Anda di halaman 1dari 14

OBSERVASI CUACA

A. TUJUAN PRAKTIKUM Tujuan observasi cuaca adalah untuk memperoleh informasi dan data cuaca harian. B. LANDASAN TEORI Cuaca merupakan keadaan atmosfer sehari-hari dan terjadi di daerah tertentu. Keadaan rata-rata cuaca dalam periode waktu tertentu disebut iklim. Adapun unsurunsur cuaca adalah: Unsur Cuaca Suhu Udara Tekanan Udara Angin Kelembaban Udara Curah Hujan Penyinaran Matahari Perawanan Alat Ukur Termometer Barometer Anemometer (kecepatan angin), Anemoven (arah angin) Psychrometer/ Higrometer Obrometer/ Hellman Campbell Stokes 0 oktaf (cerah), 5 oktaf (5/8 tertutup awan), dan 8 (tertutuo

awan sempurna) Obeservasi cuaca permukaan merupakan suatu cara untuk mendapatkan

informasi dari unsur-unsur cuaca, seperti: suhu, kelembaban, tekanan angin, curah hujan, radiasi matahari, dll. Observasi cuaca harus dilakukan tepat waktu. Menurut World Meteorological Organization (WMO), waktu observasi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: 1. 2. 3. Waktu observasi standar (baku), yaitu pada jam-jam: 00.00 Z, 06.00 Z, 12.00 Z, dan 18.00 Z. Waktu observasi penting, yaitu pada jam-jam 03.00 Z, 09.00 Z, 15.00 Z, dan 21.00 Z Untuk keperluan klimatologi observasi cuaca dapat dilakukan tiap jam. Pengamatan atau pengukuran dapat dengan menggunakan alat atau bisa juga secara visual. Peralatan untuk pengamatan dan pengukuran cuaca pada umumnya telah dipasang pada stasiun meteorologi, antara lain yang tertera pada tabel di atas, atau lebih rinci yaitu sebagai berikut: 1. Termometer Tanah Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan kombinasi emisi panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah

disebut juga intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat suhu. Suhu maksimum tanah merupakan suhu tanah tertinggi di mana tanaman masih dapat tumbuh. Suhu minimum adalah suhu terendah di mana tanaman masih dapat hidup. Dan suhu optimum adalah suhu yang dibutuhkan tanaman di mana proses pertumbuhannya dapat berjalan lancar.1 Untuk mengukur suhu tanah digunakan alat yang disebut termometer tanah. Termometer tanah adalah sebuah termometer yang khusus dirancang untuk mengukur suhu tanah. Prinsipnya hampir sama dengan termometer biasa, hanya bentuk dan panjangnya berbeda. Pengukuran suhu tanah lebih teliti dari pada suhu udara. Perubahannya lambat sesuai dengan sifat kerapatan tanah yang lebih besar daripada udara. Alat ini berguna pada perencanaan penanaman dan juga digunakan oleh para ilmuwan iklim, petani, dan ilmuwan tanah. Ciri-ciri dari termometer tanah adalah pada bagian skala dilengkungkan, namun ada juga yang tidak dilengkungkan. Hal ini dibuat untuk memudahkan dalam pembacaan termometer dan menghindari kesalahan paralaks. 2 Pengamatan suhu tanah umumnya dilakukan pada kedalaman 0, 5, 10, 20, 50, dan 100 cm. Dan Pengamatan dilakukan pada pukul 07.30 (kedalaman 0-30 cm), 10.00 (kedalaman 0-50 cm), 13.30 (0-30 cm), 16.00 (0-50 cm), dan 17.30 (0100 cm). Semakin dalam termometer diletakkan dalam tanah maka semakin rendah suhu yang terukur.3 Pengukuran suhu tanah dalam klimatologi harus dihindarkan dari beberapa gangguan, baik itu gangguan lokal maupun gangguan lain. Gangguan-gangguan itu adalah sebagai berikut 1) Pengaruh radiasi matahari langsung dan pantulannya oleh benda-benda sekitar. 2) Gangguan tetesan air hujan. 3) Tiupan angin yang terlalu kuat.
4) Pengaruh local gradient suhu tanah akibat pemanasan dan pendinginan

permukaan tanah. Pengukuran suhu tanah dapat dilakukan pada tanah yang tertutup oleh rumput maupun tanah yang terbuka. Pada tanah yang terbuka, pengukuran suhu
1 2

http://anamariyanabrsinaga.blogspot.com/2011/03/suhu-udara-dan-suhu-tanah-klimatologi.html http://rocky16amelungi.wordpress.com/2009/09/14/suhu-udara-tanah 3 Keterangan BMKG Simp. Sie Duren Muaro Jambi.

digunakan termometer tanah gundul sedangkan tanah yang ditutupi rumput digunakan termometer tanah berumput. Pada dasarnya kedua alat ini adalah sama, hanya penempatannya saja yang berbeda. Biasanya suhu tanah berumput lebih kecil dari pada suhu di tanah gundul.

Gambar 1 Termometer tanah gundul

Gambar 2 Termometer tanah berumput

Fungsi alat : Pengukur Suhu tanah. Satuan : Derajat Celcius Keterangan : Kedalaman 0 cm, 5 Cm. 10 Cm, 20 Cm, 50 Cm, 100 cm. Benda kuning pada thermometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yang berfungsi agar ketika alat tersebut dibaca maka suhu tidak berubah. Data suhu tanah ini digunakan dalam kegiatan pemupukan tanah.

2. Gun Bellani Integrator Radiation

Prinsip alat adalah menangkap radiasi pada benda berbentuk bola sensor. Panas yang timbul akan menguapkan zat cair dalam bola hitam. Ruang uap zat cair berhubungan dengan tabung kondensasi. Uap zat cair yang timbul akan dikondensasi dalam tabung berbentuk buret yang berskala. Banyaknya air kondensasi sebanding dengan radiasi surya diterima oleh sensor dalam sehari.4 Pengukuran dilakukan sekali dalam 24 jam, yaitu sekitar pukul 7 pagi.

http://ustadzklimat.blogspot.com/2008/11/instrumen-klimatologi.html

Gambar 3 Gun Bellani

Fungsi : Pencatat Intensitas Cahaya Matahari Satuan : Kalori/cm2 (Langley). Intensitas Cahaya Matahari = Selisih pembacaan skala dikalikan konstanta dibagi 21 Cara kerja alat : Sewaktu memasang alat dipagi hari, alat dibalik dan dikembalikan sehingga permukaan air dalam tabung mendekati nol. Air dalam alat volumenya konstan dan bila kena cahaya matahari akan menguap dan berkondensasi sehingga air turun ke bawah. 3. Campbell Stokes

Prinsip alat Campbell Stokes adalah pembakaran pias. Panjang pias yang terbakar dinyatakan dalam jam. Alat ini mengukur lama penyinaran surya. Hanya pada keadaan matahari terang saja pias terbakar, sehingga yang terukur adalah lama penyinaran surya terang. Pias ditaruh pada titik api bola lensa. Pembakaran pias terlihat seperti garis lurus di bawah bola lensa. Kertas pias adalah kertas khusus yang tak mudah terbakar kecuali pada titik api lensa. Alat dipasang di tempat terbuka, tak ada halangan ke arah Timur matahari terbit dan ke barat matahari terbenam. Kemiringan sumbu bola lensa disesuaikan dengan letak lintang setempat. Posisi alat tak berubah sepanjang waktu hanya pemakaian pias dapat diganti-ganti setiap hari. Ada 3 tipe pias yang digunakan pada alat yang sama: Pias waktu matahari di ekuator, di utara, dan pias waktu matahari di selatan.5

http://ustadzklimat.blogspot.com/2008/11/instrumen-klimatologi.html

Gambar 4 Campbell Stokes

Pencatat lama penyinaran matahari Satuan : Jam/ Prosentase ( % ) Pias harian. Jenis pias 3 macam : Lengkung panjang (11 Okt- 28 Feb), Lurus (11 Sep 10 Okt) (1 Maret 10 April), Lengkung pendek (11 Aprl 10 Agst) Bola Kaca dari kaca Masip. 4. Achtinograph

Alat pengukur/pencatat secara automatis Intensitas Radiasi Matahari. Satuan K Cal/cm2 (Langley). Keterangan : Kertas pias diganti setiap hari. Setiap kotak kecil = 12 kalori, perhitungan total 1 hari dihitung jumlah kotak kecil.
Gambar 5 Achtinograph

Alat ini menggunakan sensor Bimetal.

Actinograph adalah alat untuk mengukur total intensitas dari radiasi matahari langsung. Maksud dari pengukuran intensitas radiasi matahari ini adalah
5

untuk mengetahui total intensitas radiasi yang jatuh pada permukaan bumi baik yang langsung maupun yang dibaurkan oleh atmosfer. Prinsip kerja alat tersebut adalah perbedaan panjang akibat adanya perbedaan temperatur. Kemudian bimetal diatur sedemikian rupa sehingga bila kedua lempengan logam berada pada temperatur yang sama maka pena akan menunjukkan angka nol. Kemudian jika terdapat radiasi matahari yang mengenai lempengan - lempengan tersebut, lempengan yang berwarna hitam akan menyerap panas lebih banyak sehingga logam hitam tersebut lebih panjang dibandingkan dengan logam berwarna putih yang sifatnya kurang menyerap panas.6 5.

Sangkar Meteorologi Fungsi alat Meteorologi Satuan : Tempat meletakan peralatan : -

Keterangan : Berventilasi, Double Jalusi guna untuk mengalirkan udara masuk - keluar. Dicat putih agar memantulkan cahaya (merupakan konversi dari WMO)

Gambar 6 Sangkar Meteorologi

Adapun alat-alat yang terdapat pada sangkar meteorologi antara lain: a. Termometer Bola Basah Bola Kering Temperatur temperature), bola kering (Dry Bulb

yaitu suhu yang ditunjukkan

dengan termometer bulb biasa dengan bulb dalam keadaan kering. Satuan untuk suhu ini biasa dalam celcius, Kelvin, fahrenheit. Seperti yang diketahui
6

bahwa

termometer

menggunakan

http://jiwafisheries.blogspot.com

Gambar 7 Temperatur Bola Kering Basah Maks - Min

prinsip pemuaian zat cair dalam thermometer. Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer biasa maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb thermometer. Karena mendapatkan kalor maka zat cair (misalkan: air raksa) yang ada di dalam thermometer mengalami pemuaian sehingga tinggi air raksa tersebut naik. Kenaikan ketinggian cairan ini yang di konversikan dengan satuan suhu (celcius, Fahrenheit, dll). Temperatur bola basah (Wet Bulb Temperature), yaitu suhu bola basah. Sesuai dengan namanya wet bulb, suhu ini diukur dengan menggunakan thermometer yang bulbnya (bagian bawah termometer) dilapisi dengan kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya. Perpindahan kalor terjadi dari udara ke kain basah tersebut. Kalor dari udara akan digunakan untuk menguapkan air pada kain basah tersebut, setelah itu baru digunakan untuk memuaikan cairan yang ada dalam teermometer.7 Termometer Bola Kering Basah merupakan alat ukur suhu udara di permukaan yang diamati setiap jam pengamatan yaitu pada pukul 07.00, 10.00, dan 14.00.8 Dari kedua termometer ini dapat kita ketahui data:

Relative Humadity (RH), yaitu perbandingan antara fraksi mol uap dengan fraksi mol udara basah pada suhu dan tekanan yang sama (satuannya biasanya dalam persen (%)).

Tempetature Dewpoint (TD), yaitu suhu dimana udara telah mencapai saturasi (jenuh). Jika udara tersebut mengalami pelepasan kalor sedikit saja, maka uap air dalam udara akan mengembun.

b. Termometer Maksimun Minimun Termometer Maksimum berfungsi untuk mengukur suhu maksimum yang terjadi dalam 1 hari dan diamati setiap jam 19:00 WIB. Hasil baca suhu maksimum harus lebih tinggi atau serendah-rendahnya sama

http://yefrichan.wordpress.com/2010/11/12/termometer-bola-kering-dantermometer-bola-basah 8 Keterangan BMKG Simp. Sie Duren Muaro Jambi.

dengan suhu udara hasil pembacaan dari termometer bola kering yang tertinggi pada hari yang bersangkutan. Termometer Minimum berfungsi untuk mengukur suhu minimum yang terjadi dalam 1 hari dan diamati setiap jam 07:00 WIB. Hasil baca suhu minimum harus lebih randah atau setinggi-tingginya sama dengan suhu udara hasil pembacaan dari termometer bola kering yang terendah pada hari yang bersangkutan.

6.

Cup Counter Anemometer Fungsi alat : Pengukur Kecepatan Angin Rata-rata harian. Satuan : km/jam Keterangan : Prinsip kerja seperti garakan Speedometer sepeda motor dalam satuan km/jam. Kecepatan angin rata-rata harian selisih pembacaan angka dibagi 24 jam.

Angin merupakan suatu vektor yang mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah kecepatannya
Gambar 8 Anemometer

sedang arahnya adalah dari mana datangnya angin.

Kecepatan angin dapat dihitung dari jelajah angin (cup counter anemometer) dibagi waktu (lamanya periode pengukuran). Ada alat pengukuran angin yang langsung mengukur kecepatannya. Jadi jarum penunjuk suatu kecepatan tertentu bila ada angin. Arah angin ditunjukkan oleh wind-vane yang dihubungkan dengan alat penunjuk arah mata angin atau dalam angka. Angka 360o berarti ada angin dari utara, angka 90o ada angin dari timur demikian seterusnya. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada angka nol, karena angka nol menandakan tak ada angin. Mengukur arah angin haruslah ada angin atau cup counter anemometer dalam keadaan bergerak.

Di lapangan terbuka tak ada pohon-pohonan tinggi alat dipasang 2 meter di atas tanah. Bila ada halangan, alat dipasang pada ketinggian 10 sampai 15 meter dari atas tanah. Waktu pengamatan tergantung dari data yang diinginkan. Bila data harian, pengamatan sekali dalam 24 jam untuk jelajah angin yaitu pada pagi hari. Waktu pengamatan arah angin lebih dari sekali dalam 24 jam. Arah yang paling banyak ditunjuk dalam 24 jam merupakan arah rata-rata dalam hari tersebut. Sensor yang terhubung dengan alat mencatat otomatis disebut anemograf. Alat ini mencatat kecepatan dan arah angin setiap saat pada kertas pias. Alat pencatat ini ada yang harian, mingguan ataupun bulanan.9

7.

Penakar Hujan (Obrometer)


Fungsi alat : Pengukur Curah Hujan Satuan : Milimeter ( mm ). Keterangan : Curah hujan di ukur dengan gelas penakar setiap pagi Jam 07.00WS. Atau 1 milimeter hujan yang ditakar sama volumenya dengan 10 cc. Prinsip kerja alah ini adalah ketika air hujan

yang jatuh dari atas akan diterima oleh corong ombrometer, kemudian akan disalurkan pada bak penampung. Air hujan yang ada didalam bak penampung dapat dikeluarkan untuk diukur
Gambar 9 Obrometer

menggunakan gelas ukur. Dari gelas ukur dapat diketahui berapa millimeter air hujannya pada skala gelas ukur tersebut. 8. Penakar Hujan Otomatis (Hellman) Alat terukur
9

ini

merupakan 10 mm,

penakar siphon

hujan bekerja

otomatis dengan tipe siphon. Bila air hujan setinggi

http://ustadzklimat.blogspot.com/2008/11/instrumen-klimatologi.html

Gambar 10 Hellman

mengeluarkan air dari tabung penampungan dengan cepat, kemudian siap mengukur lagi dan kemudian seterusnya. Di dalam penampung terdapat pelampung yang dihubungkan dengan jarum pena penunjuk yang secara mekanis membuat garis pada kertas pias posisi dari tinggi air hujan yang tertampung. Bentuk pias ada dua macam, harian dan mingguan. Pada umumnya lebih baik menggunakan yang harian agar garis yang dibuat pena tidak terlalu rapat ketika terjadi hujan lebat. Banyak data dapat dianalisadari pias, tinggi hujan harian, waktu datangnya hujan, derasnya hujan atau lebatnya hujan per satuan waktu.10 Fungsi alat : Pencatat Instensitas Curahhujan / tingkat kelebatannya Satuan : Milimeter ( mm ). Keterangan : Setiap hari pias diganti (pias Harian atau Pias Mingguan). Hujan dengan Instensitas lebat bentuk grafik terjal hujan dengan intensitas Ringan bentuk grafik landai. Waktu terjadi dan berakhirnya hujan dapat diketahui. 9. Panci Penguapan (Open Pan Evaporimeter)

Fungsi alat : Pengukur Penguapan air langsung. Satuan : Milimeter (mm). Ukuran alat : Tinggi Alat 25,4 cm, diameter alat 120.7 cm. Keterangan : Alat ini dilengkapi dengan: 1) Termometer air Six Bellani (Termometer Apumg), 2) Cup Counter anemometer tinggi 05 meter, dan 3) Alat pengukur tinggi permukaan air (Hook Gambar 11 Open Pan Evaporimeter Gauge).

C. TUGAS RUMAH
1.

Apakah yang dimaksud dengan cuaca dan apa bedanya dengan iklim? Jawab: Cuaca adalah kondisi atmosfer atau keadaan udara pada suatu daerah yang sempit dalam waktu yang relatif singkat, sedangkan iklim adalah rata-rata keadaan cuaca pada daerah yang lebih luas dan dalam waktu yang cukup lama.

2.

Apakah persyaratan alat-alat meteorologi?

10

http://ustadzklimat.blogspot.com/2008/11/instrumen-klimatologi.html

10

Jawab: a. Diletakkan pada taman alat dengan karakteristik: 1) terletak di daerah terbuka dan datar, jarak antara taman dengan bangunan maupun pepohonan di sekitarnya minimal 10 x tinggi bangunan atau pepohonan di sekitarnya, 2) luas taman alat minimal 20 m x 20 m, 3) berpagar pembatas dengan tinggi 120 cm, 4) tinggi rumput dalam taman alat tidak lebih dari 10 cm, 5) tidak berada pada lokasi yang mudah tergenang. b. Alat terdiri dari: Termometer Tanah, Gun Bellani, Campbell Stokes, Achtinograph, Cup Counter Anemometer, Sangkar Meteorologi, Hellman, Obrometer, Open Pan Evaporimeter, dll. 3. Mengapa observasi cuaca harus dilakukan tepat waktu? Jawab: Agar hasil pengamatan atau pengukuran cuaca yang diperoleh akurat. Sebagai mana pengertian cuaca, yaitu kondisi udara pada waktu dan daerah tertentu. Maka dari itu harus dilakukan tepat waktu jika tidak maka akan memperoleh hasil observasi yang berbeda.
4.

Apakah manfaat dari sangkar meteorologi? Jawab: Untuk menyimpan alat-alat meteorologi, seperti termometer bola basahkering, termometer maksimum dan minimum. D. METODOLOGI PENGERJAAN
1.

Amati dan ukur unsur-unsur cuaca seperti pada formulir observasi cuaca untuk salah satu waktu baku. Catatlah hasil observasi pada formulir lengkap dengan satuannya.

2.

E. ANALISA Observer Station Laboratory Date Time : Kautsar : BMKG Simpang Sungai Duren Muaro Jambi : Meteorological Analysis : 3 Januari 2012 : 10.00 Weather Observation Present Weather : Haze

11

Barometric Pressure Temperature Maximum Temperature Minimum Temperature Wet Bulb Temperature Dry Bulb Temperature Dewpoint Temperature Relative Humadity Rainfall at 07.00 LT Measured Wind Speed Estimated Wind Direction Cloud Types Cloud Cover in Oktaf Height of Base of Lowest Clouds Sunshine duration Soil Temperature 0m Temperatur Tanah Gundul (oC) Temperatur Tanah Berumput (oC) 32,4 29,5

: 1012.1 : 24.0o C : 31.8o C : 23.8 o C : 23.6 o C : 24.0 o C : 23.4 o C : 97 % : : Calm : Calm : Cumulus : 5 Oktaf : base: 500 m, tinggi: 2500 m : 7 jam : 5m 30,8 29,1 10 m 30,2 28,4 20 m 28,2 28,2 30 m 28,1 28,4 50 m 29,5 100 m 28,5

Data di atas diambil dari data BMKG Simpang Sungai Duren Muaro Jambi tanggal 2 Januari 2012 kecuali tabel temperatur tanah. Karena pada dasarnya dalam meprakirakan kondisi cuaca tidak dapat langsung melihat kondisi cuaca pada alat satu kali saja. Ada waktu-waktu tertentu untuk mencatat atau mendapatkan data mengenai unsur cuaca. Contohnya pada termometer tanah, sebagai mana yang dituturkan oleh salah seorang petugas BMKG tersebut bahwa untuk memperoleh data suhu tanah maka dilakukan beberapa kali pengamatan, yaitu pukul 07.00, 10.00, 13.30, 16.00, dan 17.30. Sedangkan saat observer melakukan observasi pada tanggal 3 Januari hanya pada pukul 09.00, termometer masih dipengaruhi oleh suhu hari sebelumnya

12

sehingga data yang diperoleh pada tabel temperatur tanah pada tanah berumput di atas tidak sama seperti teori mengatakan bahwa semakin dalam suhu tanah semakin dingin. Maka dari itu dalam melakukan observasi cuaca harus dilakukan tepat waktu, jika tidak kondisi cuaca harian tidak dapat ditentukan. Sebagaimana yang dimaksud dengan cuaca adalah kondisi udara pada daerah dan waktu tertentu. Selain itu untuk memperoleh data yang akurat, penting untuk melakukan kalibrasi alat, seperti mengganti pias pada Campbell Stokes, achtinograph, mengambil/ mengosongkan air pada obrometer dan hellman (jika ada). Hal tersebut akan mempengaruhi data cuaca yang dihasilkan. Karena alat-alat ini sangat sensitif, maka lokasi menempatan alat-alat ini juga perlu diperhatikan, karena tidak hanya alat yang akan mempengaruhi pencatatan kondisi cuaca melainkan juga kondisi lingkungan sekitar. Oleh sebab itu alat-alat meterologi ini diletakkan dalam taman khusus. Pada observasi ini diperoleh bahwa pada perhitungan curah hujan, terdapat dua alat yaitu obrometer han hellman. Obrometer mengukur curah hujan masih dengan cara manual, yaitu observer mengukur sendiri banyaknya air hujan menggunakan gelas ukur. Tidak seperti ketika menggunakan penakar hujan hellman yang sudah otomatis dengan pencatatan pada pias. Oleh karena itu penakaran hujan menggunakan obrometer dituntut lebih hati-hati, jika perlu tidak membuang air yang tertampung di obrometer sebelum hasil atau data yang diperoleh diyakini keakuratannya. Namun obrometer ini akan sangat berguna ketika terdapat kerusakan pada hellman. Dan pada pengamatan kecepatan angin, digunakan alat anemometer. Terdapat 3 anemometer dengan tinggi yang berbeda-beda yakni 1 m, 5m, dan 10 m. Semakin tinggi diletakkan anemometer, maka angin semakin kencang. Dengan demikian angin pada ketinggian 10 m lebih kencang dari pada 5 m dan 1 m. F. KESIMPULAN
1.

Cuaca adalah kondisi sesaat dari keadaan atmosfer, serta perubahan dalam jangka pendek (kurang dari satu jam hingga 24 jam) di suatu tempat tertentu di bumi. Obeservasi cuaca permukaan merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi dari unsur-unsur cuaca, seperti: suhu, kelembaban, tekanan angin, curah hujan, radiasi matahari, perawanan.

2.

13

3.

Observasi cuaca harus dilakukan tepat waktu. Campbell Stokes, Achtinograph, Termometer bola basah kering maksimum minimum, Anemometer, penakar hujan Hellman, Obrometer, Open Pan Evaporimeter.

4. Alat yang digunakan untuk observasi cuaca antara lain: Termometer, Gun Bellani,

5. 6. 7.

Pada temperatur tanah, semakin dalam maka suhu semakin rendah dan suhu pada tanah gundul lebih besar dari pada suhu pada tanah berumput. Semakin banyak air yang menguap dan terkondensasi (turun ke bawah) pada Gun Bellani maka semakin besar intensitas cahaya matahari. Pada Campbell Stokes, makin panjang berkas pias yang terbakar maka semakin lama penyinaran matahari.

G. DAFTAR PUSTAKA Tjasyono, Bayong. 1992. Klimatologi Terapan. Bandung: Pionir Jaya. http://anamariyanabrsinaga.blogspot.com/2011/03/suhu-udara-dan-suhu-tanahklimatologi.html http://jiwafisheries.blogspot.com http://rocky16amelungi.wordpress.com/2009/09/14/suhu-udara-tanah http://ustadzklimat.blogspot.com/2008/11/instrumen-klimatologi.html http://yefrichan.wordpress.com/2010/11/12/termometer-bola-kering-dan-termometerbola-basah

14