Anda di halaman 1dari 14

1.

Sistem Peredaran Darah pada Hewan


- Sistem peredaran darah pada katak. Katak mempunyai sistem peredaran darah tertutup dan ganda, jantung katak terdiri atas tiga ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, dan bilik. Karena jantung katak hanya mempunyai satu bilik maka darah yang banyak mengandung oksigen dan karbon dioksida masih bercampur dalam bilik jantung. - Sistem peredaran darah pada serangga. Serangga mempunyai sistem peredaran darah terbuka dimana darah dapat diedarkan langsung menuju jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh darah. Alat peredaran darahnya berupa jantung pembuluh. Pada bagian jantung pembuluh, terdapat lubang-lubang kecil (ostium) yang punya suatu katup. Ketika jantung pembuluh berdenyut, ostium pun tertutup, darah mengalir ke depan melalui aorta. Peredaran darah belalang hanya mengedarkan sari makanan dan mengambil sisa metabolisme, sedangkan peredaran oksigen ke seluruh tubuh dan pengambilan karbon dioksida dilakukan melalui sistem trakea. - Sistem peredaran darah pada cacing. Alat peredaran darah pada cacing terdiri atas pembuluh darah punggung, pembuluh darah perut, dan lima pasang lengkung aorta. Lengkung aorta fungsinya sebagai jantung. - Sistem peredaran darah pada ikan. Ikan memiliki sistem peredaran darah tertutup dan tunggal, jantungnya terdiri atas dua ruang, yaitu serambi dan bilik. Jantung berisi darah yang miskin oksigen. Darah yang berasal dari bilik jantung kemudian dipompa melalui aorta yang akan menuju insang. Kemudian di dalam insang, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen pun diikat oleh darah. Setelah melewati insang, darah yang banyak mengandung oksigen kemudian dialirkan ke seluruh tubuh. - Sistem peredaran darah pada reptil. Reptil mempunyai sistem peredaran darah tertutup dan ganda, jantungnya terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Sekat antara bilik kanan dan kiri pada reptil tidak sama sekali sempurna Jantung reptil memiliki dua buah aorta, aorta kanan dan aorta kiri. Aorta kanan keluar dari bilik kiri dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Aorta kiri keluar dari perbatasan bilik kiri dan bilik kanan mengalirkan darah ke bagian belakang tubuh. - Sistem peredaran darah pada burung. Burung mempunyai sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Alat-alat peredaran darah pada burung merpati, terdiri atas jantungserta pembuluh darah. Jantungnya terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri,

dan bilik kanan. Dalam Tiap ruang jantung burung dibatasi sekat yang jelas sehingga darah yang mengandung oksigen yang berasal dari paru-paru nggak bercampur dengan darah yang mengandung karbon dioksida yang berasal dari seluruh tubuh.
2.

3. Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata


Berdasarkan jenis cairan yang diedarkan, sistem peredaran darah pada vertebrata dibedakan menjadi dua macam, yakni sistem peredaran darah dan sistem limfatik (peredaran getah bening). Berdasarkan cara peredarannya, sistem sirkulasi pada vertebrata ada 2 macam/ yaitu: sistem peredaran darah terbuka pada limfa, dan sistem peredaran darah tertutup pada darah. Sistem peredaran darah pada vertebrata berbeda dengan sistem peredaran darah pada invertebrata dalam hal ada tidaknya pusat koordinasi peredaran. pada invertebrata dijumpai suatu pusat koordinasi peredaran. Sistem peredaran darah vertebrata terdiri dari jantung, arteri, vena, kapiler, dan darah. Jantung adalah pusat peredaran. Jantung yang tersusun oleh otot vang kuat memiliki kontraksi vang ritmik (teratur); biasa kita sebut detak atau denyut. Dengan kekuatan kontraksinya, jantung mampu mendorong darah meninggalkan jantung. Arteri dan vena dapat dijumpai pada hewan vertebrata. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung disebut arteri (nadi). Selanjutnya, arteri bercabang-cabang di seluruh bagian tubuh menjadi arteri yang halus dan disebut kapiler. Darah dari seluruh tubuh akan kembali melalui venula (pembuluh balik kapiler) kemudian menuju ke vena (pembuluh balik yang lebih besar) dan akhirnya kembali ke jantung. Plasma darah vertebrata tak berwarna dan mengandung sel darah merah (eritrosit). Pada umumnya eritrosit vertebrata berbentuk oval .dan berinti. Akan tetapi, eritrosit pada mamalia berbentuk bikonkaf dan tidak berinti. Sel darah putih (leukosit) ada beberapa macam dan masing-masing mempunyai tugas khusus. Selain itu, terdapat juga keping-keping darah (trombosit). Eritrosit berwarna merah karena adanya hemoglobin yang berperan dalam pengikat O2,pada sistem pernapasan. Plasma darah berberfungsi membawa sari-sari makanan, sampah metabolisme, hasil proses sekresi, dan beberapa gas. Pada hewan vertebrata, vena yang membawa darah meninggalkan lambung dan usus disebut vena porta karena membawa darah ke susunan kapiler yang lain. Bila kapiler yang dituju adalah kapiler dalam hati (hepar) maka vena ini disebut vena porta hepatika. Pada umumnya vertebrata tingkat rendah memiliki vena portal renalis (ginjal). Sistem peredaran getah bening (sistem limfatik) berperan dalam pertahanan tubuh dan pengembalian plasma dari jaringan - jaringan.

a. Sistem Pererdaran Darah Pada Ikan.

Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari: jantung beruang dua, yaitu sebuah-bilik (ventrikel) dan sebuah serambi (atrium). Jantung terletak dibawah faring di dalam rongga pericardium , yaitu bagian dari rongga tubuh yang terletak dianterior (muka). selain itu, terdapat organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Darah ikan tampak pucat dan relative sedikit bila dibanding dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan sel darah putih. Lien (limpa) sebagai bigian dari sistem peredaran terdapat di dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh-pembuluh limpa. Pada proses peredaran darah, darah dari seluruh tubuh yang mengandung CO2 kembali ke jantung melalui vena dan berkumpul di sinus venosus kemudian masuk ke serambi. Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik dan dipompa menuju insang melewati konus arterious, aorta ventralis, dan empat pasang arteri aferen brakialis. Pada arteri aferen brakialis, Oksigen diikat oleh darah, selanjutnya menuju arteri eferen brakialis dan melalui aorta dorsalis darah diedarkan ke seluruh tubuh. Di jaringan tubuh, darah mengikat CO2 Dengan adanya sistem vena, darah dikemballikan dari bagian kepala dan badan menuju jantung. Vena yang penting misalnya: vena cardinalisposterior dan vena cardinalis posterior (membawa darah dari kepala dan badan), vena porta hepatika (membawa darah dari tubuh melewati hati),vena porta renalis (membawa darah dari tubuh melewati ginjal). Peredaran darah pada ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah hanya satu kali melewati jantung.
b. Sistem Peredaran Darah Katak

Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari, jantung beruang tiga, arteri, vena, sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa.darah katak tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel sel darah (korpuskula), yakni sel sel darah merah , sel darah putih dan keeping sel darah. Jantung katak terdiri dari: 1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya disebelah posterior 2. Dua buah serambi , yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister) 3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak disebelah dorsal dari jantung 4. Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior bilik. Untuk mencegah berbaliknya, aliran darah, di antara serambi dan bilik terdapat katup (valve), sedangkan antara serambi kanan dan kiri terdapat sekat (septum). Di dalam trunkus arteriosus terdapat katup spiralis. Darah yang mengandung

CO2, dari seluruh tubuh masuk ke jantung melalui vena kava (pembuluh balik tubuh). Darah ini mula mula berkumpul di sinus venosus, dan kemudian karena adanya kontraksi maka darah akan masuk serambi kanan. pada saat itu, darah yang mengandung O2, yang berasal dari paru-paru masuk ke serambi kiri. Bila kedua serambi berkontraksi maka darah akan terdorong ke dalam bilik. Dalam bilik terjadi sedikit percampuran darah yang kaya O2 dan miskin O2. Untuk selanjutnya, darah yang kaya O2 dalam bilik dipompa melalui trunkus arteriosus menuju arteri hingga akhirnya sampai di arteri yang sangat kecil (kapiler) diseluruh jaringan tubuh. Dari seluruh jaringan tubuh, darah akan kembali kejantung melewati pembuluh balik yang kecil (venula) dan kemudian ke vena dan akhirnya ke jantung, sementara itu, darah yang miskin dipompa keluar melewati arteri konus tubular. Pada katak dikenal adanya sistem porta , yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh pembuluh balik (vena ) saja.

c. Sistem Peredaran Darah pada Reptilia

Sistem peredaran darah pada reptilian lebih maju bila dibandingkan dengan sistem peredaran amfibi karena adanya pemisahan darah yang beroksigen dan tidak beroksigen dalam jantung. Jantung reptilia terletak di rongga dada di bagian depan ventral. Jantung terdiri dari sinus venosus, serambi kiri dan serambi kanan, serta bilik kiri dan bilik kanan. Pada umumnya, diantara dua bilik terdapat sekat (septum) yang tidak sempurna, kecuali pada buaya. Pada buaya sekat tersebut hamper sempurna dan terdapat foramen panizzae, yaitu lubang yang terdapat pada tempat pertemuan arteri sistemik kanan dan kiri. Arteri sistemik merupakan arteri yang berasal dari jantung menuju keaorta. Arteri sistemik merupakan arteri yang berasal dari jantung menuju ke aorta. Darah dari vena masuk ke jantung melalui sinus venosus, menuju ke serambi kanan kemudian ke bilik kanan. Darah yang berasal dari paru-paru, melalui arteria pulmonalis, masuk ke serambi kiri kemudian ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah dipompa keluar melalui sepasang arkus aortikus. Dua arkus aortikus ini lalu menghubungkan diri menjadi satu membentuk aorta dorsalis yang mensuplai darah ke alat-alat dalam, ekor, dan alat gerak belakang. Dari seluruh jaringan tubuh, darah menuju ke vena, kemudian menuju sinus venosus dan kembali ke jantung.

d. Sistem Peredaran Darah pada Aves

Untuk mempelajari peredaran darah pada aves, kita ambil contoh peredaran darah burung. Peredaran darah burung tersusun oleh jantung sebagai pusat peredaran darah, darah, dan pembuluh-pembuluh darah. Darah pada burung tersusun oleh eritrosit berbentuk oval dan berinti. Jantung burung berbentuk kerucut dan terbungkus selaput perikardium. Jantung terdiri dari dua serambi yang berdinding tipis serta dua bilik yang dindingnya lebih tebal. Pembuluh-pembuluh darah dibedakan atas arteri dan vena. Arteri yang keluar dari bilik kiri ada tiga buah, yaitu dua arteri anonim vang bercabang lagi menjadi arteri - arteri vang memberi darah ke bagian kepala, otot terbang, dan anggota depan; dan sebuah aorta vang merupakan sisa dari arkus aortikus vang menrlju ke kanan (arkus aortikus yang menuju ke kiri rnereduksi). pembuluh nadi ini kemudian melingkari bronkus sebelah kanan dan membelok ke arah ekor menjadi aorta dorsalis (pembuluh nadi punggung). Pembuluh nadi yang keluar dari bilik kana hanya satu, yakni arteri pulmonis (pembuluh nadi paru -paru), yang kemudian bercabang menuju paru-paru kiri dan kanan. Pembuluh balik (verra) dibedakan atas: 1. Pembuluh balik tubuh bagian atas (vena kava superior); vena ini membawa darah dari kepala,anggota depan, dan anggota otot-otot pektoralis menuju jantung. 2. Pembuluh balik tubuh bagian bawah (vena kava inferior); membawa darah dari bagian bawah tubuh ke jantung. 3. Pembuluh balik yang datang jari paru - paru (pulmo) kanan dan paru paru kiri serta membawa darah menuju serambi kiri jantung.

SISTEM PEREDARAN DARAH PADA IKAN Alat peredaran darah ikan terdiri atas jantung dan sinus venosus. Jantung ikan terdiri ata dua ruangan, atrium dan ventrikel dan terletak di belakang insang. Sinus venosus adalah struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Diantara antrium dan ventrikel jantung terdapat klep untuk menjaga agar aliran darah tetap searah. Peredaran darah ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah dari insang langsung beredar ke seluruh tubuh kemudian masuk ke jantung. Jadi darah hanya beredar sekali melalui jantung dengan rute dari jantung ke insang lalu ke seluruh tubuh kemudian kembali ke jantung.

4 Sistem Peredaran darah tertutup Burung / Aves - Pada sistem sirkulasi darah tertutup, darah mengalir ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh. Jantung memompa darah ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh dan kembali ke jantung juga melalui pembuluh. Alat-alat yang menyusun sistem sirkulasi darah tertutup sudah lengkap, yaitu terdiri atas jantung sebagai alat pemompa darah, pembuluh aorta, pembuluh arteri, pembuluh vena, pembuluh kapiler, plasma, dan sel darah, serta jaringan tubuh yang dialirinya.

Perhatikan Gambar 5.21. Alat sirkulasi darah berupa jantung yang terdiri dari 4 ruang dengan sekat sempurna, arteri dan vena. Sistem sirkulasi darah burung / Aves sama dengan sirkulasi darah pada manusia. Alur sirkulasi darah pada burung / Aves dapat Anda amati pada Gambar 5.22. Darah dari vena kava masuk ke atrium kanan, lalu ke ventrikel kanan. Kemudian, darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Darah dari paru-paru kembali ke atrium kiri melalui vena pulmonalis, lalu menuju ventrikel kiri. Di ventrikel kiri darah dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta.
5

Sistem Peredaran darah tertutup Pisces ( Ikan ) - Alat sirkulasi darah ikan terdiri atas jantung dan sinus venosus. Jantung terdiri atas dua ruangan yaitu atrium dan ventrikel. Jantung terletak di belakang insang, yaitu di dalam rongga perikardium. Sinus venosus adalah struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Di antara atrium

dan ventrikel terdapat klep untuk menjaga aliran darah tetap searah.

Proses sirkulasi darah bermula dari darah yang kaya CO2 dari seluruh tubuh kembali ke jantung melalui vena dan berkumpul di sinus venosus kemudian masuk ke atrium, dilanjutkan ke ventrikel dan dipompa menuju insang melewati konus arteriosus. Di insang oksigen diikat dan CO2 dilepaskan, kemudian masuk ke aorta dorsalis dan diedarkan ke seluruh tubuh, lalu kembali ke jantung melalui vena. Perhatikan Gambar 5.17.

Sirkulasi darah ikan disebut sirkulasi darah tunggal karena darah beredar hanya sekali melalui jantung, yaitu jantung => insang => seluruh tubuh => jantung.
6

Sistem Peredaran Darah Pada Amfibi (Katak)- Jantung katak terdiri atas tiga ruang, yaitu satu bilik dan dua serambi, tetapi sebenarnya pada bilik terdapat sekat yang semu, sehingga darah dari serambi kiri dan kanan yang masuk ke bilik tidak dapat bercampur. Perhatikan Gambar jantung pada amphibi! Gambar ini menjelaskan jantung pada amfibi, contohnya katak. Anak panah pada gambar menunjukkan aliran darah.

jantung amphibi Jantung pada amfibi Darah dari seluruh tubuh yang kaya CO2 masuk melalui vena cava menuju ke serambi kanan. Dari sini darah akan mengalir ke bilik, kemudian darah akan dipompakan meninggalkan jantung menuju aorta yang bercabangcabang, yaitu arteri pulmonalis yang menuju paru-paru dan arteri kutanea yang menuju kulit. Di dalam paru-paru dan kulit terjadi pengambilan O2. Setelah itu, darah akan mengalir menuju serambi kiri. Dari serambi kiri ini darah dialirkan ke bilik, akhirnya darah dipompakan meninggalkan jantung melewati aorta dan diedarkan ke seluruh tubuh.
7

Jantung terbuat dari otot jantung , dan arteri, pembuluh eferen, mengandung otot polos , tetapi pembuluh darah, pembuluh aferen dengan otot kurang, memiliki katup internal. Capillaries are thin-walled tubes that form a large network connecting arteries and veins. Kapiler adalah berdinding tipis tabung yang membentuk jaringan besar yang menghubungkan arteri dan vena. Blood circulates in this closed system, returning to the heart. Darah beredar dalam sistem tertutup, kembali ke jantung. Lymphatic fluid, collected by a set of lymphatic vessels with "one-way" flow from the spaces between cells, enters into the subclavian veins through lymph ducts. Cairan limfatik, yang dikumpulkan oleh satu set pembuluh limfatik dengan aliran "satu arah" dari ruang-ruang antar sel, masuk ke dalam vena subklavia melalui pembuluh getah bening.

Function : The heart is the circulatory pump that maintains the flow of blood by maintaining blood pressure in the arteries. Fungsi : Jantung adalah pompa sirkulasi yang mempertahankan aliran darah dengan menjaga tekanan darah dalam arteri. The veins to the lungs carry deoxygenated blood for absorbing oxygen , and the pulmonary arteries return oxygenated blood to the left atrium of the heart for

entry into the left ventricle. Pembuluh darah ke paru-paru membawa darah terdeoksigenasi untuk menyerap oksigen , dan arteri pulmonalis mengembalikan darah teroksigenasi ke atrium kiri jantung untuk masuk ke ventrikel kiri. This muscle pushes the blood into the aorta for distribution through the arteries to the capillaries in the head and other body regions. Otot ini mendorong darah ke aorta untuk distribusi melalui arteri ke kapiler di kepala dan daerah tubuh lainnya. The pumping action of the heart and the muscles of the arteries, keep a pressure in the circulation that causes blood to flow forward. Tindakan pemompaan jantung dan otot-otot pembuluh darah, menjaga tekanan dalam sirkulasi yang menyebabkan darah mengalir ke depan. The capillary vessels, where the flow is slow, are the site of gas and nutrient exchange with the tissues. Pembuluh kapiler, dimana aliran lambat, adalah situs pertukaran gas dan nutrisi dengan jaringan. Because there is little blood pressure in the veins, backflow is prevented by valves. Karena ada sedikit tekanan darah di pembuluh darah, aliran balik dicegah oleh katup. Because the blood vessels leak fluid to the cells and the loose connective tissues around them, the lymphatic system collects fluids to maintain the proper balance of fluids, and nutrients including digested proteins and fats . Karena pembuluh darah bocor cairan ke sel dan jaringan ikat longgar di sekitar mereka, sistem limfatik mengumpulkan cairan untuk menjaga tepat keseimbangan cairan, dan nutrisi termasuk protein dicerna dan lemak . Regulation of the circulatory system is by the autonomic nervous system and hormones from the adrenal medulla . Peraturan dari sistem sirkulasi adalah oleh saraf otonom sistem dan hormon dari medula adrenal . The circulating blood is formed in bone marrow by a process called hematopoeiesis . Darah beredar terbentuk di sumsum tulang dengan proses yang disebut hematopoeiesis .
8 SISTEM PEREDARAN DARAH PADA AVES

Peredaran darah burung tersusun oleh jantung sebagai pusat peredaran darah, darah, dan pembuluh-pembuluh darah. Darah pada unggas tersusun oleh eritrosit berbentuk oval dan berinti. Jantung unggas berbentuk kerucut dan terbungkus selaput perikardium.
Jantung terdiri dari dua serambi yang berdinding tipis serta dua bilik yang dindingnya lebih tebal. Bagian kanan dan kiri jantung telah terpisah secara sempurna sehingga tidak ada percampuran antara darah kaya oksigen di bagian kiri dan darah miskin oksigen di bagian kanan Serambi dan bilik kanan berisi darah kotor yang banyak mengandung karbondioksida Serambi dan bilik kiri berisi darah bersih yang kaya oksigen Pembuluh-pembuluh darah dibedakan atas arteri dan vena. Arteri yang keluar dari bilik kiri ada tiga buah, yaitu dua arteri anonim dan sebuah aorta

gambar jantung dan sirkulasi darah pada aves

Cara / proses kerja jantung pada aves :

Pembuluh balik (vena) dibedakan atas: 1. Pembuluh balik tubuh bagian atas (vena kava superior); vena ini membawa darah dari kepala,anggota depan, dan anggota otot-otot pektoralis menuju jantung 2. Pembuluh balik tubuh bagian bawah (vena kava inferior); membawa darah dari bagian bawah tubuh ke jantung. 3. Pembuluh balik yang datang jari paru - paru (pulmo) kanan dan paru paru kiri serta membawa darah menuju serambi kiri jantung

Darah vena dari seluruh tubuh akan mengalir ke atrium kanan, kemudian ventrikel kanan Dari ventrikel kanan darah dipompa maenuju paru-paru melalui arteri pulmonalis. Dari paru-paru darah menuju ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Dari atrium kiri darah akan mengalir ke ventrikel kiri untuk dipompa melalui aorta menuju ke bagian-bagian tubuh. Darah dari kapiler jaringan tubuh akan dialirkan lagi ke atrium kanan jantung
9

ISTEM PEREDARAN DARAH PADA REPTILIA Peredaran darah pada reptil merupakan peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Peredaran darah tersebut terdiri atas :

Peredaran darah panjang/besar/sistemik :

darah kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung -- ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu , darah yg kaya karbondioksida dibawa vena --- serambi kanan (atrium) jantung.

Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal :

ialah peredaran darah yg mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung. Darah kaya karbondioksida dari bilik kanan - paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut

bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen -- ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.

Berikut gambar sistem peredaran darah pada reptil :

gambar sirlkulasi darah pada reptilia

TIGA POLA SISTEM SIRKULASI PADA SUPERKELAS REPTIL :

Kita dapat membagi model jantung reptil ke dalam 3 pola yaitu : pola Squamata, pola Varanid, dan pola Crocodillan.

POLA SQUAMATA Pola ini ditandai dengan 3 ruang jantung ( 2 atrium dan 1 ventrikel jantung). Atrium kanan darah miskin oksigen -- ke cavum venosum ventrikel. Atrium kiri darah kaya oksigen dari paru-paru -- ke cavum

arteriosum. Kontraksi ventricular pada pola ini adalah tunggal, yang mana akan berakibat pada tercampurnya darah miskin oksigen dan darah kaya oksigen.

POLA VARANID Pola ini memiliki karakteristik berjantung 3 ruang tetapi cavum venosumnya lebih kecil dari pada cavum venosum pada pola Squamata. Selain itu,peredaran darahnya ganda. Perbedaan ini mengurangi resiko pencampuran dari darah kaya oksigen dan darah miskin oksigen.

gambar jantung reptilia ( kadal dan buaya )

POLA CROCODILIAN Jantungnya terdiri dari empat ruangan (2atrium dan 2 ventrikel), terdapat saluran sempit, yaitu foramen Panizza, yang menghubungkan dua arteri utama (arteri kanan dan kiri).(arteri kiri dari ventrikel kanan, dan arteri kanan dari ventrikel kiri).

gambar jantung reptilia

Darah miskin oksigen dari tubuh diterima oleh atrium kanan dan di transport ke ventrikel kanan. darah dipompa ke paru-paru dan kembali ke atrium kiri. Darah kaya akan oksigen ini kemudian dipompa oleh ventrikel kiri menuju seluruh tubuh. Walaupun sistem arteri kiri berasal dari ventrikel kanan, darah ini tersuplai oleh oksigen dari darah kaya oksigen di ventrikel kiri melalui foramen panizza. Karena tekanan dalam sistem sirkulasi lebih tinggi dari sirkulasi paru-paru. Katup pada basal sistem arteri kiri tetap tertutup untuk menjaga darah tetap terpisah.