Anda di halaman 1dari 2

Lagi-lagi Tentang Cerdas ala Rasulullah

OPINI | 29 October 2011 | 13:11 menilai bermanfaat Dibaca: 358 Komentar: 0 2 dari 2 Kompasianer Beberapa waktu lalu, saya sempat menulis 5 resep cerdas alaRasulullah saw, alhamdulillah ditanggapi oleh beberapa kompasianer dengan beragama persepsi, namun banyak komentar yang lumayan nylekit dan cenderung melecehkan resep itu. Setelah bebrapa minggu saya bermain-main dengan puisi dan cerpen fiktif di kompasiana, maka ketika saya lihat beberapa email masuk, saya tergelitik dengan komentar sobat-sobat kompasianer yang rada nylekit, sehingga saya merasa wajib untuk menjernihkannya. Sesuai denga data empiris yang saya kumpulkan selama menjadi pendidik di sekolah maupun di kampus, maka 5 resep alam Rasulullah saw ternbukti sangat efektif bagi pelajar muslim yang hatinya ikhlas menjadi orang islam dan mukmin. untuk sekedar mereview 5 resep tersebut adalah: 1. Sholat tahajud setiap malam. 2. Menggosok gigi sebelum belajar 3. Selalu menjaga wudhu 4. Menjauhi maksiat (bertaqwa dimana pun berada) 5. Makan dan minum untuk ibadah, bukan karena syahwat. Sebelum kita merasionalakan 5 resep tersebut, ada beberapa fakta menarik yang mendukung kebenaran 5 resep tersebut. Di dunia pesantren penghafal Alquran di daaerah Mranggen, Semarang, seperti pesantren As-Syarifah, Al Badriyah, Baitul Izzah, dan pesantren Futuhiyyah, ternyata para santri yang mempraktikkan kelima resep tersebut, rata-rata sangat cerdas dan bisa menghafalkan alquran kurang dari 3 tahun. saya punya beberapa nama santri penghafal Alquran yang bisa dihubungi. Dewasa ini, epistemoligi islam memang sedang klenger, dihajar habis oleh epistemologi barat, sehingga semua orang cenderung sangat skeptis terhadap segala informasi, dan baru mempercayainya setelah melihat bukti konkrit atau merasa dapat melogikannya. untuk itu dengan meminjam senjata epitemeologi barat, mari kita kritisi 5 resep ala rasulullah saw. 1.Sholat tahajud: secara medis telah dibuktikan mampu memberikan rangsangan otak menjadi lebih fres dan optimal kerjanya. walau ada obat yang bisa memamcu kinerja otak, tapi sholat tahajud terbukti lebih efektif dan tidak ada efek samping, namun justru lebih mampu mendatangakan kecerdasan spiritual dan membentuk sifat arif dan bijaksana. 2. Menggosok gigi: jika kita belajar dengan mulut yang bersih sehabis disikat, tentu akan lebih fres dan menghasilkan sirkuilasi udara yang akan sampai ke otak kita dan menghasilkan kinerja otak yang sangat signifikan daripada belajar dengan mulut yang masih bau jengkol, pete, rokok dsb.

3. Berwudhu dengan air yang suci dan disentuh dengan doa: secara ilmuiah telah dibuktikan oleh Dr. Isaru imoto dari jepang dalam bukunya the power of water, bahwa air yang disentuh dengan kelembuitan dan nama Tuhan akan mendatangkan energi positif yang luar biasa yang disebut HADO. bukankah mayoritas tubuh kita terbuat dari air, maka sentuhan wudhu di kepala akan merangsang staraf-syarat otak kita, sehingga akan menimbulkan kinerja otak yang optimal. 4. Menghindari maksiat (bertaqwa forever): jika anda habis baca puisi atau cerpen porno apalagi habis nonoton BF, lalu disuguhi karya ilmiah yang harus dihafalkan, apakah kamampuan otak anda me-loading dan merespon karya ilmiah bisa dijamin lebih cepat? dalam konsep islam, ilmu merupakan salah satu karunia dan hidayah Allah, sehingga akan lebih mudah diakses oleh orang yang solih. Al Ghozali, mengillustrasikan, bahwa keterkaitan antara otak dan ilmu adalah: jika otak kita bersih dari dosa dan maksiat, maka akan mudah menerima info ilmu pengetahuan dan segala hal yang positif, sedangakn otak yang kotor dan ngeres akibat maksiat, ketika menerima ilmu pengetahuan dan mendengar hal-hal positif, akan sering gagal karena terganggu oleh ingatan kemaksaiatannya. 5. Makan dan minum untuk ibadah. Kalau anak TK belum tahu, apa bedanya binatang dan manusia? Maka kita yang sudah dewasa harus memahami, bahwa manusia yang beriman itu makan dan minium agar bisa beribadah dan beraktivitas, kalau binatang itu makan untuk kawin dan tidur. Nah, dengan logika sederhana saja, coba pikirkan, jika kita hanya mkan untuk menuruti hawa nafsu berarti kita turun kasta menjadi hewan alias lebih pe-ak. Tuhan telah mengingatkan, banyak manusia yang terbuai oleh akalnya dan mendewakannya mereka hanya akan membawa kehancuran, karena kehilangan sisi kemanusiannya sebagai makhluk religius. semoga kita sebagai bangsa yang berketuhanan ala Pancasila, tidak terlalu jumawa memuja dan mendewakan akal yang ikut istirahat kala kita tidur, sehingga peran wahyu dijadikan isi tong sampah. naudzubillah min dzalik.