Anda di halaman 1dari 18

Institut Manajemen Telkom Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika

Berpikir strategis adalah seni mengalahkan lawan, dengan mengetahui bahwa si lawan sedang melakukan hal yang sama terhadap Anda.
{Avinash Dixit dan Barry Nalebuf, Thingking Strategically (1991)}

Teori Permainan (game theory) menganalisis mekanisme di mana dua atau lebih pemain memilih tindakan atau strategi yang sama-sama mempengaruhi setiap partisipan.

Konsep Dasar
Esia
Harga Normal* Harga Normal* Perang Harga

A#

$10 B

-$100

Flexi
Perang Harga

$10

-$10

$10 D

-$50

-$100
*Strategi Dominan

-$50

#Ekuilibrium Dominan

Gambar 12-5

Gambar 12-5.

Matriks nilai-hasil dari perang harga

Matriks nilai-hasil menunjukan bagaimana strategistrategi yang berbeda menyebabkan nilai-hasil atau keuntungan yang berbeda kepada para pemain. Flexi mempunyai satu pilihan di antara dua strategi, ditunjukan oleh dua barisnya. Esia dapat memilih di antara dua strateginya, ditunjukan oleh dua kolom. Misalnya dalam sel C, Flexi memainkan perang harga dan Esia memainkan harga normal. Akibatnya adalah Flexi menerima nilai -$100 sedangkan Esia nilai -$10. berpikir melalui strategi terbaik bagi tiap pemain akan mendorong timbulnya ekuilibrium di sel A.

Strategi dominan
Strategi Dominan adalah kondisi dimana seorang

pemain mempunyai sebuah strategi yang paling baik, tidak peduli apapun strategi yang diterapkan oleh strategi pemain. Pada tabel diatas ( 12-5 ), dapat diketahui bahwa harga normal merupakan sebuah strategi dominan bagi kedua perusahaan dalam permainan perang harga. Bila semua pemain memiliki strategi dominan, kita katakan bahwa hasilnya adalah suatu ekuilibrium dominan ( kolom A )

EKUILIBRIUM NASH
Mempunyai karakteristik bahwa tidak ada pemain

yang dapat memperbaiki nilai hasilnya, dengan adanya strategi tertentu dari pemain lain. Artinya, tiap strategi merupakan respon terbaik terhadap strategi-strategi pemain lain.

Esia

Harga Tinggi Harga Tinggi

Harga Normal*

A#

$200 B

$150

Flexi
Harga Normal*

$100

-$20

-$30 D *

-$10

$150
*Ekuilibrium Nash

$10

Gambar 12-6

Gambar 12-6 Apa yang mendorong partisipan untuk menaikan harga sampai tingkat monopoli?

Dalam permainan persaingan, tiap perusahaan dapat menghasilkan $10 dengan menerapkan harga normal. Kalau keduanya menaikan harga sampai tingkat monopoli, keuntungan bersama mereka akan dimaksimumkan. Akan tetapi, godaan tiap perusahaan untuk berlaku curang dan menaikkan keuntungannya memastikan bahwa ekuilibrium harga-normal akan terjadi tanpa kolusi.

Ekulibrium Nash juga kadang-kadang disebut juga

ekulibrium non koorporatif. Karena masing-masing pihak memilih strateginya tanpa bersekongkol dan memilih strategi yang terbaik bagi dirinya, tanpa mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat atau pihak manapun. Kita dapat membuktikan bahwa strategi yang bertanda bintang dalam gambar 12-6 adalah ekulibrium nash. Pada strategi itu, Esia maupun Fleksi tidak dapat memeperbaiki nilai hasilnyadari ekulibrium (normal dan normal). Kalau Fleksi bergerak ke ekulibrium harga tingginya, keuntungannya berubah dari $10 menjadi -$20, sedangkan kalau Esia menaikan harganya dari ekulibrium Nash harga normal, keuntungannya berubah dari $10 menjadi -$30.

Beberapa contoh Penting dari Teori Permainan


Berkolusi atau Tidak Berkolusi

Gambar 12-6 menyoroti sebuah fakta penting. Ekuilibrium Nash yang bertanda bintang dalam sel D sebenarnya menghasilkan lebih sedikit keuntungan total bagi para duopolis dibanding hasil lainnya. Solusi bersama yang terbaik adalah A, karena tiap duopolis mengenakan haga tinggi dan menghasilkan keuntungan total $300. Yang terburuk adalah ekuilibrium Nash dengan keuntungan total $20.
Duopolis mungkin lebih baik memutuskan berkolusi, artinya mereka akan berprilaku dengan cara yang kooperatif. Suatu Ekuilibrium Kooperatif terjadi jika semua pihak bertindak secara serempak untuk menemukan strategi yang akan menguntungkan nilai bersama mereka.

Perilaku yang non kooperatif menghasilkan efisiensi

ekonomi yang dikehendaki masyarakat. Sebaliknya jika beberapa pihak bekerja sama dan memutuskan untuk pindah ke harga monopoli, efesiensi perekonomian akan menderita.

Dilema Narapidana
Si Muka Bopeng Mengaku* Mengaku* Tidak mengaku

A*

5 Tahun

10 Tahun

Si Gendut
Tidak Mengaku

5 Tahun

3 Bulan

3 Bulan

1 Tahun

10 Tahun
*Ekuilibrium Nash

1 Tahun

Gambar 12-7

Gambar 12-7

Dilema narapidana, apakah mengaku atau tidak

Terlepas dari apapun yang dilakukan rekannya, adalah lebih baik apabila masing-masing mengaku. Sel A merupakan ekuilibrium Nash bila si Muka Bopeng maupun si Gendut bertindak demi kepentingannya sendiri dan secara non-kooperatif. Bila mereka bersikap altruistis atau bekerja sama, mereka bisa bergerak ke sel D dan menghindari masa hukuman penjara yang lama.

Permainan Polusi
U.S Steel Polusi rendah Polusi rendah Polusi tinggi*

$100

$120

Oxy Steel
Polusi Tinggi*

$100

-$30

-$30 D*

$100

$120
*Ekuilibrium Nash

$100

Gambar 12-8

Gambar 12-8
Persaingan dan nonkooperatif (tidak bekerja sama) menimbulkan lebih banyak polusi

Dalam permainan polusi yang membawa maut, tiap perusahaan baja yang tidak dikenai peraturan polusi dan bertujuan memaksimumkan keuntungan, menyebarkan polusinya ke sungai-sungai kecil dan udara. Kalau sebuah perusahaan mencoba membersihkan limbah produksinya, ia akan menaikan harga, kehilangan kosumen, dan mengalami penurunan keuntungan. Ekuilibrium Nash yang nonkooperatif dalam D membawa ke solusi polusi tinggi di kanan paling bawah. Pemerintah dapat mengatasi hal ini dengan melaksanakan ekuilibrium kooperatif dalam sel A. Dalam situasi ini keuntungan yang diperoleh sama dan lingkungan pun telah dibersihkan.