Anda di halaman 1dari 3

BAB IV PEMBAHASAN

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk optimalisasi salah satu kegiatan dari Workplace Health Promotion (WHP) yaitu kegiatan edukasi dan motivasi karyawan terhadap pentingnya kebugaran fisik dan kontrol berat badan, dimana berdasarkan data Medical Check Up didapatkan bahwa penyakit penyakit yang berhubungan dengan kurangnya aktivitas fisik dan pola makan seperti hiperkolesterolemia, berat badan berlebih, hipertensi, diabetes mellitus, dan lain-lain mempunyai angka kejadian yang cukup tinggi pada pekerja di PT RAPP walaupun kegiatan program kebugaran fisik sudah berjalan. Maka dari itu, direncanakannya kegiatan pengisian kuesioner yang ditujukan kepada karyawan PT. RAPP untuk menilai tingkat pengetahuan dan sikap karyawan tentang pentingnya kebugaran fisik dan kontrol berat untuk mencegah terjadinya sindrom metabolik. Berdasarkan hasil kuesioner awal sebelum penyuluhan yang telah dikumpulkan oleh dokter muda didapatkan hasil bahwa 22 dari 30 orang responden (73,33%) memiliki pengetahuan yang baik tentang pentingnya kebugaran fisik dan kontrol berat badan. Oleh karena itu perlu diadakannya penyuluhan sebagai upaya untuk meningkatkan optimalisasi tingkat pengetahuan dan sikap karyawan. Menurut Sukmadinata pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni pendidikan, media, informasi, sosial budaya, lingkungan, pengalaman, dan usia.20 Penyuluhan merupakan salah satu bentuk proses perubahan sosial, ekonomi dan politik melalui proses belajar yang partisipatif. Menurut Van der Ban, penyuluhan merupakan sebuah intervensi sosial yang melibatkan penggunaan komunikasi informasi secara sadar untuk membantu masyarakat membentuk pendapat mereka sendiri dan mengambil keputusan dengan baik, sehingga untuk optimalisasi pengetahuan dan sikap karyawan PT.

36

37

RAPP mengenai pentingnya kebugaran fisik dan kontrol berat untuk mencegah terjadinya sindrom metabolik dapat digunakan metode penyuluhan.21 Penyuluhan dapat dilakukan dengan beberapa metode pendekatan yaitu pendekatan perorangan, kelompok dan massal. Dengan adanya keterbatasan waktu dan tempat dalam pengerjaan proyek ini metode yang digunakan adalah metode penyuluhan secara perorangan. Setelah penyuluhan, kuesioner kembali dibagikan kepada para karyawan PT RAPP untuk melihat apakah ada perubahan tingkat pengetahuan dan sikap tentang pentingnya kebugaran fisik dan kontrol berat badan. Dari hasil kuisioner yang telah dikumpulkan oleh dokter muda pada tanggal 10 Juli 2012 -11 Juli 2012 didapatkan tingkat pengetahuan tentang kebugaran fisik dari 30 karyawan PT. RAPP 83,33% (25 orang) termasuk dalam kategori baik, 16,67% (5 orang) termasuk dalam kategori sedang dan sikap karyawan tentang kebugaran fisik 73,33% (22 orang) termasuk dalam kategori baik, 23,67% (8 orang) termasuk dalam kategori sedang. Selanjutnya dari hasil tingkat pengetahuan tentang kontrol berat badan pada 30 karyawan 93,33% (28 orang) termasuk dalam kategori baik, 6,67% (2 orang) dalam kategori sedang dan sikap karyawan tentang kontrol berat badan yaitu 80% (24 orang) termasuk dalam kategori baik, 20% (6 orang) dalam kategori sedang. Hal ini berbeda dengan hasil kuusioner sebelumnya pada karyawan PT. RAPP di mana tingkat pengetahuan tentang kebugaran fisik dari 30 orang responden yang memiliki pengetahuan yang kurang 6,67%, kemudian 10% memiliki pengetahuan yang kurang tentang kontrol berat badan. Alternatif pemecahan masalah terhadap kurangnya pengetahuan dan sikap karyawan tentang kebugaran fisik dan kontrol berat badan adalah dengan merekomendasikan diadakannya suatu kegiatan kebugaran fisik dan kontrol berat badan pada program workplace health promotion (WHP) di PT. RAPP Pangkalan Kerinci dan merekomendasikan untuk dibentuknya tim yang secara khusus bekerja mengoptimalisasikan kegiatan kebugaran fisik dan kontrol berat badan. Alternatif kurangnya media promosi kesehatan mengenai pentingnya kebugaran fisik dan kontrol berat badan adalah dengan pengadaan dan penyebaran media promosi kesehatan berupa leaflet. Media promosi kesehatan berupa leaflet telah dibagikan kepada karyawan PT. RAPP di mess C7 dan C8. Hal ini sesuai

38

dengan Notoatmodjo yang menyatakan bahwa pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain fasilitas seperti leaflet dan media informasi lainnya. Menurut penelitian Purwanto, kegiatan promosi dengan brosur/leaflet dapat mempengaruhi 78% responden. Kegiatan ini pada awalnya direncanakan pembagian brosur/leaflet diberikan kepada karyawan pada seluruh unit PT.RAPP tetapi karena keterbatasan waktu, tempat dan biaya pembagian leaflet dilakukan di mess C7 dan C8. Pada pelaksanaan proyek ini masih terdapat beberapa kekurangan yaitu pembagian kuesioner akhir diberikan pada kelompok karyawan yang tidak seluruhnya telah mengikuti penyuluhan, sehingga diperoleh hasil yang bias untuk menentukan indikator keberhasilan.