benteng Batu IV 3 - Kuburan Bergantung - Erong, Liang Paa - Tongkonan dan Pertenunan Tradisional Liang Loko dan Erong Rumah Adat dan Mueum Pekuburan Alam, Rumah Adat 4 Buntao Baruppu Sadan Bori Parinding Tallunglipu Balusu Kecamatan 4 Kesu Kesu

c. Penanian d. Palawa

Nanggala

ii

Panorama alam, Resort/Penginapan Arum jeram di Sungai Maiting Sumber air panas alam Panorama alam

Sesean Saluara Dende Piongan Napo Rindingallo Sanggalangi

III

Pasar Hewan ( Kerbau dan Babi ) Perkebunan Kopi Arabica

Tallunglipu Sanggalangi Baruppu

Benteng Pertahanan Pahlawan Pongtiku

Sumber Data : Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Informatika Kab.Toraja Utara

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.18

Keterangan : - Tongkonan ( perkampungan tradisional ) , - Rante ( lapangan tempat upacara pemakaman ) , - Simbuang ( tanda upacara tertinggi dlm pesta adat Rambu Solo ) , - Liang loko ( kuburan dalam gua alam ) , - Erong ( kuburan kuno dalam gua dekoratif ) , - Liang paa ( kuburan batu pahat ) , - Patane ( kuburan dlm bentuk bangunan rumah ) , Untuk menunjang kegiatan pariwisata di Kabupaten Toraja Utara, telah tersedia sarana akomodasi sebagaimana tertera dalam table 16 dibawah ini. Tabel 16. Jumlah Hotel dan Akomodasi Lainnya di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009
No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah Hotel Berbintang Unit Kama T.Tid r ur 3 4 5 3 4 4 1 12 83 134 277 111 605 148 266 450 175 1.039 Hotel Melati dan Lainnya Unit Kama T.Tid r ur 6 7 8 1 22 2 6 2 33 10 229 14 89 15 357 20 435 36 157 20 668 Unit 9 1 25 2 10 4 1 2 45 Jumlah Kamar 10 10 312 14 223 277 111 15 962 T.Tidur 11 20 583 36 423 450 175 20 1.707

Sumber Data : BPS Tana Toraja

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.19

Sedang tingkat kunjungan wisatawan dalam kurun waktu 3 ( tiga ) tahun terakhir ( 2006-2008 ) dapat dilihat pada table 17 dibawah ini. Tebel 17. Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Toraja Utara Tahun 2007-2009 No 1 1 2 Wisatawan 2 Nusantara ( Domestik ) Manca Negara ( Asing ) Jumlah Tahun 2008 4 20.829 5.321 26.150

2007 3 17.933 13.986 31.919

2009 5 13.102 4.999 18.101

Keterangan 6

Sumber Data : Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Informatika Toraja Utara 2. SUMBER DAYA ALAM Kondisi geografis Kabupaten Toraja Utara yang terdiri dari 40 persen

merupakan daerah pegunungan, 20 persen daerah lereng/perbukitan dan 40 persen daerah dataran, menggambarkan suatu daerah yang memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup melimpah, apalagi ditunjang dengan potensi dasar sumberdaya manusia lokal dengan keunikan budayanya yang menjadikan daerah ini sebagai daerah tujuan wisata budaya utama di Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Toraja Utara tetap mengandalkan sektor pariwisata ini sebagai salah satu sektor unggulan dalam penerimaan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) selain sektor sektor potensial lain seperti perkebunan, pertambangan, kehutanan, serta peternakan. a. Pertanian Potensi pertanian di daerah ini sangat besar, hal ini dapat dilihat dari luasan areal / lahan pertanian yang ada, baik areal persawahan, tegalan / perkebunan, maupun areal untuk perikanan darat ( air tawar ) seperti tertera dalam table 18 dibawah ini :

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.20

Tabel 18. Luas Areal Persawahan, Tegalan / Perkebunan dan Perikanan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah Sumber Data : BPS Tana Toraja Dengan topografi wilayah yang sebagian besar bergunung-gunung, maka produksi padi didaerah ini belum maksimal hal ini dikarenakan sebagian besar Luas Areal ( Ha ) Tegalan/Perkebunan 4 617 2.667 66 956 2.073 913 569 332 1.299 54 2.434 4.104 6.256 98 326 424 632 663 1.121 1.633 309 27.546

Persawahan 3 647 556 427 819 669 598 923 427 460 392 731 456 312 520 565 571 527 288 311 127 744 11.070

Perikanan 5 71,55 5,44 28,80 167,24 160,80 41,72 99,50 55,30 171,40 41,90 38,30 28,61 19,99 99,33 70,34 26,96 24,14 49,81 17,43 46,16 127,26 1.417,98

petani masih mengandalkan air tadah hujan dalam mengairi areal pertaniannya dan belum didukung dengan pengairan tehnis. Dari potensi luas areal persawahan yang ada, yaitu sekitar 11.070 ha, dan baru sekitar 10.101 ha yang dimanfaatkan ton atau rata sekitar

( luas tanam )

dengan total produksi sekitar 46.158,14

4,57 ton/ha, dan untuk jelasnya dapat dilihat pada table 19 dibawah ini.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.21

Tabel 19. Luas Tanam, Produksi dan Rata-rata Hasil Produksi Padi di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No Kecamatan Luas Tanam ( Ha ) 3 647 556 427 819 669 598 923 427 460 392 731 456 312 520 565 571 527 288 311 127 744 11.070 Luas Penen ( Ha ) Produksi (Ton) Rata-rata Hasil Produksi (Ton/Ha) 6 6,18 6,97 5,09 3,60 4,66 5,98 6,70 3,40 7,41 4,10 3,45 6,08 5,01 5.35 4,60 4,21 7,32 7,35 4,94 7,50 5,41 4,57

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah

4 600 506 407 703 658 509 920 402 406 350 515 451 301 445 517 510 507 270 305 115 704 10.101

5 3.705,00 3.525,54 2.068,12 2.530,80 3.064,20 3.039,40 4.151,52 1.365,44 3.005.66 1.435,00 1.776,75 2.739,50 1.506,96 2.380,00 2.376,27 2.147,20 3.709,63 1.983,50 1.505,20 861,80 3.803,12 46.158,14

Sumber Data : BPS Tana Toraja Sedangkan luas areal, luas panen dan produksi serta rata-rata produksi perhekta tanaman pangan lainnya, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai dan sayur-sayuran dapat dilihat pada table 20 , dan produksi buah-buahan dapat dilihat pada table 21 berikut.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.22

Tabel 20. Luas Tanam, Luas Panen Produksi dan Rata-rata Produksi Perhektar Komoditas Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 Luas Tanam (Ha) 3 148 105 67 11 6 3 33 20 1 9 36 9 11 36 18 33 Luas Panen (Ha) 4 117 105 67 18 6 3 33 20 1 9 36 9 10,5 34 17,5 31,2 Rata-rata Produksi (Ton/Ha) 6 4,00 22,00 13,00 2,00 9,00 8,00 5,00 2,00 7,50 2,00 2,00 3,00 3,00 1,86 6,99 7,50

No 1 1 2 3 4 5 6

Jenis Komoditas 2 Jagung Ubi Kayu Ubi Jalar Kacang Tanah Kacang Kedelai Sayur-sayuran : a. Kentang b. Kol c. Sawi d. Buncis e. Bawang Merah f. Ketimun g. Wortel h. Kacang Merah i. Kacang Panjang j. Tomat k. Cabe Besar l. Cabe Kecil m. Terung n. Kangkung o. Bayam

Produksi (Ton) 5 519,80 2.275,02 880,65 33,39 54,00 24,39 165,03 44,10 7,50 19.60 57,40 26,70 32,00 63,30 122,30 233,90

Sumber Data : BPS Tana Toraja

Tabel 21. Produksi Buah-buahan Menurut Jenisnya di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alpokat Mangga Durian Manggis Duku/Langsat Jeruk Tamarillo Pepaya Pisang Nenas Jenis Buah-buahan 2 Jumlah Pohon (Buah) 3 5.937 3.126 7.879 1.694 8.572 7.019 6.650 1.956 24.711 3.418 Produksi (Kwt) 4 239,00 15,80 274,00 161,30 415,00 773,25 685,00 10,00 792,50 110,80

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.23

11 12

Salak Markisa Sumber Data : BPS Tana Toraja

25.999 8.265

490,00 1.205,22

Potensi lahan perkebunan di Kabupaten Toraja Utara masih tersedia dan cukup luas yang tersebar di Kecamatan Rinding Allo, Baruppu, Buntu Pepasan, Dende Piongan Napo, Kapala Pitu, Awan Rante Karua, Sadan, Balusu dan sangat cocok untuk perkebunan kopi arabika dan robusta, kakao, vanili, lada. Hingga akhir tahun 2008 total luas areal tanaman perkebunan di Kabupaten Toraja Utara ada sekitar 30.155 ha yang tersebar dihampir semua kecamatan yang ada, sedangkan luas, produksi dan jenis tanaman perkebunan dapat dilihat pada table 22 ini. dibawah

Tabel 22. Luas, Produksi dan Jenis Tanaman Perkebunan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009
No 1 Kecamatan 2 Kopi Arabika Luas Prod (ha) (ton) 3 4 Kopi Robusta Luas Prod (ha) (ton) 5 6 Vanili Luas Prod (ha) (ton) 7 8 Kakao Luas Prod (ha) (ton) 9 10 Lada Luas Prod (ha) (ton) 11 12

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Denpina Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu A.Rantekarua Sanggalangi Jumlah

200,00 98,00 26,00 197,00 197,00 264,00 130,00 88,00 62,00 10,00 95,00 94,00 31,00 88,00 185,00 165,00 1.930, 00

81,00 30,00 6,00 30,00 76,00 9,00 33,00 29,00 20,00 1,00 21,00 30,00 9,00 28,00 67,00 51,00 521,00

895,00 2.388,00 32,00 100,00 425,00 190,00 269,00 507,00 40,00 10,00 516,00 1.595,00 689,00 61,00 169,00 348,00 7.886,00

275,00 585,00 9,00 25,00 101,00 60,00 65,00 154,00 13,00 1,00 165,00 357,00 165,00 17,00 65,00 86,00 2.057,00

94,00 67,00 18,00 36,00 14,00 19,00 59,00 20,00 19,00 11,00 32,00 45,00 15,00 45,00 28,00 107,00 629,00

2,70 1,00 1,50 1,90 0,80 0,90 3,30 1,20 2,70 0,60 0,90 0,60 8,20 2,40 2,40 6,50 37,60

127,00 37,00 18,00 121,00 134,00 39,00 131,00 115,00 39,00 20,00 180,00 28,00 689,00 61,00 169,00 143,00 2.051,00

68,00 18,00 1,50 63,00 93,00 26,00 77,00 66,00 26,00 9,00 111,00 12,00 165,00 17,00 65,00 86,00 903,50

2,00 0,50 4,00 4,00 0,50 19,00 10,00 1,50 1,50 2,50 3,00 4,00 52,50

0,05 0,30 0,10 0,05 0,50 0,50 0,10 0,05 0,20 0,10 0,30 2,25

Sumber Data : BPS Kab.Tana Toraja Sub sektor peternakan, khususnya ternak besar seperti kerbau dan babi masih menjadi unggulan / andalan utama di daerah ini, apalagi dengan tersedianya pasar hewan di Kecamatan Tallunglipu yang menjadikan sector ini sangat potensial

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.24

untuk terus dikembangkan. Dalam budaya masyarakat Toraja kerbau dan babi merupakan hewan potong yang bersifat wajib adanya pada pelaksanaan pesta adat, dan oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan daerah ini sebagai pusat pengembangan hewan ternak kerbau dan babi untuk Sulawesi Selatan, dan berikut populasi ternak kerbau dan babi di Kabupaten Toraja Utara seperti tertera pada table 23 dibawah ini. Tabel 23 Populasi Ternak Kerbau dan Babi di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah Sumber Data : BPS Kab.Tana Toraja Untuk sub sektor perikanan, khususnya perikanan darat ( air tawar ) para petani ikan didaerah ini sebagian besar memelihara ikan mas, baik yang dipelihara di kolam, areal persawahan ( mina padi ) maupun yang dilakukan melalui kegiatan penagkapan di sungai, walaupun produksinya belum maksimal, namun mampu mememenuhi sebagian kebutuhan konsumsi lokal dan dapat meningkatkan pendapatan para petani ikan. Jenis Ternak ( Ekor ) Kerbau Babi 3 4 749 4.794 110 2.357 959 1.967 709 262 1.017 203 718 1.714 1.185 744 564 255 2.811 564 356 298 582 22.918 9.283 8.582 14.112 41.024 12.366 7.740 12.449 13.231 11.528 13.892 13.996 9.363 7.650 9.431 10.709 6.579 5.780 7.681 8.683 8.786 6.578 264.290

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.25

Hingga akhir tahun 2009, total produksi perikanan darat didaerah ini mencapai sekitar 1.460,98 ton, yang berasal dari areal kolam pemelihraan ssekitar 19,85 ton, sawah sekitar 1.434,94 serta areal penangkapan ( sungai ) sekitar 20,35 ton, dan jelasnya dapat dilihat pada table 24 dibawah ini.

Tabel 24. Luas Areal Pemeliharaan dan Penangkapan, Serta Jumlah Produksi Ikan di kabupaten Toraja Utara Tahun 2009
No Kecamatan Areal Pemeliharaan Kolam Sawah Luas (Ha) Prod (Ton) Luas Prod (Ton) (Ha) 3 4 5 6 0,04 0,14 1,10 0,64 0,20 0,23 0,10 0,20 0,20 0,20 0,10 0,10 0,10 0,10 0,30 0,03 1,10 0,04 0,18 0,39 0,50 19,85 0,57 0,21 0,09 0,80 0,60 0,15 0,45 0,31 0,19 0.19 0,03 0,03 0,07 0,11 0,37 0,10 0,22 0,21 0,12 0,62 0,55 5,69 70,90 5,12 25,20 165,00 157,00 40,50 96,90 53,60 168,00 41,20 37,70 25,80 11,20 155,00 75,00 33,00 49,50 52,60 6,40 14,08 126,00 1.135,00 78,99 16,36 31,15 168,90 145,27 46,77 93,98 55,27 161,30 61,30 65,71 28,03 19,72 97,65 77,77 25,87 23,67 48,99 17,29 45,27 125,71 1.434,94 Areal Penangkapan Sungai Luas Prod (Ton) (Ha) 7 8 0,81 0,18 2,50 1,60 3,60 0,99 2,50 1,50 3,20 0,50 0,50 0,40 0,60 0,50 1,70 0,44 1,21 0,70 0,23 0,50 2,10 26,26 1,80 0,10 1,21 1,84 1,80 0,88 1,77 1,82 2,11 0,78 0,89 0,35 0,20 1,67 0,90 0,99 0,25 0,61 0,02 0,27 0,99 20,35

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah

Sumber Data : BPS Tana Toraja

b. Kehutanan Kabupaten Toraja Utara memiliki luas hutan sekitar 36.577 ha , yang tersebar di semua kecamatan yang ada sebagaimana tersaji dalam table 25 dibawah ini ;

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.26

Tabel 25 Luas Hutan di Kabupaten Toraja Utara Dirinci Per Kecamatan Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan 2 Sesean Rindingallo Rantepao Nanggala Sadan Buntao Sopai Tikala Balusu Tallunglipu Dende Piongan Napo Buntu Pepasan Baruppu Kesu Tondon Bangkelekila Rantebua Sesean Suloara Kapala Pitu Awan Rantekarua Sanggalangi Jumlah Sumber : BPS Tana Toraja c. Pertambangan Wilayah Kabupaten Toraja Utara sebagai salah satu obyek kegiatan eksploritas sumberdaya mineral telah ditemukan berbagai jenis bahan galian, antara lain ; logam besi, bahan galian industrimemil ( ziolit, marmer, toseki, tras, kaolin, barit, dan pasir kuarsa ), bahan galian bangunan ( granit, batugamping, pasir, kerikil, bongkah batuan ). Dan berdasarkan hasil pemetaan jenis bahan galian tersebut memiliki harapan untuk dikembangkan, cadangan masih bersifat indikasi yang masih memerlukan tindak lanjut. Sedangkan jenis bahan galian memungkinkan untuk diinvestasikan, anta lain : a) Ziolit yang terindikasi sekitar 600.000.000 m3 dan tersebar di Kecamatan Sesean, Sadan dan Balusu. b) Kaolin yang terindikasi jutaanm3 dengan tebal singkapan 4 (empat) meter dan terdapat di Kecmatan Sadan dan Tondon, c) Barit yang terindikasi jutaan m3 dan terdapat di Kecamatan Sadan dan Tondon, Luas Hutan (Ha) 3 875,00 2.704,00 120,00 3.291,00 1.200,00 2.554,00 350,00 200,00 730,00 2.067,00 4.990,00 8.802,00 802,00 321,00 441,00 1.978,00 214,00 2.486,00 2.398,00 54,00 36.577,00 Keterangan 4

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.27

d) Pasir Kuarsa yang terindikasi jutaan m3 dan terdapat di Kecamatan Kesu dan Sanggalangi, e) Pasir, Kerikil dan Bongkah Batu, merupakan endapan alluvial sungai, dan bahan tambang galian C ini tersebar dihampir semua kecamatan yang ada. d. Sumber Daya Air Kabupaten Toraja Utara merupakan hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sadan yang bermuara di Selat Makassar Kabupaten Pinrang, dan sangat sarat dengan sungai-sungai kecil. Sungai-sungai tersebut merupakan sumber mata air untuk berbagai keperluan, antara lain air minum, irigasi / pengairan, industry dan kebutuhan domestic lainnya, dengan debit rata-rata aliran sungai Sadan sekitar 21,93 m3/detik. Dan untuk menjaga agar sumberdaya air yang berasal dari sungai Sadan ini, maka pada bagian hulu sungai terus diupayakan untuk dijaga kelestarian hutan melalaui pengelolaan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat secara aktif didalamnya, utamanya dalam menjaga kelestarian hutan dibagian hulu sungai. 2.5 INFRA STRUKTUR

a. Perhubungan Darat Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.Kegiatan pembangunan yang semakin

meningkat menuntut adanya transportasi untuk menunjang mobilitas penduduk serta kelancaran distribusi barang dan jasa dari dan kesuatu daerah. Panjang jalan di Kabupaten Toraja Utara hingga akhir tahun 2008 mencapai 1.425,17 km, yang terbagi atas jalan beraspal, jalan berkerikil, dan jalan tanah, sedangkan kondisi jalan dan kelas jalan yang ada secara rinci dapat dilihat pada table 26 dibawah ini. Tabel 26. Panjang Jalan Menurut Keadaan Jalan di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 Keadaan Jalan 2 Jenis Permukaan a. Diaspal b. Kerikil c. Tanah Jumlah Tahun 2008 3 Keterangan 4

343, 24 402,41 679,52 1.425,17

Dalam Km

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.28

Kondisi Jalan a. Baik b. Sedang c. Rusak d. Rusak Berat Jumlah Sumber Data : BPS Tana Toraja

292,11 502,03 462,51 1.256,65

Dalam Km

Sedangkan untuk kelancaran mobilitas, baik manusia, barang maupun jasa diperlukan sarana angkutan darat, baik kendaraan roda 4 (empat) maupun roda 2 (dua).Jumlah kendaraan bermotor hingga akhir tahun 2009 di daerah ini dapat dilihat pada table 27 dibawah ini. Tabel 27. Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan Di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 Jenis Kendaraan 2 Kendaraan Khusus Mobil Penumpang Mobil Beban / Truk Mobil Bus Sepeda Motor Jumlah Sumber Data : BPS Tana Toraja Untuk menunjang kelancaran mobilitas penumpang, baik antar wilayah dalam Kabupaten Toraja Utara maupun antar kabupaten, maka telah tersedia 1 (satu) buah terminal induk yang berlokasi di Kecamatan Tallunglipu. Tahun 2008 3 17 781 413 59 5.636 6.906 Keterangan 4

b. Pos dan Telekomunikasi Jumlah sarana kantor pos yang ada di Kabupaten Toraja Utara hingga akhir tahun 2009 sebanyak 3 (tiga) unit, yang terdiri dari 1 (satu) unit Kantor Pos Cabang yang terletak di Kota Rantepao, dan 2 (dua) unit Kantor Pos Pembantu yang terdapat di Pangalla Kecamatan Rinding Allo dan Pangli Kecamatan Sesean. Jaringan ( pelanggan ) telepon yang dikelola oleh PT.Telkom didaerah hingga akhir tahun 2009 sekitar 3.309 pelanggan, warung telekomunikasi ( Wartel ) sekitar 78 buah, dan telepon umum ( coin ) sebanyak 10 buah. Sedangkan pengelola telepon

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.29

seluler ( operator ) yang telah beroperasi didaerah ini sebanyak 3 ( tiga ) buah, yaitu Telkomsel, Indosat dan Excelindo. c. Air Minum Mengingat keterbatasan jaringan air minum yang disediakan oleh pihak PDAM, maka belum semua penduduk didaerah ini dapat terlayani dalam penyediaan bersih khususnya yang diperuntukan untuk air minum, sehingga masih banyak penduduk yang memanfaatkan air sungai, air sumur ( bawah tanah ), dan air hujan untuk keperluan sehari-hari. Hingga akhir tahun 2009 baru sekitar 5.212 rumah

tangga yang terlayani, dan sisanya dilayani melalui hidran umum sebanyak 99 unit yang tersebar dibeberapa kecamatan, dan untuk jelasnya dapat dilihat pada table 28 berikut : Tabel 28. Banyaknya Pelanggan PDAM di Kabupaten Toraja Utara Tahun 2009 No 1 1 2 3 4 5 6 Jenis Pelanggan 2 Rumah Tangga Toko Niaga Industri Hidran Umum Sosial Jumlah Sumber Data : PDAM Tana Toraja d. Listrik Hingga akhir tahun 2009, kapasitas daya terpasang (VA) listrik yang diusahakan oleh PT. PLN didaerah ini baru sekitar 3.371 KW dengan sekitar 20.674 pelanggan, yang rinciaannya seperti tertera pada table 29 dibawah ini. Banyaknya Pelanggan 3 5.212 399 10 1 99 228 5.949 Keterangan 4

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.30

Tabel 29. Banyaknya Pelanggan Listrik PLN No 1 1 2 3 4 Jenis Pelanggan 2 Rumah Tangga Biasa ( S.1) Badan Sosial (S.2) Badan Sosial (S.3) Rumah Tangga Sederhana - R.1 Daya 450 VA - R.1 Daya 900 VA - R.1 Daya 1.300 VA - R.1 Daya 2.200 VA Usaha Kecil ( 2.200 VA ) Usaha Kecil ( 2.201 s/d 200.200 VA ) Industri Kecil Industri Sedang Kantor Pemerintah Penerangan Jalan Jumlah Sumber Data : PLN Makale Jumlah Pelanggan 3 806 15.647 8.324 602 97 938 105 1 2 59 15 26.596

5 6 7 8 9 10

Bagi masyarakat yang bermukim diwilayah pedesaan / terpencil dan belum terjangkau listrik PLN telah dibangun Turbin Desa dengan memanfaatkan air sungai yang ada sebagaimana tertera dalam table 30 dibawah ini. Tabel 30. Lokasi Turbin Desa, Daya dan Jumlah Pelanggan No 1 1 2 3 4 5 6 Kecamatan 2 Baruppu ( 8 lokasi ) Rinding Allo ( 3 lokasi ) Sadan ( 3 lokasi ) Rantebua ( 1 lokasi ) Sesean ( 1 lokasi ) Nanggala ( 1 lokasi ) Jumlah Sumber Data : BPS Tana Toraja Daya ( Kw ) 3 127 130 45 20 15 15 352 Pelanggan ( KK ) 4 754 489 207 80 80 70 1.680

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.31

BAB III. VISI, MISI, STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2010 - 2015
1. Visi Pembangunan Daerah Dengan memperhatikan berbagai kondisi, potensi sumberdaya alam,

perkembangan perekonomian daerah, tingkat kesejahteraan social dan budaya masyarakat serta tantangan dmasyarakat, social ekonomi dan budaya masyarakat, sumberdaya manusia yang tersedia, tantangan dan permasalahan pembangunan yang ada serta memperhatikan perkembangan lingkungan, baik intern maupun ekstern, maka tiba pada suatu kesimpulan, bahwa visi pembangunan Kabupaten Toraja Utara bila kelak kami diberi amanat dan kepercayaan oleh masyarakat Toraja Utara untuk memimpin Kabupaten Toraja Utara ini lima tahun kedepan ( 2010-2015 ) dirumuskan sebagai berikut : terwujunya kabupaten Toraja Utara menjadi daerah yang Cerdas, Sehat, Sejahtera, Berbudaya dan Beriman Visi tersebut diatas, akan memberikan arah kebijakan yang ditempuh dan mungkin bisa dicapai dalam kurun waktu tertentu. Visi tersebut juga memberikan

gambaran, keinginan serta harapan dan sekaligus merupakan suatu kewajiban bagi seluruh masyarakat Toraja Utara untuk terus memberikan yang terbaik bagi pelaksanaan pembangunan daerah, dengan demikian tujuan untuk mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh tanpa kecuali dengan cepat dapat terwujud. Uraian visi : - Kabupaten Cerdas, adalah kemampuan riil atau nyata akan kesigapan pemerintah dan masyarakatnya dalam melihat permasalahan pembangunan daerah, untuk kemudian bersama-sama mencari solusi pemecahannya secara cepat dan tepat dengan mengedepankan obyektifitas berdasarkan nalar / rasio dan akal sehat, dan ini hanya dapat terwujud melalui kegiatan pendidikan yang memadai dan dapat dinikmati/dijangkau oleh seluruh masyarakat tanpa kecuali. - Kabupaten Sehat, hidup sehat, baik fisik maupun psikis adalah hak dasar yang harus dimliki oleh setiap masyarakat di Kabupaten Toraja Utara karena terkait erat dengan kecepatan daya pikir dan peningkatan kinerja, oleh karena itu semua aspek yang terkait dengan prasyarat hidup sehat menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menyediakannya secara layak, termasuk lingkungan yang sehat. - Kabupaten Sejahtera, adalah suatu kondisi dimana tingkat pemenuhan kebutuhan hidup dapat direalisasikan, dan secara tidak langsung mengarah kepada
Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.32

kemandirian yang berkesinambungan, sehingga mampu berdaya saing. Oleh karena itu pemerintah daerah bersama seluruh komponen masyarakat yang ada berkewajiban untuk mewujudkannya melalui program dan kegiatan pembangunan yang disusun secara terencana sesuai dengan tahapan-tahapan yang ada. - Kabupaten Berbudaya, budaya adalah bagian dari keseharian masyarakat Toraja Utara atau dengan perkataan lain masyarakat Toraja Utara tidak dapat dipisahkan dari budayanya, oleh karena itu budaya daerah harus terus dijaga dan dilestarikan. Demikian halna dalam pelaksanaan pembangunan aspek budaya harus dijadikan salah satu pilar atau acuan dalam pelaksanaannya sehingga hasil pembangunan dapat diterima dan nikmati oleh seluruh komponen masyarakat yang ada. - Kabupaten Beriman, adalah kondisi dimana masyarakat Toraja Utara yang relegius dan memiliki toleransi tinggi antar pemeluk agama, sehingga diharapkan kualitas moral dan spiritual menjadi modal utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah, oleh karena itu menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk melindungi semua pemeluk agama didaerah ini dalam menjalankan keyakinannya masing dengan tenang dan khusuk. 2. Misi Pembangunan Daerah Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan daerah tersebut, maka ditetapkan misi yang harus diemban dan dilaksanakan sesuai visi tersebut diatas. Adapun misi dimaksud adalah sebagai berikut : a. Menyelenggarakan pemerintahan yang efisien, efektif, bersih, akuntabel, responsif dan demokratis dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat secara prima, b. Merobah pola piker dan perilaku aparatur daerah agar tidak terbelenggu dalam rutinitas defensive dan mendorong kreatifitas serta kemampuan inofatif aparat, c. Meningkatkan pelaksanaan koordinasi dalam rangka perumusan kebijakan guna kelancaran pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, d. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa seta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan, e. Meningkatkan pertumbuhan perekonomian rakyat dengan mendorong secara sungguh-sungguh simpul-simpul ekonomi rakyat, utamanya di sektor pertanian, industri, perdagangan dan jasa, usaha kecil dan koperasi, pertambangan skala kecil serta pariwisata yang didukung infrastruktur yang memadai,

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.33

f. Membuka akses pada daerah terpencil dan terisolir guna kelancaran arus manusia, barang, dan jasa guna mendorong bergeraknya roda perekonomian di wilayah

perdesaan, g. Mewujudkan kawasan perkotaan dan perdesaan yang sehat dan memarik untuk kegiatan ekonomi dan social budaya melalui gerakan masyarakat, h. Meningkatkan sumber-sumber pendanaan dan ketepatan alokasi investasi

pembangunan melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja, i. Mengembangkan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan dalam proses

pembangunan dengan mengimplementasikan paradigm masyarakat membangun, j. Mengembangkan paham kebangsaan dan mendorong berkembangnnya kehidupan beragama guna mewujudkan rasa aman dan ketentraman masyarakat, k. Melanjutkan dan menyempurnakan program dan kegiatan pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya. 3. Kerangka Strategi dan Program Pembangunan Daerah

3.1. Kerangka Strategi


Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah tersebut diatas, diperlukan kerangka strategi agar proses mewujudkan visi dan misi dimaksud dapat lebih terarah, yaitu dengan memadukan secara harmonis penyelenggarakan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan ditopang 2 (dua) pilar hasil pelaksanaan tugas pemerintahan yang baik dan pelayanan kepada masyarakat khususnya dengan dilibatkannya secara aktif dalam tatanan sosial yang berkeadilan, maka penyelenggaraan tugas pembangunan dengan program-program prioritas dan terarah diharapkan dapat mencapai atau mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah yang telah ditetapkan. Adapun penyelenggaraan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Penyelenggaraan tugas pemerintahan yang diorientasikan pada : a. Dikembangkannya kepemimpinan dialogis di setiap tingkatan. Kepemimpinan dialogis merupakan pengejawantahan dari sifat kepemimpinan demokratis, dimana pemimpin harus dapat membimbing, melindungi dan mencukupi/membantu, yang berarti bersikap terbuka dan tanggap terhadap

tuntutan dan aspirasi serta keluhan masyarakat. b. Terjalin dan terbinanya hubungan kekuasaan yang proporsional, konstruktif dan harmonis.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.34

Bahwa sumbu-sumbu kekuasaan (eksekutif, legislatif dan yudikatif) harus terkoordinasikan dalam suatu misiuntuk mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraannya masyarakat, serta komitmennya dalam pemberantasan KKN, dimana hubungan kekuasaan tersebut harus berjalan secara proporsional dan konstruktif dengan menghindari adanya tindakan saling intervensi kewenangan. c. Reorientasi dan revitalisasi pelayanan kepada masyarakat. Dalam rangka menciptakan pelayanan prima kepada masyarakat, maka perlu dilakukan perubahan sikap mental aparat/birokrat dari penguasa menjadi pelayan atau abdi masyarakat.Profesionalitas birokrasi harus diarahkan untuk melayani masyarakat.Pengelolaan kekayaan daerah harus dilakukan secara transparan, bersih dan bebas dari penyalahgunaan kekuasaan.Namun demikian,

kesejahteraan pegawai negeri perlu mendapat perhatian guna menciptakan aparatur yang bebas dari KKN, bertanggung jawab, profesional, produktif, responsif dan efisien. d. Penyiapan sumberdaya manusia / SDM yang berkualitas dan perangkat lunak yang efektif. Dengan adanya tekad mewujudkan otonomi yang luas dan utuh pada daerah kabupaten/kota, maka tantangan dan permasalahan pembangunan akan berada ditingkat kabupaten/kota. Untuk itu, kabupaten/kota harus segera menyiapkan sumberdaya manusia yang memadai khususnya dari sisi kualitasnya sampai dengan tingkat desa/kelurahan. Demikian pula perangkat lunak khususnya yang berupa produk-produk peraturan daerah yang masih bersifat sentralistik / top down perlu segera ditinjau dan ditata kembali untuk mewujudkan pemberdayaan rakyat secara nyata. e. Mendorong berkembangnya jiwa kewirausahaan di kalangan aparatur pemerintah daerah (reinventing government). Dengan memperhatikan bahwa kehidupan perekonomian menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan di dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka di dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan perlu dilandasi pula dengan jiwa kewirausahaan. Dengan demikian tugas pemerintah daerah tidak hanya siap untuk membelanjakan, akan tetapi harus berupaya keras di dalam me-manage sumber-sumber pembiayaan pembangunan dengan prinsip ekonomi tanpa mengabaikan fungsi sosialnya. f. Mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Reformasi telah melahirkan tuntutan masyarakat agar penyelenggaraan

pemerintahan , pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat harus dilaksanakan secara transparan dalam arti mementingkan pertanggungjawaban
Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.35

terhadap publik / masyarakat luas. Sedangkan akuntabilitas adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan misisuatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2) Penyelenggaraan tugas pelayanan kepada masyarakat yang diorientasikan pada : a. Penguatan Lembaga-Lembaga Kemasyarakatan. Bahwa pengembangan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di

perdesaan maupun perkotaan seperti BPD, PKK, Dasa Wisma, LSM, lembagalembaga perkoperasian dan perekonomian masyarakat perdesaan, diharapkan mampu mengambil peran yang lebih besar dalam proses pembangunan. b. Berkepihakan kepada masyarakat lemah / miskin. Bahwa kesempatan yang muncul dari ekonomi yang terbuka hanya dapat dimanfaatkan oleh golongan ekonomi yang lebih siap dan maju. Perbedaan dalam hal pemanfaatan kesempatan ini akan mendorong munculnya perbedaan tingkat kemajuan. Ketidaksamaan dalam mendapatkan kesempatan akan menyebabkan timbulnya masalah pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan. Dalam

menghadapi masalah seperti ini, pemerintah harus memberi perhatian khusus kepada golongan ekonomi yang masih tertinggal. Perhatian khusus itu dapat diwujudkan melalui langkah-langkah strategis yang langsung memperluas akses rakyat kepada sumber daya pembangunan dan penciptaan peluang yang seluasluasnya bagi masyarakat di lapisan bawah untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. Pemihakan dapat pula diwujudkan melalui penyempurnaan mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang lebih diarahkan untuk

pembangunan sarana dan prasarana guna mendorong pengembangan kegiatan sosial ekonomi rakyat. c. Penyadaran kode etik usaha. Untuk memacu arus modal masuk ke daerah, maka perlu segera

dimasyarakatkan kode etik usaha yang kondusif dan menarik bagi para pemodal dari dalam maupun luar negeri.Disamping itu, perlu pula digalakkan program kemitraan dan kebersamaan antara pihak yang sudah maju dengan pihak yang belum berkembang.Praktik-praktik monopoli, oligopoli dan praktik perdagangan yang memberatkan rakyat perkotaan maupun perdesaan seperti sistem ijon, rentenir, dan sebagainya harus dihapuskan. d. Pengembangan iklim dan pola-pola kemitraan. Dalam rangka memacu tumbuh dan berkembangnya perekonomian rakyat maka perlu dikembangkan adanya bentuk usaha bersama melalui pendekatan kelompok.Kegiatan sosial ekonomi yang dikembangkan oleh kelompok penduduk
Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.36

diharapkan dapat mendorong kemandirian yang berkelanjutan.Sejalan dengan hal tersebut, perlu dikembangkan pula pola kemitraan antara pihak / golongan yang sudah maju dengan golongan masih belum berkembang melalui program pemagangan, bapak angkat dan sebagainya. e. Reposisi masyarakat sebagai pemilik pembangunan. Bahwa masyarakat disamping sebagai obyek juga sebagai subyek pembangunan. Oleh karenanya pelaksanaan pembangunan bukan monopolinya pemerintah, akan tetapi juga menjadi milik masyarakat. Dalam kaitan ini masyarakat harus dilibatkan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan bahkan sampai pengevaluasian terhadap pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, maka masyarakat akan merasa memiliki hasil-hasil pembangunan itu sendiri. Hal ini, akan menimbulkan kesadaran dan rasa tanggung jawab masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan hasil pembangunan yang telah dicapai. f. Pengembangan paham kebangsaan dan kehidupan yang religius / agamis. Bahwa paham nasionalisme/ kebangsaan perlu dijadikan acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk pula dalam penyusunan kebijakan, perencanaan, dan pelaksanaan pembangunan yang ditujukan untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Demikian pula norma-norma agama harus menjadi acuan dalam kehidupan bermasyarakat.Praktik memegang peranan sentral dalam membangun karakter beragama dan

bangsa

masyarakat.Disamping itu, peran agama sebagai landasan moral dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu diletakkan dalam posisi yang strategis. g. Membuka akses informasi. Dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang didukung oleh berbagai sektor, maka diperlukan adanya suatu koordinasi dan networking yang optimal.Sehubungan dengan hal tersebut, dan terlebih-lebih pada era globalisasi ini, maka informasi yang menjadi suatu hal yang sangat strategis oleh karenanya pemerintah harus memberikan fasilitas adanya pusat dan jaringan sistem informasi yang dapat menopang pelaksanaan pembangunan disegala bidang. 3) Penyelenggaraan tugas pembangunan Disamping tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, faktor lain yang harus diperhatikan adalah penyelenggaraan tugas pembangunan yang lebih terarah, meliputi: a. bottom up dan local planning. Partisipasi berarti perencanaan pembangunan daerah diselenggarakan dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah maupun masyarakat seperti perangkat
Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.37

daerah / desa, lembaga-lembaga kemayarakatan, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga-lembaga perekonomian / perkoperasian, lembaga legislatif, dan masyarakat luas.Sedangkan bottom up dan local planning berarti rencana program pembangunan daerah benar-benar datang/ disusun dari bawah yaitu masyarakat dan berdasarkan pada kondisi serta kebutuhan nyata di lapangan.

b. Penajaman prioritas pembangunan. Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari pelaksanaan

pembangunan yang didukung dengan pembiayaan yang terbatas, maka perlu dilakukan upaya penajaman prioritas agar kegiatan pembangunan benar-benar terarah pada penyelesaian permasalahan mendesak yang dihadapi oleh masyarakat. Disamping itu, perlu diwujudkan pula keserasian dan keterpaduan pembangunan baik antar sektor, antar daerah, antar desa dan kota, antar pelaku pembangunan, serta antar program daerah dan program pusat. Dengan demikian akan terjadi suatu sinergitas dari seluruh program diberbagai aspek yang kesemuanya diarahkan pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Upaya penajaman prioritas dan keterpaduan program pembangunan pada proses perencanaan pembangunan daerah harus didukung oleh data dan informasi yang akurat.

3.2. Program Pembangunan Daerah


(1) Program Pembangunan Pendidikan, Kesehatan dan Sosial Budaya
Pembangunan bidang pendidikan dilaksanakan dalam rangka peningkatan kecerdasan dan ketrampilan sumberdaya manusia serta memegang peranan penting dalam proses pembangunan daerah, oleh karena itu peningkatan kualitas pendidikan akan menjadi perhatian utama dalam pembangunan pendidikan diderah. Sedangkan pembangunan bidang kesehatan dan sosial budaya dilaksanakan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat untuk

meningkatkan usia harapan hidup terutama diarahkan bagi peningkatan perlindungan kesehatan bagi penduduk miskin melalui pemberian fasilitas kemudahan bagi penduduk miskin untuk mengakses pelayanan kesehatan. Di samping itu, dari sisi kesejahteraan sosial diarahkan dalam rangka

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.38

perlindungan bagi keluarga miskin melalui penurunan beban pengeluaran keluarga miskin dengan berbagai treatment yang menyentuh langsung kebutuhan pokok keluarga miskin. Sebagaimana bidang pendidikan, pembangunan bidang kesehatan dan sosial budaya juga memiliki kedudukan yang strategis. Seiring dengan perubahan paradigma pembangunan manusia, pembangunan kesehatan memiliki kedudukan yang sangat strategis karena kesehatan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan kualitas manusia. Sedangkan melalui pembangunan kesejahteraan sosial akan memberi perlindungan dan advokasi kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial terutama keluarga miskin melalui pemenuhan kebutuhan hidup pokoknya karena pemenuhan kebutuhan hidup pokok tidak dapat menunggu sampai keluarga miskin tersebut dapat dientaskan dan secara mandiri dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Upaya pengurangan beban pengeluaran keluarga miskin melalui pemberian bantuan kebutuhan hidup pokok yang dilakukan secara simultan bersamaan dengan berbagai upaya pengentasan dan penanggulangan kemiskinan diharapkan dapat mempercepat upaya penangggulangan kemiskinan atau setidaknya sedikit mencegah agar kondisi keluarga miskin tidak menjadi semakin parah yang dikhawatirkan akan menurunkan keturunan yang lemah sehingga akan mewarisi kemiskinannya. Pembangunan bidang kesehatan dan sosial budaya terutama diarahkan bagi terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera.

(2) Program Pembangunan Ekonomi Kerakyatan


Pembangunan ekonomi meliputi bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan, bidang perikanan dan peternakan, bidang perindustrian dan perdagangan, bidang perkoperasian dan usaha kecil menengah, bidang penanaman modal, bidang ketenagakerjaan, bidang pertambangan, serta bidang kepariwisataan. Pembangunan ekonomi terutama diarahkan dalam rangka peningkatan daya beli masyarakat melalui peningkatan pendapatan perkapita masyarakat. Untuk itu, maka perlu terus dilakukan upaya-upaya dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan produktivitas seluruh sektor ekonomi. Meskipun demikian, pembangunan ekonomi tidak sematamata diorientasikan pada pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kurang berarti bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila tidak diiringi dengan pemerataan pendapatan.
Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.39

Dalam rangka meningkatkan pemerataan pendapatan maka pembangunan ekonomi terutama diarahkan pada peningkatan produktivitas dan

pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Di samping itu, demi menjamin keberlanjutan petumbuhan ekonomi maka perlu terus diupayakan pergeseran struktur ekonomi yang selama ini masih bertumpu pada sektor pertanian agar dapat terus bergeser ke sektor sekunder dan tersier atau industri dan jasa karena produksi dan produktivitas pertanian pada suatu saat tidak akan dapat ditingkatkan lagi akibat keterbatasan atau bahkan penurunan ketersediaan lahan serta karena kejenuhan input. Untuk itu, maka upaya-upaya pengembangan kegiatan ekonomi di sektor industri dan jasa perlu terus ditingkatkan. Meskipun demikian, pembangunan pertanian juga perlu terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan produksi dan

produktivitasnya mengingat peran pertanian yang sangat besar dalam perekonomian daerah karena memberikan kontribusi terbesar dalam PDRB maupun dalam penyerapan tenaga kerja.

(3) Program Pembangunan Perdesaan


Adanya disparitas antar wilayah khususnya antara wilayah perdesaan dan perkotaan sebagai konsekuensi dari perbedaan kapasitas dan potensi serta karakteristik antar wilayah yang meliputi kondisi geografis, agroekologi, sosial, ekonomi, demografis, kondisi infrastruktur, serta kondisi alamiah lainnya membutuhkan adanya sinergi dalam pembangunan antar wilayah sehingga kesenjangan antar wilayah dapat dijembatani. Ketimpangan yang terlalu jauh antara wilayah perdesaan khususnya yang relatif terpencil dengan wilayah perkotaan apabila tidak segera diatasi dan diberikan perhatian khusus akan menyebabkan kesenjangan kualitas kehidupan masyarakat yang semakin tajam antara masyarakat perdesaan dan perkotaan yang di samping tidak sejalan dengan rasa keadilan juga akan menimbulkan permasalahan yang semakin kompleks dikemudian hari. Wilayah perdesaan yang merupakan bagian terbesar dari seluruh wilayah kabupaten merupakan barometer keberhasilan pembangunan, artinya pembangunan dapat dikatakan berhasil apabila kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat perdesaan telah berhasil ditingkatkan.

(4) Dukungan Program-Program Pembangunan Lainnya secara Sinergis/


Terpadu Permasalahan pembangunan merupakan permasalahan yang multi kompleks dan menyangkut berbagai aspek kehidupan,dan oleh karena itu tidak dapat diatasi melalui pembangunan satu bidang atau sektor maupun program, melainkan harus didukung oleh
Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.40

berbagai bidang, program, dan kegiatan pembangunan secara simultan dan bersinergi. Di samping itu, adanya keterbatasan sumberdaya pembangunan terutama yang berupa dana mengharuskan adanya peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pembangunan. Untuk dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pembangunan disamping diperlukan adanya ketepatan alokasi investasi pembangunan juga harus dihindari adanya overlapping, duplikasi, atau bahkan kontradiksi dalam pelaksanaan kebijakan, program, atau kegiatan pembangunan dalam satu bidang maupun antara bidang pembangunan. Sebaliknya dibutuhkan adanya keterpaduan dan sinergi antar kebijakan, program, dan kegiatan maupun antar bidang pembangunan.

BAB. IV. ASPEK SPASIAL DALAM PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN KABUPATEN TORAJA UTARA

4.1.

Zonasi Wilayah Pengembangan Komoditas


Zonasi pengembangan komoditas unggulan dilakukan berdasarkan analisis

kesusuain lahan dan ketersedian lahan, dukungan infrastruktur, hirarki kawasan. Penetapan pusat kawasan pengembangan komoditas unggulan dilakukan dengan mengunakan analisis penentuan lokasi kemudian di-plot pada peta untuk penyajian secara spasial. Untuk pengembangan Kopipada dasarnya Kabupaten Toraja Utara mampu menunjang kegiatan budidaya, dimana daerah-daerah bukit dan gunung dengan kondisi yang relatif tenang, sangat potensial untuk pengembangan budidaya kopi. Metode budidaya dapat dipilih berdasarkan kondisi fisik pegunungan yaitu metode dasar (sesuai untuk wilayah pegunungan dengan dasar berbatu. Pengembangan komoditas Kopisebagai produk unggulan Kabupaten Toraja Utaraakan dilaksanakan di sentra pengembangan budidaya Kopi, yaitu: Kecamatan Buntupepasan, Kecamatan Bangkelekila, Kecamatan Sadan dan Kecamatan Rantebua.

4.2.

Kondisi Jaringan Jalan/Transportasi dan Infrastruktur Lainnya, di Zonasi Pengembangan


Sistem jaringan jalan sekunder merupakan jalan kolektor yang menghubungkan

ibukota

Kabupaten

Toraja

Utara

dengan

ibukota

kecamatan

antara lain Buntupepasan, Bangkelekila, Kabaena, Sadan, Rantebua, jaringan jalan lokal yang menghubungkan antar desa-desa yang ada.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.41

4.3.

Profil Kecamatan Lokasi Pengembangan PRUKAB Kecamatan Buntu pepasan


Kecamatan Buntu Pepasan merupakan salah satu kecamatan induk di

4.3..1.

Kabupaten Toraja Utara, Kecamatan Buntupepasan disebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Baruppu, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kapalapitu, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sadan, serta sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Rindingallo. Total jumlah penduduk Kecamatan Buntu pepasan tahun 2009 sebanyak 8.630jiwa dan luas wilayah sekitar 101,68km, dengan kepadatan penduduk 139 jiwa/km. Kecamatan Buntu pepasan terdiri dari 1 kelurahan dan 12 desa/lembang. Penduduk Kecamatan Buntu Pepasanumumnya bermata pencaharian sebagai petani, dalam hal ini budidaya kopi. Jumlah produksi kopi tahun 2009 yang mencapai 372Ton dengan luas areal 1,55 Ha untuk kopi arabikadan 31 Ton untuk kopi rebusta dengan luas areal 95,00 Ha dengan Jumlah Petani yang mencapai 2577orang. Gambaran umum mengenai kondisi sosial masyarakat Kecamatan Buntu Pepasan, di tinjau dari sektor pendidikan maupun sektor lainya. Sektor pendidikan di Kecamatan Buntu pepasan yaitu, terdapat 5 sekolah taman kanak-kanak dengan jumlah guru 10 guru dan 133 murid. Sedangkan untuk sekolah Dasar Negeri terdapat 12 SD dengan jumlah guru 133 orang dan jumlah murid 2.991 orang. Keadaan infrastrukur transportasi seperti jalan desa, jalan antar desa, dan jembatan, Kecamatan Buntu pepasan memiliki jalan kabupaten, dari seluruh jalan tersebut merupakan jalan yang telah diaspal. Dilihat dari banyaknya alat transportasi di Kecamatan Buntu pepasan, terdapat 31 buah mobil. Sedangkan alat transportasi yang lain masih sangat terbatas baik yang menghubungkan antar desa maupun desa dengan ibukota Kabupaten Toraja Utara, umumnya masyarakat masih mengandalkan jasa ojek.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.42

Peta Kecamatan Buntu Pepasan

4.3.2. Kecamatan Sadan


Kecamatan Sadanterdiri dari 8 desa/lembang dan 2 kelurahan dengan luas wilayah yakni 80,00km dengan prosentase terhadap kabupaten adalah 6,58 persen. Sebelah utara berbatasan dengan kabuten Luwu Utara sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Bangkelekila sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Luwu dan sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Buntupepasan. Penduduk Kecamatan Sadanumumnya bermata pencaharian sebagai petani, dalam hal ini budidaya kopi. Jumlah produksi kopi tahun 2009 yang mencapai 112Ton dengan luas areal 499,00 Ha untuk kopi arabikadan 80 Ton untuk kopi rebusta dengan luas areal 197,00 Ha dengan Jumlah Petani yang mencapai 1429 orang. Keadaan infrastrukur Transportasi seperti jalan desa, jalan antar desa, dan jembatan, memiliki jalan sepanjang 5,3 km, dari sebagian jalan tersebut, merupakan jalan yang sudahdan belum diaspal. Sedangkan alat transportasi masih sangat terbatas baik yang menghubungkan antar desa maupun desa dengan ibukota Kabupaten Toraja Utara, umumnya masyarakat masih mengandalkan jasa angkutan mobil angkutan dan ojek.
Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.43

Peta Kecamatan Kepulauan Sadan

4.3.3. Kecamatan Bangkelekila


Kecamatan Bangkelekila sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sadan, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Sesean sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Balusu, serta di sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sesean Suloara. Luas wilayah Kecamatan Bangkelekila 35,50 Km terdiri dari Empat desa/lembang. Jumlah Penduduk Kecamatan Bangkelekilatahun 2009 sebanyak 5,805 jiwa menempati luas wilayah 35,50 km, sehingga kepadatan penduduknya adalah 164 jiwa per kilometer persegi. Penduduk Kecamatan Bangkelekilau umumnya bermata-pencaharian sebagai petani. Jumlah produksi kopi tahun 2009 yang mencapai 88Ton dengan luas areal 306,00 Ha untuk kopi arabikadan 28 Ton untuk kopi rebusta dengan luas areal 65,00 Ha dengan Jumlah Petani yang mencapai 1020 orang.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.44

Peta Kecamatan Bangkelekila

4.3.4.

Kecamatan Rantebua
Kecamatan Rantebua terdiri dari dua kelurahan dan lima desa/lembang. Luas

keseluruhan Kecamatan Rantebua adalah 39,43 km2. Desa yang mempunyai wilayah terluas adalah Desa Rahantari, yaitu 133,78 Km2 atau 11,01 persen dari luas keseluruhan Kabupaten Toraja Utara. Kecamatan berbatasan dengan Rantebua di sebelah utara

Kecamatan Nanggala, sebelah selatan dan timur berbatasan

dengan Kabupaten Luwu, dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja. Berdasarkan hasil sensus penduduk 2009, jumlah penduduk di Kecamatan Rantebua berjumlah 9.387 yang terdiri dari 4.909 orang laki-laki dan 4.478 orang perempuan. Kepadatan penduduk di Kecamatan Rantebua adalah 92 penduduk per km.Penduduk Kecamatan Rantebua umumnya bermata-pencaharian sebagai petani. Jumlah produksi kopi tahun 2009 yang mencapai 28Ton dengan luas areal 107,00 Ha untuk kopi arabikadan 32 Ton untuk kopi rebusta dengan luas areal 121,00 Ha dengan Jumlah Petani yang mencapai 603 orang.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.45

Peta Kecamatan Rantebua

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.46

BAB V. PERAN STAKEHOLDER DALAM PEMBIAYAAN PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN


Kegiatan Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah Swasta Tahun 2013 Rp. 15.000.000.000 Rp. 1.500.000.000 Rp. 800.000.000 Tahun 2014 Rp.16.000.000.000 Rp. 1.600.000.000 Rp. 900.000.000 Tahun 2015 Rp. 17.000.000.000 Rp. 1.700.000.000 Rp.1. 000.000.000

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.47

BAB VI. P E N U T U P
Demikian usulan kegiatan Pengembangan Komoditas KopiSebagai Produk Unggulan Kabupaten Toraja Utara tahun 2013 berbasis teknologi budidaya Kopiyang aplikatif bagi masyarakat, untuk menjadi bahan periksa dan atas perkenan permohonan ini kami ucapkan terima kasih.

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.48

RINCIAN ANGGARAN BIAYA (RAB)


Pengembangan Komoditas KopiSebagai Produk Unggulan Kabupaten Toraja Utara Tahun 2013
NO. 1 2 3 4 URAIAN Operasional Perkantoran Belanja Pengadaan Bibit Kopi Belanja Pengadaan Sarana Budidaya Kopi(Floaton) Bantuan Sarana Pengolahan Produk Kopi(Rintisan Klinik Kewirausahaan) JUMLAH BIAYA VOLUME 4 Ls 300.000 Kg 80 Paket 80 Paket HARGA SATUAN Kabupaten 10.0000 100.000.000 50.000.000 JUMLAH Kabupaten 3.000.000.000 8.000.000.000 4.000.000.000 15.000.000.000

---Terbilang : Lima Belas Milyar Rupiah---

Usulan Kegiatan PRUKAB Kabupaten Toraja Utara

Hal.49